Semantik
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
Pengembangan Jejaring Wirausaha dan Pembelajaran Eksploratif Sebagai Upaya Meningkatkan Kinerja Perekonomian Unit Usaha Kecil Menengah di Semarang
The research examines the effect  Network of Entrepreneurial which measured by  social  networking,  networking  support, networking among firms and Explorative Learning toward Performance Unit Small and Medium Enterprises in Semarang.This research use sample consisted of  100  Unit Small and Medium Enterprises   in Semarang.  The data  are taken from central statistical agency of Semarang.  Selection of samples by using purposive sampling.  The hypothesis testing model using Partial Least Square analysis (PLS.   The result of the research indicated, the  Network of Entrepreneurial  and Explorative Learning are factors that  affect positively on  Performance Unit Small and Medium Enterprises  .  The positive result in  Network of Entrepreneurial and Explorative Learning gives the impact for Unit Small and Medium Enterprises in Indonesia to more focus Network of  Entrepreneurial  Development Model.  These findings  contribute  that  entrepreneurial  networking  should  be astrategic  priority  for every company.  Linkages  with suppliers  to  increase the  resources  of the  market  development,  new technologies  and competitors  movement  and  access to  business  partners,  sources of  technical  assistance  from customer ideas. With the existence of  a positive  relationship  between  Entrepreneurial  Networking  and  Explorative  Learning  is a key factor  in developing  the dissemination of knowledge  and  learning  that  will  increase  competitive  advantage  and  improve  the performance of SMEs
Analisis Algoritma Decision Tree untuk Prediksi Mahasiswa Non Aktif
Presentasi mahasiswa yang lulus tepat waktu pada perguruan tinggi merupakan salah satu faktor penentu kualitas perguruan tinggi.  Data dari Pusat Statistik Pendidikan Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia menunjukkan bahwa presentasi kelulusan mahasiswa tepat waktu hanya mencapai 51,97% saja dan 48,03% tidak diketahui statusnya apakah menempuh studi tidak tepat waktu, memiliki status non aktif, atau drop out. Perguruan tinggi memiliki data akademik dan biodata mahasiswa sejak mereka mendaftar hingga lulus kuliah.  Algoritma  klasifikasi data mining  Decision Tree  dapat digunakan untuk melalukan prediksi  mahasiswa non aktif,  sehingga dapat memberikan warning bagi mahasiswa untuk lebih meningkatkan prestasi belajar dan mencegah kasus mahasiswa drop out
Visualisasi dan Rekonstruksi 3D Citra Medis: Review
Kajian ini bertujuan untuk memberikan literature review dalam visualisasi citra medis 3D  (tiga dimensi ruang)  dan teknik rekonstruksi citra. Masing-  masing teknik rekonstruksi dan penerapannya akan dipaparkan. Surface rendering dan volume rendering adalah teknik rekonstruksi  citra 3D  yang paling banyak digunakan. Algoritma marching cube  sebuah algoritma isosurfacing merekonstruksi model 3D dari kumpulan citra 2D  (dua dimensi ruang)  yang mempunyai singgungan. Marching Squares menghasilkan contour guna memilih thresholds dalam rekonstruksi 3D.  Pada bagian ahir, kajian ini juga akan memaparkan bahasan mengenai beberapa software aplikasi yang digunakan dalam pengolahan visualisasi citra medis seperti MIPAV, VTK, dan IDL
Strategi Solusi Mahasiswa Mangkir Dengan Pendekatan Root Couse Analysis
Penelitian ini membahas tentang permasalahan yang ingin dianalisis di Program Studi X mengenai permasalahan mahasiswa mangkir.  Informasi data mahasiswa mangkir  tersebut merupakan kejadian yang perlu adanya tindakan lebih lanjut untuk mendapatkan akar permasalahan dan solusinya, sehingga tidak mempengaruhi pencapaian mutu program studi dan mendukung pencapaian implementasi penjaminan mutu universitas. Berdasarkan latar belakang permasalahan yang menjadi maka tujuan penelitian ini adalah:  membantu memahami situasi sebenarnya akar permasalahan mahasiswa  mangkir  di Program Studi  X  untuk menentukan solusi dari akar permasalahan  (root couse analysis)  untuk  meminimalisasi terjadinya mahasiswa mangkir di  Program Studi  X.  Adapun dari hasil penelitian  penyebab terjadinya permasalahan mangkir adalah alasan bekerja 26,98%, motivasi 25,40%, ekonomi 22,22%, pindah 17,46%, regulasi 4,76%, lain-lain 3,18%. Dari hasil Root cause analysis sangat membantu dalam mengidentifkasi masalah-masalah yang timbul sehingga dapat menemukan solusi/strategi masalah mahasiswa mangkir yang terjadi dengan di imbangi tata kelola/manajemen yang terintegrasi
Menuju Indonesia TV Digital 2018: Bisnis vs Regulasi
Globalisasi dan kemajuan teknologi membawa pengaruh pada media penyiaran televisi yang sebelumnya analog menjadi digital. International Telecommunication Union (ITU) atau otoritas telekomunikasi internasional telah memberi batas akhir (deadline) kepada seluruh negara di dunia paling lambat  17 Juni 2015  supaya  seluruh lembaga penyiaran melakukan penyiaran dengan digital.  Namun,  penerapan televisi digital secara penuh dan keseluruhan akan diterapkan pada 2018.  Migrasi ini membawa pengaruh pada  penguasaan oleh satu kelompok bisnis tertentu.  Oleh karena itu, pemerintah mengeluarkan regulasi untuk menjamin diversity of ownership, diversity of content dan sistem stasiun jaringan (SSJ) supaya tidak menimbulkan kasus monopoli.  Momentum penyiaran digital dapat membuka peluang  bagi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan ekonominya. Peluang usaha di bidang rumah produksi, pembuatan aplikasi-aplikasi audio, video dan multimedia, industri senetron, film, hiburan, komedi dan sejenisnya menjadi potensi baru untuk bisnis dalam rangka menghidupkan ekonomi masyarakat
Pengaruh E-Comerce Dan Kepercayaan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Forum Jual Beli Kaskus Di Bandung
Perkembangan internet semakin melaju pesat, hal ini ditandai meningkatnya pengguna internet. Internet bukan hanya sekedar menciptakan kemampuan untuk mencari informasi, namun internet sekarang mampu mengubah batasan proses bisnis atau perilaku  bisnis. Perilaku pembelian secara online sangat berbeda dengan pembelian secara konvensional atau secara umum. Kaskus mempunyai wadah yang namanya forum jual beli. Wadah ini menampung penjual dan pembeli beriklan, berkomunikasi dan bertransaksi. Proses ini disebut dengan e-comerce, namun tidak hanya faktor e-comerce yang dapat membangun kpuasaan konsumen namun faktor kepercayaan juga ikut andil daalam membangun kepuasan konsumen dalam bertransaksi secara online pada forum jual beli di kaskus Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tanggapan pengguna tentang e-comerce pada forum jual beli di kaskus Bandung , bagaimana tanggapan tentang kepercayaan konsumen pada forum jual beli di kaskus Bandung, bagaimana tanggapan kepuasan konsumen pada forum jual beli di kaskus Bandung, serta seberapa besar dampak e-comerce dan kepercayaan terhadap kepuasan konsumen pada forum jual beli di kaskus Bandung.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan survey. Analisa data menggunakan regresi berganda (multiple regresion). Hasil penelitian menunjukkan e-comerce dan kepercayaan memberikan dampak yang positif dan significant terhadap kepuasan konsumen pada forum jual beli pada kaskus Bandung.  Untuk itu, penelitian ini menyarankan dalam rangka meningkatkan kepuasan konsumen pada forum jual beli pada kaskus Bandung, dengan meningkatkan pelayanan melalui peningkatan keamanan, peningkatan intensitas komunikasi/interaksi serta menggalang recommended seller, hal ini guna meningkatkan kepercayaan k onsumen, sehingga menumbuhkan kepuasan konsumen
Analisis Perilaku Penggunaan Sistem Informasi Menggunakan Model UTAUT
Pemanfaatan teknologi informasi  merupakan hal yang penting bagi organisasi, karena dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi kinerja organisasi. Namun penerapan teknologi informasi tidak selalu berhasil. Salah satu faktor penentu keberhasilan penerapan teknologi informasi adalah sikap  pengguna yang memanfaatkan teknologi tersebut.  UTAUT merupakan kombinasi delapan model user acceptance of technology yang telah dikembangkan sebelumnya. Studi empiris yang mengadopsi model UTAUT telah banyak dilakukan. UTAUT juga digunakan oleh beberapa peneliti untuk melihat niat dan perilaku pengguna teknologi informasi di bidang pendidikan. Karena itu penelitian ini juga dikembangkan dengan mengadopsi model UTAUT untuk melihat niat pengguna SIAk di STT Musi dan STIE Musi. Empat konstruk dari UTAUT digunakan sebagai determinan yang mempengaruhi niat pengguna (behavioral intention), yaitu: performance expectancy, effort expectancy, social influence dan facilitating conditions.  Data didapatkan melalui 300 kuesioner yang disebarkan secara acak kepada mahasiswa STT MUsi dan STIE Musi. Hasil analisis menunjukkan bahwa behavioral intention secara signifikan dipengaruhi oleh performance expectancy, effort expectancy dan facilitating conditions, sedangkan factor social influence ditemukan tidak berpengaruh secara signifikan
Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Pegawai Dengan Metode AHP
Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Pegawai   merupakan  suatu sistem yang mampu  meningkatkan efektivitas dan efisiensi manajemen, meningkatkan kecepatan dan validitas pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kegiatan operasional, dan meningkatkan kualitas SDM calon pegawai. Kecepatan dan validitas dalam mengolah informasi tersebut di atas merupakan syarat utama untuk mendukung keputusan pengangkatan pegawai, sehingga sistem pendukung keputusan yang digunakan juga harus  memiliki perencanaan  secara  komprehensif danterpadu  untuk  mengecilkan  tingkat  resiko  kegagalan  pengembangan  dan pemilihan keputusan, untuk itu digunakanlah metode Analytic Hierrarchy Process (AHP) yang mengkomposisi suatu masalah kompleks dan multikriteria kedalam suatu tatanan hierarki, yang mana dalam setiap tingkatan diisi dengan elemen tertentu.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian rekayasa perangkat Lunak (software engineering) ,yaitu dengan metode Systems Development Life Cycle yaitu siklu s hidup pengembangan system yang dimulai dari satu tahapan sampai tahapan akhir dan kembali lagi ketahapan awal membentuk siklus atau daur hidup dalam penyelesaian ataupun pembuatan pengembangan suatu system informasiHasil penelitian yang dilakukan penulis tidak hanya terfokus pada hasil perhitungan AHP tetapi juga memberikan perbandingan hasil dari perhitungan AHP dan hasil tes psikologi, hal ini memberikan gambaran personal peserta seleksi pegawai kepada pengambil keputusan membuat keputusan secara tepat
rsitektur Bisnis Biro Administrasi Kemahasiswaan (AK) Pada Perancangan Arsitektur Enterprise Universitas Sebelas Maret Menggunakan Framework TOGAF
Keselarasan penerapan sistem informasi dengan kebutuhan organisasi hanya mampu dijawab dengan memperhatikan faktor integrasi didalam pengembangannya, tujuan integrasi yang sebenarnya adalah untuk mengurangi kesenjangan yang  terjadi dalam proses pengembangan sistem. Untuk menurunkan kesenjangan tersebut, maka diperlukanlah sebuah paradigma dalam merencanakan, merancang, dan mengelola sistem informasi yang disebut dengan arsitektur enterprise (Enterprise Architecture).Universitas Sebelas Maret (UNS) sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi saat ini memiliki berbagai permasalahan dalam hal memberikan layanan berbasis TI khususnya dalam rangka memenuhi kebutuhan seluruh civitas akademika dalam penyelengggaraan pendidikan,  pembelajaran, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, pengabdian kepada masyarakat maupun manajemen informasi.  Biro Administrasi Kemahasiswaan adalah salah satu unit di Universitas Sebelas Maret yang bertugas memberikan layanan-layanan untuk mewujudkan visi  dan misi UNS, mempunyai tugas penting yaitu  menciptakan sistem layanan administrasi di UNS yang efektif dan efisien untuk menuju layanan prima. Tujuan dari paper ini adalah memodelkan arsitektur bisnis di lingkungan  Biro Administrasi  Kemahasiswaan  Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan menggunakan pendekatan TOGAF Architecture Development Model (ADM) sehingga hasilnya  didapatkan sebuah model bisnis  proses  terkait administrasi mahasiswa yang  ideal untuk Universitas Sebelas Maret yang  digambarkan dengan  Business Process Modeling Notation (BPMN)
Independensi, Keahlian Profesional dan Pengalaman Kerja Pengawas pada Koperasi Simpan Pinjam
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh independensi, keahlian profesional, dan pengalaman kerja pengawas intern terhadap pelaksana pemeriksaan struktur pengendalian intern koperasi simpan pinjam. Populasi penelitian ini adalah pengawas intern pada koperasi simpan pinjam di kota Semarang. Data diambil dari kuesioner yang dibagikan kepada responden. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas  (independent)   independensi (X1), keahlian profesional (X2) dan Pengalaman Kerja (X3), sedangkan variabel terikatnya  (dependent)  adalah pelaksana Pemeriksaan Struktur Pengendalian Intern (Y). Data dianalisis dengan menggunakan analisa regresi linear berganda  (multiple regretion).  Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa  independensi mempunyai pengaruh yang positif terhadap pelaksana pemeriks aan struktur pengendalian intern koperasi simpan pinjam di Semarang terbukti. Kemudian keahlian profesional mempunyai pengaruh yang positif terhadap pelaksana pemeriksaan struktur pengendalian intern koperasi simpan pinjam di Semarang terbukti. Dan pengalaman kerja mempunyai pengaruh yang positif terhadap pelaksana pemeriksaan struktur pengendalian intern koperasi simpan pinjam di Semarang terbukti