Jurnal Nalar Pendidikan
Not a member yet
159 research outputs found
Sort by
Profil Kemampuan Literasi Sains Peserta Didik di SMA Negeri Kabupaten Pinrang
The aim of the study was to determine the profile of the scientific literacy ability of state high school students in Pinrang Regency. This study is a descriptive study with a survey method conducted on students of class X MIA SMAN in Pinrang Regency in 2020 on the subject of Biodiversity. The population in this study were 584 class X MIA students spread across SMAN 1 Pinrang, SMAN 4 Pinrang, SMAN 5 Pinrang and SMAN 9 Pinrang.The sample used in this study amounted to 272 students who were scattered from various high school study groups in selected by ramdom sampling. Based on the results of data analysis, it is known that the highest students' science literacy skills were in the medium category at 34.9%. Furthermore, 32.7% were in a low category, 24.3% were in the high category, 6.3% were in the very high category, and the remaining 1.8% were in the very low category. Although the science literacy skills of SMAN students in Pinrang Regency are in the moderate category. From the results of this study, it is suggested for biology teachers to be able to maximize the application of learning strategies that can train students' scientific literacy skills
Pedagogi, Andragogi dan Heutagogi sebagai Kontinum di Perguruan Tinggi: Deskripsi dan Model Pengukuran
This study aims to apply the pedagogical, andragogical and heutagogy approaches together in the lecture/learning process. This approach has novelty because there is no empirical evidence regarding the use of the three together in the classroom. This research was conducted in order to investigate the implementation of the three in the classroom using a descriptive quantitative approach by first checking the measurement model of the three. The sample in this study was 316 students voluntarily filling out electronic questionnaires. The collected data will be analyzed using a measurement model to investigate the validity and reliability of the model. Its constructs and indicators. The results of the research using the measurement model show that the three constructs are valid and reliable constructs. The indicators that make up the construct are also valid and reliable indicators. Descriptive statistics show that the lecture process in the midst of a pandemic is dominated by the andragogical approach. The heutagogical approach as the ideal approach used in higher education shows the lowest average response. Further research can be conducted by analyzing the relationship between the approaches as a continuum
Pengaruh Model Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Tema 1 Subtema 2 Pembelajaran 1 di Kelas IV SDN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran discovery berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas IV. Penelitian kuantitatif dengan teknik Quasi Experimental Design inilah yang disebut dengan bentuk penelitian ini. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh model discovery learning terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN 091428 Siligason mengenai tema pertama, subtema kedua, dan tujuan pembelajaran pertama. Hal ini ditunjukkan dengan fakta bahwa kelompok eksperimen memperoleh skor rata-rata post-test 74,43 ketika menerapkan model pembelajaran discovery, sedangkan kelompok kontrol memperoleh skor 57,09 ketika menerapkan model pembelajaran kontekstual. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat disparitas antara nilai rata-rata yang diperoleh kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. karena nilai kelompok eksperimen lebih besar dari nilai kelompok kontrol, dan hasil perhitungan uji-t menunjukkan bahwa (4,463) lebih besar dari (2,014) hal ini menunjukkan bahwa hipotesis Ha diterima dalam penelitian, sedangkan hipotesis Ho ditolak. Oleh karena itu, terdapat pengaruh model discovery learning terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN 091528 Siligason tentang tema 1 subtema 2 pembelajaran 1
Pengembangan E-Modul Berbasis Android Sebagai Media Pembelajaran Bimbingan Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Sekolah Menengah Pertama (SMP)
This study aims to develop an e-module based on android as a learning media for information and communication technology guidance in junior high schools that is valid, practical, and effective in improving student learning outcomes. The development model used is 4D which includes: Define, Design, Develop, and Disseminate. The research subjects were students of class VII with details: 5 students for one to one test at UPT SMPN 1 Duampanua, 10 students for small group testing at UPT SMPN 1 Duampanua, and 22 students for large group testing at UPT SMPN 5 Duampanua. The results showed that (1) The valid e-module was used based on the value of the media expert of 88.46 in the very valid category and the material expert of 90.05 in the very valid category; (2) The practical e-module is used with a score from the teacher of 87.53 in the very practical category, students of 86.66 in the very practical category, and observers of 87.46 in the very practical category, and (3) N- Gain score from the pre-test and post-test results was 0.71 with the high category, so it can be said that e-module based android is effective in improving learning outcomes of information and communication technology guidance
Peningkatan Pengetahuan Tentang Tokoh Sejarah Melalui Aplikasi Tiktok Pada Peserta Didik
This study aims to determine the increase in knowledge of historical figures through the introduction of biographies in class VIII students of SMPN Satap 7 Maiwa Enrekang Regency by using the Tiktok application. This type of research is classroom action research using a quantitative approach. The sample in this study amounted to 18 students who were in class VIII.The research was conducted using a test instrument in the form of multiple choice as many as 20 items given to students at the pretest and posttest, the results of which were used to determine the increase in students' knowledge about historical figures. The results obtained that the average pretest score of 18 students was 51% who were in the poor category (K) while the posttest average value was 76.6% which was in the good category (B). So descriptively there was an increase of 25.6% of students' knowledge about historical figures. The results of the statistical test also show that the t value is -7,405 < 0.000 or the significance value is greater than the t value, so that there is a significant effect on the introduction of biographies using the Tiktok application as a media
Mengukur Rasa Ingin Tahu Siswa Kelas VII SMP Dian Harapan Daan Mogot
Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan instrumen yang valid dan reliabel yang dapat diandalkan untuk mengukur rasa ingin tahu siswa. Metode penelitian ini adalah metode kuantitiatif. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan skala likert dengan 5 jenis pilihan jawaban. Pilihan jawabannya adalah Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Ragu-ragu (R), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). Populasi pada penelitian ini adalah SMP Dian Harapan kelas VII. Sampel ditentukan secara random sampling yang mana seorang peneliti membagi populasi menjadi beberapa grup yang terpisah pada unit- unit tanpa mendata dengan jelas jumlah unit individual yang disebut sebagai cluster. Instrumen ini menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data dari siswa kelas VII Sekolah Dian Harapan Daan Mogot, Jakarta sebanyak 184 responden, dengan 171 sampel. Tingkat rasa ingin tahu siswa dihitung berdasarkan lima Skala Likert, yaitu; sangat tidak setuju hingga sangat setuju dan untuk mengujinya digunakan cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat rasa ingin tahu siswa sebesar 3,75. Ditemukan juga, koefisien determinasi menunjukan indikator bertanya dan diskusi dapat menjelaskan rasa ingin tahu sebesar 99%
Pengambangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Pendekatan Saintifik Materi Pembelahan Sel Kelas XII SMA
This research and development aims to produce learning tools in the form of handouts and Student Worksheets (LKPD) based on a scientific approach to cell division material for class XII SMA that are valid and practical, using the ADDIE development model which consists of five stages, namely analysis (analyze), design, development, implementation, and evaluation. The research location is at SMAN 1 Wonomulyo, Polewali Mandar, West Sulawesi. The research subjects were Biology teachers and class XII students of SMA 1 Wonomulyo. The assessment of the validity of the handouts and worksheets was carried out by two expert validators using a validation sheet. The practicality of the handouts and LKPD were assessed based on the responses of two teachers and 31 students using a questionnaire. The results showed that the average score of the total validity of the handouts and LKPD were 3.50 and 3.53, respectively, with a very valid category. The value of the practicality of the handouts based on the responses of teachers and students are 95.00% and 91.45%, respectively, in the very practical category. The practical value of the LKPD based on the responses of teachers and students is 93.75% and 91.13%, respectively, in the very practical category. It was concluded that the handouts and worksheets based on the scientific approach that were developed were stated to be very valid and very practical
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN QR CODE BERBANTUAN CANVA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan media pembelajaran QR Code berbantuan Canva dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII IPS 2 SMA Negeri 1 Besuki pada mata pelajaran akuntansi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan pelaksanaan sebanyak dua siklus yang mencakup dari sejumlah tahapan yakni tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Sampel pada penelitian ini sebanyak 35 orang siswa, dengan masing-masing dari 13 orang siswa laki-laki maupun terdapat 22 orang siswa perempuan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media pembelajaran QR Code berbantuan Canva memudahkan siswa dalam mencari informasi, karena dapat terhubung langsung dengan link video, gambar, materi ajar yang akan diamati yang membuat siswa kreatif dan terampil dalam menyajikan laporan secara tertulis dalam bentuk resume melalui aplikasi canva sehingga meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa kelas XII IPS 2 SMA Negeri 1 Besuki. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya hasil belajar siswa kelas XII IPS 2 SMA Negeri 1 Besuki sebelum diberikan tindakan rata-rata nilai siswa tergolong masih rendah dibandingkan setelah diberikan tindakan ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 8,57%. Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran QR Code berbantuan Canva sangat efektif dan efisien diterapkan dalam proses pembelajaran siswa
MOTIVASI SISWA SD MENGIKUTI BIMBINGAN BELAJAR OMAH SINAU BLORA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi siswa yang mengikuti bimbingan belajar Omah Sinau. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di Desa Jejeruk Kecamatan Blora Kabupaten Blora. Subyek penelitian ini yaitu 3 siswa dengan hasil belajar rendah dan 3 siswa dengan hasil belajar tinggi, orang tua siswa yang dikategorikan berdasarkan latar belakang pendidikan dan pekerjaan, dan tutor. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi penelitian. Wawancara dilaksanakan dengan siswa, tutor, dan orang tua. Analisis data menggunakan model Milles and Huberman yakni analisis dilakukan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa dengan hasil belajar rendah dan hasil belajar tinggi sama-sama memiliki motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik, tetapi yang membedakan yaitu faktor internal dari dalam diri siswa. (2) pekerjaan orang tua tidak mempengaruhi siswa dalam meningkatkan motivasi belajar. Karena orang tua pekerja dan ibu rumah tangga memiliki andil yang sama dalam mengikut sertakan siswa mengikuti bimbingan belajar. (3) Latar belakang pendidikan orang tua tidak menjadi penghalang untuk membantu siswa meningkatkan motivasi belajar. Karena keterbatasan pengetahuan orang tua untuk mengimbangi tingkat belajar siswa
PROFIL KETERAMPILAN KOLABORASI PESERTA DIDIK SMAN 3 BARRU PADA MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E DIPADU MODEL PEMBELAJARAN NUMBER HEADS TOGETHER
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan model pembelajaran Learning Cycle 7E dipadu model pembelajaran Number Heads Together (NHT) terhadap keterampilan kolaborasi peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 3 Barru. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (Quasi eksperimen) dengan menggunakan desain penelitian pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa pada kelas XI IPA semester genap SMAN 3 Barru tahun ajaran 2019/2020. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling sederhana yang terdiri dari kelas kontrol (dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional) dan kelas eksperimen (dibelajarkan dengan model pembelajaran learning cycle 7E dipadu model pembelajaran number heads together). Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi keterampilan kolaborasi peserta didik. Data yang diperoleh dianalisis dengan dua tahap, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan pengujian hipotesis menggunakan uji anacova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran learning cycle 7E dipadu model pembelajaran number heads together (NHT) berpengaruh secara signifikan terhadap keterampilan kolaborasi peserta didik dengan nilai sig 0.000 < 0.05 hal tersebut dikarenakan integrasi kedua model ini menerapkan kerja kelompok dalam memecahkan masalah yang membantu peserta didik dalam mengembangkan rasa tanggung jawab dalam dirinya. Disarankan kepada guru-guru agar dapat menerapkan integrasi model learning cycle 7E dengan NHT untuk mengembangkan keterampilan kolaborasi peserta didik