Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia)
Not a member yet
    150 research outputs found

    DEVELOPMENT OF ANDROID-BASED SCRAPBOOK DIGITAL MEDIA MATERIAL ON THE RELATIONSHIP BETWEEN THE IMAGE OF THE STATE EMBLEM AND THE PRECEPTS OF PANCASILA STATE JUNIOR HIGH SCHOOL 1 FIFTY

    Full text link
    Currently, teachers only focus on using package books in teaching in the classroom. Without the sophistication of technology that is not combined with teaching media, it will form students who do not show enthusiasm and do not have character in the learning process. Therefore, researchers are interested in making android-based scrapbooks. This study aims to determine the feasibility, practicality and effectiveness of the scrapbook. This research is a research and development or R&D with a model of 4-D to 3-D. The result of this research is that the value of Aiken's V calculation on the validation data of material experts is 0.903 and media experts of 0.8 is classified as suitable for use. Then the results of V Aiken's calculation, student response data of 0.932 and teacher response data of 0.894 are classified as very practical to use during learning. Meanwhile, the calculation of the t-Paired test on the pretest and post-test results obtained a t-count value = 6.18 and a t-table value = 2.039. Since t-count > t-table, it has a "highly effective" criterion. This means that this media provides effectiveness in the learning process in the classroom

    MODEL PEMBELAJARAN RESOLUSI KONFLIK UNTUK MENGATASI BULLYING DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD

    Full text link
    Artikel ini merupakan hasil kajian dari berbagai literatur, dengan tujuan mengkonstruk model pembelajaran resolusi konflik untuk mengatasi bullying dalam pembelajaran IPS di SD. Hasil kajian ini dapat dikemukakan bahwa model resolusi konflik merupakan suatu model pembelajaran yang bisa digunakan sesuai kebutuhan melalui penanganan konflik yang konstruktif, seperti perilaku bullying di SD. Proses penerapan model resolusi konflik ini adalah melalui pengajuan masalah dalam bentuk simulasi dan kesempatan untuk belajar sambil bermain, siswa akan memiliki kesempatan belajar yang luas dan mendalam di bawah arahan dan fasilitas guru. Model pembelajaran resolusi konflik lebih melibatkan siswa secara aktif dalam belajar IPS dan siswa menjadi tahu bagaimana mencari solusi atas masalah yang sedang dihadapi ketika berinteraksi dengan teman-teman yang lain. Dalam hal ini siswa tahu bagaimana menyelesaikan masalah bullying yang dihadapinya. Selain itu, dalam pelaksanaan model pembelajaran resolusi konflik, guru harus menanamkan dalam diri siswa bahwa tidak boleh mengejek teman, tidak boleh mengancam teman, tidak boleh membeda-bedakan teman, tidak boleh menyiksa teman, tidak boleh memalak te­man, jangan membeda-bedakan teman lagi, tidak mau berbuat kasar lagi dan tidak boleh membully teman lagi. Hal ini menggambar­kan bahwa program resolusi konflik ini mengajarkan siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan, berempati kepada orang lain. Dengan demikian, model pembelajaran resolusi konflik dalam pembelajaran IPS di SD, efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah sosial pada siswa

    KEARIFAN LOKAL SEBAGAI UPAYA KONSERVASI MATA AIR MUDAL DI DESA BULU KECAMATAN BULU KABUPATEN REMBANG

    Full text link
    The Mudal Spring is the main source of clean water for the people of Bulu Village, Bulu District, Rembang Regency and is also used to meet the needs of people outside the village which is managed by the Regional Drinking Water Company (PDAM). The increasing demand for clean water, the conservation of sustainable water resources is necessary. The purpose of this study was to analyze the condition of the Mudal springs and the household clean water needs of Bulu Village residents and to analyze the role of local wisdom as an effort to conserve springs. The research was conducted by observing in the field the condition of the springs used for household water supply, interviews related to household clean water needs and the local wisdom of the Bulu Village community which acts as an effort to conserve springs. A number of respondents using springs and local community leaders who live near the springs were interviewed freely and in a structured manner to obtain data on the use of springs and local wisdom in spring conservation which is still being carried out today. The results showed that the results of the water sample from the Mudal spring met water quality standards which included physical, chemical, and bacteriological parameters with the amount of clean water needed in Bulu Village of 136 liters/person/day, this indicates that the total water needs of the villagers Feathers are larger than the water requirement according to SNI, which is 100 liters/person/day. The large need for clean water requires spring conservation efforts for the sustainability of water resources for the future. As well as using the local wisdom of Bulu Village which is manifested in the form of a tradition of community service to clean springs and alms of the earth (slametan) by the local community led by village elders

    REALITAS SOSIAL AKTIVITAS MENGEMIS DAN RELEVANSINYA DENGAN IPS

    Full text link
    The purpose of this study is to analyze the social reality of begging activities, both subjective reality and objective reality, and to analyze the relevance of the social reality of begging activities and social studies. Considering (1) indications of the ineffective handling problem of beggars, so does not decrease, besides the perception that begging is work; (2) many students do not understand that the concepts they learn have relevance to social life and environment. The research method used is qualitative. Data collection techniques using observation, interviews, documentation, and literature study. Data analysis techniques refer to Miles and Huberman (1992), namely, data collection; data reduction; presentation; data clarification; conclusion, and verification. The results showed, (1) the subjective reality of begging has meaning as an act of working to earn money and meet needs. While the objective reality of begging activities has meaning, begging is not a good job because it is not in accordance with social values and beggars tend to manipulate poverty, and begging is a natural act carried out by people who are lazy and people who do not have the capability to work; (2) The begging activity has relevance to social studies competence, namely identifying social interaction in space and its influence on social, economic and cultural life in terms of values and norms as well as sociocultural institutions. The actual step to realizing its relevance is to develop the basic concepts of social studies and begging, placing begging activities as a learning starting point and problems that students must solve, and formulating learning objectives and assignments describing the required student participation.Keywords: Begging, Starting Point, Student Participatio

    ANALISIS TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI JAWA TENGAH: SUATU KAJIAN BERDASARKAN FAKTOR PENDIDIKAN, SOSIAL, EKONOMI, LOKASI DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA

    Full text link
    Abstrak. Provinsi Jawa Tengah termasuk wilayah dengan kemiskinan cukup tinggi pada periode tahun 2020 sebesar 11,09 persen, tertinggi kedua di Pulau Jawa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan dipengaruhi oleh faktor pendidikan (angka putus sekolah), ekonomi (angka pengangguran), lokasi (jarak tempat tinggal ke pusat kota), ekonomi (Produk Domestik Regional Bruto dan inflasi) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Penelitian ini menganalisis sejauh mana faktor tersebut mempengaruhi tingkat kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah. Analisis data menggunakan regresi linier. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan sehingga pemerintah daerah dapat lebih berfokus menentukan prioritas kebijakan pengentasan kemiskinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variabel yang berpengaruh signifikan terhadap angka kemiskinan. Variabel tersebut adalah angka pengangguran, diikuti PDRB, IPM, inflasi, angka putus sekolah dan terakhir jarak ke pusat kota. Implikasi dari hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendasi bagi Pemerintah Daerah dalam mengambil kebijakan sebagai upaya mengentaskan kemiskinan di Jawa Tengah.Kata kunci: Kemiskinan, Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Lokasi, IP

    PENGARUH KECERDASAN MORAL DAN KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP KESADARAN SOSIAL DENGAN BUDAYA KAMPUS SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA MAHASISWA TADRIS IPS IAIN PAREPARE

    Full text link
    This study aims to analyze the effect of moral intelligence and spiritual intelligence on campus culture as a moderating variable on students’ social awareness. This research is classified as quantitative research. The population in this study were students in the Tadris IPS study program, Faculty of Tarbiyah IAIN Parepare class 2018-2021, totaling 176 students. The sample in this study was 122 students whose determination of the number of samples referred to the Slovin formula. Data collection techniques using questionnaires and documentation. Research hypothesis testing was carried out with the help of SmartPLS software. The findings of this study are: (1) there is a positive and significant effect of moral intelligence on students’ social awareness with P Values of 0.002 < 0.05, (2) there is a positive and significant effect of spiritual intelligence on students’ social awareness with P Values of 0.013 < 0, 05, (3) campus culture cannot moderate the effect of moral intelligence on students’ social awareness with P Values 0.062 > 0.05, and (4) campus culture can moderate the effect of spiritual intelligence on students’ social awareness with P Values 0.005 < 0.05. The effect of moral intelligence and spiritual intelligence with campus culture as a moderating variable on students’ social awareness is 58.8%. From these findings, it can be concluded that it is necessary to pay attention to moral intelligence, spiritual intelligence, and campus culture because they have a positive and significant effect on students’ social awareness

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PERMAINAN ULAR TANGGA DIGITAL PADA MATERI KERAGAMAN BUDAYA INDONESIA MATA PELAJARAN IPS KELAS IV SEKOLAH DASAR

    Full text link
    Perkembangan teknologi yang terjadi semakin pesat pada era abad ke-21 menuntut sistem pendidikan untuk melakukan transformasi pendidikan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu unsur penting dalam proses pembelajaran adalah media pembelajaran, hal yang dapat dilakukan dalam upaya memperkenalkan teknologi pada siswa sekolah dasar adalah dengan menciptakan media pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman, yakni media pembelajaran berbasis digital yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, agar pembelajaran lebih bermakna. Pengembangan permainan ular tangga dalam bentuk digital dapat menjadi pilihan untuk mengembangkan media digital yang inovatif serta menambah variatif dalam pelaksanaan pembelajaran, salah satunya pembelajaran IPS dengan tema Keragaman Budaya di Indonesia. Pengembangan media digital ini menggunakan platform genial.ly dengan metode Design and Development (D&D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media permainan ular tangga digital pada materi keragaman budaya di Indonesia kelas IV sekolah dasar ini valid digunakan dengan persentase penilaian ahli materi 82, 14%, penilaian ahli media 83, 82%, dan penilaian ahli bahasa 85%. Pada tahap uji coba yang dilakukan mendapat persentase penilaian 87, 41% dari siswa dan 91, 66% dari respon yang diberikan oleh guru

    DETERMINASI MODEL PEMBELAJARAN RESOLUSI KONFLIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS DENGAN KOVARIABEL SIKAP MULTIKULTUR DAN EFIKASI DIRI PADA MAHASISWA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh model pembelajaran resolusi konflik terhadap prestasi belajar IPS dengan kovariabel sikap multikultur dan efikasi diri. Penelitian kuantitatif ini dilaksanakan pada mahasiswa PGSD Universitas Pendidikan Ganesha menggunakan metode eksperimen dengan desain single faktor independent groups design with use of covariate dan melibatkan 67 orang mahasiswa. Data dianalisis dengan analisis kovarian (ANACOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan prestasi belajar IPS antara mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan model resolusi konflik dan mahasiswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. 2) Terdapat perbedaan prestasi belajar IPS antara mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan model resolusi konflik dan mahasiswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan mengendalikan sikap multikultur. 3) Terdapat perbedaan prestasi belajar IPS antara mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan model resolusi konflik dan mahasiswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan mengendalikan efikasi diri. 4) Terdapat perbedaan prestasi belajar IPS antara mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan model resolusi konflik dan mahasiswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan mengendalikan sikap multikultur dan efikasi diri secara simultan. Mengacu pada temuan penelitian, direkomendasikan untuk menerapkan model resolusi konflik dalam pembelajaran IPS dengan mempertimbangkan sikap multikultur dan efikasi diri

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BENCANA BANJIR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN RESIKO BENCANA

    Full text link
    Indonesia adalah salah satu negara didunia yang rawan terhadap bencana. Beberapa diantaranya adalah bencana gunung Meletus, gempa bumi, tsunami, longsor dan banjir. Banjir merupakan salah satu bencana yang tiap tahun melanda beberapa kota di Indonesia, termasuk kota Ambon provinsi Maluku. Cuaca ekstrim yang terjadi beberapa waktu terakhir di kota Ambon mengakibatkan beberapa titik terendam banjir. Banjir dapat membawa dampak yang merugikan jika tidak segera ditangani. Salah satunya melalui jalur pendidikan dengan memberikan pemahaman mitigasi bencana banjir kepada siswa. Pengembangan media pembelajaran banjir ini menggunakan model 4D. Hasil validasi ahli media pembelajaran dengan skor modus 5 pada tiap indicator penilaian berarti sangat baik. Respon mahasiswa dengan skor modus 5 yang berarti sangat baik. Nilai rata-rata pretes siswa 68.50, setelah penggunaan media pembelajaran nilai rata-rata post test siswa menjadi 81.08. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran banjir berhasil dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap bencana banjir. Melalui pemahaman mitigasi banjir yang baik dapat menumbukan sikap sadar dan tanggap bencana sehingga dapat mengurangi resiko bencana banjr

    PENGALAMAN FIELDTRIP PENGENALAN BENTANG LAHAN BAGI MAHASISWA DAN DOSEN PADA KULIAH KERJA LAPANGAN

    Full text link
    Pengenalan bentang lahan geografi bertujuan untuk memperdalam pemahaman pengetahuan tentang geografi fisik dan manusia melalui studi lapangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengalaman yang diperoleh sebelum, selama, dan setelah mahasiswa dan dosen dari kegiatan fieldtrip pengenalan bentang lahan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pendekatan multi case. Temuan penelitian bahwa kegiatan fieldtrip pengenalan bentang lahan memberikan pengalaman pedagogik mahasiswa yang meliputi: keterampilan literasi geografi, keterampilan analisis geografi, keterampilan aplikasi ilmu geografi, keterampilan kartografi, keterampilan berpikir kritis dan ilmiah, serta keterampilan pembelajaran penelitian. Pengalaman fieldtrip bagi dosen pembimbing lebih digunakan untuk implementasi research based learning bagi mahasiswa dan melakukan penelitian untuk bidang geografi dan pendidikan geografi di lapangan

    131

    full texts

    150

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇