Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Not a member yet
    280 research outputs found

    Rancangan Sistem Penyaliran Pada Lokasi Disposal Tambang Nikel: Rancangan Sistem Penyaliran Pada Lokasi Disposal Tambang Nikel

    No full text
    Penangan air permukaan pada lokasi disposal tambang nikel merupakan hal yang pokok agar air tidak menjadi penghambat dari produksi dan lingkungan sekitar tambang. Tujuan dari penelitian ini ialah merancang sistem penyaliran pada disposal, sehingga air limpasan yang berasal dari daerah tangkapan hujan tidak langsung mengalir menuju sungai atau danau yang dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Metode penelitian yang dipakai ialah curah hujan diolah dengan beberapa pendekatan alternatif yang bertujuan untuk merancang dimensi dari saluran terbuka dan kolam pengendapan. Hasil yang didapatkan rancangan dimensi saluran terbuka dan kolam pengendapan dengan menggunakan curah hujan rata-rata sudah dapat mengalirkan dan menampung air limpasan sebelum dialirkan menuju sungai dan danau. Kata kunci: Rancangan penyaliran, disposal, saluran terbuka, kolam pengendapa

    STUDI KELAYAKAN BISNIS PRODUKSI & PEMASARAN CAKE DI KOTA BANDUNG (KASUS DI CV. YEYE GROUP)

    Get PDF
    CV. Yeye group is one of the companies engaged in the culinary business of the production and sale of fast food by opening several businesses including ramen noodles, batagor, meatballs, grilled chicken, and others. To develop its culinary business, the company plans to allocate its capital to open a new business in the field of food businesses with different types of previous businesses with the aim of reaching wider consumers and making greater profits. The new business planned by the company is making factories and marketing cakes. To find out the amount of business capital needed to establish a business, knowing the potential of the market that can be mastered and knowing the level of business feasibility if realized, it is necessary to conduct a business feasibility study based on market & marketing aspects, technical & technological aspects, organizational & management aspects, and aspects finance. The analytical tool used in this research is a business analysis based on the values ​​of PI, PP, ROI, NPV, IRR, and risk analysis. The results of the feasibility analysis show that this business is feasible to be realized, one of which is indicated by the analysis of financial aspects that produce a PI value of more than 1, the value of PP which is less than 3 years.CV. Yeye group merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang usaha kuliner produksi dan penjualan makanan cepat saji dengan membuka beberapa usaha yang antara lain mie ramen, batagor, baso, ayam bakar, dan lain-lain. Untuk mengembangkan usaha kulinernya maka perusahaan berencana untuk mengalokasikan modal yang dimilikinya untuk membuka usaha baru di bidang usaha makanan dengan jenis yang berbeda dari jenis usaha sebelumnya dengan tujuan untuk menjama konsumen yang lebih luas dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Usaha baru yang di rencanakan oleh perusahaan adalah membuat pabrik dan memasarkan kue. Untuk mengetahui besar kebutuhan modal usaha yang diperlukan untuk mendirikan bisnis, mengetahui besar potensi pasar yang dapat dikuasai dan mengetahui tingkat kelayakan usaha apabila direalisasikan maka perlu dilakukan studi kelayakan bisnis berdasarkan aspek pasar & pemasaran, aspek teknis & tekonologi, aspek organisasi & manajemen, dan aspek keuangan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis usaha berdasarkan nilai PI, PP, ROI, NPV,IRR, dan analisis risiko. Hasil analisis kelayakan menunjukan usaha ini layak untuk direalisasikan, hal tersebut salah satunya ditunjukan dengan analisa aspek keuangan yang menghasilkan nilai PI yang lebih dari 1, nilai PP yang kurang dari 3 tahun

    Rancang Bangun Alat Prototipe Pendeteksi Kebakaran dengan Android Melalui Internet of Things

    No full text
    Akhir-akhir ini sering terjadi kebakaran yang disebabkan oleh beberapa faktor termasuk faktor kelalaian manusia. Proses datangnya kebakaran selalu tanpa dapat diprediksi terlebih dahulu. Umumnya kebakaran diketahui apabila keadaan api sudah mulai membesar atau asap sudah mengepul keluar dari gedung itu. Pada penelitian ini dilakukan perancangan alat, mencari komponen serta mendesain pendeteksi kebakaran dari komponen-komponen yang ada sehingga alat akan bekerja lebih maksimal. Pada tahap ini juga melakukan pembuatan algoritma dan juga software. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe sistem pendeteksi kebakaran yang dirancang dapat mendeteksi kebakaran berdasarkan informasi dari sensor api  dan gas, dan mengaktifkan buzzer sebagai indikatornya yang akan berbunyi.Akhir-akhir ini sering terjadi kebakaran yang disebabkan oleh beberapa faktor termasuk faktor kelalaian manusia. Proses datangnya kebakaran selalu tanpa dapat diprediksi terlebih dahulu. Umumnya kebakaran diketahui apabila keadaan api sudah mulai membesar atau asap sudah mengepul keluar dari gedung itu. Pada penelitian ini dilakukan perancangan alat, mencari komponen serta mendesain pendeteksi kebakaran dari komponen-komponen yang ada sehingga alat akan bekerja lebih maksimal. Pada tahap ini juga melakukan pembuatan algoritma dan juga software. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe sistem pendeteksi kebakaran yang dirancang dapat mendeteksi kebakaran berdasarkan informasi dari sensor api  dan gas, dan mengaktifkan buzzer sebagai indikatornya yang akan berbunyi

    Penentuan Tinggi Gelombang Desain untuk Perencanaan Rubble-mount Breakwater Pelabuhan Belawan

    Get PDF
    Pelabuhan Belawan terletak di Kota Medan Provinsi Sumetera Utara. Pelabuhan Belawan merupakan salah satu pelabuhan yang memiliki peranan penting, karena letaknya yang berada di Selat Malaka yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia dan Thailand, dan Pulau Sumatera Indonesia. Alur pelayaran Pelabuhan Belawan mengalami sedimentasi yang cukup signifikan setiap tahunnya, yang berasal dari sedimen litoral. Solusi teknis yang disarankan untuk mencegah sedimentasi tersebut adalah bangunan pemecah gelombang atau breakwater di kedua sisi alur pelayaran, jenis rubble-mount. Dalam desain rubble-mount breakwater, hal yang sangat penting adalah menentukan tinggi gelombang desain yang tepat sebagai input perhitungan berat armor yang akan digunakan. Tinggi gelombang desain merupakan tinggi gelombang periode ulang tertentu di lokasi struktur, yang mana gelombang tersebut telah mengalami transformasi selama perambatannya dari laut dalam. Data gelombang yang digunakan adalah periode dan tinggi gelombang yang merupakan hasil proses hindcasting data angina jam-jaman selama 10 tahun. Selanjutnya dilakukan analisis gelombang ekstrim yang hasilnya berupa tinggi gelombang berbagai periode ulang untuk setiap arah, dimana tinggi gelombang periode ulang 100 tahun akan dimodelkan transformasinya menggunakan software 2D. Berdasarkan hasil pemodelan transformasi gelombang ini, maka didapatkan tinggi gelombang desain untuk perencanaan rubble-mount breakwater Pelabuhan Belawan.Pelabuhan Belawan terletak di Kota Medan Provinsi Sumetera Utara. Pelabuhan Belawan merupakan salah satu pelabuhan yang memiliki peranan penting, karena letaknya yang berada di Selat Malaka yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia dan Thailand, dan Pulau Sumatera Indonesia. Alur pelayaran Pelabuhan Belawan mengalami sedimentasi yang cukup signifikan setiap tahunnya, yang berasal dari sedimen litoral. Solusi teknis yang disarankan untuk mencegah sedimentasi tersebut adalah bangunan pemecah gelombang atau breakwater di kedua sisi alur pelayaran, jenis rubble-mount. Dalam desain rubble-mount breakwater, hal yang sangat penting adalah menentukan tinggi gelombang desain yang tepat sebagai input perhitungan berat armor yang akan digunakan. Tinggi gelombang desain merupakan tinggi gelombang periode ulang tertentu di lokasi struktur, yang mana gelombang tersebut telah mengalami transformasi selama perambatannya dari laut dalam. Data gelombang yang digunakan adalah periode dan tinggi gelombang yang merupakan hasil proses hindcasting data angina jam-jaman selama 10 tahun. Selanjutnya dilakukan analisis gelombang ekstrim yang hasilnya berupa tinggi gelombang berbagai periode ulang untuk setiap arah, dimana tinggi gelombang periode ulang 100 tahun akan dimodelkan transformasinya menggunakan software 2D. Berdasarkan hasil pemodelan transformasi gelombang ini, maka didapatkan tinggi gelombang desain untuk perencanaan rubble-mount breakwater Pelabuhan Belawan

    Analisis Pilin Struktur Balok Baja Berpenampang I dengan Metode Elemen Hingga

    Get PDF
    Struktur baja berprofil tertutup seperti profil lingkaran atau persegi mempunyai kemampuan yang relatif cukup baik dalam menahan torsi (St. Venant  torsion). Sedangkan untuk baja berpofil penampang terbuka, seperti penampang I, T, L, C, maupun Z mempunyai alur tegangan geser yang tidak menerus, sehingga sangat memungkinkan terjadinya torsi dan juga pilin (warping). Kasus-kasus instabilitas umumnya ditangani dengan menggunakan pengaku (bracing atau stiffeners). Hal ini menjadi topik utama dalam penelitian ini. Profil I yang berpenampang terbuka dipilih untuk dianalisis secara linier elastis terhadap stabilitas komponen dengan penggunaan pengaku. Metode elemen hingga digunakan sebagai model diskrit sistem struktur, menggunakan elemen persegi empat yang mengakomodasi ragam lentur dan ragam membran. Analisis struktur dituliskan dalam formulasi matriks dan dituangkan dalam satu paket program komputer yang dituliskan dalam bahasa Fortran. Program kemudian digunakan untuk melakukan analisis sistem struktur dengan atau tanpa menggunakan balok pengaku, baik pengaku vertikal maupun diagonal. Kedua hasil kemudian dibandingkan untuk menarik kesimpulan mengenai pengaruh penggunaan komponen pengaku terhadap perilaku sistem struktur balok. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan komponen pengaku mempengaruhi kekakuan sistem balok, baik dalam ragam lentur, aksial, maupun ragam torsi dan pilin.Struktur baja berprofil tertutup seperti profil lingkaran atau persegi mempunyai kemampuan yang relatif cukup baik dalam menahan torsi (St. Venant  torsion). Sedangkan untuk baja berpofil penampang terbuka, seperti penampang I, T, L, C, maupun Z mempunyai alur tegangan geser yang tidak menerus, sehingga sangat memungkinkan terjadinya torsi dan juga pilin (warping). Kasus-kasus instabilitas umumnya ditangani dengan menggunakan pengaku (bracing atau stiffeners). Hal ini menjadi topik utama dalam penelitian ini. Profil I yang berpenampang terbuka dipilih untuk dianalisis secara linier elastis terhadap stabilitas komponen dengan penggunaan pengaku. Metode elemen hingga digunakan sebagai model diskrit sistem struktur, menggunakan elemen persegi empat yang mengakomodasi ragam lentur dan ragam membran. Analisis struktur dituliskan dalam formulasi matriks dan dituangkan dalam satu paket program komputer yang dituliskan dalam bahasa Fortran. Program kemudian digunakan untuk melakukan analisis sistem struktur dengan atau tanpa menggunakan balok pengaku, baik pengaku vertikal maupun diagonal. Kedua hasil kemudian dibandingkan untuk menarik kesimpulan mengenai pengaruh penggunaan komponen pengaku terhadap perilaku sistem struktur balok. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan komponen pengaku mempengaruhi kekakuan sistem balok, baik dalam ragam lentur, aksial, maupun ragam torsi dan pilin

    Pengembangan dan Uji Kinerja Reaktor Biogas Tipe Fixed Dome Multi Input

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji reaktor biogas yang telah dibuat sebelumnya. Kekurangan dari reaktor gas sebelumnya adalah bahan organik yang digunakan hanya dari satu jenis (kotoran sapi) serta tidak ada pendeteksi gas yang dapat mengukur konsentrasi gas yang dihasilkan. Pengembangan yang dilakukan pada penelitian ini berupa penambahan konstruksi mesin penghancur sampah organik dan sensor pengukur konsentrasi gas. Selain itu dilakukan penyempurnaan instalasi penyaluran gas menjadi reaktor gas tipe fixed dome. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode perancangan, implementasi dan pengujian. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah reaktor biogas tipe fixed dome dengan spesifikasi teknis yaitu digester berbentuk tabung  dibuat dari bahan plat seng, diameter 40 cm, tinggi keseluruhan 55 cm, kapasitas penampungan bahan organik 43.96 liter. Alat pencacah terbuat dari plat seng kapasitas 23 liter. Dengan pencacah ini bahan baku sayuran dan buah-buahan dapat dicacah sampai membentuk seperti bubur. Volume campuran bahan organik dengan air yang dapat masuk ke dalam tabung biogas adalah 27,5 liter atau 62,5% dari kapasitas penampungan bahan organik. Alat reaktor biogas ini dapat digunakan di laboratorium sebagai sarana pembelajaran maupun digunakan di rumah. Dengan adanya alat ini diharapkan dapat mengubah limbah rumah tangga menjadi energi alternatif berupa biogas.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji reaktor biogas yang telah dibuat sebelumnya. Kekurangan dari reaktor gas sebelumnya adalah bahan organik yang digunakan hanya dari satu jenis (kotoran sapi) serta tidak ada pendeteksi gas yang dapat mengukur konsentrasi gas yang dihasilkan. Pengembangan yang dilakukan pada penelitian ini berupa penambahan konstruksi mesin penghancur sampah organik dan sensor pengukur konsentrasi gas. Selain itu dilakukan penyempurnaan instalasi penyaluran gas menjadi reaktor gas tipe fixed dome. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode perancangan, implementasi dan pengujian. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah reaktor biogas tipe fixed dome dengan spesifikasi teknis yaitu digester berbentuk tabung  dibuat dari bahan plat seng, diameter 40 cm, tinggi keseluruhan 55 cm, kapasitas penampungan bahan organik 43.96 liter. Alat pencacah terbuat dari plat seng kapasitas 23 liter. Dengan pencacah ini bahan baku sayuran dan buah-buahan dapat dicacah sampai membentuk seperti bubur. Volume campuran bahan organik dengan air yang dapat masuk ke dalam tabung biogas adalah 27,5 liter atau 62,5% dari kapasitas penampungan bahan organik. Alat reaktor biogas ini dapat digunakan di laboratorium sebagai sarana pembelajaran maupun digunakan di rumah. Dengan adanya alat ini diharapkan dapat mengubah limbah rumah tangga menjadi energi alternatif berupa biogas

    Usulan Waktu Penggantian Pahat Optimal di Mesin CNC Vertical Milling 3-Axis Berdasarkan Metode Six Sigma untuk Meminimasi Cacat Produk Eye End CH1899-0009 (Studi Kasus di PT. Pudak Scientific)

    Get PDF
    PT. Pudak Scientific merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang pengerjaan komponen berbahan baja. Penelitian dilakukan pada proses produksi pembuatan spare part pesawat terbang (aeronautical parts). Terdapat peningkatan produk yang ditolak di  bulan Januari 2016, sehingga perusahaan tidak mampu mengejar target produksi. Dari 4.416 unit yang dikerjakan terdapat 43 unit cacat. Produk tertinggi yang ditolak adalah Eye End CH1899-0009 yaitu sebanyak 9 unit yang menimbulkan kerugian senilai Rp 2.385.000. Untuk memecahkan permasalahan sistem pengendalian kualitas tersebut digunakan pendekatan Six Sigma. Hasil analisis menunjukan bahwa yang menyebabkan cacat tidak simetris pada produk adalah proses pemakanan tidak optimal pada Mesin CNC Vertical Milling 3-Axis. Hal ini dikarenakan tidak memperhatikan umur pemakaian pahat  hasil Matriks USG (Urgency, Seriousness, & Growth). Tujuan penelitian ini adalah menentukan waktu penggantian pahat optimal di Mesin CNC Vertical Milling 3-Axis sehingga biaya perawatan menjadi minimum. Hasil perhitungan waktu penggantian pahat optimal untuk pahat Center Drill Ã¸ 3 adalah 55 jam dengan biaya Rp 23.829, untuk  pahat Drill CBD Ã¸ 6 adalah 130 jam dengan biaya Rp 12.765, untuk pahat End Mill Carbide Ã¸ 6 S2 adalah 68 jam dengan biaya Rp 22.918, dan untuk pahat End Mill CBD Ã¸ 6 S4 adalah 68 jam dengan biaya Rp 22.535.PT. Pudak Scientific merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang pengerjaan komponen berbahan baja. Penelitian dilakukan pada proses produksi pembuatan spare part pesawat terbang (aeronautical parts). Terdapat peningkatan produk yang ditolak di  bulan Januari 2016, sehingga perusahaan tidak mampu mengejar target produksi. Dari 4.416 unit yang dikerjakan terdapat 43 unit cacat. Produk tertinggi yang ditolak adalah Eye End CH1899-0009 yaitu sebanyak 9 unit yang menimbulkan kerugian senilai Rp 2.385.000. Untuk memecahkan permasalahan sistem pengendalian kualitas tersebut digunakan pendekatan Six Sigma. Hasil analisis menunjukan bahwa yang menyebabkan cacat tidak simetris pada produk adalah proses pemakanan tidak optimal pada Mesin CNC Vertical Milling 3-Axis. Hal ini dikarenakan tidak memperhatikan umur pemakaian pahat  hasil Matriks USG (Urgency, Seriousness, & Growth). Tujuan penelitian ini adalah menentukan waktu penggantian pahat optimal di Mesin CNC Vertical Milling 3-Axis sehingga biaya perawatan menjadi minimum. Hasil perhitungan waktu penggantian pahat optimal untuk pahat Center Drill ø 3 adalah 55 jam dengan biaya Rp 23.829, untuk  pahat Drill CBD ø 6 adalah 130 jam dengan biaya Rp 12.765, untuk pahat End Mill Carbide ø 6 S2 adalah 68 jam dengan biaya Rp 22.918, dan untuk pahat End Mill CBD ø 6 S4 adalah 68 jam dengan biaya Rp 22.535

    Pengaruh Bubuk Bawang Putih dan Garam Dapur terhadap Masa Simpan Tahu pada Suhu Kamar dalam Lingkungan Asam: Bahan Pengawet Tahu

    No full text
    Industri tahu harus menghasilkan tahu berkualitas yang dapat memenuhi kepuasan pelanggan untuk bertahan dalam persaingan bisnis saat ini. Alternatif pengawetan tahu dengan menggunakan bahan pengawet alami tunggal, menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda nyata, yaitu masing-masing pengawet hanya mampu mempertahankan mutu tahu yang baik dikonsumsi hanya sampai dua sampai tiga hari masa simpan. Oleh karena itu, pada penelitian menggunakan kombinasi dimana penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh serbuk bawang putih dan garam (NaCl) terhadap tahu selama penyimpanan pada suhu kamar pada kondisi asam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor, yaitu kombinasi bubuk bawang putih [A] Garam (NaCl) 5% + Jeruk nipis; (B): bubuk bawang putih (7%) + jeruk nipis; (C), Bawang putih bubuk (7%), dan garam (NaCl) 5%; [D] bubuk bawang putih (7%) + garam (NaCl) 5% dan jeruk nipis. Parameter yang dianalisis adalah total mikroba, pH tahu, dan karakteristik sensorik (warna, aromatik, rasa, dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi bubuk bawang putih berpengaruh sangat signifikan terhadap total mikroba, pH tahu, pH larutan terendam, dan karakteristik sensorik (warna, aromatik, rasa, dan tekstur). Konsentrasi garam berpengaruh sangat nyata terhadap pH tahu, pH larutan terendam, kadar air, dan karakteristik sensorik (warna, aromatik, dan rasa). Interaksi kedua faktor tersebut memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap pH tahu, pH larutan terendam, dan karakteristik sensorik (aromatik dan bumbu). Konsentrasi bubuk bawang putih 7%, konsentrasi garam 5% dan nipis jeruk merupakan pengawet terbaik untuk kualitas tahu. Skor rata-rata tertinggi terhadap kesukaan tekstur, persen skor rata-rata terkecil pada uji visual kerusakan tahu selama masa penyimpanan (tekstur tidak kompak, adanya lender, adanya aroma asam tahu rusak) serta masih dapat mengawetkan tahu kurang lebih tujuh sampai sembilan hari.Industri tahu harus menghasilkan tahu berkualitas yang dapat memenuhi kepuasan pelanggan untuk bertahan dalam persaingan bisnis saat ini. Alternatif pengawetan tahu dengan menggunakan bahan pengawet alami tunggal, menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda nyata, yaitu masing-masing pengawet hanya mampu mempertahankan mutu tahu yang baik dikonsumsi hanya sampai dua sampai tiga hari masa simpan. Oleh karena itu, pada penelitian menggunakan kombinasi dimana penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh serbuk bawang putih dan garam (NaCl) terhadap tahu selama penyimpanan pada suhu kamar pada kondisi asam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor, yaitu kombinasi bubuk bawang putih [A] Garam (NaCl) 5% + Jeruk nipis; (B): bubuk bawang putih (7%) + jeruk nipis; (C), Bawang putih bubuk (7%), dan garam (NaCl) 5%; [D] bubuk bawang putih (7%) + garam (NaCl) 5% dan jeruk nipis. Parameter yang dianalisis adalah total mikroba, pH tahu, dan karakteristik sensorik (warna, aromatik, rasa, dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi bubuk bawang putih berpengaruh sangat signifikan terhadap total mikroba, pH tahu, pH larutan terendam, dan karakteristik sensorik (warna, aromatik, rasa, dan tekstur). Konsentrasi garam berpengaruh sangat nyata terhadap pH tahu, pH larutan terendam, kadar air, dan karakteristik sensorik (warna, aromatik, dan rasa). Interaksi kedua faktor tersebut memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap pH tahu, pH larutan terendam, dan karakteristik sensorik (aromatik dan bumbu). Konsentrasi bubuk bawang putih 7%, konsentrasi garam 5% dan nipis jeruk merupakan pengawet terbaik untuk kualitas tahu. Skor rata-rata tertinggi terhadap kesukaan tekstur, persen skor rata-rata terkecil pada uji visual kerusakan tahu selama masa penyimpanan (tekstur tidak kompak, adanya lender, adanya aroma asam tahu rusak) serta masih dapat mengawetkan tahu kurang lebih tujuh sampai sembilan hari

    Pengaruh Pemasangan Peredam Getaran Eksternal Tipe Viscous terhadap Kinerja Struktur Gedung

    Get PDF
    Selama ini, energi getaran gempa yang besar pada struktur gedung diatasi secara konvensional dengan meningkatkan kekuatan, kekakuan dan kapasitas deformasi in-elastik terhadap persyaratan keamanan beban dengan mengkombinasikan komponen struktur seperti dinding geser (shear walls), braced frames, kerangka penahan momen, diafragma dan rangka batang horisontal. Saat ini telah dikembangkan metode baru untuk mengatasi energi getaran gempa yang besar dengan cara memasang peredam getaran eksternal. Terdapat beberapa tipe peredam getaran eksternal salah satunya Bracing Viscous Damper. Peredam ini akan mendisipasi energi gempa yang masuk ke dalam struktur. Energi yang terdisipasi selanjutnya akan mempengaruhi respon dan kinerja struktur gedung. Penelitian ini akan mengkaji pengaruh peredam getaran eksternal tipe Bracing Viscous Damper terhadap respon dan kinerja struktur gedung menggunakan analisis Nonlinier Pushover yang evaluasi kinerjanya merujuk pada SNI 03-1726-2012, ATC-40, dan FEMA-273. Hasil analisis diperoleh: (1) Peredam eksternal mereduksi besar simpangan lateral sebesar 9.58% dan simpangan time history struktur gedung sebesar 58%, (2) Mereduksi Story Driff sebesar 22.9%, (3) Mereduksi gaya geser tingkat (Shear Story) sebesar 53.5%.  Kinerja struktur gedung ber-peredam lebih baik jika dibanding tanpa peredam, hal ini tercermin dari titik kinerja struktur (Performance Point) yang diperoleh dari analisis Pushover. Berdasarkan batas kinerja menurut ATC-40 struktur ber-peredam masuk pada level Immediate Occupancy (IO) dan tanpa peredam masuk pada level Demage Control.Selama ini, energi getaran gempa yang besar pada struktur gedung diatasi secara konvensional dengan meningkatkan kekuatan, kekakuan dan kapasitas deformasi in-elastik terhadap persyaratan keamanan beban dengan mengkombinasikan komponen struktur seperti dinding geser (shear walls), braced frames, kerangka penahan momen, diafragma dan rangka batang horisontal. Saat ini telah dikembangkan metode baru untuk mengatasi energi getaran gempa yang besar dengan cara memasang peredam getaran eksternal. Terdapat beberapa tipe peredam getaran eksternal salah satunya Bracing Viscous Damper. Peredam ini akan mendisipasi energi gempa yang masuk ke dalam struktur. Energi yang terdisipasi selanjutnya akan mempengaruhi respon dan kinerja struktur gedung. Penelitian ini akan mengkaji pengaruh peredam getaran eksternal tipe Bracing Viscous Damper terhadap respon dan kinerja struktur gedung menggunakan analisis Nonlinier Pushover yang evaluasi kinerjanya merujuk pada SNI 03-1726-2012, ATC-40, dan FEMA-273. Hasil analisis diperoleh: (1) Peredam eksternal mereduksi besar simpangan lateral sebesar 9.58% dan simpangan time history struktur gedung sebesar 58%, (2) Mereduksi Story Driff sebesar 22.9%, (3) Mereduksi gaya geser tingkat (Shear Story) sebesar 53.5%.  Kinerja struktur gedung ber-peredam lebih baik jika dibanding tanpa peredam, hal ini tercermin dari titik kinerja struktur (Performance Point) yang diperoleh dari analisis Pushover. Berdasarkan batas kinerja menurut ATC-40 struktur ber-peredam masuk pada level Immediate Occupancy (IO) dan tanpa peredam masuk pada level Demage Control

    Kajian Keserupaan Parameter Kinerja Miniatur dan Prototipe Turbin Angin Sumbu Horisontal

    Get PDF
    Pengujian kinerja turbin angin sumbu horisontal yang berukuran besar dapat disederhanakan dengan prinsip keserupaan. Prinsip tersebut memungkinkan prediksi karakter turbin berukuran besar (prototipe) dapat dilakukan dengan menggunakan model yang berukuran lebih kecil (miniatur). Ukuran miniatur yang cenderung kecil diharapkan dapat memudahkan proses pengujian dan meminimalisir biaya pembuatan spesimen uji. Teori keserupaan dapat digunakan pada kasus aerodinamika dengan syarat kesamaan nilai bilangan Reynolds dan bilangan Mach dari prototipe dan miniatur terpenuhi. Penelitian kali ini membahas keserupaan parameter kinerja prototipe dan miniatur turbin dari hasil simulasi numerik dengan menggunakan teori momentum-elemen bilah yang dilengkapi beberapa faktor koreksi. Hasil ini nantinya digunakan sebagai dasar pengujian kinerja pada penelitian selanjutnya. Pada awal proses simulasi, terdeteksi bahwa kesamaan nilai bilangan Reynolds antara prototipe dan miniatur dapat terjaga. Hal ini dilakukan dengan cara menaikkan nilai kecepatan angin pengujian miniatur secara proporsional sesuai dengan pengecilan dimensi turbin akibat proses penskalaan. Namun, nilai bilangan Mach keduanya terlihat berbeda cukup besar. Tercatat di posisi sekitar 50% hingga 80% panjang bilah, nilai rerata bilangan Mach untuk prototipe sebesar 0,02 dan miniatur sebesar 0,191. Terlihat bahwa nilai bilangan Mach pada prototipe turbin termasuk pada kategori incompressible sedangkan pada miniatur sudah masuk di kategori compressible. Meski begitu, ternyata perbedaan nilai bilangan Mach tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perbedaan karakter kinerja prototipe dan miniatur turbin. Hal ini dapat dilihat dari rerata simpangan koefisien daya sebesar dan koefisien gaya tangensial sebesar 2,3% serta koefisien gaya dorong yang hanya sebesar 1,4%.Pengujian kinerja turbin angin sumbu horisontal yang berukuran besar dapat disederhanakan dengan prinsip keserupaan. Prinsip tersebut memungkinkan prediksi karakter turbin berukuran besar (prototipe) dapat dilakukan dengan menggunakan model yang berukuran lebih kecil (miniatur). Ukuran miniatur yang cenderung kecil diharapkan dapat memudahkan proses pengujian dan meminimalisir biaya pembuatan spesimen uji. Teori keserupaan dapat digunakan pada kasus aerodinamika dengan syarat kesamaan nilai bilangan Reynolds dan bilangan Mach dari prototipe dan miniatur terpenuhi. Penelitian kali ini membahas keserupaan parameter kinerja prototipe dan miniatur turbin dari hasil simulasi numerik dengan menggunakan teori momentum-elemen bilah yang dilengkapi beberapa faktor koreksi. Hasil ini nantinya digunakan sebagai dasar pengujian kinerja pada penelitian selanjutnya. Pada awal proses simulasi, terdeteksi bahwa kesamaan nilai bilangan Reynolds antara prototipe dan miniatur dapat terjaga. Hal ini dilakukan dengan cara menaikkan nilai kecepatan angin pengujian miniatur secara proporsional sesuai dengan pengecilan dimensi turbin akibat proses penskalaan. Namun, nilai bilangan Mach keduanya terlihat berbeda cukup besar. Tercatat di posisi sekitar 50% hingga 80% panjang bilah, nilai rerata bilangan Mach untuk prototipe sebesar 0,02 dan miniatur sebesar 0,191. Terlihat bahwa nilai bilangan Mach pada prototipe turbin termasuk pada kategori incompressible sedangkan pada miniatur sudah masuk di kategori compressible. Meski begitu, ternyata perbedaan nilai bilangan Mach tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perbedaan karakter kinerja prototipe dan miniatur turbin. Hal ini dapat dilihat dari rerata simpangan koefisien daya sebesar dan koefisien gaya tangensial sebesar 2,3% serta koefisien gaya dorong yang hanya sebesar 1,4%

    104

    full texts

    280

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇