Semantik
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
Rancang Bangun Sistem Deteksi Dini Longsor Berbasis Fuzzy C Means Wireless Sensor Network (FCM-WSN)
Sistem deteksi dini longsor digunakan untuk mengetahui posisi pergeseran tanah di permukaan bumi. Sistem ini menjadi sangat dibutuhkan manakala pergeseran tanah tidak beraturan, atau menyebar. Semarang, merupakan sebuah kawasan perbukitan yang sangat rentan terhadap tanah longsor. Deteksi longsor telah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya diantaranya adalah peneliti dari Universitas Hasanudin [1], Universitas Sumatra Utara [2], Lipi [3], Universitas Petra [4], UGM [5] dan beberapa universitas terkemuka lainnya. Kebanyakan sistem deteksi dini yang dikembangkan masih berorientasi pada sistem satu perangkat. Beberapa peneliti dari manca Negara telah melakukan penelitian tentang WSN, diantaranya adalah [6-9].WSN merupakan sebuah metode jaringan sensor  terintegrasi yang mengambil sinyal dari array sensorSistem fuzzy digunakan oleh Universitas Islam Malang(Unisma) [10], UGM [1] dan UAD, maupun manca negara [11-14]. Sistem fuzzy C-Means yang dibangun, didasarkan pada setting poin yang diambil dari data  tertinggi dan data terendah dari sistem, berikutnya dari informasi asli, dilakukan pengklasteran menggunakan PCA untuk mengetahui validitas data, apakah data telah terklaster ataukah belum. Dari hasil PCA-FCM 4 klaster TBSU(Timur-Barat-Selatan dan Utara)  dapat diambil kesimpulan bahwa data awal valid, dilihat dari repeatibilitas sensor yang direpresentasikan dalam bentk grafik spider. Tingkat pengenalan pada data pembelajaran untuk metode PCA-FCM dengan batas klaster lingkaran menghasilkan tingkat pengenalan yang kecil yaitu 87.5%, hal ini karena nilai sudut 30% dan 45% masih tercampur, berikutnya dilakuka pengujian data pembelajaran dengan menggunakan metode PCA-FCM dengan batas klaster elips menghasilkan tingkat pengenalan yang lebih besar yaitu 100%. Rekomendasi metode yang digunakan untuk melakukan deteksi longsor yang berbasis fuzzy adalah menggunakan metode eksraksi cirri PCA, dengan analisis klaster menggunakan metode FCM dengan batas klaster yang berbentuk elips
Koordinasi Non Playing Character (NPC) Follower Menggunakan Algoritma Potential Fields
Game telah menjadi populer di kalangan masyarakat, sebagai suatu bentuk hiburan, mendukung interaksi sosial antara mereka.. Pemodelan perilaku  NPC  merupakan masalah yang  penting  dalam mewujudkan kecerdasan game komputer.  Dalam NPC  team-mate, AI  dibutuhkan untuk membantu mengatur perilaku tim-pasangan yang bermain bersama atau di bawah komando pemain manusia untuk membantu pemain dalam mencapai tujuan. Potential field digambarkan seperti partikel besi yang bergerak menuju objek melalui medan magnet yang dibuat oleh objek yang dituju. Pergerakan ini tergantung dari medan magnet yang ada, partikel akan ditarik kearah tujuan atau justru sebaliknya partikel besi tersebut akan ditolak oleh medan magnet pada saat bertemu halangan.  Dari analisis yang telah dijelaskan, secara sederhana metode potential field  dapat membantu mengatur jarak pergerakan  NPC  Follower  ke  Player  saat terjadi penyerangan  NPC  masih tetap dalam jangkauan radius dari  Player  untuk melindungi playe
Ekspresi Figuratif Bahasa Inggris – Bahasa Indonesia Mahasiswa Asing dalam Interaksi Lintas Budaya di Wilayah Surakarta
Penelitian  ini  bertujuan untuk mengidentifikasi ekspresi figuratif yang dipakai pada interaksi lintas budaya  oleh  mahasiswa asing di wilayah Surakarta dan mendeskripsikan faktor sosial budaya yang dihadapi mahasiswa ketika me nghadapi realia dwibahasa bahasa Inggris-bahasa Indonesia. Sumber data penelitian ini adalah mahasiswa asing di wilayah Surakarta dan sekitarnya, yang menempuh pendidikan di berbagai PT di wilayah tersebut, seperti di UNS dan Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid. Metode pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan tak berperan, dan analisis dokumen. Analisis data  dilakukan dengan  constant comparative method. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Jenis-jenis  ekspresi figuratif yang sering digunakan oleh mahasiswa  asing dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari dalam interaksi di Surakarta dan sekitarnya adalah metafora, personifikasi, simile, hiperbola, dan idiom.  Dalam memahami ekspresi figuratif pada interaksi lintas budaya, mahasiswa asing perlu mempertimbangkan faktor budaya dan faktor sosial yang melatarbelakangi interaksi tersebu
Integrasi Peringkas Dokumen Otomatis Dengan Penggabungan Metode Fitur dan Metode Latent Semantic Analysis (LSA) Sebagai Feature Reduction
Proses  clustering dokumen memudahkan pengguna menemukan dokumen yang diinginkan. Dalam prosesnya  dokumen  yang akan dicluster  direpresentasikan menggunakan Vector Space Model (VSM). Masalah  klasik  dalam VSM adalah matrik term-dokumen  yang  sangat jarang (banyak mengandung angka 0 dalam term-dokumen matrik) dan juga  berdimensi tinggi, sehingga dapat mengurangi kinerja clustering dokumen. Oleh karena itu diperlukan suatu metode untuk bisa mengurangi dimensi term-dokumen dan menghilangkan term yang bernilai 0 tersebut sehingga dapat meningkatkan kinerja proses clustering. Dalam penelitian ini diusulkan model peringkas dokumen otomatis  dengan penggabungan metode fitur dan latent semantic analysis (LSA) sebagai feature reduction pada proses clustering dokumen.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan akurasi dari clustering dokumen dengan pengkombinasian metode padaperingkas dokumen otomatis yang diintegrasikan sebagai feature reduction. Beberapa tahapan clustering dalam penelitian ini, yaitu preprocessing, peringkas dokumen otomatis  dengan metode fitur ,LSA dan Kombinasi, pembobotan kata, feature selection, feature transformation dan algoritma clustering.  Hasil penelitian menunjukkan  tingkat akurasi menggunakan peringkas dokumen  otomatis yang diintegrasikan sebagai feature reduction  dengan menggabungkan metode fitur dan metode LSA  mencapai 93,33  %  yang diperoleh pada tingkat peringkas dokumen otomatis  LSA Summary + Feature Summary 50% + Feature Selection 20% + LSA  dibandingkan dengan feature selection 20 % tanpa menggunakan peringkas dokumen otomatis yang hanya mencapai tingkat akurasi 89,33 %
Perancangan Sistem Informasi Manajemen Parkir Dengan Pendekatan Algoritma Hill Climbing di Pusat Perbelanjaan (Studi Kasus: Mal Ska-Pekanbaru)
Mal SKA (Sentral Komersil Arengka) merupakan salah satu pusat perbelanjaan modern yang ramai akan datangnya pengunjung khususnya disaat akhir pekan atau sedang berlangsungnya event yang diselanggarakan. Mendapatkan parkir pada waktu tertentu merupakan hal yang sulit dilakukan, apalagi disaat penuh dan ramai. Untuk menemukan tempat parkir yang kosong, mobil harus berjalan pelan dikarenakan pengaturan aktivitas dan ruang parkir yang ada lebih kecil dibandingkan jumlah kendaraan yang datang. Hal itu menyebabkan terjadinya kemacetan di dalam area parkir dan mengakibatkan kurang puasnya pengunjung terhadap pelayanan parkiran. Salah satu metode untuk mengoptimasi lama waktu tunggu pengguna adalah algoritma Hill Climbing. Algoritma Hill Climbing adalah suatu metode untuk mencari dan menentukan rute yang paling singkat dengan memperkecil jumlah tempat yang disinggahi. Maka dibangun aplikasi yang dapatmemberikan informasi lahan parkir yang kosong untuk pengunjung menggunakan algoritma Hill Climbing. Selain itu aplikasi ini dapat melakukan pemesanan tempat parkir bagi Member (Pemilik Properti). Untuk Guest (Tamu) dan Member dapat mengakses melalui Mobile Application berbasis Android. Sedangkan manajemen parkir menggunakan Website Application berbasis PHP. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan aplikasi ini dapat memecahkan kemacetan dalam parkir karena pengguna akan mendapatkan lahan parkir dengan posisi yang diinformasikan
Potensi Kewirausahaan dalam Pembelajaran Penerjemahan
Makalah  ini merupakan eksplorasi terhadap potensi kewirausahaan yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran Penerjemahan. Metode penelitian menggunakan penelitian lapangan paradigma kualitatif dengan tujuan untuk menjelaskan potensi kewirausahaan yang terdapat pada pembelajaran  Penerjemahan. Data dikumpulkan dengan metode observasi matakuliah dan wawancara informan. Target khusus penelitian ini adalah memberikan pengetahuan kepada mahasiswa mengenai potensi kewirausahaan dan target jangka panjangnya adalah memberikan dasar untuk penelitian lebih lanjut tentang model pembelajaran Penerjemahan berbasis kewirausahaan.Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pembelajaran Penerjemahan mempunyai potensi yang besar dalam pengembangan kewirausahaan, seperti potensi profesi sebagai penerjemah, juru bahasa, dan penerjemah film
Perancangan Media Publishing Film Animasi Relief Jataka Candi Borobudur Berbasis Pengolahan Pesan dan Informasi Visual Berbahasa Rupa Tradisi
Film animasi berbasis bahasa rupa relief Jataka candi Borobudur telah berhasil dirancang pada penelitian tahun ke -1. Seba-gai tindak lanjut (th ke-3) dalam  upaya mempopulerkan Model Film Animasi (MFA) tersebut, maka dirancang media publish-ing/media publikasi MFA tersebut (MP/MP-MFA). Perancangan MP/MP-MFA ini tentunya masih mendasarkan pada animasi bitmap yang dihasilkan pada MFA tahun ke-1. Setelah melalui tahapan perancangan dengan pendekatan  siklus  hidup sistem(system life cycle atau SLC) maka Model Media Publishing/Media Publikasi MFA (MP/MP-MFA) dapat diciptakan.  Salah satu jenis MP/MP-MFA adalah media poster. Poster yang dirancang membawa pesan/informasi verbal (teks) dan visual (ima-ge/bitmap) berkaitan dengan ajakan menonton film animasi di bioskop mini (ruang audio-visual) candi Borobudur. Selain membawa pesan/informasi tersebut, maka dalam media poster ini juga terkandung bahasa rupa tradisi diantaranya: cara di-geser, dari kepala ke kaki, aneka tampak, tepi bawah = garis tanah, rinci diperbesar, diperbesar,  dan cara baca pradaksina
Pelacakan Kendaraan Bermotor di Jalan Tol Semarang Menggunakan Kalman Filter dan Mixture of Gaussian dengan Video Kualitas Rendah
Pelacakan kendaraan  bermotor  merupakan hal yang paling penting digunakan pada Observasi Video Lalu Lintas.  Observasi Video Lalu Lintas penting karena meningkatnya jumlah kendaraan bermotor khususnya di Indonesia. Di makalah ini dibahas mengenai pelacakan kendaraan bermotor di Jalan Tol Semarang menggunakan Kalman Filter dan Mixture of Gaussian (MoG) dengan memasukan nilai  –  nilai parameter seperti  (alpha)  α  sebagai pembelajaran konstan dan T sebagai  nilai  Treshold Background.  Langkah pertama yang dilakukan adalah mengubah file video menjadi urutan gambar, lalu mensubstraksi foreground  yang bergerak  dari backgroundpadasetiap gambar.  Setiap pixel pada gambar dimodelkan menjadi MoG kemudian dianalisis untuk menentukan yang menjadi model background. Pixel yang menjadi anggota dari background akan berkorespondensi dengan warna background. Pixel dengan perbedaan yang besar  dengan nilai pixel background maka akan diberi label sebagai foreground. Setiap pixel  dari background  diubah secara kontinu  mengikuti  perubahan background karena berbagai kondisi.  Langkah kedua adalah untuk menghubungkan objek –  objek yang telah dideteksi pada urutan gambar 1 dengan urutan gambar berikutnya untuk menentukan identitas dan  lokasi dari sebuah objek kendaraan bermotor pada titik yang berbeda dalam sebuah urutan gambar. Untuk menjalankan langkah kedua, setiap objek kendaraan bermotor didesk ripsikan dengan atribut –  atribut seperti : posisinya(x,y), kecepatan dan ukuran, yang disebut sebagai keadaan objek.  Pelacakan posisi kendaraan aktual dapat dilakukan dengan pelacakan keadaan objek menggunakan Kalman filter.  Dari hasil eksperimen, pelacakan kendaraan di Jalan Tol Semarang lebih akurat menggunakan Kalman filter dipadukan dengan MoG dibandingkan hanya menggunakan MoG atau dengan metode Optical Flow.  Nilai α  dan T bergantung pada kondisi video lalu lintas berdasarkan cuaca, pencahayaan dan gangguan lainnya
Aplikasi Surat Tilang Berbasis Android Menggunakan Teknologi Near Field Communication (NFC)
Surat tilang merupakan media untuk menyimpan informasi pelanggaran lalu lintas yang diberikan oleh polisi kepada pelanggar lalu lintas. Surat tilang saat ini masih menggunakan media kertas dengan tulisan tangan yang mempunyai banyak kelemahan seperti rusak, koyak ataupun basah dan hancur. Untuk menyelesaikan hal tersebut, salah satunya digunakanlah teknologi Near Field Communication (NFC). NFC adalah teknologi yang terdapat didalam perangkat mobile yang memungkinkan penggunanya membaca dan mengirim data ke dalam tag atau kartu RFID. Penggunaan teknologi NFC dan kartu RFID dapat dimanfaatkan untuk membuat sebuah aplikasi surat tilang berbasis Android. Surat tilang ditulis melalui perangkat Android, kemudian data su rat tilang disimpan kedalam kartu RFID pelanggar. Selanjutnya pelanggar akan memberikan kartu RFID kepada hakim saat persidangan. Hakim dengan menggunakan perangkat Android-nya dapat membaca data surat tilang yang terdapat di dalam kartu RFID pelanggar. Pada aplikasi ini didukung juga oleh aplikasi  untuk manajemen data tilang. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa aplikasi surat tilang yang baik, efisien dan saling terintegrasi. Hasil yang didapatkan adalah sebanyak 86% polisi dan 92% hakim menyatakan bahwa sistem ini me mudahkan dalam melakukan proses tilang dan proses sidang tilang. Persentase pelanggar lalu lintas menyatakan bahwa sistem ini lebih baik dari penggunaan kertas adalah sebanyak80%
Simulasi M onitoring Mobile Agent pada Platform Jaringan Komputer
Perpindahan Mobile Agent (Agen Bergerak)  dalam menjalanan tugasnya pada jaringan komputer sering tidak dimonitor  saat berada di platform yang dikunjunginya. Kedatangan Agen bergerak  di platform lain perlu dikomunikasikan dengan agen tuan rumah.  Agen tuan rumah perlu  mengetahui  kedatangan agen bergerak yang berkunjung  sehingga kegiatannya  dapat dimonitoring. Tujuan makalah ini adalah mengusulkan simulasi sistem monitoring waktu Agen Bergerak dalam berkunjung kesuatu platform  (host). Kejadian yang dimonitoring dibatasi hanya kejadian kedatangan dan kepergian agen bergerak. Metode yang digunakan  adalah  sistem migrasi agen pada jaringan komputer dan sistem komunikasi antar agen.  Hasil makalah ini adalah  simulasi  sistem monitoring agen pada platform yang dikunjungi  oleh  agen bergerak  pada jaringan komputer. Sistem ini dapat mengetahui  waktu mulai  kedatangan dan kepergian agen bergerak dengan cara kedua agen tersebut berkomunikasi