Kumara Cendekia: Jurnal Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
282 research outputs found
Sort by
MODEL PEMBELAJARAN SENTRA PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Sentra pada anak usia 4-5 tahun di TK Islam Bakti IX Surakarta. Permasalahan ini diteliti dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya studi kasus. Subyek penelitian yang terlibat adalah anak, guru, dan orangtua. Data yang dikumpulkan oleh peneliti melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis Miles and Huberman. Teknik uji validitas data dengan perpanjangan pengamatan,ketekunan pengamatan, triangulasi sumber dan triangulasi tenik. Hasil penelitian penerapan model pembelajaran sentra dilakukan dengan penyelenggaraan pembelajaran berfokus pada anak dalam lingkaran menggunakan empat jenis pijakan yaitu pijakan lingkungan main, pijakan sebelum main, pijakan selama main, dan pijakan setelah main. TK Islam Bakti IX menerapkan lima hari sekolah, serta satu jenis sentra setiap harinya, terdapat lima sentra yang diterapkan yaitu sentra balok, sentra keterampilan hidup, sentra seni, sentra persiapan, dan sentra bermain peran. Penerapan model pembelajaran sentra dapat menstimulus anak untuk dapat mengoptimalkan enam bidang perkembangana anak. Media pembelajaran yang digunakan yaitu APE dan juga pemanfaatan barang bekas.Kata kunci: Model pembelajaran sentra, anak usia 4-5 tahu
UPAYA MENINGKATKAN SELF CONFIDENCE MELALUI METODE TOKEN ECONOMY PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN
Percaya diri merupakan modal dasar untuk pengembangan kemampuan diri yang dapat menjadikan anak mampu mengenal dan memahami diri sendiri. Kurang percaya diri dapat menghambat pengembangan potensi diri yang dimiliki anak. Metode token economy dinilai efektif sebagai sarana untuk mengelola perilaku anak di sekolah yang bertindak dan melayani kemudian memberikan imbalan untuk perilaku tertentu yang telah ditargetkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan percaya diri anak usia 5-6 tahun di TK Marsudisiwi Jajar Surakarta tahun ajaran 2017/2018 dengan menggunakan metode token economy. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kuantiattif dan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun TK Marsudisiwi Jajar Surakarta tahun ajaran 2017/2018. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunann metode token economy dalam pembelajaran dapat meningkatkan percaya diri anak. Peningkatan percaya diri diukur dari evaluasi pra tindakan, siklus I dan siklus II. Peningkatan percaya diri menggunakan metode token economy dapat dilihat dari peningkatan rata- rata klasikal dalam penilaian anak pada pra tindakan sebanyak 4 anak dengan persentase 28.57% kemudian pada siklus pertama meningkat menjadi 8 anak dengan persentase 57.14% dan pada siklus kedua meningkat menjadi 12 anak dengan persentase 85.71%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode token economy dapat meningkatkan percaya diri anak usia 5-6 tahun di TK Marsudisiwi Jajar Surakarta tahun ajaran 2017/2018.Kata Kunci: Percaya diri, Token economy, Anak usia 5-6 tahu
DIVERSIFIKASI BUDAYA PADA PERILAKU PROSOSIAL ANAK (JAWA, ARAB DAN TIONGHOA)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku prososial pada anak berdasarkan budaya yang ada. Penelitian ini menggunakannmetodenpenelitian komparatif untuk membandingkan perilaku prososial anak dari berbagai macam budaya seperti budaya jawa, Arab dan Tionghoa. Subjek penelitian ini adalah anak usia5-6 tahun yang berasal dari Gugus Srikandi 5 dan Gugus Ester yang berjumlah 98 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan pendapat ahli dan uji rehabilitas menggunakan Alpha Cronbach’s dengan bantuan SPSS 17 for windows untuk mengetahui kestabilan pada instrumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah Anova (analysis of variances). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil uji Anova diperoleh F hitung 2,587 dengan nilai signifikansi sebesar 0,081 > 0,05 maka artinya tidak terdapat perbedaan perilaku prososial pada anak dari budaya Jawa, Arab dan Tionghoa.Kata kunci:prosial,budaya,childre
Penggunaan Media APE Tali Temali Untuk Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Kelompok A Tk Aisyiyah 21 Premulung Laweyan Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anakkelompok A TK Aisyiyah 21 Premulung Laweyan Surakarta tahun pelajaran 2013/2014dengan menggunakan media APE tali temali. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakandalam dua siklus dan setiap siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaantindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok A yangberjumlah 29 anak. Hasil tindakan menunjukkan bahwa penggunaan media APE tali temalidapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak kelompok A TK Aisyiyah 21 PremulungLaweyan Surakarta tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci: Media APE Tali temali, Keterampilan Motorik Halu
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan model pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan keterampilan proses sains pada anak kelompok A TK Al Huda. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana hasil penerapan model pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan keterampilan proses sains pada anak kelompok A TK Al Huda. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak usia 4-5 tahun di TK Al Huda tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 15 anak didik. Teknik pengumpulan data melalui obsevasi, wawancara, unjuk kerja dan dokumentasi. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan deskriptif komparatif dan analisis data kualitatif menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains mengalami peningkatan secara klasikal yaitu pada pratindakan sebesar 26,7% atau 4 anak, siklus I sebesar 66,7% atau 10 anak dan siklus II sebesar 86,7% atau 13 anak. Simpulan dari penelitian adalah model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan keterampilan proses sains pada anak kelompok A TK Al Huda Tahun Ajaran 2017/2018. Hal ini dibuktikan dengan anak dapat mengamati suatu objek, anak dapat mengklasifikasikan benda dan anak dapat mengkomunikasikan hasil percobaan.Kata Kunci: keterampilan proses sains, model pembelajaran kontekstua
Penerapan Penilaian Portofolio dalam Asesmen Perkembangan Motorik Halus Anak di TK Se-Gugus Arjuna Kecamatan Jatipurno
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan penilaian portofolio dalam asesmen perkembangan motorik halus anak di TK se-Gugus Arjuna Kecamatan Jatipurno. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini secara deskriptif yang didasarkan pada analisis interaktif data kualitatif. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa secara konseptual pemahaman guru tentang portofolio sebagai instrumen penilaian di TK sudah cukup baik dan bervariasi. Prosedur pelaksanaan penilaian portofolio di TK se-Gugus Arjuna Kecamatan Jatipurno hampir sesuai dengan teori. Penerapan penilaian portofolio dalam asesmen perkembangan motorik halus anak di TK efektif untuk mengoleksi hasil karya anak dan meningkatkan motivasi belajar anak, namun penerapan penilaian portofolio ini juga tidak sepenuhnya berjalan optimal.Guru belum menciptakan proses penilaian portofolio yang efektif sehingga kualitas penilaian portofolio di lokasi penelitian belum mencerminkan proses penilaian portofolio yang efektif di kelas.Keywords: asesmen, perkembangan motorik halus anak, penilaian portofoli
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK MELALUI PENERAPAN STORYTELLING DENGAN MEDIA AUDIO PADA ANAK KELOMPOK A TK AL-HUDA KERTEN SURAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mennyimak anak dan mendeskripsikan hasil penerapan storytelling dengan media audio pada anak. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri tahap perencanaan, pelaksanaan dan observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan kondisi awal persentase ketuntasan anak mencapai 43,75%, pada siklus I persentase ketuntasan anak mencapai 62,5%, pada siklus II persentase ketuntasan anak mencapai 81,25%, dan dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan storytelling dengan media audio dapat meningkatkan kemampuan menyimak pada anak kelompok A TK Al-Huda Kerten Surakarta Tahun Ajaran 2013/2014.Kata kunci: Kemampuan menyimak, storytelling dengan media audio, anak TK Kelompok
KEGIATAN COOKING CLASS SEBAGAI UPAYA PEMBIASAAN MENGONSUMSI MAKANAN SEHAT PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN
Tujuan penelitian ini adalah menerapkan kegiatan cooking class sebagai upaya pembiasaan mengonsumsi makanan sehat pada kelompok A TK Gaya Baru III Surakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun dengan jumlah 16 anak pada kelompok A TK Gaya Baru III Surakarta tahun ajaran 2018/ 2019. Sumber data dalam penelitian ini adalah anak dan guru. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian siklus I diperoleh sejumlah 7 anak sudah terbiasa mengonsumsi makanan sehat.Siklus II tingkat terbiasa mengonsumsi makanan sehat anak mencapai sebanyak 11 anak. Pada siklus III tingkat terbiasa mengonsumsi makanan sehat anak mencapai sebanyak 16 anak. Peningkatan tersebut ditandai dengan anak sudah terbiasa mengonsumsi daging dan sumber protein lainnya, mengonsumsi sayuran dan mengonsumsi buah-buahan. Berdasarkan uraian diatas, hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan kegiatan cooking class dapat digunakan sebagai upaya untuk pembiasaan mengonsumsi makanan sehat pada anak.usia 4-5 tahun.Kata kunci: Cooking class, pembiasaan mengonsumsi makanan sehat, anak usia din
IMPLEMENTASI METODE READ ALOUD UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA PADA ANAK KELOMPOK B TAMAN KANAK-KANAK NUR RAHIMAH BANJARBARU TAHUN AJARAN 2013/2014
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bercerita denganmengimplementasikan metode Read Aloud. Penelitian ini merupakan jenis penelitiantindakan kelas (PTK). Terdiri dari dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan pada empattahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulandata dilaksanakan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, catatan lapangan, dantes unjuk kerja. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasimetode. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif komparatifdan analisis kritis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi metode ReadAloud dapat meningkatkan kemampuan bercerita serta keefektifan pembelajaran.Kata kunci: Read Aloud, Kemampuan bercerita
UPAYA MENINGKATKAN SELF CONFIDENCE MELALUI METODE TOKEN ECONOMY PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN
Percaya diri merupakan modal dasar untuk pengembangan kemampuan diri yang dapat menjadikan anak mampu mengenal dan memahami diri sendiri. Kurang percaya diri dapat menghambat pengembangan potensi diri yang dimiliki anak. Metode token economy dinilai efektif sebagai sarana untuk mengelola perilaku anak di sekolah yang bertindak dan melayani kemudian memberikan imbalan untuk perilaku tertentu yang telah ditargetkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan percaya diri anak usia 5-6 tahun di TK Marsudisiwi Jajar Surakarta tahun ajaran 2017/2018 dengan menggunakan metode token economy. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kuantiattif dan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun TK Marsudisiwi Jajar Surakarta tahun ajaran 2017/2018. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunann metode token economy dalam pembelajaran dapat meningkatkan percaya diri anak. Peningkatan percaya diri diukur dari evaluasi pra tindakan, siklus I dan siklus II. Peningkatan percaya diri menggunakan metode token economy dapat dilihat dari peningkatan rata- rata klasikal dalam penilaian anak pada pra tindakan sebanyak 4 anak dengan persentase 28.57% kemudian pada siklus pertama meningkat menjadi 8 anak dengan persentase 57.14% dan pada siklus kedua meningkat menjadi 12 anak dengan persentase 85.71%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode token economy dapat meningkatkan percaya diri anak usia 5-6 tahun di TK Marsudisiwi Jajar Surakarta tahun ajaran 2017/2018. Kata Kunci: Percaya diri, Token economy, Anak usia 5-6 tahu