Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Not a member yet
280 research outputs found
Sort by
Penjadwalan Produksi N Job M Mesin Seri Paralel Kasus PT. Kurnia Teknik
Kurnia Teknik merupakan salah satu industri kecil yang bergerak di bidangpembuatan produk-produk metal dengan tingkat variasi produk yang tinggi. Saatini produk-produk yang dihasilkan perusahaan lebih dititik beratkan pada pesanan-pesanan dari industri garmen.
Prosedur penjadwalan yang diterapkan berdasarkan penilaian prioritas perusahaan terhadap pelanggan. Prioritas yang selama ini diterapkan perusahaan adalah mendahulukan pesanan yang sering dipesan. Perusahaan pun mempertimbangkan menyelesaiakan pesanan berdasarkan batas waktu penyelesaian paling dekat (due date terkecil).
Pada penelitian ini diusulkan algoritma penjadwalan untuk memecahkan permasalahan penjadwalan pada perusahaan yang memiliki kriteria sistem produksi N Job M Mesin Seri-Paralel dengan kriteria performansi yang ditetapkan yaitu meminimasi jumlah pesanan yang terlambat serta mendapatkan
harga rata-rata waktu pesanan terlambat yang minimal.Kurnia Teknik merupakan salah satu industri kecil yang bergerak di bidangpembuatan produk-produk metal dengan tingkat variasi produk yang tinggi. Saatini produk-produk yang dihasilkan perusahaan lebih dititik beratkan pada pesanan-pesanan dari industri garmen.
Prosedur penjadwalan yang diterapkan berdasarkan penilaian prioritas perusahaan terhadap pelanggan. Prioritas yang selama ini diterapkan perusahaan adalah mendahulukan pesanan yang sering dipesan. Perusahaan pun mempertimbangkan menyelesaiakan pesanan berdasarkan batas waktu penyelesaian paling dekat (due date terkecil).
Pada penelitian ini diusulkan algoritma penjadwalan untuk memecahkan permasalahan penjadwalan pada perusahaan yang memiliki kriteria sistem produksi N Job M Mesin Seri-Paralel dengan kriteria performansi yang ditetapkan yaitu meminimasi jumlah pesanan yang terlambat serta mendapatkan
harga rata-rata waktu pesanan terlambat yang minimal
Perancangan Dongkrak Hidrolik Semi Otomatis dengan Daya Angkat 2 Ton
Dewasa ini berbagai produk alat angkat yang ada dipasaran berbeda antara yang satu dengan yang lainnya, misalnya dongkrak hidrolik, sebagian besar pompa angkatnya secara manual, yaitu menggunakan plunyer tongkat pengangkat sebagai pompa minyak hidrolik. Hal inilah yang melatar belakangi penulis untuk merancang suatu alat angkat yang praktis dan ekonomis yaitu dengan inovasi dan otomatisasi suatu produk alat angkat, maka plunyer tongkat pengangkat sebagai pompa hidrolik
diganti dengan pompa roda gigi yang digerakan oleh motor listrik, maksud dan tujuan dari perancanngan ini adalah menghasilkan suatu alat angkat berupa dongkrak hidrolik yang mempunyai daya angkat 2 ton. Perancangan dongkrak hidrolik ini disusun dengan metode penulisan deskriptif. Setelah itu dilakukan perhitungan yang antara lain tegangan-tegangan yang terjadi di silinder kerja, poros ulir dan juga diadakan pemilihan pompa, motor dan pipa bertekanan tinggiDewasa ini berbagai produk alat angkat yang ada dipasaran berbeda antara yang satu dengan yang lainnya, misalnya dongkrak hidrolik, sebagian besar pompa angkatnya secara manual, yaitu menggunakan plunyer tongkat pengangkat sebagai pompa minyak hidrolik. Hal inilah yang melatar belakangi penulis untuk merancang suatu alat angkat yang praktis dan ekonomis yaitu dengan inovasi dan otomatisasi suatu produk alat angkat, maka plunyer tongkat pengangkat sebagai pompa hidrolik
diganti dengan pompa roda gigi yang digerakan oleh motor listrik, maksud dan tujuan dari perancanngan ini adalah menghasilkan suatu alat angkat berupa dongkrak hidrolik yang mempunyai daya angkat 2 ton. Perancangan dongkrak hidrolik ini disusun dengan metode penulisan deskriptif. Setelah itu dilakukan perhitungan yang antara lain tegangan-tegangan yang terjadi di silinder kerja, poros ulir dan juga diadakan pemilihan pompa, motor dan pipa bertekanan tingg
Analisis Pembangunan e-Government dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Di Indonesia
Pembangunan e-Government telah dilakukan baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. e-Government pada intinya adalah penggunaan teknologi informasi oleh suatu pemerintah daerah maupun pusat untuk meningkatkan pelayanan publik menjadi lebih nyaman, cepat , murah dan transparan. Namun b anyak ditemui bahwa kondisi pemanfaatan teknologi informasi untuk pemerintah ini belum mampu memberikan nilai tambah bagi organisasai. Beberapa kegagalan proyek teknologi informasi di pemerintah tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kuantitas dan kualitas sumberdaya manusia yang menjalankan implementasi teknologi informasi pada e-Government sangat terbatas, belum tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, struktur organisaasi pengelolaan e-Government yang belum memadai dan belum tersedianya anggaran operasional yang memadai juga. Untuk mendapatkan hasil yang baik, maka pembangunan e-Government harus dilaksanakan secara terkoordinir, terencana sesuai kebutuhan . Peran pemerintah pusat maupun propinsi menjadi koordinator pelaksanaan e-Government sangat penting karena kunci suksesnya pelaksanaan e-Government adalah tersambungnya kebutuhan masing-masing pihak baik masyarakat, steak holder maupun pemerintah dalam satu kepentingan. Selain sarana dan prasarana jaringan, sumberdaya manusia yang handal maka budaya kerja yang masih tradisional juga perlu dirubah secara sistematis agar mereka terbiasa dan dapat menyesuaikan dengan perubahan.Pembangunan e-Government telah dilakukan baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. e-Government pada intinya adalah penggunaan teknologi informasi oleh suatu pemerintah daerah maupun pusat untuk meningkatkan pelayanan publik menjadi lebih nyaman, cepat , murah dan transparan. Namun b anyak ditemui bahwa kondisi pemanfaatan teknologi informasi untuk pemerintah ini belum mampu memberikan nilai tambah bagi organisasai. Beberapa kegagalan proyek teknologi informasi di pemerintah tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kuantitas dan kualitas sumberdaya manusia yang menjalankan implementasi teknologi informasi pada e-Government sangat terbatas, belum tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, struktur organisaasi pengelolaan e-Government yang belum memadai dan belum tersedianya anggaran operasional yang memadai juga. Untuk mendapatkan hasil yang baik, maka pembangunan e-Government harus dilaksanakan secara terkoordinir, terencana sesuai kebutuhan . Peran pemerintah pusat maupun propinsi menjadi koordinator pelaksanaan e-Government sangat penting karena kunci suksesnya pelaksanaan e-Government adalah tersambungnya kebutuhan masing-masing pihak baik masyarakat, steak holder maupun pemerintah dalam satu kepentingan. Selain sarana dan prasarana jaringan, sumberdaya manusia yang handal maka budaya kerja yang masih tradisional juga perlu dirubah secara sistematis agar mereka terbiasa dan dapat menyesuaikan dengan perubahan
Irigasi Sistem SRI Sebagai Solusi Kelangkaan Air dan Peningkatan Produksi Padi di Daerah Irigasi Jatiluhur SPRAY DRYER
Issue kelangkaan air sudah menjadi masalah internasional. Setiap saat air berkurang sementara kebutuhan terus meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk dunia. Manajemen sumberdaya air yang tepat di daerah irigasi Jatiluhur, sangat dibutuhkan untuk masalah ini. Disamping itu juga teknologi yang digunakan.
Kebutuhan air untuk pertanian memenuhi peringkat prioritas pertama di Jatiluhur, di samping kebutuhan untuk air bersih dan industri. Dengan demikian teknologi dalam pertanian yang dapat mereduksi kebutuhan air selama pertumbuhan hingga panen, merupakan langkah solusi.
Irigasi SRI merupakan sistem pertanian yang kebutuhan airnya 6096 dari sistem irigasi biasa, dan produktivitasnya dua hingga tiga kali lipat irigasi biasa. Jika sistem irigasi ini diterapkan di daerah irigasi Jatiluhur, maka kelangkaan air dan efisiensi pemakaian air dapat dilakukan. Di samping itu air yang masih ada dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan air minum bagi masyarakat dan juga Industri. Dengan demikian profit dari air minum dan industri meningkat, juga benefit dari Irigasi.Issue kelangkaan air sudah menjadi masalah internasional. Setiap saat air berkurang sementara kebutuhan terus meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk dunia. Manajemen sumberdaya air yang tepat di daerah irigasi Jatiluhur, sangat dibutuhkan untuk masalah ini. Disamping itu juga teknologi yang digunakan.
Kebutuhan air untuk pertanian memenuhi peringkat prioritas pertama di Jatiluhur, di samping kebutuhan untuk air bersih dan industri. Dengan demikian teknologi dalam pertanian yang dapat mereduksi kebutuhan air selama pertumbuhan hingga panen, merupakan langkah solusi.
Irigasi SRI merupakan sistem pertanian yang kebutuhan airnya 6096 dari sistem irigasi biasa, dan produktivitasnya dua hingga tiga kali lipat irigasi biasa. Jika sistem irigasi ini diterapkan di daerah irigasi Jatiluhur, maka kelangkaan air dan efisiensi pemakaian air dapat dilakukan. Di samping itu air yang masih ada dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan air minum bagi masyarakat dan juga Industri. Dengan demikian profit dari air minum dan industri meningkat, juga benefit dari Irigasi
Pengaruh Partikel Zeolit terhadap Laju Korosi Baja Karbon dalam Lingkungan Asam dan Basa
Korosi merupakan gejala dan proses destruktif yang terjadi pada setiap peralatan yang terbuat dari logam paduan besi maupun non besi. Logam baja yang banyak digunakan sebagai bahan konstruksi pada saat mulai diaplikasikan langsung mengalami proses korosi. Korosi merupakan proses alami yang bersinggungan dengan lingkungan dan reaksi elektrokimia. Sehingga proses dan laju korosi pada kenyataannya tidak dapat dihentikan selama bersinggungan dengan lingkungan. Metoda yang selalu dilakukan selama ini adalah mengendalikan korosi dengan cara menghambat laju korosi misalnya dengan coating, proteksi katodik, inhibitor dan lainnya.
Zeolit adalah batuan anorganik atau mineral yang merupakan senyawa alumina silikat terhidrasi, yang mempunyai kemampuan sebagai penjerap, katalis dan penukar kation. Berdasarkan kemampuan ini, kami melakukan percobaan bahwa partikel zcolit mampu sebagai inhibitor penjerap dan melakukan pertukaran kation. komponen utama struktur zeolit adalah (SiO4)-4 yang membentuk struktur 3 dimensi, sehingga muatan listrik yang dimiliki oleh kerangka zeolit baik yang dipermukaan maupun di dalam pori mampu berperan sebagai penjerap dan penukar kation.
Metoda yang digunakan cukup sederhana yaitu dengan cara perendaman benda kerja (baja karbon) selama 720 jam (30 hari) dalam lingkungan asam dan basa, dengan konsentrasi 4 M dan 2 M. Penambahan partikel zeolit ukuran 0,75 mm sebanyak 20 g/ 500 ml larutan asam/basa.Korosi merupakan gejala dan proses destruktif yang terjadi pada setiap peralatan yang terbuat dari logam paduan besi maupun non besi. Logam baja yang banyak digunakan sebagai bahan konstruksi pada saat mulai diaplikasikan langsung mengalami proses korosi. Korosi merupakan proses alami yang bersinggungan dengan lingkungan dan reaksi elektrokimia. Sehingga proses dan laju korosi pada kenyataannya tidak dapat dihentikan selama bersinggungan dengan lingkungan. Metoda yang selalu dilakukan selama ini adalah mengendalikan korosi dengan cara menghambat laju korosi misalnya dengan coating, proteksi katodik, inhibitor dan lainnya.
Zeolit adalah batuan anorganik atau mineral yang merupakan senyawa alumina silikat terhidrasi, yang mempunyai kemampuan sebagai penjerap, katalis dan penukar kation. Berdasarkan kemampuan ini, kami melakukan percobaan bahwa partikel zcolit mampu sebagai inhibitor penjerap dan melakukan pertukaran kation. komponen utama struktur zeolit adalah (SiO4)-4 yang membentuk struktur 3 dimensi, sehingga muatan listrik yang dimiliki oleh kerangka zeolit baik yang dipermukaan maupun di dalam pori mampu berperan sebagai penjerap dan penukar kation.
Metoda yang digunakan cukup sederhana yaitu dengan cara perendaman benda kerja (baja karbon) selama 720 jam (30 hari) dalam lingkungan asam dan basa, dengan konsentrasi 4 M dan 2 M. Penambahan partikel zeolit ukuran 0,75 mm sebanyak 20 g/ 500 ml larutan asam/basa
Analisis Struktur Mikro dan Sifat Mekanik Baja Mangan Austenitik Hasil Proses Perlakuan Panas
Nilai kekerasan tertinggi yaitu 334.2HV untuk material baja mangan austenitik dihasilkan dari hasil proses perlakuan panas annealing. Semakin lambat laju pendinginan proses perlakuan panas (quenching, normalizing, annealing) material baja mangan austenitik akan meningkatkan nilai kekerasan material tersebut, yaitu (217.4 HV, 245.0 HV, 334.2 HV). Struktur mikro material baja mangan austenitik hasil perlakuan panas guenching adalah karbida dalam matrik austenit (γ), sedangkan hasil perlakuan panas normalizing dan annealing adalah karbida dalam matrik ferrit (ɑ).Nilai kekerasan tertinggi yaitu 334.2HV untuk material baja mangan austenitik dihasilkan dari hasil proses perlakuan panas annealing. Semakin lambat laju pendinginan proses perlakuan panas (quenching, normalizing, annealing) material baja mangan austenitik akan meningkatkan nilai kekerasan material tersebut, yaitu (217.4 HV, 245.0 HV, 334.2 HV). Struktur mikro material baja mangan austenitik hasil perlakuan panas guenching adalah karbida dalam matrik austenit (γ), sedangkan hasil perlakuan panas normalizing dan annealing adalah karbida dalam matrik ferrit (ɑ)
Perbandingan Sifat Drawability Material Kaleng Kemasan Biscuit dan Cat Tembok
Salah satu jenis sampah atau limbah yang banyak ditemukan disekeliling kita adalah kaleng bekas kemasan dari berbagai produk kemasan. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam pemanfaatan jenis sampah / limbah tersebut diantaranya adalah membentuk ulang untuk dijadikan suatu produk baru. Sifat drawability material merupakan salah satu hal yang penting dalam proses pembentukan logam lembaran. Dengan mengambil sampel kaleng bekas kemasan dari produk biscuit dan cat tembok, dalam studi ini ingin membandingkan sifat drawability atas kedua jenis material tersebut dengan cara melakukan beberapa jenis pengujian terhadap sampel. Data yang diperoleh menunjukan bahwa pada material kaleng bekas kemasan biscuit memiliki kadar karbon sebesar 0,03826% dan memiliki r-value <1 yaitu sebesar 0,6 serta nilai LDR 2 yaitu sebesar 2,3. Sedangkan pada material kaleng bekas kemasan cat tembok memiliki kadar karbon sebesar 0,0318% dengan nilai r-value 1 yaitu sebesar 1,8454 serta LDR 2 yaitu sebesar 3,296. Berdasarkan data-data tersebut dapat dikatakan bahwa material kaleng bekas kemasan cat tembok memiliki sifat drawability yang lebih baik bila dibandingkan dengan material kaleng bekas kemasan biscuit.Salah satu jenis sampah atau limbah yang banyak ditemukan disekeliling kita adalah kaleng bekas kemasan dari berbagai produk kemasan. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam pemanfaatan jenis sampah / limbah tersebut diantaranya adalah membentuk ulang untuk dijadikan suatu produk baru. Sifat drawability material merupakan salah satu hal yang penting dalam proses pembentukan logam lembaran. Dengan mengambil sampel kaleng bekas kemasan dari produk biscuit dan cat tembok, dalam studi ini ingin membandingkan sifat drawability atas kedua jenis material tersebut dengan cara melakukan beberapa jenis pengujian terhadap sampel. Data yang diperoleh menunjukan bahwa pada material kaleng bekas kemasan biscuit memiliki kadar karbon sebesar 0,03826% dan memiliki r-value <1 yaitu sebesar 0,6 serta nilai LDR 2 yaitu sebesar 2,3. Sedangkan pada material kaleng bekas kemasan cat tembok memiliki kadar karbon sebesar 0,0318% dengan nilai r-value 1 yaitu sebesar 1,8454 serta LDR 2 yaitu sebesar 3,296. Berdasarkan data-data tersebut dapat dikatakan bahwa material kaleng bekas kemasan cat tembok memiliki sifat drawability yang lebih baik bila dibandingkan dengan material kaleng bekas kemasan biscuit