Intizar (E-Journal)
Not a member yet
226 research outputs found
Sort by
Telaah Kritis terhadap Pemikiran Psikologi Islam di Indonesia
Islam adalah hal yang baru dalam psikologi perkembangan. Judul penelitian ini adalah Telaah Kitis terhadap Pemikiran Psikologi Islam di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana psikologi Islam di Indonesia. Penelitian ini disebut penelitian kepustakaan. Subyek diambil berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan interpretasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa psikologi Islam di Indonesia pada dasarnya diprakarsai oleh intelektual muslim terkemuka yang sebagian besar memiliki pendidikan dasar Psikologi Kontemporer (Konvensional) dan beberapa orang lain memiliki pendidikan Islam dasar ilmiah. Psikologi Perkembangan Islam tidak begitu luas karena kurangnya Sumber Daya Manusia di bidang Psikologi Islam yang memiliki pengetahuan dasar di bidang Islam psikologi dan memiliki keterampilan dan kemampuan untuk menafsirkan ayat-ayat Al-Quran dan al-Hadits (psikolog Islam sekali komentator). Kesimpulan dari penelitian ini menggambarkan bahwa Psikologi Islam adalah kelimuan studi yang telah dikembangkan oleh para intelektual Muslim di abad ke-8 yang dikenal psikologi Islam klasik. Selain Psikologi Pemikiran Umat Islam di Indonesia pada dasarnya membandingkan atau mengintegrasikan teori psikologi konevensional dengan ajaran agama Islam dan sanggahan atau kritik dari teori konvensional psikologi.Islam is a new sect of psychology in developmental psychology. The title of this research is a critical examination of the Psychology of Islamic thought in Indonesia. The purpose of this study to investigation psychology of Islam in Indonesia. This research is literature. Subjects were taken based on predetermined criteria. Methods of data analysis using descriptive analysis and interpretation. The results of this study stated that thinking about the psychology of Islam in Indonesia is basically initiated by prominent Muslim intellectuals who mostly have the basic education of Contemporary Psychology (Conventional) and some others have a scientific basis Islamic education. Developmental Psychology Islam is not so widespread due to the lack of Human Resources in the field of Psychology of Islam who have basic knowledge in the field of psychology Islam and have the skills and ability to interpret the verses of the holy Quran and al-Hadith (Islamic psychologist once commentators). The conclusion of this study illustrate that Islamic Psychology is the study which have been developed by Muslim intellectuals in the 8th century known classical Islamic psychology. In addition Psychology Thought of the People of Islam in Indonesia is basically comparing or integrating psychological theory conventional with the teachings of the Islamic religion and rebuttal or criticism of conventional theories of psychology
Pola Pemberitaan tentang Teroris pada Sumatera Ekspres dan Sriwijaya Post
Aksi yang disebut teroris, saat ini diidentikkan dengan terjadinya peristiwa pengeboman, pembunuhan dan menciptakan efek mengerikan yang luar biasa. Inti teror dimaknai sebagai upaya untuk menciptakan rasa takut dan kecemasan di masyarakat. Terjadinya fakta terorisme kemudian menjadi konsumsi oleh media massa untuk disajikan kepada publik. Memahami pola pemberitaan media massa dengan menggunakan kerangka Analisis Wacana Kritis, akan memperlihatkan bagaimana sebuah realitas dikonstruksi oleh sebuah media massa. Terlihat sebuah pola sendiri bagi media dalam menyampaikan realitas. Hal ini ditunjukkan melalui kerangka yang dipakai oleh Teun A van Dijk yaitu struktur tematik, skematik, semantik, stilistik, sintaksis, dan retoris. Masing-masing struktur ini menunjukkan bahwa Sumeks dan Sripo melakukan sebuah upaya yang bisa dikatakan sistematis dan terstruktur dengan baik. Salah satu yang menonjol adalah proses melakukan dramatisasi terhadap fakta teroris, sehingga ada unsur menyeramkan, menegangkan, dan kemudian bisa membangkitkan emosi. Hal lain adalah adanya proses menempatkan fakta bahwa teroris adalah dilakukan oleh sebagian umat Islam, sehingga kemudian label Islam sangat dekat mewarnai kegiatan terori. Kedua media massa tersebut menyajikan fakta ini dengan banyak memperkuat kondisi yang ada. Pilihan terhadap narasumber, kalimat, kata-kata, hingga photo-photo memperlihatkan bahwa ada sebuah proses konstruksi yang dilakukan oleh media massa.Terrorizing actions currently identified with the bombings, assassinations and creating tremendous chilling effect. The essence of terror interpreted as an attempt to create fear and anxiety in the community. The occurrence of the fact terrorism then be consumed by the mass media to be presented to the public. Understanding the pattern of the mass media by using the framework of Critical Discourse Analysis, will show how reality is constructed by a mass media. Seen a pattern of its own for the media in conveying the reality. This is demonstrated through the framework used by Teun A van Dijk ie thematic structure, schematic, semantic, stylistic, syntactic, and rhetorical. Each of these structures shows that Sumeks and Sripo undertake an effort that could be said to be systematic and structured. One that stands out is the process of performing a dramatization of the facts of terrorists, so that there is an element of creepy, suspenseful, and then can evoke emotions. Another thing is the process of putting the fact that terrorism is practiced by most Muslims, that Islam is very close and then label terori coloring activity. Both the mass media presents this fact with a lot of strengthening the existing conditions. The choice of the speakers, sentences, words, until the photo-photo show that there is a construction process that is performed by the mass media
Membentuk Madrasah Diniyah Sebagai Alternatif Lembaga Pendidikan Elite Muslim Bagi Masyarakat
Madrasah Diniyah sebagai lembaga pendidikan nonformal berbasis keagamaan yang pelaksanaannya dilakukan sore hari setelah jam sekolah formal. Kurikulum Madrasah Diniyah yang sederhana dan alokasi waktu belajar yang pendek tidak menjadi hambatan bagi Madrasah Diniyah untuk menghasilkan peserta didik yang berpendidikan dan intelek. Sehingga, keberadaan Madrasah Diniyah mampu berkembang menjadi salah satu sekolah elite muslim yang dapat mengakomodasi kebutuhan pendidikan agama Islam oleh masyarakat menengah ke bawah karena biaya pendidikannya yang murah. Selain itu, Madrasah Diniyah juga mampu bersaing dengan sekolah elite muslim lainnya yang memiliki biaya pendidikan lebih mahal. Oleh sebab itu, di era modernisasi sekarang ini pengelola Madrasah Diniyah harus mampu menghindari godaan materi dan sekuleritas kurikulum dalam penyelenggaraan pendidikannya. Tujuannya adalah untuk mencetak para muslim generasi muda yang cerdas pengetahuan serta iman dan taqwanya.Diniyaa Madrasaa as a non-formal educational institutions based on religious activities which are carried out at evening after formal school hours. DiniyaaMadrasaa’s simple curriculum and short period learning activity is not being a barrier for producingeducated and intellectualstudents. Thus, the existence of DiniyaaMadrasaa can be developed into one of the moslem elite schools that can accomodate the education needed oflower middle classpeople because the tuition fee is cheap. DiniyaaMadrasaaalso able to compete with other moslem elite school that has more expensive tuition fees. Therefore, now in the era of modernization, the manager of Diniyaa Madrasaa should avoid the temptation of material and secularism curricullum in the education activity. The purpose is to create the smart young moslem generation in knowledge and faith.
Infalibilitas Paus dalam Perspektif Gereja Roma Katholik
Dewan Vatikan pertama yang didominasi oleh tokoh-tokoh kepausan jelas merupakan suatu dewan kontroversi dalam Gereja Katolik, dan dalam hubungannya dengan gereja-gereja lain dan dunia yang lebih luas. Dewan menyatakan hal-hal yang tidak bisa diterima banyak orang; dan hal ini tampaknya menunjukkan bahwa Gereja Katolik memiliki sikap otoriter. Dewan Vatikan Pertama muncul oleh Norman P. Tanne yang masih menerjemahkan ajaran Katolik Roma dan tidak merasa perlu untuk pergi lebih jauh dari formatnya, terutama dalam perdebatan dengan gereja-gereja Protestan yang masih sangat banyak mengambil sikap untuk membela diri. Namun dalam domain lainnya telah banyak peristiwa. Tahun 1789 Revolusi Perancis dan Revolusi Industri yang dimulai pada akhir abad 18, menyebabkan perubahan besar dalam suasana politik, pembangunan sosial dan ekonomi di dunia Barat. First Vatican Council which is dominated by the definition of papal infallibility is definitely a council of controversy in the Catholic Church, and in conjunction with other churches and the wider world. Council states things that are not acceptable to many people and this event seems to show Catholic Church there at the height of aggressiveness and Authoritarian. First Vatican Council appeared startled by Norman P. Tanner (2003: 108) The Council of Trento apparently still provide the translation of Roman Catholic Theology adequately and does not feel the need to go further than his formulation, especially in the debate with Protestant churches are still very much taking attitude to defend themselves, other Council does not seem necessary. But in other domains has been a lot of events. 1789th French Revolution and the Industrial Revolution that began in the late 18 century, causing major changes in the political atmosphere, social and economic development in the Western world. The Enlightenment of the 18th century lead to a lot of intellectual challenge to the Christian faith and is complicated in the next century by advances in science that gives rise to further problems, such as the investigation of Darwin
Pandangan Hakim Pengadilan Agama Palembang Terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 Tentang Status Anak di Luar Nikah
Penelitian ini mengkaji tentang status anak di luar nikah perpektif hukum Islam. Pertimbangan Hukum Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi Nomor: 46/PUU-VIII/201. Pandangan Hakim Pengadilan Agama Kelas 1A Palembang terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 46/PUU-VIII/2010 adalah: Putusan uji materi pasal 43 ayat 1 UUP, sesungguhnya ditujukan untuk anak yang lahir di luar perkawinan akibat nikah sirri atau kumpul kebo. Berdasarkan penetapan pengadilan agama yang berkaitan dengan pengesahan perkawinan/itsbat nikah dan penetapan asal usul anak, maka anak yang dilahirkan dari perkawinan sirri dapat dinyatakan sebagai anak yang sah. Dengan status anak sah, maka anak tersebut mempunyai hubungan perdata dengan ayah biologisnya. Hubungan perdata yang timbul akibat dari adanya hubungan darah ini meliputi hubungan hukum, hak dan kewajiban antara anak dengan ayah dan ibunya yang dapat berupa: (1) hubungan nasab; (2) hubungan mahram; (3) hubungan hak dan kewajiban; (4) hubungan pewarisan (saling mewarisi) yang merupakan pelanjutan hubungan hak dan kewajiban karena nasab ketika mereka sama-sama masih hidup; dan (5) hubungan wali nikah antara ayah dengan anak perempuannya.This paper examined the status of children outside wedlock in perspective of Islamic law. Consideration of the judges of the Constitutional Court Law No. 46 / PUU-VIII / 2010: included: the right to obtain legal status of the child; registration of marriage was not a factor in determining the legal of the marriage and registration of marriages was an administrative obligations required by legislation. The factors that determined the legal of a marriage was the conditions prescribed by the religion of each pair bride; problems concerned children born out of wedlock should receive law protection and law certainty to the status of a child born and rights available to him, including toward children born though the legal of the marriage still disputed. While the view of the religion Court Judge Class 1A Palembang to Constitutional Court Decision No. 46 / PUU-VIII / 2010: Decision of the judicial review of Article 43 paragraph 1 UUP, in fact intended for children born out of wedlock as a result of Sirri marriage or cohabiting. Based on the determination of religion courts that related to ratification of the marriage / marriage ithbat and determination of the origin of the child, then the child born of the marriage Sirri could be expressed as a legitimate child. With the status of a legitimate child, then the child had a civil relationship with biological father. Civil relations arose from the presence of this blood relationship included legal relationships, rights and obligations between the child with his/her father and mother who could be: (1) the relationship nasab; (2) the relationship of mahram; (3) the relationship of rights and obligations; (4) the relationship of inheritance (inherit each other) which was a continuation of the relationship of rights and obligations as nasab when they were both still alive; and (5) the relationship of guardians between a father with his daughter
Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Tulisan Arab Melayu
Penelitian ini membahas tentang desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis tulisan Arab Melayu (TAM). Dengan memfokuskan kajian studi pengembangan model desain pembelajaran PAI multi orientasi. Adapun hasil penelitian perasaan dan pandangan siswa terhadap proses belajar menggunakan MDP-PAI Berbasis TAM sangat positif. Siswa merasakan dan memandang bahwa proses belajar mengajar menggunakan MDP-PAI Berbasis TAM sangat menyenangkan dan bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan tulis baca huruf al-Quran. Penggunaan MDP PAI Berbasis TAM dapat menumbuhkan motivasi dan keaktifan belajar siswa yang cukup tinggi sehingga proses belajar mengajar berlangsung kondusif dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.This study discusses the instructional design of Islamic Religious Education (PAI) based Malay Arabic script (TAM). By focusing the study findings of the development model of PAI instructional design multi orientation. The result of this study is the feelings and views of the students to the learning process using the MDP-PAI-based TAM are very positive. Students feel and perceive that the learning process by using MDP-PAI-based TAM is very pleasant and helpful in improving their ability to write and read the al-Quran letters. The use of MDP PAI-based TAM can motivate and activate the student\u27s learning so teaching and learning process can be conducive to achieving the stated goals
Peran Perempuan dalam Perencanaan Keluarga Responsif Gender Berbasis Agama di Desa Mulyo Rejo Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin
Tulisan ini judul “Peran Perempuan Dalam Perencanaan Keluarga Responsif Gender Berbasis Agama Di Desa Mulyo Rejo Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin”. Diawali dari hasil observasi dan pemikiran tentang perlunya dilakukan pengkajian lebih mendalam tentang hukum keluarga dalam kaitannya dengan hubungan relasi gender dalam keluarga pada masyarakat Desa Mulyo Rejo Kecamatan Sungai Lilin. Agar tujuan PAR tercapai yakni: (1) agar terwujudnya keluarga yang responsive gender yakni keluarga yang telah memperhatikan kebutuhan keluarga tanpa adanya diskriminasi, (2) adanya perubahan dan perilaku/tindakan sosial langsung yang bermula dari keluarga, (3) penambahan pengetahuan mengenai situasi keluarga yang responsif gender yang terencana dan penambahan kemampuan bagi dampingan untuk mengubah situasi mereka mewujudkan keluarga yang responsif gender berbasis agama, maka program aksi riset ini dilakukan dengan menggunakan strategi dan langkah-langkah PAR. Sebagaian kecil warga dampingan sudah mulai menerapkan pengetahuan mengenai perencanaan keluarga responsif gender berbasis agama dalam keluarga mereka terutama melalui peran isteri bersama suami.This paper entitled "The Role of Women in Responsive Gender of Family Planning Based on Religion in Mulyo Rejo Village Sungai Lilin Musi Banyuasin". Starting from the observation and thought about the need to do much broader about family law in relation to gender relationships within the family in society of Mulyo Rejo village in Sungai Lilin. For the purpose of PAR achieved as follows: (1) for the realization of the family that has responsive gender, i.e families who have noticed the family\u27s needs without discrimination, (2) the changes and behavioral / social action directly originate from the family, (3) the addition of knowledge concerning the family situation on responsive gender planned and the addition of capabilities for assistance to change their situation embodies responsive gender in family based on religion, then the action program of research is done by using strategies and measures PAR. Small part of residents has started to apply knowledge of responsive in family planning based on religion in their families, especially through the role of the wife with her husband
Perancangan Perangkat Lunak Media Pembelajaran Menggunakan Computer Assisted Instruction (CAI) untuk Pembelajaran Ilmu Tajwid Berbasis Web
Strategi penggunaan Computer Assisted Instruction (CAI) sebagai media pembelajaran dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang dikemas dengan baik memberikan dampak yang positif dalam memajukan potensi pada diri manusia. CAI sebagai media pembelajaran berbasis computer dibangun sebagai pelengkap dan pendukung metode pembelajaran yang selama ini hanya menggunakan metode ceramah, diskusi informasi dan demonstrasi. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan membangun media pembelajaran CAI yang interaktif dengan berbasis Web. Kemudian hasilnya berupa rancangan CAI dengan model tutorial, serta dilengkapi dengan latihan soal-soal dari materi yang diberikan. Perancangan CAI ini kemudian digunakan untuk media pembelajaran ilmu Tajwid dengan komputer.Strategic use of Computer Assisted Instruction (CAI) as a learning media needed to overcome the problems that appeared in the learning process. Learning that was packaged well gave a positive impact in advancing the potential in human beings. CAI as a computer-based learning media was built to complement and support the learning method which as long as only used the speech, discussions, information and demonstrations method. The purpose of this study was to design and build learning media of CAI which was interactive with Web-based. Then the result was a design of CAI with tutorial model and completed with practicing questions from the material provided. This CAI design was then used for learning media of Tajwid with computer
Pemikiran Sufistik Syaikh Umar Ibn Al-Fâridh dalam Dîwân Ibn Al-Fâridh
Makalah ini difokuskan pada upaya memahami tema-tema al-hubb al-ilâhi dalam pemikiran sufistik Syaikh Umar ibn al-Farîdh, salah seorang penyair mistik terbesar dalam sejarah mistisisme Islam. Syaikh Umar ibn al-Farîdh adalah seorang sufi penganut madzhab cinta, yang mahir menyusun syair-syair yang bertemakan cinta ilahi. Dengan keistimewaannya menggubah syair-syair cinta ketuhanan itu, ia kemudian dinobatkan sebagai Shulthân al-Âsyiqîn, sang pangeran cinta. Ibn al-Fârîdh mengekspresikan perasaan cintanya kepada Allah itu dalam sekumpulan syair yang diberi judul Dîwân ibn al-Fâridh. Ia telah memilih syair sebagai media untuk mengkomunikasikan pemikiran mistisnya, sehingga melalui media syair itu ajaran tasawufnya terlihat begitu estetis dalam suatu gaya yang tinggi di luar jangkauan akal murni. Kedalaman imajinasi dan penghayatan estetisnya yang begitu dalam membuat syair-syairnya terlihat sedemikian mistis, baik dalam kandungan isi maupun inspirasinya.The paper focused on efforts to understand the themes of al-hubb al-ilahi in Sufi thought of Shaykh Umar ibn al-Farîdh, one of the greatest mystical poets in the history of Islamic mysticism. Shaykh Umar ibn al-Farîdh was an adherent Sufi of love schools who was clever in composing poems with the theme of divine love. With his privileges in composing love poems divinity, he subsequently was named the Shulthân al-Âsyiqîn, the prince of love. Ibn al-Fârîdh expressed feelings of love to God in the collection of poems entitled Diwan ibn al-Fâridh. He had chosen poetry as a media to communicate ideas mystical, so that through the media of poetry the doctrine of his tasawuf looked so aesthetically in high style beyond the reach of pure reason. Depth of imagination and aesthetic appreciation that was so deep in making his poems looked so mystical, both in content and his inspiration
Kontribusi FIPMI dalam Mewujudkan Kerukunan Antarmazhab Islam
Tulisan ini mengkaji mengenai terbentuknya Forum Taqrib yang lebih di kenal dengan nama Forum Internasional Pendekatan Antar Mazhab-Mazhab Islam (FIPMI) dilatarbelakangi kondisi umat Islam, khususnya Sunni dan Syiah. Tokoh printis berdirinya Forum Taqrib Borujerdi memiliki alasan yang tepat memilih tokoh-tokoh ulama al-Azhar untuk dapat diajak berkomunikasi dan dialog untuk mewujudkan ide taqrib. Hal ini disebabkan ulama al-Azhar, selain reputasi keilmuannya diakui dunia juga lebih disebabkan mereka berpikiran moderat tidak fanatik. Hampir semua tokoh yang dikaji berpikiran bahwa taqrib artinya mendekatkan umat untuk saling mengenal dan memahami, bukan memaksakan umat untuk menganut suatu mazhab. Semua tokoh juga sepakat, bahwa perbedaan antara Sunni dan Syiah, tidaklah prinsip. Meskipun ada yang menyatakan prinsip, yaitu dalam hal imamah. Titik temu akan diperoleh, jika Syiah tidak meletakkan imamah pada tataran akidah prinsip yang dapat menyebabkan kekafiran bagi yang menolaknya. Hal ini sudah ditegaskan oleh Borujerdi bahwa masalah imamah adalah sejarah masa lalu dan tidak perlu diungkit lagi karena tidak akan ada hasilnya. Yang terpenting sekarang adalah mencari kesepakatan rujukan hukum dalam menjalani kehidupan beragama dan berbangsa ini. Borujerdi menawarkan Al-Qur’an dan Ahlulbait, karena sesuai dengan hadis, bahwa keduanya adalah sumber hukum yang tidak akan pernah terpisah. Inilah yang dipesankan dalam hadis Tsaqalain. Hadis ini disepakati oleh Sunni dan Syiah kesahihannya karena diriwayatkan dalam kitab-kitab mereka. Upaya-upaya yang dilakukan Forum Taqrib dalam mewujudkan persatuan dan perdamaian, yakni: Taqrib juga telah melakukan sosialisasi keberadaannya dengan mengadakan pertemuan-pertemuan rutin, seperti konferensi tahunan dan pertemuan berkala lainnya, serta penerbitan majalah atau jurnal. This article examines the formation of Forum Taqrib that is usual known by the name of the International Forum of Inter Approach schools of schools of Islam (FIPMI) backed the condition of Muslims, especially Sunni and Shia. Figure has pioneered the establishment of the Forum Taqrib Borujerdi had good reason choosing leaders of al-Azhar scholars to be able to communicate and dialogue to realize the idea of Taqrib. This is due to al-Azhar scholars, in addition to world-recognized scientific reputation is also more moderate-minded because they are not fanatics. Almost all the characters studied minded that Taqrib means closer people to know each other and understand, not to force people to adopt a school. All the leaders also agreed that the difference between Sunni and Shia are not the principle. Although there are states the principle, namely in terms of Imamat. The intersection will be obtained, if the Shia imamate lay not at the level of faith principles that can lead to disbelief for those who reject it. This has been confirmed by Borujerdi that the question of Imamat is the history of the past and does not need to be raised again because there will be no result. The important thing now is to find an agreement legal reference in living religious life and this nation. Borujerdi offers Qur\u27an and Ahlul-Bayt, because according to tradition, that both are sources of law will never separate. This is been booked in the hadith Thaqalain. This Hadith is agreed upon by both Sunni and Shia validity as narrated in their books. Efforts undertaken Taqrib Forum in bridging unity and peace, namely: Taqrib also has socialized its existence by holding regular meetings, such as annual conferences and other regular meetings, as well as the publication of a magazine or journal