e-Jurnal Perdagangan Industri dan Moneter
Not a member yet
161 research outputs found
Sort by
NALISIS KINERJA KEUANGAN DARI SISI BELANJA DAERAH KABUPATEN BATANG HARI
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk; (1).Untuk mengetahui dan menganalisa perkembangan belanja operasi, belanja modal, belanja langsung, belanja tidak langsung dan total belanja daerah di Kabupaten Batang Hari Tahun 2002-2012; (2). Untuk mengetahui dan menganalisa kinerja keuangan daerah dilihat dari sisi belanja meliputi belanjaoperasi, belanja modal, belanja langsung, dan belanja tidak langsung terhadap total belanja daerah serta rasio total pendapatan daerah terhadap total PDRB di Kabupaten Batang Hari Tahun 2002-2012. Penelitian ini menggunakan model analisis deskriptif kuantitatif dengan alat analisis perkembangan dan rasio kinerja keuangan daerah Untuk mengetahui dan menganalisa kinerja keuangan daerah dilihat dari sisi belanja meliputi belanja operasi, belanja modal, belanja langsung, dan belanja tidak langsung terhadap total belanja daerah serta rasio total pendapatan daerah terhadap total PDRB di Kabupaten Batang Hari Tahun 2002-2012. Hasil analisis Kemampuan keuangan daerah dari sisi belanja di Kabupaten Batang Hari tahun 2002-2012 yang diukur dari sisi rasio belanja operasional,rasio belanja modal, rasio belanja langsung dan belanja tidak langsung serta rasio total belanja daerah terhadap PDRB menunjukkan bahwa rasio belanja operasional lebih besar di bandingkan belanja modal, sedangkan sebaliknya rasio belanja langsung lebih besar dibandingkan rasio belanja modal dan rasio PDRB hanya mampu menggambarkan setengah dari PDRB daerah
PENGARUH BELANJA DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN SAROLANGUN
Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Untuk Menganalisis perrtumbuhan ekonomi di kabupaten Sarolangun; 2) Untuk menganalisis Perkembangan Belanja Daerah Kabupaten Sarolangun; 3) Untuk menganalisis Pengaruh Belanja Daerah Terhadap pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Sarolangun. Data yang digunakan adalah data APBD, dan PDRB Kabupaten Sarolangun Tahun 2002 - 2011. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan regresi berganda. Hasil analisis menemukan bahwa: 1) Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sarolangun Selama Periode tahun 2002 – 2012 mengalami fluktuasi dengan rata-rata perkembangan sebesar 7.43% per tahunnya; 2) Perkembangan Belanja Daerah Kabupaten Sarolangun Selama periode tahun 2003 – 2012 sangat berfluktuasi dengan rata-rata perkembangan sebesar 11,33% per tahunnya; 3) Pengaruh Belanja Daerah terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sarolangun ternyata sangat memberikan pengaruh yang baik dan positif. Dimana pengaruh Belanja Langsung sebesar 0.172 atau sebesar 17,2% terhadap pertumbuhan ekonomi dan sisanya sebesar 82.8% dipengaruhi oleh variabel lain dari faktor belanja daerah sedangkan Belanja Tidak Langusng memberikan pengaruh sebesar 0.858 atau 85.5% terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sarolangun sisanbya sebesar 14.5% di pengaruhi oleh variabel lain dari faktor belanja daerah Kabupaten Saroangun. Pengaruh Belanja Daerah terhadap Pertumbuhan Ekonomi mencapai nilai signifikan sebesar 0.007
Analisis Penerimaan Pajak Reklame dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi di Kabupaten Tanjung Barat
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kontribusi pajak reklame terhadap PAD di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, untuk menganalisis efektifitas pajak reklame di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, untuk menganalisis efisiensi pajak reklame di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penerimaan pajak reklame di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Metode alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumus kontribusi, rumus efektifitas, rumus efisiensi dan model regresi liner berganda. Hasil analisis dari penelitian menunjukkan bahwa rata - rata angka kontribusi pajak reklame sebesar 0,59 persen, rata - rata angka efektifitas pajak reklame sebesar 145,23 persen, rata - rata angka efisiensi pajak reklame sebesar 8,20 persen, sedangkan hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa PDRB sektor sekunder dan Kebijakan berpengaruh terhadap penerimaan pajak reklame sedangkan jumlah industri tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak reklame
DETERMINAN NERACA TRANSAKSI BERJALAN INDONESIA (1994-2009)
oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/800This research use time series data from 1994 until 2009. The purpose of this research is to analyze the factors affecting Indonesia Current Account. The methods used in this research are descriptive and quantitative analysis, meanwhile, multiple regression was used as a tool of analysis. The factors affecting Indonesia Current Account are exchange rate, foreign investment, gross national product, and domestic inflation.Exchange rates proved a positive affect on current account, foreign investment affect to current account. On the other hand, gross national income precisely has a negative effect on current account. Domestic inflation also has a negative influential to current account. Meanwhile exchange rate, foreign investment, gross national product, and inflation cause a negative effect simultaneously. Government and stakeholders should keep the exchange rate stability because the exchange rate is the most affecting on international trade. Then government also keep our domestic stability on politics, security, economic to increase economic productivity.Keywords: current account, exchange rate, foreign investment, gross national product, inflation REFERENCES Haryadi. 2007. Buku I Ekonomi Internasional Teori dan Kebijakan. Bogor: Biografika.Hamli, Lukman. 2005. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keseimbangan Neraca Pembayaran Indonesia Suatu Pendekatan Moneter (1990-2002). Skripsi.Jambi: Fakultas Ekonomi Universitas Jambi.Krugman, Paul R dan Maurice Obstfeld. 2005. Ekonomi Internasional Teori dan Kebijakan. Jakarta: Rajawali Press.Sukirno, Sadono. 1996. Pengantar Teori Makro Ekonomi. Jakarta: Raja Grafindo.Tan, Syamsurijal. 2004. Ekonomi Internasional. Jambi: Pratama.Tambunan, Tulus. 2005. Perekonomian Indonesia, Beberapa Masalah Penting. Jakarta: Ghalia Indonesia.Todaro, Michael. 1998. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Jakarta: Erlangga
Analisis Ekspor Sub Sektor Perkebunan Kabupaten Bungo Periode Tahun 2000-2012
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1). perkembangan faktor-faktor yang mempengaruhi nilai volume ekspor subsektor perkebunan di Kabupaten Bungo tahun 2000-2012; 2). Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai volume ekspor subsektor perkebunan di Kabupaten Bungo tahun 2000-2012. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan kuantitatif. Metode analisis deskriptif kuantitatif digunakan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi nilai volume ekspor subsektor perkebunan di Kabupaten Bungo tahun 2000-2012. Dengan metode analisis regresi linier berganda dan menggunakan program SPSS di peroleh bahwa pada periode 2000-2013 koefisien determinsi (R2) dan secara bersama-sama variabel bebas (Produksi, tingkat harga dan nilai kurs/per dollar) berpengaruh signifikan terhadap nilai ekspor subsektor perkebunan. Begitu juga secara individual juga menunjukkan variabel produksi, tingkat harga dan kurs berpengaruh signifikan terhadap nilai ekspor subsektor perkebunan Kabupaten Bungo
ANALISIS PENGARUH DANA PIHAK KETIGA DAN PENYALURAN DANA TERHADAP PROFITABILITAS BANK SYARIAH (STUDY KASUS PT. BANK SYARI’AH MANDIRI PERIODE 2001-2010)
The purpose of this research is to determine the dominant influnce factors in Syariah Mandiri Bank profit. This research uses quantitative descriptive method through time series data to know the dominant influnce factors in Syariah Mandiri Bank profit. The result of this research shows the coefficient of independent variabe in which for third party fund is 1,820 and for fund distribution is 2,815. It means that the third party has a good influence towards Bank profit.
Analisis Determinan Kemiskinan Pedesaan Dan Efektifitas Program Pengentasannya Di Kecamatan Sarolangun
Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui keadaan aspek sosial dan ekonomi penduduk miskin di Kecamatan Sarolangun 2) Untuk mengetahui pengaruh kondisi sosial dan ekonomi terhadap kemiskinan di Kecamatan Sarolangun 3) Untuk mengetahui efektifitas program bedah rumah terhadap pengentasan kemiskinan di Kecamatan Sarolangun
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder berdasarkan waktu (time series), dengan teknik analisis deskriptif dan kuantitatif menggunakan regresi berganda dan korelasi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Secara umum tingkat pendidikan penduduk miskin di Kecamatan Sarolangun adalah rendah dengan jumlah anggota keluarga yang cukup besar. Dimana sebagian besar penduduk adalah bekerja meskipun masih terdapat keluarga miskin yang tidak bekerja 2) secara bersama-sama dan secara parsial tingkat pendidikan, jumlah tanggungan, status bekerja, pendapatan dan akses permodalan berpengaruh secara signifikan terhadap kemiskinan penduduk di Kecamatan Sarolangun 3) Program bedah rumah Pemerintah daerah Kabupaten Sarolangun telah berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin yang terdapat di Kecamatan Sarolangu
ANALISIS PENGARUH EKSPOR, INVESTASI, KONSUMSI DAN PENGELUARAN PEMERINTAH DI SEKTOR INDUSTRI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TAHUN 1995-2010
This study aims to (1) identify and analyze the growth of exports, PMDN, PMA, consumption, government spending and economic growth in Indonesia in the industrial sector in the period 1995-2010, (2) look at the influence of exports, PMDN, PMA, consumption, government expenditure and economic growth in Indonesia in the industrial sector in the period 1995-2010. There is some empirical findings revealed by this research. First, the average exports of the industrial sector (EXI) during the period 1995-2010 is the percent, percent domestic investment, FDI percent, percent of consumption, government expenditure percent. Second, the magnitude of the effect of variable export, investment, consumption, government spending in the industrial sector to economic growth in Indonesia known coefficient of determination R2 0964 means that 96.4% of Indonesia's economic growth can be explained by the amount of the industrial sector and the remaining 3.6% is explained by other factors.Keywords: Industry, government spending, consumption, exports, investmentREFERENCES Amin, 2010. Dampak PMDN dan PMA Terhadap Pertumbuhan Sektor Industri di Provinsi Jambi 1993-2009.Skripsi. Universitas Jambi. Jambi. Amir,M.S 2004. Perdagangan Internasional. Bhrata karya aksara, Jakarta. Djohanputro, B. 2008. Prinsip-prinsip Ekonomi Makro. Jakarta. Dornbusch, 2008. Makro Ekonomi. Media Global Edukasi. Jakarta Echern, M.C 2000. Ekonomi Makro. Salemba Empat. Jakarta. Eduardus, 2001. Investasi dan Manajemen Portofolio. Ganesha. Bandung. Fahmi, (2009). Analisis Pengaruh Ekspor dan Penanaman Modal Asing Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2009. Skripsi. Hasibuan S.P. Malayu. 1987. Ekonomi Pembangunan dan perekonomian Indonesia, Armico. Jakarta. Herlambang, T. 2002. Ekonomi makro : teori, analisis, dan kebijakan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Jhingan, M.L 2007. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Raja Grafindo Prasada. Jakarta. Kiki, 2010. Determinan Penanaman Modal Dalam Negeri di Indonesia. Skripsi. Unja. Lutfi, 2007. Analisis Pengaruh Foreign Direct Investment (FDI) dan Ekspor Terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Skripsi. LIPI, 2008. Investasi dan Perdagangan. Pusat Penelitian Ekonomi(P2E). Jakarta. Laporan Indikator Ekonomi, tahunan 1995-2010, BPS. Mankiw, N.G 2006. Pengantar Ekonomi Makro. Salemba Empat. Jakarta. Mustika, 2009. Analisis Pengaruh Perubahan Harga Minyak Mentah Dunia Terhadap Ekspor Minyak Mentah Indonesia Periode 1995-2007.Skripsi. Universitas Jambi. Jambi. Rahardja, 2000. Pengantar Ilmu Ekonomi (Makro-Mikro). Fe-UI. Jakarta. Ratih, (2009). Analisis Pengaruh Hutang Luar Negeri, Investasi Asing dan Ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia periode 1981-2007. Skripsi Universitas Jambi. Jambi Supriadi, Arman Delis dan Slamet Rahmadi. 2013. Analisis Desentralisasi Fiskal di Kabupaten Bungo. Jurnal. Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol. 1 No. 1. Sukirno, S 2004. Makro Ekonomi Teori Pengantar. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Suparmoko, 1994. Pengantar ekonomi makro, BPFE:UGM. Yogyakarta. Tambunan, T. 2000. Perdagangan Internasional & Neraca Pembayaran: Teori dan Temuan Empiris. LP3ES. Jakarta. Tan, S 2009. Ekonomi Internasional. Citra Pratama. Jakarta Todaro 2004. Pembangunan Ekonomi. Erlangga. Jakarta
 
ANALISIS DAYA SAING EKSPOR INDUSTRI TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL (TPT) INDONESIA PERIODE 1990-2010
This Research entitle " Analysis Competitiveness Export Textile and Product Textile Indonesia (TPT) Indonesia Period 1990-2010". The intention of this research is to know growth of exporting of TPT Indonesia, competitiveness of TPT Indonesia and also to know factors influencing value export TPT Indonesia. To existing data growth of mean export TPT Indonesia during period 1990-2010 is equal to 8,26% every year. At calculation of Index of RCA and of CCI known that commodity of TPT Indonesia less is owning of competitiveness international marketing. With mean Make an index to RCA equal to 0,62 and CCI equal to 8,63%. Quantitative analysis known that coefficient of determinant ( R2) equal to 0,9785, its meaning of free variable contribution to variable tied is equal to 97,85%, while the rest equal to 2,15% again caused to process other factors which not be packed into this research. And pursuant to test of F- Statistic by together earning that value of F-Hitung > F-Tabel ( 44,80 > 3,01), its meaning by simultan all free variable influence value export TPT Indonesia.Keywords: TPT, competitiveness, consumption, exports, investment REFERENCESAmin, 2010. Dampak PMDN dan PMA Terhadap Pertumbuhan Sektor Industri di Provinsi Jambi 1993-2009.Skripsi. Universitas Jambi. Jambi.Amir,M.S 2004. Perdagangan Internasional. Bhrata karya aksara, Jakarta.Djohanputro, B. 2008. Prinsip-prinsip Ekonomi Makro. Jakarta.Dornbusch, 2008. Makro Ekonomi. Media Global Edukasi. Jakarta Echern, M.C 2000. Ekonomi Makro. Salemba Empat. Jakarta.Eduardus, 2001. Investasi dan Manajemen Portofolio. Ganesha. Bandung.Fahmi, (2009). Analisis Pengaruh Ekspor dan Penanaman Modal Asing Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2009. Skripsi.Hasibuan S.P. Malayu. 1987. Ekonomi Pembangunan dan perekonomian Indonesia, Armico. Jakarta.Herlambang, T. 2002. Ekonomi makro : teori, analisis, dan kebijakan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Jhingan, M.L 2007. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Raja Grafindo Prasada. Jakarta. Kiki, 2010. Determinan Penanaman Modal Dalam Negeri di Indonesia. Skripsi. Unja. Lutfi, 2007. Analisis Pengaruh Foreign Direct Investment (FDI) dan Ekspor Terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Skripsi. LIPI, 2008. Investasi dan Perdagangan. Pusat Penelitian Ekonomi(P2E). Jakarta. Laporan Indikator Ekonomi, tahunan 1995-2010, BPS. Mankiw, N.G 2006. Pengantar Ekonomi Makro. Salemba Empat. Jakarta. Mustika, 2009. Analisis Pengaruh Perubahan Harga Minyak Mentah Dunia Terhadap Ekspor Minyak Mentah Indonesia Periode 1995-2007.Skripsi. Universitas Jambi. Jambi. Rahardja, 2000. Pengantar Ilmu Ekonomi (Makro-Mikro). Fe-UI. Jakarta. Ratih, (2009). Analisis Pengaruh Hutang Luar Negeri, Investasi Asing dan Ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia periode 1981-2007. Skripsi Universitas Jambi. Jambi Sukirno, S 2004. Makro Ekonomi Teori Pengantar. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Suparmoko, 1994. Pengantar ekonomi makro, BPFE:UGM. Yogyakarta. Tambunan, T. 2000. Perdagangan Internasional & Neraca Pembayaran: Teori dan Temuan Empiris. LP3ES. Jakarta. Tan, S 2009. Ekonomi Internasional. Citra Pratama. Jakarta Todaro 2004. Pembangunan Ekonomi. Erlangga. Jakarta Website : www.depkeu.go.id Website : www.kemendag.go.id/statistik_perkembangan_ekspor_impor_indonesia Website : http://www.kemenprin.go.id/investas
ANALISIS PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL MAKANAN RINGAN (Studi Kasus Industri Keripik Pisang di Kabupaten Merangin)
This research intent to know condition of industrial entrepreneur economy social little alimentary demulcent (banana flaky industry), factor that regard alimentary little industry development demulcent (banana flaky industry) and little industrial development prospect alimentary demulcent (banana flaky industry) at Merangin Regency. Result observationally to point out that entrepreneurs aged average industrial little alimentary demulcent (banana flaky industry) are surrounding 36-55 years, and on a par entrepreneur education zoom banana flaky which is end SMA, with family responsibility amount as much 3-4 person, averagely increases alimentary industrial entrepreneur capital demulcent (banana flaky industry) as big as Rp.2.196.777,- and with income average which gotten by banana flaky entrepreneur as big as RP.11.382.422,- every years. Factor that regards significant's ala little industry development at Regency Merangin which is capital, labour, and raw material. Where is construction frequency variable not significant's ascendant to production volume. Based on SWOT analysis, alimentary little industry demulcent (banana flaky industry) at Merangin's Regency have good development prospect to be developed. Keywords: Industry, SWOT. REFERENCES Anonim, 2009, Indikator Industri Kota Jambi, Badan Pusat Statistik Kota Jambi. Anonim, 2009, Indikator Industri Kabupaten Merangin, Badan Pusat Statistik Kabupaten Merangin. Anonim, 2009, Laporan Tahunan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi. Anonim, 2009, Laporan Tahunan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Merangin. Badriwan, Zaki, 1992, Intermediate accounting, BPFE-UGM, Yogyakarta. Azhari, SI, 1986. Industri Kecil Sebuah Tinjauan dan Perdagangan, LP3ES. Jakarta. Dumairy, 1997, Perekonomian Indonesia, Erlangga, Jakarta. Gilarso, T, 1992, Pengantar Ilmu Ekonomi, BPFE, Yogyakarta Harlik,H.; Amri,A.;Hardiani,H.(2013). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemiskinan dan Pengangguran di Kota Jambi. Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah. 1(2), 109-120Hardiani,H.(2011). Pendekatan Upah Bayangan (Shadow Wage) Untuk Estimasi Penawaran Tenaga Kerja Usaha Tani Kecil (Kasus Perkebunan Karet Rakyat di Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi. Jurnal Paradigma Ekonomika. 1(4)Tan, Syamsurijal, 2009. Perencanaan Ekonomi : Theori dan Implementasinya. Winardi, 1997, Pengantar Ilmu Ekonomi, Tarsiti, Bandung.