Jurnal Nalar Pendidikan
Not a member yet
159 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KIMIA MATERI KOLOID UNTUK SMA DENGAN MODEL INKUIRI TERBIMBING DENGAN MEDIA ANIMASI
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hasil belajar serta respon siswa antara kelas yang menggunakan model inkuiri terbimbing dengan media animasi(2) terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara pembelajaran yang menggunakan model inkuiri terbimbing dengan media animasi pada materi sistem koloid, dan (3) siswa memberikan respon yang positif terhadap pembelajaran yang menggunakan model inkuiri terbimbing dengan media animasi pada materi sistem koloid. (4) Mengetahui kelayakan bahan ajar kimia koloid yang telah dikembangkan. Penelitian ini berjenis Quasi Experimental dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design. Sampel penelitian sebanyak 105 siswa, diambil dari kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 3. Sampel diambil dengan teknik sampling porposive. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) tidak ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara pembelajaran yang menggunakan model inkuiri terbimbing dengan metode eksperimen riil dan eksperimen animasi pada materi sistem koloid, (2) terdapat perbedaan literasi ilmiah yang signifikan antara pembelajaran yang menggunakan model inkuiri terbimbing dengan metode eksperimen riil dan eksperimen animasi pada materi sistem koloid, dan (3) siswa memberikan respon yang positif terhadap pembelajaran yang menggunakan model inkuiri terbimbing dengan metode eksperimen riil dan eksperimen animasi pada materi sistem koloid
IMPLEMENTATION OF FIELD STUDIES TO IMPROVE PROBLEM ANALYSIS ABILITY (CASE STUDY IN THE STUDENT SOCIOLOGY IISIP YAPIS BIAK)
The study aims to analyse the impact of the implementation of field studies in enhancing the problem-analysis skills and problem solving problems of sociology students in IISIP Yapis Biak. This research uses a qualitative approach. Data collection is done by interview, observation, and documentation methods. The data are analyzed by using data reduction, data feed and conclusion withdrawal. The results showed that the implementation of field studies in lecturing was able to provide students with the ability to analyse problems and even solve problems. The evidence showed when students did assegnment to observe a problem in order to be analyzed and solved and the result showed they did with a good solving. Therefore, the students did not only accept the theory but also be able to apply it to the real situationals
PERBEDAAN BENTUK REPRESENTASI BRAIN MEMORY SISWA DALAM SOAL BERTIPE MULTIPLE CHOICE DAN SOAL BERTIPE ESSAY TERHADAP PEMAHAMAN METAKOGNISI BIOLOGI
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perubahan representasi memori otak siswa yang berupa soal pilihan ganda dan jenis uraian yang sering digunakan dalam proses pemesanan di sekolah. Metode penelitian eksperimen semu. Uji normalitas uji Chi Square. Pengujian kelompok eksperimen X 2 hitung = 5,610 ≤ X 2 tabel = 11,070 , data berdistribusi normal. Kelompok kontrol X 2 hitung = 10.665 ≤ X 2 tabel = 11.070 , data berdistribusi normal. Pengujian homogenitas dengan uji F. F hitung = 1,191 ≤ F tabel = 2,17, datanya homogen. Berdasarkan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t didapatkan t hitung = 2,835 dan t tabel = 1,684 pada taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan (db = 38) t hitung > t tabel ( 2,832> 1,684) , maka H 0 ditolak H 1 diterima, terdapat perbedaan representasi memori otak siswa pada soal jenis uraian dan soal pilihan ganda pada pemahaman metakognisi biologis. Kata kunci: memori otak, metakognisi , representas
MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR LISTENING PESERTA DIDIK KELAS X IPA 3 SMAN 5 ENREKANG MELALUI PERMAINAN BERBISIK
AbstractThis study aims to increase the participation and listening learning outcomes of class X IPA 3 SMAN 5 Enrekang students through whispering game techniques. Data obtained from preliminary observations, observations of each cycle of teacher activities, activities and student participation during the learning process, student test results, questionnaire results before and after the application of actions, and structured interview results of students. Data analysis for each round includes data reduction, data exposure, and data inference. The whispering game steps in the listening class are carried out with initial, core, and final learning. The results of this study can improve the learning atmosphere more interesting, lively, and entertaining because learning is centered on students and student participation increases from time to time. The learning outcomes of students' listening increased from the preliminary study to cycle 1, the average value of students became 57.78, in cycle 2 it became 65.83, and in cycle 3 it became 74.72.Keywords: listening, Learning Outcomes, Participation, Whispering Game
PENERAPAN METODE INTERAKTIF DALAM PERMAINAN KARTU JACK DAN JACKY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOSAKATA SISWA KELAS X SMK NEGERI 7 MAKASSAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode Interaktif melalui permainan kartu Jack dan Jacky dalam meningkatkan kemampuan kosakata pada kata kerja (Irregular verbs) pokok bahasan Simple Past Tense dan untuk Mengetahui perubahan perilaku dan sikap pada siswa kelas X PS 2 Semester ganjil SMK Neg 7 Makassar. Peneliti menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan yang terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Pengambilan data dengan memberikan evaluasi sebagai bahan penilaian hasil kerja siswa pada Pretes dan postes. Data non tes di ambil dari pengamatan, angket, dokumen serta jurnal pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kosakata siswa dapat meningkat pada kata kerja tidak beraturan pokok bahasan simple past tense dengan menggunakan kartu Jack and Jacky. Begitu pula pada perilaku dan sikap menunjukkan perubahan yang positif
FULL DAY SCHOOL SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM ERA GLOBALISASI
Globalisasi merupakan suatu penanda perkembangan zaman yang mengubah tatanan hidup masyarakat dunia dalam berbagai bidang, salah satunya budaya. Peserta didik sebagai bagian dari tatanan ini ikut membantu berbagai kebermanfaatan diiringi dengan berbagai negatif yang meresahkan masyarakat, sehingga pendidikan sesuai dasar peradaban sangat penting. Dalam hal ini, perlu adanya suatu sistem pembelajaran yang mampu mendorong peningkatan pendidikan yang berkarakter peserta didik dalam menyesuaikan diri akan memperbaiki zaman namun masih sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa. Sistem pembelajaran itu adalah Sekolah Sehari Penuh yang dicanangkan oleh Mendikbud, Muhadjir Effend
ANALISIS SCHOOLOGY MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) PADA SISWA TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI SMK NEGERI 1 TAMBELANGAN
Di era Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ini, e-learning telah semakin dikembangkan dan diimplementasikan oleh sebagian besar Sekolah Menengah Kejuruan karena dampak positif dan keuntungannya bagi pelajar dan pendidik. Sistem e-learning dipandang sebagai platform yang berpotensi signifikan dalam proses belajar mengajar. Learning Management System (LMS) seperti Schoology telah mendapatkan perhatian di kalangan pendidik saat ini. Karena fitur-fiturnya sebagian besar pendidik mengadopsi Schoology sebagai platform pembelajaran dan pengajaran. Oleh karena itu, artikel ini mengeksplorasi penerimaan Schoology, Sistem Manajemen Pembelajaran online (LMS) di antara siswa Teknik Elektronika Industri. Satu set kuesioner berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM) diberikan kepada 53 siswa Teknik Elektronika Industri di SMK Negeri 1 Tambelangan. Analisis kuantitatif deskriptif digunakan untuk menganalisis data dengan menggunakan perangkat lunak statistik IBM SPSS. Hasilnya menunjukkan respons positif dalam menggunakan Schoology sebagai platform pembelajaran karena fleksibilitas, sederhana, User friendly, dan berbagai fungsionalitasnya lainnya
OPTIMALISASI PEMBELAJARAN EKONOMI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT (STAD) DI SMAN 15 GOWA.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar ekonomi pada siswa SMA Negeri 15 Gowa melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Student Team Achievement (STAD). Penelitian tindakan kelas (PTK) ini, meneliti siswa kelas XI IPS SMA Negeri 15 Gowa yang berjumlah 33 orang. Teknik pengumpulan data penelitian adalah observasi, tes, dokumentasi, dan wawancara. Prosedur penelitian meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Learning tipe STAD dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar ekonomi. Pada siklus I persentase aktivitas belajar sebesar 34.71%, meningkat menjadi 82,07% pada siklus II. Adapun prestasi belajar siswa, ditunjukkan dengan terjadinya peningkatan ketuntasan secara klasikal dari siklus I sebesar 19,3 % kemudian pada siklus II mencapai 87.9% atau 29 dari 33 siswa berhasil mencapai ketuntasan belajar
PENGARUH PENGGUNAAN TIK DALAM PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL UJIAN NASIONAL SISWA SMA DI KABUPATEN ENDE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh penggunaan TIK dalam pembelajaran terhadap hasil ujian nasional (UN) siswa, (2) pengaruh motivasi belajar siswa terhadap hasil UN siswa, (3) pengaruh penggunaan TIK dalam pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap hasil UN siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian survey dengan cara menyebarkan kuesioner. Penelitian ini dilakukan di SMA Swasta Alsiora, SMA Swasta Katolik ST. Petrus, dan SMA Swasta Adyaksa Kabupaten Ende tahun pelajaran 2018/2019. Jumlah sampel sebanyak 93 siswa. Teknik pengumpulan data berupa kuisioner dan dokumentasi. Hasil penelitian: (1) Ada pengaruh positif dan signifikan antara penggunaan TIK dalam pembelajaran dengan hasil UN siswa, dibuktikan thitung10,570>1,990ttabel dengan signifikansi 0,0000,05. (3) Ada pengaruh posistif dan signifikan secara bersama-sama antara penggunaan TIK dan motivasi belajar terhadap hasil UN siswa, dibuktikan Fhitung89.041>3.10Ftabel dengan signifikansi 0.000<0.05
ANALISIS PEMBIAYAAN PENDIDIKAN MENENGAH DI KABUPATEN GOWA
Education as a core activity of HR development has proven to have a significant contribution to economic benefits. In order to fund the cost of education, especially to quality secondary education, it is necessary to know in advance how much funding is needed and where the funding sources are obtained. Based on the description, the purpose of this study is to calculate the cost of non-personnel operating unit costs and its fulfilment strategies in the implementation of quality secondary education. The sample of this study amounted to 10 schools consisting of 4 high schools and 6 public vocational schools in Gowa Regency, South Sulawesi Province in 2018. Based on the results of the study, it was concluded that the non-personnel operational costs at the high school level were obtained by variations in non-personnel operational unit costs (BONP) ranging from Rp. 735,000. IDR 3,850,000 per student per year. And the sample BONP of Vocational High School shows quite a high variation, which is around Rp1,845,000. Rp.4,429,000 per student per year. The amount of the funds, the average use of the non-personnel operational costs budget in the highest SMA is used for minor maintenance and repairs (51%). Whereas for Vocational Schools, the largest average budget for non-personnel operational costs at Vocational Schools is used for minor maintenance and repairs (74%)