Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Not a member yet
    280 research outputs found

    Kinerja Jaringan W-LAN untuk Komunikasi Pasca Bencana

    Get PDF
    Setelah terjadi bencana, suplai daya listrik terputus dan infrastruktur sistem komunikasi pada umumnya mengalami kerusakan. Tim evakuasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB) atau BASARNAS dan paramedik memerlukan komunikasi untuk kegiatan penyelamatan dan koordinasi. Dengan bantuan balon udara sebagai repeater,  fotovoltaik dan  baterai cadangan sebagai catu dayanya, maka teknologi  komunikasi W-LAN dapat digunakan untuk menggantikan sistem komunikasi lainnya dan menjangkau lebih luas di area bencana. Modifikasi topologi jaringan W-LAN ini di simulasikan menggunakan Network Simulator NS2 untuk mengetahui kelayakan dan kinerjanya.  Pada skenario jarak, ketinggian balon udara dari 100 sampai 150 meter memberikan kinerja yang stabil dan pada skenario jumlah host dari 15 sampai 45 user, sistem masih mampu memenuhi trafik transfer dokumen elektronik, komunikasi media sosial dan gambar bergerak sesuai standar yang ditetapkan IEEE_802.11b-1999.Setelah terjadi bencana, suplai daya listrik terputus dan infrastruktur sistem komunikasi pada umumnya mengalami kerusakan. Tim evakuasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB) atau BASARNAS dan paramedik memerlukan komunikasi untuk kegiatan penyelamatan dan koordinasi. Dengan bantuan balon udara sebagai repeater,  fotovoltaik dan  baterai cadangan sebagai catu dayanya, maka teknologi  komunikasi W-LAN dapat digunakan untuk menggantikan sistem komunikasi lainnya dan menjangkau lebih luas di area bencana. Modifikasi topologi jaringan W-LAN ini di simulasikan menggunakan Network Simulator NS2 untuk mengetahui kelayakan dan kinerjanya.  Pada skenario jarak, ketinggian balon udara dari 100 sampai 150 meter memberikan kinerja yang stabil dan pada skenario jumlah host dari 15 sampai 45 user, sistem masih mampu memenuhi trafik transfer dokumen elektronik, komunikasi media sosial dan gambar bergerak sesuai standar yang ditetapkan IEEE_802.11b-1999

    Penerapan Peta Hotelling’s T untuk Melihat Keterkendalian Proses

    Get PDF
    Penelitian mengenai penerapan metode analisis multivariat dalam menyelesaikan permasalahan kualitas proses pembuatan produk. Hampir semua produk apakah itu produk jadi atau produk setengah jadi memiliki karakteristik kualitas lebih dari satu. Sebagai contoh kualitas sebuah komponen bantalan (bearing) bisa  ditentukan oleh beberapa dimensi yang terukur misalnya diameter dalam, diameter luar, ketebalan dan lain sebagainya. Permasalahan akan menjadi semakin kompleks jika pengukuran melibatkan dimensi yang tidak terukur (unmeasurable dimension). Jika sebuah produk memiliki karakteristik kualitas lebih dari satu dengan kajian dilakukan secara parsial akan menyebabkan kesalahan ganda atau berulang, karena setiap dimensi yang diamati melalui proses sampling akan memberikan nilai kesalahan sebesar α. Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah bagaimana metode pengendalian kualitas statistik mampu memantau kualitas proses setiap dimensi dilakukan secara simultan sehingga resiko kesalahan yang akan diterima hanya satu kali. Atas dasar itulah dalam tulisan ini akan dibahas mengenai penerapan salah satu metode analisis multivariat yang dikembangkan oleh Harold Hotelling dalam pengendalian kualitas. Penelitian dilakukan di CV. Laksana Metal Industri, yakni sebuah perusahaan yang membuat salah satu produk elektronik dengan kondisi  pada saat ini cacat dominan terdapat pada posisi lubang yaitu sekitar 51%.  Cacat posisi lubang ini yang akan dijadikan sebagai bahan kajian dalam penerapan metode tersebut di atas.Penelitian mengenai penerapan metode analisis multivariat dalam menyelesaikan permasalahan kualitas proses pembuatan produk. Hampir semua produk apakah itu produk jadi atau produk setengah jadi memiliki karakteristik kualitas lebih dari satu. Sebagai contoh kualitas sebuah komponen bantalan (bearing) bisa  ditentukan oleh beberapa dimensi yang terukur misalnya diameter dalam, diameter luar, ketebalan dan lain sebagainya. Permasalahan akan menjadi semakin kompleks jika pengukuran melibatkan dimensi yang tidak terukur (unmeasurable dimension). Jika sebuah produk memiliki karakteristik kualitas lebih dari satu dengan kajian dilakukan secara parsial akan menyebabkan kesalahan ganda atau berulang, karena setiap dimensi yang diamati melalui proses sampling akan memberikan nilai kesalahan sebesar α. Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah bagaimana metode pengendalian kualitas statistik mampu memantau kualitas proses setiap dimensi dilakukan secara simultan sehingga resiko kesalahan yang akan diterima hanya satu kali. Atas dasar itulah dalam tulisan ini akan dibahas mengenai penerapan salah satu metode analisis multivariat yang dikembangkan oleh Harold Hotelling dalam pengendalian kualitas. Penelitian dilakukan di CV. Laksana Metal Industri, yakni sebuah perusahaan yang membuat salah satu produk elektronik dengan kondisi  pada saat ini cacat dominan terdapat pada posisi lubang yaitu sekitar 51%.  Cacat posisi lubang ini yang akan dijadikan sebagai bahan kajian dalam penerapan metode tersebut di atas

    Rancang Bangun Antena Log Periodic Dipole Array untuk Aplikasi Energy Harvesting Sinyal Seluler

    No full text
    Energy harvesting adalah proses mengambil energi dari alam untuk dimanfaatkan sebagai sumber daya alternatif. Dalam dunia telekomunikasi, sebagian besar sinyal seluler yang dipancarkan oleh base transreceiver station (BTS) tidak akan diterima oleh pengguna telepon seluler. Hanya sebagian kecil saja yang dimanfaatkan untuk saling berkomunikasi antara pengguna dan BTS. Sinyal ini dapat dipanen dengan menggunakan antena dengan frekuensi kerja yang sesuai. Sinyal yang akan dipanen adalah sinyal pada frekuensi sekitar 1,8 GHz. Antena log periodic dipole array (LPDA) memiliki gain yang tinggi sehingga dapat memanen sinyal seluler dengan baik jika diarahkan ke sumber sinyal atau BTS. Perancangan antena LPDA dilakukan dengan melakukan simulasi pada perangkat lunak CST. Ukuran antena LPDA dihitung berdasarkan persamaan yang telah ada dan dilakukan optimasi untuk mendapatkan spesifikasi yang diinginkan. Antena LPDA berbahan dasar alumunium. Hasil simulasi memiliki rentang frekuensi kerja pada 1,7764 – 1,9044 GHz dengan bandwidth antena sebesar 128 MHz. Nilai S11 minimum terdapat pada frekuensi 1,8308 GHz sebesar -56,6837 dB. Sedangkan antena fabrikasi memiliki rentang frekuensi 1,738 – 1,846 GHz dengan bandwidth 108 MHz. Nilai minimum S11 sebesar -35,7 dB berada pada frekuensi 1,792 GHz.Energy harvesting adalah proses mengambil energi dari alam untuk dimanfaatkan sebagai sumber daya alternatif. Dalam dunia telekomunikasi, sebagian besar sinyal seluler yang dipancarkan oleh base transreceiver station (BTS) tidak akan diterima oleh pengguna telepon seluler. Hanya sebagian kecil saja yang dimanfaatkan untuk saling berkomunikasi antara pengguna dan BTS. Sinyal ini dapat dipanen dengan menggunakan antena dengan frekuensi kerja yang sesuai. Sinyal yang akan dipanen adalah sinyal pada frekuensi sekitar 1,8 GHz. Antena log periodic dipole array (LPDA) memiliki gain yang tinggi sehingga dapat memanen sinyal seluler dengan baik jika diarahkan ke sumber sinyal atau BTS. Perancangan antena LPDA dilakukan dengan melakukan simulasi pada perangkat lunak CST. Ukuran antena LPDA dihitung berdasarkan persamaan yang telah ada dan dilakukan optimasi untuk mendapatkan spesifikasi yang diinginkan. Antena LPDA berbahan dasar alumunium. Hasil simulasi memiliki rentang frekuensi kerja pada 1,7764 – 1,9044 GHz dengan bandwidth antena sebesar 128 MHz. Nilai S11 minimum terdapat pada frekuensi 1,8308 GHz sebesar -56,6837 dB. Sedangkan antena fabrikasi memiliki rentang frekuensi 1,738 – 1,846 GHz dengan bandwidth 108 MHz. Nilai minimum S11 sebesar -35,7 dB berada pada frekuensi 1,792 GHz

    Peningkatan Kualitas Bahan Cylinder Liner Produk Lokal pada Sepeda Motor Empat Langkah Melalui Proses Nitriding

    Get PDF
    Cylinder liner merupakan komponen penting dari suatu mesin kendaraan bermotor, di mana komponen tersebut akan menentukan besarnya volume silinder dan unjuk kerja.  Komposisi kimia material cylinder liner lokal, original dan spesial kompetisi (racing), mengacu berdasarkan standar ASTM A.159 yaitu spesifikasi standar untuk aplikasi besi cor kelabu pada automotif, tergolong grade 2500. Proses pengerasan permukaaan liquid nitriding pada permukaan material dasar komponen cylinder liner ini pada prinsipnya adalah dengan teknik yang sederhana yaitu dengan mencelupkan substrat ke dalam lelehan garam cair pada temperatur  580oC dengan variasi waktu selama 3 dan  9. Lapisan nitrida dengan waktu proses liquid nitriding 3 jam menghasilkan kekerasan permukaan sebesar 825 VHN, sedangkan waktu proses 9 menghasilkan kekerasan permukaan sebesar 733 VHN. Ketebalan optimum lapisan nitrida diperoleh dari hasil proses liquid nitriding dengan waktu 9 jam yaitu rata-rata 77 μm atau 0,077 mm (pengukuran berdasarkan struktur) atau sebesar 60 μm atau 0,06 mm (pengukuran berdasarkan DIN 50 190-3).Cylinder liner merupakan komponen penting dari suatu mesin kendaraan bermotor, di mana komponen tersebut akan menentukan besarnya volume silinder dan unjuk kerja.  Komposisi kimia material cylinder liner lokal, original dan spesial kompetisi (racing), mengacu berdasarkan standar ASTM A.159 yaitu spesifikasi standar untuk aplikasi besi cor kelabu pada automotif, tergolong grade 2500. Proses pengerasan permukaaan liquid nitriding pada permukaan material dasar komponen cylinder liner ini pada prinsipnya adalah dengan teknik yang sederhana yaitu dengan mencelupkan substrat ke dalam lelehan garam cair pada temperatur  580oC dengan variasi waktu selama 3 dan  9. Lapisan nitrida dengan waktu proses liquid nitriding 3 jam menghasilkan kekerasan permukaan sebesar 825 VHN, sedangkan waktu proses 9 menghasilkan kekerasan permukaan sebesar 733 VHN. Ketebalan optimum lapisan nitrida diperoleh dari hasil proses liquid nitriding dengan waktu 9 jam yaitu rata-rata 77 μm atau 0,077 mm (pengukuran berdasarkan struktur) atau sebesar 60 μm atau 0,06 mm (pengukuran berdasarkan DIN 50 190-3)

    Validasi Model pada Pengeringan Batch Pada Wortel

    No full text
    Wortel mempunyai kandungan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Wortel dikeringkan dengan metode pengeringan batch pada suhu 70 dan 80oC dengan laju pengeringan 0,42 m/s. Penurunan  kadar air digunakan untuk memperkirakan perubahan moisture ratio dengan waktu pengeringan. Membandingkan hasil penelitian dan tujuh  model pengeringan  untuk mendapatkan model yang sesuai berdasarkan parameter statistik. Model model Newton, Henderson dan Pabis, Logarithmic, Two Term, dan pendekatan difusi pada suhu 70 oC dan 80oC merupakan  model yang terbaik dengan R2 sebesar 0,9999.sehingga model ini mempunyai error yang kecil. Wortel mempunyai kandungan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Wortel dikeringkan dengan metode pengeringan batch pada suhu 70 dan 80oC dengan laju pengeringan 0,42 m/s. Penurunan  kadar air digunakan untuk memperkirakan perubahan moisture ratio dengan waktu pengeringan. Membandingkan hasil penelitian dan tujuh  model pengeringan  untuk mendapatkan model yang sesuai berdasarkan parameter statistik. Model model Newton, Henderson dan Pabis, Logarithmic, Two Term, dan pendekatan difusi pada suhu 70 oC dan 80oC merupakan  model yang terbaik dengan R2 sebesar 0,9999.sehingga model ini mempunyai error yang kecil.&nbsp

    Pengambilan Kembali Vanadium Pentaoksida dari Katalis Bekas

    Get PDF
    Katalis vanadium bekas diperkirakan akan menjadi salah satu sumber utama persediaan vanadium di masa mendatang. Hasil analisis vanadium dalam katalis vanadium bekas menunjukkan bahwa kadar V2O5 nyamasih cukup banyak untuk diambil dan diolah kembali. Dalam penelitian ini, suatu prosedur telah dikembangkan untuk mengesktraksi vanadium dari katalis vanadium bekas berdasarkan prosedur yang dikembangkan oleh peneliti terdahulu. Katalis vanadium bekas uji coba prosedur menunjukkan bahwa metode gabungan ekstraksi vanadium dari katalis vanadium bekas menggunakan pelarut basa Na2CO3 dan H2O2 pada umpan (tahap ekstraksi pertama) dan NaOH (tahap ekstraksi kedua) yang diikuti dengan netralisasi filtrat dengan asam H2SO4  merupakan prosedur terbaik. Lebih lanjut, terdapat tiga variabel yang sangat berpengaruh dalam pengambilan kembali vanadium dari katalis vanadium bekas, yang ditandai dengan nilai probability of being active di atas 50%. Ketiga variabel tersebut adalah temperatur pengadukan pada tahap ekstraksi II, penambahan larutan H2O2 di umpan dan waktu pengadukan pada tahap ekstraksi I dengan nilai probability of being active secara berturut-turut sebesar 100%, 86%, dan 56%. Untuk mendapatkan perolehan vanadium yang lebih tinggi perlu diadakan penelitian lanjutan yang mengoptimumkan  variabel-variabel tersebut.Katalis vanadium bekas diperkirakan akan menjadi salah satu sumber utama persediaan vanadium di masa mendatang. Hasil analisis vanadium dalam katalis vanadium bekas menunjukkan bahwa kadar V2O5 nyamasih cukup banyak untuk diambil dan diolah kembali. Dalam penelitian ini, suatu prosedur telah dikembangkan untuk mengesktraksi vanadium dari katalis vanadium bekas berdasarkan prosedur yang dikembangkan oleh peneliti terdahulu. Katalis vanadium bekas uji coba prosedur menunjukkan bahwa metode gabungan ekstraksi vanadium dari katalis vanadium bekas menggunakan pelarut basa Na2CO3 dan H2O2 pada umpan (tahap ekstraksi pertama) dan NaOH (tahap ekstraksi kedua) yang diikuti dengan netralisasi filtrat dengan asam H2SO4  merupakan prosedur terbaik. Lebih lanjut, terdapat tiga variabel yang sangat berpengaruh dalam pengambilan kembali vanadium dari katalis vanadium bekas, yang ditandai dengan nilai probability of being active di atas 50%. Ketiga variabel tersebut adalah temperatur pengadukan pada tahap ekstraksi II, penambahan larutan H2O2 di umpan dan waktu pengadukan pada tahap ekstraksi I dengan nilai probability of being active secara berturut-turut sebesar 100%, 86%, dan 56%. Untuk mendapatkan perolehan vanadium yang lebih tinggi perlu diadakan penelitian lanjutan yang mengoptimumkan  variabel-variabel tersebut

    Analisis Pengaruh Aliansi Stratejik Terhadap Kinerja Rantai Pasokan: (Studi Kasus Pada CV Sampurna Part Niaga)

    Get PDF
    Suatu perusahaan memerlukan kerjasama dengan pihak lain untuk memperluas jangkauan distribusi atau penjualan, demikian pula dengan CV Sampurna Part Niaga, sebagai perusahaan distributor suku cadang otomotif yang berlokasi di Bandung. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pengaruh faktor-faktor aliansi stratejik yang terdiri dari kepercayaan, komitmen, dan komunikasi terhadap kinerja rantai pasokan perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah 100 (seratus) responden yaitu toko yang bekerjasama dengan CV Sampurna Part Niaga. Alat Analisis data yang digunakan adalah analisis jalur dengan menggunakan SPSS 21.0 for windows. Hasil analisis data menunjukkan model dapat diterima dengan baik dan dapat membuktikan bahwa: (1) kepercayaan tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap aliansi stratejik, (2) komitmen berpengaruh positif dan signifikan terhadap aliansi stratejik, (3) komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap aliansi stratejik, (4) aliansi stratejik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja rantai pasokan. Diantara variabel kepercayaan, komitmen, dan komunikasi, yang paling besar pengaruhnya terhadap kesuksesan aliansi stratejik adalah komunikasi, yaitu sebesar 59,7%. Hasil koefisien determinasi sebesar 0,368 atau 36,8% menunjukkan variabel aliansi strategis mempunyai pengaruh yang tidak besar terhadap kinerja rantai pasokan CV Sampurna Part Niaga.Suatu perusahaan memerlukan kerjasama dengan pihak lain untuk memperluas jangkauan distribusi atau penjualan, demikian pula dengan CV Sampurna Part Niaga, sebagai perusahaan distributor suku cadang otomotif yang berlokasi di Bandung. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pengaruh faktor-faktor aliansi stratejik yang terdiri dari kepercayaan, komitmen, dan komunikasi terhadap kinerja rantai pasokan perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah 100 (seratus) responden yaitu toko yang bekerjasama dengan CV Sampurna Part Niaga. Alat Analisis data yang digunakan adalah analisis jalur dengan menggunakan SPSS 21.0 for windows. Hasil analisis data menunjukkan model dapat diterima dengan baik dan dapat membuktikan bahwa: (1) kepercayaan tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap aliansi stratejik, (2) komitmen berpengaruh positif dan signifikan terhadap aliansi stratejik, (3) komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap aliansi stratejik, (4) aliansi stratejik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja rantai pasokan. Diantara variabel kepercayaan, komitmen, dan komunikasi, yang paling besar pengaruhnya terhadap kesuksesan aliansi stratejik adalah komunikasi, yaitu sebesar 59,7%. Hasil koefisien determinasi sebesar 0,368 atau 36,8% menunjukkan variabel aliansi strategis mempunyai pengaruh yang tidak besar terhadap kinerja rantai pasokan CV Sampurna Part Niaga

    Pemodelan Kekuatan Bilah Turbin Angin Horisontal Multimaterial

    Get PDF
    Pada penelitian ini, bilah turbin multimaterial yang akan dibuat adalah bilah tipe sumbu horisontal (HAWT). Bilah ini dibuat dengan menggunakan material batang Carbon Fiber Reinforced Plastic (CFRP), Expandable Polystyrene (EPS) dan lembaran vinil (vynil sheet). Bagian inti bilah dibuat dari EPS yang disisipi dengan 2 batang CFRP berpenampang lingkaran berdiameter 2 mm. Bagian permukaan bilah dilapisi dengan lembaran vinil. Gaya aerodinamika yang digunakan sebagai data masukan FEA diperoleh dari hasil perhitungan pada kecepatan angin maksimum 7 m/s dengan kecepatan putar rotor 650 rpm. Gaya aerodinamika tersebut merupakan hasil analisa dengan menggunakan Blade Element-Moementum Theory (BEMT) pada penelitian yang terpisah. Hasil simulasi FEA menunjukkan bahwa tegangan Von Mises maksimum sebesar 473,3 MPa terjadi pada bagian CFRP, tepatnya pada batang CFRP yang terletak pada titik pusat penampang airfoil bilah (CFRP-A). Oleh karena itu, dilakukanlah perbaikan desain dengan cara mengubah dimensi penampang CFRP yang menerima tegangan maksimum (CFRP-A) dari diameter 2 mm menjadi 3 mm. Dengan penambahan ukuran diameter batang CFRP, diharapkan tegangan Von Mises maksimum akan mengalami penurunan. Hal tersebut terbukti, hasil simulasi bilah dengan diameter CFRP-A 3 mm menghasilkan tegangan Von Mises maksimum yang lebih kecil dari bilah dengan CFRP-A 2 mm, yakni 60,45 MPa. Faktor keamanan minimum dari bilah pun berubah dari semula 0,63 menjadi 4,96, diikuti dengan pengurangan harga defleksi total dari 6,42 mm menjadi sekitar 1,6 mm.Pada penelitian ini, bilah turbin multimaterial yang akan dibuat adalah bilah tipe sumbu horisontal (HAWT). Bilah ini dibuat dengan menggunakan material batang Carbon Fiber Reinforced Plastic (CFRP), Expandable Polystyrene (EPS) dan lembaran vinil (vynil sheet). Bagian inti bilah dibuat dari EPS yang disisipi dengan 2 batang CFRP berpenampang lingkaran berdiameter 2 mm. Bagian permukaan bilah dilapisi dengan lembaran vinil. Gaya aerodinamika yang digunakan sebagai data masukan FEA diperoleh dari hasil perhitungan pada kecepatan angin maksimum 7 m/s dengan kecepatan putar rotor 650 rpm. Gaya aerodinamika tersebut merupakan hasil analisa dengan menggunakan Blade Element-Moementum Theory (BEMT) pada penelitian yang terpisah. Hasil simulasi FEA menunjukkan bahwa tegangan Von Mises maksimum sebesar 473,3 MPa terjadi pada bagian CFRP, tepatnya pada batang CFRP yang terletak pada titik pusat penampang airfoil bilah (CFRP-A). Oleh karena itu, dilakukanlah perbaikan desain dengan cara mengubah dimensi penampang CFRP yang menerima tegangan maksimum (CFRP-A) dari diameter 2 mm menjadi 3 mm. Dengan penambahan ukuran diameter batang CFRP, diharapkan tegangan Von Mises maksimum akan mengalami penurunan. Hal tersebut terbukti, hasil simulasi bilah dengan diameter CFRP-A 3 mm menghasilkan tegangan Von Mises maksimum yang lebih kecil dari bilah dengan CFRP-A 2 mm, yakni 60,45 MPa. Faktor keamanan minimum dari bilah pun berubah dari semula 0,63 menjadi 4,96, diikuti dengan pengurangan harga defleksi total dari 6,42 mm menjadi sekitar 1,6 mm

    Desain Dan Implementasi Sistem Absensi Mahasiswa Menggunakan Fingerprint Berbasis Mikrokontroler

    Get PDF
    Pada suatu universitas, kehadiran siswa adalah salah satu hal yang dapat mendukung atau memotivasi kegiatan pembelajaran yang dilakukan di Perguruan Tinggi. Selain itu, kehadiran siswa juga bisa menjadi informasi tentang bagaimana kedisiplinan siswa tersebut. Suatu mikrokontroler dapat dimanfaatkan sebagai suatu sistem baru dengan penambahan sensor-sensor sesuai dengan kebutuhan dan fungsi yang diinginkan. Sistem absensi menggunakan fingerprint telah banyak digunakan di berbagai instansi baik berbasis web online ataupun offline, akan tetapi untuk implementasi pada mikrokontroler sistem yang portable dengan fingerprint sensor sejauh ini belum dikembangkan. Penelitian ini akan mencoba merancang dan mengimplementasikan sistem absensi mahasiswa menggunakan fingerprint sensor berbasis mikrokontroler yang nantinya akan terhubung dalam suatu database pada desktop dengan sifat yang user-friendly dan dengan biaya yang tidak begitu besar. Sistem ini diharapkan dapat membantu menanggulangi masalah kecurangan absensi yang sering terjadi serta memberikan kemudahan untuk melakukan rekapitulasi absensi mahasiswa selama proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian awal untuk menghasilkan sistem monitoring absensi yang nantinya dapat dikembangkan keluarannya pada sistem informasi Universitas Jenderal Achmad Yani.Pada suatu universitas, kehadiran siswa adalah salah satu hal yang dapat mendukung atau memotivasi kegiatan pembelajaran yang dilakukan di Perguruan Tinggi. Selain itu, kehadiran siswa juga bisa menjadi informasi tentang bagaimana kedisiplinan siswa tersebut. Suatu mikrokontroler dapat dimanfaatkan sebagai suatu sistem baru dengan penambahan sensor-sensor sesuai dengan kebutuhan dan fungsi yang diinginkan. Sistem absensi menggunakan fingerprint telah banyak digunakan di berbagai instansi baik berbasis web online ataupun offline, akan tetapi untuk implementasi pada mikrokontroler sistem yang portable dengan fingerprint sensor sejauh ini belum dikembangkan. Penelitian ini akan mencoba merancang dan mengimplementasikan sistem absensi mahasiswa menggunakan fingerprint sensor berbasis mikrokontroler yang nantinya akan terhubung dalam suatu database pada desktop dengan sifat yang user-friendly dan dengan biaya yang tidak begitu besar. Sistem ini diharapkan dapat membantu menanggulangi masalah kecurangan absensi yang sering terjadi serta memberikan kemudahan untuk melakukan rekapitulasi absensi mahasiswa selama proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian awal untuk menghasilkan sistem monitoring absensi yang nantinya dapat dikembangkan keluarannya pada sistem informasi Universitas Jenderal Achmad Yani

    Desain Bahan Dasar Campuran Bata Ringan dari Limbah Tambang Emas Pongkor

    Get PDF
    Hasil limbah dari tambang emas Pongkor yang berupa tailing diteliti pemanfaatannya sebagai bahan dasar campuran bata ringan. Variasi perbandingan rasio volume semen dengan tailing adalah 1 : 2, 1 : 4, dan 1 : 6 dengan waktu pengerasan 7, 14, 21, dan 28 hari. Parameter pengujian yang dilakukan meliputi densitas (dry density), penyerapan air (water absorption), kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur. Pencampuran tailing sebagai bahan dasar campuran bata ringan menggunakan metode Cellular Lightweight Concrete (CLC) dengan variasi komposisi yang memenuhi syarat ASTM C 969 yaitu densitas < 700 kg/m3, penyerapan air < 25%, dan kuat tekan > 1.4 MPa. Sedangkan untuk kuat tarik belah > 0.25 MPa, yaitu sekitar 10-15% dari kekuatan tekan (Nawy 1998:41) dan kuat lentur > 0,59 MPa (Yothin Ungkoon, 2007). Dari hasil penelitian variasi dengan campuran 1 : 2 (1 semen dan 2 tailing) dengan waktu pengeringan selama 28 hari memiliki hasil pengujian terbaik dan memenuhi semua yang disyaratkan. Pada komposisi tersebut, bata ringan yang dihasilkan memiliki densitas 692 kg/m3, penyerapan air 20,81%, kuat tekan 3,77 MPa, kuat tarik belah 0,48 MPa, dan kuat lentur 0,65 MPa.Hasil limbah dari tambang emas Pongkor yang berupa tailing diteliti pemanfaatannya sebagai bahan dasar campuran bata ringan. Variasi perbandingan rasio volume semen dengan tailing adalah 1 : 2, 1 : 4, dan 1 : 6 dengan waktu pengerasan 7, 14, 21, dan 28 hari. Parameter pengujian yang dilakukan meliputi densitas (dry density), penyerapan air (water absorption), kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur. Pencampuran tailing sebagai bahan dasar campuran bata ringan menggunakan metode Cellular Lightweight Concrete (CLC) dengan variasi komposisi yang memenuhi syarat ASTM C 969 yaitu densitas < 700 kg/m3, penyerapan air < 25%, dan kuat tekan > 1.4 MPa. Sedangkan untuk kuat tarik belah > 0.25 MPa, yaitu sekitar 10-15% dari kekuatan tekan (Nawy 1998:41) dan kuat lentur > 0,59 MPa (Yothin Ungkoon, 2007). Dari hasil penelitian variasi dengan campuran 1 : 2 (1 semen dan 2 tailing) dengan waktu pengeringan selama 28 hari memiliki hasil pengujian terbaik dan memenuhi semua yang disyaratkan. Pada komposisi tersebut, bata ringan yang dihasilkan memiliki densitas 692 kg/m3, penyerapan air 20,81%, kuat tekan 3,77 MPa, kuat tarik belah 0,48 MPa, dan kuat lentur 0,65 MPa

    104

    full texts

    280

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇