Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Not a member yet
280 research outputs found
Sort by
Sistem Drainase dan Fenomena Banjir Perkotaan
Fenomena banjir di perkotaan mulai banyak terjadi di berbagai kota di Indonesia. Dalam skala kecil, luapan air dari saluran drainase ke jalur lalu lintas, serta genangan air di beberapa ruas jalan sudah mulai menjadi pemandangan yang hampir selalu terjadi setelah hujan turun.
Salah satu penyebab terjadinya banjir di wilayah perkotaan adalah penataan serta pembangunan prasarana wilayah, seperti gedung, jalan, pertamanan kota, bahkan saluran drainase yang tidak memperhatikan perilaku alamiah air. dan tanah.
Pembangunan sistem dan saluran drainase yang hanya berwawasan lokal hanya dapat mengalihkan permasalahan banjir, bukan menyelesaikan permasalahan banjir perkotaan. Untuk menyelesaikan masalah banjir di perkotaan, diperlukan sistem dan saluran drainase tepat guna yang tidakharus berupa bangunan sistem dan saluran yang mahal.Fenomena banjir di perkotaan mulai banyak terjadi di berbagai kota di Indonesia. Dalam skala kecil, luapan air dari saluran drainase ke jalur lalu lintas, serta genangan air di beberapa ruas jalan sudah mulai menjadi pemandangan yang hampir selalu terjadi setelah hujan turun.
Salah satu penyebab terjadinya banjir di wilayah perkotaan adalah penataan serta pembangunan prasarana wilayah, seperti gedung, jalan, pertamanan kota, bahkan saluran drainase yang tidak memperhatikan perilaku alamiah air. dan tanah.
Pembangunan sistem dan saluran drainase yang hanya berwawasan lokal hanya dapat mengalihkan permasalahan banjir, bukan menyelesaikan permasalahan banjir perkotaan. Untuk menyelesaikan masalah banjir di perkotaan, diperlukan sistem dan saluran drainase tepat guna yang tidakharus berupa bangunan sistem dan saluran yang mahal
Studi Pengkajian Pemanasan Piston Sepeda Motor dengan Menggunakan Air yang diberi Batu Gamping
Suku cadang sepeda motor biasanya ada dua pilihan yaitu produk original dan lokal sedangkan perbedaan yang utama adalah pada kualitas dan harga. Produk original kwalitas baik tetapi harga sangat mahal sedangkan produk lokal kwalitas dibawah original tetapi harga cukup murah. Biasanya pemakaian Piston lokal sering mengalami kemacetan saat dipakai pertama kali , yang sering dilakukan oleh montir adalah piston produk lokal tersebut pada saat akan digunakan direbus terlebih dahulu dengan air dan diberi batu gamping agar tidak terjadi kemacetan pada saat mesin dihidupkan pertama kali. Dari hasil pengkajian ini terjadi perubahan kekuatan pada piston tersebut dan akan menjadi peka terhadap panas sehingga piston tersebut cepat rusak. Suku cadang sepeda motor biasanya ada dua pilihan yaitu produk original dan lokal sedangkan perbedaan yang utama adalah pada kualitas dan harga. Produk original kwalitas baik tetapi harga sangat mahal sedangkan produk lokal kwalitas dibawah original tetapi harga cukup murah. Biasanya pemakaian Piston lokal sering mengalami kemacetan saat dipakai pertama kali , yang sering dilakukan oleh montir adalah piston produk lokal tersebut pada saat akan digunakan direbus terlebih dahulu dengan air dan diberi batu gamping agar tidak terjadi kemacetan pada saat mesin dihidupkan pertama kali. Dari hasil pengkajian ini terjadi perubahan kekuatan pada piston tersebut dan akan menjadi peka terhadap panas sehingga piston tersebut cepat rusak. 
Analisa Umur Pakai Baja Perkakas ASSAB DF3/AISI O1 Proses Perlakuan Panas
Pada proses pembentukan logam, kondisi gesekan akan terjadi antara benda kerja yang relatif lunak dan perkakas/cetakan (dies) yang keras sehingga akan mengakibatkan keausan. Kualitas produk dan ketelitian dimensi berkaitan langsung dengan keausan perkakas. ASSAB DF 3 LAISI O1 adalah baja perkakas pembentuk (dies) yang dapat dikeraskan dengan proses perlakuan panas. Baja ini memiliki sifat mampu mesin dan ketangguhan yang baik serta laju keausan yang rendah umumnya digunakan untuk proses Press Working.
Proses perlakuan panas pada material perkakas ASSAB DF 3 adalah Ouenching dan variasi Double Tempering mengakibatkan terjadinya perubahan Jasa sehingga dapat meningkatkan kekerasan dan ketahanan terhadap keausan.
Analisa teoritis umur pakai material perkakas ASSAB DF 3 hasil proses perlakuan panas pada proses Blanking diperoleh hasil optimum yaitu hasil proses Auenching media oli dan Double Tempering pada temperatur 2 X 100C. Nilai kekerasan sebesar 56,78 HRc (628,60 HVN) dapat diperoleh sebanyak 19148 buah keping hasil proses Blanking.Pada proses pembentukan logam, kondisi gesekan akan terjadi antara benda kerja yang relatif lunak dan perkakas/cetakan (dies) yang keras sehingga akan mengakibatkan keausan. Kualitas produk dan ketelitian dimensi berkaitan langsung dengan keausan perkakas. ASSAB DF 3 LAISI O1 adalah baja perkakas pembentuk (dies) yang dapat dikeraskan dengan proses perlakuan panas. Baja ini memiliki sifat mampu mesin dan ketangguhan yang baik serta laju keausan yang rendah umumnya digunakan untuk proses Press Working.
Proses perlakuan panas pada material perkakas ASSAB DF 3 adalah Ouenching dan variasi Double Tempering mengakibatkan terjadinya perubahan Jasa sehingga dapat meningkatkan kekerasan dan ketahanan terhadap keausan.
Analisa teoritis umur pakai material perkakas ASSAB DF 3 hasil proses perlakuan panas pada proses Blanking diperoleh hasil optimum yaitu hasil proses Auenching media oli dan Double Tempering pada temperatur 2 X 100C. Nilai kekerasan sebesar 56,78 HRc (628,60 HVN) dapat diperoleh sebanyak 19148 buah keping hasil proses Blanking
Ekstraksi Virgin Coconut Oil Menggunakan Mikroba Rhizopus Oligosporuz
Proses ekstraksi minyak kelapa dapat dilakukan dengan cara menambahkan Suatu inokulum (mikroba) ke dalam larutan santan dan diinkubasi pada suhu kamar. Minyak yang dihasilkan berupa minyak kelapa murni (virgin coconut oil) atau disebut juga minyak kelapa ekstrak dingin (cold expelled coconut oil). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan virgin coconut oil dengan bantuan Rhizopus oligosporus. Percobaan dilakukan dengan variasi jumlah ragi Rhizopus oligosporus dari ragi tempe sebesar 0,5 gram: 1 gram : 1,5 gram, dan 2 gram. Hasil percobaan terbaik yang memenuhi SNI diperoleh pada percobaan (batch) III menghasilkan produk minyak 81,80 gram : turbiditas 3.4 NTU dan indeks bias 1,450. Hasil analisis kimia produk tersebut memiliki kadar air 0,2% ; kadar kotoran 0,046 % ; kadar asam lemak bebas 0,52 % ; kadar minyak pelican 1,56 % dan bilangan penyabunan 262,968 mg KOH / gr lemak .Proses ekstraksi minyak kelapa dapat dilakukan dengan cara menambahkan Suatu inokulum (mikroba) ke dalam larutan santan dan diinkubasi pada suhu kamar. Minyak yang dihasilkan berupa minyak kelapa murni (virgin coconut oil) atau disebut juga minyak kelapa ekstrak dingin (cold expelled coconut oil). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan virgin coconut oil dengan bantuan Rhizopus oligosporus. Percobaan dilakukan dengan variasi jumlah ragi Rhizopus oligosporus dari ragi tempe sebesar 0,5 gram: 1 gram : 1,5 gram, dan 2 gram. Hasil percobaan terbaik yang memenuhi SNI diperoleh pada percobaan (batch) III menghasilkan produk minyak 81,80 gram : turbiditas 3.4 NTU dan indeks bias 1,450. Hasil analisis kimia produk tersebut memiliki kadar air 0,2% ; kadar kotoran 0,046 % ; kadar asam lemak bebas 0,52 % ; kadar minyak pelican 1,56 % dan bilangan penyabunan 262,968 mg KOH / gr lemak
Pemurnian Isopropanol Menggunakan Membran Alginat
Pemurnian Isopropanol agar mencapai kadar lebih dari 85% umumnya dilakukan dengan distilasi bertingkat yang membutuhkan banyak energi dan biaya. Untuk menghemat biaya, pemurnian Isopropanol dapat dilakukan dengan teknik pervaporasi menggunakan membran. Pada penelitian ini dilakukan teknik pervaporasi menggunakan bahan-bahan utama yaitu : Na-Alginat dengan variasi konsentrasi 4% dan 7%.; larutan CuSO4, dan CaCI2, (0.1 M, 0.5 M, IM) sebagai crosslinker. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi alginat paling optimum untuk pemisahan membran adalah Na-alginat 7%, sedangkan konsentrasi crosslinker optimum adalah 1M CuSO4 (É‘= 147 dan DOS= 4,72) bagi Na-alginat 7% dan 0.5M CaCl2 (É‘= 97 dan DOS= 36,90) bagi konsentrasi alginat 4%. Kondisi operasi dehidrasi isopropanol optimum dicapai pada suhu 50oC dengan konsentrasi umpan 75%.Pemurnian Isopropanol agar mencapai kadar lebih dari 85% umumnya dilakukan dengan distilasi bertingkat yang membutuhkan banyak energi dan biaya. Untuk menghemat biaya, pemurnian Isopropanol dapat dilakukan dengan teknik pervaporasi menggunakan membran. Pada penelitian ini dilakukan teknik pervaporasi menggunakan bahan-bahan utama yaitu : Na-Alginat dengan variasi konsentrasi 4% dan 7%.; larutan CuSO4, dan CaCI2, (0.1 M, 0.5 M, IM) sebagai crosslinker. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi alginat paling optimum untuk pemisahan membran adalah Na-alginat 7%, sedangkan konsentrasi crosslinker optimum adalah 1M CuSO4 (É‘= 147 dan DOS= 4,72) bagi Na-alginat 7% dan 0.5M CaCl2 (É‘= 97 dan DOS= 36,90) bagi konsentrasi alginat 4%. Kondisi operasi dehidrasi isopropanol optimum dicapai pada suhu 50oC dengan konsentrasi umpan 75%
Rancang Bangun Simulator Sinkronisasi Generator Sinkron 3 Fasa Semiotomatis Berbasis Mikrokontroler Arduino
A large supply of electrical power at industry is obtained from generators and PLN which can be operated alternately or together in parallel to supply power to loads either manually or automatically. This condition is for economic reasons and maintenance purposes. In parallel process of a generator, requirements are needed, the frequency, voltage and phase sequence must be the same. For parallel processing, a device called a synchronoscope is needed. In this research, a three-phase synchronous generator synchronoscope simulator that works in parallel with the PLN source semi-automatic using an Arduino microcontroller is made. The synchronoscope simulator works semi-automatically because the voltage and frequency settings of the synchronous generator are not manual. To detect the synchronization parameters of a three-phase synchronous generator, sensors and controllers are made. The components are ZMPT101B voltage sensor, PC817 optocoupler frequency sensor, phase sequence sensor and Arduino Mega 2560. The purpose of this research is to design and create a three-phase generator synchronization simulator based on the Arduino microcontroller which can be synchronized with a maximum of 15 seconds with a measurement error below 5%. The result is that the maximum synchronization process time is 11 seconds and the measurement error is 4.5%.Suplai daya listrik yang besar pada sebuah industri diperoleh dari pembangkit dan PLN yang dapat dioperasikan secara bergantian atau bersama-sama secara paralel untuk mensuplai daya ke beban baik manual maupun otomatis. Kondisi ini dilakukan atas pertimbangan ekonomi atau untuk maintenance. Dalam proses paralel generator dengan generator atau dengan sumber lain diperlukan persyaratan yaitu, frekuensi, tegangan dan urutan fasa harus sama. Untuk keperluan proses paralel diperlukan alat yang disebut sinkronoskop. Pada penelitian ini dibuat sebuah simulator sinkronoskop generator sinkron tiga fasa yang bekerja paralel dengan sumber PLN secara semiotomatis dengan menggunakan mikrokontroler arduino. Simulator sinkronoskop bekerja secara semiotomatis karena pengaturan tegangan dan frekuensi generator sinkron tidak secara manual. Untuk mendeteksi parameter-parameter sinkronisasi generator sinkron tiga fasa dibuatlah sensor dan kontroler yang kemudian dijadikan sebuah sistem yang dapat digunakan untuk sikronisasi generator tiga fasa dengan sumber PLN. Komponen dari simulator sinkroskop terdiri dari sensor tegangan ZMPT101B, sensor frekuensi optocoupler PC817, sensor urutan fasa serta mikrokotroler Arduino Mega 2560. Tujuan penelitian ini merancang dan membuat simulator sinkronisasi generator tiga fasa berbasis mikrokontroler arduino yang proses sinkronisasi generator dapat dilakukan dengan waktu maksimal 15 detik, dengan error pengukuran dibawah 5%. Dari pengujian diperoleh hasil waktu proses sinkronisasi maksimum 11 detik dan -error pengukuran 4,5%
Penjadwalan Batch pada Dua Mesin Homogen untuk Meminimasi Makespan
Prosedur batching atau teknik penjadwalan batch merupakan salah satu metoda yang banyak diterapkan dalam memecahkan masalah penjadwalan Penelitian ini akan membahas pemecahan masalah penjadwalan batch pada dua mesin homogen dengan tujuan untuk meminimasi Makespan. Motivasi pemecahan masalah diangkat dari permasalahan yang terjadi pada perusahaaan “MR†yang bergerak dalam produksi pakaian jadi. Fokus pembahasan masalah terdapat pada pesanan baju ekslusive yang merupakan pesanan baju dengan jumlah tertentu dan dalam pengerjaanya hanya bisa dikerjakan oleh dua orang tenaga kerja ahli. Masalah yang timbul dari penerapan metoda penjadwalan perusahaan adalah sering ditemukan pembebanan yang kurang seimbang antar operator dan berdampak pada panjangnya lead time manufacturing (Makespan) suatu order. Solusi penjadwalan batch pada masalah ini terletak pada menentukan jenis pekerjaan yang harus dipotong, ukuran pemotongan (ukuran batch) dan urutan penjadwalan pekerjaan pada setiap mesin. Hasil pengujian analitik menunjukkan bahwa algoritma penjadwalan usulan dapat mereduksi Makespan hingga 2046 bila dibandingkan penjadwalan eksistingProsedur batching atau teknik penjadwalan batch merupakan salah satu metoda yang banyak diterapkan dalam memecahkan masalah penjadwalan Penelitian ini akan membahas pemecahan masalah penjadwalan batch pada dua mesin homogen dengan tujuan untuk meminimasi Makespan. Motivasi pemecahan masalah diangkat dari permasalahan yang terjadi pada perusahaaan “MR†yang bergerak dalam produksi pakaian jadi. Fokus pembahasan masalah terdapat pada pesanan baju ekslusive yang merupakan pesanan baju dengan jumlah tertentu dan dalam pengerjaanya hanya bisa dikerjakan oleh dua orang tenaga kerja ahli. Masalah yang timbul dari penerapan metoda penjadwalan perusahaan adalah sering ditemukan pembebanan yang kurang seimbang antar operator dan berdampak pada panjangnya lead time manufacturing (Makespan) suatu order. Solusi penjadwalan batch pada masalah ini terletak pada menentukan jenis pekerjaan yang harus dipotong, ukuran pemotongan (ukuran batch) dan urutan penjadwalan pekerjaan pada setiap mesin. Hasil pengujian analitik menunjukkan bahwa algoritma penjadwalan usulan dapat mereduksi Makespan hingga 2046 bila dibandingkan penjadwalan eksistin
Analisa Kegagalan Bantalan Luncur (Bush) pada Poros Sepatu Rem Kereta Api
Bantalan Luncur (Bush) pada poros sepatu rem kereta api berfungsi membantu proses pengereman yang terjadi pada kereta api yang akan berhenti. Kegagalan bantalan luncur dalam membantu proses pengereman yang terjadi pada kereta api akan mengakibatkan kereta bisa tergelincir atau yang lebih fatal akan mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Kerusakan pada bantalan luncur ini terjadi karena adanya konsentrasi tegangan sehingga tegangan yang diterima melebihi kekuatan dari bantalan luncur. Akibatnya bantalan luncur mengalami patah. Tegangan yang terjadi akibat adanya konsentrasi tegangan sebesar 21,32 kgf/mm2 sedangkan tegangan yang diijinkan adalah 16,4 kgf/mm2 . Perbedaan yang besar ini menyebabkan terjadinya deformasi dan patah pada bantalan luncur. bentuk patahan yang terjadi berupa patah transgranular. Sehingga pada material bush yaitu patah transgranular .Bantalan Luncur (Bush) pada poros sepatu rem kereta api berfungsi membantu proses pengereman yang terjadi pada kereta api yang akan berhenti. Kegagalan bantalan luncur dalam membantu proses pengereman yang terjadi pada kereta api akan mengakibatkan kereta bisa tergelincir atau yang lebih fatal akan mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Kerusakan pada bantalan luncur ini terjadi karena adanya konsentrasi tegangan sehingga tegangan yang diterima melebihi kekuatan dari bantalan luncur. Akibatnya bantalan luncur mengalami patah. Tegangan yang terjadi akibat adanya konsentrasi tegangan sebesar 21,32 kgf/mm2 sedangkan tegangan yang diijinkan adalah 16,4 kgf/mm2 . Perbedaan yang besar ini menyebabkan terjadinya deformasi dan patah pada bantalan luncur. bentuk patahan yang terjadi berupa patah transgranular. Sehingga pada material bush yaitu patah transgranular
Interkoneksi PLTMH dan Rekonfigurasi Jaringan Terhadap Profil Tegangan dan Rugi Daya Sistem Manokwari
Pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) merupakan pembangkit alternatif yang ramah lingkungan. Fokus penelitian ini adalah bagaimana pengaruh interkoneksi PLTMH dan rekonfigurasi jaringan terhadap profil tegangan dan rugi saat luar waktu beban puncak (LWBP) dan saat waktu beban puncak (WBP) dan pengujian menggunakan ETAP power station 12.6.0.
Hasil pengujian menunjukan bahwa interkoneksi PLTMH berpengaruh memperbaiki profil tegangan dan rugi daya pada penyulang lokasi interkoneksi yaitu penyulang Maleo namun memiliki pengaruh yang kecil terhadap penyulang lainya. Profil tegangan sistem 20 kV Manokwari tanpa PLTMH memiliki drop tegangan terbesar yang terdapat pada penyulang maleo dan penyulang nuri dengan besar drop tegangan pada penyulang maleo saat LWBP 18,40% dan 25,86% saat WBP, Pada penyulang nuri saat LWBP 6,61% dan 7,78% saat WBP. Interkoneksi PLTMH pada penyulang Maleo memberikan pengaruh yang besar terhadap profil tegangan penyulang Maleo sehingga drop tegangan yang terjadi 5.53% saat LWBP dan 8.83% saat WBP sedangkan penyulang lainnya tidak terlalu besar hanya berkisar antara 1,48% sampai 6,31% saat LWBP dan 2,24% sampai 7,35% saat WBP. Rekonfigurasi jaringan juga mempengaruhi drop tegangan yaitu 5.52% saat LWBP dan 8.69% saat WBP.
Rugi daya sistem tanpa interkoneksi PLTMH adalah pada penyulang Maleo saat LWBP 324,198 kW dan 605,565 kW saat WBP. Interkoneksi PLTMH menyebabkan penurunan rugi daya terbesar pada penyulang maleo sebesar 92,031 kW saat LWBP sedangkan saat WBP sebesar 178,261 kW. Setelah rekonfigurasi jaringan rugi daya juga mengalami perbaikan sebesar 90,819 kW saat LWBP dan 171.49 kW saat WBP.
Kata kunci: PLTMH, interkoneksi, rekonfigurasi, profil tegangan, rugi day