Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Not a member yet
    294 research outputs found

    KETIDAKADILAN GENDER DALAM NOVEL CINTA DI TANAH HARAAM KARYA NUCKE RAHMA

    Get PDF
    The problem in this research was the inequality gender in the Cinta di Tanah Haraam novel by Nucke Rahma. The purpose of this study was to describe the inequality gender Cinta di Tanah Haraam novel by Nucke Rahma. The method used in this research was descriptive qualitative. The results of this study showed that this novel is in the form of marginalization in a career inequalities between male characters and female characters. Subordination in this novel tells the story of how the power of Zidan toward his wives. Stereotypes in this novel tells the rule did by Zidan toward his wives. Violence in all treatments against Khumairah Zidan were hurting Khumairah. Double work load in this novel tells the story of early marriage of Khumairah and Zidan, Zidan is a male figure wich is still limited in terms of economic and Khumairah who was already working to assist the household economy.Masalah dalam penelitian ini adalah ketidakadilan gender dalam novel Cinta di Tanah Haraam karya Nucke Rahma. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan ketidakadilan gender novel Cinta di Tanah Haraam karya Nucke Rahma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa marginalisasi dalam novel ini berbentuk ketidaksetaraan antara karier tokoh laki-laki dan tokoh wanita. Subordinasi dalam novel ini mengisahkan bagaimana kekuasaan Zidan terhadap istri-istrinya. Stereotipe dalam novel ini mengisahkan aturan Zidan terhadap istri-istrinya. Kekerasan mengisahkan semua perlakuan Zidan terhadap Khumairah sangat menyakiti Khumairah. Beban kerja ganda dalam novel ini mengisahkan di awal pernikahan Khumairah dan Zidan, Zidan adalah sosok laki-laki yang masih keterbatasan dalam hal ekonomi dan Khumairah yang saat itu sudah bekerja membantu perekonomian rumah tangganya.Kata kunci:feminisme, ketidakadilan gender, novel

    METAFORA DAN METONIMIA GELOMBANG DEWI LESTARI DAN KELAYAKANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR SMA

    Get PDF
    This research aimed to describe metaphor and metonymy in Dewi Lestaris novel Gelombang and its eligibility as a teaching material in Senior High Schools. The method used in this study was descriptive qualitative method. The research found that there is a dominative number of metaphor (widely meaning) with 154 data which consist 54 data of metaphors (narrowly meaning), and 100 data of similes. Meanwhile, there are 49 data which consisted of 23 data of metonymies. Besides, there are synechdoches which consisted of 14 data of pars prototo and 12 data of totem proparte. These data were analyzed based on vehicle and tenor. Thus, metaphors and metonymies in Gelombang are suitable to be used as a literary teaching material for Senior High Schools especially in literary of bahasa Indonesia subject for XII graders because it complies the qualifications of choosing material for teaching.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metafora dan metonimia Gelombang karya Dewi Lestari dan kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini diketahui bahwa metafora (luas) sangat mendominasi dengan jumlah 154 data terdiri atas metafora (sempit) 54 data, dan simile 100 data, sedangkan metonimia jumlah keseluruhan 49 data terdiri atas metonimia 23 data, dan sinokdoke yang meliputi pars prototo 14 data dan totem proparte 12 data. Data tersebut dianalisis berdasarkan vehicle dan tenor. Adapun metafora dan metonimia dalam Gelombang layak dijadikan sebagai bahan ajar sastra di SMA khususnya mata pelajaran sastra Indonesia kelas XII, karena memenuhi syarat pemilihan bahan ajar.Kata kunci: metafora (luas) dan metonimia, vehicle dan tenor,kelayakan bahan ajar

    ROMANTISME PADA NOVEL SOEKARNO KUANTAR KE GERBANG KARYA RAMADHAN K.H DAN IMPLIKASINYA

    Get PDF
    The aim of the present study was to describe the romanticsm in the novel Soekarno Kuantar Ke Gerbang, a novel written by Ramadhan K.H and to design its learning in Senior High School. This research used descriptive qualitative method. The results showed that the romanticsm found in the novel Soekarno Kuantar Ke Gerbang include characteristics of romanticism, those are powerful and emotional, contain bitterness and touching and awesomeness exceeds the reality, back to nature, moodiness and exoticism. Meanwhile, the lesson that can be designed based on the findings is the lesson plan with the aim that students are able to make the design of a novel in the form of the outline, which tells the effect of nature in the lives of the novels character, with correct and proper language and in a responsible way. KD 4.9 designs novel or novella, regarding to the content and language.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan romantisme dalam novel Soekarno Kuantar Ke Gerbang karya Ramadhan K.H rancangan pembelajarannya di SMA. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa romantisme yang ditemukan dalam novel Soekarno Kuantar Ke Gerbang mencakup ciri-ciri romantisme, yaitu cerita yang dahsyat dan emosional, mengandung kegetiran dan menyentuh perasaan serta kedahsyatan melebihi kenyataan, kembali ke alam, kemurungan dan eksotisme. Adapun pembelajaran yang dapat dirancang berdasarkan temuan adalah rancangan pembelajaran dengan tujuan agar siswa dapat mampu membuat rancangan sebuah novel dalam bentuk kerangka karangan, yang menceritakan pengaruh alam terhadap kehidupan tokoh novel, dengan bahasa yang baik dan benar dan dengan cara yang bertanggung jawab. KD 4.9 merancang novel atau novelet dengan memerhatikan isi dan kebahasaan.Kata kunci: novel, rancangan pembelajaran, romantisme

    PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI PADA KELAS VII SISWA MTsN 1 BANDAR LAMPUNG

    Get PDF
    The problem in this research is learning how to write the eksposition text in class VII MTs 1 Bandar Lampung 2015/2016 school year. The purpose of this study was to describe the learning of writing the eksposition text. This research used a qualitative descriptive method with observation, documentation, and interviews in data collection. Source of data in this research are learning to write the eksposition text. The results showed that all the indicators in the learning plan have been met the teachers. Furthermore, the implementation of learning which includes the introduction, core, and the cover has been implemented by teacher. However, there is an indicator that is not implemented by teacher namely the preliminary activities, where teacher does not deliver the capability to be achieved by learners. Assessment conducted by teacher includes competency assessment attitudes, knowledge, and skills.Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pembelajaran menulis teks eksposisi pada siswa kelas VII MTs 1 Bandar Lampung tahun pelajaran 2015/2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis teks eksposisi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara dalam pengumpulan datanya. Sumber data pada penelitian ini adalah pembelajaran menulis teks eksposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua indikator dalam perencanaan pembelajaran telah dipenuhi oleh guru. Selanjutnya pada pelaksanaan pembelajaran yang meliputi kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup telah dilaksanakan guru. Namun pada pelaksanaan pembelajaran terdapat satu indikator yang tidak dilaksanakan guru, yaitu guru tidak menyampaikan kemampuan yang akan dicapai peserta didik. Penilaian yang dilakukan oleh guru mencakup penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.Kata kunci: menulis, pembelajaran, teks eksposisi

    KEEFEKTIFAN KALIMAT PADA TAJUK RENCANA SURAT KABAR LAMPUNG POST MARET 2015

    Get PDF
    The problem in this research was the use of effective sentences in editorials on daily newspaper of Lampung Post on March 2015. The aim of this research was to describe the use of effective sentences in editorials on daily newspaper Lampung Post on March 2015 from March 2nd, 2015 to March 31st, 2015. The method in this research was descriptive method. The writer decided that 16 of editorial texts as sources of data. The data collecting technique in this research was to identify the effective sentences in editorial based on indicators of effective sentence indicators. Based on the result of data analysis, it can be informed that the sentences of editorial texts are 410 sentences, it is found the effective sentences are 142 with percentage of 34,64%, and uneffective sentences are 268 sentences with percentage of 65,36%.Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah penggunaan kalimat efektif pada tajuk rencana surat kabar harian Lampung Post edisi Maret 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kalimat efektif pada tajuk rencana surat kabar harian Lampung Post edisi Maret 2015, dari 2 Maret s.d. 31 Maret 2015. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis. Penulis menetapkan 16 teks tajuk rencana sebagai sumber data yang akan diteliti. Teknik pengumpulan data dengan cara mengidentifikasi keefektifan kalimat berdasarkan indikator keefektifan kalimat. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui jumlah kalimat yang dianalisis sebanyak 410 kalimat, penggunaan kalimat efektif sebanyak 142 kalimat dengan persentase 34,64%, dan penggunaan kalimat tidak efektif sebanyak 268 kalimat dengan persentase 65,36%.Kata kunci : kalimat, teks, penggunaan

    MAJAS DALAM BERITA REDAKSIANA DI TRANS 7 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN

    Get PDF
    The problem in this research was the use of figurative language, the function of the figurative language in Redaksiana news in Trans 7, and its implication to learn the Indonesian language at high school. The purposes of this research were to describe the figurative language, the function of the figurative language in Redaksiana news in Trans 7, and to verify the implication of the figurative language in learning Indonesian language at high school. This research used qualitative descriptive method. Based on the analysis result the researcher concluded the figurative language used covered alliteration, assonance, erotecis, hyperbole, paradox, equation, a metaphor, personification, and eponym. Figurative language which is the most dominant used was assonance. The function of the figurative language were to excite the atmosphere, excite the impress on deep, affirmation, and increase the aesthetic effect on it. The implication of the figurative language in the learning in school was in analyzing short story text (the adiction, the language use, and conjuction) carefully.Masalah penelitian ini adalah penggunaan majas, fungsi majas yang terdapat dalam berita Redaksiana di Trans 7, dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan majas, fungsi majas dalam berita Redaksiana di Trans 7, dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis, penulis menyimpulkan adanya penggunaan majas meliputi aliterasi, asonansi, erotesis, hiperbol, paradoks, persamaan, metafora, personifikasi, dan eponim. Majas yang paling dominan digunakan adalah asonansi. Fungsi majas meliputi membangkitkan suasana, membangkitkan kesan mendalam, penegasan, dan menambah efek estetis. Implikasi majas terhadap pembelajaran di sekolah berupa menganalisis teks cerita pendek (pilihan kata, gaya bahasa, dan konjungsi) dengan cermat.Kata kunci : berita, majas, pembelajaran

    PEMBELAJARAN MENULIS PANTUN KELAS XI SMA NEGERI 1 METRO TAHUN PELAJARAN 2016/2017

    Get PDF
    This research was aimed to describe the learning of pantun writing at the eleventh grade students at SMAN 1 Metro in 2016/2017 academic year. The data were taken from the students pantun writing activities including the lesson plan (RPP), the teaching learning activities including teacher and students activities, and the learning assessment. This is a qualitative descriptive research. Based on the data analisys, several data in the form of lesson plan that complies with the guidelines of making lesson plans, implementation of learning which alredy contained the activities to observe, to question, to reason, to try and form grups in accordance with the adoption of a scientific approach, and assessment of learning performed by the teacher at the end of learning. The results show that the teaching learning plan, the teaching activities, and the learning assessment done by the teacher were in accordance with the assessment indicators.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran menulis Pantun di kelas XI SMA Negeri 1 Metro Tahun Pelajaran 2016/2017. Sumber data penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran menulis pantun di kelas XI SMA Negeri 1 Metro tahun pelajaran 2016/2017 yang meliputi aspek Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pelaksanaan pembelajaran berupa aktivitas guru dan aktivitas siswa, dan penilaian pembelajaran. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan data berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah sesuai dengan pedoman pembuatan RPP, pelaksanaan pembelajaran yang memuat kegiatan mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan membentuk kelompok sesuai dengan penerapan pendekatan ilmiah, dan penilaian pembelajaran yang dilakukan oleh Guru di akhir pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran yang dilakukan oleh guru telah sesuai dengan indikator penilaian.Kata kunci: menulis, pantun, pembelajaran

    PEMBELAJARAN MENYUSUN TEKS EKSPLANASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 GEDONG TATAAN

    Get PDF
    This research aimed to describe the learning of compiling explanation text for 7th grade student at state junior high school 1 Gedong Tataan. The method that was used in this study was qualitative descriptive. The result of this study showed that the teacher had done three stages of learning, including planning, implementation, and learning assessment. Learning plan that was contained in lesson plan that used by teacher using the RPP format in 2013 curriculum. In the implementation of learning it was founded that teachers activity had filled the 2013 curriculum learning concept, such as implementing scientific approach which consisted of observing, questioning, practicing, understanding and communicating. In the learning assessment of compiling explanation text, teacher used authentic assessment to assess affective, cognitive, and psychomotoric competences of students.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran menyusun teks eksplanasi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Gedong Tataan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan tiga tahapan dalam pembelajaran, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Perencanaan pembelajaran tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang digunakan oleh guru dengan mengikuti format RPP kurikulum 2013. Pada pelaksanaan pembelajaran ditemukan bahwa kegiatan guru telah memenuhi konsep pembelajaran kurikulum 2013, yakni telah menerapkan pendekatan scientific yang meliputi aktivitas mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan. Pada penilaian pembelajaran menyusun teks eksplanasi, guru menggunakan penilaian autentik untuk menilai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik.Kata kunci: eksplanasi, menyusun, pembelajaran

    KESANTUNAN BERTUTUR DIALOG TOKOH DALAM FILM SANG PENCERAH KARYA HANUNG BRAMANTYO

    Get PDF
    The study aimed to describe how the politeness used in the dialogue by the character of Sang Pencerah movie which was made by Hanung Bramantyo and the implementation in bahasa Indonesia learning for Senior High School Students. This research used descriptive qualitative method. The result of this research showed that Sang Pencerah movie used various maxim of politeness such as wisdom maxim, generosity maxim, praise maxim, humility maxim, agreement maxim, and sympathy maxim. Sang Pencerah movie used linguistic politeness form was characterized by various expressions. Sang Pencerah movie used form of linguistic politeness was characterized by expression of markers of politenes such as help, please, come on, pardon, let, thank you, and permission. Sang Pencerah movie was used pragmatic politeness as expression with the variety of speech act with two form of speech, such as interrogative and declarative speech.Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan kesantunan bertutur dialog tokoh dalam film Sang Pencerah karya Hanung Bramantyo dan implikasinya pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesantunan bertutur dalam film Sang Pencerah menggunakan beragam maksim kesantunan, yaitu maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, dan maksim simpati. Film Sang Pencerah menggunakan bentuk kesantunan linguistik yang ditandai dengan ungkapan penanda kesantunan, yaitu tolong, silakan, mari, maaf, ayo, terimakasih, dan permisi. Film Sang Pencerah menggunakan kesantunan pragmatik sebagai ekspresi berbagai tindak tutur dengan dua bentuk tuturan, yaitu tuturan deklaratif dan tuturan interogatif.Kata kunci: film sang pencerah, kesantunan, linguistik, maksim, pragmatik

    KEEFEKTIFAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF EKSPOSISI PADA SISWA

    Get PDF
    The problem in this study was whether the use of audio-visual media "video" is more effective than visual media "image" in teaching exposition paragraph writing in class X SMAN 4 Bandar Lampung. This study aimed to test the effectiveness of the use of audio-visual media of "video" compared with the use of visual media of "image" on the ability to write an exposition paragraph in class X. This research method used the experimental method. The results of this study indicated pretest and posttest in the experimental group and the control group, the mean ability to write paragraphs of exposition in the experimental group obtained pretest and posttest amounted to 66,2813 for 87,4688. Students has increased an average of 21,1875. As for the control group gained an average of pretest amounted to 66,53125 and posttest 84,0625. Students has increased an average of 17,53125.Masalah dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan media audio visual video lebih efektif daripada media visual gambar dalam pembelajaran menulis paragraf eksposisi pada siswa kelas X SMA Negeri 4 Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan penggunaan media audio visual video dibandingkan dengan penggunaan media visual gambar terhadap kemampuan menulis paragraf eksposisi pada siswa kelas X. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan pretes dan postes pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, rerata kemampuan menulis paragraf eksposisi di kelompok eksperimen diperoleh pretest sebesar 66,2813 dan postest sebesar 87,4688. Siswa mengalami peningkatan rerata sebesar 21,1875. Adapun rerata pada kelompok kontrol diperoleh pretest sebesar 66,53125 dan postest sebesar 84,0625. Siswa mengalami peningkatan rerata sebesar 17,53125.Kata kunci: audio visual, keefektifan, paragraf eksposisi

    273

    full texts

    294

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇