Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Not a member yet
280 research outputs found
Sort by
The Effect of Chrom Element on Oxidation Behaviour of TiAl-based Alloy
Tial-based alloy have long been considered to be suitable candidates for high temperature structural application expecially at below 700oC. Unfortunately, in higher temperature (between 700oC and 900oC), TiAl-based alloy have a poor oxidation resistance. The reason for this is that the alloys generally form rapidly growing titania based surface oxide scales rather than protective alumina layers.Various efforts have been and are being made to overcome these problems. One of alloying elements have been developed is chrom element which hoped could decreased the form of titania and lead to form alumina layers.Tial-based alloy have long been considered to be suitable candidates for high temperature structural application expecially at below 700oC. Unfortunately, in higher temperature (between 700oC and 900oC), TiAl-based alloy have a poor oxidation resistance. The reason for this is that the alloys generally form rapidly growing titania based surface oxide scales rather than protective alumina layers.Various efforts have been and are being made to overcome these problems. One of alloying elements have been developed is chrom element which hoped could decreased the form of titania and lead to form alumina layers
Klasifikasi Suara Manusia Dengan Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Dan Algoritma Levenberg-Marguadt
Teknologi pengenalan suara saat ini telah mengalami perkembangan terutama dalam hal speech processing. Speech processing merupakan suatu cara untuk mengekstrak informasi yang diinginkan dari sebuah sinyal suara. Penelitian ini membahas sistem klasifikasi suara manusia male dan female. Mengeksitrak ciri dari sinyal suara setiap frame pada domain waktu dan freguency domain sangat membantu untuk menyederhanakan dan mempercepat perhitungan. Adapun fitur-fitur untuk suara atau audio antara lain Short Time Energy, Zero Crossing Rate, Spectral Centroid dan lain-lain. Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa klasifikasi suara manusia dengan menggunakan jaringan syaraf tiruan backpropagation dan algoritma Levenberg-Marguadt untuk perubahan matriks bobotnya sangat baik dan cepat karena kompleksitas perhitungan yang tidak terlalu tinggi. Database sample suara sebanyak 40 buah dengan data test sebanyak 4 suara. Output dari sistem adalah hasil klasifikasi yang telah dikenali dengan nilai kemiripan 0,5 sebagai male dan <0,5 sebagai female.Teknologi pengenalan suara saat ini telah mengalami perkembangan terutama dalam hal speech processing. Speech processing merupakan suatu cara untuk mengekstrak informasi yang diinginkan dari sebuah sinyal suara. Penelitian ini membahas sistem klasifikasi suara manusia male dan female. Mengeksitrak ciri dari sinyal suara setiap frame pada domain waktu dan freguency domain sangat membantu untuk menyederhanakan dan mempercepat perhitungan. Adapun fitur-fitur untuk suara atau audio antara lain Short Time Energy, Zero Crossing Rate, Spectral Centroid dan lain-lain. Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa klasifikasi suara manusia dengan menggunakan jaringan syaraf tiruan backpropagation dan algoritma Levenberg-Marguadt untuk perubahan matriks bobotnya sangat baik dan cepat karena kompleksitas perhitungan yang tidak terlalu tinggi. Database sample suara sebanyak 40 buah dengan data test sebanyak 4 suara. Output dari sistem adalah hasil klasifikasi yang telah dikenali dengan nilai kemiripan 0,5 sebagai male dan <0,5 sebagai female
Analisis Operasional Zona Selamat Sekolah (ZoSS) SDN Cikadut Bandung
Zona Selamat Sekolah merupakan salah satu langkah untuk memperlambat lalu lintas, khususnya di sekolah yang berada pada jalan yang mempunyai arus lalu lintas yang sangat padat. Penggunaan rekayasa lalu lintas seperti rambu lalu lintas dan marka jalan serta pembatasan kecepatan bertujuan meningkatkan perhatian pengemudi terhadap penurunan batas kecepatan di zona selamat sekolah serta memberikan rasa aman kepada para murid yang akan menyeberang di jalan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik arus lalu lintas, perilaku pengguna jalan dan kondisi rambu serta marka di lokasi Zona Selamat Sekolah pada ruas jalan AH. Nasution tepatnya di depan SDN Cikadut.Data yang digunakan adalah data primer yang meliputi volume lalu lintas, waktu tempuh, hambatan samping, perilaku pengguna jalan, geometrik jalan dan lingkungan. Data tersebut dianalisis untuk mencari volume, kecepatan sesaat sebelum dan saat di ZoSS, kapasitas dan derajat kejenuhan yang mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.Berdasarkan hasil analisis, ditinjau dari kondisi kelengkapan dan ukuran ZoSS belum sesuai dengan ketentuan. Sebagian rambu ada yang terhalang pohon dan dipasang hanya pada satu sisi saja. Perilaku penyeberang belum memenuhi prosedur penggunaan ZoSS karena salah satu prosedur menyeberang yaitu prosedur 4T tidak dilakukan dengan benar.Kecepatan sesaat dan perilaku pengemudi belum sesuai karena sebagian besar pengemudi tidak mengurangi kecepatan kendaraan saat melewati ZoSS dan tidak memberikan hak jalan pada para penyeberang. Pengemudi sepeda motor sebanyak 96% dan kendaraan ringan 91% cenderung mengabaikan hak penyeberang jalan, hanya sekitar 46% yang menurunkan kecepatan dan 38% yang mematuhi batas kecepatan maksimum < 25km/jam.Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Zona Selamat Sekolah pada ruas jalan AH.Nasution kurang efektif. Hal ini terindikasikan dari perilaku para pengemudi yang mengabaikan hak penyeberang jalan, kemungkinan besar hal ini terjadi karena para pengemudi tidak memahami Zona Selamat Sekolah
Studi Hubungan Volume, Kecepatan dan Kerapatan pada Ruas Jalan Gatot Subroto Kota Cimahi
Arus lalu lintas merupakan interaksi yang unik antara pengemudi, kendaraan, dan jalan. Tidak ada arus lalu lintas yang sama bahkan pada keadaan yang serupa. Sehingga arus pada suatu ruas jalan tertentu selalu bervariasi. Walaupun demikian diperlukan parameter yang dapat menunjukkan kondisi ruas jalan, atau yang akan dipakai untuk desain. Parameter tersebut antara lain adalah volume, kecepatan dan kerapatan.
Hubungan antara volume, kecepatan dan kerapatan sering digunakan sebagai dasar dalam pengelolaan arus lalu lintas pada suatu jalan raya. Untuk itu perlu dilakukan suatu studi mengenai ketiga parameter ini sehingga hasil studi dapat memberikan gambaran yang saling terkait antara ketiga parameter tersebut. Hasil analisis dari studi berupa model matematis yang dikembangkan berdasarkan hubungan dasar volume sama dengan kecepatan kali kerapatan atau dalam bentuk persamaan V = D.Us.
Terdapat banyak model dalam menyatakan hubungan antara volume, kecepatan dan kerapatan. Tiga diantaranya adalah model Greenshields, Greenberg dan Underwood. Greenshields mendasarkan modelnya pada asumsi hubungan kecepatan dan kerapatan merupakan hubungan linier. Greenberg beranggapan arus lalu lintas dapat dianalogikan sebagai arus fluida. Hubungan kecepatan dan kerapatan pada model Greenberg dengan demikian merupakan hubungan logaritmik. Pada model Underwood, model yang disusun berdasarkan teorinya dari hasil penelitian kecepatan dan kerapatan dimana kedua parameter ini memiliki hubungan eksponential.Arus lalu lintas merupakan interaksi yang unik antara pengemudi, kendaraan, dan jalan. Tidak ada arus lalu lintas yang sama bahkan pada keadaan yang serupa. Sehingga arus pada suatu ruas jalan tertentu selalu bervariasi. Walaupun demikian diperlukan parameter yang dapat menunjukkan kondisi ruas jalan, atau yang akan dipakai untuk desain. Parameter tersebut antara lain adalah volume, kecepatan dan kerapatan.
Hubungan antara volume, kecepatan dan kerapatan sering digunakan sebagai dasar dalam pengelolaan arus lalu lintas pada suatu jalan raya. Untuk itu perlu dilakukan suatu studi mengenai ketiga parameter ini sehingga hasil studi dapat memberikan gambaran yang saling terkait antara ketiga parameter tersebut. Hasil analisis dari studi berupa model matematis yang dikembangkan berdasarkan hubungan dasar volume sama dengan kecepatan kali kerapatan atau dalam bentuk persamaan V = D.Us.
Terdapat banyak model dalam menyatakan hubungan antara volume, kecepatan dan kerapatan. Tiga diantaranya adalah model Greenshields, Greenberg dan Underwood. Greenshields mendasarkan modelnya pada asumsi hubungan kecepatan dan kerapatan merupakan hubungan linier. Greenberg beranggapan arus lalu lintas dapat dianalogikan sebagai arus fluida. Hubungan kecepatan dan kerapatan pada model Greenberg dengan demikian merupakan hubungan logaritmik. Pada model Underwood, model yang disusun berdasarkan teorinya dari hasil penelitian kecepatan dan kerapatan dimana kedua parameter ini memiliki hubungan eksponential
Suatu Kajian Analitik Mengenai Penentuan Sektor Industri Nasional yang Mendapatkan Prioritas Pengembangan
Mengingat dana yang tersedia untuk pembangunan dan pengembangan sektor industri secara keseluruhan sangat terbatas, demikian pula keterbatasan yang lainnya di bidang penguasaan dan penerapan teknologi industri, manajemen dan tenaga terampil (technical skill labour), sehingga dengan alasan-alasan tersebut Pemerintah tidak mungkin dapat mengembangkan seluruh jenis sektor industri sekaligus pada saat/periode yang bersamaan. Salah satu alternatif dalam upaya melaksanakan program pengembangan sektor industri yang dapat ditempuh adalah menentukan sektor-sektor industri tertentu yang mendapatkan prioritas pengembangan. Untuk menentukan sektor-sektor industri yang mendapatkan prioritas pengembangan tersebut, haruslah berdasarkan kriteria-kriteria tertentu yang menunjukkan bahwa sektor-sektor industri tersebut layak untuk dipilih. Adapun kriteria-kriteria yang dikembangkan pada penelitian ini adalah besarnya tingkat pertumbuhan output optimal, besarnya koefisien nilai tambah, besarnya nilai tambah bruto, besarnya tingkat total keterkaitan antar sektor industri, besarnya nilai indeks pengaruh pengganda pendapatan tipe II serta besarnya nilai indeks pengaruh pengganda tenaga kerja tipe II.Mengingat dana yang tersedia untuk pembangunan dan pengembangan sektor industri secara keseluruhan sangat terbatas, demikian pula keterbatasan yang lainnya di bidang penguasaan dan penerapan teknologi industri, manajemen dan tenaga terampil (technical skill labour), sehingga dengan alasan-alasan tersebut Pemerintah tidak mungkin dapat mengembangkan seluruh jenis sektor industri sekaligus pada saat/periode yang bersamaan. Salah satu alternatif dalam upaya melaksanakan program pengembangan sektor industri yang dapat ditempuh adalah menentukan sektor-sektor industri tertentu yang mendapatkan prioritas pengembangan. Untuk menentukan sektor-sektor industri yang mendapatkan prioritas pengembangan tersebut, haruslah berdasarkan kriteria-kriteria tertentu yang menunjukkan bahwa sektor-sektor industri tersebut layak untuk dipilih. Adapun kriteria-kriteria yang dikembangkan pada penelitian ini adalah besarnya tingkat pertumbuhan output optimal, besarnya koefisien nilai tambah, besarnya nilai tambah bruto, besarnya tingkat total keterkaitan antar sektor industri, besarnya nilai indeks pengaruh pengganda pendapatan tipe II serta besarnya nilai indeks pengaruh pengganda tenaga kerja tipe II
Perancangan Model Multimedia Perakitan Distributor Valve pada Sistem Pengereman Kereta Api dengan Menggunakan CAD dan 3DS MAX Di PT X
Departemen Yi di PT X menggunakan sejumlah alat peraga sebagai alat bantu komunikasi dalam kegiatan presentasi dan kegiatan pengembangan. Kegiatan presentasi bertujuan untuk mengenalkan sistem pengereman kereta api, dari mulai bentuk, cara kerja, penggunaan, perawatan, sampai dengan trouble shooting, dan hal lain yang dianggap perlu. Kegiatan presentasi tersebut dilakukan untuk kepentingan marketing dan untuk kepentingan pelatihan baik untuk kalangan konsumen, maupun tamu undangan yang memiliki kepentingan yang sama. Sementara itu, untuk kepentingan pengembangan, model atau alat peraga tersebut digunakan untuk mempelajari produk tanpa harus marusak produk. Alat peraga atau model yang digunakan di perusahaan saat ini termasuk kedalam model statis yang berupa foto produk, gambar produk, gambar teknik, Lembar Urutan Proses / Lembar Urutan Kerja, gambar perakitan dan sofiware gif animator. Model-model tersebut diperjelas dengan melakukan demonstrasi cara kerja produk dilantai pabrik.Departemen Yi di PT X menggunakan sejumlah alat peraga sebagai alat bantu komunikasi dalam kegiatan presentasi dan kegiatan pengembangan. Kegiatan presentasi bertujuan untuk mengenalkan sistem pengereman kereta api, dari mulai bentuk, cara kerja, penggunaan, perawatan, sampai dengan trouble shooting, dan hal lain yang dianggap perlu. Kegiatan presentasi tersebut dilakukan untuk kepentingan marketing dan untuk kepentingan pelatihan baik untuk kalangan konsumen, maupun tamu undangan yang memiliki kepentingan yang sama. Sementara itu, untuk kepentingan pengembangan, model atau alat peraga tersebut digunakan untuk mempelajari produk tanpa harus marusak produk. Alat peraga atau model yang digunakan di perusahaan saat ini termasuk kedalam model statis yang berupa foto produk, gambar produk, gambar teknik, Lembar Urutan Proses / Lembar Urutan Kerja, gambar perakitan dan sofiware gif animator. Model-model tersebut diperjelas dengan melakukan demonstrasi cara kerja produk dilantai pabrik
Ekstraksi Minyak Kelapa Menggunakan Enzim Bromelin dari Buah Nanas
Ekstraksi merupakan salah satu metoda yang digunakan untuk mendapatkan minyak dari bahan yang diduga mengandung minyak. Enzim bromelin yang terkandung dalam tanaman nanas dapat digunakan sebagai bahan pengekstrak minyak. Dalam hal ini penggunaan tanaman nanas sebagai penghasil enzim pengekstrak didukung juga oleh cukup banyaknya tanaman nanas diwilayah Indonesia. Nanas yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Subang.
Komposisi nanas yang digunakan dalam penelitian adalah 10%, 20% dan 30% dari berat campuran kelapa. Campuran kemudian diperam selama 6 jam, dikeringkan selama 6 jam pada suhu 65oC, lalu dilakukan pengepresan dan penyaringan.
Hasil penelitian menunjukan rendemen minyak tertinggi (209,19 g) diperoleh pada daging nanas tua dengan komposisi nanas 30%. Berdasarkan uji yang dilakukan, kualitas minyak yang dihasilkan memenuhi standar baku yang telah ditetapkan (SNI).Ekstraksi merupakan salah satu metoda yang digunakan untuk mendapatkan minyak dari bahan yang diduga mengandung minyak. Enzim bromelin yang terkandung dalam tanaman nanas dapat digunakan sebagai bahan pengekstrak minyak. Dalam hal ini penggunaan tanaman nanas sebagai penghasil enzim pengekstrak didukung juga oleh cukup banyaknya tanaman nanas diwilayah Indonesia. Nanas yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Subang.
Komposisi nanas yang digunakan dalam penelitian adalah 10%, 20% dan 30% dari berat campuran kelapa. Campuran kemudian diperam selama 6 jam, dikeringkan selama 6 jam pada suhu 65oC, lalu dilakukan pengepresan dan penyaringan.
Hasil penelitian menunjukan rendemen minyak tertinggi (209,19 g) diperoleh pada daging nanas tua dengan komposisi nanas 30%. Berdasarkan uji yang dilakukan, kualitas minyak yang dihasilkan memenuhi standar baku yang telah ditetapkan (SNI)
Pengaruh ketebalan logam pengisi terhadap sifat-sifat mekanik dan struktur mikro sambungan silver-brazing
Penggunaan logam pengisi berbentuk lembaran tipis masih belum banyak diketahui oleh para praktisi di lapangan untuk proses brazing. Penelitian dilakukan untuk mengetahui sifat-sifat mekanik (kekuatan tarik-geser dan kekerasan) dan perubahan struktur mikro pada sambungan lap-joint dengan memyariasikan ketebalan logam pengisi. Bahan yang digunakan sebagai logam induk adalah stainless steel AISI 304 dan logam pengisi paduan perak.
Proses brazing yang menggunakan furnace brazing dilakukan pada temperatur 850C. Hasil pengujian di laboratorium menunjukkan bahwa semakin tebal logam pengisi terjadi penurunan kekuatan tarik-geser sambungan. Kekuatan tarik-geser terbesar diperoleh pada tebal lapisan t, (0,03 mm atau 30 m) — 6,223 kg/mm\u27. Sedangkan kekerasan tidak mengalami perubahan yang signifikan, harga kekerasan logam induk berkisar 232,6 HV, antarmuka 161, 8 HV dan logam pengisi 34,5 HV. Terjadi penurunan ketebalan logam pengisi akibat adanya logam pengisi yang keluar dari daerah sambungan saat pencairan. Rata-rata penurunan ketebalan sebesar 1194 dari tebal awal. Pemeriksaan struktur mikro dengan mikroskop metalurgi dan SEM-EDS menunjukkan bahwa di logam induk dan di daerah antarmuka sambungan tidak berubah (fasa austenit), sedangkan pada daerah sambungan berfasa dendrit sebagai akibat logam pengisi mencair dan kemudian membeku. Tidak terjadi difusi atom-atom dari unsur-unsur yang terdapat dalam logam pengisi.Penggunaan logam pengisi berbentuk lembaran tipis masih belum banyak diketahui oleh para praktisi di lapangan untuk proses brazing. Penelitian dilakukan untuk mengetahui sifat-sifat mekanik (kekuatan tarik-geser dan kekerasan) dan perubahan struktur mikro pada sambungan lap-joint dengan memyariasikan ketebalan logam pengisi. Bahan yang digunakan sebagai logam induk adalah stainless steel AISI 304 dan logam pengisi paduan perak.
Proses brazing yang menggunakan furnace brazing dilakukan pada temperatur 850C. Hasil pengujian di laboratorium menunjukkan bahwa semakin tebal logam pengisi terjadi penurunan kekuatan tarik-geser sambungan. Kekuatan tarik-geser terbesar diperoleh pada tebal lapisan t, (0,03 mm atau 30 m) — 6,223 kg/mm\u27. Sedangkan kekerasan tidak mengalami perubahan yang signifikan, harga kekerasan logam induk berkisar 232,6 HV, antarmuka 161, 8 HV dan logam pengisi 34,5 HV. Terjadi penurunan ketebalan logam pengisi akibat adanya logam pengisi yang keluar dari daerah sambungan saat pencairan. Rata-rata penurunan ketebalan sebesar 1194 dari tebal awal. Pemeriksaan struktur mikro dengan mikroskop metalurgi dan SEM-EDS menunjukkan bahwa di logam induk dan di daerah antarmuka sambungan tidak berubah (fasa austenit), sedangkan pada daerah sambungan berfasa dendrit sebagai akibat logam pengisi mencair dan kemudian membeku. Tidak terjadi difusi atom-atom dari unsur-unsur yang terdapat dalam logam pengisi
Aplikasi Sistem Manufaktur Berbasis Web pada Industri Kecil Logam Pembuat Komponen: Studi Kasus di PT Nusa Integral Bandung
Pada saat ini cara berkomunikasi industri kecil menengah (IKM) dengan konsumen, umumnya masih bersifat face to face, artinya jika konsumen ingin mengetahui informasi perusahaan dan produk yang dihasilkan perusahaan secara lebih lengkap, konsumen harus mengunjungi perusahaan, atau dari pihak perusahaan melakukan pengenalan terhadap konsumen dengan cara presentasi. Hal ini mengakibatkan konsumen mengalami kesulitan memantau pesanan, memerlukan waktu yang lama untuk menentukan suatu keputusan jika konsumen ingin melakukan pemesanan produk kepada IKM.
Penelitian ini berusaha merancang suatu website bagi IKM, sehingga diharapkan akan memudahkan konsumen untuk memesan produk dengan cepat, memudahkan dalam memantau pesanannya serta memudahkan perusahaan untuk mengenalkan produk- produk yang diproduksinya.Pada saat ini cara berkomunikasi industri kecil menengah (IKM) dengan konsumen, umumnya masih bersifat face to face, artinya jika konsumen ingin mengetahui informasi perusahaan dan produk yang dihasilkan perusahaan secara lebih lengkap, konsumen harus mengunjungi perusahaan, atau dari pihak perusahaan melakukan pengenalan terhadap konsumen dengan cara presentasi. Hal ini mengakibatkan konsumen mengalami kesulitan memantau pesanan, memerlukan waktu yang lama untuk menentukan suatu keputusan jika konsumen ingin melakukan pemesanan produk kepada IKM.
Penelitian ini berusaha merancang suatu website bagi IKM, sehingga diharapkan akan memudahkan konsumen untuk memesan produk dengan cepat, memudahkan dalam memantau pesanannya serta memudahkan perusahaan untuk mengenalkan produk- produk yang diproduksinya