Intizar (E-Journal)
Not a member yet
226 research outputs found
Sort by
Aktualisasi Tasawuf Psikoterapi dalam Menangkal Radikalisme Agama
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Yayasan Lingkar Perdamaian dalam mengaktualisasikan tasawuf psikoterapi dalam menangkal radikalisme agama. Untuk mendapatkan data penelitian ini menggunakan teknik observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa radikalisme agama adalah cikal bakal dari terjadinya aksi terorisme. Oleh sebab itu, penangkalan radikalisme agama perlu dilakukan oleh berbagai pihak. Deradikalisasi agama yang dilakukan oleh Yayasan Lingkar Perdamaian terdiri dari tiga proses pembinaan. Pertama, kepercayaan diri bagi para mantan teroris dan keluarganya dengan cara rumbuk warga. Kedua, menghilangkan paham radikal dan menumbuhkan paham moderat yang cinta akan nilai-nilai toleransi dalam beragama. Ketiga, menumbuhkan sikap cinta tanah air dengan cara bekerjasama dengan unsur pemerintahan dalam mendidik para mantan dan keluarga teroris. Penelitian ini diharapkan mampu berkontribusi pada pemutusan mata rantai radikalisme agama di Indonesia
Pendidikan Spiritual Ekologi di MAK Al Irsyad Gajah
Penelitian ini bertujuan untuk memahami pendidikan spiritual ekologi dalam kajian teoretis dan praktis yang diterapkan di MAK Al Irsyad Gajah Demak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dimana teknik yang digunakan dalam memperoleh data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh kemudian diuji dengan teknik triangulasi dan sumber. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pendidikan spiritual ekologis adalah pendidikan kesadaran ekologis berdasarkan nasehat Nabi Muhammad SAW yaitu Islam untuk menjaga lingkungan melalui upaya menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta tidak mencemarinya sesuai dengan kemampuannya. Praktik yang diterapkan di MAK Al Irsyad Gajah adalah keikutsertaan warga sekolah dalam pendidikan ekologi dan penerapan kurikulum berbasis pendidikan ekologi
Tafsir Simbolis: Karakteristik Tafsir Sufi Naẓarī Ibn ‘Arabī dan Tafsir Sufi Ishārī al-Qushayrī
Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik dari penafsiran dua sufi dari kubu yang berbeda yaitu Ibn ‘Arabī dari tafsir naẓarī dan al-Qushayrī dari tafsir ishārī. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penafsiran Ibn ‘Arabī yang berasal dari tafsir naẓarī lebih mempunyai karakteristik simbolis yang begitu kuat dan jauh dari makna zahir sehingga terkadang sulit dipahami. Berbeda dengan al-Qushayrī dari kubu tafsir ishārī yang sebagai mufasir sufi moderat cenderung mempunyai sisi simbolis yang lebih dekat dengan makna zahir sehingga mudah dipahami
Pengaruh Persepsi tentang Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan Profesi Guru terhadap Minat Mahasiswa untuk Menjadi Guru
Minat merupakan suatu keinginan dari dalam diri seseorang yang timbul karena adanya ketertarikan terhadap sesuatu yang akan menimbulkan rasa keingintahuan yang tinggi dalam diri seseorang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang bersifat asosiatif kausal dan pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai April 2020 di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, sampel penelitian berjumlah 152 orang siswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah dengan menggunakan Nomogram Herry King dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif persepsi mahasiswa tentang program pendidikan profesi guru (PPG) (sebesar 0,723 dengan nilai t sebesar 9,139 dan signifikansi 0,000) dan profesi guru (sebesar 0,201 dengan nilai t sebesar 3,994 dan signifikansi 0,000) terhadap minat menjadi guru pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Implementasi Hidden Curriculum Melalui Ekstrakurikuler Keagamaan: Studi Kasus
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program pembinaan keberagamaan siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler dan implementasi hidden curriculum di Madrasah Aliyah Patra Mandiri Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskritif analitis, maka dalam pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dokumentasi dan analisis datanya menggunakan analisis data model Milles dan Huberman, yaitu melalui proses reduksi, display dan verifikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi hidden curriculum dalam ekstrakurikuler keagamaan melalui tiga cara yaitu 1) kegiatan rutin yaitu doa bersama, salat zuhur berjamaah, salat Duha, salaman pagi, dan silaturahmi siswa dengan guru; 2) kegiatan mingguan yaitu Tahsinul Qur’an, Marhaba, Barzanji. Muhadhoroh, dan salat Jumat; dan 3) keteladanan guru yaitu kedisplinan, silaturahmi dewan guru, berpakaian rapi dan sopan, dan hidup Bersih
Pelaksanaan Mediasi Perkara Perdata dalam Perspektif Maqashid Syariah Menurut Al-Syatibi
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan mediasi menurut Al-Syatibi perspektif maqashid syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis dan pendekatan normatis (pendekatan syariah) yaitu Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 01 Tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan dan teori maqashid syariah perspektif Al-Syatibi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberadaan agama, jiwa, akal, keturunan, serta harta yang disebut sebagai 5 komponen pokok, kemudian dihubungkan dengan kelompok peringkat daruriyyah, hajjiyyah, serta tahsiniyyah, ketika dijadikan analisis keberlakuan Peraturan Mahkamah Agung tersebut menempatkan kelima unsur (agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta) dalam tingkat dharuriyyah agar segera dilakukan pemeliharaan. Dalam konteks ini maka yang menjadi dasar pijakan terhadap kondisi yang sangat mendesak (daruriyyah) adalah akibat yang ditimbulkan daripada permasalahan perdata yang terjadi.
 
Teologi Sains: Refleksi Implementasi Integrasi Ilmu di Indonesia
Penelitian ini berangkat dari kenyataan kurang populernya teologi sains di Indonesia, padahal subjek ini tengah digulirkan melalui isu intergrasi ilmu di tanah air. Sehingga dirasakan perlu dilakukan penelitian dengan tujuan membahas teologi sains yang mengejawantah dalam bentuk gerakan keislaman di Indonesia. Penelitian jenis kualitatif melalui studi pustaka dan studi lapangan dengan pendekatan sejarah dan etnografi ini membuahkan hasil ditemukannya keberlangsungan titik temu agama Islam dan sains membentuk gerakan teologi sains di Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan gerakan teologi sains terwujud melalui titik temu antara agama Islam dan sains berpulang pada metodologi dan pendekatan yang diterapkan. Rekomendasi penelitian ini ditujukan bagi penyelenggara pendidikan tinggi Islam untuk memfasilitasi titik temu Islam dan sains serta teknologi.  
Pemikiran Pendidikan Pesantren K.H. Hasyim Asy’ari dan Pengembangan Pendidikan Islam di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan pesantren tradisional K.H. Hasyim Asy’ari selama 48 tahun memimpin Pesantren Tebuireng. Penelitian ini merupakan penelitian kepustrakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Adapun sumber data yang digunakan adalah buku-buku tentang biografi K.H. Hasyim Asy’ari dan website Pesantren Tebuireng. Kemudian data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada beberapa pemikiran yang ditawarkan oleh K.H. Hasyim Asy’ari yang identik dengan pengelolaan pesantren tradisional terdapat pada enam konsep, pertama, tujuan pendidikan adalah ibadah mengharap rida Allah Swt. untuk kebahagaian di dunia dan akhirat, mendidik calon ulama yang menguasiai pengetahuan umum (ulama intelektual) dan sarjana dalam bidang pengetahuan umum yang juga menguasai pengetahuan Islam (intelektual ulama). Kedua, pendidik terkait etika pendidik, etika ketika mengajar, dan etika pendidik kepada peserta didik. Ketiga, peserta didik terkait etika peserta didik selama belajar, etika kepada guru, dan etika terhadap mata pelajaran. Keempat, kurikulum terkait pengetahuan agama yang bersumber dari kitab kuning dan pengetahuan umum. Kelima, metode pembelajaran yaitu metode wetonan dan sorogan, metode hafalan, muhawarat, dan metode mudhaharat. dan keenam, evaluasi terkait tes lisan, tertulis, dan pengamatan
Hubungan Agama dan Sains: Telaah Kritis Sejarah Filsafat Sains Islam dan Modern
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan agama dan sains dari perspektif sejarah filsafat sains Islam dan sains Barat modern. Kajian ini merupakan kajian pustaka dengan data kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sejarah (historical approach) dalam hal ini sejarah filsafat sains Barat dan Islam. Data akan dianalisis menggunakan analisis konten. Penelitian ini menemukan bahwa pertama, dalam sejarahnya, sains Islam dibangun berdasarkan wahyu yang dikonfirmasi dengan akal dan observasi, sementara dalam sejarah kebudayaan Barat, lahirnya sains modern berpaku pada gerakan sekularisasi; yang mengafirmasi kebenaran rasio dan pengalaman indrawi di satu sisi dan menolak kebenaran doktrin agama (Gereja) di sisi yang lain. Kedua, setelah sains Islam mengalami kemunduran, sains modernlah yang menjadi kiblat dan mendominasi sains dunia. Dan ketiga, respon ilmuwan Muslim terhadap dominasi sains modern adalah dengan gerakan Islamisasi ilmu pengetahuan; secara khusus dengan melaksanakan program riset sains Islam
Social Return on Investment pada Program Ekonomi Local Business Development Dompet Dhuafa Sumatera Selatan
Tujuan penelitian ini adalah mengukur dampak distribusi dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) pada program ekonomi Dompet Dhuafa Sumatera Selatan, yaitu program Local Business Development (LBD). Bentuk programnya adalah peternakan lele, kebun buah naga dan peternakan patin yang dilaksanakan di tiga desa di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Instrumen pengukuran dampak menggunakan model Social Return on Investment (SROI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak distribusi dana ZIS mencapai rasio 1,178:1 yang berarti program LBD masih layak dilakukan. Selain itu,nilai dampak tertinggi berada di bagian Penerima Manfaat utama. Hal ini mengindikasikan bahwa program berjalan tepat sasaran. Namun, dampak yang ditimbulkan belum signifikan sehingga perlu upaya perbaikan untuk memajukan program dan menghasilkan dampak yang lebih besar lagi