Intizar (E-Journal)
Not a member yet
    226 research outputs found

    Pemilihan Umum Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 pada Masa Pandemi Covid-19 Perspektif Siyasah Syar’iyyah

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar pertimbangan yuridis dan siyasah syari’iyah terhadap pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak di masa Pandemi Covid-19. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan kasus, konseptual, perundang-undangan, dan sejarah. Data dikumpulkan melalui kepustakaan dan observasi, selanjutnya data dianalisis secara deskriptif. Penelitian menemukan bahwa pertama, pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) serentak tetap dilaksanakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 dengan pertimbangan dikhawatirkan terjadinya kekosongan kekuasan di sebuah daerah dan jika ditunda karena Covid-19 akan mengganggu pemilihan serentak nasional presiden dan wakil presiden di seluruh provinsi yang ada di Indonesia sehingga pelaksanaan pemilu tidak efektif. Kedua, tujuan hukum dibentuk untuk kemaslahatan dan kesejahteraan manusia baik di dunia dan di akhirat. Kemaslahatan dapat diwujudkan apabila terpeliharanya lima unsur yaitu menjaga agama, jiwa, akal, keturunan dan harta. Dengan demikian sebaiknya Pemilukada serentak ditunda karena banyak keburukan yang akan ditimbulkan daripada kebaikan

    Analisis Indeks Kerukunan Umat Beragama di Provinsi Kalimantan Barat

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerukunan umat beragama serta memperoleh informasi pemetaan kekuatan dan kerentanan hubungan antar umat beragama di Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui metode survei dengan menggunakan kuesioner sebagai alat untuk mengumpulkan data dari responden. Dengan menggunakan teknik multistage clustered random sampling terpilih sampel sebanyak 400 responden yang tersebar di empat Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Hasil penelitian ini menunjukkan menunjukkan bahwa indeks kerukunan umat beragama termasuk dalam kategori indeks tinggi dengan skor 79.11 untuk kerukunan umat beragama di Provinsi Kalimantan Barat. Secara spesifik dimensi toleransi dan kerjasama terkategori tinggi dan dimensi kesetaraan terkategori sangat tinggi

    Pengajaran Fikih Lintas Mazhab di Pondok Pesantren Lirboyo

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancangan pengajaran, strategi pendidikan, dan penerapan metode Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Lirboyo sebagai bagian dari upaya menanamkan pendidikan fikih lintas mazhab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk penelitian studi lapangan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi kepustakaan dan studi lapangan yang meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) desain pengajaran fikih antarmadzhab di pondok pesantren Lirboyo dengan metode bahtsul masail serta pengajaran fikih dan ushul al-fiqh lintas mazhab di pondok pesantren Lirboyo berimplikasi pada pemahaman keagamaan dengan kognitif ekspansi dan fleksibilitas kognitif lintas mazhab serta proses penggalian dan perumusan hukum dalam penalaran fikih antroposentris dan penalaran fikih transformatif-emansipatif bermuara pada kemaslahatan, kearifan, dan moderasi dalam beragama; 2) strategi pengajaran fikih dan ushul al-fiqh lintas mazhab di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri dilakukan dengan dua cara yaitu metode mazhab qawly intiqadi dan mazhab manhaji, yaitu melakukan istinbat dengan mengikuti apa yang telah dirumuskan oleh para ulama mazhab; dan 3) penerapan metode bahtsul masail di pondok pesantren Lirboyo dibagi menjadi 3 kelompok yaitu forum bahstul masail internal, forum bahstul masail pondok pesantren Lirboyo dan forum bahsul masail yang diselenggarakan oleh pesantren lain

    Intensitas Kasus Cerai Gugat Pada Masa Pandemi Covid-19 di Pengadilan Agama Bangil Pasuruan: -

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang intensitas kasus cerai gugat, penyebab terjadinya perceraian, dan upaya yang dilakukan hakim Pengadilan Agama Bangil dalam meminimalisir tingginya kasus perceraian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara dan dokumentasi. Adapun Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pandemi Covid-19 dapat mempengaruhi perceraian yang berasal dari kasus cerai gugat dan terjadi kenaikan dari sebelum pandemi Covid-19. Penyebab terjadinya perceraian di masa pandemi Covid-19 dikarenakan beberapa faktor, salah satu faktor yang paling banyak adalah faktor ekonomi. Salah satu upaya yang dilakukan oleh hakim Pengadilan Agama Bangil dalam meminimalisir tingginya kasus perceraian adalah dengan jalan mediasi

    Evaluasi Pembinaan Akhlak Melalui Kegiatan Filantropis di SD Muhammadiyah 1 Wringinanom

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan filantropis di SD Muhammadiyah 1 Wringinanom. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembinaan akhlak di SD Muhammadiyah melalui kegiatan ekstrakurikuler kegiatan kaleng filantropis dengan cara menanamkan nilai-nilai agama pada pribadi peserta didik serta memberikan motivasi dan contoh untuk gemar bersedekah serta selalu bersyukur. Selanjutnya program tersebut berhasil menjadikan warga sekolah dan sekitarnya dapat mengubah kebiasaan hidupnya yang hedonisme menjadi gemar bersedekah

    Genealogi Kampung Al-Qur’an Sebagai Sarana Pengembangan Pendidikan Islam di Bagusari Lumajang

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi genealogi kampung Al- Qur’an yang dimanfaatkan oleh masyarakat di bagusari kabupaten Lumajang sebagai sarana pengembangan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yakni studi pustaka dan studi lapangan yang meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah kampung Al-Qur’an di Bagusari Lumajang berperan sebagai penyedia pendidikan Islam bagi masyarakat. Adapun perencanaan kampung Al-Qur’an dimulai dari adanya wasiat yang disampaikan oleh Kyai Manaf untuk mendirikan pondok hafalan Al-Qur’an yang bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda menjadi penghafal Al-Qur’an sehingga dapat memperbaiki sumber daya manusia di Bagusari. Kampung Al-Qur’an dalam pelaksanaan terkadang menempuh jalan yang berbeda dengan konsep dasar kampung Al-Qur’an, selain itu mereka juga menyediakan pendidikan bagi masyarakat dewasa yang dalam semua kegiatannya mendapat dukungan dari pemerintah Lumajang, Adapun evaluasi yang dilakukan oleh kampung Al-Qur’an adalah adanya kerjasama dengan lembaga pendidikan formal dan menyediakan tenaga pendidikan yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki

    Pelaksanaan Zakat Fitrah Melalui Masjid di Kota Palembang

    No full text
    Begitu pantingnya zakat dalam ajaran Islam hingga dijadikan salah satu dari lima pilar Islam, syahadat, sholat, puasa, zakat, dan haji. Dengan tegasnya Rosulullah saw menyebutkan bahwa Islam dibangun diatas lima pilar tersebut. Penetapan lima pilar itu bukan hasil ijtihad para ulama, tetapi langsung disebutkan Rosulullah saw dengan kata buniya (بني) yang berarti dibangun atau dibina. Dalam pelaksanaan zakat fitrah, sampai hari ini masih terdapat ketidakkonsistenan para muzakki. Lihat saja misalnya mereka yang mengaku sebagai penganut setia mazhab Syafi\u27iy tetapi dalam membayar zakat fitrah mereka merambah ke mazhab Hanafiy. Oleh karena itu,, layak dipertanyakan sejauh mana ketidakkonsitenan terjadi pada penganut mazhab Syafi\u27iy dalam pelaksanaan pembayaran zakat fitrah melalui masjid di koa Palembang. Tulisan ini berbasis penelitian yang dilakukan di kota Palembang. Pengumpulan data dilakuan dengan metode wawancara, pengamatan dan studi dokumentasi. Data didiskusikan dan dianalisis dengan menggunakan teori kebutuhan, jual beli dalam fikih, talfiq dan kaidah fiqhiyah hukm al qodli yarfa’ al khilaf. Dari perbincangan dan diskusi dalam tulisan ini menyimpulkan: (1) Amil zakat fitrah yang ada di masjid lebih tepat disebut sebagai panitia zakat fitrah. (2) Besaran tarif zakat fitrah yang dibayarkan bervariasi, 2,5 kilogram, 2,7 kilogram, dan 3 kilogram. (3) Untuk membayar zakat fitrahnya para muzakki mengantarkan sendiri zakat fitrah mereka kepada panitia, sementara panitia hanya menunggu di masjid (pasif). (4) Pendistribusian zakat fitrah kepada para penerima manfaat (mustahiq) secara proporsional. (5) Teknis pendistribusian zakat fitrah pada umumnya mustahiq mendatangi panitia di masjid

    Suluk Sebagai Metode Pengendalian Emosi bagi Tarekat Naqsabandiyah

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pengendalian emosi melalui ritual suluk yang diterapkan oleh tarekat Naqsabandiyah. Studi ini dilakukan di Rumah Suluk Babul Khairat Desa Durian Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara dengan desain penelitian deskriptif-kualitatif. Perolehan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Penelitian ini menemukan bahwa metode pengendalian emosi berbasis tarekat ialah dengan melaksanakan suluk. Adapun proses pelaksanaan suluk dalam tarekat Naqsabadiyah di Rumah Suluk Babul Khairat adalah dengan cara mengamalkan tujuh tingkatan maqam zikir yaitu zikir mukasyafah, zikir lathaif, nafi, wuquf qalbi, ahdiah, maiyah, dan zikir tahlil

    Tingkat Pemahaman Moderasi Beragama Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat pemahaman tentang moderasi beragama mahasiswa di perguruan tinggi umum dan keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitataif dengan desain komparatif. Dengan menggunakan teknik sample random sampling, terpilih sampel sebanyak 160 orang dengan rincian 80 sampel dari mahasiswa Perguruan Tinggi Umum (PTU), dan 80 orang dari mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor tingkat pemahaman mahasiswa PAI di PTU sebesar 131,76 atau berada pada kategori sedang. Sedangkan, rata-rata skor tingkat pemahaman mahasiswa PAI di PTKIN sebesar 128,01 yang juga berada pada kategori sedang.  Kemudian hasil tersebut dianalisis dengan menggunakan Uji Mann Whitney U. Berdasarkan hasil uji tersebut, diperoleh hasil asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,006 yang lebih kecil dari 0,025. Maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang cukup signifikan antara tingkat pemahaman mahasiswa PAI di PTU dan PTKIN terhadap konsep moderasi beragama. Dimana, rata-rata pemahaman mahasiswa PAI di PTU lebih besar 3,69 poin daripada pemahaman mahasiswa PAI di PTKIN. Namun pemahaman mahasiswa PAI terhadap moderasi beragama baik di PTU maupun PTKIN berada pada kategori sedang. Artinya pemhaman mereka terhadap moderasi beragama cukup moderat

    Pembentukan Karakter Melalui Pola Asuh Santri di Pondok Pesantren Al Alif Blora

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pembentukan karakter melalui pola asuh yang diterapkan di pesantren Al Alif Blora sebagai pesantren khalaf dan menempatkan santri sebagai objeknya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Karakter yang terbentuk melalui pola asuh santri didominasi oleh karakter disiplin yang dijalankan oleh tangan panjang kiai yaitu pengurus. Pola asuh yang diterapkan di pesantren Al Alif Blora ialah pola asuh otoriter yang mana kiailah yang memiliki kekuatan dalam memutuskan dan menjadi sumber utama yang wajib diikuti dan dipatuhi. Selain itu pesantren memiliki control yang ketat terhadap santrinya yang diketahui melalui adanya aturan yang sifatnya wajib untuk ditaati oleh santri dengan tujuan menjadikan santri agar disiplin dan bertanggung jawab dalam tugasnya sebagai insan pelajar. Kemudian adanya hukuman atau ta’zir ketika santri tidak menjalankan tugasnya sebagai santri atau melanggar aturan yang sudah ditetapkan. Melalui pola asuh santri ini didapatkan santri yang mampu menjadi uswatun hasanah, taat aturan, sosok yang paham agama, mampu berinteraksi dengan lingkungan, mampu menganalisis teks untuk membangun etika, dan membangun persatuan dengan berjemaah

    203

    full texts

    226

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Intizar (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇