Jurnal Nalar Pendidikan
Not a member yet
159 research outputs found
Sort by
Kemampuan Komunikasi Matematika Berdasarkan Perbedaan Gaya Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 6 Wajo pada Materi Statistika
AbstractThis study aims to determine the ability of students' mathematical communication with visual, auditorial, and kinesthetic learning styles on statistics subject. The subjects of the study were six students of grade X SMA Negeri 6 Wajo selected purposively based on difference of learning styles. Data collection used questionnaires to classify students based on their learning styles, written tests, and interviews to determine students' mathematical communication skills. The results showed (1) the test results of mathematical communication skills vary in each student with different learning styles; (2) subjects with visual learning styles capable in four indicators of mathematical communication (IMC) ability ie at IMC 1, IMC 3, IMC 4 and IMC 5; (3) subject with auditorial learning style capable in five indicators of mathematical communication ability ie at IMC 1, IMC 2, IMC 3, IMC 4 and IMC 5; (4) subjects with kinesthetic learning styles are capable in three indicators of mathematical communication ability, ie on IMC 1, IMC 3 and IMC 5.Keywords: Learning styles, Mathematical communication, Statistics subjectAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematika siswa dengan gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik pada materi statistika. Subjek penelitian berjumlah enam orang siswa kelas X SMA Negeri 6 Wajo yang dipilih secara purposive berdasarkan perbedaan gaya belajar. Pengumpulan data menggunakan metode angket untuk mengelompokkan siswa berdasarkan gaya belajarnya, tes tertulis, serta wawancara untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematika siswa. Hasil penelitian menunjukkan (1) hasil tes kemampuan komunikasi matematika berbeda-beda pada masing-masing siswa dengan gaya belajar berbeda; (2) subjek dengan gaya belajar visual mampu dalam empat indikator kemampuan komunikasi (IDK) matematika yakni pada IDK 1, IDK 3, IDK 4 dan IDK 5; (3) subjek dengan gaya belajar auditorial mampu dalam lima indikator kemampuan komunikasi matematika yakni pada IDK 1, IDK 2, IDK 3, IDK 4 dan IDK 5; (4) subjek dengan gaya belajar kinestetik mampu dalam tiga indikator kemampuan komunikasi matematika, yaitu pada IDK 1, IDK 3 dan IDK 5.Kata Kunci : Gaya belajar, Komunikasi matematika, Materi Statistik
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 01 MANOKWARI (STUDI PADA POKOK BAHASAN KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN)
Penelitian mengenai pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar kognitif siswa di SMA Negeri 01 Manokwari (studi pada pokok bahasan kelarutan dan hasil kali kelarutan) yang bertujuan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar kognitif siswa dan untuk mengukur persentase efek dari kedua model. Penelitian ini menggunakan quasi-eksperimental dengan desain posttest-pretest. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur hasil belajar kognitif siswa adalah esai tes. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan inferensial menggunakan program SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar kognitif dari model inkuiri terbimbing adalah lebih baik dari model pembelajaran konvensional dengan efek 29,49 persen.Kata kunci: Hasil belajar kognitif , Inkuiri terbimbing, Model pembelajara
ANALISIS SIKAP BAHASA DAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS XI SMA BOSOWA INTERNATIONAL SCHOOL
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap bahasa dan motivasi belajar bahasa Indonesia siswa kelas XI SMA Bosowa International School Makassar. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap bahasa siswa kelas XI SMA Bosowa International School Makassar berada pada kategori sangat baik dengan persentase sebesar 84%. Aspek afektif, kognitif dan konatif berada pada ketegori sangat baik dengan persentase sebesar 58%, 78%, dan 84%, sedangkan kategorisasi pada aspek motivasi belajar bahasa Indonesia siswa berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase sebesar 90%. Aspek instrinsik dan ekstrinsik berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase sebesar 48% dan 96%. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI SMA Bosowa International School Makassar memiliki sikap bahasa Indonesia yang baik dan motivasi belajar bahasa Indonesia yang sangat tinggi. Kata kunci: Sikap bahasa,Motivasi belajar,Kuesione
Talking Stick Model on Nonformal Education
AbstractOne effort to improve the ability of learner to pronounce alphabet is through talking stick model. It was a classroom action research based on preparation of learning which reflected the steps that must be done by the teacher. The procedure consisted of two cycles and each cycle consisted of two meetings. Based on the data obtained from the implementation of action cycle II showed that the number of package C learner that can afford is 18 or 86% learners, while the number of learner who could not afford about 3 people or 14 %. Thus the learning of the 100% talking stick model has been successful in accordance with the predefined performance indicators by the researcher. The results caused by the maximization and effectiveness of the application of the talking stick model on learning English, especially English alphabet pronunciation.Keywords: Classroom action research, Learning, Talking stickAbstrakSalah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan warga belajar untuk mengucapkan alfabet adalah melalui model talking stick. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas berdasarkan persiapan pembelajaran yang mencerminkan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh pamong belajar. Prosedur terdiri dari dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Berdasarkan data yang diperoleh dari pelaksanaan tindakan siklus II menunjukkan bahwa jumlah warga belajar Paket C yang mampu adalah 18 warga belajar atau 86%, sedangkan jumlah warga belajar yang tidak mampu sekitar 3 orang atau 14%. Dengan demikian pembelajaran model talking stick 100% telah berhasil sesuai dengan indikator kinerja yang telah ditetapkan oleh peneliti. Hasil tersebut disebabkan oleh maksimalisasi dan efektifitas penerapan model talking stick pada pembelajaran bahasa Inggris, khususnya pengucapan alfabet bahasa inggris. Kata Kunci: Penelitian tindakan kelas, Pembelajaran, Model talking stic
PENGARUH TURN-BASED STRATEGY GAME TERHADAP KEMAMPUAN MANAJEMEN ORGANISASI PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Turn-Based Strategy Game ini diharapkan dapat melatih mahasiswa mengembangkan kemampuan manajerialnya dengan menempatkan mahasiswa pada kondisi – kondisi yang menuntut mahasiswa untuk bekerja secara efektif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan game clash of clan. Clash of clan merupakan sebuah game strategi yang bercerita tentang pertarungan antar clan dimasalalu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektifitas “Turn-Based Strategy Game” menjadi solusi peningkatan manajerial mahasiswa fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar . Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar yang berusia 18-22 tahun sebanyak 30 orang. Hasil dari penelitian ini yakni tidak ada pengaruh Turn-Based Strategy game terhadap kemampuan manajemen organisasi pada mahasiswa Fakultas Psikologi UNM.Kata kunci:Kemampuan, Manajemen organisasi, Turn-Based Strategy Gam
Perbandingan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dan Model Pembelajaran Kooperatif Berdasarkan Kemampuan Penalaran Adaptif Siswa
AbstractThis research is a quasi experiment having purposes to know: (1) adaptive reasoning skill and its improvement description of the student taught by implementing PBL and cooperative learning in scientific approach; (2) comparison of adaptive reasoning skill and its improvement of the student taught by implementing PBM and cooperative learning in scientific approach. This research population is all student of X MIA SMAN 11 Makassar in odd semester 2016/2017. Researcher chooses two classes by using simple random sampling. The result of inferential statistical analysis are: (1) difference of adaptive reasoning skill between student who is taught by using PBL and cooperative learning in scientific approach is not significant; (2) there is no significant difference between adaptive reasoning skill improvement of student taught by using PBL and cooperative learning in scientific approach.Keywords: Adaptive reasoning, Cooperative learning, Problem based learning, Scientific approach.AbstrakPenelitian ini adalah kuasi eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui: (1) kemampuan penalaran adaptif dan deskripsi peningkatanya pada siswa yang diajarkan dengan menerapkan PBM dan pembelajaran kooperatif dalam pendekatan saintifik; (2) perbandingan kemampuan penalaran adaptif dan peningkatannya pada siswa yang diajarkan dengan menerapkan PBM dan pembelajaran kooperatif dalam pendekatan saintifik. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas X MIA SMAN 11 Makassar pada semester ganjil tahun ajaran 2016/2017. Peneliti memilih dua kelas menggunakan simple random sampling. Hasil dari analisis statistik inferensial adalah: (1) perbedaan kemampuan penalaran adaptif antara siswa yang diajarkan menggunakan PBM dan pembelajaran kooperatif dalam pendekatan saintifik tidak signifikan; (2) tidak ada perbedaan yang signifikan antara peningkatan kemampuan penalaran adaptif siswa yang diajarkan menggunakan PBM dan pembelajaran kooperatif dalam pendekatan saintifik.Kata kunci: Penalaran adaptif, Pembelajaran kooperatif, Pembelajaran berbasis masalah, Pendekatan saintifi
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Materi Asam dan Basa dengan Menggunakan Inquiry Based Learning (IBL) pada Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 5 Makassar
AbstractThis study aims to improve the learning outcomes of acid and alkaline material chemistry by using Inquiry Based Learning (IBL) of students of Class XI IPA 2 SMA Negeri 5 Makassar. This study is a classroom action research conducted in three cycles. Each cycle consists of planning, execution, observation and reflection. The population of this study amounted to 36 students. The focus of this research is student learning outcomes. The learning result data is obtained from the results evaluation test which is carried out at the end of the cycle. About the evaluation test each learning outcomes are equipped with five alternative answers. The result of data analysis showed that the average of student learning outcomes after the application of IBL in cycle I was 71.53 with 72.22% classical completeness, then rose to 78.79 with 83.33% classical completeness in cycle II, and increased to 83.97 with classical completeness 91.67% in cycle III. Based on the results of this study can be concluded that the application of IBL learning model can improve student learning outcomes of acidic and alkaline materials.Kata Kunci : Classroom action research, IBL, Learning outcomesAbstrakPenelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar kimia materi asam dan basa dengan menggunakan pembelajaran Inquiry Based Learning (IBL) siswa Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 5 Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini berjumlah 36 orang siswa. Fokus penelitian ini adalah hasil belajar siswa. Data hasil belajar diperoleh dari tes evaluasi hasil yang dilaksanakan pada akhir siklus. Soal tes evaluasi hasil belajar masing-masing dilengkapi dengan lima alternatif jawaban. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa setelah penerapan pembelajaran IBL pada siklus I adalah 71,53 dengan ketuntasan klasikal 72,22% , kemudian naik menjadi 78,79 dengan ketuntasan klasikal 83,33% pada siklus II, dan meningkat menjadi 83,97 dengan ketuntasan klasikal 91,67% pada siklus III. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran IBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi asam dan basa. Kata Kunci : Penelitian tindakan kelas, IBL, Hasil belaja
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA KELAS XI IPA~6 MELALUI METODE SQ3R SMA NEGERI 1 BONTONOMPO, KECAMATAN BONTONOMPO, KABUPATEN GOWA
Penelitian ini adalah Penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas XI IPA~6 SMA Negeri 1 Bontonompo melalui metode survey, question, reading, recite, review (SQ3R). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA~6 SMA Negeri 1 Bontonompo tahun ajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa 33 orang. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan dengan dua siklus, dan dilakukan 3 kali pertemuan pada masing-masing siklus. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan membaca siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bontonompo dengan menggunakan metode SQ3R. Hal ini tergambar pada peningkatan nilai rata-rata, yakni pada siklus I sebesar 78,18 dan pada siklus II sebesar 84,92. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran SQ3R dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bontonompo pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Kata kunci: Penelitian tindakan kelas, Keterampilan membaca, SQ3R
PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR SISWA ANTARA SEKOLAH YANG MENERAPKAN SISTEM KELAS TUNTAS BERKELANJUTAN (SKTB) DENGAN SEKOLAH YANG TIDAK MENERAPKAN SISTEM KELAS TUNTAS BERKELANJUTAN (SKTB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar siswa antara sekolah yang menerapkan kebijakan SKTB dan sekolah yang tidak menerapkan kebijakan SKTB. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi dan penyebaran angket. Objek penelitian ini yaitu siswa SMAN 1 Sungguminasa (menerapkan kebijakan SKTB) dan siswa MAN 2 Model Makassar (tidak menerapkan kebijakan SKTB). Jumlah sampel sebanyak 166 responden, dimana 88 responden dari SMAN 1 Sungguminasa dan 78 responden dari MAN 2 Model Makassar. Berdasarkan analisis deskriptif, siswa dari SMAN 1 Sungguminasa memiliki frekuensi yang lebih tinggi pada semua indikator dibandingkan dengan siswa dari MAN 2 Model Makassar. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai Sig (2-tailed) sebesar 0.021, sehingga data tersebut signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dimana, H1 yaitu ada perbedaan motivasi belajar antara sekolah yang menerapkan kebijakan SKTB dan sekolah yang tidak menerapkan kebijakan SKTB.Kata Kunci : Kebijakan, Motivasi belajar, SKT
Tingkat Kesiapan Guru SMA Negeri di Kota Makassar dalam Mengimplementasikan Kurikulum 2013 Ditinjau dari Kompetensi Pedagogik
AbstractThis study aims to determine the Public High School teacher readiness level in Makassar city in implementing the 2013 curriculum in terms of pedagogic competence. The readiness in this research is related to teacher pedagogic competence that is the ability of teachers to manage learners' learning which includes comprehension to learners, readiness of teaching, management of learning process, and evaluation of learning outcomes. The population of this research are the teachers of Public High School in Makassar that teaching by using the 2013 curriculum. The type of this research is descriptive quantitative with data collection method using questionnaire. This questionnaire is an adaptation result instrument and tested by field validation. Data analysis techniques used are descriptive statistics and categorization. The result of the research shows that Public High School teacher readiness level in Makassar city in implementing the 2013 curriculum in terms of pedagogic competence is in high category.Keywords: Pedagogic competency, Public high school teacher in Makassar, Readiness level, 2013 curriculumAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan guru SMA Negeri di kota Makassar dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 ditinjau dari kompetensi pedagogik. Kesiapan dalam penelitian ini dikaitkan dengan kompetensi pedagogik guru yakni kemampuan guru mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, kesiapan mengajar, pengelolaan proses belajar mengajar, dan evaluasi hasil belajar. Populasi penelitian ini adalah guru SMA Negeri di kota Makassar yang mengajar pada kurikulum 2013. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Kuesioner yang digunakan merupakan hasil adaptasi sehingga hanya dilakukan validasi lapangan secara uji coba terpakai. Teknik analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif dan pengkategorian. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesiapan guru SMA Negeri di kota Makassar dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 ditinjau dari kompetensi pedagogik berada dalam kategori tinggi.Kata kunci: Kompetensi pedagogik, guru SMA Negeri Makassar, tingkat kesiapan, kurikulum 201