Kumara Cendekia: Jurnal Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
    282 research outputs found

    EFEKTIVITAS METODE MIND MAPPING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR SIMBOLIK ANAK USIA 4-5 TAHUN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir simbolik anak kelompok A Tk AT-Tamyiz Jajar Surakarta melalui metode mind mapping. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Tagart yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari tiga tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulam data yang digunakan yaitu unjuk kerja, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data kuantitatif menggunakan teknik analisi deskriptif komparatif dan analisi data kualitatif menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada kemampuan berpikir simbolik  anak. pada tahap pratindakan diperoleh hasil 40%  atau 8 anak telah tuntas dan 60% atau 12 anak belum tuntas.  pada siklus I diperoleh hasil 70 % atau 14 anak telah tuntas dan 30% atau 6 anak belum tuntas . pada siklus II diperoleh hasil 80% atau 16 anak telah tuntas dan 20% atau 4 anak belum tuntas. Keberhasilan pada penelitian tersebut dibuktikan dengan peningkatan kemampuan berpikir simbolik anak pada setiap pertemuannya seperti anak sudah dapat membilang dan menyebutkan lambang bilangan 1-10 dengan benar, anak dapat menunjukkan lambang bilangan 1-10 dengan benar serta anak dapat menghubungkan lambang bilangan 1-10 dengan benda dengan benar. Berdasarkan papaan diatas maka dapat disimpulkan bahwa metode mind mappig dapat meningkatkan kemampuan berpikir simbolik anak kelompok A di Tk At-Tamyiz Jajar Surakarta. Kata Kunci  : Mind mapping, Kemampuan berpikir Simbolik, anak usia 4-5 tahun ABSTRACTThis study aims to improve the symbolic thinking ability of children in group A Tk AT-Tamyiz Jajar Surakarta through the mind mapping method. This study uses a quantitative qualitative approach to the type of research that is Kemmis and Mc Tegart's model class action research which is carried out in two cycles, each cycle consisting of three stages namely the planning phase, the implementation phase, the observation and reflection stage. Data collection techniques used are performance, observation, interviews, and documentation. Test the validity of the data in this study using source triangulation and technique triangulation. Quantitative data analysis use comparative descriptive analysis techniques and qualitative data analysis using the Miles and Huberman models. The results of the research show that there is an increases in the ability to think symbolically. At the pre-action stage, 40% or 8 children have completed and 60% or 12 children have not completed . The cycle I produce 70% or 14 children have completed and 30% of children or 6 children have not completed. In the second cycle stage, 80% or 16 children have completed and 20% or 4 children have not completed. The success of this research is proven by increasing the ability of children to symbolically think at each meeting, such as children can be able to count and mention 1-10 numbers correctly, children can show 1-10 numbers correctly and children can connect 1-10 numbers with objects correctly. Based on the above statement, it can be concluded that the mind mappig method can improve the symbolic thinking skills of group A children at Tk At-Tamyiz Jajar Surakarta. Keywords: Mind mapping, Symbolic thinking ability, children aged 4-5 years

    Hubungan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru PAUD pada Masa Pandemi di Kecamatan Laweyan

    Get PDF
    Penelitian ini di lakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja terhadap kinerja guru, yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah adanyaa dugaan motivasi kerja guru yang tidak stabil akibat tekanan pekerjaan yang meningkat pada masa pandemi, sehingga dikhawatirkan terjadi adanya hubungan terhadap kinerja guru.Jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kuantitatif yang menggunakan jenis penelitian korelasi. Peneliti melakukan pembatasan masalah terhadap motivasi kerja guru dan kinerja pada guru PAUD dengan kriteria pada guru yang menyandang status bersertifikat dengan jenjang pendidikan S1 di TK Kecamatan Laweyan. Sampel yang diambil dalam penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling sebanyak 42 orang guru. Teknik analisis Pearson Product Moment digunakan untuk mengetahui tingkat hubungan antara kedua variabel, yaitu variabel motivasi kerja sebagai variable independen (X) dan variabel kinerja guru PAUD sebagai variable dependen (Y). Data yang terkumpul selanjutnya diuji melalui bantuan SPSS 25.Hasil analisis data diketahui nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < dari 0,05 maka dikatakan memiliki korelasi yang artinya terdapat hubungan antara X dengan Y. Koefisien korelasi menunjukkan nilai sebesar 0,641 yang berada pada tabel kategori tingkat hubungan yang kuat. Angka koefisien korelasi di atas bernilai positif, yaitu sebesar 0,641 maka arah hubungan variabelnya dikatakan positif

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI METODE GUIDED DISCOVERY DALAM PEMBELAJARAN SAINS

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada anak usia 5-6 Tahun TK Aisyiyah 41 Tegalharjo melalui metode guided discovery.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan jeni Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Taggart. Penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif antara guru dan peneliti yang diimplementasikan dengan  tiga siklus, setiap siklus terdiri dari tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengamatan, refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validasi dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada kemampuan bepikir kritis dalam pembelajaran sains yaitu pada pratindakan sebanyak 8 dari 20 anak atau sebesar 40% yang mengalami ketuntasan. Siklus I pertemuan 1 menjadi 9 atau sebesar 45% anak tuntas. Siklus I pertemuan 2 meningkat menjadi siklus 1 pertemuan 2 menjadi 50%, pada siklus 2 pertemuan 1 sebesar 60%, siklus 2 pertemuan 2 menjadi 70%, pada siklus 3 pertemuan 1 yaitu 80%, dan pada hasil akhir yaitu siklus 3 pertemuan 2 menjadi 85% anak yan tuntas Peningkatan tersebut dibuktikan adanya keberhasilan pada kemampuan berpikir kritis yaitu anak dapat menemukan kesalahan melalui gambar, mengenal sebab akibat di lingkungannya,  dan mengambil keputusan secara sederhana ketika pembelajaran sains. Kesimpulan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode guided discovery dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun TK Aisyiyah 41 Tegalharjo Surakarta tahun ajaran 2018/2019.Kata Kunci: kemampuan berpikir kritis, pembelajaran sains, anak usia 5-6 tahu

    Efektivitas Pelatihan Screen Time terhadap Interaksi Anak dan Orang Tua

    No full text
    Penelitian ini bertujuan menguji tingkat efektivitas pelatihan screen time terhadap interaksi orang tua dan anak usia 0-5 tahun. Metode penelitian yang digunakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain penelitian one group before-after. Pelatihan screen time diberikan kepada orang tua anak sebanyak enam sesi dengan durasi 60 menit pada setiap pertemuan. Pengukuran tingkat interaksi anak dan orang tua menggunakan kuesioner yang diberikan sebanyak dua kali kepada orang tua sebelum dan sesudah diadakan pelatihan. Teknik validitas instrumen pada penelitian ini menggunakan validitas isi, sedangkan reliabilitas pada instrumen ini menggunakan Alpha Cronbach (α=0,842). Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini anak usia 0-5 tahun beserta orang tuanya (N=21) yang bertempat tinggal di Kampung Suronalan RW 08 Pajang, Laweyan, Surakarta. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji sample paired t-test dan uji N Gain untuk mengetahui adanya pengaruh dan tingkat efektivitas pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan screen time kurang efektif untuk meningkatkan interaksi anak dan orang tua. Hal ini disebabkan oleh kondisi pandemi sehingga sebagian besar pelaksanaan pelatihan secara online dan kondisi orang tua. Kedua faktor tersebut mempengaruhi tingkat pemahaman dan konsistensi orang tua dalam melaksanakan materi yang telah diperoleh dari program pelatihan screen time terhadap pengasuhan anak setiap hari

    HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DENGAN KESIAPAN SEKOLAH ANAK USIA 5-6 TAHUN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dengan kesiapan sekolah anak usia 5-6 tahun. Desain penelitian ini adalah Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Sampel penelitian sejumlah 100 anak usia 5-6 tahun di TK segugus 5 Kenangan, Banaran, Boyolali yaitu TK Aisyiyah 1 Boyolali, TK Aisyiyah 5 Boyolali, TK Aisyiyah 6 Boyolali, TK Almabrur Boyolali, TK Muslimat NU 1 Boyolali dan TK Kemala Bhayangkari 62. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pertama, nilai koefisien korelasi sebesar 0,591 dan menunjukkan hubungan positif yang artinya apabila kesiapan sekolah semakin baik, maka, regulasi diri anak usai 5-6 tahun semakin baik pula. Kedua, uji hipotesis menunjukkan angka 0,000<0,05 maka H0 ditolak. Hal ini membuktikan bahwa kesiapan sekolah dengan regulasi diri anak usia 5-6 tahun. Regulasi diri berhubungan dengan kesiapan sekolah karena regulasi diri merupakan salah satu bekal anak untuk bisa beradaptasi dengan lingkannya sehingga mendukung kesiapan sekolah anak. Hal tersebut penting karena anak yang telah memiliki kesiapan untuk sekolah akan memperoleh keuntungan dan kemajuan dalam perkembangan selanjutnya. Selain itu, regulasi diri anak-anak prasekolah, termasuk kepatuhan dan kontrol diri mereka, dapat memengaruhi keberhasilan siswa seperti yang diharapkan, anak-anak untuk mengikuti peraturan kelas dan arahan guru, berbagi mainan, dan menunggu giliran mereka.

    HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DALAM MENDUKUNG KEGIATAN BELAJAR DENGAN PERKEMBANGAN MORAL ANAK

    Get PDF
    Peran orangtua sangat penting dalam kehidupan dan perkembangan anak. Orangtua memiliki peran seperti memberian pendidikan moral, memberikan fasilitas dalam proses pembelajaran, membantu anak dalam proses pembelajaran di rumah dan lain-lain.  Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai hubungan peran orangtua dalam mendukung kegiatan belajar di rumah dengan perkembangan moral anak. Adapun yang diamati meliputi peran orangtua, perkembangan moral anak, dan nilai hubungan peran orangtua dalam mendukung pembelajaran terhadap perkembangan moral anak. Bedasarkan data  badan pusat statistik di Jombang jumlah populasi anak usia dini pada tahun 2020 sebesar 35.638 orang. Maka penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 100 orangtua,  sampel merupakan orangtua yang mempunyai  anak  berusia 5-6 tahun dan merupakan warga Jombang.  Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil kurang lebih  5 anak pada setiap kecamatan di Jombang. Penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik. Proses pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji validitas tiap instrumen menggunakan SPSS 25.  Pada uji validitas  rhitung > r-tabel maka variabel dapat dikatakan valid. Setelah data dinyatakan valid dan reliabel, selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan uji regresi limier sederhana dengan tingkat kepercayaan 95% (α<0,05). Dari hasil penelitian ini hubungan peran orangtua dalam mendukung kegiatan belajar di rumah dengan perkembangan moral anak usia 5-6 tahun di Jombang memiliki hubungan sebesar 22,4%.

    METODE PEMBELAJARAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS PADA ANAK USIA DINI

    Get PDF
    Metode pembelajaran merupakan suatu cara yang digunakan dalam menyampaikan materi untuk mencapai tujuan. Anak usia dini memiliki perbedaan penerimaan dengan orang dewasa ketika mempelajari bahasa, tak terkecuali dengan bahasa Inggris. Perlu adanya penggunaan berbagai metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan sehingga anak termotivasi untuk mengikuti proses kegiatan belajar mengajar. Tujuan penelitian ini untuk mendapat gambaran mengenai penerapan metode pembelajaran bahasa Inggris yang digunakan di taman kanak-kanak di gugus III Kecamatan Ploso Jombang. Pendekatan pada penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah seluruh guru taman kanak-kanak yang melaksanakan pembelajaran bahasa Inggris dalam kegiatan belajar mengajar dengan jumlah 8 guru. Sumber data dari penelitian ini adalah guru dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif menurut Cresswell berupa data mentah, menyusun dan mempersiapkan data, membaca seluruh data, memberi kode pada semua data untuk melakukan analisis lebih detail, menyajikan deskripsi dan tema dalam bentuk narasi, saling menghubungkan tema/deskripsi, dan mengintepretasi atau memaknai tema/deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran bahasa Inggris yang digunakan guru yaitu metode bernyanyi (62%), metode meniru/drilling (25%), dan metode permainan (13%). Dari ketiga metode yang digunakan perkembangan kosakata bahasa Inggris anak masih belum sesuai dengan capaian yang diinginkan.

    Profil Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun

    Get PDF
    ABSTRAK Perkembangan motorik kasar pada anak TK perlu mendapat perhatian lebih oleh guru dan orang tua agar anak dapat menjalankan tugas perkembangan dengan baik, karena perkembangan motorik kasar pada anak usia dini sangat berguna untuk kehidupan anak dimasa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Sampel penelitian sejumlah 123 anak usia 5-6 tahun di TK Gugus Dahlia di Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen. Validitas instrumen menggunakan validitas isi. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner untuk mengetahui kemampuan motorik kasar. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif yaitu data yang terkumpul akan disajikan berupa persentase. Hasil analisis data menunjukkan kemampuan motorik kasar anak di TK Gugus Dahlia di Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen memiliki hasil yang cukup baik. Terdapat 1 anak (0,81 %) dari 123 anak yang memiliki tingkat pencapaian perkembangan mulai berkembang, 26 anak (21,14 %) berkembang sesuai harapan, dan 96 anak (78,05 %) berkembang sangat baik. Data tersebut membuktikan bahwa profil kemampuan motorik kasar anak bervariatif atau berbeda-beda. Anak-anak memiliki capaian indikator yang berbeda dari kedelapan indikator yang telah disajikan yaitu melewati papan titian, menirukan gerakan pesawat terbang, melompat dengan kedua kaki secara bersama, melompat dengan salah satu kaki, berlari secara zig-zag, berlari mengikuti garis lurus, meloncat sesuai dengan gambar pijakan, dan memindahkan bola dari bagian kanan tubuh ke bagian kiri tubuh dengan duduk yang ditunjukkan melalui data kuesioner dengan pedoman rubrik penilaian yang dibuat

    Pengaruh Tingkat Pendidikan Orang Tua terhadap Pola Asuh Anak

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap pola asuh anak. Penelitian ini menggunakan metode survei ex post facto. Populasi penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak usia 5-11 tahun di Dawung Kulon, Serengan, Serengan, Surakarta. Sampel yang dipilih adalah 125 orang tua. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportional random sampling. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu angket,observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas instrumen menggunakan teknik analisis corrected item-total correlation. Analisis data untuk menguji hipotesis menggunakan analisis statistik regresi linear berganda melalui pengujian parsial (uji t) dan pengujian koefisien determinan (r square) dengan taraf signifikansi sebesar 0,05 menggunakan bantuan SPSS 16 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan dari tingkat pendidikan orang tua terhadap pola asuh anak, ditunjukkan dari hasil uji t hitung sebesar 2,328 dengan signifikansi 0,000. Hal ini dapat dijelaskan bahwa setiap peningkatan nilai tingkat pendidikan orang tua akan meningkatkan nilai pola asuh, sehingga dapat digunakan untuk menjelaskan bahwa tingkat pendidikan orang tua merupakan salah satu faktor munculnya pola asuh anak. Kata Kunci : Tingkat Pendidikan, Orang Tua, Pola Asuh, Anak        ABSTRACT This study aims to determine and prove the effect of the level of education of parents on parenting styles. An ex post facto survey method was used in this study. The population of this research were parents who have children aged 5-11 years in Dawung Kulon, Serengan, Surakarta. One hundred and twenty-five parents was selected as the sample. Proportional random sampling was performed. The data collection techniques used were questionnaires, observation, interviews, and documentation. The validity of the instrument used the corrected item-total correlation analysis technique. Data analysis to test the hypothesis used statistical analysis of multiple linear regression through partial testing (t test) and testing of the determinant coefficient (r square) with a significance level of 0.05 using the help of SPSS 16 for windows. The result showed that there was a significant positive effect of the level of parental education on parenting, as indicated by the t-test result of 2.328 with a significance of 0.000. This result can explain that each increase in the value of the level of parental education will increase the value of parenting, so that it can be used to explain that the level of education of parents is one of the factors in the emergence of child parenting. Keywords: Level of Education, Parents, Parenting Styles, Childre

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara melalui media pembelajaran audio visual pada anak usia dini. Penelitian dilaksanakan di TK YPAB Permata Hati Surakarta pada tahun ajaran 2019/2020 dengan subjek penelitian adalah anak usia 5–6 tahun (kelompok B). Jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model spiral yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, refleksi. Teknik pengumpulan data kuantitatif menggunakan observasi, sedangkan data kualitatif menggunakan wawancara dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis menggunakan analisis komparatif untuk data kuantitatif dan analisis interaktif untuk data kualitatif. Hasil penelitian secara klasikal: terdapat peningkatan kemampuan berbicara anak usia dini yaitu terjadi peningkatan persentase ketuntasan pada pratindakan sebesar 26,66%, siklus I sebesar 53,33%, dan siklus II sebesar 80%. Kesimpulan: penerapaan media pembelajaran audio visual meningkatkan kemampuan berbicara pada anak usia 5-6 tahun. Kata Kunci: kemampuan berbicara, media pembelajaran audio visual

    263

    full texts

    282

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kumara Cendekia: Jurnal Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇