Kumara Cendekia: Jurnal Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
282 research outputs found
Sort by
STRATEGI PENANGANAN PERILAKU TEMPER TANTRUM PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN
Temper tantrum merupakan bentuk emosi dari bentuk kemarahan dan frustrasi yang muncul dengan tidak terkendali seperti menangis, merengek, memukul, menendang. Mengelola perilaku anak di kelas merupakan tantangan bagi para guru. Kurangnya pemahaman guru di sekolah terkait penanganan tantrum menyebabkan perilaku ini semakin berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai macam wujud perilaku temper tantrum, pemicu temper tantrum dan strategi penanganan temper tantrum pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Miles dan Huberman yang diawali dengan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penyimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wujud perilaku temper tantrum adalah menyakiti diri sendiri, memukul orang lain, menangis meraung-raung, merengek, menghentakkan kaki, menjerit, melempar barang, dan menendang. Sedangkan pemicu anak mengalami temper tantrum karena keinginan tidak terpenuhi, sulit mengungkapkan keinginannya, tidak sabar, tidak nyaman, mengonsumsi gula tinggi, orang tua yang selalu memanjakan anak, dan perbedaan pola asuh orang tua. Strategi yang digunakan adalah strategi guru dan strategi lembaga. Strategi guru yaitu strategi “touch and tune in” dan strategi lembaga yaitu program bina aktivitas dan parenting orang tua
PENGARUH PEMANFAATAN YOUTUBE SEBAGAI ALAT BANTU BERCERITA TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA ANAK
Kemampuan berbahasa sangat berperan penting dalam perkembangan anak usia dini. Ini mencakup kemampuan berpikir, mengekpresikan diri, dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan aplikasi YouTube sebagai alat bantu bercerita terhadap kemampuan berbicara anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-experimental dengan jenis one group pretest posttest design. Subjek penelitian adalah anak usia dini yang dipilih secara purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes kemampuan berbicara anak usia dini, dan dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada kemampuan berbicara pada anak usia dini. Berdasarkan hasil paired sample t-test aspek-aspek yang dinilai pada pre-test dan post-test yakni dengan taraf signifikansi alfa sebesar 5% diperoleh nilai t-hitung sebesar -36.927 dengan tingkat Sig.(-tailed)<0,001 pada taraf signifikansi (ɑ<0,005) dengan df , N-1 (13-1=12). Maka keputusan yang dapat diambil adalah Ha diterima sedangkan Ho ditolak. Artinya, terdapat pengaruh pemanfaatan aplikasi YouTube sebagai alat bantu bercerita terhadap kemampuan berbicara pada anak usia dini
HUBUNGAN HELICOPTER PARENTING DENGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA 5-6 TAHUN
Kemandirian ialah sikap yang didapat melalui proses yang harus dibentuk sejak dini, ketika seseorang belajar untuk dapat menuntaskan kegiatan dengan kemampuannya sendiri dan tidak asuh mudah bergantung pada orang lain. Kemandirian juga dipengaruhi oleh faktor pola orang tua diantaranya helicopter parenting. Penelitian bertujuan untuk menguji adanya hubungan helicopter parenting dengan kemandirian anak usia 5-6 tahun. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif korelasional dan melibatkan sampel sejumlah 110 orang tua dan 110 anak dari 5 TK dalam 1 gugus. Pengumpulan data dilakukan dengan penggunaan kuesioner mengenai helicopter parenting dan observasi mengenai kemandirian anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan helicopter parenting terhadap kemandirian anak usia 5-6 tahun yang ditunjukkan dengan hasil perhitungan uji korelasi pearson product moment didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,033. Penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel mempunyai hubungan yang positif dengan kekuatan hubungan yang rendah. Artinya, semakin orang tua menerapkan helicopter parenting maka akan berpengaruh pada meningkatnya kemandirian anak. Penelitian ini menjelaskan orang tua yang menerapkan helicopter parenting sedang memiliki batasan pada menanamkan nilai yang baik untuk anak sehingga anak memiliki tingkat kemandirian yang tinggi
EFFORTS TO ENCHANCE A CHILD’S CRITICAL THINKING ABILITY THROUGH THE SCIENCE EXPERIMENT BY CHILDREN AS 5-6 YEARS AGE IN KINDERGARTEN AISYIYAH 7 KARTOPURAN.
Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu bagian aspek perkembangan anak yang mengalami berkembang cukup pesat. Kemampuan berpikir kritis membentuk anak untuk memiliki pribadi yang teliti, bertanggung jawab, tidak mudah menyerah, dan memiliki karakter yang baik dalam membuat keputusan. Faktanya, tidak semua anak memiliki kemampuan berpikir kritis yang berkembang dengan optimal. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui kegiatan eksperimen sains pada anak usia 5-6 tahun. Indikator penelitian ini yaitu mengobservasi, merumuskan masalah, menganalisis, dan mengevaluasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 20 anak. Sumber data penelitian ini adalah guru dan anak. Teknik pengumpulan data dengan tes, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik uji validitas dengan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kuantitatif dan teknik analisis data kualitatif. Tahap prosedur penelitian dilakukan mulai dari tahap perancanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan berpikir kritis mengalami peningkatan dimulai pratindakan yang diperoleh ketuntasan 25%, ketuntasan 40% pada siklus I, dan ketuntasan 75% pada siklus II. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan melalui kegiatan eksperimen sains dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun.Critical thinking ability is critical for a child's cognitive development in the 21st century. The fact is, though, not all children have the critical thinking ability that develops with optimal. The purpose of this study is to enhance a child's critical thinking ability through the scientific activity of 5-6 years. The research indicators observation, formulating problems, analyzing, and evaluating. This study used classroom action research. The study subject is a group B aged 5-6 years of kindergarden 7 Kartopuran 2024/2025, with 20 children of 12 girls and 8 boys. Research goes on for two cycles. This research data source is a teacher and a child. Data collection techniques with tests, interviews, observations, and documentation. Validity test techniques with triangulation of data sources and method triangulation. Data analysis techniques used with quantitative data analysis techniques obtained with a calculation of average percentage of indicators and qualitative data analysis that involve descriptive data collection, data reduction, data presentation, and reward reduction. The stages of research procedures conducted starting with those of design, action, observation, and reflection. The results of this study show that critical thinking ability has improved starts a 25% reduction precautionary, 40% reduction in the I cycle, and 75% reduction in the II cycle. Based on the foregoing, it can be concluded that by means of scientific experimentation, the ability to think critically of children as young as 5-6 years of age can be increased
SELF-AWARENESS SEBAGAI PREDIKTOR PERILAKU TANGGUNG JAWAB PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-awareness dengan perilaku tanggung jawab anak usia 5-6 tahun dan untuk mengetahui prediktor bagi perilaku tanggung jawab pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif noneksperimen yang menggunakan analisis regresi linear sederhana. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 73 anak usia 5-6 tahun yang berasal dari dua TK di daerah Kartasura yang diambil dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner/angket untuk kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu variabel self-awareness akan menyebabkan kenaikan variabel perilaku tanggung jawab sebesar 0,681. Sumbangan efektif prediktor self-awareness terhadap perilaku tanggung jawab sebesar 69,6% dan sisanya 30,4% dari faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil uji hipotesis dapat diputuskan bahwa hipotesis H0 ditolak dan hipotesis H1 diterima yang berbunyi “self-awareness memiliki hubungan dengan perilaku tanggung jawab anak usia 5-6 tahun dan dapat dijadikan sebagai prediktor perilaku tanggung jawab anak usia 5-6 tahun”. Self-awareness dapat memprediksi munculnya tanggung jawab, sehingga diperlukan upaya dalam menstimulasi self-awareness agar perilaku tanggung jawab pada anak sejak usia dini dapat meningkat
INTEGRASI ENERGI TERBARUKAN UNTUK PEMBELAJARAN KEMANDIRIAN ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER BERBASIS SDGs
Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas integrasi energi terbarukan sebagai media pembelajaran kemandirian anak usia dini dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Menggunakan desain quasi-experimental pretest-posttest control group, penelitian melibatkan 60 anak ASD usia 4-6 tahun di Gugus II Aster Kota Surakarta yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=30) dan kontrol (n=30). Kelompok eksperimen mendapat pembelajaran berbasis integrasi energi terbarukan selama 12 minggu, sedangkan kelompok kontrol mendapat pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan menggunakan Skala Kemandirian Anak ASD dalam Konteks Hemat Energi (SKAAHE) dan dianalisis dengan Independent Sample t-Test. Hasil menunjukkan perbedaan sangat signifikan (p<0.05) dengan effect size sangat besar (Cohen's d=2.92). Kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor kemandirian 52.8% dibandingkan 11.8% kelompok kontrol. Temuan ini relevan dengan pencapaian Sustainable Development Goals, khususnya SDGs 4 melalui penyediaan pembelajaran inklusif dan bermutu yang mendorong keterampilan hidup anak berkebutuhan khusus, SDGs 7 melalui internalisasi perilaku penggunaan energi bersih dan berkelanjutan sejak usia dini, serta SDGs 10. melalui penguatan kesempatan yang setara bagi anak ASD untuk mengembangkan kapasitas fungsional dan partisipasi sosial secara mandiri
PENGARUH VEGETABLE EATING TOKEN EKONOMI TERHADAP PENINGKATAN PERILAKU MAKAN SAYUR PADA ANAK USIA DINI
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya junk food dan makanan instan yang lebih digemari oleh anak-anak. Rendahnya konsumsi makanan sehat pada anak disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan sikap mengabaikan pentingnya makan sayur. Sehingga, dapat dirumuskan dalam penelitian ini yaitu perilaku makan sayur pada anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh token ekonomi makan sayur terhadap peningkatan perilaku makan sayur pada anak usia 4-5 tahun di RA Al Islam Jeruk Wangi, Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier sederhana. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa, sedangkan guru dan orang tua sebagai responden pendukung. Hasil uji regresi linier sederhana dengan taraf signifikasi 5% diperoleh nilai r-square sebesar 0,866 (86,6%), yang berarti terdapat pengaruh positif dari token ekonomi makan sayur (x) terhadap perilaku makan sayur (y). Perhitungan persamaan regresi diperoleh hasil y = -1,044 + 1,468x. Hasil nilai Sig = 0,000 = 0% < 5% berarti tolak H0 dan terima H1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode token ekonomi makan sayur memiliki pengaruh terhadap perilaku makan sayur anak
PENGARUH PERMAINAN BINGO TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI AWAL ANAK USIA DINI
Rendahnya kemampuan literasi awal anak usia dini menjadi tantangan penting dalam pendidikan, khususnya di tingkat Taman Kanak-Kanak. Literasi awal yang meliputi pengenalan huruf, kosakata, dan simbol bahasa merupakan dasar bagi kesiapan anak memasuki tahap membaca dan menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan bingo terhadap peningkatan literasi awal anak. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi experiment, melibatkan dua kelompok: eksperimen dan kontrol, masing-masing terdiri dari sembilan anak usia 5–6 tahun yang dipilih secara purposif. Kelompok eksperimen mendapat perlakuan menggunakan permainan bingo, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode konvensional. Instrumen yang digunakan berupa tes literasi awal, dan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen, dengan rata-rata skor meningkat dari 12,11 menjadi 21,22. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,007, menandakan adanya pengaruh positif permainan bingo terhadap literasi awal. Penelitian ini merekomendasikan permainan bingo sebagai media pembelajaran yang efektif dalam mendukung pendekatan Kurikulum Merdeka dan perkembangan literasi anak secara menyenangkan dan bermakna
PERAN ORANG TUA DALAM MENCEGAH KECANDUAN GADGET PADA ANAK USIA DINI
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dari orang tua dalam mencegah kecanduan gadget pada anak usia dini. Ketergantungan anak terhadap gadget semakin meningkat. Hal tersebut dianggap akan memengaruhi perkembangan kognitif, sosial, dan emosional. Penelitian ini memakai jenis pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Adapun partisipan penelitian dalam hal ini adalah orang tua dari anak usia dini yang terpapar gadget sehari-hari. Data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan ketat, pembatasan waktu, serta pengalihan perhatian ke aktivitas lain dapat mengurangi dampak negatif gadget. Selain itu, keterlibatan keluarga dan lingkungan juga berperan membentuk kebiasaan digital anak yang lebih sehat. Dengan dilakukannya penelitian ini, diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan strategi pengasuhan yang lebih efektif guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal
IMPLEMENTASI METODE MENDONGENG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK USIA 5-6 TAHUN
Kemampuan menyimak penting dikembangan sejak dini. Namun kenyataannya, menyimak masih menjadi salah satu kemampuan yang sering terabaikan sehingga kemampuan menyimaknya belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyimak anak usia 5-6 tahun melalui penerapan metode mendongeng menggunakan media big book. Penelitian ini ialah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Jenis penelitian menggunakan model spiral Kemmis & Mc Taggart dan subjek penelitian ini sebanyak 15 anak usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Uji validitas data kualitatif menggunakan teknik triangulasi, sedangkan uji validitas data kualitatif menggunakan uji validitas konstruk dan uji validitas isi yang dilakukan melalui expert judgment. Teknik analisis data kualitatif menggunakan analisis interaktif, sedangkan data kuantitatif menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa melalui penerapan metode mendongeng menggunakan media big book, kemampuan menyimak anak mengalami peningkatan pada setiap indikatornya, yaitu pada indikator menjawab pertanyaan secara tepat sesuai dengan judul dan nilai yang terkandung dalam cerita sebesar 82,2%, pada indikator menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita sebesar 82,2%, pada indikator menceritakan kembali alur cerita sebesar 75,7%, dan pada indikator mengutarakan pendapatnya setelah mendengarkan cerita sebesar 84,4%. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode mendongeng menggunakan media big book dapat meningkatkan kemampuan menyimak anak usia 5-6 tahun