Intizar (E-Journal)
Not a member yet
    226 research outputs found

    Gambaran Keluhan Musculoskeletal pada Siswa di Pesantren

    Get PDF
    Gangguan muskuloskeletal sering dijumpai pada orang dewasa namun juga dapat dijumpai pada  anak usia sekolah.  Salah satu faktor risiko munculnya keluhan muskuloskeletal pada anak dan remaja adalah posisi duduk yang salah dan durasi duduk yang lama. Tidak adanya edukasi dan sosialisasi untuk tetap menjaga posisi duduk yang sesuai di ruang kelas mengakibatkan anak lebih memilih untuk duduk dengan posisi yang disukainya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran keluhan musculoskeletal pada anak usia 12-15 tahun di Pesantrean tahfiz Nurul Quran Palembang. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross sectional menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah  40 anak usia 12-15 tahun di Pondok Pesantrren Tahfidz Nurul Qur’an. Keluhan muskuloskeletal dinilai menggunakan kuesioner Nordic Body Map. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square pada aplikasi SPSS. Dari hasil penelitian didapatkan 35 siswa (43%)  mengalami keluhan NPB. Terdapat hubungan yang signifikan antara durasi duduk (p=0.002, PR=4.3) dan posisi duduk (p=0.005, PR=5.8) dengan keluhan NPB Terdapat hubungan antara durasi dan posisi duduk dengan keluhan NPB pada anak usia 12-15 tahun

    Karakteristik Sekolah Berbasis Pondok Pesantren: Studi Kasus di SMA Al-Hannan Ulu Danau OKU Selatan

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik SMA Al-Hannan Ulu Danau sebagai sekolah berbasis pondok pesantren dan menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan model SMA berbasis pesantren di SMA Plus Al-Hannan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan data deskriptif kualitatif, kemudian data yang dikumpulkan dideskripsikan sehingga dapat memberikan kejelasan terhadap kenyataan atau realitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, SMA Al-Hannan memiliki ciri khas atau karakteristik yang tidak dimiliki oleh sekolah kebanyakan, yaitu: Al-Hannan sebagai brand-mark, berasrama, menggunakan kurikulum, vocational skill dan kemampuan membaca al-Qur’an dengan baik dan benar. Kedua, faktor yang mempengaruhi penerapan sekolah berbasis Pesantren dapat dibagi dua faktor, yaitu khusus dan umum. Secara khusus, dipengaruhi oleh kepala sekolah, pendidikan atau guru, kurikulum, sistem penerapan pendidikan, sarana pendidikan, suasana lingkungan sekolah. Kemudian secara umum dipengaruhi oleh 1) lingkungan sosial yang kini telah banyak berubah; 2) keadaan ekonomi masyarakat yang semakin membaik; dan 3) cara pandang masyarakat yang lebih religiusitas

    Strategi Adaptasi dan Pertahanan Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Kudus Jawa Tengah

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi adaptasi dan pertahanan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Kudus Jawa Tengah sejak tahun 1999 hingga kini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan deskriptif analitis. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa keberadaan JAI tidak terjadi konflik terbuka di Kudus dikarenakan pertama, kehidupan di pedesaan yang lebih mengutamakan aspek pertemanan dan persaudaraan. Kedua, warga JAI di Kudus tidak melanggar norma susila, hokum, agama, dan negara. Ketiga, ajaran Ahmadiyah tidak dipublikasikan pada warga, hanya pada intern JAI. Keempat, warga JAI melakukan adaptasi budaya dengan lingkungannya. Adapun faktor tetap eksisnya JAI di Kudus karena pertama, peran sesepuh JAI yang ekonominya di kelas menengah atas sehingga disegani warga sekitar. Kedua, adanya mubalig JAI ditugaskan dari JAI Pusat yang sehari-harinya melayani warga JAI Kudus. Ketiga, fanatikme warga JAI terhadap ajaran Ahmadiyah

    Karakteristik Organisasi Perempuan Persatuan Islam Istri (Persistri)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang karakteristik Persatuan Islam Istri yang biasa disebut Persistri. Juga untuk mengungkap ciri khas dan perbedaaan Persistri dengan organisasi perempuan Islam lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan sosiologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ciri khas utama Persistri adalah organisasi perempuan Islam dengan warna puritan, yaitu sebuah jemaah yang berikhtiar memurnikan kaum perempuan Islam dari seluruh ajaran yang mengandung takhayul, bidah dan khurafat. Tradisi keagamaan Persistri bersumber kepada pemikiran-pemikiran A. Hassan sebagai guru utama, adalah ciri khas lainnya yang melekat kuat sebagai otonom Persatuan Islam (Persis). Anggota dan kader Persistri didominasi oleh ibu-ibu yang awalnya masuk karena suami, ayah dan atau anggota keluarga lainnya telah lebih dahulu masuk menjadi aktivis di Persistri. Sebagai jemaah yang berorientasi kepada gerakan dakwah adalah seluruh program kerja sebagai rencana jihad Persistri. Persistri seperti juga Persis, menyebut organisasinya dengan jemaah, yang memiliki Qanun Asasi dan Qanun Dakhili sebagai panduan perjuangan jemaah, dengan tujuan utamanya dalam bidang dakwah yaitu menegakkan amar makruf nahi mungkar dan sekaligus menghancurkan kebatilan

    Islamisasi dan Arkeologi Islam di Susupu Jailolo

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses islamisasi dan arkeologi Islam di Susupu Jailolo Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah yang bertumpu pada empat langkah yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi dengan menggunakan pendekatan arkeologi. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa islamisasi di Susupu dilakukan oleh pedagang Arab dan Kesultanan Ternate. Sedangkan jejak arkeologi Islam yang ditemukan adalah masjid diantaranya masjid di Saroang dan Masjid Raya An-Nur, juga ditemukan makam yaitu Kubu Gila, Kubu Podo, dan Kalem Abdul Jalil

    Revitalisasi Masjid dalam Membangun Karakter pada Komunitas Melayu Sambas

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui revitalisasi masjid dalam membangun karakter pada komunitas Melayu Sambas. Masjid bukan hanya berfungsi sebagai tempat ritual keagamaan tetapi pada fungsi lain yaitu bidang sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, didekati secara sosiologis dan ditulis secara deskriptif berdasarkan wawancara dan pengamatan mendalam terhadap objek yang diteliti. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebuah tren positif tentang posisi masjid yang punya peran dalam membangun karakter. Kegiatan-kegiatan masjid pada komunitas Melayu Sambas berpengaruh dalam membangun karakter yang ditandai oleh jumlah jemaah salat bertambah; digelarnya diskusi, ceramah, dialog keagamaan; tempat pembinaan remaja dan anak usia dini; dan tempat musyawarah

    Tantangan Abad 21 bagi Madrasah di Indonesia

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tantangan abad 21 bagi madrasah di Indonesia. Secara reflektif, kajian ini ingin meninjau kembali ide, perlakuan, dan atau situasi yang ada, khususnya tentang madrasah pada abad 21 dan tantangan-tantangannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kepustakaan. Berdasarkan hasil pengkajian, bisa disimpulkan mengenai tantangan-tantangan yang dihadapi madrasah di Indonesia pada abad 21, seperti: revolusi mental guru, membekali siswa yang terlahir sebagai digital natives dengan keterampilan abad 21, mengintegrasikan penggunaan teknologi dalam pembelajaran, dan reformasi kurikulum sesuai selera abad 21. Dalam merespon tantangan-tantangan ini, madrasah perlu mempertegas, menciptakan, dan mempertahankan points of difference atau distingsi dengan madrasah-madrasah zaman dulu yang oleh masyarakat dianggap ketinggalan zaman dan terbelakang

    Materi Parenting Education tentang Pendidikan Seks bagi Remaja dalam Islam Menurut Abdullah Nashih Ulwan

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang materi pendidikan seks bagi remaja dalam parenting education menurut Abdullah Nashih Ulwan. Pendekatan dalam penelitian adalah kualitatif dengan metode kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukan bahwa materi pendidikan seks harus sesuai dengan nilai dan falsafah ajaran Islam. Karena ajaran Islam adalah bermuaranya semua nilai termasuk didalamnya adalah pendidikan seks. Menurut Nashih Ulwan beberapa materi yang harus diajarkan dalam parenting education antara lain: yaitu etika meminta izin, etika melihat, cara menghindarkan dari rangsangan-rangsangan seksual, mengajarkan kepada remaja hukum-hukum syariah yang berhubungan dengan usia remaja dan dewasa, pernikahan dan hubungan seks, isti’faf (menjaga kehormatan diri) bagi yang belum mampu menikah, dan menjelaskan seks kepada remaja secara terang-terangan

    Pola dan Teknis Baru Pendistribusian Zakat di Indonesia

    No full text
    The provision of zakat aims to improve the economic condition of mustahik (zakat recipient) and overcome some of the problems they face. From year to year, there is an increase in the amount of zakat received by the institutions that manage it. However, up to now there are still many mustahik who are still living under a decent and adequate line. This shows that the role of zakat in improving the economic condition of mustahik is not yet very visible. Or in other words the performance of zakat is not yet maximal in controlling poverty. It is more ironic that disasters sometimes occur in the zakat distribution area. This event implies that there is a mistake in the management of zakat, especially in the field of distribution. Is there a mistake in distributing zakat in Indonesia? Therefore, the question arises: Is there no clue from the Qur\u27an and or hadith about the pattern and technical distribution of zakat? This research will found the pattern and technical conclusions in: (1) Zakat pick-up (2) Do not move zakat (3) Circles (spirals) like conch shells

    Pendidikan Islam dan Kelas Menengah Muslim Yogyakarta: Studi di SDIT Insan Utama Yogyakarta

    Get PDF
    Masyarakat kelas menengah Muslim di Indonesia jumlahnya semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan sekolah Islam terpadu. Mengetahui persepsi masyarakat tersebut terhadap sekolah Islam terpadu akan memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan lembaga pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat kelas menengah Muslim Yogyakarta di SDIT Insan Utama menganggap bahwa lembaga pendidikan Islam sangat penting dan sangat berperan dalam membentuk kepribadian anak yang Islami serta menambah pengetahuan mengenai ajaran-ajaran Islam. Sebanyak 77% masyarakat kelas menengah Muslim yang ada di SDIT Insan Utama adalah supportive parent, yaitu orang tua yang ideal yang memiliki high democratic dan high involvement terhadap anak. Berdasarkan kategori perilaku konsumen, sebanyak 55% kelas menengah Muslim di SDIT Insan Utama adalah universalist dan 45% conformist. Universalist adalah mereka yang memiliki nilai spiritual dan emosional yang tinggi terhadap suatu produk. Sedangkan conformist adalah mereka yang memiliki nilai spiritual yang tinggi tetapi tidak memperhatikan emotional/functional value dari suatu produk. Adapun faktor yang mempengaruhi persepsi mereka adalah faktor pengetahuan orang tua, latar belakang pendidikan, pengalaman, kemampuan, lokasi sekolah, lingkungan masyarakat, materi pelajaran dan budaya di lembaga pendidikan Islam

    203

    full texts

    226

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Intizar (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇