Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Not a member yet
    313 research outputs found

    Karakteristik Inhibisi Korosi Baja Karbon Di Dalam Larutan HCl Menggunakan Ektrak Daun Tembakau

    No full text
    Pengembangan inhibitor korosi saat ini telah mengarah pada jenis inhibitor baru yang lebih ramah terhadap lingkungan. Penggunaan ektrak daun tembakau telah diinvestigasi sebagai inhibitor korosi yang ramah lingkungan serta efektif dalam menghambat korosi pada baja karbon di dalam larutan HCl 0,5 M. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh konsentrasi inhibitor serta temperature larutan terhadap laju korosi pada baja karbon. Proses inhibisi korosi baja karbon telah dinvestigasi dalam penelitian ini. Kinerja dari inhibitor ektrak daun tembakau dianalisis dengan metode polarisasi linear dan weight loss. Konsentrasi inhibitor yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebesar 0 mg/l, 100 mg/l, 300 mg/l, 500 mg/l, dan 700 mg/l. Suhu immersi baja karbon yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 30oC, 50oC, dan 70 oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi menurun seiring meningkatnya konsentrasi inhibitor dan menurunnya suhu larutan. Laju korosi baja karbon minimum terjadi pada konsentrasi inhibitor sebesar 700 ppm dan suhu 30 oC yakni sebesar 2,04 mmy dengan efisiensi inhibisi 85,4%. Besarnya energi bebas Gibs dari adsorpsi inhibitor dipermukaan baja karbon sebesar -18,2 kj/mol. Analisis SEM pada permukaan logam menunjukkan bahwa tingkat degradasi logam tertinggi terjadi pada baja karbon di dalam larutan tanpa inhibitor. Analisis EDS dan FTIR menunjukkan produk korosi baja karbon berbentuk berupa oksida dan hidroksida logam

    Characterization of Polyether Sulfone (PES) Membranes Filled with Activated Carbon from Jatropha Seed Shell as Aditif for Elimination Peroxide Number and Free Fatty Acid in Used Cooking Oil

    No full text
    Minyak goreng adalah bahan konsumsi yang penting dalam rumah tangga dan industri makanan. Sayangnya, sering digunakan berulang kali karena mahal. Tindakan ini mungkin tidak hanya berbahaya bagi kesehatan manusia, tetapi juga mempengaruhi nilai gizi dan mengurangi kualitas makanan. Kualitas reduksi ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah peroksida dan jumlah asam lemak. Penelitian ini menggunakan membran PES yang dimodifikasi dengan penambahan karbon aktif dari kulit biji jarak sebagai aditif untuk mengurangi fouling dalam minyak goreng olahan. Membran diproduksi dengan metode presipitasi perendaman. Sementara, karbon diaktivasi dengan larutan KOH 0,1% dan dipanaskan dalam furnace pada temperatur 600oC.Membran dan karbon aktif dianalisis menggunakan metode FTIR. Analisis SEM menghasilkan membran asimetris dengan lapisan atas berpori dan lapisan bawah padat. Tiga campuran dalam penelitian ini dibuat dengan melarutkan PES yang dimodifikasi dengan karbon aktif pada 0%,3%, dan 5% (b/b) dalam N-methylpirrolidone. Pada penambahan karbon aktif 5% (b/b) dalam campuran membran menghasilkan koefisien permeabilitas tertinggi (L/P) sebesar 9,682 L m2bar-1h-1, pengurangan bilangan peroksida adalah 45% dan pengurangan asam lemak bebas adalah 72% dapat tercapai

    Adsorpsi Kolesterol Lemak Sapi dengan N-Metil Kitosan

    Full text link
    N-metil kitosan merupakan derivat kitosan. Muatan polikationik N-metil kitosan dapat bereaksi dengan muatan negatif seperti kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk sintesis N-metil kitosan dan mempelajari adsorpsi kolesterol oleh N-metil kitosan. Dalam penelitian ini telah dilakukan sintesis N-metil kitosan dari kitosan yang memiliki derajat deasetilasi sebesar 95% melalui mekanisme reduktif aminasi. Berdasarkan hasil sintesis diperoleh N-metil kitosan dengan kadar air sebesar 5,17%, bobot molekul 130.106,8 g/mol, dan indeks swelling 495,039%. N-metil kitosan kemudian diuji kemampuan adsorpsinya terhadap kolesterol. Studi adsorpsi berupa kinetika dan isoterm adsorpsi juga telah dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian, adsorpsi kolesterol menggunakan N-metil kitosan mengikuti model adsorpsi isoterm Freundlich yang menunjukkan bahwa adsorpsi terjadi pada sistem yang heterogen dan lapisan adsorpsi yang terbentuk bersifat multilayer. N-metil kitosan memiliki kemampuan adsorpsi terhadap kolesterol dalam lemak sapi sebesar 11,61 mg/g pada kondisi adsorpsi terbaik yaitu panjang gelombang maksimum 565,3 nm dengan waktu kontak 40 menit dan perbandingan konsentrasi adsorben dengan adsorbat 1:300

    Proses Pirolisis Limbah Styrofoam Menggunakan Katalis Silika-Alumina

    Full text link
    Sampah styrofoam dapat diolah dengan cara didaur ulang menjadi beberapa produk. Salah satunya adalah teknik pirolisis. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh katalis yang efektif dan murah dalam pirolisis. Hasil penelitian pirolisis dengan katalis zeolit alam masih mengandung senyawa benzena dan toluena cukup tinggi, dengan katalis Ni/ Si menunjukkan hasil lebih bagus dan peningkatan yieldnya,namun katalis Ni/Silika cukup mahal. Pirolisis ini diharapkan dapat diaplikasikan di masyarakat sehingga perlu penelitian untuk mencari katalis yang murah dan efektif, agar ikatan rangkap pada benzena dan toluena dapat direngkah menjadi senyawa hidrokarbon rantai terbuka yang dapat digunakan bahan bakar. Penelitian ini dilakukan dengan menimbang sampel 130 gr dengan ukuran kecil dimasukkan ke reaktor, dicampur dengan 13 gr katalis silika alumina, pirolisis dijalankan pada suhu 460 C ,waktu 120 menit. Percobaan diulang dengan variabel berat katalis 26, 39, 52 dan 65 gram. Hasil pirolisis dengan yield optimal digunakan untuk pirolisis variabel suhu operasi. Dekomposisi sampel diuji dengan metode Thermogravimetri Analyzer (TGA). Kandungan senyawa Hasil Cairan Pirolisis (CHP) dianalisis dengan KromatografiMas Pec, CHP diuji karakteristik bahan bakarnya dan uji kalor. Dari penelitian ini dapat disimpulkan styrofoam dapat dipirolisis dengan katalis silika alumina menghasilkan cairan yang bersifat mudah terbakar (flammable) jenis bahan bakar kategori solar jenis 51. Suhu dekomposisi styrofoam pada 300500 C. Yield yang optimal 95,65%, diperoleh dengan berat katalis 26 gr. Suhu Optimal pirolisis pada 500 C. CHP meningkat dengan meningkatnya suhu dan akan mencapai maksimal pada T=500 C. CHP mengandung beberapa senyawa yaitu stirena, toluena, aldehid, isopropil benzena, diphenil, alkohol dan alkana

    Perengkahan n-Butana Menggunakan Katalis Nanopartikel Zeolit Alam Klaten

    Full text link
    Increasing demand on olefins, high energy consumption of thermal cracking and oil depletion are the driving force to find new process to produce olefins. Catalytic cracking of n-butane is promising route to produce olefins. In this paper, we synthesized nanoparticle from natural zeolites by ball milling-recrystallization method and studied the effect of acid dealumination over the nanozeolites on the catalytic properties. Particle size was evaluated visually by using scanning electron microscope. X-Ray Diffraction analysis was performed to study zeolites phase and its crystallinity. Acid dealumination effect over nanosized mordenite on the acidity were evaluated by ammonia TPD and pyridine FTIR. Textural properties of zeolites were characterized by nitrogen physisorption at -196 oC. The catalysts were tested in a fixed bed reactor for n-butane cracking to olefins product. Various temperature conditions were applied ranging from 350 oC to 650 oC for n-butane cracking in a fixed bed reactor. Conversions of n-butane were 15% and 90% at 350 oC and 650 oC, respectively. Selectivity to olefins was increase from 1% at 350 oC to 47% at 650 oC

    Simulation of Drag Reducer Polymer (DRP) for Single and Annular Two Phase Flow in Horizontal Pipe

    No full text
    Drag reducing polymers (DRP) is one of drag reducer types that is widely used in industry as an additive to improve fluid flow efficiency in pipes. This study is conducted to analyze the parameters that influence the efficiency of DRP through developing equation model, and to see the phenomenon of drag reduction that occurs in fluid flow through computational fluid dynamic (CFD) simulation. The data used are obtained from experiments by Vancko (1997) for a single phase flow of water. As for two-phase annular flow, four experiments data are used namely by Vancko (1997), Al-Sarkhi and Hanratty (2001a,b) and Fernandes et al. (2004). Parameters such as fluid velocity and pipe diameter are analyzed based on the model equations proposed in this study. The final single phase flow equation model as the output of this study gives a value for onset drag reduction i.e 4.00 with an error up to 18%. While the proposed annular flow equation with and without drag reduction effect is only suitable when the condition of fluid film distribution is uniform and symmetrical with the error around 20%, i.e. for smaller diameter pipes. The CFD simulation results shows a change in the fluid velocity profile; becoming more parabolic, indicating an increase in the mean fluid velocity up to 0.43%, as the effect of DRP

    Biopolymer of Chitosan from Fish Scales as Natural Coagulant for IronContaminated Groundwater Treatment

    Full text link
    Chitosan, the de-acetylated chitin derivative, was evaluated for its ability to be used as a natural coagulant for Martapura groundwater treatment. This study is used chitosan derived from original fish scales of Kalimantan called Papuyu (Anabas testudineus) for the treatment of iron ion-containing Martapura groundwater through coagulation-flocculation method. The reduction efficiency of iron ion removed by coagulation-flocculation processes using chitosan from Papuyu fish scales is the primary evaluating parameter. The obtained chitosan have been characterized and analyzed by Fourier transforms infrared spectroscopy (FTIR), X-ray Fluroscence (XRF) and Scanning electron microscopy (SEM). Using of the chitosan from Papuyu fish scales as coagulant at neutral pH and room temperature led to decreasing the groundwater iron concentration become 3.43 mg/L (around 71% removal). The result was then compare to the coagulation-flocculation treatment using the commercial chitosan from shrimps shell (93% deacetylated). Moreover, its found the coagulation-flocculation treatment using the chitosan from fish scales as coagulant more favor than the commercial one

    Penurunan Kadar Metilen Biru Dalam Limbah Batik Sokaraja Menggunakan Sistem Fe2O3-H2O2-UV

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian mengenai penurunan kadar zat warna metilen biru pada limbah cair batik Sokaraja dalam sistem Fe2O3-H2O2-UV. Dalam penelitian ini dilakukan beberapa perlakuan antara lain penentuan berat Fe2O3 optimum, konsentrasi H2O2 optimum, pH optimum, waktu optimum, dan efektivitas sistem AOP optimum. Dari hasil penelitian diperoleh kondisi optimum reaksi antara lain yaitu berat Fe2O3 sebanyak 0,5 gram, konsentrasi H2O2 sebesar 50 ppm, pH optimum pada pH 2, waktu kontak 10 jam, dan sistem AOP optimum pada sistem Fe2O3-H2O2-UV dengan persentase penurunan metilen biru sebesar 63 %

    Pengolahan Limbah Logam Berat Kromium Hexavalen Menggunakan Reagen Fenton dan Adsorben Keramik Zeolit

    Full text link
    Kromium diketahui sebagai salah satu polutan beracun yang menyebabkan masalah lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kromium Heksavalen Cr(VI) merupakan logam berat, dimana dalam konsentrasi yang kecil dapat menghasilkan tingkat keracunan yang tinggi pada makhluk hidup. Jika senyawa kromium (VI) terbuang ke lingkungan dan masuk ke dalam tubuh makhluk hidup maka akan sangat berbahaya, sehingga penting untuk mengolah limbah tersebut. Penelitian ini difokuskan pada proses pengolahan Cr(VI) dengan metode kombinasi yaitu secara kimia dan secara fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah air limbah yang mengandung Cr(VI) menggunakan reagen Fenton yang dilanjutkan adsorpsi menggunakan adsorben berbahan dasar zeolit dan tanah liat yang dibentuk menjadi keramik. Air limbah yang mengandung Cr(VI) dikontakkan dalam reaktor berpengaduk sehingga terjadi reaksi reduksi oksidasi, selanjutnya air limbah ini dilewatkan ke dalam kolom adsorpsi yang berisi adsorben keramik zeolit. Kondisi terbaik dari pengolahan air limbah yang mengandung Cr(VI) dengan metode kombinasi ini dicapai pada konsentrasi limbah krom 200 ppm, rasio molar reagen Fenton 1:30, dan pH 6. Dimana persentase maksimum penurunan Cr(VI) dengan proses Fenton sebesar 30,15% dan dilanjutkan dengan adsorpsi sehingga penurunan Cr(VI) total mencapai 99,99%. Hal ini menunjukkan bahwa pengolahan limbah logam berat kromium dengan menggunakan reagen Fenton dilanjutkan adsorpsi menggunakan adsorben keramik zeolit mampu menurunkan kadar Cr(VI) pada limbah cair mencapai 0,0033 ppm dari baku mutu yaitu 0,1 ppm, sehingga hasil penelitian ini telah memenuhi baku mutu lingkunga

    Fotokatalisis Nanopartikel Magnetis Zinc Ferrite dengan Penyinaran Cahaya UV dan Cahaya Tampak

    Full text link
    Nanopartikel magnetis ZnFe2O4 telah disintesis menggunakan metode presipitasi untuk degradasi rhodamine B dengan penyinaran cahaya UV dan cahaya tampak. Analisis pola difraksi sinar-X dan spektrum Fourier Transform Infrared (FTIR) menunjukkan pembentukan kubik spinel ZnFe2O4 dengan ukuran kristalit sekitar 13 nm. Spektrum absorpsi dalam rentang cahaya UV (200 nm) sampai cahaya tampak (~ 600 nm) dan celah energi 2,04 eV teramati dari pengukuran spektrofotometer UV-Vis. Sifat magnetik nanopartikel diukur menggunakan vibrating sample magnetometer (VSM) menunjukkan sifat magnet lemah yang sesuai untuk aplikasi magnetis fotokatalis. Nanopartikel ZnFe2O4 menunjukkan aktivitas fotokatalisis dengan cahaya UV maupun cahaya tampak untuk degradasi rhodamine B dengan konstanta laju reaksi 8,2 x 10-3 /menit dan 4,5 x 10-3/menit

    280

    full texts

    313

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇