Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Not a member yet
280 research outputs found
Sort by
Perancangan Alat Bantu Proses Penyortiran Alumina Ball Pada Mesin Ball Mill Departemen Body Preparation
XYZ adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur yangmemproduksi keramik.
Penelitian ini dilakukan di departemen body preparation, tempat terjadinya proses penyortiran alumina bal
Alumina ball adalah sebuah batuan yang digunakan untuk proses penggilingan bahan baku utama di mesin ball mill.
Hasil pengamatan di lantai produksi, menunjukan bahwa kegiatan penyortiran alumina ball masih dilakukan secara manual dan merupakan kegiatan yang rutin. Proses penyortiran alumina ball yang umumnya berlangsung lamban menyebabkan berbagai keluhan operator, seperti timbulnya rasa pegal-pegal dan nyeri atau sakit pada bagian punggung, kaki, leher, dan kaki. Kegiatan penyortiran secara manual menghasilkan 2 ton alumina ball tersortir per hari, hanya 26 dari yang seharusnya disortir, dengan melibatkan empat orang operator.
Oleh karenanya, perbaikan sistem kerja perlu segera dilakukan, diantaranya dengan merancang alat saringan yang dapat mempermudah, mempercepat dan memperbaiki posisi kerja operator sehingga selama bekerja memiliki rasa rasa nyaman dengan hasil sortiran yang lebih banyak.
Proses perancangan alat saringan pada penelitian ini menggunakan metode Ouality Function Deplovment (OFD) yang dikombinasikan dengan pendekatan engineering design yang banyak digunakan pada proses perancangan mesin.XYZ adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur yangmemproduksi keramik.
Penelitian ini dilakukan di departemen body preparation, tempat terjadinya proses penyortiran alumina bal
Alumina ball adalah sebuah batuan yang digunakan untuk proses penggilingan bahan baku utama di mesin ball mill.
Hasil pengamatan di lantai produksi, menunjukan bahwa kegiatan penyortiran alumina ball masih dilakukan secara manual dan merupakan kegiatan yang rutin. Proses penyortiran alumina ball yang umumnya berlangsung lamban menyebabkan berbagai keluhan operator, seperti timbulnya rasa pegal-pegal dan nyeri atau sakit pada bagian punggung, kaki, leher, dan kaki. Kegiatan penyortiran secara manual menghasilkan 2 ton alumina ball tersortir per hari, hanya 26 dari yang seharusnya disortir, dengan melibatkan empat orang operator.
Oleh karenanya, perbaikan sistem kerja perlu segera dilakukan, diantaranya dengan merancang alat saringan yang dapat mempermudah, mempercepat dan memperbaiki posisi kerja operator sehingga selama bekerja memiliki rasa rasa nyaman dengan hasil sortiran yang lebih banyak.
Proses perancangan alat saringan pada penelitian ini menggunakan metode Ouality Function Deplovment (OFD) yang dikombinasikan dengan pendekatan engineering design yang banyak digunakan pada proses perancangan mesin
Desain Teknis Penyediaan Air Baku Kecamatan Nangabadau – Kabupaten Kapuashulu
Air merupakan sumber kehidupan bagi umat manusia. Air baku merupakan air untuk keperluan air bersih yang harus memenuhi syarat baku mutu baik dari kualitas, kuantitas, kontinuitas dan keterjangkauannya. Secara umum hambatan dari produktifitas instalasi pengolahan air adalah keterbatasan sumber air baku. Pada kondisi eksisting, cakupan layanan air bersih untuk wilayah Kecamatan Nangabadau belum bisa mencapai ibu kota kecamatan dan beberapa desa di sekitarnya. Hal ini disebabkan karena debit andalan sumber air baku relatif kurang terdistribusi sampai ke reservoir akibat dari banyaknya bocoran pada pipa transmisi. Sumber air baku adalah Sungai Besar dengan luas DAS adalah 2,06 Km2 dan debit andalan Q90 = 127,24 lt/dt. Kualitas Sungai Besar untuk keperluan air baku sudah memenuhi Baku Mutu Kelas I. Bangunan Pengambilan berupa Bendung. Data teknis bendung adalah lebar: 11,50 m, elevasi mercu: +126,50 m dan tinggi bendung: 1,50 m. Jumlah kebutuhan air harian maksimum Kota Badau sampai dengan tahun 2031 adalah 100 lt/dt. Kapasitas Reservoir Rencana adalah 1300 m3. Berdasarkan hasil simulasi hidraulik pipa, sistem transmisi air baku dari intake, reservoir dan sampai ke IPA, direncanakan menggunakan pipa diameter 315mm atau 12†dengan jenis pipa HDPE-PN-8.Air merupakan sumber kehidupan bagi umat manusia. Air baku merupakan air untuk keperluan air bersih yang harus memenuhi syarat baku mutu baik dari kualitas, kuantitas, kontinuitas dan keterjangkauannya. Secara umum hambatan dari produktifitas instalasi pengolahan air adalah keterbatasan sumber air baku. Pada kondisi eksisting, cakupan layanan air bersih untuk wilayah Kecamatan Nangabadau belum bisa mencapai ibu kota kecamatan dan beberapa desa di sekitarnya. Hal ini disebabkan karena debit andalan sumber air baku relatif kurang terdistribusi sampai ke reservoir akibat dari banyaknya bocoran pada pipa transmisi. Sumber air baku adalah Sungai Besar dengan luas DAS adalah 2,06 Km2 dan debit andalan Q90 = 127,24 lt/dt. Kualitas Sungai Besar untuk keperluan air baku sudah memenuhi Baku Mutu Kelas I. Bangunan Pengambilan berupa Bendung. Data teknis bendung adalah lebar: 11,50 m, elevasi mercu: +126,50 m dan tinggi bendung: 1,50 m. Jumlah kebutuhan air harian maksimum Kota Badau sampai dengan tahun 2031 adalah 100 lt/dt. Kapasitas Reservoir Rencana adalah 1300 m3. Berdasarkan hasil simulasi hidraulik pipa, sistem transmisi air baku dari intake, reservoir dan sampai ke IPA, direncanakan menggunakan pipa diameter 315mm atau 12†dengan jenis pipa HDPE-PN-8
Pengaruh Pelayanan dan Variasi Produk Terhadap Kepuasan Pelanggan: Studi Kasus untuk Toserba
Pelanggan adalah raja. Motto ini mengharuskan perusahaan untuk selalu menjaga kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan dapat memelihara jumlah pelanggan yang ada bahkan, dapat menciptakan pelanggan baru. Bagi perusahaan pengecer seperti Toko Serba Ada (Toserba) T Bandung, banyak variabel yang dapat menentukan kepuasan pelanggan. Diantaranya adalah pelayanan dan variasi produk. Berdasarkan pengamatan, jumlah pelanggan Toserba T semakin hari semakin bertambah. Perkembangan demikian, diduga ada kaitannya dengan pelayanan dan variasi produk yang ditawarkan oleh Toserba T sehingga pelanggan merasa puas. Untuk membuktikan dugaan ini, perlu dilakukan penelitian langsung terhadap pelanggan. Maka, penelitian ini mengangkat pokok masalah dengan judul “Hubungan antara Pelayanan dan Variasi Produk dengan Kepuasan Pelanggan Toserba T Bandungâ€.Pelanggan adalah raja. Motto ini mengharuskan perusahaan untuk selalu menjaga kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan dapat memelihara jumlah pelanggan yang ada bahkan, dapat menciptakan pelanggan baru. Bagi perusahaan pengecer seperti Toko Serba Ada (Toserba) T Bandung, banyak variabel yang dapat menentukan kepuasan pelanggan. Diantaranya adalah pelayanan dan variasi produk. Berdasarkan pengamatan, jumlah pelanggan Toserba T semakin hari semakin bertambah. Perkembangan demikian, diduga ada kaitannya dengan pelayanan dan variasi produk yang ditawarkan oleh Toserba T sehingga pelanggan merasa puas. Untuk membuktikan dugaan ini, perlu dilakukan penelitian langsung terhadap pelanggan. Maka, penelitian ini mengangkat pokok masalah dengan judul “Hubungan antara Pelayanan dan Variasi Produk dengan Kepuasan Pelanggan Toserba T Bandungâ€
Pengaruh Proses Perlakuan Panas (Heat Treatment) terhadap Perubahan Struktur Mikro dan Sifat Mekanik pada Crank Shaft Toyota Avansa
Perlakuan panas pada logam pada umumnya akan mempengaruhi sifat mekanik dan struktur mikronya, sehingga mempunyai kekerasan dan keuletan yang tinggi. Adapun metoda perlakuan panas yang dilakukan untuk Crank Shaf yaitu metoda normalizing.
Dari data yang didapat, harga kekerasan meningkat dari 195,18 Hv menjadi 256,2 Hv. Selain harga kekerasan, Crank Shafi yang tidak mengalami proses perlakuan panas mempunyai fasa É‘ (Ferit) yang mengelilingi grafit nodul lebih besar dibandingkan Crank Shafi yang mengalami proses perlakuan panas. Ini yang mengakibatkan Crank Shaft tersebut mempunyai sifat keras yang lebih baik.
Dari hasil pengujian, mengindikasikan bahwa akibat proses perlakuan panas yang dilakukan, terjadi perubahan pada Struktur mikro dan harga kekerasan. Oleh karena itu besi cor Nodular mempunyai kemampuan untuk diproses perlakuan panas seperti baja.Perlakuan panas pada logam pada umumnya akan mempengaruhi sifat mekanik dan struktur mikronya, sehingga mempunyai kekerasan dan keuletan yang tinggi. Adapun metoda perlakuan panas yang dilakukan untuk Crank Shaf yaitu metoda normalizing.
Dari data yang didapat, harga kekerasan meningkat dari 195,18 Hv menjadi 256,2 Hv. Selain harga kekerasan, Crank Shafi yang tidak mengalami proses perlakuan panas mempunyai fasa É‘ (Ferit) yang mengelilingi grafit nodul lebih besar dibandingkan Crank Shafi yang mengalami proses perlakuan panas. Ini yang mengakibatkan Crank Shaft tersebut mempunyai sifat keras yang lebih baik.
Dari hasil pengujian, mengindikasikan bahwa akibat proses perlakuan panas yang dilakukan, terjadi perubahan pada Struktur mikro dan harga kekerasan. Oleh karena itu besi cor Nodular mempunyai kemampuan untuk diproses perlakuan panas seperti baja
Isolasi Enzim Bromelin dari Buah Nanas dan Aplikasinya pada Pembuatan Kecap Berbahan Baku Keong Mas
Bromelin merupakan enzim proteolitik yang berasal dari buah nanas (Ananas comosus dan Ananas bracteatus). Sebagai enzim proteolitik, bromelin mampu memecah molekul-molekul protein menjadi bentuk asam amino. Pada penelitian ini enzim bromelin digunakan dalam pembuatan kecap dari keong mas sebagai katalis. Pembuatan kecap dari keong mas tersebut bertujuan untuk memanfaatkan kandungan protein yang terdapat pada keong mas. Diharapkan masyarakat khususnya petani akan mendapatkan manfaat dan nilai tambah dari pengolahan tersebut dengan mengusahakan
kecap keong mas sebagai penghasilan sampingan. Variabel yang dipelajari pada penelitian ini adalah perbandingan penggunaan komposisi antara bonggol nanas dengan keong mas pada perbandingan 1: 1 (A), 1: 2 (B), dan 1 : 3 (C) serta waktu proses hidrolisa enzimatis terhadap keong mas. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa kecap yang paling disukai adalah kecap yang dibuat dengan perbandingan 1 : 2 dengan lama proses pembuatan 3 hari.Bromelin merupakan enzim proteolitik yang berasal dari buah nanas (Ananas comosus dan Ananas bracteatus). Sebagai enzim proteolitik, bromelin mampu memecah molekul-molekul protein menjadi bentuk asam amino. Pada penelitian ini enzim bromelin digunakan dalam pembuatan kecap dari keong mas sebagai katalis. Pembuatan kecap dari keong mas tersebut bertujuan untuk memanfaatkan kandungan protein yang terdapat pada keong mas. Diharapkan masyarakat khususnya petani akan mendapatkan manfaat dan nilai tambah dari pengolahan tersebut dengan mengusahakan
kecap keong mas sebagai penghasilan sampingan. Variabel yang dipelajari pada penelitian ini adalah perbandingan penggunaan komposisi antara bonggol nanas dengan keong mas pada perbandingan 1: 1 (A), 1: 2 (B), dan 1 : 3 (C) serta waktu proses hidrolisa enzimatis terhadap keong mas. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa kecap yang paling disukai adalah kecap yang dibuat dengan perbandingan 1 : 2 dengan lama proses pembuatan 3 hari
Pengaruh Waktu Penahanan Proses Pengerasan Permukaan Cyaniding Terhadap Laju Difusi Nitrogen Terhadap Struktur Dan Sifat Mekanik Baja Perkakas Assab Xw-42
Salah satu metoda pengerasan permukaan dengan jalan merubah komposisi kimia yaitu dengan proses Cyaniding. Atom N (Nitrogen) diperoleh dari hasil reaksi garam KFe(CN), dengan oksigen/udara dengan aktivator Na2CO3. Atom N akan berdifusi masuk kedalam permukaan sehingga pada permukaan akan diperoleh lapisan white keras Fe4N dan Fe2N yang sifatnya keras. Proses cyaniding ini dilakukan dengan memyvariasikan waktu yaitu 3, 9 dan 21 jam dengan temperatur 580oC. Dari hasil penelitian ini lapisan yang terbentuk pada proses 3 jam yaitu dengan rata rata 40,870µm , untuk proses 9 jam lapisan yang terbentuk rata-rata 58µm dan proses 21 jam lapisan yang terbentuk rata-rata 61,109µm. Sedangkan kekerasan yang dihasilkan akibat terbentuknya lapisan nitrida besi: Fe4N adalah untuk proses 3 jam 771,61 Hv, proses 9 jam 763,13Hv dan 21 jam 760,27 Hv.Salah satu metoda pengerasan permukaan dengan jalan merubah komposisi kimia yaitu dengan proses Cyaniding. Atom N (Nitrogen) diperoleh dari hasil reaksi garam KFe(CN), dengan oksigen/udara dengan aktivator Na2CO3. Atom N akan berdifusi masuk kedalam permukaan sehingga pada permukaan akan diperoleh lapisan white keras Fe4N dan Fe2N yang sifatnya keras. Proses cyaniding ini dilakukan dengan memyvariasikan waktu yaitu 3, 9 dan 21 jam dengan temperatur 580oC. Dari hasil penelitian ini lapisan yang terbentuk pada proses 3 jam yaitu dengan rata rata 40,870µm , untuk proses 9 jam lapisan yang terbentuk rata-rata 58µm dan proses 21 jam lapisan yang terbentuk rata-rata 61,109µm. Sedangkan kekerasan yang dihasilkan akibat terbentuknya lapisan nitrida besi: Fe4N adalah untuk proses 3 jam 771,61 Hv, proses 9 jam 763,13Hv dan 21 jam 760,27 Hv
Switch Otomatis Untuk Supplay Listrik Di Rumah
Dengan sering terjadinya pemadaman listrik secara bergantian di perumahan, ini akan berakibat tergangunya segala aktifitas dan penerangan yang berhubungan dengan pengunaan listrik, juga akan berakibat rusaknya alat-alat yang mempergunakan listrik. Dengan menyediakan generator set (genset) sebagai back-up dalam penyedian supplay listrik, namun masih mengalami proses pemadaman, karena saat start-up genset membutuhkan waktu, juga saat koneksinya rentan terjadi kesalahan, maka dibutuhkan suatu sistem yang dapat secara otomatis men-switch power dari master ke back-up, juga start-up genset tanpa proses pemadaman listrik.
Berlatar belakang masalah di atas, dilakukan penelitian bagaimana mendesain suatu switch (saklar) secara otomatis untuk membangkitkan genset dengan bantuan baterai, apabila terjadi pemadaman listrik dari PLN, dengan waktu yang relatif singkat, peralatan listrik di rumah masih tetap bekerja. Sehingga peralatan yang memerlukan listrik begitupun penerangan masih tetap bekerja dan tidak cepat rusak.
Dari hasil penelitian dan perancangan automatic transfer switch untuk kelistrikan rumah didapat bahwa sistem ini telah berjalan dengan baik, Sistem perpindahan secara otomatis dari PLN ke Genset atau sebaliknya hanya perlu waktu 5 menit dan proses pemadaman listrik hanya 0,3 detik. Fungsi Automatic Main Failure (AMF) menghidupkan genset secara otomatis ketika supplay atau pasokan arus listrik dari PLN terhenti.Dengan sering terjadinya pemadaman listrik secara bergantian di perumahan, ini akan berakibat tergangunya segala aktifitas dan penerangan yang berhubungan dengan pengunaan listrik, juga akan berakibat rusaknya alat-alat yang mempergunakan listrik. Dengan menyediakan generator set (genset) sebagai back-up dalam penyedian supplay listrik, namun masih mengalami proses pemadaman, karena saat start-up genset membutuhkan waktu, juga saat koneksinya rentan terjadi kesalahan, maka dibutuhkan suatu sistem yang dapat secara otomatis men-switch power dari master ke back-up, juga start-up genset tanpa proses pemadaman listrik.
Berlatar belakang masalah di atas, dilakukan penelitian bagaimana mendesain suatu switch (saklar) secara otomatis untuk membangkitkan genset dengan bantuan baterai, apabila terjadi pemadaman listrik dari PLN, dengan waktu yang relatif singkat, peralatan listrik di rumah masih tetap bekerja. Sehingga peralatan yang memerlukan listrik begitupun penerangan masih tetap bekerja dan tidak cepat rusak.
Dari hasil penelitian dan perancangan automatic transfer switch untuk kelistrikan rumah didapat bahwa sistem ini telah berjalan dengan baik, Sistem perpindahan secara otomatis dari PLN ke Genset atau sebaliknya hanya perlu waktu 5 menit dan proses pemadaman listrik hanya 0,3 detik. Fungsi Automatic Main Failure (AMF) menghidupkan genset secara otomatis ketika supplay atau pasokan arus listrik dari PLN terhenti
Analisis Jaringan Angkutan Kota Di Kota Cimahi
Angkutan kota merupakan sarana transportasi yang paling penting dalam penunjang mobilitas penduduk terutama untuk penggunaan jasa angkutan. Angkutan kota ini pada setiap harinya selalu mengangkut penumpang terutama pada jam-jam sibuk yaitu pada pagi dan sore hari. Untuk dapat menyediakan pelayanan angkutan kota yang efektif dan efisien maka diperlukan perencanaan operasional pelayanan angkutan kota dengan sebaik mungkin, oleh karena itu maka diperlukan adanya evaluasi mengenai jaringan angkutan kota untuk mengetahui apakah karakterisrtik pelayanan angkutan kota serta daerah pelayanan yang terlayani sudah memenuhi syarat yang diijinkan.
Angkutan kota merupakan sarana transportasi yang paling penting dalam penunjang mobilitas penduduk terutama untuk penggunaan jasa angkutan. Angkutan kota ini pada setiap harinya selalu mengangkut penumpang terutama pada jam-jam sibuk yaitu pada pagi dan sore hari. Untuk dapat menyediakan pelayanan angkutan kota yang efektif dan efisien maka diperlukan perencanaan operasional pelayanan angkutan kota dengan sebaik mungkin, oleh karena itu maka diperlukan adanya evaluasi mengenai jaringan angkutan kota untuk mengetahui apakah karakterisrtik pelayanan angkutan kota serta daerah pelayanan yang terlayani sudah memenuhi syarat yang diijinkan. Telah dilakukan analisa mengenai jaringan angkutan kota di Kota Cimahi dengan lingkup penelitian mengenai karakteristik pelayanan angkutan kota seperti waktu antara kendaraan, faktor muat, frekuensi, faktor keterisian kendaraan, kecepatan dan waktu tempuh. Angkutan kota merupakan sarana transportasi yang paling penting dalam penunjang mobilitas penduduk terutama untuk penggunaan jasa angkutan. Angkutan kota ini pada setiap harinya selalu mengangkut penumpang terutama pada jam-jam sibuk yaitu pada pagi dan sore hari. Untuk dapat menyediakan pelayanan angkutan kota yang efektif dan efisien maka diperlukan perencanaan operasional pelayanan angkutan kota dengan sebaik mungkin, oleh karena itu maka diperlukan adanya evaluasi mengenai jaringan angkutan kota untuk mengetahui apakah karakterisrtik pelayanan angkutan kota serta daerah pelayanan yang terlayani sudah memenuhi syarat yang diijinkan.
Angkutan kota merupakan sarana transportasi yang paling penting dalam penunjang mobilitas penduduk terutama untuk penggunaan jasa angkutan. Angkutan kota ini pada setiap harinya selalu mengangkut penumpang terutama pada jam-jam sibuk yaitu pada pagi dan sore hari. Untuk dapat menyediakan pelayanan angkutan kota yang efektif dan efisien maka diperlukan perencanaan operasional pelayanan angkutan kota dengan sebaik mungkin, oleh karena itu maka diperlukan adanya evaluasi mengenai jaringan angkutan kota untuk mengetahui apakah karakterisrtik pelayanan angkutan kota serta daerah pelayanan yang terlayani sudah memenuhi syarat yang diijinkan. Telah dilakukan analisa mengenai jaringan angkutan kota di Kota Cimahi dengan lingkup penelitian mengenai karakteristik pelayanan angkutan kota seperti waktu antara kendaraan, faktor muat, frekuensi, faktor keterisian kendaraan, kecepatan dan waktu tempuh. 
Analisis Tingkat Keselamatan Jalan Tol Berdasarkan Metode Pembobotan Korlantas (Studi Kasus: Jalan Tol Cipularang)
Traffic accidents not only caused material losses but the resulted on the loss of very high in human resources. The Cipularang toll road segment has many blackspot locations which is a decrease in the performance of the toll road section. The approach method to accident data analysis with Korlantas ranked. the analysis was to predict the location of the blackspot based on the fatality rate of the accident victims on the road. Based upon the analysis of Korlantas ranked were the high number of accidents is at locations KM 91-93. The aspects reviewed on evaluated blackspot areas included traffic volume, operational speed, geometric, and road equipment.
The time of the accident at 00.00-06.00 with an average percentage of 43%, the type of collision was dominated by the accident itself with an average percentage of 37%, based on the factor causing the accident was the lack of anticipation of the driver with an average percentage of 48%. Accidents that often occur occur in KM. 91 by having the highest accident rate dominated by large truck vehicles with an average percentage of 14% and having a high fatality rate of accident victims. The proposed handling of the blackspot area of ​​Cipularang toll road KM 91-93 based on the dominant caused of the accident was carried out on an effort to improve road safety.Kecelakaan lalu lintas tidak hanya menimbulkan kerugian materi akan tetapi mengakibatkan kehilangan sumber daya manusia yang sangat tinggi. Ruas jalan tol Cipularang memiliki lokasi rawan kecelakaan (blackspot) yang banyak sehingga mengakibatkan menurunnya kinerja ruas jalan tol tersebut. Pendekatan analisis data kecelakaan dengan analisis pembobotan Korlantas yaitu memprediksi lokasi blackspot berdasarkan tingkat fatalitas korban kecelakaan di ruas jalan. Berdasarkan analisis pembobotan Korlantas tingginya angka kecelakaan berada di lokasi KM 91-93. Aspek yang ditinjau dalam mengevaluasi daerah blackspot meliputi volume lalu lintas, kecepatan operasional, geometrik, dan perlengkapan jalan.
Waktu kejadian kecelakaan pada pukul 00.00-06.00 dengan persentase rata-rata 43%, tipe tabrakan didominasi oleh kecelakaan sendiri dengan persentase rata-rata 37%, berdasarkan faktor penyebab kecelakaan adalah kurang antisipasinya pengemudi dengan persentase rata-rata 48%. Kecelakaan yang sering muncul terjadi pada KM. 91 dengan memiliki angka kecelakaan tertinggi yang didominasi oleh kendaraan truk besar dengan persentase rata-rata 14% dan memiliki nilai fatalitas korban kecelakaan yang tinggi. Usulan penanganan pada daerah blackspot jalan tol Cipularang KM 91-93 berdasarkan penyebab kecelakaan yang dominan dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan jalan