Kumara Cendekia: Jurnal Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
282 research outputs found
Sort by
PENGARUH THE ORFF APPROACH TERHADAP PEMAHAMAN POLA ANAK USIA DINI
Salah satu ranah perkembangan kognitif pada kelompok anak usia dini adalah kemampuan memahami pola. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh metode The Orff Approach pada pemahaman pola anak usia dini. Riset ini dilakukan dengan metode kuantitatif eksperimen, dan menggunakan metode Quasi Experimental Design, dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Pengumpulan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik Sampling Jenuh. Kelompok anak usia dini dengan usia 4 sampai dengan 5 tahun yang berjumlah 24 orang diputuskan sebagai subjek penelitian. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan tes sebagai metode pengumpulan data. Uji validitas menggunakan validitas konsrtuk. Uji normalitas dan uji homogenitas menggunakan Shapiro-Wilkdan Levene test for Equality of Variance. Analisis data menggunakan statistic parametric dengan uji–t, berupa uji Independent Sample t-test. Melalui hasil dari penelitian ini, disimpulkan bahwa The Orff Approach berpengaruh terhadap pemahaman pola anak usia dini. Hal ini terlihat dari peningkatan hasil rata – rata posttest kelompok eksperimen.Posttest kelompok esperimen menunjukkan 12,92 dari pretest nya 10,00.Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa The Orff Approach mampu diterapkan dalam disiplin ilmu lainnya.
HUBUNGAN POLA ASUH AUTHORITATIVE DENGAN KOMPETENSI SOSIAL PADA ANAK USIA 5 – 6 TAHUN
Kompetensi sosial perlu dimiliki anak sejak usia dini untuk berinteraksi secara baik terhadap lingkunganya dan supaya anak tidak berperilaku negatif serta menjadi antisosial. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kompetensi sosial adalah pola asuh. Pola asuh yang banyak diterapkan oleh orang tua adalah pola asuh authoritative karena selalu melibatkan anak dalam kegiatan keluarga dan memberikan kebebasan anak tetapi tetap memberikan batasan pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara pola asuh authoritative dengan kompetensi sosial pada anak usia 5-6 tahun di TK Se-Kelurahan Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo. Pendekatan penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasi. Penelitian ini dilakukan pada Januari 2020 menggunakan sampel 56 anak. Pengambilan data penelitian ini menggunakan kuisioner dan diisi oleh orang tua. Hasil hipotesis dilaksanakan dengan uji Spearman Rho. Hasil menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,042 < 0.05 yang bermakna ada hubungan antara pola asuh authoritative dengan kompetensi sosial pada anak usia 5-6 tahun. Koefisien korelasi yang didapatkan sebesar 0,273. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin baik pola asuh authoritative maka semakin baik kompetensi sosial anak pada anak usia 5 – 6 tahun di TK Se-Kelurahan Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo
Kemampuan Berpikir Simbolik Pada Anak Usia 5-6 Tahun
Artikel ini merupakan kajian literatur kemampuan berpikir simbolik pada anak usia 5-6 tahun. Kemampuan berpikir simbolik merupakan sebuah lingkup perkembangan kognitif yang berhubungan dengan kemampuan mengingat dan berpikir mengenai simbol atau membayangkan suatu objek yang tidak ada dengan menggunakan lambang bilangan dan huruf. Mengenal lambang bilangan dan huruf penting bagi keberhasilan belajar anak usia 5-6 tahun, karena berhubungan dengan persiapan masuk Sekolah Dasar yang belajar mengenai baca, tulis, dan hitung
PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS ANAK USIA 5-6 TAHUN
Kemampuan berpikir kritis menjadi sebuah kebutuhan utama untuk menghadapi abad 21. Kemampuan ini merupakan perkembangan berkesinambungan dan dapat distimulasi sedari dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat profil kemampuan berpikir kritis anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif survei. Sampel yang digunakan sejumlah 103 anak usia 5-6 tahun di TK Gugus Kenanga Colomadu dengan teknik pengambilan sampe proporsional random sampling. Teknik pengumpulan data melalui kuisioner dan wawancara untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis anak. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan menyajikan persentase dan histogram. Profil kemampuan berpikir kritis ditinjau dari 6 item indikator yakni (1) menemukan dan menunjukkan perbedaan objek, (2) menyusun pola, (3) mengelompokkan benda berdasarkan kategori, (4) mengembalikan sebuah susunan setelah dipisahkan, (5) menempatkan benda sesuai peringkat, dan (6) membuat keputusan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun di Gugus Kenanga Colomadu Karanganyar dengan rincian sebanyak 1% (1 anak) berada dalam kategori belum berkembang, 10,7% (11 anak) mulai berkembang, 56,3% (58 anak) berkembang sesuai harapan, dan 32% (33 anak) berkembang sangat baik. Hasil penelitian menemukan bahwa capaian anak dalam kemampuan berpikir kritis bervariasi. Hal ini diperngaruhi oleh berbagai faktor, khususnya faktor lingkungan.Kata Kunci: profil, berpikir kritis, anak usia dini
PROFIL KECERDASAN MUSIKAL ANAK USIA 5-6 TAHUN
Kecerdasan musikal merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mengapresiasi bentuk musikal berkaitan dengan nada, irama, dan melodi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui profil kecerdasan musikal anak usia 5-6 tahun di TK Gugus Cut Mutia Kecamatan Jenawi Karanganyar tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Penelitian menggunakan sampel 96 anak usia 5-6 tahun Se Gugus Cut Mutia Jenawi Karanganyar. Teknik pengambilan data melalui Lembar observasi dan wawancara yang merujuk pada 4 indikator (1) mengerti nada dasar, (2) menyesuaikan tempo, (3) Mengikuti irama lagu, dan (4) memainkan melodi lagu. Hasil survei menunjukkan kecerdasan musikal anak usia 5-6 tahun TK Gugus Cut Mutia Jenawi yaitu 1 anak (1,1%) mulai berkembang, yakni anak dapat membedakan 4 nada dasar, menyesuikan tempo lagu cepat dan sedang, menyanyikan dengan birama 4/4 dan ¾ dan dapat memainkan melodi ½ lagu. 61 anak (63,5%) berkembang sesuai harapan, yaitu anak dapat membedakan 7 nada dasar, menyesuiakan tempo lambat, sedang, dan cepat, bernyanyi dengan birama 4/4,3/4, dan 2/4, dan dapat memainkan melodi 1 lagu. 34 anak (35,4%) berkembang sangat baik yaitu anak dapat membedakan 7 nada dasar dan menyebutkan namanya, menyesuiakan tempo lagu lambat, sedang, dan cepat sambil menghayati makna lagu, bernyanyi dengan birama 4/4,3/4, 2/4 sambil mengerakkan anggota tubuh sesuai ketukan, serta dapat memainkan melodi 1 lagu sambil bernyanyi. Hasil capaian ini dipengaruhi oleh faktor minat, bakat, pengalaman musikal, fisik, dan lingkungan.
EFEKTIVITAS INTERVENSI ADULTS AND CHILDREN TOGETHER (ACT) RAISING SAFE KIDS PROGRAM TERHADAP PENCEGAHAN TINDAK KEKERASAN VERBAL DALAM PENDISIPLINAN ANAK
Penelitian eksperimen ini menguji efektivitas intervensi Adults and Children Together (ACT) raising safe kids program terhadap pencegahan tindak kekerasan verbal dalam pendisiplinan anak. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu PKK RT 01 RW 10 Bayan, Kadipiro, Banjarsari yang terdiri dari 40 orang. Sampel yang digunakan peneliti berjumlah 20 orang dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Teknik pengumpulan data melalui kuisioner untuk mengukur persepsi orang tua mengenai kekerasan verbal dalam pendisiplinan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok eksperimen menunjukkan adanya penurunan sedangkan hasil kelompok kontrol mengalami peningkatan. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat efektivitas intervensi Adults and Children Together (ACT) raising safe kids program sebesar 9,8% terhadap pencegahan tindak kekerasan dalam pendisiplinan anak yang dibuktikan oleh adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (ρ < 0,05)
PROFIL KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING ANAK USIA 4-5 TAHUN
Profil kemampuan problem solving anak usia dini merupakan gambaran mengenai kondisi dari kemampuan problem solving pada anak usia dini yang disesuaikan dengan presentase perkembangannya. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran kemampuan problem solving anak usia 4-5 tahun di Gugus Melati Kecamatan Matesih. Pendekatan penelitan ini yaitu pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian yaitu survei. Subjek penelitian adalah anak usia 4-5 tahun dengan jumlah sampel sebanyak 98 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, wawancara awal, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data menggunakan validitas konstruk. Perolehan hasil kuesioner diolah dan mendapati bahwa sebanyak 6,12% anak yang masih kurang dan termasuk dalam kategori perkembangan yang kurang, sebanyak 33,67% anak yang termasuk dalam kategori cukup, dan sisanya sebanyak 60,21% anak yang termasuk dalam kategori perkembangan kemampuan yang baik. Berdasarkan uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa kemampuan problem solving anak usia 4-5 tahun di Gugus Melati, Kecamatan Matesih memiliki capaian yang bervariasi, dengan kompetensi ditemukan bahwa perkembangan baik ditunjukan oleh sebagian besar anak, namun juga mendapati sebagian anak yang cukup ideal, dan di temukan pula anak yang kurang optimal dalam perkembangannya.Kata Kunci: Profil, kemampuan problem solving, anak usia 4-5 tahu
EFEKTIVITAS MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KECERDASAN VISUAL SPASIAL ANAK USIA 5-6 TAHUN
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas media audio visual terhadap kecerdasan visual spasial pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif quasi eksperimen dengan desain non equivalent control group design. Sampel penelitian ini sejumlah 41 anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah 1 Nusukan dan TK Aisyiyah 3 Nusukan, Surakarta. Validitas instrumen menggunakan validitas isi. Teknik pengumpulan data melalui tes untuk mengukur kecerdasan visual spasial anak. Uji normalitas dan uji homogenitas menggunakan kolmogrovsmirnov dan lavene test of equality of variance. Analisis data penelitian menggunakan statistik parametrik setelah data dinyatakan normal dan homogen dengan taraf signifikansi p≥0,05. Uji hipotesis menggunakan t-test dengan SPSS 15 for windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pertama, hasil kedua kelompok menunjukkan adanya peningkatan, rata-rata pretest kelompok eksperimen sebesar 27,13 meningkat menjadi 34,81 pada saat posttest, sedangkan rata-rata pretest kelompok kontrol sebesar 25,36 meningkat menjadi 30,57 pada saat posttest. Kedua, terdapat efektivitas media audio visual terhadap kecerdasan visual spasial anak usia 5-6 tahun, dibuktikan dengan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (p≥0,05). Hal ini membuktikan bahwa hampir seluruh anak pada kelompok eksperimen telah mampu dalam mengelompokkan benda berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran, mengurutkan benda berdasarkan ukuran dari paling kecil ke paling besar atau sebaliknya, menggambar suatu macam benda atau objek yang telah dilihat, dan menggambar berbagai bentuk yang berbeda-beda. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa media audio visual memberikan efektivitas terhadap kecerdasan visual spasial pada anak kelompok B TK Aisyiyah 1 Nusukan Surakarta. Kata kunci: media audio visual, kecerdasan visual spasial, anak usia dini
PENERAPAN METODE JOLLY PHONICS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf melalui metod njolly phonics pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan gabungan kuantitatif dan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas model Kemmis & Mc Taggart. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus yang pada setiap siklusnya terdiri dari tiga pertemuan. Setiap pertemuan terdiri dari empat tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Subjek pada penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data kuantitatif yaitu tes, dan data kualitatif yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data kuantitatif menggunakan triangulasi sumber dan data kualitatif menggunakan triangulasi teknik. Analisis data kuantitatif menggunakan persentase ketuntasan belajar dan kualitatif dengan model interaktif analisis data Milesi& Huberman. Persentase ketuntasan pada indikator menyebutkan nama huruf sebesar 80%, menunjukkan simbol huruf sebesar 80%, dan meniru huruf 93,3%. Berdasarkan hasil tersebutedapat disimpulkan bahwa metode jolly phonics dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak usia 4-5 tahun
Pola Pengasuhan Orangtua Tunggal terhadap Pengaturan Emosi Anak Usia 4-5 Tahun
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengasuhan orangtua tunggal terhadap pengaturan emosi anak usia 4-5 tahun. Jenis penelitian ini adalah fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian yaitu tiga orang ibu sebagai orangtua tunggal karena perceraian. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua orang ibu mengasuh anaknya dengan cara memberikan batasan waktu bermain, menekankan kemandirian dan selalu mengajak anak berdiskusi, termasuk dalam pola pengasuhan demokratis yang berdampak pada perilaku anak menjadi mudah diatur dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Sedangkan satu orang ibu mengasuh anak dengan cara tidak membatasi anak dalam melakukan aktivitas dan cenderung memanjakan anak, termasuk dalam pola pengasuhan permisif yang berdampak pada perilaku anak menjadi cenderung agresif dan sering memberontak. Simpulan dari penelitian ini adalah pola pengasuhan demokratis menyebabkan anak menjadi penurut dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Sedangkan pola pengasuhan permisif menyebabkan anak menjadi agresif dan cenderung sulit diatur.Kata kunci:Pola Pengasuhan, Orangtua Tunggal, Emosi Ana