Publikauma : Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area
Not a member yet
201 research outputs found
Sort by
Implementasi Program Pembinaan Usaha Mikro Kecil Menengah Sektor Kuliner di Kota Palembang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program pembinaan pelaku UMKM sektor kuliner di Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi dan dianalisis dengan teknik triangulasi data. Lokasi penelitian dipilih dengan jumlah lokasi usaha kuliner terbanyak di kota Palembang yang terletak di sentral kampung pempek 26 ilir, sentra kuliner Sekanak, 27 Ilir dan pelaku UMKM 32 ilir serta ilir timur II. Penentuan sampel informan dilakukan secara purposive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah Dinas Koperasi dan UKM Kota Palembang, Pelaku Usaha Binaan dan bukan Binaan Dinas Koperasi dan UKM Kota Palembang, dan Komunitas UMKM Kota Palembang. Hasil penelitian menunjukkan implementasi program pembinaan pelaku UMKM sektor kuliner di Kota Palembang cukup baik, namun belum optimal, kondisi ini dapat dilihat dari masih adanya hambatan yang dihadapi dalam implementasinya. Â Strategi yang dapat digunakan pemerintah untuk mengoptimalkan peran dalam pembinaan antara lain sosialisasi berkelanjutan kepada komunitas pelaku UMKM. Keterlibatan peran multi sektor dalam pelatihan dan pembinaan sektor kuliner, Â proses dan persyaratan pengajuan kredit modal usaha, dan penambahan jumlah sasaran penerima bantuan kredit, serta riset gabungan antara berbagai pihak dalam mengenalkan inovasi teknologi baru dan menambah sumber daya pelaksana sebagai pendamping dalam program pembinaa
Implementasi Program Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang
Sintang merupakan salah satu kabupaten terluar yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Upaya membangun Kabupaten Sintang dapat didorong dengan pembangunan infrastruktur, termasuk jalan yang menuju lokasi pariwisata. Pembangunan jalan tersebut merupakan bentuk implementasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan Bidang Prasarana Jalan di Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai yang dilandasi Keputusan Menteri Pekerja Umum Republik Indonesia Nomor: 284/KPTS/M/2009 tentang Penetapan Desa Sasaran Program Pembangunan Prasarana Perdesaan Tahun 2009. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan implementasi pembangunan jalan pada daerah pinggiran di Desa Ensaid Panjang, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang. Permasalahan pokok yang ditelaah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses implementasi yang mencakup Perencanaan partisipatif, Pelaksanaan dan Pemeliharaan Hasil Pembangunan serta faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi PNPM Mandiri Perdesaan di Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai meliputi Kesadaran Masyarakat, Organisasi Pelaksana dan Anggaran. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui tehnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian meliputi peneliti sendiri, panduan wawancara dan catatan lapangan. Selanjutnya rangkuman dari hasil wawancara dibahas dalam sebuah focussed group discussion. Hasil penelitian menunjukkan program ini pada umumnya sangat didukung dan diterima masyarakat, meskipun sumber daya masyarakat belum tersedia secara maksimal. Pelaksana program PNPM Mandiri masih kurang memperhatikan faktor cuaca, anggaran yang kurang memadai sehingga tidak bisa melaksanakan pelatihan teknis dan kekurangan anggaran untuk pemeliharaan. Namun secara umum Implementasi PNPM Mandiri Perdesaan Bidang Infrastruktur di Desa Ensaid Panjang telah berjalan dengan bai
Evaluasi Kebijakan Pengelolaan Sarana dan Prasarana Sampah Pada Pasar Milik Pemerintah Kota Pekanbaru
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan evaluasi kebijakan pengelolaan Sarana dan prasarana sampah pada pasar milik Pemerintah Kota Pekanbaru, tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang menggunakan teori Input (Masukan), Output (Keluaran), Outcome (Hasil), Benefit (Manfaat), Impact (Dampak), belum terlaksana secara maksimal dikarenakan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Pekanbaru di bidang pengelolaan sampah dalam menyediakan Sarana dan Prasarana di pasar milik Pemerintah Kota Pekanbaru belum terpenuhi secara keseluruhan. Oleh sebab itu mesti adanya ketersediaan buruh angkut sampah yang maksimal, kendaraan pengangkut sampah yang memadai, Tempat Pembuangan Sementara (TPS) permanen dan tidak permanen yang sesuai ukuran, kesadaran pedagang menjaga fasilitas sampah seperti gerobak sampah, tempat sampah dan lain sebagainnya, serta kesadaran untuk membuang sampah tepat waktu dan pada fasilitas sampah yang telah disediaka
Peranan Badan Usaha Milik Desa Dalam Mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana peranan BUM Desa dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) yaitu air bersih dan sanitasi di Kelurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Fokus penelitian pada upaya pengelolaan air bersih oleh BUM Desa. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini yaitu Kepala Bidang di DPU, Kepala BAPPEDA, Lurah Karangrejek, Pengelola BUM Desa, dan masyarakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Berdasar hasil penelitian disimpulkan bahwa BUM Desa telah mampu mewujudkan TPB. Peranan BUM Desa dalam mewujudkan TPB, yaitu: peran kelembagaan, kejelasan peran dalam penyediaan air bersih, kemitraan, dan community-based developer. Pencapaian TPB, meliputi: 1) Peningkatan sanitasi total berbasis masyarakat ditunjukkan perilaku hidup bersih dan sehat, peningkatan fasilitas cuci tangan pakai sabun, toilet bersih, dan stop buang air besar sembarangan; 2)Pelipatgandaan ditunjukkan pengembangan sambungan rumah dan peningkatan produktivitas rumah tangga; dan 3) Arus manfaat secara terus menerus ditunjukkan kecukupan kebutuhan air bersih, kelancaran distribusi air, efisiensi penggunaan air, dan peningkatan pendapatan BUM Des
Kualitas Pelayanan Publik dalam Pembuatan SIM di Era Covid-19 pada Polrestabes Bandung Tahun 2020
Di tengah pandemi Covid-19 pada tahun 2020, Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polrestabes Bandung dalam pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) mengalami penurunan nilai indeks evaluasi pelayanan SIM, jumlah pembuatan SIM, kapasitas gedung karena pandemi Covid-19 yang mengharuskan physical distancing, dan kurangnya sosialisasi terhadap informasi pembatasan waktu pendaftaran pembuatan SIM, serta sarana prasarana lahan parkir yang belum tertata dengan rapi dan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas pelayanan publik dalam pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di era Covid-19 pada Polrestabes Bandung tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan bahan audio-visual. Hasil penelitian menujukan bahwa dimensi assurance (jaminan) belum optimal, dimana Satpas Polrestabes Bandung tidak bisa memberikan jaminan ketepatan waktu sesuai dengan yang tercantum dalam standar pelayanan. Hal tersebut dikarenakan melihat dari banyaknya atau jumlah pemohon SIM yang membutuhkan pelayanan dan sistem yang bekerja dari pusat online atau offline, sehingga dapat mempengaruhi responsiviness (daya tanggap) dalam memberikan pelayanan yang cepat
Perbandingan kinerja Pembangunan Manusia dan Sosial Ekonomi Pasca Pemekaran Wilayah
Mengevaluasi Daerah Otonomi Baru, tentunya perlu strategi dalam memilih variabel, indikator dan metode yang digunakan, agar hasil yang didapat dapat bermanfaat bagi perbaikan sekaligus peningkatan. Salah satu cara untuk dijadikan dasar pembanding yang tepat dan akurat adalah dari kinerja Pembangunannya antara daerah pemekaran dengan Induknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan kinerja pembangunan manusia dan sosial ekonomi pasca pemekaran wilayah dan seberapa besar perbedaannya dengan lokus penelitian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian yang bersifat komparatif atau membandingkan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara dokumentasi dan studi pustaka, menggunakan jenis data sekunder. Temuan penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan kinerja pembangunan manusia dan pembangunan sosial pasca pemekaran wilayah, namun kinerja pembangunan ekonomi terdapat perbedaan setelah pemekaran wilayah pada periode 2005-2019. Besarnya selisih atau perbedaan kinerja pembangunan ekonomi adalah 0,42, termasuk dalam kategori kecil. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam meningkatkan kinerja pembangunan manusia dan sosial ekonomi, agar fokus pada program pemberdayaan masyarakat miskin serta mengurangi angka pengangguran dengan membuka lapangan kerj
Eksistensi Pelaku Usaha Sektor Informal Offline dan Online di Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk eksistensi pelaku usaha sektor informal offline dan online di tengan pandemi covid 19.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan yaitu data reduction, data display dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh Sektor informal online merupakan jalan yang harus ditempuh, untuk tetap melaksanakan usaha dan memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga dapat dikatakan sektor informal di masa pandemi covid-19 lebih eksis dibandingkan dengan sektor informal offline. Penjualan secara offline  tetap dilakukan sebagian masyarakat karena adanya keterbatasan dalam penggunaan teknologi, selain itu banyak masyarakat melakukan penjualan secara online dan tidak offline, akan tetapi tidak jarang masyarakat juga melakukan usaha secara offline dan online. Sistem penjuan offline dan online yang dilakukan secara bersamaan agar kegiatan masyarakat  sektor informal tetap berjalan sebagai mana mestinya. Mau tidak mau, suka atau tidak suka masyarakat harus mampu menjalankan usaha secara offline dan online ditengan pandemi dan juga kemajuan teknologi
Evaluasi Kebijakan Pengelolaan Sampah di TPA Kalikondang Kabupaten Demak
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian kebijakan pengelolaan sampah yamg dilakukan di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Kalikondang Kabupaten Demak. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data diperoleh berdasarkan data primer melalui wawancara langsung, observasi, dan dokumentasi, serta data sekunder melalui jurnal dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas pengelolaan sampah yang dilakukan masih belum optimal. Berdasarkan Pasal 44 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah mengamanatkan bahwa paling lambat pada tahun 2013 setiap pemerintah daerah/kota sudah memiliki TPA yang representatif dan memenuhi kaidah teknis maupun lingkungan (sanitary landfill). Namun, TPA Kalikondang masih menggunakan sistem open dumping. Efesiensi pengelolaan sampah belum maksimal, karena penimbunan sampah yang seharusnya dilakukan setiap hari ternyata dilakukan setiap 15 hari sekali, selain itu, kolam air lindi tidak berfungsi secara maksimal. Kecukupan dalam pengelolaan sampah dilihat dari ketepatan kebijakan yang dibuat, namun kebijakan tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Responsivitas yang dilakukan dalam menjawab keluhan dari masyarakat terkait pengelolaan sampah yang dilakukan di TPA Kalikondang dinilai tidak menyelesaikan persoalan yang ada, seperti membuat tanggul tanah sebagai pembatas kali TPA dan persawahan warga, yang tentunya tanggul tanah tersebut tetap dapat dilewati oleh air lindi. Ketepatan dalam mengolah tinja menjadi gas metan sudah sesuai, karena pengelolaan tersebut hanya diperuntukkan pegawai di TP
Melestarikan Tudang Sipulung Melalui Metode Brainstorming Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pada Kantor Desa Mattirowalie
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan menemukan ide-ide kreatif melalui brainstorming dalam tudang sipulung yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta hambatan pelaksanaannya di kantor Desa Mattirowalie. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi. Informan dalam penelitian ini yaitu masyarakat dan aparatur Desa Mattirowalie dengan jumlah 21 orang. Adapun Hasil dari penelitian ini yaitu penerapan brainstorming dalam tudang sipulung di Desa Mattirowalie pelaksanaanya berlangsung dengan aman dan dapat menyelesaikan masalah terkait kualitas pelayanan di Desa Mattirowalie. Hasil identifikasi masalah dalam kualitas pelayanan di Desa Mattirowalie pada pra siklus terdapat 8 (delapan) indikator yang bermasalah. Setelah dilakukan tudang sipulung dengan metode brainstorming terjadi peningkatan kualitas pelayanan, hal ini terlihat dari jumlah indikator yang bermasalah dalam kualitas pelayanan tersisa 2 (dua) indikator saja, yakni ketidakdisiplinan aparat desa dalam melakukan proses layanan dan masih ada petugas yang bersikap diskriminatif dalam memberikan pelayanan. Adapun hambatannya adalah kurangnya kesadaran masyarakat Desa Mattirowalie untuk mengikuti musyawarah desa serta masih ada ego dari peserta brainstorming untuk berdebat mempertahankan argume
Strategi Pemerintah Kelurahan Dalam Pengembangan Sumberdaya Manusia Anak Putus Sekolah di Kampung Nelayan
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab anak putus sekolah dan strategi pemerintah kelurahan dalam mengembangkan SDM anak putus sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan dan mendeskripsikan objek dan fenomena yang diteliti. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara terkait faktor penyebab dan strategi pemerintah kelurahan. Informan penelitian terdiri dari pemangku kepentingan terkait yaitu Lurah Kelurahan Belawan 1, Kepala Lingkungan XII Kampung Nalayan dan beberapa masyarakat yang bermukim di Kelurahan Belawan I Lingkungan XII Kampung Nelayan berjumlah 6 orang. Tehnik analisis data dengan menggunakan model analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab anak putus sekolah dikarenakan adanya faktor dari dalam diri anak dan juga dari luar diri. Sebagai langkah strategis yang diambil oleh pemerintah kelurahan untuk mengembangkan SDM anak putus sekolah tersebut yakni dengan menerapkan pendidikan kesetaraan, membuat dialog komunitas, mendirikan rumah zakat serta melaksanakan kegiatan keliling kampung. Dengan demikian, bahwa dapat ditarik kesimpulan permasalahan mengenai anak putus sekolah telah berhasil diminimalisir melalui strategi yang telah ditetapkan oleh pemerintah Kelurahan Belawan