Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Not a member yet
    294 research outputs found

    KEMAMPUAN MENULIS PUISI PADA SISWA KELAS VII MTs NEGERI MODEL TALANG PADANG

    Get PDF
    The purpose of this research was to find out the students’ ability of writing poetry. The design of this research was descriptive research method. The sample of this research was the students of VII grade with 32 students consisted of 8 male students and 24, female students who have almost the same characteristics and ability. The technique used in this research was students poetry writing ability test. The result of the research showed that indicator of poetry assessment, theme, message, diction, imagination and figurative language average score achieved by students was 77 with good category. Therefore it can be concluded that students have already bean able to write poetry by paying attention to the indicator of poetry development.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan menulis puisi oleh siswa. Desain penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian deskriptif.Sampel penelitian ini adalah siswa kelas siswa kelas VII dengan jumlah 32 orang, terdiri atas 8 siswa laki-laki dan 24 siswa perempuan yang memiliki karakteristik dan kemampuan hampir sama.Teknik penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan menulis puisi siswa.Hasil penelitian menunjukkan indikator penilaian puisi, tema, amanat, diksi, pengimajian dan majas, nilai rata-rata yang diperoleh oleh siswa adalah 77 dengan kategori baik.Dengan demikian disimpulkan bahwa siswa sudah mampu menulis puisi dengan memperhatikan indikator pembangun puisi.Kata kunci: penulisan puisi, siswa, skripsi

    KEMAMPUAN MEMPARAFRASAKAN PUISI KE DALAM BENTUK PROSA BEBAS

    Get PDF
    The problem discussed in this research is how the ability paraphrasing poetry into prose free of students of grade X in SMA Negeri 1 Ambarawa school year 2012/2013. This study aimed to describe the level of ability paraphrasing poetry into prose free grade X. This reasearch uses descriptive method. The population of this research were 280 students’ distributed in 8 classes, 40 (15%) of them were randomly chosen to be taken as the research sampel. The data were collected by using the technique of writing test. Based on the research results, the ability paraphrasing poetry into prose free of students of grade X in SMA Negeri 1 Ambarawa quite well with the average 68%.Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan memparafrasakan puisi ke dalam bentuk prosa bebas siswa kelas X SMA Negeri 1 Ambarawa tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan memparafrasakan puisi ke dalam bentuk prosa bebas siswa kelas X. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Ambarawa yang berjumlah 280 siswa yang tersebar dalam 8 kelas. Sampel yang diambil dalam penelitian ini 15% dari jumlah siswa setiap kelas, sehingga jumlah sampelnya 40 siswa. Pengambilan data dilakukan dengan teknik tes tertulis. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan memparafrasakan puisi ke dalam bentuk prosa bebas siswa kelas X SMA Negeri 1 Ambarawa tergolong baik dengan rata-rata 68%.Kata kunci: kemampuan, memparafrasakan, puisi

    PEMBELAJARAN APRESIASI DRAMA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 16 BANDAR LAMPUNG

    Get PDF
    The problem presented in this research was how is the learning process of drama appreciation at the eleven grade students of SMAN 16 Bandar Lampung in academic year of 2012/2013. Based on the problem above, the objective of this research was to describe the learning process of drama appreciation including planning, implementation, and evaluation of drama appreciation. Based on this research, lesson plans designed by teachers already meet the criteria specified lesson plan. However, there are still shortcomings in the formulation of learning objectives and time allocation. Implementation of learning that form of teacher activity in the classroom consists of preliminary activities, core activities, and closing activities. Students activities in implementation of learning drama appreciation consists of visual activity, verbal activity, the activity of listening, moving activity, mental activity and emotional activity. Assessment of student learning outcomes is conducted by the teacher performance appraisal or deed.Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah proses pembelajaran apresiasi drama siswa kelas XI SMA Negeri 16 Bandar Lampung tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran apresiasi drama meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran apresiasi drama. Berdasarkan hasil penelitian, perencanaan pembelajaran yang dirancang oleh guru sudah memenuhi kriteria Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang ditentukan. Namun, masih terdapat kekurangan pada perumusan tujuan pembelajaran dan alokasi waktunya. Pelaksanaan pembelajaran yang berupa aktivitas guru dalam kelas terdiri atas kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Aktivitas siswa dalam pelaksanaan pembelajaran apresiasi drama terdiri atas aktivitas visual, aktivitas lisan, aktivitas mendengarkan, aktivitas bergerak, aktivitas mental, dan aktivitas emosi. Penilaian hasil belajar siswa yang dilakukan oleh guru ialah penilaian perbuatan atau unjuk kerja.Kata kunci: apresiasi, drama, pembelajaran.

    NILAI-NILAI KARAKTER PADA KUMPULAN CERPEN DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA

    No full text
    The problem in this research is how the values of the characters in the short story collection Selembut Angin Setajam Ranting by Isbedy Stiawan Zs. and the implications for teaching literature in high school. This research aims describe value of values character in a collection of short story those and its implications on the learning literary in Senior High School. This research uses descriptive qualitative method. The research data described by the actual reality, in the form of writing and then analyzed and interpreted objectively. The data source is a collection of short stories Selembut Angin Setajam Ranting. Data analysis techniques using the model flow. Results of this research showed that the character values contained in those collection of short stories is religious, honest, tolerance, discipline, hard work, creativity, curiosity, love of country, friendship/communicative, love peace, love reading, environmental care, social care, and responsibility. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah nilai-nilai karakter pada kumpulan cerpen Selembut Angin Setajam Ranting karya Isbedy Stiawan Zs. dan implikasinya pada pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai karakter dalam kumpulan cerpen tersebut dan implikasinya pada pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian dideskripsikan berdasarkan kenyataan sebenarnya berupa tulisan kemudian dianalisis dan ditafsirkan sesuai tujuan penelitian. Sumber data adalah  kumpulan cerpen Selembut Angin Setajam Ranting karya Isbedy Stiawan Zs. Teknik analisis data menggunakan model alir, yakni dimulai dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verivikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter yang terdapat pada kumpulan cerpen tersebut, yakni religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, rasa ingin tahu, cinta tanah air, bersahabat/ komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.Kata kunci: cerpen, karakter, nilai-nilai, pembelajaran

    PEMBELAJARAN MEMBACA KRITIS SISWA KELAS XI SMA NEGERI 10 BANDARLAMPUNG

    Get PDF
    The objective of research is to describe the learning of critical reading by Grade XI Students at SMAN10 Bandar Lampung. Planning, implementation, and assesment by teacher are include this learning of critical reading. Research method is qualitative descriptive. The datum were obtained by observation and documentation. The results for plans in learning of critical reading indicated that the clarity of formulation objectives learning and detail of scenarios were not found in the Lesson Plan which is designed by the teacher. The result for observation of teacher activity implementation consists of three stages, that are pre learning,core and cover. The methods used by teacher were giving question and answer, enquiry, group discussions and presentations. Learning resources/media learning of critical reading were newspaper and LKS. Student activity implementation seen that the overall student actively follow the learning process. Assesment was conducted by teacher to evaluate students ability used the written test techniques.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pembelajaran membaca kritis siswa kelas XI SMAN 10 BandarLampung. Pembelajaran membaca kritis tersebut meliputi perencanaan, pelaksanaan dan penilaian yang dilakukan oleh guru. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan cara observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian untuk perencanaan pembelajaran membaca kritis menunjukkan bahwa kejelasan perumusan tujuan pembelajaran dan kerincian skenario pembelajaran tidak terdapat di dalam RPP yang dirancang oleh guru. Hasil observasi pelaksanaan pembelajaran membaca kritis untuk aktivitas guru terdiri atas tiga tahapan, yaitu prapembelajaran, inti dan penutup. Metode yang digunakan guru dalam pembelajaran ialah tanya jawab, inquari, diskusi kelompok dan presentasi. Sumber belajar/media pembelajaran membaca kritis yaitu koran dan LKS. Aktivitas siswa dalam pembelajaran membaca kritis terlihat bahwa para siswa secara keseluruhan aktif mengikuti proses pembelajaran yang berlangsung.Kata kunci : pelaksanaan, pembelajaran membaca kritis, penilaian, perencanaan

    PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA KARANGAN SISWA KELAS X SMAN 1 PALAS 2012/2013

    Get PDF
    The research dealt with the problem of language usage in the writings of tenth-grade students of SMAN 1 Palas. The purpose is to describe the using of Indonesia language toward the student’s written. The research uses descriptive research design. The population is all of the students at tenth-grade, total students are 142. The sample was taken 15% from the total of population, there are 20 students. The result of the analyses include the following (1) the uses of capitals, clitic pronouns, the prefixes di- and ke-, periods, and commas totaled 1.388 cases with the accuracy percentage 81% (1.121 cases) and the inaccuracies 19% (267 cases); (2) word uses numbered 4.109 cases with an accuracy percentage of 99% or 4.058 cases and inaccuracies of only 1% or 51 cases; (3) sentences totaled 267 cases, in which 129 cases (48%) were accurate and 138 cases (52%) inaccurate.Masalah dalam penelitian ini adalah penggunaan bahasa Indonesia pada karangan siswa kelas X SMAN 1 Palas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa Indonesia pada karangan siswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X yang berjumlah 142. Sampel diambil 15% dari jumlah populasi, yaitu 20. Setelah dianalisis, diperoleh simpulan (1) penggunaan ejaan meliputi penggunaan huruf kapital, kata ganti klitik, kata depan di dan ke, tanda titik, dan tanda koma berjumlah 1.388 dengan ketepatan 1.121 atau sebesar 81% dan ketidaktepatan 267 atau sebesar 19%; (2) penggunaan kata berjumlah 4.109 dengan ketepatan 4.058 atau sebesar 99% dan ketidaktepatan 51 atau sebesar 1%; (3) penggunaan kalimat berjumlah 267 dengan ketepatan 129 atau sebesar 48% dan ketidaktepatan 138 atau sebesar 52%.Kata kunci: ejaan, kalimat, kata

    KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI MAJAS SISWA

    No full text
    The problem discussed in this research is how is the ability of students of grade VIII in SMP Negeri 21 Bandar Lampung on identifying figure of speech (metaphor, personification and hyperbole) in poems. The research aims to describe the level of students’ ability to identify the figure of speech (metaphor, personification and hyperbole). In this reasearch used descriptive method. The population of this research were 308 students’ distributed in 8 classes 80 (25%) of them were randomly chosen to be taken as the research sampel. The data were collected by using the technique of writing test. The results of the research shows that the ability of VIII grade students of SMPN 21 Bandar Lampung to identify the figure of speech (metaphor, personification and hyperbole) in poems is poor with 57,87% on average.Kata kunci : identifikasi majas, kemampuan, puis

    KEMAMPUAN MENULIS BUKU HARIAN PADA SISWA KELAS VII MTs AL-HIDAYAH SRI KUNCORO

    Get PDF
    Problem in this research is how the students ability diary of in writing class VII MTs Al-Hidayah Sri Kuncoro, Semaka Tanggamus. This research aimed to describe the ability to write a diary on class VII MTs Al-Hidayah Sri Kuncoro. The method that is used is descriptive. The population consists of 105 students spread into 3 class. Data collected through diary writing tests. Sample of this reseach consists of 21 students. Results of this study demonstrate the ability of students to write a diary quite enough, with an average score of 6,7. The weaknesss in the student diary lies in the dot and the use of capital letter with an avarage score of 5,1 including less category. While the highest score lies in the aspct of completeness element with an average score of 8,8 and including the category very well.Masalah dalam penelitian ini ialah bagaimana kemampuan menulis buku harian siswa kelas VII MTs Sri Kuncoro, Semaka, Tanggamus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis buku harian pada siswa kelas VII MTs Al-Hidayah Sri Kuncoro. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 105 siswa yang tersebar dalam 3 kelas. Pengumpulan data dilakukan melalui Tes Menulis Buku Harian. Sampel penelitian ini berjumlah 21 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan menulis buku harian siswa tergolong cukup, yaitu dengan skor rata-rata sebesar 6,7. Kelemahan siswa dalam menulis buku harian terletak pada aspek Ejaan Yang Disempurnakan, kesalahan tersebut terletak pada penggunaan tanda baca titik dan penggunaan huruf kapital dengan skor rata-rata 5,1temasuk kategori kurang. Sedangkan skor rata-rata tertinggi terletak pada aspek kelengkapan unsur dengan skor rata-rata 8,8 dan termasuk kategori sangat baik.Kata kunci: buku harian, kemampuan, menulis

    PENERAPAN PRINSIP PERCAKAPAN DALAM TALKSHOW BUKAN EMPAT MATA TRANS7 DAN IMPLIKASINYA

    Get PDF
    A problem in this research is how appliying the conversation principle in talkshow Bukan Empat Mata Trans7. This research aims to describe the conversation principle in the talkshow Bukan Empat Mata Trans7 and its implication on Indonesian Language learning of senior high school students. The method used in the research is descriptive qualitative. The source of the research is the speech between the host and the guest on the talkshow Bukan Empat Trans7. The result shows that the host can communicate well and appliying the principle of the conversation. The application of the conversation principle consists of regulation and transgession of cooperative principle and manner principle. The transgession in the principle of cooperative and manner is done for showing funny impression and conversation implicative. The study of the conversation principle through the learning theory in the concept of speaking skill.Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan prinsip percakapan dalam talkshow Bukan Empat Mata Trans7. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan prinsip percakapan dalam talkshow Bukan Empat Mata Trans7 dan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan antara pembawa acara dan bintang tamu dalam talkshow Bukan Empat Mata Trans7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembawa acara mampu berkomunikasi dengan baik dan menerapkan prinsip percakapan. Penerapan prinsip percakapan tediri atas penaatan dan pelanggaran prinsip kerja sama dan prinsip sopan santun. Pelanggaran dalam prinsip kerja sama dan sopan santun dilakukan untuk menunjukkan kesan lucu dan implikatur percakapan. Kajian prinsip percakapan berimplikasi terhadap materi pembelajaran dalam aspek keterampilan berbahasa.Kata kunci: implikasi, komunikasi dalam talkshow, prinsip percakapan

    PEMEROLEHAN KALIMAT ANAK DI PAUD BABUL ‘ILMI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN PAUD

    Get PDF
    The problem will be discussed in this research is how about the children’s acquisition of sentences at Babul ‘Ilmi playgroup are types of sentences and implication for playgroup learning?. The purpose of this research is to describe the Babul ‘Ilmi children’s sentences acquisition and implication for playgroup learning. Qualitative descriptive method is used in this research by the writer. The population of this research is children in the Bulan class playgroup Babul ‘Ilmi’ which ammount six children. Observation technique is used to collect the data. The result of this research on the children’s acquisition of sentence is founded that the children got kinds of incomplete sentences, inversion, singular, plural, news, order, and for request something. The result of this research can be implicated for learning and teaching system in playgroup. It will be new knowledge for children to continue the study in the future.Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana pemerolehan jenis-jenis kalimat pada anak di PAUD Babul ‘Ilmi dan implikasinya terhadap pembelajaran di PAUD?. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan pemerolehan jenis-jenis kalimat pada anak di PAUD Babul ‘Ilmi dan implikasinya terhadap pembelajaran di PAUD. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualiatif. Sumber data penelitian ini adalah anak-anak di kelas Bulan PAUD Babul ‘Ilmi’ yang berjumlah enam anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Hasil penelitian mengenai pemerolehan kalimat pada anak di PAUD Babul ‘Ilmi’ ditemukan bahwa anak-anak sudah memperoleh jenis-jenis kalimat tak lengkap, inversi, tunggal, majemuk, berita, perintah, dan tanya. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan pada pembelajaran PAUD dan sebagai pendidik agar mampu membantu anak memberikan pengarahan berupa penggunaan kalimat yang baik dan benar sehingga kalimat yang digunakan anak dalam berkomunikasi dapat dimengerti serta menjadi bekal pengetahuan anak untuk persiapan melanjutkan pendidikan.Kata kunci: implikasi, pembelajaran PAUD, pemerolehan kalimat

    273

    full texts

    294

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇