e-Jurnal Perdagangan Industri dan Moneter
Not a member yet
161 research outputs found
Sort by
Analisis Pengaruh Belanja Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Kemiskinan, dan Pengangguran di Kabupaten Muaro Jambi
The purpose of this research to identify and analyze the development of government expenditure, economic growth, poorness, and unemployment. And to identify and analyze the effect of government expenditure on economic growth, on poorness, and on unemployment in the Muaro Jambi Regency the period 2002-2013. Based of this research are the development average of government expenditure in the amount 18,1%, the development average of PDRB in the amount 17,75%, the development average of poorness in the amount -1,36%, and the development average of unemployment in the amount 43,60%. The analysis used is a simple regression method. The result is government expenditure has a positive value and a significant effect on economic growth (PDRB), government expenditure has a negative value and significant effect on poorness, and government expenditure has a positive value and has no effect on unemployment
Analisis ekspor karet dan pengaruhnya terhadap PDRB di Provinsi Jambi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) produksi dan ekspor karet di Provinsi Jambi; 2) pengaruh ekspor karet terhadap PDRB Provinsi Jambi. Data yang digunakan adalah data sekunder Provinsi Jambi selama periode Tahun 2001 – 2103 yang mencakup: jumlah produksi karet, volume ekspor karet, nilai ekspor karet dan PDRB. Analisis dilakukan secara deskriptif. . Selanjutnya untuk menganalisis pengaruh ekspor karet terhadap PDRB Provinsi Jambi digunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil analisis menemukan: 1) Rata-rata produksi karet di Provinsi Jambi sebesar 270.841 ton pertahun dengan pertumbuhan 30,91 persen pertahun selama periode 2001-2013; 2) Volume ekspor karet mengalami pertumbuhan rata-rata 10,48 persen pertahun sedangkan dari sisi nilai ekspornya mengalami pertumbuhan rata-rata 30,93 persen pertahun; 3) Ekspor karet berpengaruh signifikan terhadap total PDRB di Provinsi Jambi
ANALISIS EKSPOR PINANG DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis perkembangan ekspor pinang Kabupaten Tanjung Jabung Barat dilihat dari volume dan nilai ekspor pinang periode 2001-2014 dan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor pinang Kabupaten Tanjung Jabung Barat periode 2001-2014. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata perkembangan volume ekspor pinang adalah 31,15%, sedagkan rata-rata perkembangan volume ekspor pinang di Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah 58,74% . Hasil regresi linier berganda menunjukkan bahwa variable produksi pinang dan nilai tukar rupiah secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor pinang Kabupaten Tanjung Jabung Barat periode 2004 – 2014 sedangkan secara parsial ternyata variabel produksi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap volume ekspor pinang di Kabupaten Tanjung Jabung Barat periode 2004 – 2014 sementara nilai tukar rupiah tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap volume ekspor pinang di Kabupaten Tanjung Jabung Barat periode 2004 – 201
ANALISIS PRODUKTIVIAS TENAGA KERJA DI PROVINSI JAMBI PERIODE 1996-2013
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja di Provinsi Jambi periode 1996-2013. Analisis yang di pakai dalam penelitian ini meliputi analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Analisis deskripstif digunakan dengan mengkaji penelitian ini melalui teori-teori yang dianggap perlu dalam penelitian ini, berdasarkan teori- teori yang dipakai dalam mengkaji tiga variabel yang mempengaruhi produktivitas (pendidikan, upah dan angka harapan hidup) maka terdapat pengaruh yang positif terhadap produktivitas tenaga kerja di Provinsi Jambi periode 1996-2013. Berdasarkan analisis kuantitatif dengan model regresi berganda terhadap data yang dipakai dalam ketiga faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja di Provinsi Jambi periode 1996-2013 tersebut terdapat pengaruh yang signifikan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KERUPUK OLAHAN UDANG HASIL INDUSTRI RUMAH TANGGA DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT (STUDI KASUS KECAMATAN TUNGKAL ILIR KAMPUNG NELAYAN)
The aim of this study, first to determine the socio-economic conditions of processed prawn crackers businessman educational level, a number ofdependents, income, price, production. Second to know and analyze the factors that influence the production of processed prawn crackers. The data used in this study was primary data in the form of the figures used by the industry of processed prawn crackers in KampungNelayan. Then thesecondary data obtained from related institutions. Then the data is analyzed using descriptive and quantitative methods. The results obtained from this study can be known that socio-economic conditions of the respondents viewed from the level of education on average still graduate primary school with an average number of dependents 2 children, and obtained by craftsmen of processed prawn crackers is around Rp. 4,320,000 a price of crackers Rp. 50,000 per kg and can produce up to 136 Kg per month. From the results of regression testing, variable labor (0.0145) and raw materials (0.0008) significantly affects the production of processed prawn crackers, this can be seen in thitung>ttable at 95% confidence level (α = 0.05). And the results obtained a regression coefficient of determination (R) of 0.887857
Analisis Efektifitas dan Kontribusi Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Terhadap Pajak Daerah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat tahun 2011-2014
Tujuan penelitian ini adalah untuk Untuk mengetahui dan menganalisis kontribusi penerimaan pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) terhadap pajak daerah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, 2011-2015, Untuk mengetahui pengaruh pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) terhadap pajak daerah masih fluktuatif
Analisis Permintaan Jasa Angkutan Laut Di Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan permintaan jasa angkutan laut di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya selama peroide 2000-2012. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis data sekunder dengan analisi deskriptif dan kuntitatif menggunakan alat analisis regresi linear. Dari hasil penelitian selama periode 2000-2012 menunjukkan bahwa permintaan angkutan laut di Kabupaten Tanjung Jabung Barat jika dilihat dari sisi penumpang yang berangkat mengalami peningkatan rata-rata 34,36 persen pertahun. Sementara penumpang yang datang dalam periode yang sama mengalami peningkatan rata-rata 31,68 persen pertahun. Dan dari hasil regresi permintaan jasa angkutan laut di Kabupaten Tanjung Jabung Barat variable jumlah penumpang berpengaruh signifikan terhadap jasa angkatan laut dan variable volume perdagangan tidak berpengaruh signifikan terhadap jasa angkutan lau
ANALISIS EFEKTIVITAS PENERIMAAN DAERAH DI KABUPATEN SAROLANGUN
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui besaran varians penerimaan daerah di Kabupaten Sarolangun; 2) Untuk mengetahui perkembangan penerimaan daerah di Kabupaten Sarolangun; 3) Untuk efektivitas penerimaan daerah di Kabupaten Sarolangun. Data yang digunakan adalah data APBD Kabupaten Sarolangun selama periode 2009 - 2013. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menemukan bahwa: 1) Varians Penerimaan Daerah Kabupaten Sarolangun selama tahun 2009 – 2013 rata – rata sebesar -10%. Hal ini menunjukkan bahwa penerimaan daerah belum stabil yang mana anggaran target dan realisasi belum mengalami peningkatan yang signifikan; 2) Laju perkembangan Penerimaan Daerah di Kabupaten Sarolangun selama tahun 2009 – 2013 rata – rata sebesar 7%. Hal ini menunjukkan hal yang baik dikarenakan penerimaan daerah yang meningkat dan konsisten setiap tahunnya yang telah dilaksanakan pemerintah daerah; 3) Efektivitas Penerimaan daerah kabupaten Sarolangun selama tahun 2009 – 2013 rata – rata sebesar 98%. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah dapat mengoptimalisasi berbagai macam sumber penerimaan daerah di kabupaten sarolangun, namun belum maksimal dikarenakan hasil perhitungan menunjukkan persentase yang kurang dari 100%
ANALISIS PENDAPATAN PBB ANTAR KECAMATAN SAROLANGUN DAN KECAMATAN SINGKUT DI WILAYAH KABUPATEN SAROLANGUN
Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui target dan realisasi penerimaan PBB dari Kecamatan Singkut dan Kecamatan Sarolangun; 2) Untuk mengetahui berapa besar penerimaan PBB Kecamatan Singkut dan Kecamatan Sarolangun tiga tahun kedepan. Data yang digunakan adalah data PBB Kecamatan Sarolangun dan Kecamatan Singkut selama Tahun 2009 - 2013. Data dianalisis secara deskriptif dan regresi sederhana. Hasil analisis menemukan bahwa: 1) Persentase penerimaan PBB Kabupaten Sarolangun tahun 2009 sebesar 137,3458%, tahun 2010 sebesar 82,09344%, tahun 2011 sebesar 104,6834%, tahun 2012 sebesar 101,299%, tahun 2013 sebesar 93,19423%; 2) Persentase penerimaan PBB Kecamatan Singkut tahun 2009 sebesar 86,70887%, tahun 2010 sebesar 54,84573%, tahun 2011 sebesar 127,2092%, tahun 2012 sebesar 138,8676%, tahun 2013 sebesar 97,78973%; 3) Perkiraan target dan realisasi penerimaan PBB pada tahun-tahun yang akan datang dapat diketahui dengan menggunakan teknik analisis trend linier sederhana, berikut ini target dan realisasi penerimaan PBB Kabapaten sarolangun pada tahun 2014 – 2016 yang telah diolah, target tahun 2014 sebesar Rp 7.292.596.300, tahun 2015 sebesar Rp. 7.352.723, tahun 2016 sebesar Rp. 7.412.851.034; 4) Perkiraan target dan realisasi PBB Kecamatan Singkut tahun 2014 sebesar Rp 330.239.035, tahun 2015 sebesar Rp 317.609.133, tahun 2016 sebesar Rp 404.979.231 
ANALISIS PERSEPSI PENGUSAHA TERHADAP DAYA TARIK INVESTASI DI KABUPATEN SAROLANGUN
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perkembangan investasi PMDN dan PMA, dan untuk mengetahui persepsi pelaku usaha terhadap daya tarik investasi di Kabupaten Sarolangun. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif yaitu suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia (Sugiyono, 2009: 5). Analisis yang digunakan berupa analisis deskriptif dan analisis lain dengan menggunakan beberapa alat analisis antara lain antara lain metode pertumbuhan ekonomi dan menggunaan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang dianggap dominan didalam menentukan daya tarik investasi di Kabupaten Sarolangun secara berurutan adalah faktor kelembagaan 35%, faktor social politik 27%, faktor ekonomi daerah 15%, faktor tenaga kerja dan produktivitas 13% dan faktor infrastruktur fisik 10%. Penelitian ini menunjukkan bahwa bobot terhadap faktor kelembagaan, faktor sosial politik budaya dan keamanan yang merupakan policy variable cukup tinggi hal ini telah memberikan optimis kepada daerah-daerah miskin sumber daya alam untuk secara kreatif membenahi iklim investasi didaerahnya. Pemerintah Kabupaten Sarolangun harus dapat meningkatkan pelayanan publik-birokrasi, khususnya kemudahan perizinan dan peningkatan infrastruktur fisik sehingga daya tarik investasi dapat meningkat di Kabupaten Sarolangun