Intizar (E-Journal)
Not a member yet
    226 research outputs found

    Perspektif al-Qur’an tentang Dakwah Pendekatan Tematik dan Analisis Semantik

    Get PDF
    Dakwah pada hakikatnya adalah usaha orang beriman untuk mewujudkan Islam dalam semua segi kehidupan pada tataran individu, keluarga, masyarakat, umat dan bangsa. Sebagai aktualisasi iman, dakwah merupakan keharusan dan menjadi tugas suci bagi setiap muslim setingkat dengan kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki. Dakwah merupakan salah satu bentuk komitmen muslim terhadap agamanya. Setiap muslim dan muslimat wajib mendakwahkan Islam, sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan masing-masing, sesuai dengan profesi dan dedikasinya kepada orang lain, baik orang Islam maupun orang-orang yang tidak atau belum beragama Islam. Istilah dakwah digunakan dalam Al Qur’an baik dalam bentuk fi’il maupun dalam bentuk mashdar berjumlah lebih dari seratus kali. Dalam Al Qur’an, dakwah dalam arti mengajak ditemukan sebanyak 46 kali, 39 kali dalam arti mengajak kepada Islam dan kebaikan, 7 kali kepada neraka dan kejahatan.Beberapa dari ayat tersebut:Mengajak manusia kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran ( QS. Ali Imran: 104); Mengajak manusia kepada jalan Allah (QS an-Nahl:125); Mengajak manusia kepada agama Islam (QS as-Shaf: 7); Mengajak manusia kepada jalan yang lurus (QS al-Mukminun:73); Memutuskan perkara dalam kehidupan umat manusia, kittabullah dan sunnaturrasul (QS an-Nur:48 dan 51, serta QS Ali Imran:23); Mengajak ke surga (QS al-Baqarah:122).This article discusses the meaning of propaganda used by the thematic approach and semantic analysis based on the perspective of the Qur\u27an. Quran is the basis for the study of the meaning of da\u27wah studied. The results showed, Da\u27wah is an attempt to realize the believer of Islam in all aspects of life at the level of individuals, families, communities, people and nation. As the actualization of faith, preaching the necessity and become a sacred duty for every Muslim a level with the capacity and capabilities. Da’wah is one of the commitments of the Muslim religion. Every Muslim and muslimat obliged to preach Islam, in accordance with the capability and capacity of each, according to the profession and dedication to others, both Muslims and people who are not or have not been Muslim. The term propaganda is used in the Qur\u27an either in form or in the form mashdar fi\u27il more than a hundred times. In the Qur\u27an, preaching in the sense of inviting found as many as 46 times, 39 times in a sense invite to Islam and kindness, 7 times to hell and evil. Several of the verse: Inviting people to goodness and forbid the (Qur\u27an, Ali Imran: 104); Invite the people to the way of Allah (Surah an-Nahl: 125); Invite people to Islam (Sura al-Shaf: 7); Invite the people to the straight path (al-Mukminun: 73); Judge in the life of mankind, kittabullah and sunnaturrasul (Surat an-Nur: 48 and 51, as well as Surah Ali Imran: 23); Invite to heaven (Surah al-Baqarah: 122)

    Pemahaman terhadap Konsep Pahala dan Dosa Serta Hubungannya Dengan Etos Kerja Dosen dan Pegawai Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam IAIN Raden Fatah Palembang

    Get PDF
    Artikel ini membahas tentang konsep pahala dan dosa dalam ajaran Islam dan pengaruhnya terhadap etos kerja dosen dan staf Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, IAIN Raden Fatah Palembang. Pemahaman tentang pahala dan dosa, yang merupakan bagian dari doktrin etika dalam Islam ternyata memiliki peran dalam menentukan etos kerja. Kegiatan yang dianggap baik berdasarkan ajaran Islam pasti akan dihargai. Sebaliknya, mereka yang tidak menjalankan atau yang melanggar aturan akan mendapatkan dosa sebagai balasannya. Dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui survei, observasi, wawancara atau kuesioner, dalam artikel ini, diketahui bahwa pemahaman dosen dan staf tentang pahala dan dosa ternyata sangat berhubungan dengan etos kerja mereka sehari-hari. Semakin baik tingkat pemahaman dosen dan staf dengan konsep pahala dan dosa, semakin tinggi etos kerja mereka. Ini menyiratkan bahwa pemahaman seseorang tentang konsep pahala dan dosa itu dapat mendorong orang untuk bekerja lebih baik, lebih serius dan lebih berhati-hati. Atau dengan kata lain, secara teologis pemahaman ini dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari.This article discusses the concept of merit and sin in Islam and the influence by the work ethic of faculty and staff of the Faculty of Islamic Theology and Islamic Thought, Islamic State Institute Raden Fatah Palembang. Understanding of merit and sin, which is part of the doctrine of ethics in Islam to have a role in determining the work ethic. Activities that are considered good based on the teachings of Islam is believed to be rewarded. Vice versa, those who do not run or that violate the rules will get sin as a reward. By Idrus analysis using the method of data collection through the courts (survey, observation, interviews or questionnaires), in this article, Idrus found understanding of faculty and staff to the concept of merit and sin is very in touch with their work ethic in everyday tasks. Or the better the level of understanding of faculty and staff to the concept of merit and sin, the higher their work ethic. It implies that one\u27s understanding of the concept of merit and sin it may encourage people to work better, more serious and more careful. Or in other words, the concept of theology is understood by a person that may have an impact on activity in daily life

    Pendekatan Terpadu dalam Membentuk Karakter Santri di Pondok Pesantren Sabilul Hasanah Banyuasin III

    Get PDF
    Pendidikan karakter adalah sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada peserta didik yang mencakup komponen, kesadaran, pemahaman, kepedulian, dan komitmen untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut baik kepada Allah, diri kita sendiri, orang lain, lingkungan, atau masyarakat dan bangsa secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan dua jenis data adalah jenis data primer dan data sekunder. data primer. Dari pengamatan di atas, diketahui bahwa waktu penerimaan terhadap calon santri dibakukan kriteria, tes seleksi bahan yang dapat menentukan kelulusan siswa, dan jumlah peminat ke pondok pesantren Sabilul Hasanah pada 5 (lima) tahun peningkatan atau meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Begitu pun dengan masa orientasi waktu sementara telah distandarisasi bahan orientasi pondok dapat mempersiapkan anak-anak belajar di pondok, dan ruang belajar di mana siswa dan mahasiswa laki-laki terpisah perempuan sebahagian terutama untuk Madrasah Diniyyah. Pendekatan terpadu yang diterapkan di pesantren Sabilul Hasanah adalah pendekatan eksperimen. Para siswa memperoleh pengalaman melalui berbagai kegiatan yang dilakukan di sekolah-sekolah. Siswa juga mendapatkan pengalaman dalam kegiatan sehari-hari mereka, dan belajar untuk mandiri, dan bertanggung jawab untuk diri mereka sendiri, pendekatan pembiasaan.Character education is a system of cultivation of character values to learners that includes components, awareness, understanding, caring, and commitment to implement these values, both to Allah, ourselves, others, the environment, or society and the nation as a whole, so that a perfect human being in accordance with nature. This study uses two types of data are the type of primary data and secondary data. Primary data, according to Muri Yusuf (1997, p. 25) is "data collected by the person / agency / researcher from the first source". This means that the primary data obtained directly by the researcher from the original source. Average secondary data, according to Muri Yusuf (1997, p. 25) is "data collected by the person / agency / other researchers". From the observations above, it is known that the time of acceptance of the prospective students have standardized criteria for prospective students female students who received has been set, material selection test prospective students measurable benchmarks graduation of students who received accurate, and the number of enthusiasts into the cottage Sabilul Hasanah Islamic boarding cshool in 5 (five) years an increase or an increase from previous years are refresentatif. So even with an orientation period of time while the cabin has been standardized materials orientation of the lodge can prepare children learn in the cottage, and a study room where female students and students of separate men sebahagian especially for Madrasah Diniyyah. The integrated approach that applied in Sabilul Hasanah Islamic boarding cshool is the the Experience Approach. The students gain experience through a variety of activities carried out in schools Pupils also gain experience in their daily activities, and learn to be independent, and is responsible for themselves, approach habituation

    Budaya Kerja Melayu dalam Mengembangkan Wirausaha Mahasiswa di Perguruan Tinggi Kota Palembang

    Get PDF
    Budaya melayu dan nilai nilai agama berada dalam substansi materi kuliah wirausaha. Beberapa sifat dasar budaya melayu optimis dalam hidup dan kehidupan serta toleran, mengambil positif dari budaya orang lain, berpegang pada agama dan adat, sopan santun, ramah, demokratis, mengutamakan diplomasi dari pada kekerasan. Strategi pembelajaran belum memberikan motivasi secara komprehensif karena lebih mendominasi model ceramah. Secara khsusus mahasiswa menerima materi kuliah dan memiliki kesadaran bahwa budaya Melayu termunculkan di setiap upacara. Namun demikian mereka belum siap berlatih berwirausaha dalam kuliah. Malay cultural and religious values are in substance entrepreneurial course material. Some basic nature of Malay cultural is optimistic in life and life and tolerant, to take something positive from the culture of others, adhering to the religion and customs, manners, friendly, democratic, give priority to diplomacy than violence. Learning strategies have not provided a comprehensive motivation because it dominates the discourse models. In particular, students receive course material and have an awareness that the Malay culture appear in every ceremony. However, they have not ready for practicing entrepreneurship in college

    Aplikasi Sistem Informasi Geografis Wisata Islam Melayu di Kota Palembang Berbasis Android

    Get PDF
    Aplikasi Sistem Informasi Geografis Wisata Islam Melayu pada kota Palembang  dengan smartphone yang menggunakan sistem operasi Android dapat diimplementasikan pada beberapa jenis smartphone diaantaranya Smartfren Andromax C3, Lenovo S920, Samsung Galaxy Ace, Samsung Galaxy Ace 2, Sony Xperia Neo, Sony Xperia Z Ultra. Masyarakat atau wisatawan dapat dengan mudah memperoleh informasi masjid yang berada di kota Palembang. Application of Malay Muslims Tourism Geographic Information Systems in the city of Palembang with Smartphone that use the Android operating system can be implemented on multiple types of Smartphone including Smartfren Andromax C3, Lenovo S920, the Samsung Galaxy Ace, Samsung Galaxy Ace 2, Sony Xperia Neo, Sony Xperia Z Ultra. Community or tourists can easily obtain information on the mosque in the city of Palembang

    Enigma Kejahatan dalam Sekam Filsafat Ketuhanan

    Get PDF
    Artikel ini membahas tentang problematika kejahatan dalam kaitannya dengan keberadaan Tuhan. Kejahatan yang kerap dihadapi manusia dalam hidup menjadi persoalan yang coba diruntut berdasar perspektif filsafat ketuhanan. Dalam artikel ini, adanya kejahatan yang terdapat di dalam sepanjang sejarah kehidupan manusia, menghadirkan pertanyaan mendasar tentang keberadaan Tuhan. Tuhan yang diyakini sebagai Yang Maha Baik dihadapkan dengan realita kejahatan dalam kontestasi ide filosofis. Terdapat empat tema pembahasan yang berawal dari pertanyaan-pertanyaan filosofis perihal relasi kejahatan dengan ketuhanan, yaitu: apa itu teodise? Apa itu kejahatan? Beranjak dari pertanyaan tersebut, penulis mendapati bahwa kejahatan merupakan suatu kenyataan yang disebut dengan enigma.  Kenyataan enigmatik yang dihadapi manusia dalam kehidupan tersebut memposisikan manusia sebagai subjek yang rentan (vulnerable subject) tatkala berhadapan dengan kejahatan. This article discusses about the problematics of crime in relation to the existence of God. Crimes that are often faced by humans in life have been problems that try tracing based on existence of god perspective. In this article, the crimes contained in the history of human life, presents a fundamental question about the existence of God. God is believed to be the Most Good confronted with the reality of crime in the contestation of philosophical ideas. There are four discussion themes which start from the philosophical questions regarding the relationship with Divinity crime, namely: what is it theodicy? What is crime? Moving on from these questions, the authors found that the crime is a reality called the Enigma. The fact of the Enigmatic faced by humans in the life has been positioned that humans as a vulnerable subject whenthey are dealing with crime

    Multikulturalisme Islam: Studi Tingkat Pemahaman Keberagamaan Multikulturalisme bagi Komunitas Muslim di Kota Palembang

    Get PDF
    Multikulturalisme adalah sebuah ideologi dan sebuah alat untuk meningkatkan martabat manusia dan kemanusiaan. Untuk memahami multikulturalisme diperlukan pembangunan berbasis pengetahuan dan konsep yang relevan yang mendukung keberadaan dan fungsinya dalam kehidupan manusia. Membangun konsep-konsep ini harus dikomunikasikan antara ahli yang memiliki perhatian ilmiah yang sama pada multikulturalisme sehingga ada pemahaman yang sama dan saling mendukung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pemahaman tokoh agama Islam di Palembang pada keberadaan multikulturalisme dan perkembangan Islam secara sosiologis dan antropologis melalui fenomena tersebut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bermaksud untuk menggambarkan tingkat pemahaman multikulturalisme Islam di Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang berisi item-item pilihan. Kuesioner yang disebarkan adalah tentang pemahaman mereka tentang Islam dan multikulturalisme dalam kerangka artikulasi agama mereka. Selain itu, wawancara mendalam dilakukan serta para tokoh masyarakat dari dua kelompok Ernis yang berbeda. Wawancara ini hanya mengetahui tingkat partisipasi masing-masing kelompok etnis dalam kehidupan manusia sehari-hari. Dari data yang dikumpulkan menemukan bahwa: (1) Bahwa tingkat pemahaman Palembang agama rakyat berdasarkan data yang dikumpulkan kuesioner dan wawancara menunjukkan tingkat tinggi, terutama pada isu-isu yang berkaitan dengan hubungan sosial; (2) Dalam hal iman (aqidah), ajaran Islam yang benar tidak pernah membiarkan toleransi berlebihan mereka. Hal inilah yang menyebabkan responden memiliki sikap rendah dalam mengapresiasi mulitikulturalisme di bidang iman; (3) Jika dikaitkan dalam kehidupan masyarakat, dalam pemahaman masyarakat multikulturalisme Palembang menyebabkan integrasi sosial.Multiculturalism is an ideology and a tool to enhance the dignity of man and humanity. To understand multiculturalism is required in the form of building a knowledge base of relevant concepts and supporting the existence and functioning of multiculturalism in human life. Building these concepts must be communicated among the experts who have the same scientific attention on multiculturalism so that there is a common understanding and mutual support in fighting this ideology. The purpose of this study to know the level of understanding of religious Islamic figures in Palembang on the existence of multiculturalism and the development of Islam as a sociological and anthropological at the phenomenon. This research is descriptive qualitative intends to describe the level of understanding of Islamic multiculturalism in Palembang. The research method used is survey method. The data collection is done by using a questionnaire containing items specific selection. Questionnaire distributed is about their understanding of Islam and multiculturalism within the framework of their religious articulation. In addition, in-depth interviews conducted as well the community leaders of the two groups Ernis different. This interview is just knowing the level of participation of each ethnic group in the lives of everyday people. From the data collected found that: (1) That the level of understanding of people\u27s religious Palembang based on data collected questionnaires and interviews showed a high level, especially on issues related to social relationships; (2) In the case of a faith (aqidah), the teachings of true Islam never allow their excessive tolerance. This is what causes the respondents have a low attitude in appreciating mulitikulturalisme in the field of faith; (3) If it is associated in public life, in the understanding of multiculturalism society Palembang lead to social integration

    Hutang-Piutang dalam Prespektif Fiqh Muamalah di Desa Ujung Tanjung Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin

    Get PDF
    Masalah utama dalam penelitian ini adalah tentang pelaksanaan hutang-piutang beras di Desa Ujung Tanjung Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin, dengan syarat adanya penambahan saat pembayaran terjadi sesuai dengan perjanjian. Berdasarkan analisa data dapat diketahui bahwa adanya pelaksanaan hutang-piutang beras sesuai dengan perjanjian awal, adanya penambahan saat pembayaran hutang-piutang beras yang dilakukan di Desa Ujung Tanjung. Berdasarkan wawancara dengan masyarakat mengatakan bahwa adanya tambahan saat pembayaran diawali dengan perjanjian yang didalamnya disyaratkan adanya tambahan saat pembayaran hutang-piutang beras tersebut, maka dalam fiqh muamalah hal tersebut termasuk riba. Dalam hukum Islam riba hukumnya haram. Hutang-piutang beras yang dibayar dengan beras juga dengan adanya tambahan saat pembayaran maka hal ini disebut dengan riba’ qhardi.The main problem in this research is about the implementation of rice debt at Desa Ujung Tanjung Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin, with the requirement of added amount of rice when the payment happens as the deal.  Based on the data analysis, it is found out that there is an implementation of rice debt with added amount of rice. Based on the interview, it is also found out that the added amount of rice is made based by the deal. So, in fiqh muamalah it is included in riba. In Islamic law, riba is illegitimate. The rice debt which is paid with rice plus added amount of rice for the payment is called riba’ qhardi

    Komunikasi dalam al-Qur’an (Studi Analisis Komunikasi Interpersonal pada Kisah Ibrahim)

    Get PDF
    Makalah ini mengkaji tentang perspektif komunikasi interpersonal tentang kisah Ibrahim. Persepsi yang berupa pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Dari kisah nabi Ibrahim diperoleh kesimpulan, bahwa komunikasi interpersonal dilakukan dalam beberapa bentuk. Di antaranya dalam bentuk dialog antara nabi Ibrahim dengan Namrud. Komunikasi interpersonal dapat digunakan untuk mengubah sikap dan tingkah laku orang lain. Ini dilakukan dengan metode tertentu, misalnya dengan melihat alam semesta dan planet-planet. Di dalam al-Qur’an banyak ayat yang memerintahkan manusia untuk memperhatikan diri mereka (Q.S. al-Rūm/30: 8), memikirkan apa saja yang terdapat di bumi (Q.S. al-Ra’du/13: 3), memperhatikan penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang (Q.S. Ali Imrān/3: 189), bahkan memperhatikan kitab al-Quran itu sendiri (Q.S. al-Nisā’/4: 82).This paper examined about the interpersonal communication perspective on the story of Abraham. Perception that was in the form of experience of objects. Events or relationships that were obtained by concluding information and interpreting the message. From the story of Abraham was concluded that interpersonal communication was done in some form among others in the form of a dialogue between the prophet Abraham with Nimrod. Interpersonal communication could be used to change attitudes and behavior of others. This was done by a certain method, for example by looking at the universe and the planets. In the Qur\u27an many verses that commanded people to pay attention to themselves (Surat al-Rum / 30: 8), think about what was contained in the earth (Surat al-Ra\u27du / 13: 3), pay attention to the creation of the heavens and earth and the change of night and day (Surah Ali Imran / 3: 189), and even pay attention to the book of the Koran itself (Surat al-Nisa \u27/ 4: 82)

    Refleksi Etika Kebahagiaan dalam Novel Khotbah di Atas Bukit Karya Kuntowijoyo

    Get PDF
    Novel Khotbah Di Atas Bukit Karya Kuntowijoyo mengandung nilai-nilai etika kebahagiaan yang sama dengan Epikuros. Dimana Epikuros menghendaki untuk mencapai kebahagiaan seseorang harus mencari nikmat yang sebanyak-banyaknya dengan menghindari pertanyaan-pertanyaan, dan pikiran-pikiran yang membuat kesakitan badan dan jiwa. dengan itu Epikuros menghendaki keutamaan-keutamaan seperti kesederhanaan, tahu diri, penguasaan diri dan kebijaksanaan. Bergitu pula dalam Novel Khotbah Di Atas Bukit Karya Kuntowijoyo, dimana kuntowijoyo dalam novel khotbah di atas bukit menghendaki agar untuk bahagia seseorang harus mencari nikmat dan menghindari segala hal yang membuat kesakitan badan, sehingga jiwa menjadi resah. Dengan memperhatikan keutamaan seperti, kesederhanaan, penguasaan diri, dan kebijaksanaan. Kuntowijoyo’s novel “Khotbah Di Atas Bukit” containing ethical values of happiness in common with the Epicurean. Where Epicurean desires to achieve happiness, one must find favor as much as possible to avoid the questions and thoughts that make body and soul in the pain. With it, the Epicurean requires virtues such as modesty, knowing oneself, self-control and wisdom. Similarly, in the Kuntowijoyo’s Novel “Khotbah Di Atas Bukit”, Kuntowijoyo requires that to be happy one must seek favor and avoid pain of all the things that make the body and the soul becomes restless. Having regard to such virtues, modesty, self-control and wisdom.

    203

    full texts

    226

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Intizar (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇