Jurnal Dampak
Not a member yet
    193 research outputs found

    ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN DAN USAHA PENGENDALIAN PADA UNIT PRODUKSI PADA SUATU INDUSTRI DI KOTA BATAM

    Get PDF
    Analisis tingkat kebisingan dilakukan pada suatu unit produksi Fusion Bonded Epoxy (FBE), Industri X yang berada di Kota Batam. Penelitian dilakukan pada 45 titik pengukuran.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui intensitas kebisingan yang dihasilkan oleh unit produksi Industri X. Metode pengukuran tingkat tekanan suara mengacu pada KepMenLH No 48 Tahun 1996, dan alat yang digunakan adalah Sound Level Meter. Pengukuran tingkat tekanan suara (Lp) dilakukan selama 1 shift kerja. Hal ini dikarenakan berdasarkan penelitian pendahuluan diperoleh nilai tingkat tekanan suara ekivalen (Leq) 24 jam adalah sama. Intensitas kebisingan tertinggi dihasilkan pada lokasi coupling insertion yaitu sebesar 92 dB(A), dan intensitas kebisingan terendah terdapat pada area di dekat kantin  yaitu sebesar 62 dB(A). Berdasarkan hasil evaluasi kebisingan, 12 titik pengukuran (26,7 %) telah melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) kebisingan menurut KepMenaker No 51/1999 (85 dB(A) untuk 8 jam kerja perhari). Upaya pengendalian kebisingan yang direncanakan adalah dengan pemasangan vibration isolation, partial enclosure, muffler, pengendalian secara administrasi dan pengendalian bising pada pekerja (pemakaian earplug dan earmuff)Kata kunci: Industri X, kebisingan, tingkat tekanan suara, pengendalian kebisingan

    STUDI TIMBULAN, KOMPOSISI, DAN POTENSI DAUR ULANG SAMPAH KAWASAN PT SEMEN PADANG

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah menentukan timbulan, komposisi dan potensi daur ulangsampah PT Semen Padang. Rata-rata timbulan sampah harian PT Semen Padang dalamsatuan berat adalah 0,076 kg/o/hr sedangkan timbulan dalam satuan volume adalah0,954 l/o/h. Berdasarkan sumber, diperoleh timbulan sampah fasilitas perkantoran1,688 l/o/h, fasilitas sekolah 0,485 l/o/h, fasilitas perumahan 0,675 l/o/h, fasilitas industri0,686 l/o/h, fasilitas kesehatan 0,959 l/o/h, fasilitas social center 3,117 l/o/h, fasilitasolahraga 1,181 l/o/h, fasilitas ibadah 0,107 l/o/h, jalan 1.067 l/m2/h, dan taman 1,231l/m2/h. Komposisi sampah didominasi oleh sampah organik 96,940%, yang terdiri atassampah sisa makanan 29,720%, kertas 29,450%, plastik 21,350%, sampah halaman12,350%, tekstil 3,050%, kayu 0,580%, karet 0,420%, dan sampah anorganik hanya3,060% yang terdiri atas logam non ferrous 1,340%, logam ferrous 1,220%, kaca0,480%, dan sampah lain-lain 0,020%. Komponen sampah yang bepotensi didaur ulangadalah sampah halaman 100%, sampah plastik 96,090%, logam non ferrous 83,590%,sampah makanan 80,280%, sampah kaca 77,810%, sampah kertas 71,220%, sampahlogam ferrous 66,670%, dan sampah kayu 52,130%. Rata-rata potensi daur ulangsampah berdasarkan sumber sebesar 83,800% yang terdiri dari potensi daur ulangsampah kering 36,51% dan potensi daur ulang sampah basah 47,900%.Kata kunci: komposisi sampah, potensi daur ulang sampah, PT Semen Padang, timbulansampah

    EFISIENSI DAN KAPASITAS PENYERAPAN FLY ASH SEBAGAI PENYISIHAN MINYAK DAN LEMAK DARI LIMBAH CAIR HOTEL DENGAN METODE MULTI SOIL LAYERING (MSL)

    Get PDF
    ABSTRAK Metode Multi Soil Layering (MSL) diujicobakan untuk menyisihkan minyak dan lemak pada limbah cair hotel yang berasal dari dapur dan laundry. Hasil analisis karakteristik limbah cair tersebut menunjukkan bahwa konsentrasi minyak dan lemak melebihi baku mutu Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 26 Tahun 2001 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Hotel di Propinsi Sumatera Barat. Pada penelitian ini digunakan 2 buah reaktor berbahan akrilik dengan dimensi 50 x 15 x 100 cm, terdiri dari dua macam lapisan batuan kerikil berdiameter 3-5 mm serta lapisan yang terdiri dari campuran tanah dan material organik. Kedua reaktor dibedakan atas material organik, dimana reaktor 1 terdiri dari campuran tanah andisol dan arang, sedangkan reaktor 2 terdiri dari campuran tanah andisol dengan serbuk gergaji. Limbah cair dialirkan pada Hydraulic Loading Rate (HLR) dengan variasi 500, 750, dan 1.000 l/m2hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua reaktor mampu menyisihkan minyak lemak dengan efisiensi 27,8 -89,5 % pada reaktor 1, serta  efisiensi 23,8-62,5% pada reaktor 2. Variasi material organik dalam campuran tanah berpengaruh pada efisiensi penyisihan konsentrasi minyak dan lemak, dimana secara keseluruhan reaktor 1 lebih baik dalam menyisihkan minyak dan lemak dibandingkan reaktor 2. Efisiensi penyisihan minyak lemak didapatkan lebih tinggi pada reaktor 1 dengan pengaliran limbah cair pada HLR 500 l/m2hari. Secara umum MSL dapat menyisihkan minyak dan lemak pada limbah cair hotel.Kata Kunci : MSL, limbah cair hotel, minyak dan lemak ABSTRACT Multi soil layering (MSL) method was tested to remove oil and grease in a hotel laundry and kitchen waste water which was exceeded water quality standard on hotel wastewater quality standard issued by West Sumatera Governor Number 26 Year 2001. There were two acrylic reactors utilized in this research with dimension of 50 x 15 x 100 cm. Each reactor aws arranged with layers of 3-5mm diameters gravels and soil and organic materials mixtures, organic material used were different in each reactor. Reactor 1 used charcoal as organic material in soil mixture, while reactor 2 used sawdust. Waste water was set to flow at 500, 750, and 1.000 l/m2day Hydraulic Loading Rate (HLR). The results showed that both reactors were able to remove oil and grease with efficiency range of 22.8,-89.5% by usnig Reactor 1, and 23.8-62.5% by using Reactor 2. The difference in organic material on soil mixture affected the removal efficiency which was higher in Reactor 1. Removal efficiency of oil and grease the highest at HLR of 500 l/m2day compared to other rates. Generally, MSL is able to remove oil and grease from hotel waste water. Keywords: MSL, hotel waste water, oil and greas

    STUDI PAPARAN KONSENTRASI GAS KARBONMONOKSIDA (CO) DI LINGKUNGAN KERJA PETUGAS PARKIR DAN POLISI LALU LINTAS DI KOTA PADANG

    Get PDF
    ABSTRAK Studi paparan konsentrasi gas karbonmonoksida (CO) terhadap petugas parkir dan polisi lalu lintas bertujuan untuk mengetahui tingkat paparan yang diterima di udara tempat kerjanya dan melihat beberapa variabel yang mempengaruhi konsentrasi gas CO. Penelitian ini dilakukan di areal parkir tertutup di pusat perbelanjaan terbesar Kota Padang (Plaza Andalas dan Rocky Plaza Hotel) dan di 5 pos jaga Polisi Lalu Lintas. Pengukuran gas CO dilakukan dengan menggunakan CO meter dengan electrochemical sensor dan dioperasikan selama 1 jam di setiap titik pengukuran. Pengukuran CO di areal parkir tertutup menunjukkan bahwa konsentrasi CO di udara kerja petugas parkir Plaza Andalas dan Rocky Plaza Hotel melebihi batas baku mutu, sementara jumlah kendaraan yang mengkontribusi gas selama pengukuran di areal parkir memiliki hubungan yang kurang kuat(R2=6,5%-51%) terhadap peningkatan konsentrasi CO. Sedangkan dari hasil pengukuran gas CO di 5 pos jaga polisi lalu lintas menggambarkan bahwa konsentrasi CO masih berada di bawah baku mutu, dan volume lalu lintas sebagai variabel bebas yang diduga berpengaruh memiliki hubungan yang kurang kuat (R2=45%) terhadap peningkatan gas CO di udara tempat kerja Polisi Lalu Lintas.  Kata kunci: Gas karbonmonoksida (CO), petugas parkir, polisi lalu lintas, CO meter.  ABSTRACT Study of carbon monoxide  concentration (CO) of the parking attendants and traffic police checkpoints aimed to determine acceptable levels of exposure in the workplace area and to see some of variables that affect the concentration of CO. The research was carried out in the parking lots of Padang's largest shopping center (Plaza Andalas and Rocky Plaza Hotel) and in 5 traffic police checkpoints. CO measurements were carried out using a CO meter with an electrochemical sensor and operated for 1 hour at each measurement point. Measurement of CO in the covered parking area indicated that the concentration of CO in the air Andalas Plaza parking attendant job and Rocky Plaza Hotel exceeded the quality standards, while the number of vehicles that contributed during the measurement in parking areas have a less strong impact (R2 = 6.5% - 51%) of the increase in CO concentration. While the results of measurements of CO gas in 5 traffic police checkpoint illustrated that CO concentrations were still below standards, and traffic volumes as independent variables was thought to have influence a less strong impact (R2 = 45%) to the increase in CO gas air at the  Police workplace. Keywords: carbonmonoxide (CO), parking attendants, traffic police checkpoints, CO meter

    POLUSI UDARA DALAM RUMAH SEKITAR JALAN RAYA: INTRUSI NO2 DARI TRANSPORTASI DAN GANGGUAN PERNAPASAN PADA PENGHUNI RUMAH

    Get PDF
    Urbanisasi telah menyebabkan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor sehingga diperkirakan efekpencemaran udara meluas mempengaruhi kualitas udara dalam rumah. Iklim Indonesia yang tropis turutmemperparah keadaan tersebut, khususnya rumah-rumah di sekitar jalan utama. Penelitian ini dilakukan untukmengetahui hubungan transportasi di jalan raya terhadap paparan NO2, sekaligus insidensi gangguanpernapasan pada 50 rumah sampel di Kawasan Karees, Bandung. Pengumpulan data menggunakan metodepengukuran NO2 secara pasif dan wawancara. Diketahui dapur memiliki konsentrasi tertinggi dengan rerata45,82 ?g/m3 (27,57 – 103,46), kemudian ruang tamu 35,73 ?g/m3 (21,03 – 70,36), ruang keluarga 34,00 ?g/m3(SD 7,092), serta kamar tidur yang rerata konsentrasinya 29,76 ?g/m3 (SD 7,548). Adapun sumber paling utamapenyebab terpaparnya NO2 di ruang tamu berasal dari luar rumah (r = 0,559). Ruang keluarga bersumber daribeberapa ruangan (r = 0,647) dengan yang paling potensialnya ruang tamu. Sedangkan kamar tidur bersumberdari ruang keluarga (r = 0,700,), kemudian dapur berasal dari aktivitas memasak yang berlangsung. Hubunganinsidensi gangguan pernapasan terhadap NO2 dalam rumah dilakukan melalui pendekatan yang menggunakansudut pandang insidensi pada ibu/pembantu rumah. Hasil yang diperoleh adalah bahwa insidensi memilikihubungan yang cukup kuat terhadap variabel asmatik (OR = 10,43) dan keberadaan di dalam rumah (OR =6,32). Dengan ANOVA one ways diketahui, untuk ruang tamu dan ruang keluarga rumah penderita asma,konsentrasi NO2 pada rumah penderita yang sering kambuh berpengaruh dibandingkan rumah yang jarangkambuh.Kata Kunci: kendaraan bermotor, konsentrasi NO2, sekitar jalan raya, intrusi ke dalam rumah

    ANALISIS THERMOGRAVIMETRY LIMBAH PADAT KELAPA SAWIT DAN POTENSI KONVERSINYA MENJADI GAS BAKAR

    Get PDF
    ABSTRAK Indonesia adalah negara pengekspor CPO (crude palm oil) terbesar kedua di dunia. Produk sampingan dari prosesing CPO yang berupa limbah padat yaitu cangkang, serat dan tandan kosong sawit (TKS) ini bisa dijadikan alternatif sumber energi terbarukan. Gasifikasi adalah teknologi yang layak untuk konversi limbah padat karena memenuhi standar emisi dan memberikan efek minimasi penggunaan lahan TPA. Penelitian ini bertujuan untuk memahami potensi konversi limbah padat kelapa sawit menjadi bahan bakar gas (H2 dan CO) dengan proses gasifikasi. Penelitian dilakukan dengan eksperimen thermogravimetri terhadap 3 jenis limbah padat kelapa sawit untuk menganalisis karakteristik gasifikasi limbah padat tersebut. Untuk memahami komposisi bahan bakar gas yang dihasilkan, dilakukan simulasi proses gasifikasi dengan menggunakan software kesetimbangan kimia HSC Chemistry 5.1. Hasil thermogravimetri menunjukkan  bahwa kandungan fix carbon (FC) dan fuel ratio dalam cangkang lebih besar dari serat dan tandan kosong sawit (TKS). Kandungan volatile matter (VM) TKS lebih besar dari serat dan cangkang. Hal ini mengakibatkan produksi gas CO cangkang kelapa sawit lebih besar dibanding serat dan TKS, sebaliknya produksi gas H2 dari TKS lebih tinggi dibandingkan cangkang dan serat. Berdasarkan hasil perhitungan kesetimbangan kimia, dapat disusun skema reaksi gasifikasi limbah padat kelapa sawit sebagai berikut:CxHy + aCO2 ? (x+a)CO + y/2H2.Kata Kunci: limbah padat CPO, gasifikasi, bahan bakar gas, volatile matter (VM), fix carbon (FC) ABSTRACTIndonesia is the second largest CPO (crude palm oil) exporting countries in the world. CPO processing generates solid wastes including shell, fiber and empty fruit bunche (EFBs), which can be used as alternative sources of renewable energy. Gasification is feasible technology to convert solid waste because it can meet the emission standard and minimize landfill application. This paper studies the potency of palm solid waste conversion to fuel gases (H2 and CO) through gasification proces. This research was carried out by thermogravimetric experiments on three kinds of palm solid waste to understand their gasification characteristics. Chemical equilibrium calculations of gasification process was carried out by using HSC Chemistry 5.1 software to understand the fuel gas composition. Thermogravimetric analysis suggested that the fix carbon (FC) content and fuel ratio of shell was higher than those of fiber and EFBs. Whereas, volatile matter (VM) content of EFBs was higher than that of fiber and shell. It caused CO production of shell was higher than that of fiber and EFBs, otherwise, the H2 production of EFBs was higher than that of shell and fiber. Based on chemical equilibrium calculation, gasification reaction scheme of palm solid waste can be arranged as follows: CxHy + aCO2 ? (x+a)CO + y/2H2.Keywords: CPO solid waste, gasification, fuel gas, volatile matter (VM), fix carbon (FC)

    ANALISIS POLA KONSENTRASI METANA (CH4) DAN CURAH HUJAN DI KOTOTABANG TAHUN 2004 – 2009

    Get PDF
    ABSTRAK Telah dilakukan penelitian  untuk  melihat pola konsentrasi gas metana (CH4) yang merupakan salah satu gas rumah kaca dan kaitannya dengan pola curah hujan di wilayah Kototabang dari tahun 2004 – 2009. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kecenderungan  pola konsentrasi CH4 di wilayah Kototabang dan kaitannya dengan curah hujan di wilayah ini.  Hasil penelitian menunjukkan adanya pola musiman tahunan konsentrasi metana yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan dan penurunan konsentrasi metana.  Pola musiman tahunan ini mengikuti pola  Intertropical Convergence Zone (ITCZ).  Konsentrasi CH4  tahunan meningkat dari 1.810,01 ppb pada tahun 2004 menjadi 1.818, 69 ppb pada tahun 2009. Peningkatan konsentrasi CH4  dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas pertanian dan kebakaran hutan yang terjadi di wilayah ini.  Pola konsentrasi metana di Kototabang hampir sama dengan pola konsentrasi metana global.  Terdapat perbedaan pola pada tahun 2005 dimana konsentrasi metana di Kototabang meningkat secara signifikan karena adanya kebakaran hutan di Sumatera sehingga produksi metana ke  atmosfer meningkat.  Hasil yang diperoleh juga menunjukkan  adanya pengaruh curah hujan terhadap konsentrasi metana di atmosfer.  Curah hujan yang tinggi menyebabkan penurunan konsentrasi metana di atmosfer karena reaksi yang terjadi antara metana dan peningkatan keberadaan radikal hidroksil (OH) akibat curah hujan di troposfer yang akan mengurangi konsentrasi metana. Kata kunci: Atmosfer, curah hujan, metana, Kototabang, ITCZABSTRACTThe research has been conducted to look at the  pattern of methane (CH4) concentration which is one of the greenhouse gases with precipitationl patterns in the region Kototabang  from 2004 to 2009.  The research aims to see how the trendline  of  CH4 concentration in Kototabang  and its relation to precipitation in this region.  The results showed the of annual seasonal pattern of methane concentration, indicated by  the fluctuations methane concentration . The annual seasonal patterns  follows the pattern of Intertropical Convergence Zone (ITCZ). The annual CH4 concentration increases  from 1.810,01 ppb  in  2004 to 1.818,69 ppb in 2009.  The condition was influenced by the increase in agricultural activity and forest fire. From the results  it wa also obtained  that  concentration patterns of CH4  at Kototabang is similar to the pattern of global CH4 concentration.  There are differences in the pattern of  concentration in 2005 where the concentration of CH4  significantly increased  at Kototabang due to forrest fire in Sumatera region resulting in the  increase of CH4  production  to the  atmosphere .  The results  also indicate  the influence of precipitation  against the concentration of CH4  in the atmosphere. High precipitation caused a decrease in the concentration  CH4 in the atmosfer  due to reaction that occur between CH4 and increase of   hydroxyl radical (OH)  due to pecipitaion in the troposfer that will reduce CH4 concentration. Keywords: Atmosphere, ITCZ, Kototabang, methane,  precipitatio

    KOEFISIEN TRANSFER GAS (KLa ) PADA PROSES AERASI MENGGUNAKAN TRAY AERATOR BERTINGKAT 5 (LIMA)

    Get PDF
    ABSTRAKAerasi merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyisihkan kandungan logam dalam air, baik air tanah, air permukaan, maupun air limbah. Salah satu jenis aerator dalam proses aerasi adalah tray aerator. Untuk menganalisis nilai koefisien transfer gas (KLa) pada  proses aerasi khususnya tray aerator bertingkat 5 (lima)dengan jarak antar tray 25 cm dan tinggi total 125 cm, perlu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk memperoleh nilai KLa. Air dialirkan ke dalam tray aerator bertingkat 5 (lima) dan diukur kandungan Disolved Oxygen (DO) dengan metode water quality checker.  Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan konsentrasi oksigen pada sampel setelah dilakukan aerasi dengan tray aerator bertingkat 5 (lima) dari 5,97 mg/L menjadi 6,34 mg/L dengan nilai koefisien transfer gas (KLa) sebesar 0,045/menit.Kata kunci:     Tray Aerator bertingkat 5,  Aerasi, Koefisien trasnsfer gas (KLa)ABSTRACTAeration method is one method for removing metalfrom water including groundwater, surface water and wastewater. One of known aerator is method is tray aerator. For analizing gas transfer coefficient (KLa) in aeration method especially in five storey tray aerator with the distance between each aerator was 25 cm and total height was 125 cm. water was discharged in five storey tray aerator and was measured the dissolved oxygen concentration by using water quality checker method. Result showed the increase of oxygen concentration in sample after being aerated in five storey tray aerator, from 5.97 mg/L to 6.34 mg/L with gas transfer coefficient (KLa) 0.045/min. Keywords: Aeration, Five story aerator, Gas transfer coefficient (KLa

    ANALISIS PRODUKTIVITAS SISTEM TRANSPORTASI SAMPAH KOTA PADANG

    Get PDF
     The analysis study of  the waste transportation system productivity in Padang city was carried out  to evaluate the transportation vehicle capacity in Padang city for transporting waste either from the waste container or from the transfer station to the disposal site. Padang’s waste transportation system consists of hauled container system (HCS) and stationary container system (SCS). Productivity analysis included the personnal number required, the capacity of the waste transported and the vehicle haul distance of  each system. Results showed that the HCS was more productive than SCS in terms of personnel required  and waste transported per ritation. The number of collector in HCS per ritation was two persons while that of SCS was three persons, total capacity of waste transported by HCS was 372 m3/day while the SCS hauled 213 m3/day, and haul distance of HCS was 27.78 km/hour while the SCS was 8.6 km/hour. The average haul time required for SCS was 4.53 hours per ritation  larger than that of the HCS i.e. 1.23 hours. Based on the time required the  personnel productivity of the SCS was 0.66 person/hour and the HCS was 1.63 persons / hour . Although the personnel productivity of SCS is smaller, but SCS is required in a residential area with a small waste, whereas the HCS for a large quantity of waste and specific.Key words: solid waste transportation of Padang city, hauled container system (HCS), stationary container  system (SCS), productivityABSTRAKStudi analisis produktivitas sistem transportasi sampah Kota Padang ini dilakukan untuk melihat kemampuan sarana transportasi kota Padang untuk mengangkut sampah dari tempat pewadahan sampah atau dari Tempat Pemindahan Sampah (TPS) ke tempat pembuangan akhir. Sistem transportasi kota Padang terdiri dari sistem transportasi dengan wadah angkut dan wadah tetap. Analisis produktivitas yang dilakukan meliputi jumlah personil yang dibutuhkan, kapasitas sampah yang terangkut, dan jarak yang ditempuh oleh kendaraan angkut dalam satuan waktu pada masing-masing sistem. Hasil analisis memperlihatkan bahwa sistem wadah angkut lebih produktif dibandingkan sistem wadah tetap dilihat dari segi personil dan sampah yang diangkut per ritasi. Jumlah personil sistem wadah angkut per ritasi dua orang sedangkan sistem wadah tetap sebanyak tiga orang, kapasitas total sampah yang diangkut dengan sistem wadah angkut sebesar 372 m3/hari sedangkan sistem wadah tetap sebesar 213 m3/harinya, dan jarak tempuh total sistem sistem wadah angkut perjamnya adalah 27,78 km sedangkan sistem wadah tetap sejauh 8,6 km. Waktu angkut rata-rata yang dibutuhkan pada sistem wadah tetap adalah 4,53 jam per ritasi lebih besar dibandingkan dengan sistem wadah angkut yaitu 1,23 jam. Berdasarkan waktu tersebut diperoleh produktivitas personil sistem wadah tetap 0,66 orang/jam dan pada sistem wadah angkut 1,63 orang/jam. Meskipun produktivitas personil SCS lebih kecil, namun SCS diperlukan di daerah pemukiman dengan timbulan sampah kecil, sedangkan HCS untuk kuantitas sampah yang besar dan spesifik.Kata kunci: transportasi sampah Kota Padang,  sistem wadah angkut, sistem wadah tetap, produktivitas.Â

    EFISIENSI METODE MULTI SOIL LAYERING (MSL) DALAM PENYISIHAN COD DARI LIMBAH CAIR HOTEL (Studi Kasus: Hotel “X” Padang)

    Get PDF
    ABSTRAKDalam penelitian dilakukan pengolahan limbah cair Hotel yang bersumber dari dapur dan laundri  dengan metode Multi Soil Layering (MSL). Tujuan penelitian ini untuk menentukan efisiensi penyisihan COD dan mempelajari pengaruh faktor variasi material organik dalam campuran tanah pada lapisan anaerob dan variasi Hydraulic Loading Rate (HLR) terhadap efisiensi pengolahan limbah cair hotel dengan metode MSL. Dua buah reaktor MSL berdimensi 50 x 15 x 100  cm dengan lapisan batuan yang sama pada kedua reaktor berupa kerikil berukuran 3–5 mm serta lapisan anaerob berupa campuran tanah dengan arang (reaktor 1) dan campuran tanah dengan serbuk gergaji (reaktor 2) dengan rasio komposisi 2 : 1. Limbah dialirkan pada masing-masing reaktor dengan variasi HLR 500, 750, dan 1.000 l/m2hari. Konsentrasi COD sebelum diolah adalah 132,600–201,240 mg/l, setelah diolah dengan MSL konsentrasi berubah menjadi 12,480–88,920 mg/l.  Secara umum, variasi material organik dalam campuran tanah tidak begitu berpengaruh pada penyisihan COD. Variasi HLR cukup berpengaruh, dimana HLR 500 l/m2hari memberikan efisiensi penyisihan COD yang lebih tinggi. Efisiensi penyisihan COD yang diperoleh pada penelitian ini berturut-turut pada reactor 1 berkisar antara 55 -90 % dan pada reactor 2 berkisar antara 56-89%. Hasil menunjukkan bahwa kedua reaktor mampu menyisihkan COD pada limbah cair hotel.Kata Kunci: COD, limbah cair hotel, multi soil layering (MSL)ABSTRACTResearch COD removal from hotel wastewater stemmed from laundry and kitchen with Multi Soil Layering method (MSL) was conducted. The aim were to observe COD removal efficiency and to study the effect of organic material variation in soil as the anaerob layer as well as the effect of various hydraulic loading rate (HLR).  In this research, there were two MSL reactors with dimension of 50 x 15 x 100 cm. Aerob layers of both reactors in the form of gravel 3-5 mm sized while anaerob layers are composed from soil mixed with charcoal (reactor 1) and soil mixed with sawdust (reactor 2) with ratio 2:1. HLR of wastewater for each reactor are 500, 750, and 1.000 l/m2day. Concentration of COD was 132,600-201,240 mg/l. COD concentration successively reduced to 12,480-88,920  mg/l.This result indicated both reactors can cast aside COD and also neutralize hotel liquid waste pH. In general, organic material variation of in soil mixture, that is sawdust and charcoal did not show any significant influence. HLR of 500 l / m2/day allowed the best removal efficiency at each contaminant parameters. As a whole efficiency removal of COD at this research successively at reactor 1 ranged from 55-90%, and 56-89%.Key Words:COD, hotel wastewater, multi soil layering (MSL

    185

    full texts

    193

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Dampak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇