Kumara Cendekia: Jurnal Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
    282 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar padaanak kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bulurejo Juwiring, Klaten tahun ajaran 2013/2014 dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Penelitiandilaksanakan dalam tiga siklus, dengan tiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Setiap siklusterdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian iniadalah anak kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bulurejo Juwiring, Klaten yang terdiridari 30 anak. Sumber data berasal dari guru, kepala sekolah dan anak. Teknik pengumpulandata dengan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yangdigunakan adalah model analisis interaktif yang mempunyai tiga buah komponen yaitu,reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.Hasil penelitianmenunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching andLearning dapat meningkatkan keterampilan motorik kasar anak kelompok B TK AisyiyahBustanul Athfal Bulurejo Juwiring, KlatenKata kunci: keterampilan motorik kasar, model pembelajaran Contextual Teaching andLearnin

    Pandangan Masyarakat Tani Mengenai Sex Education untuk Anak Usia Dini di Desa Samiran Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kepedulian masyarakat tani di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali mengenai Pendidikan Seksual untuk Anak Usia Dini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatis dengan metode penelitian studi kasus. Sampel dalam penelitian ini melibatkan 27 orang partisipan, yakni 9 orang petani yang memiliki anak berusia dini sebagai responden, 9 orang petani yang pernah atau belum pernah memiliki anak sebagai Informan 1, dan 9 anak usia dini sebagai Informan 2. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi atau arsip. Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini secara deskriptif yang didasarkan pada analisis interaktif data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 63,8% dari petani yang memiliki anak usia dini telah menerapkan pendidikan usia dini kepada anaknya meski tanpa mengenal istilah pendidikan seksual untuk anak usia dini, dan 65,15% masyarakat yang tidak memiliki anak juga telah sadar akan pentingnya pendidikan seksual untuk anak usia dini. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa pandangan tabu masyarakat tani disebabkan oleh beberapa faktor, yakni faktor pribadi, keluarga, mata pencaharian, usia, dan faktor social yang menimbulkan kesalahan persepsi sehingga pendidikan seksual untuk anak usia dini dianggap sama halnya dengan mengajarkan kegiatan seksual layaknya orang dewasa. Meski demikian, masyarakat tani telah mengajarkan pendidikan seksual untuk anak usia dini dengan cara yang sederhana dan dimengerti oleh kalangan mereka.Kata kunci : pendidikan seksual untuk anak usia dini, anak usia dini

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENCETAK GAMBAR PADA ANAK KELOMPOK B TK MERPATI POS SURAKARTA TAHUN AJARAN 2013/ 2014

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus melaluikegiatan mencetak gambar pada anak kelompok B TK Merpati Pos Surakarta tahun ajaran2013/12014 melalui model pembelajaran kontekstual. Penelitian ini merupakan penelitiantindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri atasperencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah anakkelompok B yang berjumlah 15 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ketuntasankemampuan motorik halus mencetak gambar anak mengalami peningkatan setiap siklusnya.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kontekstualdapat meningkatkan kemampuan motorik halus mencetak gambar pada anak kelompok B TKMerpati Pos Surakarta tahun ajaran 2013/12014Kata kunci : pembelajaran kontektual, motorik halus, mencetak gamba

    PENANAMAN TANGGUNG JAWAB MELALUI METODE TOKEN ECONOMY PADA ANAK USIA 5- 6 TAHUN

    Get PDF
    Tujuan penelitian adalah menerapkan metode token economy pada anak usia 5- 6 tahun. Jenis penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis and Mc Taggart dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara, tes dan dokumentasi . Uji validitas data kuantitatif menggunakan triangulasi penyidik sedangkan uji validitas kualitatif menggunakan triangulasi sumber dan metode. Analisis data kuantitatif yaitu deskriptif komparatif dan analisis data kualitatif menggunakan model interaktif. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan selama dua siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini yaitu anak usia 5- 6 tahun yang berjumlah 12 anak, terdiri atas 8 anak laki-laki dan 4 anak perempuan. Sumber data penelitian adalah guru kelas dan anak usia 5- 6 tahun. Hasil penelitian tindakan kelas ini menjelaskan bahwa penggunaan metode token economy dapat diterapkan pada anak usia 5- 6 tahun. Tahapan pelaksanaan metode token economy meliputi: (1) tahap persiapan yaitu menetapkan tingkah laku menentukan token, dan membuat jadwal penukaran token; (2) Tahap pelaksanaan meliputi perkenalan program token, menetapkan aturan, dan pencatatan perilaku; dan (3) Tahap penutup memiliki peran sebagai tahap penguat dalam berjalannya program, yaitu perilaku tanggung jawab anak meningkat. Memberikan token berupa stiker dan ditukar dengan hadiah dapat memberikan semangat anak untuk belajar berperilaku tanggung jawab. Perilaku tanggung jawab anak pada siklus I dan II muncul ketika anak beramai ramai untuk mendapatkan token. Selain itu perilaku tanggung jawab anak ini mucul karena anak-anak sudah terbiasa dengan penerapan metode token economy dalam pembelajaran sehari-hari.Kata Kunci: Perilaku Tanggung Jawab, Metode Token Econom

    PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS DALAM KEGIATAN MOZAIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA ANAK KELOMPOK B TK SANDHY PUTRA SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2013/2014

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus dalamkegiatan mozaik pada anak kelompok B TK sandhy putra surakarta tahun pelajaran2013/2014 melalui model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions(STAD). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklusmerupakan perbaikan yang didasarkan atas hasil refleksi dari hasil siklus sebelumnya.Dalam tiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Student TeamAchievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan kemampuan motorik halus dalam kegitanmozaik anak kelompok B TK Sandhy Putra Surakarta tahun pelajaran 2013/2014.Keywords : model pembelajaran kooperatif tipe STAD, motorik halus, mozai

    PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN 1-20 MELALUI MEDIA KARTU BERGAMBAR PADA KELOMPOK B TK AISYIYAH 21 PREMULUNG TAHUN AJARAN 2013/2014

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenalkonsep bilangan 1-20 dengan menggunakan media kartu bergambar pada anak kelompok BTK Aisyiyah 21 Premulung Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini dilaksanakan dalam duasiklus dan setiap siklus merupakan perbaikan yang didasarkan atas hasil refleksi dari siklussebelumnya. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptip komparatif, analisis kritis dananalisis interaktif. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan media kartu bergambar dapatmeningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan 1-20 pada anak kelompok B TKAisyiyah 21 Premulung Tahun Ajaran 2013/2014.Kata kunci: Mengenal Konsep Bilangan 1-20, Media Kartu Bergamba

    POLA ASUH OTORITER DENGAN PERILAKU AGRESIF ANAK USIA 5-6 TAHUN

    Get PDF
    Keluarga merupakan tempat  awal  berlangsungnya  proses  pendidikan.  Orangtua memegang  peran pertama  dan utama bagi tumbuh kembang anak yang merupakan tugas penting dan tidak lepas dari berbagai tantangan. Gaya pengasuhan orangtua menjadi salah satu faktor perilaku dan tindakan anak semenjak dini hingga dewasa kelak. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh otoriter dengan perilaku agresif anak usia 5-6 tahun.  Pengambilan sampel menggunakan teknik  purposive sampling  berjumlah 37 orang tua dan anak usia 5-6 tahun  di  Mojolegi,  Teras,  Boyolali.  Data  dalam  penelitian  ini  diperoleh  dari  kuisioner.  Teknik  analisis  item kuesioner menggunakan rumus  corrected item-total correlation.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh otoriter dengan perilaku agresif anak dengan nilai r = 0,996 dengan p = 0,000 dengan bantuan SPSS 16 for windows. Nilai tersebut menunjukkan hasil yang positif yang berarti semakin tinggi pola asuh otoriter maka semakin tinggi pula per ilaku agresif anak.Kata Kunci: Pola Asuh Otoriter, Perilaku Agresif, Anak Usia 5-6 Tahu

    PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI METODE BERCAKAP-CAKAP PADA ANAK KELOMPOK B BUSTANUL ATHFAL AISYIYAH PURBAYAN BAKI SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2016/2017

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara melalui penerapan metode bercakap-cakap pada anak kelompok B BA Aisyiyah Purbayan tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian anak kelompok B BA Aisyiyah Purbayan yang berjumlah 39 anak. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, tes unjuk kerja dan dokumentasi. Validitas data kuantitatif menggunakan validitas konstruk. Validitas data kualitatif menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif komparatif dan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berbicara pada setiap siklus. Pada prasiklus ketuntasan klasikal keterampilan berbicara sejumlah 14 anak atau 35,8%. Pada siklus I ketuntasan klasikal meningkat menjadi 21 anak atau 53,84%. Pada siklus II diperoleh ketuntasan keterampilan berbicara anak meningkat menjadi 30 anak atau 76,92%. Peningkatan tersebut dibuktikan dengan meningkatnya keterampilan berbicara dalam menjawab pertanyaan yang lebih kompleks, memiliki lebih banyak kata-kata untuk mengekspresikan ide pada orang lain, melanjutkan sebagian cerita atau dongeng yang telah diperdengarkan.Kata Kunci: keterampilan berbicara, metode bercakap-cakap, pendidikan anak usia dini

    HUBUNGAN ANTARA PENDAPATAN ORANG TUA TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL ANAK USIA DINI DI SEKOLAH

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan percaya diri anak dengan menerapkan gerak dan lagu di TK Aisyiyah 01 Semanggi Pasar Kliwon Surakarta Tahun Ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas(PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Terdiri dari dua siklus setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Subjek pada penelitian ini adalah 21 anak usia 4-5 tahun yang terdiri dari 8 anak perempuan dan 13 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode, sedangkan validitas data kuantitatif menggunakan validitas konstruk. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa melalui kegiatan gerak dan lagu anak dapat menyalurkan atau mengekspresikan perasaan dan sikap positif anak melalui nyanyian dan gerakan sehingga melalui kegiatan gerak dan lagu dapat meningkatkan percaya diri anak pada kelompok A TK Aisyiyah 01 Semanggi Pasar Kliwon Surakarta Tahun Ajaran 2016/2017 dari pratindakan sampai siklus II. Hasil ketuntasan percaya diri anak pada pratindakan sejumlah 7 anak dari 21 anak atau sebesar 33%. Hasil ketuntasan percaya diri anak pada siklus I meningkat menjadi 12 anak atau 57%. Hasil ketuntasan percaya diri anak pada siklus II menjadi 85% atau 18 anak. Berdasarkan uraian di atas, hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan kegiatan gerak dan lagu dapat meningkatkan percaya diri anak kelompok A TK Aisyiyah 01 Semanggi Pasar Kliwon Surakarta Tahun Ajaran 2016/2017. Peningkatan tersebut dibuktikan dengan meningkatnya keberanian anak untuk menyatakan pendapat, bertanya dan menjawab pertanyaan serta anak lebih mandiri dan berani dalam melakukan seuatu, seperti maju kedepan kelas tanpa didampingi guru.Katakunci : percaya diri, gerak dan lagu, anak usia 4-5 tahu

    PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENGGAMBAR TEKNIK MONTASE PADA ANAK KELOMPOK B RA ASSYAFI’IYAH JUWIRING KLATEN TAHUN 2015/2016

    Get PDF
    Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  meningkatkan  kemampuan  motorik  halus  melalui  kegiatan  menggambar teknik  montase  pada  anak  kelompok  B  RA  As-syafi’iyah  Juwiring  Klaten  tahun  2015/2016.  Penelitian  ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan yang setiap pertemuannya terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek dan sumber data  pada penelitian ini adalah anak kelompok B  RA As-syafi’iyah Juwiring  Klatentahun 2015/2016  yang  berjumlah  18  orang  dan  guru  kelompok  B.  Teknik  pengumpulan  data  dilaksanakan  melaluiobservasi, wawancara, dokumentasi dan hasil karya. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif yang meliputi pengumpulan  data,  reduksi  data,  observasi,  dan  refleksi.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  terdapatpeningkatan  kemampuan  motorik  halus  anak  setelah  pemberian  tindakan  dengan  menerapkan  kegiatanmenggambar teknik montase. Pada prasiklus diperoleh ketuntasan kemampuan motorik halus sejumlah 8 anak (44,44%). Pada siklus I diperoleh ketuntasan kemampuan motorik halus meningkat menjadi 10 anak (55,56%).Pada siklus II  ketuntasan  kemampuan motorik halus anak menjadi (83,33%) atau 15 anak. Berdasarkan uraian di atas, maka simpulan penelitian ini adalah melalui kegiatan menggambar teknik montase dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B RA As- syafi’iyah Juwiring Klaten tahun 2015/2016.Kata Kunci: kemampuan motorik halus, kegiatan menggambar teknik montas

    263

    full texts

    282

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kumara Cendekia: Jurnal Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇