Intizar (E-Journal)
Not a member yet
    226 research outputs found

    Perencanaan Komunikasi Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Raden Fatah Palembang

    Get PDF
    Penelitian ini meneliti mengenai Perencanaan Komuniasi Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Raden Fatah Palembang, dengan tujuan antara lain: untuk mendeskripsikan bagaimana pola perencanaan komunikasi yang dilakukan untuk memperoleh dukungan semua pihak dalam mewujudkan visi bersama Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis SWOT. Perencanaan Komunikasi adalah bagian dari manajemen strategis yang merencanakan secara terus menerus untuk setiap infrastruktur komunikasi; komunikator, pesan, media, khalayak dan evaluasi umpan balik secara tepat. Hasil akhir dari proses perencanaan komunikasi adalah semakin menguatkan citra positif dan kepercayaan khalayak pada Program Studi Ilmu Komunikasi. Namun kondisi objektif perencanaan komunikasi di lingkungan Program Studi Ilmu Komunikasi belum berjalan dengan baik, sehingga perlu diambil langkah-langkah antara lain: 1) Peningkatkan ethos komunikator yang notabene sebagai source credibility di Program Studi Ilmu Komunikasi masih jauh dari kondisi ideal yang diharapkan. 2) Mengomunikasikan pesan-pesan dari program komunikasi harus dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan. Terutama pesan-pesan yang bisa memengaruhi khalayak untuk mengubah perilaku dan tindakan sesuai dengan tujuan Program Studi. 3) Melakukan optimalisasi potensi-potensi media yang ada untuk digunakan dalam proses komunikasi kepada khalayak luas. Mengingat pentingnya optimalisasi media, dipandang perlu untuk menunjuk petugas khusus yang bekerja untuk mengelolah media dan membagun media relations. 4) Membangun hubungan yang baik dengan khalayak internal dan eksternal. Meminimalisir potensi yang akan membuat khalayak kecewa

    Menggagas Model Pembelajaran Discovery-Inquiry pada Pendidikan Anak Usia Dini

    Get PDF
    Paper ini adalah kajian yang berbasis library research. Paper ini mencoba mengkaji tentang model pembelajaran discovery –inquiry pada PAUD. Paper ini sangat menarik karena, pertama model pembelajaran discovery-inquiry dapat melatih cara berfikir yang sistematis pada anak usia dini. Kedua, model pembelajaran discovery-inquiry kebanyakan digunakan pada penerapan pendekatan pembelajaran sains dan mathematics. Pada paper ini terdapat tiga pertanyaan, yaitu pertama bagaimana model pembelajaran discovery-inquiry pada PAUD. Kedua, Bagaimana motede pembelajaran discovery-inquiry pada PAUD?. Ketiga, bagaimana kelemahan dan keunggulan model pembelajaran discovery-inquiry pada PAUD?. Tujuan dari kajian ini adalah, untuk mengetahui model, metode, keunggulan dan kelemahan model pembelajaran discovery-inquiry pada PAUD. Kesimpulan dari paper ini, yang pertama konsep pembelajaran discovery-inquiry merupakan rangkaian kegiatan belajar yang menekankan pada proses berfikir kritis dan analitis. Kedua, metode discovery-inquiry antara lain, yaitu discovery-inquiry terpimpin, bebas dan bebas termodifikasi. Keunggulan dari metode ini adalah membantu anak untuk mengembangkan kemampuan berfikir dan kelemahannya adalah anak harus memiliki kesiapan dan kematangan mental.

    Kontribusi Corporate Social Responsibility bagi Penguatan Kohesi Sosial Masyarakat: Studi Kasus Perusahaan Asing di Bogor

    Get PDF
    Corporate social responsibility merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang diembankan pemerintah kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Banyak program CSR ini—langsung atau tidak—berdampak kepada pengembangan masyarakat. Dengan menggunakan metode observasi pada studi kasus CSR yang dilakukan oleh sebuah perusahaan di Kota Bogor, studi ini menemukan bahwa: (1) CSR menjadi instrument perusahaan yang berdampak sosial-ekonomi kepada masyarakat; (2) Secara praktis bentuk CSR bisa berbeda-beda tergantung kondisi lapangan. Kemampuan memvariansikan bentuk ini justru berimplikasi kepada keberlanjutan dari perusahaan tersebut; (3) Meski ada di lingkungan warga yang mayoritas beragama Islam, tetapi dampak langsung CSR pada masyarakat Islam di sekitar perusahaan ternyata tidak tampak menonjol, atau malah terkesan biasa-biasa saja. 

    Penyelesaian Wanprestasi Dalam Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Dengan Akad Murābaḥah Studi Kasus Di Bank Tabungan Negara Syariah Surabaya

    No full text
    Islamic financing products have grown rapidly in the banking and finance industries of this era. This situation can be seen through the addition of Islamic banking assets several years, in addition to the inclusion of more institutions that offer products in Islam. According to Ibn al-Ḥumām, Murābaḥah is a contract of delivery of goods of sale and purchase owned by a person based on the price of basic origin and increase profits and declared to the buyer. This study aims to find out the application of home ownership financing with akad Murābaḥah Bank Tabungan Negara Syariah Branch Surabaya and to know how to settle Wanprestasi in financing home ownership has been in accordance with Sharia or not. This research is field research with qualitative descriptive approach and observation, interview and documentation method in collecting data. The author concludes that in the handling of customers Wanprestasi financing home ownership that still have good intentions, the Bank Tabungan Negara Syariah provides a policy with rescheduling that is changing the terms of financing which only concerns the payment schedule and duration and impose a burden of 1.5% of the remaining arrears. However, for customers who do not have Wanprestasi i\u27tikad well then the bank provides a decisive action by clearing the house as a guarantee in the contract. The implementation of the settlement of Wanprestasi in the State Savings Bank Syariah Branch Surabaya has applied in accordance with the guidelines contained in the Fatwa Dewan Syariah Nasional No.48 / DSN-MUI / II / 2005

    Kepribadian Multikultural (Multicultural Personality) Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata UIN Raden Fatah Palembang

    No full text
    Keberagaman adalah realita. Suka atau tidak suka, kita tak terhindarkan akan saling bersinggungan di era globalisasi ini. Sehubungan dengan ini, peneliti menggali kepribadian multikultural (multicultural personality) 24 orang mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Palembang angkatan ke 67 tahun 2017 yang berasal dari berbagai latar belakang budaya berbeda, dan mereka berinteraksi dengan masyarakat setempat yang latar belakang budayanya juga berbeda. Lokasi KKN tersebut bertempat di Desa Bangun Sari, Desa Suka Damai, dan Desa Muara Sugih Kabupaten Banyuasin. Dari 5 dimensi yang ada pada kepribadian multikultural yaitu dimensi empati budaya, fleksibilitas, inisiatif sosial, kestabilan emosi dan keterbukaan pikiran, dimensi kestabilan emosi menjadi dimensi paling dominan pada kepribadian multikultural Mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang di Desa Bangun Sari, Kabupaten Banyuasin dengan rata-rata sekor 62,63; dimensi paling dominan pada kepribadian multikultural Mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang di Desa Suka Damai adalah dimensi kestabilan emosi dengan rata-rata sekor 60,39; dan dimensi paling dominan pada kepribadian multikultural Mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang di Desa Muara Sugih adalah dimensi kestabilan emosi dengan rata-rata sekor 61,81

    Pendidikan dan Keberagamaan Jamaáh Majlis Ta’lim Kelurahan Pahlawan Kecamatan Kemuning Kota Palembang

    Get PDF
    Hubungan antara persepsi jamaah masjid dengan materi dan metode yang disampaikan oleh para ulama berada dalam tingkat signifikan. Kondisi ini didapat dari hasil wawancara mendalam di mana peziarah yang mengikuti majelis taklim di masjid mengalami peningkatan. Peningkatan ini disebabkan bahan dan metode yang disampaikan oleh Ustadz diterima dengan baik dan mudah dipahami. Secara gender, ada perbedaan antara jamaah laki-laki dan perempuan. Jamaat masjid perempuan memiliki tingkat yang lebih tinggi religiusitasnya dibandingkan kelompok jamaah masjid dari laki-laki. Jadi jenis kelamin mempengaruhi hubungan yang saling mempengaruhi antara jamaah tentang materi dan metode yang disajikan oleh ulama. Studi ini juga menemukan bahwa jamaah majelis taklim baik dalam kelompok laki-laki atau perempuan memiliki tingkat tinggi (postitif) keragaman dan memiliki persepsi akan materi dan metode yang disajikan ulama.The relationship between perception pilgrims mosque committees about the materials and methods presented cleric with a significant degree of religiosity. This condition is confirmed from the results of in-depth interviews where pilgrims follow the teachings mosque committees after the change, which increases the rise. This increase is due to the materials and methods delivered by Ustadz be well accepted and easily understood. By gender there is a difference between the sexes pilgrims mosque committees. Jamaat mosque committees mothers have higher levels of religiosity than in the group of mosque committees pilgrim fathers. So gender affect bivariate relationships between perception pilgrims mosque committees about the materials and methods presented chaplain to the level of religious pilgrims mosque committees. The study also found that the congregation mosque committees both in the group of fathers and mothers have a high degree of diversity and have the perception of matter and methods presented cleric positive

    Tasawuf dan al-Qur’an Tinjauan Dunia Ilmu Pengetahuan dan Praktek Kultural-Religius Ummat

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan hasil penelitian yang membahas bidang Ilmu Tasawuf dengan mempergunakan methode deskriptif analitik. Penelitian menghasilkan bahwa Tasawuf bukanlah merupakan ajaran dalam arti syariat, yang langsung tertera dalam Alquran maupun al-Hadits, Tasawuf tidak lebih sebagai tradisi dalam Islam karena tasawuf merupakan produk fikiran dan perasaan para sufi. Dengan begitu, bisa dikatakan bahwa tasawuf bukan bagian dari ibadah syar’iyah. Sedangkan perspektif ilmu pengetahuan, tasawuf wajib untuk dipelajari. Ilmu tasawuf yang difahami kemudian berfungsi preventif dan okuratif. Praktik-praktik tasawuf secara institusi bukanlah bagian dari syariat agama Islam. Namun secara parsial, nilai-nilainya selaras dengan ajaran Alquran dan al-Hadits. Oleh karena itu, tidak ada kewajiban dan larangan untuk menjalani atau menempuh jalan tasawuf. Sebagai tradisi dalam Islam, Tasawuf sebagai jalan muamalah yang sah-sah saja untuk ditempuh, artinya boleh diikuti dan boleh tidak diabaikan. The two purposes of this study are, to describe a position of Sufism on the Islamic teaching, tradition and knowledge, and to find out a Moslem worldview and attitude toword practicing of Sufism and tharikat on Al-Qur’an and cultural perspective. We throughout three ways for technical analysis; interpreted the data, clasificied and described the data into couple of concept; sufism  and Holy Qoran, and then made sinergy between those both prime concepts to the integral concept to be analyze on Islamic teaching, tradition and knowledge perspective. Hence, overall this research shows that Sufism is not a teaching what had wrote in Al-Qur’an or al-hadits but it is a tradition in Islam. Because Sufism is both thought and feeling products. It mean, that Sufism is not a part of Syariah. On the perspective of knowledge, Sufism wish to be learn in order to become preventive or occurative functions. The Sufism practicings institusionally is not the part of Syariat. But particulary, its norma has relevanced by Al-Qur’an and al-Hadits teachings.  So that, there is no obligation   to practice Sufism. As an Islamic tradition, it’s free to be done or left

    Munasabah al-Qur’an: Studi Korelatif Antar Surat Bacaan Shalat-Shalat Nabi

    Get PDF
    Tulisan ini berusaha untuk mengangkat sebuah kajian terhadap korelasi dimensi baru Al-Qur\u27an atau yang lebih dikenal dengan "absurditas al-Qur\u27an". Jika selama ini Al-Qur\u27an memiliki hubungan antara huruf dan ayat-ayatnya berdasarkan tertib atau tidak tertib suratnya, maka tulisan ini menawarkan sebuah studi baru dalam bentuk korelasi antara huruf-huruf berdasarkan pada serangkaian bacaan dalam shalat Nabi. Di antara isu-isu yang dikembangkan adalah adanya tertib tauqifi-Mushaf Utsmani. Bagi mereka yang menolak, ayat al-Quran yang tidak masuk akal hanya isapan jempol belaka. Adapun pendukung teori ini, mengatakan bahwa rahasia absurditas Al-Qur\u27an adalah bukti kuat bahwa komposisi ayat dan surat Al-Qur\u27an bukanlah penciptaan ijtihad penulis mushaf semata. Substansi tulisan tidak berhubungan dengan perdebatan, karena surat-surat Al-Qur\u27an dalam doa Nabi. dalam sejarah tidak sesuai sama sekali dengan mushaf teori-tertib.This paper seeks to lift a new dimension correlation study the Al-Qur’an, or better known as "absurd Al-Qur’an". If during this study the Al-Qur\u27an absurd to dwell on the relationship between letters and the relationship between verses based on orderly or disorderly Manuscripts and down, then this paper offers a new study in the form of the correlation between letters based on a series of readings in the prayers of the Prophet. Science absurd-as part of Sciences Al Qur\u27an- is long enough to become a subject of discussion among scientists Al-Qur\u27an. Among the issues that was developed is the existence of an orderly tauqifi Mushaf \u27Usmani. For those who refuse, absurd Al-Qur\u27an is only a mere figment. As for the supporters of this theory, the secrets absurd Al-Qur\u27an is strong evidence that the composition of verses and letters of the Al-Qur\u27an is not the creation of ijtihad the authors Manuscripts. The substance of the writing is not related to the debate, because the letters of the Al-Qur\u27an reading the prayers of the Prophet. In history does not correspond at all with the theory-an orderly Manuscripts

    Penanggulangan Premanisme Menurut Pandangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palembang

    Get PDF
    Makalah ini mengkaji mengenai faktor-faktor penyebab  maraknya premanisme dalam kajian kriminologi, yakni: faktor politik,  faktor ekonomi,  faktor penegak hukum. Penanggulangan premanisme menurut kajian kriminologi melalui kegiatan pencegahan kejahatan, yakni: pemanfaatan masyarakat dan lembaga-lembaga yang telah ada, pencegahan serta usaha mengurangi segala macam disorganisasi sosial, penggalakkan penyuluhan hukum dan pemberian bantuan hukum. Faktor-faktor penyebab  maraknya premanisme menurut pandangan MUI Kota Palembang, yakni: lemahnya iman, lemahnya pengawasan orang tua. Menurut ketua MUI Kota Palembang penanggulangan premanisme di Kota Palembag harus dilakukan secara sinergis dan terpadu antara ulama, umaro dan aparat penegak hukum.This paper examined the factors causing the rise of gangsterism in the study of criminology, namely: political factors, economic factors, factors of law enforcement. Countermeasures of gangsterism based on the study of criminology through the activities of wickedness prevention, namely: utilization of societies and institutions that already existed, prevention and efforts to reduce all kinds of social disorganization, the promotion of legal counseling and legal aid. Factors that caused rampant gangsterism according to the view of MUI Palembang city, namely: the weakness of faith, lack of parental supervision. According to the chairman of the MUI in the city of Palembang that prevention of gangsterism in Palembag city might be synergistic and integrated between muftis, umaro and law enforcement officers

    Hakikat Kematian Menurut Tinjauan Tasawuf

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan tentang kematian menurut kaum sufi, Islam dan medis, menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan kaum sufi untuk mengingat kematian, dan istilah-istilah kematian dalam Al-Qur’a. Dari pemaparan di atas maka penulis dapat menyimpulkan hal-hal sebagai berikut: Kematian menurut kaum Sufi  adalah orang hidup tetapi mati, yaitu mati rasa, tidak punya kepekaan terhadap situasi, mata memandang tetapi tidak melihat, kuping terbuka tetapi tidak mendengar, punya hidung tidak dapat mencium. Ada dua cara yang dilakukan oleh kaum sufi untuk mengingat kematian. Pertama meyakini kematian sebagai suatu kepastian. Karena tiada satupun manusia di dunia ini yang mampu bertahan hidup di muka bumi, betapapun kekuatan dan kekuasaannya. Sebab, kematian merupakan sebuah keniscayaan bagi seluruh makhluk bernyawa. Istilah-istilah kematian dalam Al-Qur`an. Kematian dalam Al-Qur`an kadang disebut dengan ajal, maut atau wafat. Ajal ada dua yaitu ajal Maqdhi ialah ajal yang sedang dijalani atau dilalui. Atau ajal yang dijatuhi hukuman padanya, yakni ajal yang bertalian dengan perbuatan manusia itu sendiri dengan dirinya atau dengan orang lain.This study aimed to describe the death according to the Sufis, Islam and medical, explains the efforts made Sufis to remember the death, and death in terms of Al-Qur\u27a. From exposure above the authors can conclude the following: Death by Sufis are people alive but dead, numb, has no sensitivity to the situation, the eye can see but do not see, ears open but do not hear, have a nose can not be smelt. There are two ways in which the Sufis to remember death. The first believes the death as a certainty. Because no single person in this world who is able to survive in the face of the earth, however the strength and power. Therefore, death is a necessity for all animate beings. The terms of death in Al-Qur`an. Deaths in Al-Qur`an sometimes referred to dying, death or died. Dying is twofold doom doom Maqdhi is being undertaken or impassable. Or death sentenced him, that death is related to human behavior itself with itself or with another person

    203

    full texts

    226

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Intizar (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇