Semantik
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
ADAPTIVE THRESHOLD UNTUK ALPHA MATTING MENGGUNAKAN ALGORITMA OTSU
Image matting merupakan proses ekstraksi objek foreground dari keseluruhan image. Hal ini memainkan peranan penting dalam proses image editing. Dalam paper ini algoritma Otsu digunakan untuk menghasilkan nilai threshold yang selanjutnya diberikan sebagai nilai alpha dalam “pulling matteâ€. Hasil objek foreground yang dipisahkan selanjutnya diukur kualitasnya dengan menggunakan MSE (Mean Squared Error). Proses pengukuran dilakukan dengan mencari perbedaan diantara objek foreground yang terdapat pada image masukan dengan objek foreground hasil matting.Kata kunci : Adaptive Threshold, Alpha Matting, Ots
APLIKASI BENTANGAN BELOKAN PIPA DENGAN MATLAB
Dalam pelaksanaan pemasangan pipa sering dijumpai adanya belokan-belokan yang tidak dapat dihindari misalnya akibat adanya bangunan, elevasi dll. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembengkokan atau pembelokan pipa. Aksesoris pipa yang berfungsi sebagai belokan pipa disebut elbow. Pada saat ini, besar sudut elbow yang tersedia dipasaran adalah 450 dan 900. Jika belokan pipa di luar sudut tersebut, maka diperlukan pembuatan mal belokan pipa secara manual yang membutuhkan waktu cukup lama, keahlian khusus, tidak efisien dan tidak presisi. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai aplikasi pembuatan mal bentangan belokan pipa secara komputerisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi simulasi dengan Matlab 7.7. Aplikasi pembuatan mal bentangan belokan pipa dengan Matlab ini dapat dilakukan dengan mudah, cepat, efisien dan mempunyai rata-rata tingkat presisi untuk keliling pipa adalah 88.23 % dansudut belokan pipa adalah 100 %.Kata kunci : Pipa, Bentangan, Belokan, Elbow, Matlab
PERANCANGAN E-LEARNING CERDAS BERBASIS DSS DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING PADA SMP N 9 SEMARANG
Teknologi yang berkembang di Indonesia saat ini telah merambah ke dunia pendidikan. Salah satu produk teknologi yang masih terus dikembangkan adalah E-learning (Electronic Learning). Tidak seperti di kalangan universitas yang sudah marak, kalangan Sekolah Menengah baik SMP dan SMA masih belum banyak yang memanfaatkannya. Tercatat dari 166 sekolah berstatus SMK atau SMA dan 191 sekolah setingkat SMP atau MTs di Semarang, masih sangat sedikit yang menggunakan E-learning. Selama ini E-learning hanya dimanfaatkan sebagai sarana transfer file antara guru dan murid, perlu adanya program E-learning yang dapat memberikan fungsi-fungsi yang lebih cerdas dan menarik bagi pengguna terutama bagi sekolah setingkat SMA/SMK dan SMP. Program ini dibuat untuk mengembangkan E-learning yang lebih cerdas dengan adanya proses Decision Support System menggunakan metode Simple Additive Weighting. Pelaksanaan program ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu studi literatur, perancangan sistem, impelementasi, sosialisasi dan evaluasi. Hasil dari pembuatan E-learning yang memiliki Decision Support System didalamnya ini, dapat mengetahui materi apa saja yang diminati oleh user. Dengan demikian, maka dapat diketahui pattern minat terhadap materi dalam kategori tertentu yang ada dalam suatu institusi pendidikan (dalam hal ini yang menjadi tempat uji coba adalah SMP N 9 Semarang).Kata kunci : E-learning, DSS, SA
DETEKSI ANOMALI UNTUK IDENTIFIKASI BOTNET KRAKEN DAN CONFICKER MENGGUNAKAN PENDEKATAN RULE BASED
Attack yang tersebar di internet terdiri dari berbagai macam tipe. Salah satu jenis attack yang populer adalah botnet. Botnet bisa menyebar dalam jaringan komputer tanpa diketahui siapa usernya dan di mana lokasinya. Serangan ini akan menyerang kapanpun dan di manapun, sehingga menyebabkan ketidak nyamanan pengguna layanan internet. Oleh karena itu, sangat diperlukan rule based yang mampu mendeteksi jaringan yang terinfeksi botnet maupun yang tidak. Botnetter diri dari berbagai jenis dengan perilaku masing-masing yang menyebabkan user kesulitan untuk mengklasifikasi tipe botnet yang bisa digunakan dalam deteksi botnet. Peneliti mengusulkan rule based instrusion detection yang baru untuk mendeteksi botnet khususnya untuk deteksi kraken dan conficker menggunakan deteksi anomali. Rule based diperoleh daritrafik jaringan yang nyata melalui teknik observasi. Dengan observasi tersebut, rule set mampu memberikan hasil yang signifikan dibandingkan dengan implementasi Intrusion Detection System, seperti yang tedapat pada Snort.Kata kunci : Botnet, conficker, kraken, rule based, Intrusion Detection System (IDS)
PEMBERIAN PERINGKAT TINGKAT KEMUDAHAN GENDING LELAGON JAWA DENGAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS
Seni gamelan merupakan warisan adi luhur kurang mendapatkan apresiasi dari generasi muda, karena seni gamelan dipersepsikan kuno dan tradisional, tidak praktis karena saat belajar harus melibatkan banyak orang. Selama ini pengajaran seni gamelan hanya menjangkau ranah kognitif, sedangkan untuk ranah affektif dan psikomotorik masih terabaikan. Dari kondisi tersebut maka perlu adanya pemanfaatan multimedia komputer untuk mempermudah pengajarannya dan memberikan nuansa modern.Metode pengajaran yang berbasis multimedia memerlukan desain yang mampu mengatasi masalah-masalah baik guru seni maupun anak didik. Untuk mendapatkan model pembelajaran diperhatikan sikap siswa terhadap gamelan. Sikap siswa diukur dari sikap kognitif, affektif dan psikomotorik. Hasil pengolahan data empiris dengan penilaian skala Likert menunjukan sebagian besar siswa telah memiliki pengetahuan seni gamelan yang baik. Nilai rata-rata cukup terlihat pada sikap affektif, nilai kurang terlihat pada sikap psikomotorik. Untuk memberikan kemudahan dan untuk meningkatkan sikap affektif dan psikomotorik maka perlu adanya urutan-urutan gending yang perlu diikuti dalam proses pembelajaran. Hasil wawancara dan observasi dengan pengajar maka dapat ditentukan 6 lelagon yang sering digunakan dalam pengajaran yaitu Prahu Layar, Suwe Ora Jamu, Gugur Gunung, Ojo Dipleroki, Menthok-menthok dan Jamuran.. Adapun dimensi yang dibandingkan dalam penelitian ini adalah daya tarik yang menimbulkan kesenangan dan kemudahan cara menabuh.Dari interview mendalam kepada guru kemudahan gending dapat dilihat dari variasi atau garapan dan irama. Gending dasar yang pertamakali diajarkan ke siswa biasanya gending yang belum mempunyai banyak variasi. Gending yang belum banyak variasi yaitu gending yang belum ada imbalan dan belum ada mipil. Latihan gamelan yang sering digunakan pertama kali berupa Lancaran yang belum ada imbalan dan mipil, sedangkan ketawang sudah ada variasi mipil tetapi belum ada imbalan. Dengan metode Analytic Hiararchy Process (AHP) didapatkan urutan sebagai berikut: 1. Suwe Ora Jamu; 2. Gugur Gunung; 3. Ojo Dipleroki, 4.Prahu Layar, 5.Menthok-menthok; 6. Jamuran.Kata Kunci: Multimedia, model pembelajaran, gamelan jawa
DENOISING PADA CITRA MENGGUNAKAN TRANSFORMASI WAVELET
Pengolahan citra digital merupakan salah satu elemen penting dalam analisis citra. Salah satu permasalahan yang dihadapi pada pengolahan citra adalah adanya noise. Intensitas noise yang tinggi maupun rendah bisa menurunkan kualitas citra dan menyebabkan hilangnya beberapa detail informasi citra. Paper ini membahas tentang denoising pada citra menggunakan beberapa keluarga wavelet. Citra diberi noise Gaussian kemudian dilakukan proses denoising pada citra dengan threshold VisuShrink, SureShrink, dan BayesShrink. Kualitas citra terdistorsi diuji menggunakan beberapa teknik penilaian kualitas citra yaitu MSE, PSNR dan MSSIM .Kata kunci : Denoising, Transformasi Wavelet, Thresholding, MSE, PSNR, MSSI
PENGEMBANGAN DECISION TREE J48 UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT DIABETES MELLITUS
Penelusuran informasi dari data kesehatan merupakan salah satu cara efektif untuk membentuk sistem pendukung keputusan untuk diagnosis penyakit. Salah satunya menggunakan teknik data mining yang bertujuan mengekstraksi dan menemukan pola dari kumpulan informasi yang berharga. Dalam penelitian ini, data mining menggunakan decision treeJ48 digunakan untuk memprediksi diagnosis penyakit diabetes mellitus. Kumpulan infomasi yang digunakan berasal dari dataset diabetes Pima Indians yang terdiri dari kumpulan data klinis laboratorium dari pasien yang dinyatakan positif atau negatif menderita diabetes mellitus. Pengolahan data mining dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap pre-processing data yang meliputi identifikasi dan seleksi atribut, penanganan nilai data yang tidak lengkap, dan diskritisasi nilai dan kemudian tahap klasifikasi data menggunakan metode decision tree J48. Efektifitas metode ini diuji menggunakan 10-foldcross validation, dimana dari hasil pengukuran matrik confusion didapatkan akurasi sebesar 74.72%. Hal ini berarti metode decision tree J48 efektif dan dapat digunakan untuk prediksi diagnosis penyakit diabetes mellitus.Kata kunci : Pima, decision tree, J48, diabetes, atribut, data mining, diagnosi
ALAT BANTU PEMBELAJARAN TARIAN, RUMAH ADAT DAN LAGU DAERAH DENGAN PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN IPS
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu sarana dan fungsi pendidikan sebagai transformasi budaya. Berdasarkan hasil observasi awal penelitian di kelas V Sekolah Dasar Padmajaya yaitu masih rendahnya hasil dari proses belajar siswa dalam mata pelajaran IPS, khususnya tentang budaya Indonesia. Dengan permasalahan tersebut, maka perlu mengembangkan suatu alternatif penyelesaian masalah melalui pendekatan pembelajaran. Aplikasi alat bantu pembelajaran tarian, rumah adat dan lagu daerah ini menggunakan model pendekatan problem based learning (PBL), model ini merupakan model pendekatan pembelajaran yang melibatkan siswa dengan permasalahan sehingga memberdayakan daya fikir, kreativitas, dan partisipasi siswa dalam menyelesaikan masalah sehingga motivasi dan rasa ingin tahu menjadi meningkat. Serta aplikasi ini dibangun dengan menggunakan metode waterfall serta diuji melalui pengujian blackbox, pengujian whitebox dengan melakukan perhitungan cyclomatix complexity dan uji beda t-test sampel berhubungan. Dalam penelitian, data diperoleh melalui penelitian awal (pre test) untuk mengetahui masalah yang dihadapi siswa dalam mata pelajaran IPS khusunya materi tarian, rumah adat dan lagu daerah. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa alat bantu pembelajaran tarian, rumah adat dan lagu daerah dapat memudahkan dan percepatan pemahaman siswa. Hasil penelitian dengan menggunakan media pembelajaran dapat dilihat dari nilai rerata pre test danpost test, untuk hasil awal (pre test) adalah 61,33 dan hasil akhir dengan bantuan media pembelajaran (post test) adalah 92,67. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan media pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam menerima materi, khususnya materi tarian, rumah adat dan lagu daerah.Kata Kunci: Pembelajaran IPS, Problem Based Learning, Waterfall, Whitebox, Blackbo
SISTEM INFORMASI DOSEN PENASEHAT AKADEMIK PADA FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS BUDI LUHUR
Dosen Penasehat Akademik (PA) memiliki tugas untuk membimbing mahasiswa. Tujuan pembimbingan adalah agar mahasiswa dapat menjalani kegiatan perkuliahan dengan baik dan lancar, sehingga dapat lulus tepat waktu dengan nilai yang baik. Permasalahan yang dihadapi oleh Dosen PA adalah tidak adanya sarana yang dapat memonitor perkembangan mahasiswa, sehingga hal ini menyulitkan tugas dari Dosen PA. Oleh sebab itu dibutuhkan sebuah sarana untuk dapat membantu Dosen PA untuk bekerja memonitor perkembangan mahasiswa. Sistem Informasi Dosen Penasehat Akademik harapannya dapat memudahkan pekerjaan Dosen PA untuk bekerja. Sistem informasi ini berbasis web. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalah ini adalah dengan cara identifikasi masalah, analisa kebutuhan dan desain sistem.Kata kunci : Akademik, Sistem Informasi, Dosen P
Aplikasi Sensor Vision untuk Deteksi MultiFace dan Menghitung Jumlah Orang
Perkembangan teknologi yang terkait dengan pemrosesan menggunakan komputer demikian pesatnya, salah satunya adalah image (citra) atau disebut Pengolahan Citra Digital (Digital Image Processing). Agar dapat diolah dengan komputer digital, maka suatu citra harus dipresentasikan secara numerik dengan nilai-nilai diskri. Secara matematis, citra merupakan fungsi kontinyu dengan intensitas cahaya pada bidang dua dimensi. Agar dapat diolah dengan komputer digital, maka suatu citra harus dipresentasikan secara numerik dengan nilai-nilai diskrit.Computer Vision merupakan cabang ilmu Pengolahan Citra Digital yang memungkinkan komputer dapat melihat seperti manusia, sehingga dapat mengambil keputusan, melakukan aksi, dan mengenali suatu Objek. Bentuk implementasi dari Computer Vision adalah Face Detection, dimana salah satu metodenya Haar-like Features. Metode ini menghitung perbedaan jumlah setiap piksel pada daerah persegi panjang (rectangular) yang berdekatan pada lokasi tertentu dalam jendela deteksi. Berdasarkan pengujian yang dengan menggunakan citra statis maupun citra dinamis, didapatkan kesimpulan bahwa metode haar-like sangat cocok digunakan untuk face detection dengan obyek citra statis maupun citra dinamis. Dengan menggunakan indikasi dari face detection untuk citra statis maupun citra dinamis maka jumlah orang akan diketahui. Pada pengujian dengan citra statis error 28% terjadi pada saat gambar berisi 7 orang.Kata Kunci : Citra Digital, Haar-like Features, Face Detectio