Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Not a member yet
    280 research outputs found

    Pengaruh Variasi Waktu Nitrocarburizing pada Baja ASSAB XW-42 Terhadap Struktur Mikko dan Sifat Mekanik

    No full text
    Perlakuan permukaan dalam hal ini proses pack nitrocarburizing merupakan salah satu proses yang sangat sering dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan suatu material dengan kondisi dan sifat tertentu. Selain itu dihasilkannya suatu permukaan dengan kekerasan yang tinggi, sedangkan bagian dalam mempunyai sifat lunak (ulet) serta memiliki ketahanan aus yang baik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dengan semakin lamanya waktu penahanan, maka kekerasan dan ketebalan lapisan coating yang dihasilkan juga semakin tinggi. Hal ini disebabkan karena pada proses nitrocarburizing dengan menggunakan penahanan yang lebih rendah maka kelarutan difusi Nitrogen (N) dan karbon (C) pada permukaan semakin sedikit.Perlakuan permukaan dalam hal ini proses pack nitrocarburizing merupakan salah satu proses yang sangat sering dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan suatu material dengan kondisi dan sifat tertentu. Selain itu dihasilkannya suatu permukaan dengan kekerasan yang tinggi, sedangkan bagian dalam mempunyai sifat lunak (ulet) serta memiliki ketahanan aus yang baik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dengan semakin lamanya waktu penahanan, maka kekerasan dan ketebalan lapisan coating yang dihasilkan juga semakin tinggi. Hal ini disebabkan karena pada proses nitrocarburizing dengan menggunakan penahanan yang lebih rendah maka kelarutan difusi Nitrogen (N) dan karbon (C) pada permukaan semakin sedikit

    Spray Dryer

    No full text
    Peralatan spray driver belum begitu luas penggunaannya di dalam industri keramik. Hanya ada dua contoh yang ingin dikemukakan, itupun hanya berkaitan dengan bahan baku pembuatan keramik, yaitu alumina dan pewarnaan keramik (ceramics colors). Makalah ini ingin menyajikan sedikit teori, karakteristik operasi dan contoh rancangan alat sederhana serta perkembangan pemakainya pada industri di Indonesia. Spray Drying adalah pengeringan larutan dan bubur (slurries) dengan cara mendispersikan larutan, dalam bentuk tetesan (“ "“F\u27 ke dalam aliran panas. Ada tiga proses dasar yang akan menentukan sukses tidaknya pengeringan, yakni atomisasi cairan, pencampuran antara gas dengan tetesan cairan, dan pengeringan cairan. Selain itu, dalam metoda perancangan ketiga peristiwa di atas, tergantung pada: Bentuk dan ukuran partikel yangdiinginkan. Sifat fisik umpan. Temperatur maksimum yang bisa dicapaioleh gas-masukan (inlet-gas) dantemperatur produk. Sampai saat ini pelaratan pengering jenis ini masih banyak diimpor. Problema utama untuk menguasai ilmu dan rekayasa terletak pada teknologi atomisasi (pendispersian) larutan sesuai dengan diameter partikel produk yang diinginkan dan pendistribusian gas-masukannya.Peralatan spray driver belum begitu luas penggunaannya di dalam industri keramik. Hanya ada dua contoh yang ingin dikemukakan, itupun hanya berkaitan dengan bahan baku pembuatan keramik, yaitu alumina dan pewarnaan keramik (ceramics colors). Makalah ini ingin menyajikan sedikit teori, karakteristik operasi dan contoh rancangan alat sederhana serta perkembangan pemakainya pada industri di Indonesia. Spray Drying adalah pengeringan larutan dan bubur (slurries) dengan cara mendispersikan larutan, dalam bentuk tetesan (“ "“F\u27 ke dalam aliran panas. Ada tiga proses dasar yang akan menentukan sukses tidaknya pengeringan, yakni atomisasi cairan, pencampuran antara gas dengan tetesan cairan, dan pengeringan cairan. Selain itu, dalam metoda perancangan ketiga peristiwa di atas, tergantung pada: Bentuk dan ukuran partikel yangdiinginkan. Sifat fisik umpan. Temperatur maksimum yang bisa dicapaioleh gas-masukan (inlet-gas) dantemperatur produk. Sampai saat ini pelaratan pengering jenis ini masih banyak diimpor. Problema utama untuk menguasai ilmu dan rekayasa terletak pada teknologi atomisasi (pendispersian) larutan sesuai dengan diameter partikel produk yang diinginkan dan pendistribusian gas-masukannya

    Dissipative Approach in Analysis and Synthesis of Control System via Linear Matrix Inequalities

    No full text
    This paper discusses about application of dissipative concept in dynamical systems for analysis and synthesis of control systems via linear matrix inegualities (LMIs). Motivated by dissipativity concept in mechanical and electrical circuit system, one could employ this concept to check stability and to design a controller of the underlying system. We derive the solvability condition of dissipativity for an output feedback LTI continuous system via LMIs. An algorithm to design such controller that satisfy the dissipativity of the system is also considered.This paper discusses about application of dissipative concept in dynamical systems for analysis and synthesis of control systems via linear matrix inegualities (LMIs). Motivated by dissipativity concept in mechanical and electrical circuit system, one could employ this concept to check stability and to design a controller of the underlying system. We derive the solvability condition of dissipativity for an output feedback LTI continuous system via LMIs. An algorithm to design such controller that satisfy the dissipativity of the system is also considered

    Penerapan Kendali Logika Fuzzy+Proportional Integral pada Modul Process Control Simulator PCS 327 MK2

    No full text
    Respon output yang diperoleh dengan penerapan kontroler logika fuzzy adaptif pada modul Process Control Simulator PCS 327 MK2 ternyata masih kurang memuaskan yaitu settling time yang lambat pada saat pembebanan dan overshoot yang besar. Pada penelitian ini akan dirancang suatu kontrol hybrid terdiri dari kontroler logika fuzzy adaptif dan kontroler Proportional Integral (PI) yang digunakan untuk mengendalikan respon output dari modul Process Control Simulator PCS 327 MK2. Gain Kontrol digunakan untuk mengubah sinyal kontrol sehingga didapatkan respon output dari sistem sesuai dengan yang diinginkan (setpoint). Penambahan kontroler integral digunakan untuk mengurangi overshoot yang ada. Algoritma pembelajaran yang digunakan pada sistem fuzzy adalah gradient descent untuk mengestimasi parameter-parameter fuzzy. Sistem akan diberi gangguan beban setelah mencapai steady state sebesar 0,5 volt dan 1 volt. Dalam penelitian ini diperoleh hasil respon output dengan rata-rata error terkecil pada saat K=1,2 dan Ki=0,2 dengan rata-rata error 0,2245 Volt.Respon output yang diperoleh dengan penerapan kontroler logika fuzzy adaptif pada modul Process Control Simulator PCS 327 MK2 ternyata masih kurang memuaskan yaitu settling time yang lambat pada saat pembebanan dan overshoot yang besar. Pada penelitian ini akan dirancang suatu kontrol hybrid terdiri dari kontroler logika fuzzy adaptif dan kontroler Proportional Integral (PI) yang digunakan untuk mengendalikan respon output dari modul Process Control Simulator PCS 327 MK2. Gain Kontrol digunakan untuk mengubah sinyal kontrol sehingga didapatkan respon output dari sistem sesuai dengan yang diinginkan (setpoint). Penambahan kontroler integral digunakan untuk mengurangi overshoot yang ada. Algoritma pembelajaran yang digunakan pada sistem fuzzy adalah gradient descent untuk mengestimasi parameter-parameter fuzzy. Sistem akan diberi gangguan beban setelah mencapai steady state sebesar 0,5 volt dan 1 volt. Dalam penelitian ini diperoleh hasil respon output dengan rata-rata error terkecil pada saat K=1,2 dan Ki=0,2 dengan rata-rata error 0,2245 Volt

    Perancangan Alat Pemupukan Jenis Pupuk Kristal Untuk Tanaman Palawija Berbasis Metode Rasional Dengan Memperhatikan Aspek Keergonomian

    No full text
    Industri pertanian merupakan salah satu penopang tata kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam realita mayoritas petani di Indonesia masih menggunakan tata kerja dan peralatan tradisional dalam melakukan aktivitas pertanian mereka. Dengan kondisi itulah, para petani banyak mengalami kesulitan dalam mencapai produktivitas yang tinggi dalam hasil pertaniannya. Selain masalah produktivitas, tata cara kerja yang tidak mengikuti kaidah K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di kalangan para petani telah menyebabkan potensi cedera pada bagian tubuh tertentu. Kegiatan pemupukan tanaman dengan menggunakan pupuk kimia berbentuk kristal seperti : urea, NPK, KCI, dll. pada umumnya masih dilakukan secara manual atau menggunakan peralatan seadanya. Sementara itu posisi badan ketika bekerja adalah membungkuk sehingga hal tersebut akan menimbulkan cedera ototpinggang. Berdasarkan uraian di atas maka perlu dirancang suatu alat pemupukan jenis pupuk kristal untuk tanaman palawija yang dapat mengurangi potensi cedera otot pinggang. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan metode rasional (Nigel Cross, 2008) dan konsep ergonomi. Variabel perancangan mengacu pada dimensi kualitas produ yaitu : performance, feature, reliabilitv, conformance, serviceability, durability, aesthetic, perceveid guality. Solusi alternatif yang dihasilkan dalam penelitian ini ada 3 alternatif produk. Ada pun alternatif terpilih adalah alternatif ke 2 dengan nilai 3,706 sebagai solusi yang akan “mengakomodasi tujuan perancangan.Industri pertanian merupakan salah satu penopang tata kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam realita mayoritas petani di Indonesia masih menggunakan tata kerja dan peralatan tradisional dalam melakukan aktivitas pertanian mereka. Dengan kondisi itulah, para petani banyak mengalami kesulitan dalam mencapai produktivitas yang tinggi dalam hasil pertaniannya. Selain masalah produktivitas, tata cara kerja yang tidak mengikuti kaidah K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di kalangan para petani telah menyebabkan potensi cedera pada bagian tubuh tertentu. Kegiatan pemupukan tanaman dengan menggunakan pupuk kimia berbentuk kristal seperti : urea, NPK, KCI, dll. pada umumnya masih dilakukan secara manual atau menggunakan peralatan seadanya. Sementara itu posisi badan ketika bekerja adalah membungkuk sehingga hal tersebut akan menimbulkan cedera ototpinggang. Berdasarkan uraian di atas maka perlu dirancang suatu alat pemupukan jenis pupuk kristal untuk tanaman palawija yang dapat mengurangi potensi cedera otot pinggang. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan metode rasional (Nigel Cross, 2008) dan konsep ergonomi. Variabel perancangan mengacu pada dimensi kualitas produ yaitu : performance, feature, reliabilitv, conformance, serviceability, durability, aesthetic, perceveid guality. Solusi alternatif yang dihasilkan dalam penelitian ini ada 3 alternatif produk. Ada pun alternatif terpilih adalah alternatif ke 2 dengan nilai 3,706 sebagai solusi yang akan “mengakomodasi tujuan perancangan

    Menentukan Setting Faktor Optimal yang Mempengaruhi Kualitas pada Pembuatan Minyak Nilam di Koperasi Nilam Wangi: Studi Kasus pada Pabrik Penyulingan Minyak Nilam “KONIWAâ€

    No full text
    Koperasi Nilam Wangi adalah koperasi produksi yang bergerak di bidang Industri penyulingan minyak nilam (patchouli oil), belum mampu meningkatkan kualitas minyak nilam yang laku di pasaran internasional. Sebagai suatu perusahaan yang dituntut untuk mepertahankan dan selalu mengembangkan kualitas produk yang laku di pasaran International. KOPNIWA dihadapkan pada bagaimana meningkatkan kualitas minyak nilam agar diperoleh keuntungan optimal. Pengendalian kualitas yang akan diterapkan adalah metode Taguchi yang dikembangkan oleh Dr. Genichi Taguchi pada tahun 1949, yang merupakan pengendalian kualitas yang preventif (Offline) yaitu mengoptimasi desain produk dan proses untuk mendukung pengendalian kualitas yang reaktif pada proses produksi yang sedang berjalan (on-line OC). Dari perancangan eksprimen dengan metode Taguchi didapat bahwa kadar patchouly alcohol akan optimum jika bahan baku, mesin dan metode pada kondisi : kadar air bahan baku 15%, tekanan ketel uap fase I 2 atm, tekanan ketel uap fase II 3 atm dan waktu proses 3,50 jam. Dengan prosentase peningkatan pencapaian rata-rata sebesar 9,88%, presentase pengurangan variasi sebesar 89,52%, presentase pengurangan rata-rata kerugian per unit sebesar 17.69% dan presentase peningkatan keuntungan sebesar 29,58%.Koperasi Nilam Wangi adalah koperasi produksi yang bergerak di bidang Industri penyulingan minyak nilam (patchouli oil), belum mampu meningkatkan kualitas minyak nilam yang laku di pasaran internasional. Sebagai suatu perusahaan yang dituntut untuk mepertahankan dan selalu mengembangkan kualitas produk yang laku di pasaran International. KOPNIWA dihadapkan pada bagaimana meningkatkan kualitas minyak nilam agar diperoleh keuntungan optimal. Pengendalian kualitas yang akan diterapkan adalah metode Taguchi yang dikembangkan oleh Dr. Genichi Taguchi pada tahun 1949, yang merupakan pengendalian kualitas yang preventif (Offline) yaitu mengoptimasi desain produk dan proses untuk mendukung pengendalian kualitas yang reaktif pada proses produksi yang sedang berjalan (on-line OC). Dari perancangan eksprimen dengan metode Taguchi didapat bahwa kadar patchouly alcohol akan optimum jika bahan baku, mesin dan metode pada kondisi : kadar air bahan baku 15%, tekanan ketel uap fase I 2 atm, tekanan ketel uap fase II 3 atm dan waktu proses 3,50 jam. Dengan prosentase peningkatan pencapaian rata-rata sebesar 9,88%, presentase pengurangan variasi sebesar 89,52%, presentase pengurangan rata-rata kerugian per unit sebesar 17.69% dan presentase peningkatan keuntungan sebesar 29,58%

    Uji Pengoperasian Fixed Bed Gasifier Batubara Kapasitas 100 kg/jam

    No full text
    Unit gasifikasi batubara jenis down draught kapasitas 100 kg/jam untuk mensubtitusi minyak bakar 70 liter/jam melalui proses gasifikasi, menggunakan udara-air sebagai medium penggasifikasi telah terinstalasi pada unit pengering di pabrik teh. Unit gasifiakasi terdiri dari reaktor gasifier, siklon, pendingin, kock out drum, blower dan burner. Gas produser stabil terbakar di burner, tetapi hanya mampu membuat udara panasdi unit pengering teh hingga 92oC (suhu target 100oC 120oC). Diperkirakan tidak tercapainya suhu target disebabkan kapasitas gasifier kurang besar, sehingga gas produser yang disuplai kurang dan pembakaran di burner selalu dalam ekses udara yang tinggi. Beberapa faktor gasifikasi yang diperkirakan mempengaruhi proses, antara lain:  a. batubara pecah menjadi partikel lembut, menyebabkan penurunan tekanan yangmenghambataliran, hambatan aliran di ruang reduksi terjadi akibat pelelehan abu, menyebabkan penyumbatan aliran maupun penutupan arang, sehingga sulit bereaksi, c.kandungan tar masih banyak, karena tidak adanya scrubber yang dipasang di depan pendingin.  Untuk menurunkan temperatur proses gasifikasi yang masih tinggi dan pelelehan abu diatasi dengan air yang disemburkan dalam bentuk kabut (spray) dalam daerah oksidasi melalui pemasangan pocker, penguapan air menyebabkan produksi hidrogen tinggi. Modifikasi lanjut difokuskan pada reaktor gasifikasi berupa perombakan throat (zona reduksi) untuk menurunkan temperatur proses dan meningkatkan pasokan gas hasil.Unit gasifikasi batubara jenis down draught kapasitas 100 kg/jam untuk mensubtitusi minyak bakar 70 liter/jam melalui proses gasifikasi, menggunakan udara-air sebagai medium penggasifikasi telah terinstalasi pada unit pengering di pabrik teh. Unit gasifiakasi terdiri dari reaktor gasifier, siklon, pendingin, kock out drum, blower dan burner. Gas produser stabil terbakar di burner, tetapi hanya mampu membuat udara panasdi unit pengering teh hingga 92oC (suhu target 100oC 120oC). Diperkirakan tidak tercapainya suhu target disebabkan kapasitas gasifier kurang besar, sehingga gas produser yang disuplai kurang dan pembakaran di burner selalu dalam ekses udara yang tinggi. Beberapa faktor gasifikasi yang diperkirakan mempengaruhi proses, antara lain:  a. batubara pecah menjadi partikel lembut, menyebabkan penurunan tekanan yangmenghambataliran, hambatan aliran di ruang reduksi terjadi akibat pelelehan abu, menyebabkan penyumbatan aliran maupun penutupan arang, sehingga sulit bereaksi, c.kandungan tar masih banyak, karena tidak adanya scrubber yang dipasang di depan pendingin.  Untuk menurunkan temperatur proses gasifikasi yang masih tinggi dan pelelehan abu diatasi dengan air yang disemburkan dalam bentuk kabut (spray) dalam daerah oksidasi melalui pemasangan pocker, penguapan air menyebabkan produksi hidrogen tinggi. Modifikasi lanjut difokuskan pada reaktor gasifikasi berupa perombakan throat (zona reduksi) untuk menurunkan temperatur proses dan meningkatkan pasokan gas hasil

    Teknologi Tepat Guna Pembuatan Sabun Cuci Piring untuk Skala Home Industri

    No full text
    Kebersihan merupakan salah satu faktor penting bagi kesehatan masyarakat. Untuk menjaga kebersihan badan, pakaian, tempat tinggal serta tempat umum dibutuhkan produk pembersih yang dapat diandalkan. Ibu rumah tangga, rumah sakit, sarana umum lain hingga hotel berbintang lima pasti menjadikan produk yang satu ini sebagai bagian kehidupan sehari-hari untuk mencuci pakaian maupun peralatan rumah tangga. Untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat tersebut di atas, maka perlu rasanya bagi saya untuk melakukan penelitian formulasi salah satu sabun cuci piring cair, sehingga diharapkan minimalnya pembaca dapat memenuhi kebutuhan pembersihnya dengan cara membuat sendiri dan lebih jauhnya dapat berbisnis sabun cuci piring cair tersebut dengan skala home industri. Dari penelitian ini didapatkan hasil produk yang belum memenuhi spesifikasi standar, namun paling tidak formula-IIl hampir mendekati spesifikasi standar. Untuk didapatkan formula yang memenuhi spesifikasi standar harus dilakukan peneletian lebih lanjut dengan mengatur komposisi campuran.Kebersihan merupakan salah satu faktor penting bagi kesehatan masyarakat. Untuk menjaga kebersihan badan, pakaian, tempat tinggal serta tempat umum dibutuhkan produk pembersih yang dapat diandalkan. Ibu rumah tangga, rumah sakit, sarana umum lain hingga hotel berbintang lima pasti menjadikan produk yang satu ini sebagai bagian kehidupan sehari-hari untuk mencuci pakaian maupun peralatan rumah tangga. Untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat tersebut di atas, maka perlu rasanya bagi saya untuk melakukan penelitian formulasi salah satu sabun cuci piring cair, sehingga diharapkan minimalnya pembaca dapat memenuhi kebutuhan pembersihnya dengan cara membuat sendiri dan lebih jauhnya dapat berbisnis sabun cuci piring cair tersebut dengan skala home industri. Dari penelitian ini didapatkan hasil produk yang belum memenuhi spesifikasi standar, namun paling tidak formula-IIl hampir mendekati spesifikasi standar. Untuk didapatkan formula yang memenuhi spesifikasi standar harus dilakukan peneletian lebih lanjut dengan mengatur komposisi campuran

    Implementasi RT/RW-Net Menggunakan Metode User dan Bandwidth Management

    Get PDF
    In this paper RT / RW-Net has been designed and realized as a system to access the internet network. The system was built using the Mikrotik Router as an operating system, access point as a network distributor, and an omnidirectional antenna as transmitter and receiver of Wi-Fi signals. The user manager feature on the proxy plays a role in managing several functions such as bandwidth limitation and quota limitation. Quotas and grace periods can be made according to customer requests. The network is tested when the customer is connected to the RT / RW-Net hotspot automatically on the customer\u27s device the RT / RW-Net page will appear to enter the username and password that has been given by the administrator. The system is tested by measuring the RSSI value (Receive Signal Strength Indicator) to determine signal quality based on applicable standards. Based on the test results, the lowest RSSI value is -65 dBm at a distance of 280m to the west with a note that there is no obstacle in the omnidirectional antenna to the customer\u27s device. This system can also inform the remaining quota status and active period to the customer on the RT / RW-Net homepage.Pada penelitian ini telah dirancang dan direalisasikan RT/RW-Net sebagai sistem yang berfungsi untuk mengakses jaringan internet. Sistem dibangun dengan menggunakan Router Mikrotik sebagai sistem operasi, access point sebagai penyalur jaringan, dan antena omnidirectional yang berperan sebagai pemancar dan penerima sinyal Wi-Fi dari perangkat pelanggan. Fitur user manager pada mikrotik berperan dalam mengatur beberapa fungsi seperti limitasi bandwidth dan limitasi kuota. Kuota dan masa tenggang dapat dibuat sesuai permintaan pelanggan. Sistem RT/RW-Net ini diuji pada saat pelanggan terhubung dengan hotspot RT/RW-Net secara otomatis pada perangkat pelanggan akan muncul halaman website dengan memasukan username dan password yang telah diberi oleh administrator. Kemudian sistem diuji dengan mengukur nilai Receive Signal Strength Indicator (RSSI) untuk menentukan kualitas sinyal berdasarkan standar yang berlaku. Berdasarkan hasil pengujian, nilai RSSI terendah yaitu -65 dBm pada jarak 280m arah barat dengan catatan pada daerah tersebut tidak ada halangan dari antena omnidirectional ke perangkat pelanggan. Sistem ini juga dapat menginformasikan status sisa kuota dan masa aktif kepada pelanggan pada halaman awal website

    Analisis Perbandingan Model Linier Dan Nonlinier Struktur Perkerasan Berdasarkan Pengaruh Variasi Tebal Dan Modulus

    No full text
    Analisis perbandingan model linier dan nonlinier dilakukan untuk mengetahui dampak terhadap regangan tarik horizontal (εt) dan regangan tekan vertikal (εc) pada struktur perkerasan lentur akibat pengaruh peningkatan tebal lapis perkerasan (h) dan nilai modulus (E) material perkerasan. Dari hasil analisis sensitivitas respon struktur perkerasan dengan model nonlinier, bahwa peningkatan modulus lapis perkerasan tidak menunjukan adanya sensitivitas regangan tarik horizontal (εt)  maupun regangan tekan vertikal (εc). Hal ini terjadi karena pada model nonlinier peningkatan modulus sangat dipengaruhi oleh peningkatan beban yang bekerja serta adanya pengaruh konstanta K1 dan K2 dari masing-masing lapis pondasi dan tanah dasar. Dimana konstanta K1 dan K2adalah sifat fisik materialAnalisis perbandingan model linier dan nonlinier dilakukan untuk mengetahui dampak terhadap regangan tarik horizontal (εt) dan regangan tekan vertikal (εc) pada struktur perkerasan lentur akibat pengaruh peningkatan tebal lapis perkerasan (h) dan nilai modulus (E) material perkerasan. Dari hasil analisis sensitivitas respon struktur perkerasan dengan model nonlinier, bahwa peningkatan modulus lapis perkerasan tidak menunjukan adanya sensitivitas regangan tarik horizontal (εt)  maupun regangan tekan vertikal (εc). Hal ini terjadi karena pada model nonlinier peningkatan modulus sangat dipengaruhi oleh peningkatan beban yang bekerja serta adanya pengaruh konstanta K1 dan K2 dari masing-masing lapis pondasi dan tanah dasar. Dimana konstanta K1 dan K2adalah sifat fisik materia

    104

    full texts

    280

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇