Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Not a member yet
    280 research outputs found

    Karakteristik Termal Material Komposit Berbahan Dasar Polipropilena dan Batang Pisang

    No full text
    Thermal insulation in a residence can help keep the room\u27s temperature stable, allowing maximum comfort at work and relaxation. Because of its low thermal conductivity value of 0.1166 W/mK, banana stem fiber (BP) is an environmentally friendly thermal insulation material, while the matrix uses polypropylene (PP). Because excessive polypropylene production can pollute the environment, recycled polypropylene (PPDU) should be investigated as a candidate matrix. This study employs compression molding at a pressure of 8 MPa and a temperature of 170 °C for 60 minutes, with volume fractions of banana stem fibers varying by 10%, 30%, and 50%, as well as different matrix types, namely PP and PPDU. The manufacturing results were then evaluated using density and thermal conductivity tests. The density testing results for BP/PP and BP/PPDU decreased as more volume fractions were added. This phenomenon can occur as a result of void formation during the manufacturing process. Furthermore, the thermal conductivity values for BP/PP increased from 0.37 to 0.89 W/mK and from 0.58 to 0.94 W/mK for BP/PPDU, respectively. The lower the thermal conductivity value, the smaller the volume fraction of fiber. Similarly, pure PP is preferable because it has lower conductivity values than PPDU.Penggunaan insulasi termal pada hunian dapat menjadi solusi untuk menjaga suhu di dalam ruangan agar kenyamanan dalam bekerja dan beristirahat dapat optimum. Salah satu bahan ramah lingkungan yang dapat digunakan sebagai insulasi termal adalah serat batang pisang (BP) karena nilai konduktivitas termalnya yang rendah, yaitu 0,1166 W/mK, sedangkan matriksnya menggunakan polipropilena (PP). Produksi polipropilena yang tinggi dapat menyebabkan pencemaran lingkungan sehingga polipropilena daur ulang (PPDU) perlu dipelajari untuk dapat dijadikan matriks pada insulasi termal. Penelitian ini menggunakan compression molding pada tekanan 8 MPa dan temperatur 170°C selama 60 menit dengan variasi fraksi volume serat batang pisang sebesar 10%, 30% dan 50% dan variasi jenis matriks, yaitu PP dan PPDU. Kemudian, hasil manfaktur dikarakterisasi menggunakan uji densitas dan uji konduktivitas termal. Hasil pengujian densitas pada BP/PP dan BP/PPDU menurun seiring dengan penambahan fraksi volume berturut-turut. Hal ini dapat terjadi akibat pembentukan void selama proses manufaktur berlangsung. Selain itu, nilai konduktivitas termal masing-masing meningkat dari 0,37 ke 0,89 W/mK untuk BP/PP dan dari 0,58 ke 0,94 W/mK untuk BP/PPDU. Dapat disimpulkan bahwa semakin kecil fraksi volume serat akan menghasilkan nilai konduktivitas termal lebih rendah. Begitu pula dengan penggunaan PP murni yang lebih diminati karena memberikan nilai konduktifitas yang lebih rendah dibanding PPDU

    Karakterisasi Asam Lemak dan Aktivitas Antioksidan Minyak Hasil Ekstraksi Biji Kelor

    No full text
    Diversity of plants that are sources of vegetable oil grows abundantly in Indonesia, making Indonesia have potential to become a large vegetable oil-producing country. Moringa plant is one of plants predicted to have new potential as a vegetable oil-producing plant. The seeds of Moringa plant, which contain 35–40% oil, are used for various purposes such as pharmaceutical, cosmetic, and automotive industries. Saturated fatty acids contained oleic acid, palmitic acid, stearic acid, behenic acid, and arachidic acid which are beneficial for health. Moringa seed oil also contains antioxidants, antimicrobials, and vitamins C, E, B1, and B2. Oil extraction from Moringa seeds in this study used mechanical pressing method with moisture content of Moringa seeds 8 and 16% w/w. The pressing temperature varied at 80oC, 100oC, and 120oC. Characterization of fatty acid composition of Moringa seed oil was obtained by fatty acid content of 74.6–79.9% oleic acid, 5.77–7.78% palmitic acid, 4.71–5.48% stearic acid, 4.83–8.71% behenic acid, and 2.76–6.5% arachidic acid. Highest antioxidant activity was obtained at a pressing temperature of 80oC with a moisture content of 8% Moringa seeds, resulting in an IC50 value of 67.4 ppm which is included in compounds with strong antioxidant activity.Keanekaragaman tumbuhan yang menjadi sumber minyak nabati tumbuh subur di Indonesia, menjadikan Indonesia berpotensi sebagai negara penghasil minyak nabati yang besar. Tanaman kelor merupakan salah satu tanaman yang digadang-gadang sebagai potensi baru sebagai tanaman penghasil minyak nabati. Biji dari tanaman kelor yang mengandung 35-40% minyak, dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti industri farmasi, kosmetik, dan otomotif. Asam lemak jenuh yang terkandung meliputi asam oleat, asam palmitat, asam stearat, asam behenat, dan asam arakidat yang bermanfaat untuk kesehatan. Minyak biji kelor juga mengandung antioksidan, anti mikroba, vitamin C, vitamin E, vitamin B1 dan B2. Pengambilan minyak dari biji kelor pada penelitian ini menggunakan metode pengepresan mekanis dengan kadar air biji kelor 8 dan 16% b/b. Temperatur pengepresan divariasikan pada 80oC, 100oC, dan 120oC. Karakterisasi komposisi asam lemak minyak biji kelor diperoleh dengan kandungan asam lemak yaitu asam oleat 74,6–79,9%, asam palmitat sebesar 5,77–7,78%, asam stearat 4,71–5,48%, asam behenat 4,83–8,71%, dan asam arakidat sebesar 2,76–6,5%. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh pada kondisi temperatur pengepresan 80oC dengan kandungan kadar air biji kelor 8%, menghasilkan nilai IC50 sebesar 67,4 ppm yang termasuk dalam senyawa dengan aktivitas antioksidan kuat

    Rancang Bangun Sistem Pemantauan Suhu dan Kelembapan pada Mesin Tetas Telur Penyu Berbasis IoT Di Penangkaran Penyu Batu Hiu Pangandaran

    No full text
    Chelonioidea or Sea turtle is an animal that is currently on the verge of extinction. Smart THEM prototype is designed to be able to maintain temperature of the sand medium in male mode (27–29oC) and female (29–32oC) using DS18B20 temperature sensor, and maintain the humidity of the sand medium (37.5%–50.2 %) using a capacitive soil moisture sensor with an indicator of the remaining water in the tank using an ultrasonic sensor. Turtle eggs incubated at high temperatures will give birth to female turtles, and at low temperatures, male turtles. This tool also utilizes internet networks for remote monitoring through the Blynk application by using a Mega+Wi-Fi microcontroller. In the test, Smart THEM is able to maintain the temperature in the male mode, which is 27.87–28.19 0C, and in the female mode, which is 30.19–30.31oC. Smart THEM is also able to maintain humidity between 45%-48%. The response time needed to increase temperature by 0.5oC is 20 minutes, and the humidity by 20% is 3 seconds. Blynk application is able to acquire temperature and humidity, and remaining water data in the tank from Smart THEM via internet.Chelonioidea atau Penyu termasuk hewan yang saat ini berada di ambang kepunahan. Sebagai upaya pelestarian penyu, KPBL Batu Hiu membuat sebuah penetasan telur penyu semi alami, namun suhu dan kelembapannya masih tergantung dengan cuaca sekitar. Untuk menangani masalah tersebut, sebuah mesin tetas telur penyu bernama “Smart turtle hatchery egg machine” (“Smart THEM”) dibuat untuk dapat menjaga suhu dan kelembapan media pasir. Prototipe “Smart THEM” dirancang untuk dapat menjaga suhu media pasir pada mode jantan (27–29oC) dan mode betina (29–32oC) menggunakan sensor suhu DS18B20, dan menjaga kelembapan media pasir (37,5%–50,2%) menggunakan capacitive soil moisture sensor. Telur penyu yang diinkubasi pada suhu tinggi akan melahirkan penyu betina, dan pada suhu rendah, melahirkan penyu jantan. Prototipe tersebut dilengkapi indikator sisa air dalam tangki menggunakan sensor ultrasonik. Alat ini juga memanfaatkan jaringan internet sehingga dapat dilakukan pemantauan jarak jauh melalui aplikasi Blynk. Sistem ini dikontrol menggunakan mikrokontroler Mega+Wi-Fi. Dalam pengujiannya “Smart THEM” mampu menjaga suhu pada mode jantan yaitu 27,87–28,19oC, dan mode betina yaitu 30,19–30,31oC. Selain itu “Smart THEM” juga mampu menjaga kelembapan antara 45%–48%. Respon waktu yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu sebesar 0,5oC adalah 20 menit, dan untuk menaikkan kelembapan sebesar 20% adalah 3 detik

    Analisis Daya Dukung dan Penurunan Fondasi Tiang dengan Berbagai Metode

    No full text
    A bridge is the main infrastructure that connects two parts that are cut off due to an obstacle that cannot be built conventionally. To expedite and facilitate land transportation, bridges are needed to connect one region to the next. The foundation is one part of building construction which functions to place the building and transmit the load distributed from the upper structure to the foundation soil which is strong enough to support it without differential settlement occurring in the structural system. At this project location, a type of suspension bridge was chosen using a Strauss pile foundation. The aim of this research is to analyze the bearing capacity and settlement of foundations based on Standard Penetration Test (SPT) data, laboratory tests and sondir/Cone Penetration Test (CPT). In this study, the depth and diameter used are the same, the only difference is the method used. Based on the analysis results, the bearing capacity value using N-SPT data was 2021.72 kN, while the permit carrying capacity value using Laboratory and Sondir data was 1108.98 kN and 804.71 kN respectively.Jembatan adalah prasarana utama yang menghubungkan dua bagian yang terputus akibat suatu rintangan yang tidak dapat dibangun jalur secara konvensional. Untuk memperlancar dan memudahkan transportasi darat dibutuhkan jembatan guna menghubungkan wilayah satu ke wilayah berikutnya. Fondasi menjadi salah satu bagian konstruksi bangunan gedung yang bertugas menempatkan bangunan dan memindahkan beban terdistribusi dari bangunan atas ke lapisan tanah bawah yang cukup kuat untuk menopangnya tanpa menimbulkan penurunan diferensial pada sistem struktur. Pada lokasi proyek ini dipilih jenis jembatan gantung dengan menggunakan fondasi tiang pancang Strauss. Tujuan dari pekerjaan ini adalah menganalisis daya dukung dan penurunan fondasi berdasarkan data standar uji penetrasi (SPT), uji laboratorium dan sondir/Cone Penetration Test (CPT). Pada penelitian ini kedalaman dan diameter yang digunakan sama yang membedakan hanya pada penggunaan metode nya. Berdasarkan hasil analisis didapat nilai daya dukung tanah menggunakan data N-SPT sebesar 2021,72 kN sedangkan nilai daya dukung izin menggunakan data Laboratorium dan Sondir masing-masing didapat nilai sebesar 1108,98 kN dan 804,71 kN

    Reliability Index Assessment-Section Technique pada Distribusi Listrik Penyulang Suci Menggunakan Software ETAP

    No full text
    Problems that often occur with electricity distribution network quality, continuity and availability services consumers. Study aims evaluate reliability of the 20 kV medium-voltage electricity distribution system at the Suci ULP Garut Kota feeder, where 2021 Suci feeder experienced 14 disturbances duration 791 minutes (13.1 hours), including a medium-voltage overhead line that broke 2 Phase. Determining the reliability index value electricity distribution system of the Kudus ULP Garut City feeder, mathematical calculations were carried out using RIA-section technique predetermined formula and simulated using ETAP software with study case reliability assessment. Based on the results of the study, improvement was made that the reliability value feeder was stable. Repairs were carried out 2 times, first repair, 2 fuse cutouts were installed and 4 transformers were moved, while the second repair was to divide the Suci feeder into 2 parts, namely the western Suci feeder and the eastern Suci feeder. So making these improvements the reliability index Suci feeder becomes stable and meets what has been SPLN 68-2: 1986, which is below SAIFI 3.3 times/customer/year and SAIDI 21.9 hours/customer/year.Masalah yang sering terjadi pada jaringan distribusi listrik adalah kualitas, kontinuitas dan ketersediaan layanan kepada konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keandalan sistem distribusi listrik tegangan menengah 20 kV pada penyulang Suci ULP Garut Kota, dimana pada tahun 2021 penyulang Suci mengalami 14 kali gangguan dengan durasi 791 menit (13,1 Jam), diantaranya ada saluran udara tegangan menengah putus 2 Phase dan adanya ledakan akibat terkena layangan. Dalam menentukan nilai indeks keandalan sistem pendistribusian listrik penyulang Suci ULP Garut Kota ini dilakukan perhitungan secara matematis menggunakan metode RIA-section technique dengan rumus yang telah ditentukan serta disimulasikan menggunakan software ETAP dengan study case reliability assessment. Berdasarkan hasil penelitian ini dilakukan suatu perbaikan agar nilai keandalan penyulang stabil. Perbaikan dilakukan 2 kali, untuk perbaikan yang pertama dipasang 2 buah Fuse cut out dan memindahkan 4 buah transformator, sedangkan perbaikan kedua ialah membagi penyulang Suci menjadi 2 bagian, yaitu penyulang Suci barat dan penyulang Suci timur. Maka dengan melakukan perbaikan tersebut indeks keandalan pada penyulang Suci menjadi stabil dan memenuhi apa yang telah ditetapkan oleh SPLN 68-2: 1986 yaitu dibawah SAIFI 3,3 kali/pelanggan/tahun dan SAIDI 21,9 jam/pelanggan/tahun

    Antena Multiple-Input Multiple-Output (MIMO) Array 1×4 Axe Patch Microstip pada Frekuensi 2,4 GHz

    No full text
    MIMO (Multiple-Input Multiple-Output) Antenna Technology improves wireless network performance by allowing the use of multiple transmit and receive antennas simultaneously. MIMO antennas use antenna elements in an array, such as circular microstrip antennas, to increase signal throughput and reliability. This research simulates and develops a circular microstrip antenna into a 1×4 axe MIMO with array, operating at 2.4 GHz. The simulation shows return loss (S11) -60.913 dB, insertion loss -50.439 dB, VSWR 1.001, bandwidth 116.3 MHz, and gain 5.709 dBi. The results of fabrication and measurement achieve return loss (S11) -61.69 dB, insertion loss -43.16 dB, VSWR 1.00, bandwidth 137.2 MHz at a frequency of 2.4260 GHz. Even though there is a frequency shift of 260 MHz between the simulation and measurement results, the design of this antenna is successful according to the desired specifications.Teknologi Antena MIMO (Multiple-Input Multiple-Output) meningkatkan kinerja jaringan nirkabel dengan mengizinkan penggunaan beberapa antena transmisi dan receiver secara bersamaan. Antena MIMO menggunakan elemen antena dalam array, seperti antena mikrostrip circular, untuk meningkatkan throughput dan keandalan sinyal. Penelitian ini menyimulasikan dan mengembangkan antena mikrostrip circular menjadi MIMO 1×4 axe dengan array, beroperasi pada 2,4 GHz. Simulasi menunjukkan return loss (S11) -60,913 dB, insertion loss -50,439 dB, VSWR 1,001, bandwidth 116,3 MHz, dan gain 5,709 dBi. Hasil fabrikasi dan pengukuran mencapai return loss (S11) -61,69 dB, insertion loss -43,16 dB, VSWR 1,00, bandwidth 137,2 MHz pada frekuensi 2,4260 GHz. Meskipun ada pergeseran frekuensi sebesar 260 MHz antara hasil simulasi dan pengukuran, perancangan antena ini berhasil sesuai spesifikasi yang diinginkan

    Validasi Optimasi Kekasaran Permukaan dan Keausan Tepi Pahat Proses Bubut Menggunakan Metode Taguchi dengan Data Tunggal

    No full text
    The Taguchi method uses signal-to-noise ratio (S/N) analysis to obtain optimal values and requires repeated data collection combined with control factors. However, in practice, the Taguchi method is still not in accordance with this concept, even though there are standard analysis options that do not require repeated data collection. In this study, a validation study of the Taguchi method was conducted for the case of a single data collection by comparing the optimization results obtained against standard analysis and validation experiment results. Determination of validity is carried out based on four comparison parameters, namely the combination of control factors, prediction of optimum value, deviation of optimum value prediction, and ranking of control factor influence. This research was conducted using a turning process case study. From this research, it is concluded that the Taguchi method for optimization of a single data collection is valid.Untuk mendapatkan nilai terbaik, metode Taguchi menggunakan analisis signal-to-noise (S/N), yang memerlukan pengumpulan data berulang untuk berbagai faktor kontrol. Namun, dalam praktik, metode Taguchi masih gagal memenuhi gagasan bahwa pengumpulan data hanya dilakukan satu kali saja. Ada pilihan analisis standar yang tidak memerlukan pengumpulan data berulang. Dalam kasus pengumpulan data tunggal, penelitian ini menyelidiki validasi metode Taguchi dengan membandingkan hasil eksperimen validasi dan analisis standar dengan hasil optimasi. Empat parameter perbandingan, yaitu kombinasi faktor kontrol, prediksi nilai optimum, penyimpangan dari nilai prediksi optimum, dan peringkat pengaruh faktor kontrol digunakan untuk menentukan validitas. Data studi kasus proses bubut dan permesinan bubut digunakan dalam penelitian ini. Dari penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa metode Taguchi untuk optimasi dengan pengambilan data tunggal adalah valid

    Pembangunan Model Pendeteksi Risiko Preeklamsia pada Ibu Hamil dengan Menggunakan Metode Data Mining

    No full text
    Preeclampsia is a pregnancy complication indicated by an increase in blood pressure that occurs after 20 weeks of gestation and the presence of protein in the urine. If not treated quickly, preeclampsia can lead to maternal and fetal death. Therefore, a method that can help health workers to provide early detection of preeclampsia is needed. One method that can be used is data mining. This study was conducted with the aim of developing a model based on data mining methods that can be used as a tool to identify patients with preeclampsia and also to identify associated risk factors. This study was conducted using six data mining classification algorithms on 109 obstetric clinic patient data at the Jakarta Pondok Kopi Islamic Hospital (RSIJPK). The input features used as preeclampsia detection attributes were obtained based on the results of a literature study and consultations with obstetricians. Based on the results of the model evaluation, logistic regression has the best performance in detecting preeclampsia with accuracy value of 98% and precision level of 100%. In addition, this study also designed an application prototype that can be used by health workers to quickly detect the risk of preeclampsia in pregnant women.Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang diindikasikan dengan peningkatan tekanan darah yang terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu serta keberadaan protein di dalam urine. Apabila tidak ditangani dengan cepat, preeklamsia dapat berujung pada kematian ibu dan janin. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode yang dapat membantu para tenaga kesehatan untuk dapat memberikan deteksi awal penyakit preeklamsia yang diderita oleh ibu hamil. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode data mining. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan model berdasarkan metode data mining yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi pasien dengan preeklamsia dan juga untuk mengidentifikasi faktor risiko terkait. Penelitian dilakukan dengan menggunakan enam algoritma klasifikasi data mining pada 109 data pasien klinik kandungan di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi (RSIJPK). Fitur input yang digunakan sebagai atribut deteksi Preeklamsia diperoleh berdasarkan hasil studi literatur dan hasil konsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Berdasarkan hasil evaluasi model, diperoleh logistic regression sebagai algoritma yang memiliki performansi terbaik dalam mendeteksi penyakit preeklamsia pada pasien kehamilan RSIJPK dengan nilai akurasi sebesar 98% dan tingkat presisi sebesar 100%. Selain itu, pada penelitian ini juga dirancang suatu prototipe aplikasi yang dapat digunakan oleh tenaga kesehatan untuk dapat mendeteksi risiko preeklamsia pada ibu hamil secara cepat

    Simulasi Perpindahan Panas Pada Pipa Secondary Super Heater (SSH) PLTU 600 MW dengan CFD

    Get PDF
    The boiler is an important unit in the PLTU in which there is a Superheater to heat the steam so that increase and becomes superheated steam. The problem is secondary superheater pipe bursts due to excessive heat due to the deposit of the oxide layer in it. This study aims to simulate heat transfer in SSH pipes. with Computational Fluid Dynamics, 3 models are made, without a blockage, blockage at the end, and blockage in the middle. The simulation in a steady state, boiler operational data ; pressure, temperature, velocity flow and mass flow rate. The results show different color profiles for temperature, flow velocity and pressure for the steam and for flue gas. Flue gas heat transfer rate is higher around 800,000 kW, and steam is around 80 kW, Steam mass flow rate is 0.046 kg/s while in the flue gas area it is 0.130 kg/s. The average steam flow rate is around 1 m/s, the maximum is 12 m/s in blocked pipe models, Flue gas flow rate is around 9 to 10 m/s. The average steam temperature is 600°C, and 800°C to 900°C. Steam pressure constant in 16,000,000 Pa and flue gas pressure is 100,000 Pa.Boiler merupakan unit penting pada PLTU yang didalamnya terdapat superheater untuk memanaskan uap agar panas dan kekeringannya meningkat sehingga menjadi uap panas lanjut. Permasalahan terjadi pipa secondary superheater pecah karena mengalami panas berlebih akibat adanya deposit lapisan oksida didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menyimulasikan perpindahan panas pada pipa SSH yang mengalami pecah. Dengan menggunakan Computational Fluid Dynamics model pipa dibuat 3 model yaitu tanpa sumbatan, sumbatan di ujung , dan pipa dengan sumbatan di tengah. Simulasi dilakukan dalam steady state, data operasional boiler seperti parameter tekanan, temperatur, kecepatan aliran dan laju aliran massa. Hasil simulasi menampilkan profil warna yang berbeda-beda untuk temperatur, kecepatan aliran dan tekanan untuk uap di dalam pipa dan untuk flue gas di luar pipa. Heat transfer rate area flue gas lebih tinggi sekitar 800.000 kW, area uap di dalam pipa sekitar 80 kW, mass flow rate uap sebesar 0,046 kg/s sedangkan di area flue gas sebesar 0,130 kg/s. Kecepatan aliran uap rata-rata berkisar 1 m/s, maksimum 12 m/s pada model pipa dengan sumbatan, kecepatan aliran flue gas rata-rata berkisar 9 sampai 10 m/s. Temperatur uap rata-rata 600°C, dan 800°C hingga 900°C. Tekanan uap tidak mengalami perubahan yaitu sebesar 16.000.000 Pa dan tekanan flue gas 100.000 Pa

    Sistem Monitoring Kualitas Air pada Akuarium Budidaya Ternak Ikan Guppy Menggunakan Mikrokontroler Berbasis IoT

    Get PDF
    Ornamental fish cultivation in Indonesia is growing rapidly, data from Ministry of Maritime Affairs and Fisheries (KKP) shows at least 4.720 species of fish, freshwater, and marine, 650 species are ornamental fish. KKP also noted that the production of ornamental fish increased, commodities increased significantly were Guppy (82.5%), Koki (61.7%), Corydoras (38.6%), Betta (16.4%) and Koi (8.9%). In order to produce quality fish, air quality such as pH, TDS, and temperature must be considered. Ornamental fish can survive conditions with pH value of 6.5-8.5, TDS value of 200 ppm and temperature below 28-32°C. The study designed an air quality monitoring system using a microcontroller based on IoT. The sensors used to measure water quality parameters are PH4502C, SEN0244, and DS18B20. The value read by the sensor will be collected and processed in microcontroller, microcontroller used in this system is Arduino Uno. The processed data will be sent to broker via NodeMCU using MQTT protocol. After data arrives at broker, data will be generated by two interfaces, interface is dashboard and augmented reality. The results of this system experiment present that data experiments it can be seen error rate of the pH sensor is 0.80, TDS 1.89, and temperature sensor 1.18.Budidaya ikan hias di Indonesia sedang berkembang pesat, data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukan setidaknya ada 4.720 jenis ikan baik tawar maupun laut dan 650 spesies diantaranya adalah ikan hias. KKP juga mencatat produksi ikan hias mengalami peningkatan, komoditas yang meningkat cukup signifikan yaitu Guppy (82,5%), Koki (61,7%), Corydoras (38,6%), Cupang (16,4%) dan Koi (8,9%). Agar menghasilkan ikan yang berkualitas, kualitas air seperti pH, TDS, dan suhu harus diperhatikan. Ikan hias bisa bertahan hidup dalam kondisi nilai pH 6,5-8,5, nilai TDS dibawah 200 ppm, dan suhu sekitar 28-32°C. Penelitian ini merancang sebuah sistem monitoring kualitas air menggunakan mikrokontroler berbasi IoT. Sensor yang digunakan untuk mengukur parameter-parameter kualitas air adalah PH4502C, SEN0244, dan DS18B20. Nilai yang terbaca oleh sensor akan dikumpulkan dan diolah di mikrokontroler, mikrokontroler yang digunakan dalam sistem ini adalah Arduino Uno. Data yang telah diolah akan dikirimkan ke broker melalui NodeMCU dengan menggunakan protokol MQTT. Setelah data sampai di broker data akan ditampilkan oleh dua interface yaitu dashboard dan augmented reality. Hasil dari percobaan sistem ini mempresentasikan pada pengambilan data dapat diketahui bahwa persentase tingkat kesalahan dari sensor pH 0,80, TDS 1,89, dan sensor suhu senilai 1,18

    104

    full texts

    280

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇