Intizar (E-Journal)
Not a member yet
    226 research outputs found

    Analisis Pesan Dakwah dalam Karya Sastra: Studi atas Publikasi Novel-Novel Islami Karya Habiburrahman El-Shirazy

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan dan menganalisis pesan dakwah dalam publikasi beberapa novel Islami karya Habiburrahman El-Shirazi. Ruang lingkup pembahasan hanya pada pesan dakwah yang disampaikan oleh novel-novel yang dipilih. Peneliti membatasi novel-novel yang dianalisis hanya pada 3 novel karya penulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data deskriptif yang berupa uraian cerita, kata-kata, ungkapan dan pernyataan dalam novel-novel yang dipilih. Temuan dari penelitian ini adalah penulis Habiburrahman El Shirazi mampu dan benar-benar menggunakan karya sastra khususnya novel sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah. Pesan dakwah yang disampaikan meliputi usaha perbaikan dalam bidang aqidah, ibadah, tarikh dan akhlaq. Sebagaimana dalam kebanyakan karya sastra, penulis tidak lepas dari hasil imajinasi, ungkapan dan kejadian-kejadian yang bersifat fiktif, tetapi pesan moral yang ingin disampaikan sebagai bagian dari wasilah dakwah, mempunyai tujuan dan arah yang jelas dalam karya-karyanya. The purpose of this study was to describe and analyze the dakwah messages in the publication of several works of Islamic novels Habiburrahma El-Shirazi. The scope of the discussion only in the message conveyed by the selected novels. Researchers restrict the novels analyzed only at 3 novel which writed by the author. This study used a qualitative descriptive approach. The data used in this study is descriptive data in the form of descriptions stories, words, phrases and statementsn in the selected novels. The findings of this study are that the author of Habiburrahman El-Shirazi successfully use works of literature, especially novels as a medium to convey messages of dakwah. Preaching the message conveyed includes the restoration effort in the field of aqeedah, worship, chronicle and morality. As in most works of literature, the authors can not be separated from the imagination, expression and events are fictional, but the moral message to be conveyed as part of Wasilah da\u27wah, has a clear purpose and direction in his works

    Implementasi Coping Religious dalam Mengatasi Gangguan Fisik-Psikis-Sosial-Spiritual pada Pasien Gagal Ginjal Kronik

    Get PDF
    Penelitian ini menemukan bahwa pasien gagal ginjal kronik rentan mengalami gangguan aspek fisik-psikologis-sosial-spiritual yang bersumber dari gangguan psikologis dan fisik. Untuk mengatasi setiap aspek gangguan yang dialami pasien gagal ginjal konik, coping religious dalam perspektif agama Islam menjadi cara mengatasi permasalahan psikologis yang dialami pasien gagal ginjal kronik yang di implementasi dengan dua bentuk.  Pertama,  hubungan terhadap Allah  SWT  (hablun  Min Allah)  berupa  pelaksanaan  serangkaian  ibadah, seperti:  salat,  zikir,  puasa,  berdoa,  membaca Al-Qur’an.  Kedua,  hubungan  dengan sesama manusia (hablun min an-nas), yaitu silaturahmi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian mixed methods dengan rancangan penelitian embedded design. Jumlah subjek yang menjadi sampel dengan teknik random sederhana dalam penelitian ini berjumlah 62 pasien gagal ginjal kronik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pasien gagal ginjal kronik, untuk mempertahankan intensitas pelaksanaan ibadah dan meningkatkan pemahaman dan penghayatan keagamaan, sehingga dapat mengatasi gangguan fisik-psikis-sosial-spiritual untuk menyikapi pelbagai permasalahan kehidupan yang dihadapi.This study found that patients with chronic renal failure prone impaired physical aspect-psycho-social-spiritual that comes from psychological and physical disorders. To cope with every aspect of interruptions suffered kidney failure patients conic, religious coping in the perspective of Islam becomes a way to overcome psychological problems experienced by patients with chronic renal failure in the implementation of the two forms. First, there is a relationship to Allah (hablun Min Allah) in the form of implementation of a series of worship, such as prayer, remembrance, fasting, praying, reading the Qur\u27an. Second, there are relationships with human beings (hablun min an-nas), mostly called “the gathering”. This study is a mixed research methods with embedded design. The number of subjects sampled by simple random technique in this research consists of 62 patients with chronic renal failure. The results of this study are expected to provide input to chronic renal failure patients, to maintain the intensity of worship and increase understanding and appreciation to religion, so that it can cope with the physical disruption of social-psychological-spiritual-to address various life problems that occur

    Kultur Asrama Berbasis Sekolah Sebagai Pusat Pembinaan Karakter (Studi Kasus di SMPIT Al-Furqon Palembang)

    No full text
    Artikel ini merupakan hasil penelitian yang mendeskripsikan tentang kultur asrama di SMPIT Al-Furqan Palembang, memahami makna filosofis asrama bagi masyarakat belajar SMPIT Al-Furqan Palembang, serta memahami sistem nilai dalam kultur tersebut pada konteks pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, yakni dengan menjadikan SMPIT Al-Furqan Palembang sebagai objek penelitian. Sedangkan sumber primer dalam penelitian ini, yakni berasal dari hasil observasi dan didukung juga dengan hasil wawancara. Sedangkan yang menjadi informan dalam kajian ini adalah para siswa dan para tenaga pendidik, pembina dan kepala asrama, kepala sekolah, pengurus dapur, petugas keamanan dan ketertiban asrama, kantin dan toko di sekitar asrama, serta beberapa orang wali siswa. Artikel ini menyimpulkan bahwa karakter yang ingin ditanamkan kepada setiap siswa/ peserta didik di SMPIT Al-Furqan Palembang, yakni: religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, peduli lingkungan, peduli sosial, dll. Karakter ini akan dicapai dengan membuat tata tertib peraturan, panduan dan sangsi atas setiap pelanggaran.                              This article is the result of research that describes about the dormitory culture at Al-Furqan SMP IT Palembang, understanding the philosophical meaning of hostels for people to learn SMPIT Al-Furqan Palembang, as well as understanding the value system of the culture in the context of contemporary Islamic education. This research is a field study, by making SMP IT Al-Furqan Palembang as research objects. While the primary source in this study is derived from the observation and supported also by the results of the interview. While the informants in this study are students and educators, teachers and matron, principals, kitchen staffs, security guards and order cafeterias and shops around the dormitory, as well as several students’ parents. The article concludes that the character who wants to be imparted to each student / learner in SMP IT Al-Furqan Palembang, namely: religious, honest, tolerant, disciplined, hard work, creative, independent, democratic, environmental care, social care, and so on. These characters will be achieved by making the disciplinary regulations, guidelines and sanctions for any violations

    Psikoterapi al-Qur’an Sebagai Sebuah Konsep dan Model

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui gambaran psikoterapi Quran sebagai konsep dan model serta implikasinya bagi kesehatan mental. Manfaat dari penelitian ini, untuk menjadi bagian dari pengembangan dan penguatan teori psikologi Islam, khususnya di bidang psikoterapi dan kesehatan mental. Variabel penelitian yang akan dikaji adalah psikoterapi Quran sebagai konsep dan model. Konsep yang menggambarkan desain atau ide Qur\u27an tentang visi manusia dan misi sebagai khalifatullah fi al-ardh (pengganti Allah di bumi) dan sebagai hamba Allah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa psikoterapi Quran memiliki jangkauan yang lebih luas dari psikologi umum. Selain memperhatikan proses penyembuhan, penekanan pada upaya perbaikan diri, seperti membersihkan hati, efek impuls primitif menguasai, meningkatkan derajat nafs, menumbuhkan moral yang baik dan meningkatkan potensi untuk menjalankan amanah sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi. Juga mengembalikan seseorang dengan alam suci atau kembali ke jalan yang lurus, yang berarti bahwa psikoterapi Qur\u27an juga memberikan bimbingan kepada seseorang untuk menemukan esensi dari dirinya, menemukan Tuhan dan menemukan rahasia Allah.The purpose of the research, know the description of psychotherapy Koran as a concept and model, and its implications for mental health. Benefits of the research, to be part of the development and strengthening of the psychological theories of Islam, especially in the field of psychotherapy and mental health. The research variables to be studied is psychotherapy Koran as a concept and model. The concept that describes a design or idea Qur\u27an about human vision and mission as khalifatullah fi al-ard (successor of Allah on earth) and as a servant of Allah (servant/ worshiper of Allah). And models that describe the pattern (eg, reference, range and so on) of psychotherapy Koran on cognitive and mental aspects. The results of the study that while psychotherapy Koran scope and a wider range of general psychology or psychotherapy. In addition to paying attention to the healing process, emphasis on self-improvement efforts, such as cleaning the heart, mastering effects of primitive impulse, increasing the degree of nafs, cultivate good moral and increase the potential to carry out the mandate as a servant of God and inheritors of the earth. Also restores a person by nature is sacred or go back to the straight path, meaning that psychotherapy Qur\u27an also gives guidance to somebody to find the essence of himself, find his God and discover the secrets of God

    Izinkan Aku Reguk Cintamu dalam Lirik Lagu Ebiet G Ade: Analisis Materi Dakwah

    Get PDF
    Tulisan ini mengkaji tentang materi dakwah yang terkandung dalam lirik Lagu Izinkan Aku Reguk Cinta-Mu Karya Ebiet G Ade. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif analitik Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka simak dan catat, Setelah terkumpul data akan dianalisis dengan pendekatan content analysis. Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan bahwa materi dakawah yang terkandung dalam lirik lagu Ebiet G Ade yang berjudul “Izinkan Aku Reguk Cinta-Mu terdiri dari (1) materi tentang aqidah dalam  aspek tauhid rububiyyah (2) materi tentang perlunya takut  kepada azab Allah (3) materi tentang ibadah kepada Allah berupa berzikir, ruku’, sujud, memuji Allah dan  materi untuk bertaubat memohon ampunan Allah SWT. serta (4) materi tentang cinta hamba kepada Allah dan cinta Allah kepada hamba-Nya. This paper examines the dakwah material contained in song lyrics Let me gulp your Love by Ebiet G Ade. This research is qualitative descriptive type analytic data source in this study consisted of primary and secondary sources. The data collection technique used is the technique see and record library, Having collected data will be analyzed using content analysis approach. This research resulted in several conclusions that the material dakawah contained in the lyrics Ebiet G Ade’s song titled Let me gulp your Love consists of (1) the material on the belief in the aspect of Tawheed rububiyyah (2) the material of the need fear the Wrath of God (3) material about the worship of God in the form of remembrance, bowing, prostrating, praising God and materials to repent and ask for forgiveness of Allah SWT. (4) materials about the love slave of God and love of Allah to His servant

    Metodologi Penelitian dalam Kajian Islam (Suatu Upaya Iktisyaf Metode-Metode Muslim Klasik)

    Get PDF
    Makalah ini mengkaji tentang metode-metode penelitian dalam kajian-kajian Islam. Hal ini berlandaskan bahwa Islam tidaklah meletakan ilmu itu dalam kerangka dikotomis. Yang membedakannya adalah nilai-nilai manfaat dan maslahat. Munculnya pemikiran yang diklaim sebagai paham dikotomis ilmu agamawi dan duniawi, secara historis, tampaknya salah satu konsekuensi dari era disintegrasi. Kelanjutannya, muncul statemen bahwa ilmu yang agamawi (ilmu-ilmu agama) harus mendapat perhatian yang lebih ketimbang ilmu yang duniawi (ilmu-ilmu dunia). Kemudian, pahala ilmu agamawi dipandang lebih banyak dibanding ilmu-ilmu duniawi. Statemen dan pandangan semacam ini tentu saja tidak memiliki dasar pijakan atau dalil yang jelas. Sedangkan metode-metode penelitian dalam kajian-kajian Islam ada empat macam, yakni: metode bayani, metode burhani, metode tajribi, metode ‘irfani. This paper examined about the methods of research in Islamic studies. It was based on that Islam did not put science in a dichotomous framework. What distinguished it was the benefit values and benefit. The emergence of thought which was claimed as a dichotomous understanding of the science of religious and secular, historically, it seemed one of the consequences of the era of disintegration. The sequel, appear statement that the science of religion (religious sciences) should receive more attention than the secular science (science world). Then, the reward of religion science was seen more than secular sciences. Such statements and views certainly did not have a foundation or a clear proposition. While the methods of research in Islamic studies there were four kinds, namely: bayani method, the method Burhani, tajriibi method, the method of \u27Irfani

    Pengembangan Studi Islam Perspektif Insider-outsider

    Get PDF
    Pengembangan dan pengayaan studi Islam layak memperhatikan epistemologi yang diusung oleh perspektif insider-outsider. Epistemologi yang telah berkembang di dunia Islam seperti al-bayan (rasionalisme), al-burhan (empirisme) dan al-irfan (intuisi) harus diperkuat dengan epistemogi yang berkembang dengan kemajuan pengetahuan yang lazim menjadi pisau bedah analisis outsider seperti fenomenologi agama, distansiasi (penjarakan terhadap objek), apropriasi (penepatan objek bagi horizon diri), kritik ideology (kritik atas prasangka dan ilusi agama), variasi imajinatif (permianan imajinasi makna), dekonstruksi (pembongkaran ilusi dan doktrin mapan), dan hermeneutika (metodologi dan filsafat tafsir). Dengan kolaborasi epistemology insider dan outsider maka tensi antara kajian insider dan outside dapat dijembatani. Terkait yang terakhir ini maka gagasan crosscheck inside-outsider, yakni kajian sarjana tentang agama sebuah masyarakat harus diverifikasi oleh anggota masyarakat tersebut layak diapresiasi.The development and enrichment of Islamic studies ought to pay attention much on epistemology promoted by insider-outsider’s perspective. Epistemology that has evolved in the world of Islam as al-bayan (rationalism), al-burhan (empiricism) and al-irfan (intuition) should be reinforced with Epistemology evolving with the advancement of knowledge that commonly becomes scalpel analysis of outsider like phenomenology of religion, distansiasi ( the spacing of the object), appropriation (Placing the object to the its horizon), criticism of ideology (criticism of prejudices and illusions of religion), variations imaginative (the game of imagined meaning), deconstruction (dismantling of illusion and established doctrine), and hermeneutics (methodology and philosophy of interpretation). With the collaboration of epistemology of insider and outsider, so the tension between insider and outsider studies can be bridged. Related to this, the crosscheck idea of inside-outsider, the undergraduate study of religion in a society, should be verified by members of the community should be appreciated

    Konsep Ketuhanan (T’ien) dan Relevansinya dengan Pembentukan Etos Kerja dalam Ajaran Kong Hu Cu (Konfusius)

    Get PDF
    Artikel ini membahas konsep Ketuhanan Konfusius yang berkaitan dengan etika kerja para penganutnya. Konsep ketuhanan yang dianalisa berdasar pada perspektif Filsafat, kemudian ditarik kepada realita tindakan sosial penganut ajaran Konfusius, dengan menggunakan data yang diperoleh berupa semangat kerja dan pemenuhan kebutuhan hidup para penganut pandangan hidup ini. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa konsep ketuhanan yang terdapat dalam ajaran Konfusius adalah paradigma fungsional. Dalam keyakinan tersebut, relasi antara Tuhan dan manusia didasarkan pada nilai fungsi. Tuhan diyakini berdasar pada peranannya terhadap kehidupan manusia. Begitupun sebaliknya, manusia diyakini berperan dalam pemenuhan keinginan Tuhan. Sehingga dalam ibadahnya yang paling menonjol adalah ritual korban. Semakin banyak korban yang dipersembahkan, maka kehidupanpun akan semakin subur dan makmur. Berdasarkan paradigma demikian, para penganut Konfusius kemudian mempunyai semangat kerja tinggi. Dengan tujuan selain  pemenuhan kebutuhan hidup, juga merupakan usaha pemenuhan kebutuhan spiritual dalam rangka ibadah kepada T’ien (Tuhan).This article discusses the concept of God Confucius relating to the work ethic of its adherents. The concept of God that is analyzed based on the perspective of philosophy, then pulled to the reality of social action adherents of Confucianism, using the data obtained in the form of morale and subsistence adherents of this view of life. Based on this research, it was found that the concept of God contained in the teachings of Confucius is the functional paradigm. In that belief, the relationship between God and man is based on the value of the function. God is believed, based on its role in human life. Vice versa, humans are believed to play a role in the fulfillment of God\u27s will. Thus, in the worship of the most prominent is the ritual sacrifice. The more sacrifices be offered, the more fertile and prosperous life will be. Based on such a paradigm, the Confucians then have a high morale. For purposes other than the needs of life, is also a spiritual business needs in order to the worship to T\u27ien (God)

    Merebut Kursi Impian Partisipasi Perempuan di Tengah Intervensi Negara dan Dinasti Politik

    Get PDF
    Kebijakan affirmative action merupakan bentuk diksriminasi positif bagi perempuan di Indonesia untuk terlibat langsung dalam proses pembuatan dan pengambilan kebijakan di parlemen. Dengan kebijakan ini kesadaran gender di parlemen pelan tapi pasti memberikan harapan bagi perjuangan dan keadilan perempuan. Kebijakan affirmative action diharapkan mampu mengubah wajah parlemen yang bias kepentingan patriarki menuju kebijakan-kebijakan yang lebih ramah kepada perempuan. Sementara itu, partisipasi perempuan melalui dinasti politik sebagai sandaran tidak bisa disebut jelek atau tidak memiliki modal atau pengetahuan berpolitik. Sebagai tahap awal dan lewat jalur apapun, lebih baik rakyat melihat perempuan di posisi paling tinggi di pemerintahan, perusahaan, dan organisasi daripada tidak sama sekali. Jenis penelitian ini kualitatif interpretatif dengan kajian pustaka perihal persoalan partisipasi perempuan dalam ranah politik.Affirmative action policies are forms of positive discrimination for women in Indonesia to be directly involved in the manufacturing process and policy making in parliament. With this policy of gender awareness in parliament, it slowly but surely gives hope to women\u27s struggle and justice. Affirmative action policies are expected to change the face of parliament biased towards the interests of patriarchal policies that are more friendly to women. Meanwhile, the participation of women through political dynasty as the backrest cannot be called bad, or does not have the capital or knowledge of politics. As an early stage and through any path, it is much better people\u27s view of women is in the highest positions in the government, companies, and organizations than nothing at all. This type of research is qualitative interpretive literature review regarding the issue of women\u27s participation in the political sphere

    Kritik Sayyid Utsman bin Yahya terhadap Pemikiran Pembaharuan Islam: Studi Sejarah Sosial Intelektual Islam di Indonesia

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji tentang penolakan Sayyid Utsman terhadap ide-ide pembaharuan seperti penafsiran kembali (reinterpretasi) al-Qur’an, penerjemahan al-Qur’an dan membuka pintu ijtihad dilakukan untuk menyelamatkan umat Islam dari bid’ah dan kerancuan pemahaman (ghurur) dalam agama. Sebagai seorang mufti, Sayyid Utsman merasa berhak memberikan peringatan kepada masyarakat akan bahaya ide dan pemikiran kaum pembaharu. Jadi di sini, terlihat perhatian Sayyid Utsman untuk menjaga akidah dan sistem kepercayaan masyarakat Islam di Indonesia berdasarkan akidah Ahlu Sunnah wal Jama’ah.  Sedangkan kritik Sayyid Utsman terhadap gerakan pembaharuan, belum menyinggung sejarah pembaharuan Islam di Indonesia. Hal ini bisa dimengerti, sebab sampai masa Sayyid Utsman, gerakan pembaharuan di Indonesia belum bersifat gerakan, tapi hanya sebatas ide. Dari penjelasan ini juga dapat dilihat bahwa saluran majalah pembaharuan dan media komunikasi pada saat itu belum menyebar secara luas di tengah masyarakat.This research investigated about the rejection of Syed Othman toward the renewal ideas as reinterpretation of the Koran. The translation of the Koran and opened the gate of ijtihad were done to save the Muslims from heresy and confusion of understanding (ghurur) in religion. As a mufti, Sayyed Osman felt entitled to give warnings to the public about the dangers of ideas and thoughts of the reformer. So here, visible attention of Sayyed Osman to keep faith and belief system of the Islamic community in Indonesia was based on the creed Ahlu Sunnah wal Jama\u27ah. Namely criticism of Sayyed Osman toward the renewal movement had not touched the history of Islamic renewal in Indonesia. This was understandable because at Syed Othman era the renewal movement in Indonesia was not yet a movement, but it was only limited ideas. From this explanation could also be seen that the renewal of the magazine channels and communication media at the time was not yet spread widely in society

    203

    full texts

    226

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Intizar (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇