Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Not a member yet
    280 research outputs found

    Evaluasi Fungsional Perkerasan Jalan Dengan Menggunakan Metode Pavement Condition Index (PCI) Studi Kasus Ruas Jalan Cihampelas — Bandung

    No full text
    Studi evaluasi kondisi kerusakan jalan pada penelitian dilakukan melalui survei visual sesuai dengan prosedur metode PCI, yaitu dengan mengukur panjang, lebar, dalam serta luasan dari tiap kerusakan yang terjadi, tingkat kerusakan yang terjadi dan density kerusakan. Kategori jenis kerusakan yang ditinjau adalah alligator cracking, bleeding, block cracking, bumps and sags, corrugation, depression, edge cracking, joint reflection, lane/shoulder drop off, longitudinal and transverse cracking, patching and utility cut patching, polished aggregate, potholes, railroad crossings, rutting, shoving, slippage cracking, swell, weathering and ravelling. Untuk analisa pengambilan keputusan digunakan metode pendekatan Pavement Condition Index (PCI). Studi dilakukan terhadap ruas jalan Cihampelas Bandung, dengan panjang jalan yang diamati sepanjang 2,8 km yang dibagi dalam 56 segmen jalan dimana tiap segmen panjangnya 50 m. Jenis kerusakan yang terjadi pada ruas jalan Cihampelas Bandung terdiri dari ravelling, alligator cracking, patching, longitudinal and transverse cracking, shoving, corrugation, depression, potholes dan rutting. Hasil analisa menggunakan metode PCI didapat nilai PCI terendah di tiap unit sampel jalan Cihampelas yaitu pada unit sampel 14 dengan nilai PCI 42 dengan kualitas kondisi perkerasan fair.Studi evaluasi kondisi kerusakan jalan pada penelitian dilakukan melalui survei visual sesuai dengan prosedur metode PCI, yaitu dengan mengukur panjang, lebar, dalam serta luasan dari tiap kerusakan yang terjadi, tingkat kerusakan yang terjadi dan density kerusakan. Kategori jenis kerusakan yang ditinjau adalah alligator cracking, bleeding, block cracking, bumps and sags, corrugation, depression, edge cracking, joint reflection, lane/shoulder drop off, longitudinal and transverse cracking, patching and utility cut patching, polished aggregate, potholes, railroad crossings, rutting, shoving, slippage cracking, swell, weathering and ravelling. Untuk analisa pengambilan keputusan digunakan metode pendekatan Pavement Condition Index (PCI). Studi dilakukan terhadap ruas jalan Cihampelas Bandung, dengan panjang jalan yang diamati sepanjang 2,8 km yang dibagi dalam 56 segmen jalan dimana tiap segmen panjangnya 50 m. Jenis kerusakan yang terjadi pada ruas jalan Cihampelas Bandung terdiri dari ravelling, alligator cracking, patching, longitudinal and transverse cracking, shoving, corrugation, depression, potholes dan rutting. Hasil analisa menggunakan metode PCI didapat nilai PCI terendah di tiap unit sampel jalan Cihampelas yaitu pada unit sampel 14 dengan nilai PCI 42 dengan kualitas kondisi perkerasan fair

    Analisis Dampak Lalu Lintas Akibat Pengoperasian Baros Information Technology Creative (BITC) Di Kota Cimahi

    No full text
    Tuntutan untuk memenuhi kebutuhan merupakan salah satu alasan dasar bagi setiap orang untuk melakukan pergerakan. Pergerakan itu sendiri merupakan pergerakan yang berasal dari rumah atau tempat lainnya dimana kebutuhan mereka akan terpenuhi. Misalnya sekolah, kantor, pasar atau sebaliknya. pengoperasian Baros Information Technology Creative (BITC) akan menyebabkan bangkitan dan tarikan. Pergerakan ini akan membebani jalan di sekitarnya sehingga akan meningkatkan jumlah arus kendaraan di sekitar jalan H.M.S. Mintaredja, baik terhadap kinerja ruas maupun kinerja simpang. Tujuan dari Penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja ruas maupun simpang pada jalan H.M.S. Mintaredja sebelum beroperasinya BITC maupun setelah beroperasinya BITC. Identifikasi dampak pengoperasian Baros Information Technology Creative (BITC) terhadap kinerja ruas dan  impang di sepanjang jalan H.M.S. Mintaredja, serta memberikan alternatif usulan untuk mengurangi dampak lalu lintas tersebut. Hasil dari analisis adalah pertumbuhan volume lalu lintas pada ruas dan simpang di sepanjang Jl. HMS Mintaredja akibat pengoperasian Baros Information Technology  reative (BITC) dan hambatan samping dari kendaraan yang keluar masuk dari BITC tersebut. Hasil kajian pengaruh Baros Information Technology reative terhadap kinerja simpang tidak signifikan, dan terhadap ruas juga tidak bermasalah dengan asumsi pelarangan parkir di badan jalan dalam kondisieksisting. Untuk lima tahun mendatang simpang akan bermasalah dengan derajat kejenuhan lebih dari 0,85 maka perlu dilakukan usulan penanganan seperti yang diusulkan di dalam penelitian ini dengan alternatif usulan untuk meningkatkan kinerja simpang seperti: pemberlakuan sinyal lalu lintas (LTOR dan belok kanan terpisah), pelebaran pendekat, dan menghilangkan median di simpang Leuwigajah.&nbsp

    Penjadwalan Perbaikan Pompa Sump Pit dengan Metoda Pert Di PT. Taka Turbomachinery Indonesia

    No full text
    Taka Turbomachinery Indonesia merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam bidang Turbomachinery eguipment service seperti perbaikan pompa, perbaikan turbin dan perbaikan kompresor. Salah satu jenis pompa yang diperbaiki oleh PT. Taka adalah pompa sump pit yang digunakan oleh perusahaan BUMN perminyakan. Pompa sump pit adalah pompa yang digunakan untuk menangani fluida yang kotor seperti air hujan, cooling water dan drain dari proses area (disebut juga limbah cair) yang berpotensi mengakibatkan pencemaran lingkungan dari pit (bak) yang dipompakan ke unit netralizing. Di unit netralizing ini limbah cair tadi dinetralisasi oleh bakteri ke /agoon, dan baru dilepas ke laut. Limbah cair yang dilepas ke laut ini sudah tidak berbahaya dan tidak mencemarkan lingkungan. Tidak adanya urutan pengerjaan dan identifikasi dari aktivitas-aktivitas perbaikan pompa yang jelas mengakibatkan pekerjaan seringkali terhambat dan tingkat keterlambatan pengiriman pompa sump pit diperkirakan sebesar 35% dari jumlah pompa yang diperbaiki. Penelitian ini berusaha untuk melakukan evaluasi terhadap metoda perbaikan yang dilakukan sehingga dapat memperjelas aktivitas-aktivitas yang terjadi serta sekaligus dapat mengestimasi waktu pengerjaannya. Penelitian ini menerapkan konsep manajemen proyek dalam menyelesaian perbaikan pompa sump pit. Penjadwalan dilakukan dengan metoda PERT sehingga diperoleh lintasan kritisnya. Penelitian ini menerapkan prinsip-prinsip manajemen proyek dalam penyelesaian pekerjaan perbaikan pompa sump pit, sehingga dapat diketahui performansi perbaikan pompa sump pit dengan metoda lama dan dengan manajemen proyek.Taka Turbomachinery Indonesia merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam bidang Turbomachinery eguipment service seperti perbaikan pompa, perbaikan turbin dan perbaikan kompresor. Salah satu jenis pompa yang diperbaiki oleh PT. Taka adalah pompa sump pit yang digunakan oleh perusahaan BUMN perminyakan. Pompa sump pit adalah pompa yang digunakan untuk menangani fluida yang kotor seperti air hujan, cooling water dan drain dari proses area (disebut juga limbah cair) yang berpotensi mengakibatkan pencemaran lingkungan dari pit (bak) yang dipompakan ke unit netralizing. Di unit netralizing ini limbah cair tadi dinetralisasi oleh bakteri ke /agoon, dan baru dilepas ke laut. Limbah cair yang dilepas ke laut ini sudah tidak berbahaya dan tidak mencemarkan lingkungan. Tidak adanya urutan pengerjaan dan identifikasi dari aktivitas-aktivitas perbaikan pompa yang jelas mengakibatkan pekerjaan seringkali terhambat dan tingkat keterlambatan pengiriman pompa sump pit diperkirakan sebesar 35% dari jumlah pompa yang diperbaiki. Penelitian ini berusaha untuk melakukan evaluasi terhadap metoda perbaikan yang dilakukan sehingga dapat memperjelas aktivitas-aktivitas yang terjadi serta sekaligus dapat mengestimasi waktu pengerjaannya. Penelitian ini menerapkan konsep manajemen proyek dalam menyelesaian perbaikan pompa sump pit. Penjadwalan dilakukan dengan metoda PERT sehingga diperoleh lintasan kritisnya. Penelitian ini menerapkan prinsip-prinsip manajemen proyek dalam penyelesaian pekerjaan perbaikan pompa sump pit, sehingga dapat diketahui performansi perbaikan pompa sump pit dengan metoda lama dan dengan manajemen proyek

    Pemanfaatan limbah Abu batubara untuk Mensubstitusi pada Komposisi Bodi Ubin Keramik Dinding

    No full text
    Limbah abu batubara adalah limbah industri yang merupakan hasil pembakaran dari batubara. Limbah abubatubara ini biasanya memiliki kandungan silika amorf yang tinggi 70%, terdiri dari SiO2, Fe2O3, Al2O3, dan lain-lain, dalam industri keramik komponen SiO2, ini bisa digunakan sebagai pengsubstitusi kuarsa, fungsinya sebagai kerangka pada body ubin keramik. Sampel abu batubara yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari PT. Trisula Tekstile Industries, sampai saat ini limbah yang dihasilkan sekitar 7200 ton per tahun limbah abu batubara. Penelitian ini menggunakan bahan baku berupa lempung Sukabumi, feldspar Pati, kwarsa Bangka, kaolin Belitung dan limbah abu batubara. Pembentukan benda coba dilakukan dengan cara cetak tekan berukuran 7,5 cm x 7,5 cm. Parameter yang diteliti adalah komposisi campuran dan temperatur pembakaran. Campuran yang terdiri dari 20, 25, dan 30% abu batubara, setelah dicetak dan dikeringkan kemudian dibakar pada temperatur 1100 dan1200oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu batubara dapat digunakan sebagai bahan pengganti kuarsa untuk pembuatan bodi ubin keramik dinding. Hal ini dapat dilihat dari kuat lentur optimum yang diperoleh yaitu 117,8 kgf/cm2 pada temperatur 1200oC dan 89,29 kgf/cm2 pada temperatur 100oC dengan komposisi abu batubara 25%. Kuat lentur tersebut hampir setara dengan kuat lentur dari contoh yang menggunakan kwarsa yaitu 174.4 kgf/cm2 pada temperatur 1200oC dan 55,39 4 kgf/cm2 pada temperatur 100oC.Limbah abu batubara adalah limbah industri yang merupakan hasil pembakaran dari batubara. Limbah abubatubara ini biasanya memiliki kandungan silika amorf yang tinggi 70%, terdiri dari SiO2, Fe2O3, Al2O3, dan lain-lain, dalam industri keramik komponen SiO2, ini bisa digunakan sebagai pengsubstitusi kuarsa, fungsinya sebagai kerangka pada body ubin keramik. Sampel abu batubara yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari PT. Trisula Tekstile Industries, sampai saat ini limbah yang dihasilkan sekitar 7200 ton per tahun limbah abu batubara. Penelitian ini menggunakan bahan baku berupa lempung Sukabumi, feldspar Pati, kwarsa Bangka, kaolin Belitung dan limbah abu batubara. Pembentukan benda coba dilakukan dengan cara cetak tekan berukuran 7,5 cm x 7,5 cm. Parameter yang diteliti adalah komposisi campuran dan temperatur pembakaran. Campuran yang terdiri dari 20, 25, dan 30% abu batubara, setelah dicetak dan dikeringkan kemudian dibakar pada temperatur 1100 dan1200oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu batubara dapat digunakan sebagai bahan pengganti kuarsa untuk pembuatan bodi ubin keramik dinding. Hal ini dapat dilihat dari kuat lentur optimum yang diperoleh yaitu 117,8 kgf/cm2 pada temperatur 1200oC dan 89,29 kgf/cm2 pada temperatur 100oC dengan komposisi abu batubara 25%. Kuat lentur tersebut hampir setara dengan kuat lentur dari contoh yang menggunakan kwarsa yaitu 174.4 kgf/cm2 pada temperatur 1200oC dan 55,39 4 kgf/cm2 pada temperatur 100oC

    Analisis Aspek Mekanis Kegagalan Proses Hot Rolling pada Pembuatan Pelat Kuningan Hasil Coran

    No full text
    Retak pada pelat kuningan yang mengalami proses pengerolan panas satu tahap dari tebal 13 mm menjadi 7 mm terjadi diseluruh permukaan dengan arah tegak lurus arah pengerolan. Hal ini menyebabkan keinginan untuk mendapatkan tebal akhir pelat 3,10,05 mm tidak dapat dipenuhi. Hasil analisis mekanik menunjukkan bahwa laju regangan (€) yang diberikan pada saat pengerolan satu tahap menghasilkan nilai yang lebih besar dari pada sensitivitas laju regangan (m).Kondisi tersebut memberikan indikasi bahwa reduksi yang dilakukan dalam satu tahap pengerolan terlalu besar sehingga material tidak mampu menahan deformasi tersebut yang pada akhirnya menghasilkan retak diseluruh permukaan pelat.Retak pada pelat kuningan yang mengalami proses pengerolan panas satu tahap dari tebal 13 mm menjadi 7 mm terjadi diseluruh permukaan dengan arah tegak lurus arah pengerolan. Hal ini menyebabkan keinginan untuk mendapatkan tebal akhir pelat 3,10,05 mm tidak dapat dipenuhi. Hasil analisis mekanik menunjukkan bahwa laju regangan (€) yang diberikan pada saat pengerolan satu tahap menghasilkan nilai yang lebih besar dari pada sensitivitas laju regangan (m).Kondisi tersebut memberikan indikasi bahwa reduksi yang dilakukan dalam satu tahap pengerolan terlalu besar sehingga material tidak mampu menahan deformasi tersebut yang pada akhirnya menghasilkan retak diseluruh permukaan pelat

    Susut Daya Akibat Ketidakseimbangan Beban pada Saluran Distribusi Tegangan Rendah

    No full text
    Pada sistem pembebanan yang tidak seimbang dalam sistem tiga-fasa empat-kawat, susut daya pada saluran distribusi akan lebih besar dibandingkan pada kondisi beban tidak seimbang. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi pembebanan yang ekstrim dimana beban hanya terpasang pada salah satu fasa saja susut daya pada saluran distribusi akan lebih besar enam kali dibandingkan pada kondisi beban seimbang.Pada sistem pembebanan yang tidak seimbang dalam sistem tiga-fasa empat-kawat, susut daya pada saluran distribusi akan lebih besar dibandingkan pada kondisi beban tidak seimbang. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi pembebanan yang ekstrim dimana beban hanya terpasang pada salah satu fasa saja susut daya pada saluran distribusi akan lebih besar enam kali dibandingkan pada kondisi beban seimbang

    Perancangan Produk Mesin Mixer Plastik Dengan Metode Rasional (studi Kasus Di Stasiun Kerja Extruder Pt. Prima Gracindo Velcro)

    No full text
    Prima Gracindo Velcro yang bergerak dalam industri lembaran/film kantong plastik selama kurang lebih 2 tahun, berusaha untuk meningkatkan kualitas yang dihasilkan agar mampu bersaing dengan perusahaan pembuat kantong plastik lainnya. Karena konsumen/pengguna akan memutuskan untuk membeli suatu produk dari perusahaan tertentu yang lebih berkualitas dari pada saingannya (Purnomo, 2004). Saat ini pihak perusahaan mengalami permasalahan dimana banyak terjadi kualitas anfal/cacat lembaran plastik dengan warna yang tidak homogen, hal ini disebabkan karena proses pengadukan dan pencampuran bahan baku secara manual yang saat ini dilakukan menghasilkan campuran bahan yang kurang merata. Kurang meratanya campuran bahan mengakibatkan komposisi bahan dalam campuran menjadi tidak proporsional sehingga pada saat di panaskan dan ditiup di mesin extruder menjadi tidak sempurna. Untuk itu permasalahan utama dalam penelitian tugas akhir ini adalah bagaimana merancang dan membuat mesin mixer plastik yang mampu mengaduk dan mencampur bahan baku agar campuran bahan lebih merata, yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, dan mempunyai kapasitas produksi 200 kg/10 menit. Sehingga kualitas anfal lembaran plastik yang mempunyai warna yang tidak homogen dapat dikurangi/dihilangkan. Metode yang digunakan adalah metode rasional, dalam tahapan perancangan secara umum. Hasil dari penelitian ini adalah produk mesin mixer plastik yang diperoleh dari tahap perancangan, pembuatan dan pengujian. Dari hasil pengujian kapasitas produksi yang di dapat adalah dengan motor 2 Hp, Bahan HD : bahan murni + aditif ±100 kg dan Bahan PE : bahan murni + aditif ±115 kg dengan kualitas campuran bahan yang lebih merata.Prima Gracindo Velcro yang bergerak dalam industri lembaran/film kantong plastik selama kurang lebih 2 tahun, berusaha untuk meningkatkan kualitas yang dihasilkan agar mampu bersaing dengan perusahaan pembuat kantong plastik lainnya. Karena konsumen/pengguna akan memutuskan untuk membeli suatu produk dari perusahaan tertentu yang lebih berkualitas dari pada saingannya (Purnomo, 2004). Saat ini pihak perusahaan mengalami permasalahan dimana banyak terjadi kualitas anfal/cacat lembaran plastik dengan warna yang tidak homogen, hal ini disebabkan karena proses pengadukan dan pencampuran bahan baku secara manual yang saat ini dilakukan menghasilkan campuran bahan yang kurang merata. Kurang meratanya campuran bahan mengakibatkan komposisi bahan dalam campuran menjadi tidak proporsional sehingga pada saat di panaskan dan ditiup di mesin extruder menjadi tidak sempurna. Untuk itu permasalahan utama dalam penelitian tugas akhir ini adalah bagaimana merancang dan membuat mesin mixer plastik yang mampu mengaduk dan mencampur bahan baku agar campuran bahan lebih merata, yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, dan mempunyai kapasitas produksi 200 kg/10 menit. Sehingga kualitas anfal lembaran plastik yang mempunyai warna yang tidak homogen dapat dikurangi/dihilangkan. Metode yang digunakan adalah metode rasional, dalam tahapan perancangan secara umum. Hasil dari penelitian ini adalah produk mesin mixer plastik yang diperoleh dari tahap perancangan, pembuatan dan pengujian. Dari hasil pengujian kapasitas produksi yang di dapat adalah dengan motor 2 Hp, Bahan HD : bahan murni + aditif ±100 kg dan Bahan PE : bahan murni + aditif ±115 kg dengan kualitas campuran bahan yang lebih merata

    Analisa Orientasi Arah dan Fraksi Volume Serat terhadap Kekuatan Geser dan Tarik Material Komposit Berpenguat Serat Batang Pisang Abaka

    No full text
    Material komposit merupakan suatu gabungan dua unsur, yaitu serat (fiber)dan matriks. Serat yang digunakan material komposit pada penelitian ini adalah serat yang berasal dari alam yaitu serat pisang abaka dan matriks yang digunakan epoxy. Permasalahan pada penelitian ini difokuskan untuk mengetahui sejauh mana orientasi arah serat terhadap sifat mekanik dari material komposit. Metode yang digunakan eksperimental dengan proses Hand Lay-Up. Dengan melakukan serangkaian pengujian yang meliputi uji tarik dan uji geser, sedangkan parameter yang diambil adalah variasi dari fraksi volume serat 10Yo, 15yo dan 20yo dengan arah serat dua arah dan juga arah acak. Dari hasil data pengujian, diperoleh kesimpulan bahwa semakin tinggi fraksi volume serat, maka kekuatan tarik dan gesernya akan semakin meningkat. Pada orientasi serat arah Random kekuatannya lebih rendah dibandingkan dengan orientasi serat dua arah karena kekuatan tidak terpusat pada dua arah melainkan seragam pada segala arah. Adanya distribusi yang tidak merata karena adanya void atau cacat sehingga keuletannya rendah.Material komposit merupakan suatu gabungan dua unsur, yaitu serat (fiber)dan matriks. Serat yang digunakan material komposit pada penelitian ini adalah serat yang berasal dari alam yaitu serat pisang abaka dan matriks yang digunakan epoxy. Permasalahan pada penelitian ini difokuskan untuk mengetahui sejauh mana orientasi arah serat terhadap sifat mekanik dari material komposit. Metode yang digunakan eksperimental dengan proses Hand Lay-Up. Dengan melakukan serangkaian pengujian yang meliputi uji tarik dan uji geser, sedangkan parameter yang diambil adalah variasi dari fraksi volume serat 10Yo, 15yo dan 20yo dengan arah serat dua arah dan juga arah acak. Dari hasil data pengujian, diperoleh kesimpulan bahwa semakin tinggi fraksi volume serat, maka kekuatan tarik dan gesernya akan semakin meningkat. Pada orientasi serat arah Random kekuatannya lebih rendah dibandingkan dengan orientasi serat dua arah karena kekuatan tidak terpusat pada dua arah melainkan seragam pada segala arah. Adanya distribusi yang tidak merata karena adanya void atau cacat sehingga keuletannya rendah

    Pengaruh Proses Karburasi Padat (Pack Carburazing) terhadap Sifat Mekanik pada Baja Pegas JIS SUP 6

    No full text
    Karburisasi merupakan suatu proses perlakuan termo kimia yang dilakukan untuk mengeraskan permukaan baja dengan menambahkan unsur karbon pada permukaannya sehingga terbentuk fasa martensit yang memiliki sifat kekerasan yang lebih baik dibanding matriksnya. Umumnya proses ini dilakukan pada baja yang memiliki kadar karbon yang rendah sehingga tidak bisa dikeraskan dengan proses celup cepat. Karburisasi padat (pack carburazing) merupakan metoda karburisasi yang paling sederhana dengan menggunakan serbuk arang sebagai sumber karbon yang diharapkan akan berdifusi ke dalam permukaan baja. Proses ini dilakukan dengan pemansan pada temperatur 900oC selama 2 jam kemudian diikuti dengan pendinginan celup cepat di dalam air.. Material yang digunakan adalah baja pegas JIS SUP 6 yang memiliki kadar karbon 0,6%C. Dari hasil pengujian kekerasan menunjukkan kekerasan setelah proses karburasi lebih tinggi dengan nilai kekerasan 440 Hv dibanding sebelum proses dengan 180 Hv. Sedangkan fasa yang dihasilkan dari proses ini adalah fasa martensit.Karburisasi merupakan suatu proses perlakuan termo kimia yang dilakukan untuk mengeraskan permukaan baja dengan menambahkan unsur karbon pada permukaannya sehingga terbentuk fasa martensit yang memiliki sifat kekerasan yang lebih baik dibanding matriksnya. Umumnya proses ini dilakukan pada baja yang memiliki kadar karbon yang rendah sehingga tidak bisa dikeraskan dengan proses celup cepat. Karburisasi padat (pack carburazing) merupakan metoda karburisasi yang paling sederhana dengan menggunakan serbuk arang sebagai sumber karbon yang diharapkan akan berdifusi ke dalam permukaan baja. Proses ini dilakukan dengan pemansan pada temperatur 900oC selama 2 jam kemudian diikuti dengan pendinginan celup cepat di dalam air.. Material yang digunakan adalah baja pegas JIS SUP 6 yang memiliki kadar karbon 0,6%C. Dari hasil pengujian kekerasan menunjukkan kekerasan setelah proses karburasi lebih tinggi dengan nilai kekerasan 440 Hv dibanding sebelum proses dengan 180 Hv. Sedangkan fasa yang dihasilkan dari proses ini adalah fasa martensit

    Aplikasi Penjadwalan Job Shop dengan Pendekatan Rolling Time Window: Studi Kasus di PD. Kerta Karkim Unit Inkaba Bandung

    No full text
    Perubahan pola produksi dari mass production ke customized production menuntut pengembangan aktivitas perencanaaan dan pengendalian produksi termasuk penjadwalan, dari yang bersifat statis menjadi yang bersifat dinamis. Salah satu model penjadwalan yang bersifat dinamis adalah penjadwalan dengan pendekatan rolling time window. Time Window adalah suatu rentang waktu tertentu yang lebih pendek dari horizon penjadwalan. Tiap time window terdiri dari dua bagian yang sama panjang, yaitu bagian awal yang tidak dapat diubah, dan bagian akhir yang dapat diubah. Pendekatan ini dinamakan rolling time window yang ada dalam suatu horizon penjadwalan sambung-menyambung secara bergulir (rolling), yaitu bagian akhir suatu time window akan berubah menjadi bagian awal time window berikutnya dan saat pergantian time window merupakan saat penjadwalan ulang. Metoda yang digunakan ini adalah metoda penjadwalan dengan penentuan panjang Time Window yang diusulkan oleh Sun dan Lin (1994) yang kemudian dikembangkan lebih jauh lagi oleh Yosephin Suharyanti (2000) menjadi metoda Time Window Forward Scheduling (TWFS) dengan fungsi tujuan meminimasi total biaya tardiness dan earliness, serta dapat menyederhanakan pencarian solusi dan mengakomodasi gangguan datangnya job baru. Kerta Karkim Unit INKABA. merupakan salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Daerah(BUMD) Tingkat I Jawa Barat yang bergerak dalam bidang Industri Karet dengan tingkat variasiproduk yang tinggi, waktu penerimaan pesanan yang tidak tentu, waktu pengiriman produk yang berbeda-beda, sehingga perusahaan mengalami kesulitan dalam meminimasi waktu keterlambatan (tardiness) pada pesanan yang baru karena pesanan yang baru belum tentu memiliki due-date yang lebih besar dari pesanan yang datang terlebih dahulu dan mengalami kesulitan dalam meminimasi terjadinya kelebihdinian produksi (earliness), jika waktu penyelesaian pesanan tersebut lebih kecil dari due-datenya, sehingga perlu ditentukan panjang waktu untuk penjadwalan (time window) agar memudahkan pembuatan jadwal. Dari hasil pengolahan data dapat diketahui bahwa terdapat panjang time window yang memberikan total tardiness dan earliness minimum, yaitu pada time window 250 Jam dengan total biaya tardiness dan earliness sebesar Rp 1.629.353,67. sehingga panjang time window hasil pengolahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan penjadwalan pada horison penjadwalan berikutnya.Perubahan pola produksi dari mass production ke customized production menuntut pengembangan aktivitas perencanaaan dan pengendalian produksi termasuk penjadwalan, dari yang bersifat statis menjadi yang bersifat dinamis. Salah satu model penjadwalan yang bersifat dinamis adalah penjadwalan dengan pendekatan rolling time window. Time Window adalah suatu rentang waktu tertentu yang lebih pendek dari horizon penjadwalan. Tiap time window terdiri dari dua bagian yang sama panjang, yaitu bagian awal yang tidak dapat diubah, dan bagian akhir yang dapat diubah. Pendekatan ini dinamakan rolling time window yang ada dalam suatu horizon penjadwalan sambung-menyambung secara bergulir (rolling), yaitu bagian akhir suatu time window akan berubah menjadi bagian awal time window berikutnya dan saat pergantian time window merupakan saat penjadwalan ulang. Metoda yang digunakan ini adalah metoda penjadwalan dengan penentuan panjang Time Window yang diusulkan oleh Sun dan Lin (1994) yang kemudian dikembangkan lebih jauh lagi oleh Yosephin Suharyanti (2000) menjadi metoda Time Window Forward Scheduling (TWFS) dengan fungsi tujuan meminimasi total biaya tardiness dan earliness, serta dapat menyederhanakan pencarian solusi dan mengakomodasi gangguan datangnya job baru. Kerta Karkim Unit INKABA. merupakan salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Daerah(BUMD) Tingkat I Jawa Barat yang bergerak dalam bidang Industri Karet dengan tingkat variasiproduk yang tinggi, waktu penerimaan pesanan yang tidak tentu, waktu pengiriman produk yang berbeda-beda, sehingga perusahaan mengalami kesulitan dalam meminimasi waktu keterlambatan (tardiness) pada pesanan yang baru karena pesanan yang baru belum tentu memiliki due-date yang lebih besar dari pesanan yang datang terlebih dahulu dan mengalami kesulitan dalam meminimasi terjadinya kelebihdinian produksi (earliness), jika waktu penyelesaian pesanan tersebut lebih kecil dari due-datenya, sehingga perlu ditentukan panjang waktu untuk penjadwalan (time window) agar memudahkan pembuatan jadwal. Dari hasil pengolahan data dapat diketahui bahwa terdapat panjang time window yang memberikan total tardiness dan earliness minimum, yaitu pada time window 250 Jam dengan total biaya tardiness dan earliness sebesar Rp 1.629.353,67. sehingga panjang time window hasil pengolahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan penjadwalan pada horison penjadwalan berikutnya

    104

    full texts

    280

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇