Jurnal Nalar Pendidikan
Not a member yet
    159 research outputs found

    PENGARUH KECERDASAN INTERPERSONAL, REGULASI DIRI, DAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XII SMA NEGERI 2 SENGKANG

    Full text link
    Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif expost facto yang bertujuan untuk (1) memperoleh gambaran kecerdasan interpersonal siswa; (2) memperoleh gambaran regulasi diri siswa; (3) memperoleh gambaran kemampuan berpikir logis siswa; (4) memperoleh gambaran prestasi belajar matematika siswa; (5) mengetahui apakah terdapat pengaruh kecerdasan interpersonal, regulasi diri, dan kemampuan berpikir logis secara bersama-sama terhadap prestasi belajar matematika siswa; (6) mengetahui apakah terdapat pengaruh signifikan kecerdasan interpersonal terhadap prestasi belajar matematika siswa dengan memperhatikan regulasi diri dan kemampuan berpikir logisnya; (7) mengetahui apakah terdapat pengaruh signifikan regulasi diri terhadap prestasi belajar matematika siswa dengan memperhatikan kecerdasan interpersonal dan kemampuan berpikir logisnya; (8) mengetahui apakah terdapat pengaruh signifikan kemampuan berpikir logis terhadap prestasi belajar matematika siswa dengan memperhatikan kecerdasan interpersonal dan regulasi dirinya. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Sengkang dengan menggunakan sampel penelitian dari kelas XII IPA 2 dan XII IPS 1. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan tes kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial (analisis regresi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas XII SMA Negeri 2 Sengkang memiliki tingkat (1) kecerdasan interpersonal dalam kategori sedang; (2) regulasi diri kategori sedang;(3)  kemampuan berpikir logis kategori sedang; (4) prestasi belajar matematika kategori sedang; (5) kecerdasan interpersonal, regulasi diri, dan kemampuan berpikir logis berpengaruh positif secara bersama-sama terhadap prestasi belajar matematika; (6) kecerdasan interpersonal berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar matematika; (7) regulasi diri berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap prestasi belajar matematika; (8) kemampuan berpikir logis berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar matematika

    PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP KOMUNITAS PRNGGERAK PENDIDIKAN DI KOTA MAKASSAR

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi orang tua terhadap kominitas penggerak pendidikan di kota Makassar. Jenis penelitian ini merupakan metode penelitian kualitatif karena peneliti bermaksud memahami secara mendalam persepsi orang tua terhadap komunitas pendidikan di kota Makassar. Unit analisis dari penelitian ini adalah orang tua dari anak yang menjadi siswa binaan komunitas pendidikan di kota Makassar. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Adapun hasil yang dapat disimpulkan dalam penelitian bahwa pada indikator penilaian seluruh informan merasa senang dan terbantu dengan adanya komunitas tersebut bahkan banyak dari informan yang mengharapkan komunitas agar memperhatikan anak-anak yang putus sekolah. Sehingga indikator penilaian terpenuhi

    PROFIL HIGHER ORDER THINKING SKILL SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH ARITMATIKA SOSIAL

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetaui Profil Higher Order Thinking Skill Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Aritmatika Sosial. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari tiga siswa. Subjek ditentukan berdasarkan kemampuan matematika yang diperoleh melaluli nilai raport dan atas rekomendasi guru matematika. Kemampuan matematika ketiga subjek yang dipilih berbeda satu dengan yang lain yakni subjek berkemampuan matematika tinggi, subjek berkemampuan matematika sedang dan subjek berkemampuan matematika rendah. Data diperoleh melalui tes tertulis dan wawancara semiterstruktur terhadap setiap subjek untuk memperoleh data yang valid. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek berkemampuan matematika tinggi mencapai HOTS pada tahap menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Sedangkan subjek berkemampuan matematika sedang dan rendah belum mampu mencapai HOTS baik pada tahap menganalisis, mengevaluasi dan mencipta

    STUDI KOMPARASI HASIL BELAJAR LINGKUNGAN HIDUP KELAS XI SMA PADA SEKOLAH ADIWIYATA DENGAN SEKOLAH NON ADIWIYATA DI KABUPATEN BULUKUMBA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui hasil belajar lingkungan hidup pada sekolah yang tidak melaksanakan program adiwiyata, 2) mengetahui hasil belajar lingkungan hidup pada sekolah yang melaksanakan program adiwiyata, dan 3) menganalisis signifikansi hasil belajar lingkungan hidup antara sekolah yang melaksanakan dengan yang tidak melaksanakan program adiwiyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah non eksperimen, dengan rancangan ex post facto. Bentuk rancangan yang dipakai adalah causal comparative studies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) hasil belajar siswa pada materi lingkungan hidup sekolah non adiwiyata berada pada kategori hasil belajar sedang, 2) hasil belajar siswa pada materi lingkungan hidup sekolah adiwiyata berada pada kategori hasil belajar tinggi, dan 3) terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar lingkungan hidup pada siswa kelas XI pada sekolah adiwiyata dengan sekolah non adiwiyata pada taraf kepercayaan 95%.Kata Kunci : Adiwiyata , Komparatif, Belajar Lingkungan Hidu

    PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) K-13 BERBASIS DISCOVERY LEARNING SISWA SMA KELAS X PADA MATERI ANALISIS VEKTOR

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) mengetahui proses pengembangan LKPD berbasis discovery learning pada materi analisis vektor kelas X; dan (2) mengetahui bagaimana hasil produk LKPD berbasis discovery learning pada materi analisis vektor kelas X. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (research and development), menggunakan desain penelitian dan pengembangan dari Thiagarajan yang dikenal dengan model 4-D yang diadaptasi menjadi model 3-D yang terdiri dari beberapa tahap yaitu (1) pendefinisian, (2) perancangan, dan (3) pengembangan. Teknik analisis yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah berupa produk yaitu Lembar Kerja Peserta Didik K-13 berbasis Discovery Learning pada materi Analisis Vektor. Berdasarkan dari hasil uji coba lapangan terbatas maka dapat disimpulkan bahwa LKPD ini terbukti layak untuk digunakan dengan skor rata-rata 3,145. Kata kunci: analisis vektor, discovery learning, kurikulum 2013, LKPD, lembar kerja, pengembangan

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI SEMESTER II KELAS X SMA BERBASIS LECTORA INSPIRE

    Full text link
    menggunakan Lectora Inspire yang dapat memudahkan siswa SMA Negeri 10 Gowa agar dapat menyerap materi yang diajarkan dengan baik. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D). Menggunakan model pengembangan Hannafin dan Peck yang terdiri dari tahapan: analisis kebutuhan (need assessment), fase perancangan (design phase) dan fase pengembangan dan implementasi (development and implementation phase). Hasil pengembangan ini adalah media pembelajaran offline berbasis audio visual menggunakan Lectora Inspire agar siswa dapat belajar kapan pun dan di mana pun. Pengujian media dilakukan dengan cara validasi oleh ahli media dan ahli materi. Hasil validasi yang diperoleh adalah media ini sangat layak untuk diimplementasikan. Semua fungsi pada media berjalan dengan baik dan layak digunakan. Serta tanggapan siswa terhadap media ini sangat baik. Kata Kunci: Biologi, Media pembelajaran, Lectora Inspir

    PENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA DI KELAS VIII A SMPN 13 MANOKWARI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil belajar peserta didik di kelas VIII A SMPN 13 Manokwari Tahun Ajaran 2017/2018 pada materi Sistem Pencernaan Manusia dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian tindakan kelas (PTK) dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas empat tahap yaitu, 1)Perencanaan, 2)Pelaksanaan, 3)Pengamatan, 4)Refleksi , yang melibatkan peserta didik sebanyak 24 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi, wawancara, peliputan dokumenter dan tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik pada Siklus I  rata-rata 61,3 dengan ketuntasan 62,5 % dan   mengalami peningkatan menjadi  69,3 dengan ketuntasan 83,33% pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa persentase hasil belajar peserta didik secara klasikal telah memenuhi standar, 75% dari KKM 60. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran dengan penerapan model Problem Based Learnig (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII A SMPN 13 Manokwari.Kata kunci: Sistem Pencernaan Manusia, Hasil belajar, Problem Based Learning (PBL

    STRATEGI PENGUATAN KARAKTER BANGSA PADA MAHASISWA DI “PADEPOKAN KARAKTER” UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

    Full text link
    Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan secara kualitatif beberapa hal, diantaranya: (1) mendeskripsikan strategi penguatan karakter bangsa yang dikembangkan di Padepokan Karakter, (2) mengidentifikasi faktor-faktor pendukung penguatan karakter bangsa di Padepokan Karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di “Padepokan Karakter” Universitas Negeri Semarang, Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan: (1) strategi penguatan karakter bangsa di Padepokan Karakter mencakup dua proses yaitu melalui kegiatan terintegrasi dalam mata kuliah dan kegiatan diskusi kritis; (2) faktor-faktor yang mendukung penguatan karakter bangsa di Padepokan Karakter meliputi desain lokus Padepokan Karakter, perangkat pembelajaran, dan metode pembelajaran yang digunakan di Padepokan Karakter.Kata Kunci: Karakter, Strategi, Warga Negara Mud

    EFEKTIVITAS MODEL EVERYONE IS A TEACHER HERE (ETH) DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA KELAS XI

    Full text link
    Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe Everyone is A Teacher Here (ETH) dalam pembelajaran matematika materi Keliling dan Luas Bangun Datar pada kelas XI SMKT Somba Opu Sungguminasa Kab. Gowa dan mendeskripsikan hasil belajar, respon, aktivitas, kemandirian belajar, dan kemampuan komunikasi matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Everyone is A Teacher Here (ETH). Jenis penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen yang melibatkan satu kelas (One Grup) sebagai kelas eksperimen, dengan pemilihan sampelmenggunakan teknik Simple Random Sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Everyone is a Teacher Here (ETH)pada materi Keliling dan Luas Bangun Datardalam kategori terlaksana dengan baik. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe ETHpada materi Keliling dan Luas Bangun Datar pada siswa kelas XI SMKT Somba Opu Sungguminasa Kab. Gowa efektif ditinjau dari aspek hasil belajar, aktivitas belajar, respon, kemampuan komunikasi matematika dan kemandirian belajar siswa.Kata Kunci: ETH, Komunikasi Matematika, Kemandirian Belaja

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 1 BURAU KABUPATEN LUWU TIMUR

    Full text link
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi hasil belajar siswa sebelum penerapan model pembelajaran Jigsaw, kondisi sikap dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran dengan modelpembelajaran Jigsaw, dankondisi hasil belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran Jigsaw pada mata pelajaran Sosiologi di kelas XI IPS SMA Negeri 1 Burau Kabupaten Luwu Timur. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan mixing methods danpengambilan sampelnya menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan dokumen dan observasi partisipasif. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran konvensional tidak bisa meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan rata-rata hasil belajar siswa hanya mencapai 70,44. Model pembelajaran kooperatif Jigsaw dapat meningkatkankerjasama, respon/inisiatif, perhatian, tanggung jawab, kedisipilinan, dan sikap tolerir siswa. Setelah pelaksanaan pembelajaran model Jigsaw siklus pertama dan siklus kedua, hasil belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi meningkat menjadi 79.44. Kata kunci:Model pembelajaran jigsaw, Hasil belajar, Mixing method

    148

    full texts

    159

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Nalar Pendidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇