128 research outputs found

    Pendampingan Psikologis terhadap Anak Korban Human Trafficking

    Full text link
    The sophisticated slavery or human trafficking is one of the trans-national crimes that is difficult to eradicate. This crime related to an exploitation of human, physically and psychologically, which is done by perpetrators without looking at the impact in the future. Furthermore, the psychology, social, and health problems, as well the damage of humanity values become the phenomenon which are triggered by human trafficking. For instance, the children trafficking cases, those problems rise and cause the trauma that is patched on their life. Besides, at the very young ages, they experience such horrible problems related to trafficking. Thus, the psychological guidance and counseling for children as victims of trafficking is really necessary. This action could be done in continuity and well-planned manner, that it could be restore their confidence after being the victims. Moreover, this companion program is performed in order to heal the trauma. Therefore, it could be a motivation for the victims to live their better life in the future

    Pekerja Anak

    Full text link
    Every born child should have adequate nurture and care in terms of security, safety, wealth, and education. The parents’ responsibilities, even, are not only feeding meals, giving the security, giving the happiness, and so on, but also more than those things. Furthermore, the responsibility of caring the children relates to presenting them spiritual and religious values in life. That is the reason, moreover, why children are the gifts of God and very precious, even their values could not be retrieved by money, power, or magnificent palaces. The children’s existence for parents is somehow could not be resisted; they are gifts, generations, and investments for parents. Thus, one of the marriage goals is to gain incredible children; that children are being exploited to be workers saddens every parent in the world, in fact

    SEJARAH PERKEMBANGAN POLITIK PEREMPUAN DI INDONESIA (Analisis Masa Orde Lama-Reformasi dan Perspektif Al-Qur`an)

    Full text link
    This study aims to explain the political position of women in the era of globalization which provides an opportunity to participate in the government institutions. The problem identified in this study is the history of the development of women's organizations in Indonesia during the pre-independence period, post-independence, the Old Orde and the New Orde and during the Reformation Era. This study uses a qualitative method with a descriptive approach derived from the literature review. Based on the sources which are obtained from several references show that the role of women in the development countries and the developing countries are certainly determines. [Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan posisi politik perempuan di era globalisasi yang memberikan kesempatan untuk ikut serta dalam lembaga-lembaga pemerintahan. Masalah yang diidentifikasi dalam penelitian ini adalah sejarah perkembangan organisasi perempuan di Indonesia pada masa pra kemerdekaan, pasca kemerdekaan, pada masa orde lama dan orde baru serta pada masa reformasi. Penelitian ini menggunakan Metode kualitatif dengan pendekatan deskripstif yang bersumber pada kajian pustaka. Berdasarkan sumber yang diperoleh dari beberapa referensi menunjukkan peran perempuan dalam negara maju dan berkembang menjadi bagian yang tidak terpisahkan, meskipun perempuan memiliki potensi yang berbeda dengan kaum laki-kali]

    Analisis Pembiayaan Murabahah (Peran Perempuan Selaku Pengambil Kebijakan Pembiayaan dan Nasabah pada PT. Bank Muamalat Indonesia, TBK Cabang Pontianak)

    Full text link
    Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh ketidaksetaraan gender di Indonesia masih terlihat di berbagai bidang. Masih sedikitnya perempuan yang menduduki posisi-posisi penting di lembaga bisnis hingga politik. Di beberapa wilayah di Indonesia, perempuan yang memilih untuk mengasuh anaknya lebih dihargai daripada mereka yang memiliki karier yang sukses di luar rumah. Penelitian ini mencoba menggambarkan salah satu peran perempuan baik selaku pengambil kebijakan pembiayaan murabahah maupun selaku nasabah. Dimana fenomena lain yang terjadi adalah mendominasi dan meningkatnya pembiayaan bermasalah pada bank syariah, karena semakin beragamnya produk dan jumlah dana pembiayaan yang disalurkan semakin besar resiko pembiayaan bermasalah yang akan dihadapi bank, hal serupa juga terjadi pada PT. Bank Muamalat Indonesia (BMI), Tbk Cabang Pontianak. Untuk mengidentifikasi pembiayaan bermasalah tersebut perlu memperhatikan prosedur pemberian pembiayaan dan selektif dalam menganalisis pembiayaan salah satunya menggunakan prinsip pembiayaan 5C yaitu Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition Of economy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap: 1) Prosedur pemberian pembiayaan murabahah pada calon nasabah PT. BMI, Tbk cabang Pontianak, yang dilakukan oleh pejabat perempuan dan nasabah perempuan selaku informan; 2) Analisis pembiayaan murabahah pada calon nasabah PT. BMI, Tbk cabang Pontianak; 3) kendala dalam memberikan pembiayaan murabahah pada calon nasabah PT. BMI, Tbk Cabang Pontianak, yang dilakukan oleh pejabat perempuan dan nasabah perempuan selaku informan Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis datanya yaitu pengumpulan data, data condensation, data display, Conclusing Drawing. Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini terdiri dari triangulasi dan member check. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1) Prosedur pemberian pembiayaan murabahah pada calon nasabah PT. BMI, Tbk Cabang Pontianak diantaranya: permohonan nasabah, verifikasi data nasabah, analisis pembiayaan, pengajuan kekomite, persetujuan, akad dan pengikatan jaminan; pencairan, dan monitoring. Prosedur pembiayaan murabahah yang dilakukan secara umum belum sepenuhnya dijalankan yakni pada tahap akad dan monitoring; 2) Dalam menganalisis pembiayaan murabahah pada calon nasabah PT. BMI, Tbk Cabang Pontianak menggunakan prinsip 5C yaitu Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition Of economy, ke 5C tersebut telah digunakan namun yang lebih diperhatikan ialah Character dan Capacity; 3) Kendala dalam memberikan pembiayaan murabahah pada calon nasabah PT. BMI, Tbk Cabang Pontianak diantaranya: masalah waktu, keabsahan data, nasabah kurang kooperatif, jaminan kurang marketable, usaha belum berjalan lama, dan calon nasabah belum pernah melakukan pembiayaan

    Utin Cendramidi dalam Pendirian Kerajaan Pontianak Melalui Politik Keluarga

    Full text link
    Utin Cendramidi adalah anak Opu Daeng Manambung raja Mempawah yang menikah dengan Syarif Abdurrahman al-Qadri anak Habib Husein al-Qadri mufti kerajaan Mempawah. Perkawinan Utin Cendramidi dengan Syarif Abdurrahman al-Qadri mempertemukan dua kekuatan yakni politik dan agama. Tulisan ini bersifat kajian tokoh sehingga dalam pembahasannya mengandalkan referensi yang membahas kerajaan Mempawah, Pontianak dan Kerajaan Matan Tanjungpura. Hasil kajian memperlihatkan bahwa politik keluarga sangat berperan dalam pendirian kerajaan Pontianak, karena pertama, Panembahan Adi Jaya penguasa Mempawah yang menyarankan iparnya Syarif Abdurrahman al-Qadri mencari pemukiman baru disertai anggota rombongan dari kalangan Bugis. Kedua, sewaktu Pontianak akan mendapatkan serangan dari raja-raja hulu maka Panembahan Adi Jaya yang menyatakan keberatan terhadap keinginan mereka sehingga Pontianak tetap aman. Ketiga, Raja Haji cucu Opu Daeng Parani yang melantik Syarif Abdurrahman al-Qadri sebagai Sultan penguasa Pontianak

    Bertani Padi dan Etos Kerja Petani Perempuan dari Suku Melayu Sambas

    Full text link
    Petani perempuan dari suku Melayu Sambas mempunyai etos kerja tinggi. Di antaranya, bisa dilihat dari etos kerja mereka saat bertani padi. Secara ekonomis, etos mereka yang tinggi berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Terbukti, Kabupaten Sambas menjadi lumbung padi Kalimantan Barat pada saat ini. Peran petani perempuan Melayu Sambas ini tidak terbantahkan ikut andil dalam menjadikan Sambas sebagai lumbung padi di Kalimantan Barat. Fokus tulisan ini adalah tentang bertani padi dan etos kerja petani perempuan Melayu Sambas. Tulisan ini bersumber dari sebuah penelitian kualitatif, dengan pendekatan sosiologis yang data-datanya diperoleh dari pengamatan dan wawancara mendalam di lokasi penelitian

    Analisis Kejadian Pernikahan Dini di Desa Kawat Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau Propinsi Kalimamtan Barat

    Full text link
    Early marriage is a marriage that has happened to a person with the status of women under 20 years of age. Figures early marriage almost found throughout the Province of Indonesia, approximately 10% of young women had their first child at the age of 15-19 years. The research aims to understand and explain the factors related to Genesis Early Marriage In the Kawat village of Tayan Hilir Sub district Sanggau Regency West Kalimanan Province in 2016.Research design used in this study was cross sectional. With a sample of 268 respondents, the sampling technique is done probolity sampling, is simple random sampling.Variables that relate segnifikan namely education level, economic status, pregnancy unwed of marriage, pornography exposure, traditions, knowledge about reproductive health, exposure to information about the risks of early marriage and promiscuity. While most dominant variable is pregnant unwed of marriage. To overcome these local governments to cooperate with BKKBN to more aggressively implement programs to youth genre through training programs in order to get married at an ideal age. To realize these efforts, there must be cooperation of the parents because of the involvement of parents is the most important

    Kiprah Guru Ngaji Perempuan Kampung pada Orang Melayu di Pulau Borneo

    Full text link
    Guru ngaji perempuan kampung bermakna guru yang mengajarkan membaca Al-Qur’an dikampung. Sosk dan kiprah guru ngaji perempuan kampung sangat minim dikaji oleh para peneliti, apalagi pada orang Melayu yang berada dipedalaman, pesisir dan bahkan diperbatasan Pulau Borneo. Namun eksistensi mereka yang sudah puluhan tahun terlihat dan terasa manfaatnya hingga kini, tidak boleh dipandang sebelah mata. Pada orang Melayu, guru ngaji perempuanlah peletak dasar karakter keagamaan dimasayarakat. Kiprah mereka sangat luar biasa, ditengah kesibukan sebagai ibu rumah tangga, setiap petang setelah sholat Maghrib mereka masih sempat meluangkan waktunya untuk mendidik anak-anak dan masyarakat membaca Al-Quran. Apalagi para guru ngaji perempuan tersebut berada nun jauh di pedalaman, pesisir, dan bahkan berada di perbatasan. Sebagian dari mereka mengajar tanpa bayaran, keikhlasan yang menjadikan para guru ngaji perempuan tidak tergerus dalam keterbasan dukungan dari berbagai pihak. Padahal para guru ngaji itulah yang terus-menerus berikhtiar menanamkan karakter mulia kepada anak-anak dan para orang dewasa. Sesungguhnya guru ngaji perempuan kampung turut andil menyiapkan generasi emas milenial yang islami

    Sebab, Akibat dan Terapi Pelaku Homoseksual

    Full text link
    Homosexual is an attraction feeling, sexually, to people of one’s own sex. Based on the internal factor, homosexual people – from teenager age – basically have feelings and tendency only to men not women. Meanwhile, from the external aspect, homosexual is done because of friends, lifestyle, or environment. Furthermore, the internal aspect of homosexual is due to genetic factor. Children who were born with genetic and hormonal disorders would grow up based on their sexual deviance. Besides, the external aspect of homosexual comes from outside. In addition, the external factors could be begun from parental education, neighborhood, physic or psychological abuse, social-media effects, and friendships. As a result, the homosexual doer would have unnecessary future, morally or socially. Moreover, the psychological and religious approach would be needed. The therapy is demanded in order to restore the awareness of homosexual doers about their true identity as human

    Perdagangan Perempuan

    Full text link
    One of the moral decadencies within societies is woman trafficking. In the past Greek ancient, women were considered as low-rank and disgusting creatures. The conservative perspective had continued in the Europe for decades, that it was being reversed after renaissance in England and aufklarung in Germany. At that moment, women had similar position with men. Meanwhile, in the Arab world before Islam came, women had been acknowledged as poor and ashamed people that should work as men’s servant. Thus, before having converted to Islam, Umar bin Khattab had buried his own daughter alive. Furthermore, the similar facts occured in some countries included Indonesia. In Indonesia, especially, before being freed from the colonial, women had only works as servant, kitchen keeper, and could not study. Moreover, after colonialism, women have different destiny, they become more indepence and professional, even there is still an exploitation within women these days

    122

    full texts

    128

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Raheema
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇