Kumara Cendekia: Jurnal Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
    282 research outputs found

    PROFIL KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN ANAK USIA 4-5 TAHUN (PENELITIAN SURVEI DI TK GUGUS DAHLIA WONOSARI, KLATEN)

    No full text
    Abstrak Kemampuan mengenal konsep bilangan merupakan kemampuan anak memahami mengenai berapa banyak suatu benda dan berkaitan erat dengan jumlah dan penghitungan. Mengenal konsep bilangan sangat penting untuk dikembangkan, karena bilangan merupakan hal yang sering dijumpai dalam kehidupan anak dan merupakan landasan untuk menguasai konsep-konsep matematika pada jenjang pendidikan selanjutnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mengenal konsep bilangan anak usia 4-5 tahun di TK Gugus Dahlia Kecamatan Wonosari Klaten. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2020-Januari 2021. Sampel pada penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun di TK Gugus Dahlia Kecamatan Wonosari Klaten yang berjumlah 92 anak. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dengan bantuan google form.Hasil survei dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan mengenal konsep konsep bilangan anak di TK Gugus Dahlia memiliki kemampuan yang beragam yakni terdapat anak pada kategori MB (mulai berkembang), kategori BSH (berkembang sesuai harapan) dan kategori BSB (berkembang sangat baik). Anak yang termasuk pada kategori BSH berarti indikator kemampuan mengenal konsep bilangan pada kebanyakan anak sudah tercapai.Kata kunci : profil, konsep bilangan, anak usia diniAbstract The number concept abilities is a childs ability to understand how much an object is and is closely related to number and counting. Knowing the concept of numbers is very important to develop, because numbers are things that are often encountered in childrens lives and are the basis for mastering mathematical concepts at the next level of education. The research aims to determine the concept of number abilities for children aged 4-5 years in Dahlia Cluster, Wonosari Klaten. This research is a type of quantitative research using a survey method. This research was conducted in August 2020-January 2021. The sample of this research is children aged 4-5 years in Dahlia Cluster, Wonosari Klaten, amounting to 92 children. Data collection techniques in this research using a questionnaire with the help of google form.The results of the survey in this study indicate that the ability to recognie the concept of numbers in the Dahlia Kindergarten has various abilities, namely that there are children in the category of starting to develop, developing according to expectation, and developing very well. Children who are included in developing according to expectation category means that the indicator of the ability to recognize the concept of numbers in most children has been achieved.Keywords : number concepts, early childhood, children aged 4-5 years

    PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PONDOK PESANTREN

    Get PDF
    Disiplin merupakan salah satu nilai karakter yang perlu ditanamkan pada anak sejak dini. Keluarga berperan penting dalam membentuk karakter anak namun problematika orang tua yang sibuk bekerja mengakibatkan pembinaan anak di lingkungan keluarga kurang optimal. Faktor kesibukan tersebut tidak menjadikan orang tua lepas tangan, berbagai upaya di tempuh salah satunya dengan menyeleksi lingkungan pendidikan yang terbaik. Pondok pesantren menawarkan tempat penanaman disiplin dengan mengaplikasikan nilai agama sehingga dewasa ini orang tua tertarik mendaftarkan anaknya ke pondok pesantren. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan strategi penanaman karakter disiplin dan dampaknya pada kedisiplinan anak usia 5-6 tahun di Pondok Tahfidh Putri Anak-anak Yanaabii’ul Qur’an Kudus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah santri putri anak-anak rentang usia 5-6 tahun yang berjumlah 26 anak. Teknik pengambilan subjek penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji validitas data yang digunakan yaitu triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif meliputi kondensasi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi PTPA Yanaabii’ul Qur’an menanamkan karakter santrinya dengan disiplin terhadap waktu, disiplin menegakkan aturan, dan disiplin ketika bersikap. Penanaman tersebut berdampak pada munculnya karakter kedisiplinan anak usia 5-6 tahun yaitu sikap santri yang tepat waktu, dapat memperkirakan waktu untuk menyelesaikan sesuatu, menggunakan benda sesuai fungsinya, mengambil dan mengembalikan benda pada tempatnya, menaati aturan yang telah disepakati, sabar dan tertib menunggu giliran, serta memiliki kepekaan jika tidak disiplin

    IMPLEMENTASI PERANCANGAN PEMBELAJARAN ANTI NARKOBA ANAK USIA DINI PADA GURU TAMAN KANAK-KANAK

    Get PDF
    Penggunaan narkoba di Indonesia sudah masuk taraf yang tinggi. Pencegahan penggunaan narkoba perlu dilaksanakan sejak dini yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut perlu untuk membuat perencanaan pembelajaran anti narkoba pada anak usia dini sebagai langkah pencegahan. Materi pembelajaran anti narkoba pada anak usia dini adalah (1) pola hidup sehat, (2) menghargai diri sendiri dan orang lain sebagai bentuk sikap spiritualitas, (3) karakter jujur dan asertif yang merupakan bagian dari sikap kepribadian anak usia dini yang perlu dikembangkan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pre eksperimental, dengan membandingkan nilai pre test dan post test pada peserta pelatihan yang berjumlah 30 guru TK di Kabupaten Lumajang. Instrumen yang digunakan adalah alat ukur untuk mengetahui pemahaman konsep pendidikan anti narkoba pada anak usia dini dengan mengacu pada BNN (Badan Narkotika Nasional) dan NIDA (National Institute on Drug Abuse. Analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif yaitu membandingkan nilai rata-rata pre test dan post test. Hasil yang diperoleh dari penelitian pre eksperimental ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru dalam memahami dan merancang pembelajaran anti narkoba anak usia dini. Rata-rata nilai pre test sebesar 50 dan nilai rata-rata post test sebesar 85. Dengan hasil penelitian ini, diharapkan pelatihan perancangan pembelajaran anti narkoba pada anak usia dini untuk guru lebih banyak dilakukan

    BLENDED LEARNING PADA ANAK USIA 4–6 TAHUN DI TK MTA JUMAPOLO 01

    Get PDF
    Lembaga PAUD sebagai pelaksana proses pembelajaran berperan penting dalam pelaksanaan pembelajaran di rumah selama pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pengelolaan blended learning selama masa pandemi Covid-19 di TK MTA Jumapolo 01 sebagai layanan pendidikan di masa tanggap darurat Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini berupa informan, tempat dan peristiwa, serta arsip atau dokumen. Subjek penelitian adalah guru, kepala sekolah dan peserta didik. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi partisipasi pasif dan dokumentasi. Validitas data menggunakan perpanjangan penelitian, triangulasi teknik dan sumber serta member check dengan analisis data menggunakan analisis Miles Huberman 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan blended learning pada anak usia 4-6 tahun selama pandemi Covid-19 di TK MTA Jumapolo 01 dilakukan dengan jenis enriched virtual model. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar blended learning dilaksanakan dengan beberapa pengelolaan pembelajaran yang meliputi perencanaan pembelajaran yaitu dengan penentuan kurikulum, perumusan silabus, pembuatan RPP, perumusan tujuan dan materi pembelajaran, penentuan metode, dan perencanaan teknik evaluasi. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan kegiatan secara daring dan tatap muka dengan langkah kegiatan yang dilakukan yaitu pembukaan, inti, dan penutup. Evaluasi pembelajaran dilaksanakan dengan perencanaan evaluasi, pelaksanaan evaluasi, pengolahan hasil evaluasi, dan pemanfaatan evaluasi

    ANALISIS KEBUTUHAN BAHAN AJAR MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI JENJANG SARJANA PROGRAM STUDI PGPAUD

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis substansi bahan ajar yang dibutuhkan mahasiswa di pada Mata Kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi di Program Sarjana Program Studi PGPAUD. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang berpedoman pada Four-D Model (Thiagarajan, dkk 1974:5) yang mencakup proses define. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 2 di Program Studi PGPAUD FKIP UNS tahun akademik 2020/2021. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, mahasiswa dapat dengan mudah menemukan bahan ajar berupa buku maupun media elektronik terkait topik perkuliahan, namun tidak semua mampu menjawab permasalahan yang ditemui mahasiswa. Sumber belajar yang dicari oleh mahasiswa secara langsung menunjukkan langkah-langkah pengoperasian/ pemakaian aplikasi-aplikasi tertentu, tanpa memberikan pemahaman sehingga ketika mahasiswa mengalami kesulitan dalam mempraktekkannya, mahasiswa tidak mengetahui pada apa, mengapa dan bagaimana terjadi dan dimana letak kesalahannya. Hal ini diperburuk dengan kondisi mahasiswa yang mengalami masa transisi kurikulum pada jenjang dasar/ menengah, sehingga tidak memperoleh mata pelajaran TIK dan belajar secara otodidak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) mata kuliah TIK di Program Studi PGPAUD belum memiliki bahan ajar utama dalam perkuliahan (2) secara mandiri, mahasiswa belum menemukan bahan ajar yang mempu memberikan pemahaman mendalam terkait penguasaan keterampilan TIK dasar tingkat lanjut (3) penggunaan model pembelajaran berbasis proyek dapat menjadi alternatif strategi dalam pembelajaran (4) Mahasiswa membutuhkan bahan ajar yang mampu memberikan contoh praktis penyelesaian masalah terkait TIK (5) Subtopik pembuatan table of content dapat menjadi studi kasus penelitian dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu

    STRATEGI PEMBELAJARAN DARING DAN LURING DI TAMAN KANAK-KANAK PADA MASA PANDEMI COVID-19

    Get PDF
    Situasi pandemi Covid-19 berdampak pada perubahan praktik pembelajaran di Taman Kanak-kanak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi pelaksanaan pembelajaran daring dan luring pada masa pandemi Covid-19 dan peran keterlibatan orang tua di TK Kanisius Karangbangun pada tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia dini berusia 5-6 tahun. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, guru, dan orang tua. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi dengan sumber. Teknik analisis data menggunakan analisis model interaktif Miles dan Huberman berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian melalui penerapan strategi pembelajaran daring dan luring dalam pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 dengan komponen-komponen strategi yang berupa tujuan, metode, materi, media, dan evaluasi pembelajaran menunjukkan bahwa anak dan orang tua belum sepenuhnya siap untuk menghadapi perubahan dalam kegiatan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran daring melalui panggilan video WhatsApp dan pemberian lembar kegiatan dan tugas anak, maupun pembelajaran luring dengan bentuk pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah tidak terlepas dari kendala dan tantangan. Untuk menemukan solusi atas permasalahan dalam pendidikan anak diperlukan komunikasi dan kerjasama yang baik antara guru dengan orang tua. Berdasarkan pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi-strategi guru dan peran keterlibatan orang tua sangat penting bagi keberlangsungan dan keberhasilan pembelajaran anak usia dini pada masa pandemi Covid-19 ini

    PERAN POLA ASUH NENEK TERHADAP KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK AISYIYAH KARANGASEM

    Get PDF
    Pola asuh merupakan cara yang digunakan oleh seorang pengasuh untuk menjaga dan merawat anak agar dapat terbentuk karakternya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran pola asuh yang digunakan nenek terhadap kecerdasan interpersonal anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Karangasem. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif naratif. Data dalam penelitian ini terbagi menjadi 2, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dengan nenek, hasil wawancara dengan anak, video dan foto wawancara serta kegiatan anak. Sedangkan data sekunder berupa arsip-arsip kecerdasan interpersonal anak usia 5-6 tahun dari guru dan penjelasan tembahan dari guru mengenai kecerdasan interpersonal anak serta keadaan keluarga anak. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan yang terdiri atas nenek KN, nenek KR, anak KN, anak KR, serta guru kelas B. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah ketekunan pengamatan dan triangulasi sumber. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis menurut Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian: Dikarenakan orang tua yang meninggal dunia dan sibuk bekerja, maka peran pengasuhan harus berpindah ke tangan nenek. Nenek menggunakan pola asuh otoritatif yaitu dengan mengajak anak untuk membuat peraturan bersama. Keterlibatan anak dalam pembuatan dan pelaksanaan peraturan mampu melatih kesadaran sosial, keterampilan sosial, dan komunikasi sosial anak. Meskipun hukuman tidak pernah diberikan, namun peneliti menyarankan agar nenek menjelaskan kesalahan anak dan memberikan contoh yang tepat

    IMPLEMENTASI MAJEJAITAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PRATAMA WIDYA PASRAMAN GURUKULA BANGLI

    No full text
    Majejaitan merupakan kegiatan merangkai potongan dedaunan atau janur dengan menggunakan alat yang disebut dengan semat yang nantinya akan menciptakan sebuah hasil karya yang disebut dengan jejaitan, dimana jejaitan ini merupakan sarana pelengkap upacara keagamaan agama Hindu di Bali. Kegiatan majejaitan ini melibatkan keterampilan jari-jari tangan sehingga hal tersebut berkaitan dengan kemampuan motorik halus seseorang. Penerapan kegiatan majejaitan untuk anak usia dini merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak dan sebagai sarana untuk memperkenalkan kegiatan yang memiliki nilai kebudayaan masyarakat Hindu di Bali. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, dan Guru-guru Pratama Widya Pasraman Gurukula Bangli.Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles & Huberman yang terdiri dari tiga alur diantaranya, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini memperlihatkan adanya peningkatan atas kemampuan motorik halus anak melalui implementasi majejaitan, terlihat anak dapat membuat jejaitan yang telah didemonstrasikan oleh gurunya, selain itu melalui implementasi majejaitan ini anak akan belajar untuk berpikir secara logis tentang benda-benda yang ada di lingkungan mereka, anak akan belajar tentang klasifikasi mulai dari bentuk, warna dan tekstur, serta melalui kegiatan ini guru dapat memperkenalkan budaya lokal masyarakat Hindu sejak dini kepada anak melalui cara membuat jejaitan, dan fungsi dari jejaitan tersebut

    PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK DI MASA PANDEMI PADA PAUD ISLAM ALIF

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai peran orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar anak di masa pandemi pada PAUD Islam Alif Kelurahan Way Mengaku Lampung Barat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dari penelitian ini dilakukan melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun informan kunci nya  adalah tiga orang tua peserta didik. Analisa data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Hubberman yang meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan proses penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua sangat penting dalam meningkatkan motivasi belajar anak terutama di masa pandemi. Hal ini terbukti dari hasil wawancara dengan para orang tua dan keluarga nya. Orang tua menjelaskan bahwa pelaksanaan peran orang tua sebagai pembimbing, motivator serta fasilitator harus dijalankan semaksimal mungkin untuk mendukung motivasi belajar anak terutama di masa pandemi. Sedangkan hasil wawancara mengenai cara meningkatkan motivasi anak di masa pandemi terdapat beberapa cara yang sering diterapkan dalam proses belajar di rumah seperti memberikan pujian, memberikan hadiah, mengajak anak mengeksplorasi lingkungan sekitar dan memberikan hukuman yang sederhana apabila sangat diperlukan.

    STUDI PELAKSANAAN METODE BERCERITA PADA ANAK KELOMPOK A TK

    Get PDF
    Proses pelaksanaan pembelajaran di TK perlu adanya rancangan yang baik agar apa yang disampaikan kepada anak dapat terserap dan mudah untuk dipahami dan mendapatkan hasil yang maksimal. Strategi atau metode yang digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran di TK sangat diperlukan. Metode pembelajaran dalam kegiatan utama atau kegiatan inti dipilih berdasarkan kegiatan yang telah direncanakan oleh guru. Salah satu metode yang bisa dan biasa digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran di TK yaitu pada metode bercerita. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran dari adanya pelaksanaan metode bercerita yang telah dilakukan melalui evaluasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dalam mengembangkan kemampuan dasar pada anak sebagai hasil belajarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengambilan subjek penelitian menggunakan purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dari masing-masing TK berjumlah 5 dan  guru kelas kelompok A dari masing-masing TK satu Kecamatan Tirto dengan total semuanya berjumlah 5. Sumber data dari penelitian ini berasal dari kepala sekolah, guru kelas kelompok A, wawancara awal dan akhir yang kemudian disinkronkan dengan hasil dokumentasi berupa RPPH dan lembar penilaian anak, foto serta rekaman suara. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi. Teknik uji validitas data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah  teknik triangulasi yang digunakan untuk menguji keabsahan data. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data model interaktif Miles dan Huberman, dengan prosesnya yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan metode bercerita memberikan manfaat bagi anak kelompok A, terutama dalam aspek perkembangan bahasa, salah satunya yaitu pada kemampuan berbicara. Hal ini terbukti dengan dilaksanakannya metode bercerita secara rutin dalam satu minggunya, sehingga kemampuan berbicara pada anak semakin membaik. Adanya guru yang selalu melatih anak untuk aktif dalam proses bercerita dan membantu anak untuk bisa aktif ketika anak merasa malu. Dapat disimpulkan bahwa melalui pelaksanaan metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada anak, sehingga dapat merangsang anak untuk akftif dalam pengucapan atau artikulasi, struktur kalimat dan aspek penguasaan kosa kata

    263

    full texts

    282

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kumara Cendekia: Jurnal Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇