Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
Not a member yet
    192 research outputs found

    Literature Review: Effects of Brain Exercise Therapy Modalities to Improve Cognitive Function in Elderly with Dementia

    Get PDF
    Pendahuluan : Demensia merupakan suatu kondisi hilangnya kemampuan intelektual yang dapat menghalangi hubungan sosial dan fungsi kerja dalam kehidupan sehari-hari pada lanjut usia. Peningkatan prevelensi demensia mengikuti meningkatnya populasi lanjut usia. Perkiraan jumlah demensia akan meningkat dua kali lipat setiap 20 tahun, yaitu 65,7 juta pada tahun 2030. Salah satu terapi mengatasi demensia dengan melakukan senam otak. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi modalitas senam otak pada lansia. Metode: literature review dengan menggunakan database google schollar dan PubMed. Metode seleksi jurnal menggunakan PRISMA. Objek dalam penelitian ini merupakan jurnal 5 tahun terakhir (2017-2022). Pengumpulan data yang digunakan adalah data sekunder. Jurnal diseleksi dengan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan 13 jurnal, desain penelitian menggunakan studi deskriptif, studi kasus, dan Quasy eksperiment. Evaluasi kelayakan jurnal dengan critical appraisal menggunakan instrument Joanna Briggs Institute. Hasil analisis didapatkan jenis terapi modalitas yang tepat untuk digunakan pada lansia dengan demensia adalah terapi senam otak dimana terdapat pengaruh senam otak terhadap tingkat demensia pada lansia. Kesimpulan: Senam otak berpengaruh terhadap fungsi kognitif lansia dengan demensia. Saran: Diharapkan dapat menjadi referensi bagi tim kesehatan dalam memberikan implementasi asuhan keperawatan pada lanjut usia dengan demensia dengan senam otak sehingga kemampuan fungsi kognitif pada lanjut usia dapat dijaga dan dipertahankan.Background: Dementia is a problem of cognitive function such as decreased memory that occurs in the elderly. The increase in the prevalence of dementia follows the increase in the elderly population. It is estimated that the number of dementia will double every 20 years, namely 65.7 million in 2030. One of the therapies to treat dementia is by doing brain exercises. Objective: To determine the effect of brain gym modality therapy on the elderly. Method: a literature review using the Google Scholar and PubMed databases. The journal selection method uses PRISMA. The object of this research is a journal for the last 5 years (2017-2022). The collection of data used is secondary data. Journals were selected with inclusion and exclusion criteria, 13 journals were obtained, and the research design used descriptive studies, case studies, and quick experiments. Evaluation of journal feasibility with critical appraisal using the Joanna Briggs Institute instrument. Results: The results of the analysis show that the correct type of modality therapy for use in the elderly with dementia is brain exercise therapy where there is an effect of brain exercise on the level of dementia in the elderly. Conclusion: Brain gym affects the cognitive function of the elderly with dementia. Suggestion: It is hoped that it can become a reference for the health team in providing the implementation of nursing care for the elderly with dementia with brain exercises so that cognitive function abilities in the elderly can be maintained and maintained

    ANALYSIS OF NURSE WORKLOAD IN PERFORMING PHYSICAL RESTRAINT PATIENTS WITH PSYCHOMOTOR AGITATION IN INTENSIVE CARE WARDS

    Get PDF
    Pendahuluan: Pasien dengan psychomotor agitation yang dirawat di ruang intensif mengalami pergerakan yang tidak dapat terkontrol sehingga restrain sering dilakukan untuk mengatasi pergerakan pasien, namun penerapan restrain masih banyak menyebabkan cedera pada pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengekplorasi pengalaman perawat dalam melakukan restrain pada pasien di ruang perawatan intensif. Metode: Jenis penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi, pengumpulkan data menggunakan indepth interview pada delapan partisipan di ruang rawat intensif, analisa data menggunakan metode Collaizi. Hasil: Hasil penelitian ini menghasilkan dua tema yaitu restrain sebagai dampak dari beban kerja perawat dan mengurangi tindakan invasif berulang. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan permasalahan dalam pelaksanaan restrain dan beban kerja perawat perlu di perhatikan untuk meningkatkan keselamatan pasien. Direkomendasikan agar menyesuaikan rasio perawat dan pasien serta beban kerja perawat sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan keselamatan pasien.Introduction: Patients with psychomotor agitation who are treated in the intensive care unit experience uncontrolled movements so that restraint is often done to overcome the patient's movement, but the application of restraint still causes a lot of injury to the patient. The purpose of this study was to explore nurses’ experiences performing physical restraint in intensive care wards. Method: This type of qualitative research with a phenomenological design, collecting data using depth interviews in eight participants in the intensive care wards, data analysis used the Collaizi method. Result: The result identified two themes namely restraint as a result of the workload of nurses and reducing repetitive invasive procedures. Conclusion: The results of this study indicate problems in implementation restraint and the workload of nurses need to be considered to improve patient safety. It is recommended to adjust the ratio of nurses to patients and the workload of nurses as an effort to improve patient safety

    THE RELATIONSHIP OF FOOD (PROTEIN) INTAKE ON STUNTING INCIDENCE IN TODDLERS

    Get PDF
    Pendahuluan: Stunting adalah gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis yang ditunjukkan dengan  z-score  tinggi badan menurut usia (PB/A) di bawah -2 SD. Deformitas dapat didiagnosis dengan indeks antropometri tinggi-untuk-usia, yang mencerminkan pertumbuhan linier jangka panjang sebelum dan sesudah lahir karena malnutrisi dan nutrisi yang tidak memadai.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan protein dengan kejadian stunting pada balita. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan cross sectional study. Sampel pada penelitian ini berjumlah 40 yang didapatkan dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada Maret-Agustus 2021. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran tinggi badan, Berat badan, wawancara kuesioner dan lembar food recall. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan analisis uji statistik nilai p=0,039 < α= 0.05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan. Olehnya itu, adanya pengaruh bermakna antara asupan protein dengan kejadian stunting pada balita. Kesimpulan: Hasil dari penelitian ini menyarankan agar masyarakat untuk menerapkan pola makan gizi seimbang dan mendapatkan pendidikan yang layak untuk meningkatkan kesejahteraan.Introduction: Stunting is a growth disorder due to chronic malnutrition, as indicated by a z-score for height for age below -2 SD. The deformity can be diagnosed by a high-for-age anthropometric index, which reflects long-term linear growth before and after birth due to malnutrition and inadequate nutrition. This study aims to determine the relationship between protein intake and the incidence of stunting in toddlers. Methods: The type of research used is an analytic survey with a cross-sectional study. The sample in this study amounted to 40 obtained by purposive sampling technique. The researcher conducted this research in March-August 2021. This collected data by measuring height, and weight, questionnaire interviews, and food recall sheets. The result performed data analysis with the chi-square test. Results: The results showed that the statistical test analysis showed that the value of p = 0.039 < α = 0.05 means a significant relationship. Therefore, there is a substantial influence between protein intake and the incidence of stunting in toddlers. Conclusion: The results of this study suggest that people adopt a balanced nutritional diet and get proper education to improve their welfare

    EVALUASI TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP DAGUSIBU ANTIBIOTIK DI RAWALUMBU KOTA BEKASI

    Get PDF
    Introduction: Antibiotics are drugs used to treat infections caused by bacteria. In the last few decades, the use of antibiotics has increased remarkably. However, it results in various problems and become a global threat. One of the problems that will occur is the irrational treatment of antibiotics that causes antibiotics resistance. This predicament increases every year because of the lack of public knowledge about the appropriate use of antibiotics. The purpose of this study is to evaluate the public knowledge level on DAGUSIBU of antibiotics in RT 05 RW 11 Bojong Menteng Village, Rawalumbu District, Bekasi City, based on demographic characteristics (gender, age, occupation, and education). Methods: The research design of this study is cross-sectional with the type of descriptive-analytic research. The data are collected from 77 respondents from RT 05 RW 11 follows the inclusion and exclusion criteria. The researcher obtains the primary data from the research instruments in the form of questionnaires that have been tested for validation and reliability. Results: This study on the evaluation of the public knowledge level on DAGUSIBU of antibiotics are according to demographic characteristics, most of the respondents were female (63.6%), pre-elderly (46.7%), secondary education (53.2%), and unemployed (57.1%). Furthermore, based on the evaluation of how to get antibiotics, with sufficient knowledge (37.7%), how to use antibiotics, with insufficient knowledge (35.0%), how to store antibiotics, with proper knowledge (48.0%), and how to dispose of antibiotics, with sufficient knowledge (54.5%). Conclusion: This study reveals that the public knowledge level of RT 05 RW 11 on DAGUSIBU of antibiotics is sufficient.  Pendahuluan: Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Penggunaan antibiotik mengalami peningkatan yang luar biasa. Hal ini menimbulkan berbagai permasalahan dan menjadi ancaman global. Masalah yang dapat timbul yaitu ketidakrasionalan pengobatan sampai resistensi antibiotik. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu melalui pemahaman pengetahuan DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) antibiotik. Melakukan evaluasi tingkat pengetahuan masyarakat terhadap DAGUSIBU antibiotik di RT 05 RW 11 Kelurahan Bojong Menteng Kecamatan Rawalumbu Kota Bekasi berdasarkan karakteristik demorafi (jenis kelamin, usia, pekerjaan dan pendidikan). Metode: Desain penelitian adalah cross sectional dengan jenis penelitian deskriptif analitik. Pengambilan data dilakukan kepada 77 responden warga RT 05 RW 11 yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang didapatkan berupa data primer dengan instrumen berupa kuesioner yang telah diuji validasi dan realibilitasnya. Hasil: Hasil penelitian berdasarkan evaluasi tingkat pengetahuan masyarakat terhadap DAGUSIBU antibiotik berdasarkan karakteristik demografi, responden paling banyak berjenis kelamin perempuan (63,6%), berusia pra-lanjut usia (46,7%), pendidikan terakhir menengah (53,2%), dan tidak bekerja (57,1%). Selanjutnya berdasarkan evaluasi cara mendapatkan antibiotik berpengetahuan cukup (37,7%), cara menggunakan antibiotik berpengetahuan kurang (35,0%), cara menyimpan antibiotik berpengetahuan baik (48,0%) dan cara membuang antibiotik berpengetahuan cukup (54,5%). Kesimpulan:Tingkat pengetahuan masyarakat RT 05 RW 11 terhadap DAGUSIBU antibiotik memiliki tingkat pengetahuan cukup

    KEEFEKTIFITASAN AROMATERAPI LAVENDER DALAM MENURUNKAN STRES PADA MAHASISWA KEPERAWATAN TINGKAT AKHIR

    Get PDF
    Introduction: Students are very vulnerable to problems related to academic pressure due to transitions that occur at the individual and social levels. It is estimated that 10-30% of students experience academic stress during their studies at tertiary institutions. This study aims to determine the effectiveness of applying lavender aromatherapy in reducing stress in final-year nursing students. Methods: This research is a quasy experiment with a pre-test and post-test design approach. The population in this study were final year students, totalling 242 people with a total sample of 39 people. The sampling technique used in this study was non-probability sampling. Data processing in this study used the application of SPSS 16. While the data analysis used in this study was statistical analysis. Result Test: the study found that lavender aromatherapy was effective in reducing the stress level of final-year students. During the pre-test measurement, the average value (mean) was 25.53, while the measurement results during the post-test obtained an average value (mean) of 22.23 with a p-value = 0.000. Conclusion: there are differences in the stress level of final-year students before and after being given aromatherapy. Suggestions for future researchers is to conduct research with a quasi-experimental design, to provide 2 different interventions to students in reducing  student stress levels.Pendahuluan: Mahasiswa sangat rentan terhadap masalah yang terkait dengan tekanan akademis akibat transisi yang terjadi pada tingkat individu maupun sosial. Diperkirakan 10-30% mahasiswa mengalami stres akademis selama menjalani studi di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan aromaterapi lavender dalam menurunkan stres pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Quasy Eksperimen dengan pendekatan pretest dan postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir yang berjumlah 242 orang dengan jumlah sampel 39 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-probability sampling. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS 16. Sedangkan analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa statistik.. Uji Hasil: penelitian didapatkan bahwa aromaterapi lavender efektif dalam menurunkan tingkat stres mahasiswa tingkat akhir yaitu  pada saat pengukuran pre-test nilai rata-rata (mean) adalah 25,53, sedangkan hasil pengukuran saat post-test didapatkan nilai rata-rata (mean) 22,23 dengan p-value= 0.000. Kesimpulan: bahwa ada perbedaan tingkat stres mahasiswa tingkat akhir sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan desain Quasi  experiment, yaitu dengan memberikan 2 intervensi yang berbeda kepada mahasiswa untuk mengurangi tingkat stres mahasiswa

    PENGARUH AKUPUNKTUR JIN’S 3 NEEDLE TERHADAP PENURUNAN SKOR DIZZINESS HANDICAP INVENTORY PENDERITA VERTIGO DI PRAKTEK MANDIRI AKUPUNKTUR “HK” MALANG : dr. Leny Candra Kurniawan, M.M

    No full text
    Pendahuluan: Vertigo merupakan kumpulan gejala atau sindrom yang terjadi akibat gangguan keseimbangan pada sistem vestibular ataupun gangguan pada system saraf pusat. Gejala yang paling umum terjadi adalah mual, sakit kepala, telinga berdenging (tinnitus), dan sensasi kepala berputar atau melayang. Sehingga bisa menghambat rutinitas seseorang karena bisa menyebabkan hilang keseimbangan. Pasien yang menderita vertigo sudah pernah mendapatkan pertolongan secara medis, namun, masih tetap sering kambuh. Penyembuhan dengan terapi akupunktur berprinsip pada keseimbangan “Yin Yang” dengan memperbaiki sistem meridian organnya. Teknik akupunktur ini bertujuan untuk menyeimbangkan sirkulasi Qi, juga melancarkan aliran darah / Xue yang mengangkut nutrisi, darah dan oksigen. Akupunktur terbukti sangat efektif, aman, dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menurunkan Skor Dizziness Handicap Inventory pada penderita Vertigo. Metode: Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif. Populasi penelitian adalah semua pasien Vertigo yang berkunjung ke Praktek Mandiri Akupunktur “HK” Malang pada bulan Maret-Mei 2021. Metode pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Manfaat penelitian ini memberikan alternatif  bagi para penderita Vertigo dalam meringankan gejala vertigo secara alami dengan akupunktur tanpa takut adanya efek samping. Hasil : Dari hasil penelitian ini diketahui ada pengaruh akupunktur Jin’s Three Needle dalam menurunkan Skor Dizziness Handicap Inventory pada penderita Vertigo. Perhitungan menggunakan SPSS statistic 21 Uji t perpasangan didapat hasil nilai signifikan (0.00) < dari nilai α (0.05), maka Ha diterima. Kesimpulan akupunktur Jin’s Three Needle dapat berpengaruh terhadap penurunan Skor Dizziness Handicap Inventory pada penderita Vertigo   Kata kunci: Akupunktur, Dizziness Handicap Inventory, VertigoABSTRAK   Pendahuluan: Vertigo adalah kumpulan gejala akibat gangguan keseimbangan pada sistem vestibular ataupun sistem saraf pusat. Gejala mual, sakit kepala, tinnitus dapat menghambat rutinitas seseorang karena menyebabkan hilang keseimbangan. Di Indonesia pada tahun 2019, vertigo termasuk penyakit yang memiliki prevalensi besar. Distribusi vertigo paling banyak pada usia 41–50 tahun (38,7%) dan 51–60 tahun (19,3%) serta perempuan (72,6%) lebih berisiko mengalami vertigo. Akupunktur Jin’s 3 Needle bertujuan untuk menyeimbangkan sirkulasi Qi, melancarkan aliran darah yang mengangkut nutrisi, darah dan oksigen. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menurunkan Skor Dizziness Handicap Inventory pada penderita Vertigo. Metode: Desain penelitian menggunakan pra-ekperimental dengan pre dan post test group design dilakukan terhadap 10 responden yang diambil dengan metode accidental sampling. Data diambil menggunakan Skor Dizziness Handicap Inventory, kemudian dianalisis menggunakan paired sample t test dengan bantuan aplikasi SPSS 21. Hasil: ada pengaruh akupunktur Jin’s Three Needle dalam menurunkan Skor Dizziness Handicap Inventory penderita Vertigo, didapat hasil nilai signifikan (0.00) < dari nilai α (0.05), maka Ha diterima. Kesimpulan akupunktur Jin’s Three Needle berpengaruh terhadap penurunan Skor Dizziness Handicap Inventory pada penderita Vertigo. Saran memberikan informasi bagi penderita Vertigo untuk meringankan gejala vertigo secara alami Kata kunci: Akupunktur Jin’s 3 Needle, Dizziness Handicap Inventory, Vertigo   THE EFFECT OF JIN'S 3 NEEDLE ACUPUNCTURE ON DECREASING DIZZINESS HANDICAP INVENTORY SCORE PATIENTS WITH VERTIGO IN PRACTICE OF MANDIRI AKUPUNKTUR "HK" MALANG   ABSTRACT Introduction: Vertigo is a collection of symptoms due to balance disorders in the vestibular system or the central nervous system. Symptoms of nausea, headaches, tinnitus can hinder a person's routine because it causes loss of balance. In Indonesia in 2019, vertigo is a disease that has a high prevalence. The highest distribution of vertigo was at the age of 41–50 years (38.7%) and 51–60 years (19.3%) and women (72.6%) were more at risk of experiencing vertigo. Jin's 3 Needle Acupuncture aims to balance the circulation of Qi, improve blood flow which transports nutrients, blood and oxygen. The general objective of this study was to reduce the Dizziness Handicap Inventory Score in Vertigo sufferers. Methods: The research design used pre-experimental with pre and post test group design conducted on 10 respondents who were taken by accidental sampling method. Data were collected using the Dizziness Handicap Inventory Score, then analyzed using the paired sample t test with the help of the SPSS 21 application. Results: there is an effect of Jin's Three Needle acupuncture in reducing the Dizziness Handicap Inventory Score of Vertigo sufferers, the results obtained are significant values (0.00) < the value of α (0.05), then Ha is accepted. Conclusion: Jin's Three Needle acupuncture has an effect on reducing the Dizziness Handicap Inventory Score in Vertigo   sufferers. Suggestions provide information for Vertigo sufferers to relieve vertigo symptoms naturally. Keywords: Jin's 3 Needle Acupuncture, Dizziness Handicap Inventory, Vertig

    The PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP INTENSITAS NYERI MENSTRUASI MAHASISWA TINGKAT 2 AKADEMI KEPERAWATAN KESDAM ISKANDAR MUDA BANDA ACEH

    No full text
    Introduction: Menstrual pain can inhibit the activities of adolescents so that there is a decrease in adolescent achievement at school. With the provision of progressive muscle relaxation techniques. can reduce a series of contractions and cause relaxation in certain muscles that can affect pain. This study aimed to determine the effect of progressive muscle relaxation in reducing pain intensity. Methods: This research is quasi-experimental research using a pre-posttest design approach. The population in this study was grade II students of Kesdam Iskandar Muda Nursing Academy that consists of 239 students. The total of sample was 42 students and selected by purposive sampling. This therapy is given on the first day to the third day of menstruation and performed twice a day for 15 movements for 30 minutes. Results: The majority of respondents aged 20 years reached 54.8%. The age of menarche was the majority of respondents 12 years reached 31.0%. The length of menstruation for the majority of respondents 1 to 6 days reached 71.4% and the duration of pain in 3-4 days reached 52.4%. The progressive muscle relaxation technique is effective in reducing menstrual pain (ρ=0.000). Conclusion: Progressive muscle relaxation technique is effective in reducing menstrual pain. It is hoped that with the involvement of health workers and families, they can apply effective progressive muscle relaxation techniques in the adolescents to reduce pain.Pendahuluan: nyeri menstruasi dapat menghambat aktivitas remaja sehingga terjadi penurunan prestasi remaja di sekolah. Dengan pemberian Teknik relaksasi otot progresif. dapat mengurangi serangkaian kontraksi dan menimbulkan relaksasi pada otot tertentu yang dapat mempengaruhi rasa nyeri penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif dalam menurunkan intensitas nyeri menstruasi. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan quasi eksperiment menggunakan pendekatan one group pre posttest design. populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa TK II Akper Kesdam Iskandar Muda Banda Aceh sebanyak 239 orang, dan jumlah sampel sebanyak 42 orang yang dipilih secara purposive sampling. Terapi ini diberikan pada hari pertama sampai hari ketiga menstruasi, dilakukan dua kali dalam satu hari sebanyak 15 gerakan selama 30 menit. Intensitas nyeri menstruasi diukur menggunakan skala numerik dan dianalisis dengan uji paired t-test dan uji independent samples t-test. Hasil: Hasil Penelitian ini mayoritas responden berusia 20 tahun mencapai 54,8%, usia menarche mayoritas responen 12 tahun mencapai 31,0%, lama menstruasi mayoritas responden 1 sampai 6 hari mencapai 71,4% dan durasi nyeri mayoritas responden 3-4 hari mencapai 52,4 %. Teknik relaksasi otot progresif efektif dalam mengurangi nyeri menstruasi (ρ=0,000). Kesimpulan: Teknik relaksasi otot progresif efektif dalam mengurangi nyeri menstruasi. Diharapkan keluarga dan tenaga kesehatan dapat terlibat dalam menerapkan Teknik relaksasi otot progresif pada remaja untuk mengurangi nyeri menstruasi

    POLA KECEMASAN PASIEN YANG AKAN DILAKUKAN ANESTESI PADA OPERASI ELEKTIF DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD BHAKTI DHARMA HUSADA SURABAYA: POLA KECEMASAN PASIEN YANG AKAN DILAKUKAN ANESTESI PADA OPERASI ELEKTIF DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD BHAKTI DHARMA HUSADA SURABAYA

    No full text
    ABSTRACT Introduction: Preoperative anxiety is a normal response to life-threatening situations and conditions for patients. Preoperative anxiety is often associated with fear of surgical procedures, anesthetic procedures, and information needs fulfillment factors. Assessment of the right pattern of anxiety can determine the appropriate management in dealing with anxiety. The purpose of this study was to determine the anxiety patterns of preoperative patients at Bhakti Dharma Husada Hospital, Surabaya. Methods: This study used a quantitative descriptive method with a cross sectional approach. The research subjects included preoperative patients at Bhakti Dharma Husada Hospital, Surabaya. The sample is 68 people. Measurement of anxiety using the APAIS scale (Amsterdam preoperative anxiety and information scale). Data analysis using Descriptive Statistical Test. Results: The majority of respondents were female (58.8%), aged 26 -35 years (44.1%), had high school education (63.2%), had a general anesthesia plan (63.2%), and had no surgical experience ( 73.5 %). The majority of respondents experienced moderate anxiety (47.1%), then severe anxiety (32.4%), mild anxiety (14.7%), panic (5.9%), and not anxious (0%). The majority of respondents have an element of anxiety related to the need for information. Discussion: The pattern of respondents' anxiety based on the APAIS instrument shows that the majority of respondents in this study experienced moderate anxiety, with elements of anxiety related to the need for information. Researchers suggest that health workers always carry out an anxiety assessment before surgery, so that they can provide appropriate management in reducing patient anxiety. Keywords: Anxiety, Pre operative, Pre AnesthesiaABSTRAK Pendahuluan: Kecemasan praoperasi merupakan respon normal terhadap situasi dan kondisi yang mengancam jiwa bagi pasien. Kecemasan praoperasi sering dikaitkan dengan rasa takut akan prosedur operasi, prosedur anestesi, dan faktor pemenuhan kebutuhan informasi. Pengkajian pola kecemasan yang tepat dapat menentukan penatalaksanaan yang tepat dalam mengatasi kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola kecemasan pasien praoperasi di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian meliputi pasien  praoperasi di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya. Sampel berjumlah 68 orang. Pengukuran kecemasan menggunakan skala APAIS (Amsterdam preoperative anxiety and information scale). Analisis data menggunakan Uji Statistik Deskriptif. Hasil: Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (58,8 %), berusia 26 -35 tahun (44,1 %), berpendidikan SMA (63,2%), dengan rencana anestesi general (63,2 %), dan belum punya pengalaman pembedahan (73,5 %). Mayoritas responden mengalami cemas sedang (47,1 %), kemudian cemas berat (32,4 %), cemas ringan (14,7 %), panik (5,9 %), dan tidak cemas (0 %). Mayoritas responden memiliki unsur kecemasan yang berhubungan dengan kebutuhan akan informasi.  Kesimpulan: Pola kecemasan responden berdasarkan instrument APAIS menunjukkan bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini mengalami cemas sedang, dengan unsur cemas yang berhubungan dengan kebutuhan akan informasi. Peneliti menyarankan agar tenaga kesehatan selalu melakukan pengkajian kecemasan sebelum operasi, sehingga dapat memberikan penatalaksanaan yang tepat dalam mengurangi kecemasan pasien.   Kata Kunci: Kecemasan, Praoperasi, Praanestes

    LARVAE POPULATION DENSITY OF Aedes aegypti. IN THE WATER RESERVATION PLACE (WRP) IN THE CENTRAL VILLAGE, KRAMAT JATI DISTRICT, EAST JAKARTA

    Get PDF
    Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue melalui vektor nyamuk Aedes aegypti. Oleh sebab itu perlu dilakukan monitoring kepadatan populasi larva Aedes aegypti melalui nilai Indeks rumah (House Index) atau HI, Indeks wadah (Container Index) atau CI, dan Indeks Bretaeau Breteau Index atau BI. Salah satu kota di provinsi DKI Jakarta yang perlu dilakukan monitoring adalah Jakarta Timur. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran nilai HI, CI, dan BI pada rumah warga RT 7, RW 7 Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Kota Jakarta Timur. Metode: desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Survey observasi larva Aedes aegypti dilakukan pada 198 Tempat Penampungan Air (TPA) di 140 rumah warga RT 07 RW 07 Kelurahan Tengah Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Prosedur pengambilan sampel larva dilakukan dengan metode single larva. Validitas kebenaran larva Aedes aegypti dilakukan dengan cara pembuatan preparat awetan dan identifikasi mikroskopis ada atau tidaknya sub-apikal spine. Larva yang ditemukan pada setiap kontainer dilakukan perhitungan nilai HI, CI, dan BI. Hasil: pada penelitian ini dihasilkan perhitungan nilai HI sebesar 6,4%, CI sebesar 5%, dan BI sebesar 7,1%. Kesimpulan: berdasarkan hasil perhitungan nilai HI, CI, dan BI diperoleh nilai DF sebesar 2 atau kepadatan populasi larva Aedes aegypti di lingkungan warga RT 07 RW 07 Kelurahan Tengah Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur memiliki kategori sedang.  Introduction: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an acute febrile disease caused by the dengue virus via the Aedes aegypti mosquito vector. Therefore it is necessary to monitor the population density of Aedes aegypti larvae through the value of the House Index or HI, the Container Index or CI, and the Breteau Breteau Index or BI. One of the cities in DKI Jakarta province that needs to be monitored is East Jakarta. The purpose of this study was to describe the values of HI, CI, and BI in the houses of residents in RT 7, RW 7, Tengah Village, Kramat Jati District, East Jakarta City. Methods: the design of this study was cross-sectional. An observation survey for Aedes aegypti larvae was carried out in 198 water storage sites (TPA) in 140 houses of RT 07 RW 07 Tengah Village, Kramat Jati District, East Jakarta. The larvae sampling procedure was carried out using the single larva method. The validity of Aedes aegypti larvae was carried out by making preserved preparations and microscopic identification of the presence or absence of a sub-apical spine. Larvae found in each container were calculated for HI, CI, and BI values. Results: in this study, the calculation of HI was 6.4%, CI was 5%, and BI was 7.1%. Conclusion: based on the results of calculating the HI, CI, and BI values, the DF value is 2, or the population density of Aedes aegypti larvae in the residents of RT 07 RW 07 Tengah Kelurahan, Kramat Jati District, East Jakarta is in the moderate category

    TINGKAT RESIKO JATUH PADA LANSIA YANG MENGALAMI HIPERTENSI

    Get PDF
    Introduction: Hypertension in the elderly is caused by decreased arterial elasticity so that blood pressure tends to increase. Hypertension cannot be ignored, because it can cause damage to the blood vessels in the heart. Damage to the heart's blood vessels will result in blood flow to the heart muscles being obstructed. Increasing age, especially in the elderly who often do physical activity. The author conducted this study aiming to describe the level of risk of falling in the elderly who have hypertension. Methods: This research uses a descriptive method in the form of a case study. The population of this study were all elderly people with hypertension in Lumbangsari Village, Bululawang District, Malang Regency as many as 116 elderly, 56 elderly had moderate hypertension, 40 elderly had mild hypertension and 20 other elderly had prehypertension. The sampling technique used was accidental sampling with a sample size of 116 respondents. The research instrument was the MFS (Morse fall scale) with univariate data analysis using a frequency distribution. Results: Based on the results of the research that has been conducted regarding the description of the level of risk of falling in elderly hypertensives that the elderly who have fallen, the results show that most of the 56 respondents (48.3%) have a high risk of falling, a small proportion of 32 respondents (27.6%) have a moderate risk of falling and a small portion of 28 respondents (24.1%) did not have a risk of falling. This is influenced by several factors, namely age, gender, education, occupation, income, disease, smoking, excessive salt consumption. Conclusion: Based on this research, it is hoped that it can motivate residents, especially the elderly, to better maintain their diet and always maintain safety and health as well as the risks that may be experienced, especially by the elderly.Pendahuluan: Hipertensi pada lansia disebabkan karena elastisitas arteri yang mengalami penurunan sehingga tekanan darah cenderung meningkat. Hipertensi tidak   dapat  diabaikan begitu saja, karena dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di jantung. Kerusakan pada pembuluh darah jantung akan mengakibatkan aliran darah yang menuju otot-otot jantung akan terhambat. Bertambahnya usia, khususnya pada lansia yang sering beraktivitas fisik. Penulis melakukan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkatan risiko jatuh pada lansia yang mengalami hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus. Populasi penelitian ini adalah seluruh lansia penderita hipertensi di Desa Lumbangsari Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang sebanyak 116 lansia, 56 lansia mengalami hipertensi sedang, 40 lansia mengalami hipertensi ringan dan 20 lansia lainnya mengalami prahipertensi. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan besar sampel 116 responden. Instrumen penelitian ini adalah MFS (Morse fall scale) dengan analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan mengenai gambaran tingkatan risiko jatuh pada lansia hipertensi bahwa lansia yang pernah jatuh diperoleh hasil sebagian besar 56 responden (48,3%) berisiko jatuh tinggi, sebagian kecil 32 responden (27,6%) memiliki risiko jatuh sedang dan sebagian kecil sebanyak 28 responden (24,1%) tidak memiliki risiko jatuh. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, menderita penyakit, merokok, konsumsi garam berlebihan. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini, diharapkan dapat memotivasi warga terutama pada lansia agar lebih menjaga pola makan dan selalu menjaga keselamatan dan kesehatan serta risiko yang mungkin dialami khususnya oleh lansia

    127

    full texts

    192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇