Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Not a member yet
280 research outputs found
Sort by
Pengaruh Suhu pada Inhibitor Daun Pandan Terhadap Laju Korosi pada Baja SS-304 dalam Larutan Asam HCL 0,1M
The phenomenon of corrosion cannot be avoided in the use of the metal industry, therefore a corrosion inhibitor is needed to inhibit the corrosion rate of steel. The aim of this research is to obtain natural inhibitors that are effective in inhibiting the corrosion rate. In this study, the sample used is stainless steel which is most often used in everyday life, namely SS (Stainless Steel)-304. Some of the organic or natural inhibitors used in this study is pandan leaves. The variables used were immersion time and temperature. Furthermore, the parameters studied were the corrosion rate of steel and the morphology of SS-304 steel using the SEM test. The results showed that the best corrosion rate and morphology using pandan leaves at a temperature of 60℃ soaked with 0,1 N HCL solution for 5 weeks.Fenomena korosi tidak bisa dihindari dalam penggunaan industri logam, oleh karena itu dibutuhkan inhibitor korosi untuk menghambat laju korosi pada baja. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan inhibitor alami yang efektif menghambat laju korosi. Pada penelitian ini sampel yang dipakai adalah baja tahan karat yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari yaitu SS (Stainless Steel)-304. Beberapa inhibitor organik atau alami yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun pandan. Variabel yang digunakan adalah waktu perendaman dan temperatur. Selanjutnya, parameter yang diteliti adalah laju korosi baja dan morfologi pada baja SS-304 dengan menggunakan uji SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi dan morfologi paling baik menggunakan daun pandan dengan suhu 60℃ yang di rendam dengan larutan HCL 0,1 N selama 5 minggu
Sistem Aplikasi Terintegrasi Pelaporan Keadaan Darurat di Jalan tol Berbasis NodeMCU
An emergency on a highway is an incident that occurs suddenly and requires a fast and precise handling process. Hotline numbers on highways are still used as a reporting system but often experience busy tones and only rely on GSM mode. The purpose of this research is to make innovations to make it easier to report emergencies quickly and accurately on highways. Internet technology was chosen because the internet is an open long-distance global communication and GSM was chosen because not all locations have internet networks. The system works is that the highway users press one of the pushbuttons according to the emergency experience, then the microcontroller will activate the GPS to detect the location of the reporter and send it to the relevant agencies via the android application, SMS, or email. When the data is successfully sent, the LCD displays a notification. In testing, the results of the GPS error were 34%, while the push button was 0%, the process of sending and receiving data has a time tolerance of no more than 15 seconds. From the test, it can be concluded that the realization of the tools and applications is in accordance with the designed specifications.Keadaan darurat di jalan tol merupakan sebuah kejadian yang terjadi secara tiba-tiba dan diperlukan proses penanganan yang cepat dan tepat. Nomor hotline di jalan raya masih digunakan sebagai sistem pelaporan, tetapi sering mengalami nada sibuk dan hanya mengandalkan mode GSM. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat inovasi untuk mempermudah melaporkan keadaan darurat dengan cepat dan tepat di jalan tol. Teknologi internet dipilih karena internet merupakan komunikasi global jarak jauh yang terbuka dan GSM dipilih karena tidak semua lokasi terdapat jaringan internet. Cara kerja sistem ini yaitu pengguna jalan tol menekan salah satu push button sesuai keadaan darurat yang dialami, lalu mikrokontroler akan mengaktifkan GPS untuk mendeteksi lokasi pelapor, dan mengirimkan ke instansi terkait melalui aplikasi android, SMS, atau e-mail. Ketika data berhasil dikirim, maka pada LCD menampilkan pemberitahuan. Pada pengujian didapatkan hasil kesalahan GPS sebesar 34%, sedangkan push button sebesar 0% , proses pengiriman dan penerimaan data memiliki toleransi waktu yang tidak lebih dari 15 detik. Dari pengujian dapat disimpulkan bahwa realisasi alat dan aplikasi sudah sesuai dengan spesifikasi yang dirancang
Pendekatan Metode ABC Pada Toko X untuk Pengendalian Persediaan Barang
Retail industry competition is so tight, one of which is cost efficiency, which can be done by controlling inventory. Store X is one of the modern retail stores in Indonesia. Store X sells various types of fast-moving consumer goods (FMCG). The company implements a make to stock system to meet consumer demand. The amount of inventory in the warehouse is not in accordance with consumer demand so that there is a buildup of goods in the warehouse which results in high inventory costs. In addition, some of the goods sold have low stock, even though there is a lot of consumer demand. Conditions like this will result in losses for the company. Category A 30% total goods Rp. 38.235.557,-. Classification B 20% total goods worth Rp. 7.748.157,-. Category C 50%. value of Rp. 4.552.842,- Economical order at shop X, for stock of item A, namely mineral water A PET 600 ml, the order is made when stock is 7 pcs, safety stock is 46 pcs. Mineral water A PET 1500 ML ordering supplies 7 pcs, safety supplies 52 pcs. Bear brand milk 12 ml with order when stock is 11 pcs, safety stock 39 pcs.Persaingan industri retail begitu ketat, salah satu nya yaitu dengan efisiensi biaya, yang dapat dilakukan dengan mengendalikan persediaan. Toko X merupakan salah satu toko retail modern yang ada di Indonesia. Toko X menjual berbagai macam jenis barang fast moving consumer goods (FMCG). Perusahaan menerapkan sistem make to stock untuk memenuhi permintaan konsumen. Jumlah persediaan barang di gudang, tidak sesuai dengan permintaan konsumen sehingga terjadi penumpukan barang di gudang yang mengakibatkan tingginya biaya persediaan. Selain itu beberapa barang yang dijual mempunyai stok menipis, padahal permintaan konsumen banyak. Kondisi seperti ini akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan. Kategori A 30% jumlah barang sebesar Rp. 38.235.557,-. Klasifikasi B 20% jumlah barang senilai Rp. 7.748.157,-. Kategori C 50%. nilai Rp. 4.552.842,- Pemesanan ekonomis pada toko X, untuk persediaan barang A yaitu air mineral A PET 600 ml, pemesanan dilakukan saat persediaan 7 pcs, persediaan pengaman 46 pcs. Air mineral A PET 1500 ML pemesanan persediaan 7 pcs, persediaan pengaman 52 pcs. Susu bear brand 12 ml dengan pemesanan saat persediaan 11 pcs, persediaan pengaman 39 pcsKata kunci: persediaan barang, metode ABC, pemesanan ekonomis (ROP)
Aplikasi Filter Digital untuk Citra Mengandung Derau Salt and Pepper Menggunakan Metode Directional Weighted Minimum Deviation
Telecommunications technology growing rapidly, from the initial communication using letters, and now has reached the stage of image and video communication. In the process of transmitting data, both sound and images cannot be separated from noise. One solution to answer these problems is develop Digital Filter technology. In this research, a digital filter realized with an image object using the DWMD Filter method by detecting the type of salt and pepper noise. The DWMD Filter is a direction and standard deviation based digital data processing that improves the Median filter. With the PSNR, it is known that DWMD can produce better images than the Median Filter. This DWMD Filter method is coupled with an automatic Threshold determination to help the filter process to be faster where the largest PSNR difference is taken. The experimental results show that at a noise level of 5% - 65% the DWMD method produces a PSNR of 21-36 dB compared to the Median Filter of 13-29 dB. This research has an output in the form a desktop application that is equipped with features that can add salt and pepper noise in various densities and access images that can be converted into grayscale format.Teknologi telekomunikasi berkembang begitu pesat, dari yang semula berkomunikasi menggunakan surat, berkembang komunikasi suara menggunakan telepon hingga kini telah sampai pada tahap komunikasi gambar dan video. Dalam proses pentransmisian data baik suara maupun gambar tidak terlepas dari adanya derau. Salah satu solusi dalam menjawab permasalahan tersebut adalah dengan mengembangkan teknologi Filter Digital. Dalam penelitian ini direalisasikan sebuah Filter digital dengan objek gambar menggunakan metode DWMD (Directionan Weighted Minumum Deviation) Filter dengan mendeteksi jenis derau salt and pepper. Metode DWMD Filter adalah metode pengolahan data digital berbasis arah dan standar deviasi yang memperbaiki Median Filter. Dengan membandingkan parameter PSNR maka diketahui bahwa DWMD dapat menghasilkan gambar lebih baik dari Median Filter. Metode Filter DWMD ini ditambah dengan penentuan Threshold otomatis untuk membantu proses filter menjadi lebih cepat dimana diambil selisih PSNR terbesar. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa pada level derau 5% - 65% metode DWMD menghasilkan PSNR bernilai 21-36 dB dibandingkan dengan Median Filter sebesar 13-29 dB. Penelitian ini memiliki output berupa aplikasi desktop yang dilengkapi dengan fitur-fitur yang dapat menambahkan derau salt and pepper pada berbagai densitas dan mengakses citra yang dapat diubah ke dalam format grayscale
Unit Ultrafiltrasi-Karbon Aktif-Resin Penukar Ion Terintegrasi untuk Pengolahan Air Sumur Menjadi Air Minum
The availability of healthy well water is still become a problem in several areas in Indonesia, including Cimahi City, West Java. In general, the well water is treated using sand filter and adsorbent (either activated carbon or zeolite). However, the conventional methods produced unsafe drinking water, which does not meet drinking water standards. This study proposed integrated polysulfone ultrafiltration (UF), activated carbon (KA), and ion exchange resin (IE), as an alternative technology. The UF membrane provided a permeate flux of 42 L.m-2h-1. Based on Hermia’s model, the fouling was dominated by total and standard fouling with R2 values of 0.8989 and 0.8952, respectively. During the 2 (two) hours of filtration, the permeate flux decreased by 19%. Based on data from the analysis of water products, the UF-KA unit reduced hardness, organic matter, iron, and other contaminants to below the threshold value for drinking water quality standards. However, the concentration of manganese compounds was still 0.601 mg/L above the standard threshold (0.4 mg/L). With the addition of the IE unit after the UF-KA process, the water products produced meet the drinking water quality standards. The removal of turbidity, iron, and manganese by the UF-KA-IE was 95.9%, 99.9%, and 72.5%Ketersediaan air sumur yang terbebas dari kontaminan organik dan zat mineral masih menjadi permasalahan di beberapa daerah di Indonesia. Pada umumnya, air sumur diolah secara fisik dengan menggunakan sand filter dan adsorben (karbon aktif atau zeolit) atau integrasi keduanya. Walaupun prosesnya sederhana, produk air belum memenuhi standar baku mutu air minum. Penelitian ini mengusulkan teknologi terintegrasi ultrafiltrasi berbasis polisulfon (UF), karbon aktif (KA), dan resin penukar ion (Ion Exchange/IE) sebagai alternatif pengolahan air sumur menjadi air baku untuk minum. Membran UF memiliki fluks permeat sebesar 42 L.m-2h-1. Hasil analisa menggunakan model Hermia menunjukkan bahwa fouling yang terbentuk didominasi oleh fouling total dan standard dengan nilai R2 masing-masing sebesar 0.8989 dan 0.8952. Selama 2 (dua) jam proses filtrasi, penurunan fluks permeat sebesar 19%. Berdasarkan data hasil analisa produk air, unit UF-KA mampu menurunkan kesadahan, zat organik, zat besi, dan kontaminan lainnya hingga di bawah nilai ambang batas kontaminan untuk standar baku mutu air minum. Namun konsentrasi senyawa mangan masih sebesar 0,601 mg/L di atas ambang batas standar (0,4 mg/L). Dengan penambahan unit IE setelah proses UF-KA, produk air yang dihasilkan memenuhi standar baku mutu air minum. Penyisihan turbiditas, besi, dan mangan untuk unit UF-KA-IE adalah masing-masing sebesar 95,9%; 99,9%; dan 72,5%
Dampak Pembangunan Minapolitan Terhadap Kinerja Lalu Lintas
The development of the minapolitan tourist area in Semarang City, is expected to generate attraction and generation of new trips. The development of this area will have an impact on the performance of the surrounding traffic. The purpose of this research is to analyze and predict the impact of traffic due to the development of the minapolitan area and provide recommendations for mitigation. Primary data collection is carried out through direct field surveys, including instantaneous speed surveys, inventory of sections and intersections, traffic volume, public transport and pedestrians and secondary data obtained from data from related agencies. The impact during the construction period is the mobilization of heavy equipment, the pull, and generation of worker activities, safety, and health issues. Meanwhile, during the operational period, namely the availability of parking space, pedestrian activity, geometric roads and entrance, and exit design as well as traffic safety and smoothness, the performance of sections and intersections, has increased from the existing stage, the construction period, the operational period to the next 5 years from the operational period. The results of the analysis show that minapolitan development will cause travel attraction of 103.31 pcu/hour and a generation of 102.82 pcu/hour.Pembangunan kawasan wisata minapolitan di Kota Semarang, diperkirakan akan menimbulkan tarikan dan bangkitan perjalanan baru. Pembangunan kawasan tersebut akan berdampak kepada kinerja lalu lintas disekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dan memprediksi dampak lalu lintas akibat adanya pembangunan Kawasan minapolitan dan memberikan rekomendasi untuk mitigasinya. Dalam pengumpulan data primer dilakukan melalui survei langsung dilapangan antara lain survei kecepatan sesaat, inventarisasi ruas dan simpang, volume lalu lintas, angkutan umum dan pejalan kaki serta data sekunder yang diperoleh dari data dinas terkait. Dampak yang ditimbulkan pada masa konstruksi yaitu aktivitas mobilisasi dari alat berat, tarikan dan bangkitan aktivitas pekerja, masalah keselamatan dan kesehatan. Sedangkan pada masa operasional yaitu ketersediaan lahan parkir, aktivitas pejalan kaki, geometrik jalan dan desain pintu masuk dan keluar serta keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Kinerja ruas dan simpang Sumurgunung mengalami kenaikan dari tahap eksisting, masa konstruksi, masa operasional sampai dengan masa 5 tahun mendatang dari masa operasional. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa pembangunan minapolitan akan menimbulkan tarikan perjalanan sebesar 103,31 smp/jam dan bangkitan sebesar 102,82 smp/jam
Desain dan Realisasi Antena Mikrostrip Patch Rectangular Array dengan Slit pada Frekuensi 2620-2690 MHz untuk Aplikasi LTE
LTE (Long Term Evolution) is a fourth generation wireless communication technology that is currently used by many people. To support the implementation of LTE, we need a reliable antenna and wide bandwidth. In recent years, the demand for compact antennas, low profile and broadband antennas has increased significantly. One type of antennas used is a microstrip antenna. Microstrip antennas can be made smaller by using miniaturization techniques, such as modifying antenna geometry using slots. Microstrip antenna with slots has potential to have a wide bandwidth and antenna array technique to increase gain which support the needs of LTE. Therefore,the aim ofthis research is the design and realization of 4 patch microstrip array antennas with slots for LTE application This antenna is obtained to work on the frequency band 2608 – 2701 MHz, bandwidth 93 MHz at 10 dB return loss and gain of 7,24 dB. This antenna obtained an increase in gain of 4,826 dB from single element and the antenna reduction of 0,12%.LTE (Long Term Evolution) adalah teknologi komunikasi wireless generasi keempat yang digunakan oleh mayoritas masyarakat. Untuk mendukung implementasi LTE ini dibutuhkan sebuah perangkat antena yang handal dan memiliki bandwidth yang lebar. Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan untuk antena compact, low profile, dan broadband antena telah meningkat secara signifikan. Antena mikrotrsip merupakan jenis antena yang digunakan. Antena mikrostrip ini dapat dibuat lebih kecil dengan menggunakan teknik miniaturisasi, seperti memodifikasi geometri antena dengan menggunakan slot. Antena mikrostrip dengan slot memiliki potensi memiliki bandwidth yang lebar dan teknik array antena untuk meningkatkan gain yang menunjang untuk kebutuhan aplikasi LTE. Oleh sebab itu, tujuan dari penelitian ini adalah dilakukan desain dan realisasi antena mikrostrip array 4 patch dengan slot yang digunakan pada aplikasi LTE. Pada penelitian ini telah menghasilkan antena yang bekerja pada band frekuensi 2608-2701 MHz, bandwidth 93 MHz dan gain sebesar 7,24 dB. Antena ini pun mengalami peningkatan gain sebesar 4.826 dB dari single element dan mengalami reduksi antena sebesar 0,12%
Penelitian Pengaruh Arus Listrik pada Penyambungan AISI 1010 dan 304 dengan Teknik Spot Welding
Proses Ias titik (Spot Welding) merupakan salah satu jenis proses pengelasan tahanan listrik (Elektrik Resistance Welding), dimana pelat yang akan dilas dijepit pada tempat sambungan dengan menggunakan sepasang elektroda dan kemudian dialiri arus listrik yang besar dalam waktu yang singkat, proses pengelasan titik ini hanya dapat dilakukan untuk penyambungan pelat-pelat tipis.
Baja karbon dan baja tahan karat (Stainless steel) sangat umum digunakan dalam, industri logam dan industri berat maupun ringan. Baja tahan karat sendiri memiliki sifat yang berbeda dengan baja karbon, sehingga apabila kedua material tersebut disambung dengan mengunakan las titik (spot welding) akan mengalami perubahan-perubahan metalurgi yang rumit, deformasi dan tegangan-tegangan termal. Karena perubahan tersebut maka dengan sendirinya sifat-sifat mekanik yang dimilikinya juga akan berubah. Perubahan yang terjadi dikarenakan adanya panas dari proses pengelasan tersebut, sehingga logam disekitar pengelasan mengalami siklus termal yang cepat. Salah satunya arus, arus las yang berlebihan akan menyebabkan pemanasan logam yang berlebihan dan menghasilkan dalamnya identasi, arus yang terlalu kecil dapat mengakibatkan benda kerja tidak mencair sebagian terutama pada daerah permukaan kontak antara benda kerja.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka kondisi pengelasan yang dianggap optimal adalah kondisi pengelasan pada kelompok A dengan arus pengelasan 3800 amper pada spesimen A1Proses Ias titik (Spot Welding) merupakan salah satu jenis proses pengelasan tahanan listrik (Elektrik Resistance Welding), dimana pelat yang akan dilas dijepit pada tempat sambungan dengan menggunakan sepasang elektroda dan kemudian dialiri arus listrik yang besar dalam waktu yang singkat, proses pengelasan titik ini hanya dapat dilakukan untuk penyambungan pelat-pelat tipis.
Baja karbon dan baja tahan karat (Stainless steel) sangat umum digunakan dalam, industri logam dan industri berat maupun ringan. Baja tahan karat sendiri memiliki sifat yang berbeda dengan baja karbon, sehingga apabila kedua material tersebut disambung dengan mengunakan las titik (spot welding) akan mengalami perubahan-perubahan metalurgi yang rumit, deformasi dan tegangan-tegangan termal. Karena perubahan tersebut maka dengan sendirinya sifat-sifat mekanik yang dimilikinya juga akan berubah. Perubahan yang terjadi dikarenakan adanya panas dari proses pengelasan tersebut, sehingga logam disekitar pengelasan mengalami siklus termal yang cepat. Salah satunya arus, arus las yang berlebihan akan menyebabkan pemanasan logam yang berlebihan dan menghasilkan dalamnya identasi, arus yang terlalu kecil dapat mengakibatkan benda kerja tidak mencair sebagian terutama pada daerah permukaan kontak antara benda kerja.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka kondisi pengelasan yang dianggap optimal adalah kondisi pengelasan pada kelompok A dengan arus pengelasan 3800 amper pada spesimen A
Perencanaan Jaringan Backbone Jawa EEFO (Expansion and Extension Fiber Optik) PT. Telkom
Sistem komunikasi serat optik menjadi pilihan utama dalam penyediaan jaringan transport karena kemampuannya mentransmisikan informasi dalam kapasitas besar. Jaringan transport backbone Jawa
PT.TELKOM yang menghubungkan sentral-sentral utama di pulau Jawa saat ini berbasis Synchronous Digital Hierarchy (SDH) dengan kapasitas transmisi STM-16 yang setara dengan 2,5 Gbps. Jaringan transport backbone eksisting PT TELKOM yang sudah ada tidak akan mampu lagi melayani permintaan trafik yang semakin besar selama lima tahun mendatang. Ada tiga cara untuk mengoptimalkan kapasitas transmisi Jaringan transport EEFO yang sudah ada. Pertama dengan menggelar jaringan serat optik yang baru, kedua dengan meningkatkan level multipleks SDH dari STM-16 menjadi STM-64 dan cara ketiga dengan mengimplementasikan Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM). Dengan memperhatikan beberapa faktor antara lain Jaktor ekonomis, Jleksibilitas dan kebutuhan kapasitas Jangka panjang maka solusi dengan mengimplementasikan sistem DWDM merupakan solusi yang paling cocok antara lain tidak memerlukan penggelaran serat optik baru tetapi memanfaatkan fiber eksisting dan mengintegrasikan perangkat SDH yang sudah ada dengan perangkat DWDM, bersifat expandable dan bersifat terbuka terhadap protokol dan format sinyal.Sistem komunikasi serat optik menjadi pilihan utama dalam penyediaan jaringan transport karena kemampuannya mentransmisikan informasi dalam kapasitas besar. Jaringan transport backbone Jawa
PT.TELKOM yang menghubungkan sentral-sentral utama di pulau Jawa saat ini berbasis Synchronous Digital Hierarchy (SDH) dengan kapasitas transmisi STM-16 yang setara dengan 2,5 Gbps. Jaringan transport backbone eksisting PT TELKOM yang sudah ada tidak akan mampu lagi melayani permintaan trafik yang semakin besar selama lima tahun mendatang. Ada tiga cara untuk mengoptimalkan kapasitas transmisi Jaringan transport EEFO yang sudah ada. Pertama dengan menggelar jaringan serat optik yang baru, kedua dengan meningkatkan level multipleks SDH dari STM-16 menjadi STM-64 dan cara ketiga dengan mengimplementasikan Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM). Dengan memperhatikan beberapa faktor antara lain Jaktor ekonomis, Jleksibilitas dan kebutuhan kapasitas Jangka panjang maka solusi dengan mengimplementasikan sistem DWDM merupakan solusi yang paling cocok antara lain tidak memerlukan penggelaran serat optik baru tetapi memanfaatkan fiber eksisting dan mengintegrasikan perangkat SDH yang sudah ada dengan perangkat DWDM, bersifat expandable dan bersifat terbuka terhadap protokol dan format sinyal
Usulan Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Berbasis Persepsi Pelanggan Di Apotek "ATING III" Dayeuh Kolot, Bandung
Kualitas pelayanan merupakan perbedaan antara harapan dengan kinerja pelayanan yang dirasakan oleh pelanggan (Model Gap). Salah satu pendekatan pengukuran kualitas pelayanan yang banyak dijadikan acuan dalam riset pasar adalah Metode Servgual (Service Quality) yang dikembangkan oleh Zeithaml, Parasuraman dan Berry (1990). Metode Servgual mengidentifikasi 5 dimensi sebagai faktor yang dipertimbangkan oleh pelanggan dalam menilai kualitas suatu jasa/pelayanan, yaitu: Reliability, Tangibility, Responsiveness, Assurance dan Emphaty.
Apotek “Ating III†merupakan salah satu cabang Apotek Ating yang mempunyai persentase keuntungan paling kecil dibandingkan dengan cabang lainnya. Persentase laba yang diperoleh apotek “Ating III†dari laba keseluruhan apotek Ating pada tahun 2002 adalah sebesar 4,12% dan pada tahun 2003 sebesar 3,73%. Dari data tersebut dapat terlihat bahwa laba yang diperoleh menandakan adanya penurunan kinerja yang dimiliki oleh apotek “Ating IIIâ€. Salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam usaha peningkatan kinerja apotek “Ating III†adalah faktor pelayanan.
Dari penelitian yang dilakukan di apotek “Ating III†mengenai kualitas pelayanan terhadap pelanggannya, diperoleh nilai total Servgual sebesar -0,81. Hal ini menunjukan bahwa kualitas pelayanan yang dilakukan oleh apotek “Ating III†relatif belum memuaskan.Kualitas pelayanan merupakan perbedaan antara harapan dengan kinerja pelayanan yang dirasakan oleh pelanggan (Model Gap). Salah satu pendekatan pengukuran kualitas pelayanan yang banyak dijadikan acuan dalam riset pasar adalah Metode Servgual (Service Quality) yang dikembangkan oleh Zeithaml, Parasuraman dan Berry (1990). Metode Servgual mengidentifikasi 5 dimensi sebagai faktor yang dipertimbangkan oleh pelanggan dalam menilai kualitas suatu jasa/pelayanan, yaitu: Reliability, Tangibility, Responsiveness, Assurance dan Emphaty.
Apotek “Ating III†merupakan salah satu cabang Apotek Ating yang mempunyai persentase keuntungan paling kecil dibandingkan dengan cabang lainnya. Persentase laba yang diperoleh apotek “Ating III†dari laba keseluruhan apotek Ating pada tahun 2002 adalah sebesar 4,12% dan pada tahun 2003 sebesar 3,73%. Dari data tersebut dapat terlihat bahwa laba yang diperoleh menandakan adanya penurunan kinerja yang dimiliki oleh apotek “Ating IIIâ€. Salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam usaha peningkatan kinerja apotek “Ating III†adalah faktor pelayanan.
Dari penelitian yang dilakukan di apotek “Ating III†mengenai kualitas pelayanan terhadap pelanggannya, diperoleh nilai total Servgual sebesar -0,81. Hal ini menunjukan bahwa kualitas pelayanan yang dilakukan oleh apotek “Ating III†relatif belum memuaskan