Semantik
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
PEMETAAN KERENTANAN BANGUNAN TEMPAT TINGGAL TERHADAP BAHAYA GEMPABUMI DI KECAMATAN PLERET KABUPATEN BANTUL TAHUN 2012
Kecamatan Pleret merupakan salah satu daerah yang rawan gempabumi. Terbukti pada gempabumi 27 Mei 2006, Kecamatan Pleret mengalami kerusakan yang sangat parah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kerentanan bangunan tempat tinggal terhadap gempabumi menggunakan prosedur rapid visual screening of building for potential seismic hazard. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah integrasi antara penginderaan jauh, sistem informasi geografis, dan observasi di lapangan. Berdasarkan interpretasi visual citra ASTER komposit 3, 4, PCA 56789 didapatkan empat satuan litologi di Kecamatan Pleret. Keempat satuan litologi tersebut adalah Endapan Gunungapi Merapi Muda(Qmi), Endapan Aluvial hasil rombakan material Formasi Semilir dan Nglanggran (Qa), Formasi Nglanggran (Tmn), danFormasi Semilir (Tmse). Keempat satuan litologi tersebut memberikan kenampakan yang berbeda-beda pada citra ASTERkomposit 3, 4, PCA 56789. Formasi Semilir yang didominasi oleh perselingan antara breksi batuapung dan breksi-tuf memberikan kesan rona/ warna biru cerah dengan bercak merah kecoklatan. Formasi Nglanggran yang didominasi olehbreksi volkanik dan breksi aliran memberikan kesan rona/ warna yang lebih gelap yaitu merah kecoklatan dengan bercakbiru cerah. Endapan Gunungapi Merapi Muda dan Endapan Aluvial rombakan material Formasi Semilir dan Nglanggran memberikan kesan rona/ warna yang hampir sama yaitu berwarna hijau kebiruan dan coklat kemerahan. Berdasarkan interpretasi citra Quickbird dapat diketahui bahwa tipe atap bangunan tempat tinggal di Kecamatan Pleret didominasi oleh tipe atap kampung reguler yaitu 89,50%, sedangkan struktur bangunan didominasi oleh tipe struktur pasangan batubata diperkuat dengan diafragma rigid (RM2) yaitu 92,08%. Tipe struktur RM2 memiliki skor rapid visual screening of building for potential seismic hazard yang tinggi yaitu diatas 1,75. Nilai ini menunjukkan bahwa tipe struktur RM2 memiliki tingkat kerentanan yang rendah.Kata kunci : kerentanan bangunan, litologi, struktur banguna
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN SEBAGAI PEMROSESAN TRANSAKSI PADA MUSRENBANG TINGKAT KELURAHAN KOTA SEMARANG
Development planning system is a unified regional planning procedure to produce development plans for the long term, medium term, and annual. Development Planning Consultation (Musrenbang) Village is a district annual planning forum to discuss and agree on the proposed development activities Musrenbang results at RT and RW are the real problem identification for the preparation of the proposed activity of the needs of village level development using the principles of participatory, sustainable and comprehensive. Development Planning Information System Development as transaction processing at village level Musrenbang using the linear sequential model (SDLC method). The result of the development is an information system development planning as transaction processing that can be used to collect, store, process data acquisition, control decisions and is able to produce information such as reports, documents and other relevant outputs, so that planning and implementation of development may be optimized and meet development targets according to the scale of priority the achievement and fulfilling aspect of accountability in realizing good governance.Keywords :Information system, Musrenbang, RT, RW, Keluraha
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI DAN MONITORING TRANSAKSI BERBASIS WEB MOBILE
This information system will further simplify the processes of access to information by using mobile technology. So that access to information will be faster, more accurate and reduce the cost of the required and pressing traffic data transmissions. This system design using UML (Unified Modeling Language), which include monitoring of daily transactions, monthly transactions and the previous month, the input of deposit as a ceiling for payment of service or unblok point and block the transaction. Applications that produced runs on mobile devices or Smart Phone that already has a browser.Keywords: mobile, browser, UM
IMPLEMENTASI E-COMMERCE PADA BISNIS JAMU BERBASIS PENGETAHUAN TRADISIONAL
Indonesia, which is the second largest producer of medicinal herbs after Brazil. Proficiency concocting medicinal plants commonly known as herbal medicine of our ancestors passed down by generations from one generation to the next until our day. The tendency of market competition is getting tighter, demands high creativity and appropriate technologies, so as not excluded in business competition. E-commerce is a way of shopping or a trade online or direct selling that utilize Internet facilities where there are websites that can provide the service "get and deliver". Implementation of E-commerce will change all marketing activities and also at the same time cutting operating costs to trading activities (trading). System development method used is webengineering method which is a development method which is devoted in the development of web-based software
UJI BIOREAKTOR SEMIKONTINYU UNTUK PEMBUATAN BIOGAS PADA PENGELOLAAN SAMPAH PASAR
Bioreactor semikontinyu digunakan untuk memproduksi biogas dari sampah organic pasar. Proses dilakukan dalam kondisi anaerob, pada suhu ruangan, selama 40 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mencari konsentrasi padatan umpan dan loading rate bioreactor yang paling tepat untuk menghasilkanbiogas. Umpan bioreactor berupa campuran sampah organic, air dan bakteri probiotik pertanian sebagai starter. Fermentasi anaerob dilakukan dalam bioreaktor kapasitas 70 liter, dengan variabel konsentrasi padatan umpan 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60% dan variable loading rate 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%. Hasil penelitian menunjukkan produktifitas gas semakin tinggi pada umpan dengan konsentrasi padatan yang rendah. Produksi gas tertinggi diperoleh pada konsentrasi padatan umpan 10% sebanyak 42,4 liter. Produktifitas gas dengan variasi loading rate, menunjukkan kenaikan pada loading rate 40% - 80% dan menurun pada loading rate 90%. Volume gas terbanyak diperoleh pada loading rate 80%,sebanyak 31,2 liter.Kata kunci : biogas; bioreactor; fermentasi anaerob; sampah organi
PEMANFAATAN MESIN PEMANAS INDUKSI UNTUK PENGERASAN PERMUKAAN RODA GIGI PRODUK UKM
Pemanasan induksi, yang selama ini telah digunakan dalam proses peleburan logam, merupakan sistem pemanasan yang sangat cepat dan efisien karena rugi-rugi radiasi dapat dikurangi. Pengerasan permukaan roda gigi menggunakan mesin pemanas induksi dilakukan dengan meletakkan roda gigi di dalam kumparan/coil yang dialiri arus listrik sehingga timbul medan magnet yang menghasilkan panas. Pemanasan secara kontinyu pada roda gigi hingga temperaturnya mencapai fase transformasi dan disertai dengan proses pendinginan cepat dapat menghasilkan pengerasan pada permukaan roda gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan alat pemanas induksi untuk proses pengerasan roda gigi UKM.Sistem rangkaian berbasis Metal-Oxide Semiconductor Field-Effect Transistor (MOSFET) dirancang untuk menghasilkan arus AC pada kumparan dengan frekuensi tinggi. Frekuensi kerja yang berkisar antara 30- 80 KHz akan memberikan pemanasan yang terkonsentrasi pada permukaan roda gigi sehingga bagiandalam roda gigi tetap bersifat ulet sehingga mampu menahan beban puntir yang besar. Perubahan proses pemanasan yang dilakukan oleh UKM produsen roda gigi dari dapur peleburan atau dapur pemanas beralih pada mesin pemanas induksi dapat meningkatkan keseragaman dan ketepatan proses pemanasan roda gigi. Proses pemantauan dan pengukuran pemanasan menggunakan mesin pemanas induksi lebihmudah sehingga dapat membantu UKM membuat produk roda gigi yang lebih berkualitas dan seragam.Kata Kunci: Pemanas induksi, Pengerasan roda gigi, UKM, Teknologi tepat gun
Internet Masuk Desa, Rekam Jejak Pendirian Telecenter di Indonesia
Pendirian telecenter di beberapa tempat di Indonesia diawali oleh pilot projek UNDP-Bappenas. Pendirian telecenter tersebut mensasar desa yang dikategorikan sebagai miskin. Telecenter tidak hanya mendirikan fasilitas computer di perdesaan tetapi juga mengembangkan pemberdayaan berbasis pengetahuan. Penelitian ini bertujuan melihat proses yang terjadi di lapangan terutama bagaimana masyarakat dan individu memfaatkan fasilitas tersebut. Kebutuhan akan internet masuk desadilegitimasikan oleh pendekatan masyarakat jaringan yang melihat bahwa mereka yang miskin adalah mereka yang tidak memiliki hubungan dengan jaringan. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan melihat beberapa telecenter. Hasilnya adalah masyarakat butuh telecenter tetapi perhatian terhadap hal ini sangat terbatas. Ada beberapa kasus dimana masyarakat mencoba membangun dirinya dengan menggunakantelecenter.Kata Kunci: telecenter, sosiologi, masyarakat jaringan, kemiskina
ANALISIS KINERJA SISTEM INTERFACE MSOAN V5.2 MENGGUNAKAN METODE AVERAGE DAILY PEAK HOUR DI PT TELKOM PURWOKERTO
Multi Service Optical Access Node (MSOAN) merupakan salah satu layanan multi service pada Next Generation–Digital Loop Carrier (NG-DLC) yang mampu meringkas jaringan telekomunikasi antara Local Exchange (LE) dengan Access Network (AN) menjadi lebih sederhana. Teknologi ini didukungdengan interface V5.2 yang bersifat dinamis dengan menggunakan maximum 16 link E1 atau 480 kanal komunikasi sesuai aturan Pulse Code Modulation-30 (PCM-30). Dengan kondisi pelanggan yang terus bertambah, merlu adanya analisis trafik untuk menentukan berapa jumlah interface V5.2 ataupun modul link E1 untuk memenuhi layanan yang disediakan kepada pelanggan. Model analisis traffic yang digunakan adalah Average Daily Peak Hour (ADPH). Analisis trafik pada jaringan yang sudah dibangun bisa dijadikan pedoman untuk menambah, mengurangi atau memindah interface V5.2 maupun modul link E1 guna mendapat performansi yang diinginkan. Dari hasil analisis yang dilakukan untuk interface V5.2 milik PT TELKOM,Tbk Area Network Purwokerto yang menangani beberapa lokasi (ring: PWT 503, PWT 505, PWT 506) ditemukan bahwa seluruh interface membutuhkan tambahan link E1 dengan jumlah yang bervariasi.Kata kunci: MSOAN, NG-DLC, V5.2, ADPH, Access Network
Pengaruh Pemodelan Kavitasi untuk Analisis Kontak Terlubrikasi dengan Slip Dinding
Kondisi no-slip pada umumnya dianggap sebagai kondisi batas pada antarmuka antara pelumas dan permukaan dinding sampai akhir abad ini. Namun terbukti secara eksperimental bahwa slip terjadi pada permukaan baik hydrophobic maupunhydrophilic. Kondisi Navier-slip sering diusulkan sebagai pengganti kondisi batas. Meskipun demikian, dalam beberapapenelitian yang telah dipublikasikan, analisis performansi pelumasan dengan slip masih mengasumsikan bahwa kavitasi tidak terjadi.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemodelan kavitasi dalam analisa performansi pelumasan dengan slip. Performansi pelumasan yang ditinjau meliputi daya dukung pelumasan dan gaya gesek. Persamaan Reynolds yangdimodifikasi dikembangkan untuk mencari distribusi tekanan dalam kontak. Metode beda hingga digunakan untukmendiskretisasi persamaan Reynolds dan pemecahannya dilakukan dengan menggunakan Tri-Diagonal Matrix Algorithm(TDMA). Model kavitasi yang digunakan adalah Half Sommerfeld (HS) dan Swift-Stieber (SS) pada aplikasi slider bearingdengan permukaan paralel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kavitasi HS dan SS memiliki pengaruh yang signifikan dibanding dengan analisis tanpa kavitasi. Dengan pemodelan kavitasi, hasil analisis pelumasan menjadi lebih realistis karena dapat meniadakan harga negatif pada tekanan kontak dan daya dukung pelumasan. Oleh karena itu, dalam analisis heterogen, direkomendasikan untuk menggunakan model kavitasi dalam analisis.Kata Kunci: slider bearing, slip, metode beda hingga, model kavitas
PERFORMANSI TRANSFER PENGETAHUAN DI SEKTOR PUBLIK
Tulisan ini membahas secara teoritis mengenai manajemen pengetahuan dan mencoba menemukan hubungan antara kinerja transfer pengetahuan dengan struktur organisasi dan pemanfaatan teknologi serta budaya organisasi terhadap kinerja transfer pengetahuan. Persentuhan konseptual antaramanajemen pengetahuan dan desain organisasi menjadi fokus utama tulisan ini. Tulisan ini bersifat proporsisional. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara transfer pengetahuan di lingkungan badan layanan umum yang ditelaah dari aspek desain organisasi, pemanfaatan teknologi, danbudaya organisasi dengan perspektif simbolik dan modernism (Hatch, 2006). Pengetahuan adalah proses manusia yang secara dinamis menjustifikasikan keyakinan individual menuju kebenaran (Nonaka, Toyama, dan Konno 2001). Bertels (1996) mengatakan bahwa manajemen pengetahuan merupakan upaya manajemen organisasi yang berfokus pada pembaharuan yang berkelanjutan atas sumber pengetahuan yang dimiliki perusahaan. Manajemen Pengetahuan dilaksanakan dalam sistem pengelolaan pengetahuan dengan menggunakan pendekatan tiga-anasir untuk mengelola pengetahuan, yaitu manusia (people), proses (process), dan teknologi (technology) dimana penekanan terhadap tiap-tiap elemen bisa berbeda disetiap bagian organisasi (Ghalib 2004). Ada beberapa faktor yang mempengaruhi model untuk konsep organisasi yaitu 1) struktur sosial, 2) teknologi, 3) budaya organisasi, 3) struktur fisik organisasi yang terdapat dalam lingkungan organisasi. Disain organisasi dapat berupa 1) desain organisasi sederhana, 2) desain organisasi fungsional, 3) desain organisasi form multidivisional, 4) desain matriks, 5) desain hibrida (Hatch dan Cunliffe 2006). Metode yang akan digunakan adalah metode survey meliputi seluruh badan layanan umum (BLU) pemerintah yang bergerak di bidang pendidikan. Unit analisis adalahorganisasi. Hasil yang hendak dicapai bersifat teoritis dan praktis yang terkait dengan signifikansi tulisan ini. Signifikansi teoritis akan mengarah pada tersusunnya konstruk mengenai disain organisasi yang efektif untuk transfer pengetahuan pada BLU. Signifikansi praktisnya adalah antara lain dapat dikembangkan anasir teknologi terapan yang menstimulus kinerja transfer pengetahuan.Kata kunci : pengetahuan, manajemen pengetahuan, kinerja transfer pengetahuan, budaya organisasi,struktur organisasi, teknologi, desain organisasi, badan layanan umum