Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Not a member yet
280 research outputs found
Sort by
Analisis Variasi Arus pada Pengelasan GMAW terhadap Sifat Mekanik Material SS-50
Pengaruh variasi arus terhadap material SS-50 dengan menggunakan teknik pengelasan GMAW (Gas Metal Arc Welding) dilakukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap sifat mekanik material tersebut. Variasi arus yang digunakan pada proses pengelasan GMAW ini adalah 140 A, 150 A, dan 165 A. Sedangkan parameter yang lainnya konstan (tegangan sebesar 20 V, elektroda yang digunakan jenis ER 70 S-6 dengan diameter 1,2 mm, kecepatan las 0,85 mm/s, dan mempergunakan Ar+CO2 dengan presentase 82% + 18% sebagai gas pelindungnya). Adapun pengujian yang dilakukan meliputi pengujian komposisi kimia, pengujian tarik, dan pengujian kekerasan. Dari serangkaian pengujian ini diperoleh hasil bahwa semakin besar arus yang digunakan akan semakin besar Heat Input, Kekerasan, dan gaya tarik yang dimiliki material sehingga kekuatan tariknyapun akan semakin besar pula.Pengaruh variasi arus terhadap material SS-50 dengan menggunakan teknik pengelasan GMAW (Gas Metal Arc Welding) dilakukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap sifat mekanik material tersebut. Variasi arus yang digunakan pada proses pengelasan GMAW ini adalah 140 A, 150 A, dan 165 A. Sedangkan parameter yang lainnya konstan (tegangan sebesar 20 V, elektroda yang digunakan jenis ER 70 S-6 dengan diameter 1,2 mm, kecepatan las 0,85 mm/s, dan mempergunakan Ar+CO2 dengan presentase 82% + 18% sebagai gas pelindungnya). Adapun pengujian yang dilakukan meliputi pengujian komposisi kimia, pengujian tarik, dan pengujian kekerasan. Dari serangkaian pengujian ini diperoleh hasil bahwa semakin besar arus yang digunakan akan semakin besar Heat Input, Kekerasan, dan gaya tarik yang dimiliki material sehingga kekuatan tariknyapun akan semakin besar pula
Pengaruh Proses Temper terhadap Sifat Mekanik dan Struktur Mikro pada Baja Perkakas Eskylos 2344
Baja perkakas pengerjaan panas (Hot Work Tool Steel) Eskylos 2344 merupakan baja perkakas yang dihasilkan dari proses ESR (Electro Slag Remelting). Baja ini memiliki sifat tahan gesekan, tahan tekanan tinggi, mampu keras (good hardenability) dan memiliki ketahanan panas (hot resistant) yang baik. Dengan adanya sifat mampu keras yang baik ini, maka sifat baja perkakas Eskylos dapat diubah dengan proses perlakuan panas (heat treatment). Salah satu proses perlakuan panas yang dapat dilakukan untuk memperbaiki sifat mekaniknya adalah pemanasan pada temperatur Austenisasi yang diikuti dengan pendinginan cepat kemudian dilanjutkan proses temper. Hasil optimun perlakuan panas baja perkakas pengerjaan panas Eskylos 2344 dicapai pada temperatur Austenisasi 1050oC dan proses temper pada temperatur 400oC dengan kekerasan rata-rata 55,6 Hrc dan ketahanan aus 5,24%. Sedangkan struktur mikro baja perkakas pengerjaan panas Eskylos 2344 menunjukkan sebaran partikel-partikel karbida spheroidal halus dalam matrik martensit temper.Baja perkakas pengerjaan panas (Hot Work Tool Steel) Eskylos 2344 merupakan baja perkakas yang dihasilkan dari proses ESR (Electro Slag Remelting). Baja ini memiliki sifat tahan gesekan, tahan tekanan tinggi, mampu keras (good hardenability) dan memiliki ketahanan panas (hot resistant) yang baik. Dengan adanya sifat mampu keras yang baik ini, maka sifat baja perkakas Eskylos dapat diubah dengan proses perlakuan panas (heat treatment). Salah satu proses perlakuan panas yang dapat dilakukan untuk memperbaiki sifat mekaniknya adalah pemanasan pada temperatur Austenisasi yang diikuti dengan pendinginan cepat kemudian dilanjutkan proses temper. Hasil optimun perlakuan panas baja perkakas pengerjaan panas Eskylos 2344 dicapai pada temperatur Austenisasi 1050oC dan proses temper pada temperatur 400oC dengan kekerasan rata-rata 55,6 Hrc dan ketahanan aus 5,24%. Sedangkan struktur mikro baja perkakas pengerjaan panas Eskylos 2344 menunjukkan sebaran partikel-partikel karbida spheroidal halus dalam matrik martensit temper
Pengaruh Single dan Double Quenching pada Proses Pack Carburizing terhadap Sifat Mekanik Baja Paduan Karbon Rendah AISI 3115
Pack carburizing adalah proses pengerasan permukaan dengan cara mendifusikan atom karbon ke bagian permukaan logam sehingga diperoleh perubahan sifat mekanik diantaranya kekerasan, struktur mikro dan ketahanan aus. Penelitian proses pack carburizing dilakukan pada suhu pemanasan 900oC dan waktu penahanan 120 menit dengan proses guenching meliputi single dan double guenching. Kekerasan yang dihasilkan untuk single guench sebesar 324,6 Hv sedangkan kekerasan untuk double guench sebesar 381,4 Hv. Nilai keausan untuk single guench sebesar 0,62%, sedangkan untuk double guench mencapai 0,34%. Hasil struktur mikro menunjukkan adanya fasa martensit pada permukaan lapisan karburasi dengan kadar karbon mencapai 0,94%. Ketebalan lapisan untuk single guench adalah 85,5µm, temper single quench adalah 86µm, double quench adalah 87,45µm dan temper double quench adalah 88,5µm.Pack carburizing adalah proses pengerasan permukaan dengan cara mendifusikan atom karbon ke bagian permukaan logam sehingga diperoleh perubahan sifat mekanik diantaranya kekerasan, struktur mikro dan ketahanan aus. Penelitian proses pack carburizing dilakukan pada suhu pemanasan 900oC dan waktu penahanan 120 menit dengan proses guenching meliputi single dan double guenching. Kekerasan yang dihasilkan untuk single guench sebesar 324,6 Hv sedangkan kekerasan untuk double guench sebesar 381,4 Hv. Nilai keausan untuk single guench sebesar 0,62%, sedangkan untuk double guench mencapai 0,34%. Hasil struktur mikro menunjukkan adanya fasa martensit pada permukaan lapisan karburasi dengan kadar karbon mencapai 0,94%. Ketebalan lapisan untuk single guench adalah 85,5µm, temper single quench adalah 86µm, double quench adalah 87,45µm dan temper double quench adalah 88,5µm
Modelling a Brushless DC Motor Power Source Based Two-Finger Gripper
In industrial automation system and robotic fields, men use gripper as end manipulator to do simple manipulation tasks as grasping, screwing, pulling, etc. In order to obtain stability in manipulating an object, the gripper has to receive the proper current to produce proper gripper force. Therefore the modelling the gripper, hence, plays an important role. The gripper being modelled has two state: open and close. The finger is open, when finger moves away from each other, and close when the finger moves to each other. Opening the gripper can be done by sending voltage 0 to +5 V to the gripper, and close by sending -5 V to 0 V. The voltage magnitude determines the acceleration of the finger movement, hence, the gripforce is determined by the dynamic of the current sent to the brushless dc motor in the gripper. This paper discuss the modelling process of the gripper. At the end, we will have a mathematical model of the gripper.In industrial automation system and robotic fields, men use gripper as end manipulator to do simple manipulation tasks as grasping, screwing, pulling, etc. In order to obtain stability in manipulating an object, the gripper has to receive the proper current to produce proper gripper force. Therefore the modelling the gripper, hence, plays an important role. The gripper being modelled has two state: open and close. The finger is open, when finger moves away from each other, and close when the finger moves to each other. Opening the gripper can be done by sending voltage 0 to +5 V to the gripper, and close by sending -5 V to 0 V. The voltage magnitude determines the acceleration of the finger movement, hence, the gripforce is determined by the dynamic of the current sent to the brushless dc motor in the gripper. This paper discuss the modelling process of the gripper. At the end, we will have a mathematical model of the gripper
Sistem Traksi Kereta Rel Listrik Dengan Teknologi VVVF
The electrical system of electric railcar with the variable voltage variable frequency (VVVE) technology has been equipped with different devices functioning to change the DC-link voltage from the overhead line in undesired conditions. It also transmits energy powered by the motor due to a braking process not able to be transmitted back to the overhead line, and keeps the DC-link voltage stable during the braking process. The inverter functions to change the DC-link voltage into a source of AC 3 phase whose voltage and frequency can be regulated. The voltage and frequency variables produced are used to power four induction motors. The rotation speed of the motor can be set as desired by regulating the voltage and frequency of the AC source. Another function is to transmit back the force generated by the motor during the braking to the overhead line.The electrical system of electric railcar with the variable voltage variable frequency (VVVE) technology has been equipped with different devices functioning to change the DC-link voltage from the overhead line in undesired conditions. It also transmits energy powered by the motor due to a braking process not able to be transmitted back to the overhead line, and keeps the DC-link voltage stable during the braking process. The inverter functions to change the DC-link voltage into a source of AC 3 phase whose voltage and frequency can be regulated. The voltage and frequency variables produced are used to power four induction motors. The rotation speed of the motor can be set as desired by regulating the voltage and frequency of the AC source. Another function is to transmit back the force generated by the motor during the braking to the overhead line
Rancang Bangun Sistem Energy Harvesting di Ruang Bising Menggunakan Piezoelektrik Array
Makalah ini membahas rancang bangun sistem energy harvesting, yaitu suatu teknik pemanenan energi yang memanfaatkan sumber energi dari kebisingan yang dihasilkan mesin winder di sebuah pabrik pemintalan benang. Pemanenan energi menggunakan transducer berupa piezoelektrik array. Piezoelektrik array terdiri dari susunan seri dari 24 piezoelektrik yang ditempatkan pada osilator berbentuk cantilever beam. Osilatorterbuat dari bahan nilon dengan panjang yang disesuaikan dengan frekuensi suara bising mesin winder. Sistem yang dibangun diuji pada ruangan produksi pabrik pemintalan benang dengan tingkat kebisingan suara sebesar 95,8 dBA. Keluaran dari hasil rancang bangun tersebut mampu menghasilkan sinyal dengan nilai amplitudo maksimum sebesar 3,32 Vpp untuk frekuensi 50,42 Hz, dan daya maksimum sebesar 0,45 mili Watt pada daya terukur rata-rata sebesar 0,16 mW. Pengukuran tersebut dilakukan selama 1 jam, dan energi yang diperoleh sebesar 0,16 mWh. Dengan asumsi mesin beroperasi selama 10 jam per hari, energi yang dihasilkan dapat mencapai 1,6 mWh per hari. Dalam skala yang lebih besar, keluaran sistem energy harvesting yang diusulkan dalam penelitian ini dapat digunakan peralatan listrik berdaya rendah seperti pengisi baterai telepon seluler atau lampu penerangan darurat.Considering that the availability of the fossils energy is limited, humans have to find for an alternative energy to reduce of using fossils energy. Energy harvesting is one solution to produce alternative energy that can be used for low power equipment. This research discusses of using piezoelectric as a transducer for the energy harvesting application in noisy spaces. Total 24 piezoelectrics are connected in series circuit. Noisy sound is generated from winder machine in a yarn spinning mill, with sound frequency of 250 Hz. Piezoelectric array is placed on oscillator cantilver beam that is made from nylon with the length of the beam is refer to noise frequency produced by winder machine. Six oscillators are made and each oscillator containing four piezoelectrics. The output voltage of piezoelectric multiplied and rectified using a voltage doubler circuit. The system tested at the factory mills with sound pressure level measured is 95,8 dBA. Piezoelectric array is capable to produce signals with highest amplitudes of 3,32 Vpp with a frequency of 50,42 Hz. Voltage is recorded using a voltage logger. Output DC voltage varies with the highest voltage of 1 Volt DC and current 0,45 mA
Makalah
Waduk Raknamo merupakan salah satu waduk yang terletak di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Waduk dengan kapasitas tampungan air sebesar 14,09 juta m3 diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat Desa Raknamo. Namun dalam pengelolaan waduk sering ditemukan masalah, salah satunya yaitu masalah sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi sedimen pada Waduk Raknamo. Metode yang digunakan menggunakan Metode Pengurangan Luas (Area Reduction Method). Berdasarkan hasil analisis dengan usia guna waduk 50 tahun, dari total jumlah sedimen yang mengendap, kapasitas tampungan mati waduk yang berada pada elevasi +94 m terisi sedimen sebesar 55,21% dari total yang disediakan. Maka dapat disimpulkan bahwa Waduk Raknamo setelah operasional 50 tahun relatif tidak terganggu oleh sedimentasi dan tetap dapat operasional melebihi usia waduk yang direncanakan.Waduk Raknamo merupakan salah satu waduk yang terletak di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Waduk dengan kapasitas tampungan air sebesar 14,09 juta m3 diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat Desa Raknamo. Namun dalam pengelolaan waduk sering ditemukan masalah, salah satunya yaitu masalah sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi sedimen pada Waduk Raknamo. Metode yang digunakan menggunakan Metode Pengurangan Luas (Area Reduction Method). Berdasarkan hasil analisis dengan usia guna waduk 50 tahun, dari total jumlah sedimen yang mengendap, kapasitas tampungan mati waduk yang berada pada elevasi +94 m terisi sedimen sebesar 55,21% dari total yang disediakan. Maka dapat disimpulkan bahwa Waduk Raknamo setelah operasional 50 tahun relatif tidak terganggu oleh sedimentasi dan tetap dapat operasional melebihi usia waduk yang direncanakan
Pendistribusian Produk Kartu Seluler untuk Alternatif Rute Terpendek Menggunakan Metode Branch and Bound di PT. T
PT. T merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang operator seluler. Dalam aktivitas setiap harinya tentu perusahaan akan melakukan pendistribusian produk kepada konsumen yang dilakukan setiap hari. Sistem distribusi barang merupakan salah satu pendukung utama dalam pemasaran produk, tidak adanya kontrol yang baik dalam proses pendistribusian barang dapat berdampak buruk bagi perusahaan. Dilihat dari jumlah distribution center nya dengan data jarak terhadap rute distribusi menimbulkan kondisi yang tidak optimal. Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini yaitu rute distribusi yang tidak optimal karena lokasi jarak jauh dari sumber dikarenakan pengiriman antar titik distribusi yang random sehingga berdampak pada biaya distribusi yang menjadi tidak optimal. Dalam menyelesaikan permasalahan perusahaan dapat di lakukan dengan menggunakan metode Branch and Bound. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan dapat menggunakan 2 alternatif jalur terpendek dimana masing-masing alternatif menghasilkan jarak tempuh sebesar 84,3 km. Metode ini dapat di gunakan untuk menyelesaikan permasalahan penentuan jalur terpendek yang digunakan untuk meminimalkan waktu distribusi dengan cara mencari jarak dan rute terdekat.PT. T merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang operator seluler. Dalam aktivitas setiap harinya tentu perusahaan akan melakukan pendistribusian produk kepada konsumen yang di lakukan setiap hari. Sistem distribusi barang merupakan salah satu pendukung utama dalam pemasaran produk, tidak adanya kontrol yang baik dalam proses pendistribusian barang dapat berdampak buruk bagi perusahaan. Di lihat dari jumlah distribution center nya dengan data jarak terhadap rute distribusi menimbulkan kondisi yang kurang optimal. Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini yaitu rute distribusi yang kurang optimal karena lokasi jarak jauh dari sumber dikarenakan pengiriman antar titik distribusi yang random sehingga berdampak pada biaya distribusi yang menjadi tidak optimal. Dalam menyelesaikan permasalahan perusahaan dapat di lakukan dengan menggunakan metode Branch and Bound, metode ini dapat di gunakan untuk menyelesaikan permasalahan penentuan jalur optimal yang digunakan untuk meminimasi biaya distribusi dengan cara mencari jarak dan rute terdekat sehingga produk dapat terdistribusikan dengan baik
Pengaruh Penggunaan Knalpot Standar ke Bentuk Modifikasi Header Terhadap Performance Mesin
Sejalan dengan perkembangan Ilmu dan Teknologi yang berkembang sangat pesat dalam bidang otomotif, banyak para ahli melakukan berbagai upaya dengan cara modifikasi maupun dengan cara penambahan alat dan peralatan pendukung lainnya, untuk mendapatkan hasil yang di inginkan antara lain hemat konsumsi bahan bakar dengan daya yang besar dan efisiensi mesin yang tinggi.
Salah satu komponen yang menarik dikaji, baik secara penampilan suara maupun performance mesin dengan jalan merubah manifold knalpot bentuk standart konfigurasi (4 1) ke bentuk modifikasi header (4 2 1 ), yang banyak digunakan dan diminati dikalangan masyarakat pencinta otomotif dengan merubah bentuk manifold knalpot tersebut. Pada penelitian ini akan ditunjukan hasil performance mesin yaitu daya mesin yang dihasilkan serta jumlah konsumsi bahan bakar yang terpakai sebelum dan sesudah modifikasi knalpot tersebut di tinjau dari segi ekonomisnya.Sejalan dengan perkembangan Ilmu dan Teknologi yang berkembang sangat pesat dalam bidang otomotif, banyak para ahli melakukan berbagai upaya dengan cara modifikasi maupun dengan cara penambahan alat dan peralatan pendukung lainnya, untuk mendapatkan hasil yang di inginkan antara lain hemat konsumsi bahan bakar dengan daya yang besar dan efisiensi mesin yang tinggi.
Salah satu komponen yang menarik dikaji, baik secara penampilan suara maupun performance mesin dengan jalan merubah manifold knalpot bentuk standart konfigurasi (4 1) ke bentuk modifikasi header (4 2 1 ), yang banyak digunakan dan diminati dikalangan masyarakat pencinta otomotif dengan merubah bentuk manifold knalpot tersebut. Pada penelitian ini akan ditunjukan hasil performance mesin yaitu daya mesin yang dihasilkan serta jumlah konsumsi bahan bakar yang terpakai sebelum dan sesudah modifikasi knalpot tersebut di tinjau dari segi ekonomisnya