Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Not a member yet
294 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN KALIMAT EFEKTIF SISWA KELAS X SMAN 1 KATIBUNG 2014/2015
The problem in this research is the use of effective sentences in text of speech in students class X SMA Negeri 1 Katibung South Lampung in academic year 2014/2015. The aim is to describe the use of effective sentences in text of speech in students class X SMA Negeri 1 Katibung, South Lampung in academic year 2014/2015. The method is used in this research is descriptive method. The source of the data in this research is students class X5 which consist of 30 students who have almost the same characteristics and capabilities. Data collecting technique in this research is an objective test of writing texts. Based on the result of data analysis, it is found that sentences which is used by the students are 291 sentences, using of an effective sentences is 170 sentences with percentage 58,4%, and using of uneffective sentences is 121 sentences with percentage 41,6%.Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah penggunaan kalimat efektif pada teks pidato siswa kelas X SMA Negeri 1 Katibung Lampung Selatan tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kalimat efektif pada teks pidato siswa kelas X SMA Negeri 1 Katibung Lampung Selatan tahun pelajaran 2014/2015.Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas X5 dengan jumlah 30 orang yang memiliki karakteristik dan kemampuan hampir sama. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes penggunaan kalimat efektif pada teks pidato siswa. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui jumlah kalimat yang digunakan sebanyak 291 kalimat, penggunaan kalimat efektif sebanyak 170 kalimat dengan persentase 58,4%, dan penggunaan kalimat tidak efektif sebanyak 121 kalimat dengan persentase 41,6% .Kata kunci: kalimat, penggunaan, teks
KEMAMPUAN MENULIS PERSUASI SISWA KELAS X MA AL FATAH NATAR
This study aims to describe the ability of writing persuasion essay of the first class students at the Senior High School of Al Fatah Natar at the school year 2013/2014. The results showed that (1) the ability of writing persuasion essay is classified as enough with average of 68,4 and interval of 5569; (2) cohesiveness is classified as good with average of 70,9 and interval of 7084, (3) coherence is classified as enough with average of 69,1 and interval of 5569; (4) effectivity is classified as enough with average of 65,2 and interval of 5569; (5) diction is classified as enough with average of 65,4 and interval of 5569; (6) the usages of perfected orthography (EYD) is classified enough with average of 69,5 and interval of 5569.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis karangan persuasi siswa kelas X MA Al Fatah Natar tahun pelajaran 2013/2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat kemampuan menulis persuasi siswa kelas X MA Al Fatah Natar tahun pelajaran 2013/2014 tergolong cukup karena berada pada interval 5569, yakni de-ngan skor rata-rata 68,4; (2) skor rata-rata aspek kesatuan gagasan (kohesi) 70,9 tergolong baik karena berada pada interval 7084; (3) skor rata-rata kepaduan gagasan (koherensi) 69,1 tergolong cukup karena berada pada interval 5569; (4) skor rata-rata aspek struktur kalimat (efektivitas) 65,2 tergolong cukup karena berada pada interval5569; (5) skor rata-rata aspek pemilihan kata (diksi) 65,4 tergolong cukup karena berada pada interval 5569; (6) skor rata-rata aspek penggunaan ejaan 69,5 tergolong cukup karena berada pada interval 5569.Kata kunci: kemampuan, menulis persuasi, siswa al fatah
PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 TUMIJAJAR
The purpose of this research was to describe the learning of writing short story at the first grade of SMP Negeri 1 Tumijajar Tulang Bawang Barat. The research used descriptive qualitative design. The result of the research showed that the teacher had done three steps in learning. They were: lesson planning, implementating, and assessing. In lesson planning, the teacher made the lesson plan without including the model of learning but other components had been included completely based on the lesson plan’s components in 2013 curriculum. In the implementation of learning, there were two activities: teacher’s activities and students’ activities. The activities that were done by teacher including three activities: pre activities, while activity and post activity. The assessment that was done by teacher including affective assessment through observation technique, cognitive assessment through oral and written test, and psychomotor assessment through practice test.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis cerita pendek pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tumijajar Tulang Bawang Barat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan tiga tahapan dalam pembelajaran yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Pada perencanaan pembelajaran, guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) tanpa mencantumkan model pembelajaran sedangkan komponen yang lain sudah dicantumkan berdasarkan komponen-komponen RPP pada Kurikulum 2013. Pada pelaksanaan pembelajaran terdapat dua aktivitas, yaitu aktivitas guru dan siswa. Aktivitas yang dilakukan oleh guru meliputi tiga kegiatan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Penilaian yang dilakukan oleh guru mencakup penilaian kompetensi sikap dengan teknik observasi, penilaian kompetensi pengetahuan dengan teknik tes tulis dan tes lisan, dan penilaian kompetensi keterampilan dengan teknik tes praktik.Kata kunci: cerita pendek, menulis, pembelajaran
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER CERPEN LAMPUNG POST SEMESTER PERTAMA TAHUN 2013 DAN KELAYAKANNYA
The research problem is the values of character education short stories in Lampung Post first half of 2013 and its feasibility as teaching materials in high school literature. The study aimed to describe the value of character education short stories Lampung Post first half of 2013 and assess its feasibility as teaching materials in high school literature. Character education values contained in Lampung Post short stories first half of 2013 comes in a variety of ways. The values of twelve values scattered into fifteen short stories. There are visible through the words of the characters, the events in the story, there is implicitly present , and also through the actions of short stories. Value of character education short stories contained in Lampung Post in the first half of 2013 is suitable as alternative teaching materials used in high school literature.Masalah penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan karakter cerpen Lampung Post semester pertama tahun 2013 dan kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter cerpen Lampung Post semester pertama tahun 2013 dan menilai kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat pada cerpen Lampung Post semester pertama tahun 2013 hadir dengan beragam cara. Nilai-nilai tersebut berjumlah dua belas nilai yang tersebar ke dalam lima belas cerpen. Ada yang tampak melalui perkataan tokoh, peristiwa dalam cerpen, ada yang hadir secara implisit, dan juga melalui perbuatan tokoh cerpen. Nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerpen Lampung Post edisi semester pertama tahun 2013 layak dijadikan alternatif bahan ajar sastra di SMA.Kata kunci: cerpen, nilai, pendidikan karakter
PEMBELAJARAN MEMAHAMI TEKS CERITA PENDEK SISWA KELAS VII SMPN 2 BANDARLAMPUNG
The purpose of this research was to describe the learning process in understanding short story text of students class VII SMPN 2 Bandarlampung academic year 2013/2014. The research used descriptive qualitative method. The result of the research showed that teacher had done three steps in learning, they were planning, implementing, and assessing. All the indicators in the learning plan had been completed by the teacher in lesson planning. Implementation of learning that included teacher and students activity consisted of pre-activity, main activity, and post activity had been done by the teacher. Learning activity was done by observing, asking, collecting information, associating, and communicating activities. The teacher assessed by using written test and practice test by giving a task to the students to present the conclusion from the content of short story text.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran memahami teks cerita pendek siswa kelas VII SMPN 2 Bandarlampung tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan guru sudah melakukan tiga tahap dalam pembelajaran, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Semua indikator dalam perencanaan pembelajaran telah dipenuhi guru dalam RPP. Pelaksanaan pembelajaran yang meliputi aktivitas guru dan siswa terdiri atas kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup telah dilaksanakan guru. Kegiatan pembelajaran dilakukan melalui kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. guru menilai dua aspek, yaitu sikap dan pengetahuan. Guru melakukan penilaian dengan tes tertulis dan tes unjuk kerja dengan menugasi siswa menyampaikan simpulan dari isi teks cerpen.Kata kunci: memahami, pembelajaran, teks cerita pendek
RAGAM BAHASA DALAM ACARA TALK SHOW KICK ANDY PERIODE OKTOBER 2013
The aim of this research is to describe the varieties of language on the Kick Andy talk show in October 2013 period. A method is used in this research is descriptive method. Descriptive method is a research method that tries to describe and interpret the object in accordance with what it truly looks like. Based on the analysis result, the variety of languages used by the host and guest star in term of speakers are idiolect, dialect, basilect, colloquial, and jargon. Language variety used by them are in term of journalism. Moreover, language varieties used by them in term of formality are formal, casual, and business variety. Language variety used by them in term of medium of language is spoken language. Therefore, the language varieties contained in the conversation may become learning materials about news items text, negotiation text, and short stories.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam bahasa pembawa acara dan bintang tamu dalam acara talk show Kick Andy periode Oktober 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif adalah metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya. Berdasarkan hasil analisis, ragam bahasa yang digunakan oleh pembawa acara dan bintang tamu dari segi penutur adalah idiolek, dialek, basilek, kolokial, dan jargon. Ragam bahasa dari segi pemakaian yang digunakan oleh pembawa acara dan bintang tamu adalah ragam bahasa jurnalistik. Ragam bahasa dari segi keformalan yang digunakan oleh pembawa acara dan bintang tamu adalah ragam formal, ragam santai dan ragam usaha. Ragam bahasa dari segi sarana yang digunakan oleh pembawa acara dan bintang tamu adalah ragam lisan. Ragam bahasa yang terdapat dalam percakapan Kick Andy dapat dijadikan bahan/sumber pembelajaran dalam teks berita, negoisasi, dan cerpen.Kata kunci: kick andy, ragam bahasa, talk show
KEMAMPUAN MENAMUKAN IDE POKOK PARAGRAF SISWA KELAS X SMAN 2 PRINGSEWU 2013/2014
The problem in this research is the ability to find the main idea of the paragraph at grade X SMA Negeri 2 Pringsewu academic years 2013/2014. This research aimed to describe the ability to find the main idea of the paragraph at grade X SMA Negeri 2 Pringsewu academic years 2013/2014. The method of this research used descriptive. The population consists of 287 students spread into 9 classes. The sample are 45 students. Data collected is done through objective tests. The results showed that the ability to find the main idea of the paragraph is in category enough, with an average score of 56,2. Weakness of the students in finding the main idea of the paragraph is on aspect of finding the main idea at the end of paragraph which is in poor category, with an average of 41,8, while the highest average score is on the ability to find the main idea in the beginning paragraph with an average score of 69,2 category as good.Masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan menemukan ide pokok paragraf siswa kelas X SMA Negeri 2 Pringsewu tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menemukan ide pokok paragraf siswa kelas X SMA Negeri 2 Pringsewu tahun pelajaran 2013/2014. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi penelitian ini dengan jumlah 287 siswa yang tersebar dalam 9 kelas. Sampel penelitian berjumlah 45 siswa. Pengumpulan data melalui Tes Objektif. Hasil penelitian menunjukan kemampuan menemukan ide pokok paragraf dalam kategori cukup dengan rata-rata 56.2. Kelemahan siswa dalam menemukan ide pokok paragraf terletak pada aspek menemukan ide pokok di akhir dan di akhir paragraf yang tergolong kurang dengan rata-rata 41,8, sedangkan skor rata-rata tertinggi terletak pada aspek kemampuan menemukan ide pokok di awal paragraf dengan rata-rata 69,2 tergolong baik.Kata kunci: ide pokok, kemampuan, menemukan
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER NOVEL HAJI NGETENG DAN KELAYAKANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR
This study is about the character education values in the novel titled Haji Ngeteng and its appropriateness as teaching material. The method used in this is descriptive qualitative. This study showed that in Haji Ngeteng, there are seventy data character education values as follows: thirteen data for religiousness, one data for honest, three data for tolerance, five data for discipline, seven data for hard work, four data for creativity, three dara for independence, four data for democracy, eight data for curiousity, four data for nasionalism, two data for credits to achievements, three data on communication skill, one data for pacifism, three data for reading enthusiasm, one data for environmental awareness, six data for social awareness, and two data for responsibility. The novel Haji Ngeteng is proved to be an appropriate teaching material.Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan karakter pada novel Haji Ngeteng dan kelayakannya sebagai bahan ajar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Haji Ngeteng terdapat nilai-nilai pendidikan karakter. sebanyak tujuh puluh data yang meliputi: religius sebanyak tiga belas data, jujur sebanyak satu data, toleransi sebanyak tiga data, disiplin sebanyak lima data, kerja keras sebanyak tujuh data, kreatif sebanyak empat data, mandiri sebanyak tiga data, demokratis sebanyak empat data, rasa ingin tahu sebanyak delapan data, semangat kebangsaan sebanyak empat data, menghargai prestasi sebanyak dua data, bersahabat/komunikatif sebanyak tiga data, cinta damai sebanyak satu data, gemar membaca sebanyak tiga data, peduli lingkungan sebanyak satu data, peduli sosial sebanyak enam data, dan tanggung jawab sebanyak dua data. Novel Haji Ngeteng layak untuk dijadikan sebagai salah satu bahan ajar mata pelajaran.Kata kunci: karakter, nilai-nilai, pendidikan
TOKOH MELAYU NOVEL CINTA DI DALAM GELAS KARYA ANDREA HIRATA DAN IMPLIKASINYA
The problem in this research is about the character of Melayu in a novel Cinta Dalam Gelas by Andrea Hirata. The aim of this study is to describe that character and the implications. The method used here is descriptive qualitative. Based on the result of data analysis, five aspects; religion, education, environment, physical characteristics, and culture of Melayu character. Based on the five aspects there are eight characters included into ‘native’ Melayu based on the three criteria such as : having Islam as religion, speaking Melayu, and practicing Melayu customs. There are also thirteen characters included in ‘less’ Melayu as they do not fulfill all the criteria of Melayu character. This novel is appropriate to be an alternative for literature teaching as it meets the criteria of teaching material selection that involves psychological, linguistic, and cultural aspects.Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah tokoh Melayu dalam novel Cinta di Dalam Gelas karya Andrea Hirata. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tokoh dalam novel dan implikasinya.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data berupa novel Cinta di Dalam Gelas karya Andrea Hirata.Berdasarkan hasil analisis data ditemukan lima aspek seperti agama, pendidikan, lingkungan, ciri fisik,dan budaya tokoh. Berdasarkan lima aspek tersebut terdapat 8 tokoh yang termasuk ke dalam Melayu “asli”, karena tokoh-tokoh tersebut memenuhi 3 indikator tokoh Melayu yaitu beragama Islam, berbahasa Melayu, dan beradat istiadat Melayu. Selain itu terdapat 15 tokoh yang termasuk dalam kategori “kurang Melayu”, karena tidak memenuhi 3 indikator di atas. Novel Cinta di Dalam Gelas layak dijadikan alternatif bahan ajar sastra, karena sesuai dengan kriteria pemilihan bahan ajar meliputi aspek psikologis, bahasa, dan latar belakang budaya.Kata kunci: bahan ajar, implikasi, tokoh melayu
STRUKTUR PARAGRAF PADA KARANGAN SISWA KELAS XI IPA 1 SMA NEGERI 12 BANDARLAMPUNG
The purpose of the research is to describe the structure of paragraph in students essay of class XI IPA1 at Senior High School 12 Bandarlampung in the year of 2012/2013. The method applied is descriptive qualitative method. The structure paragraph applied is the first structure paragraph which consists of topic sentence and supporting details that consist its sentences. The second structure paragraph consists topic sentence, direct supporting details and indirect supporting details which consist of 39 sentences. The third structure paragraph consists topic sentence, some direct supporting details, and one of supporting details has indirect supporting details which consists seven sentences. The fourth structure paragraph consists topic sentence, some direct supporting details and each of the supporting details has indirect supporting details which consist four sentences.Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan struktur paragraf pada karangan siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 12 Bandarlampung Tahun Pelajaran 2012/2013. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Struktur paragraf yang digunakan, yaitu struktur paragraf pertama yang terdiri atas kalimat topik dan kalimat pengembang langsung berjumlah 45 penggunaan. Pada struktur paragraf kedua yang terdiri atas kalimat topik, kalimat pengembang langsung, dan kalimat pengembang tidak langsung berjumlah 39 penggunaan. Struktur paragraf ketiga terdiri atas kalimat topik, beberapa kalimat pengembang langsung, dan salah satu kalimat pengembang langsung itu memiliki kalimat pengembang tidak langsung berjumlah 7 penggunaan. Struktur paragraf keempat terdiri atas kalimat topik, beberapa kalimat pengembang langsung, dan masing-masing kalimat pengembang langsung itu memiliki kalimat pengembang tidak langsung berjumlah 4 penggunaan.Kata kunci: karangan siswa, paragraf, struktur