Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Not a member yet
    280 research outputs found

    Analisis Kerusakan Inlet Duct Untuk Turbin Pembangkit Listrik Akibat Retak Las Melintang (transverse Weld Crack): Failure Analysis Report

    No full text
    Pelat casing inlet duct banyak sekali mengalami retak transversal yang memotongg logam las sampai ke base-metal. Panjang retakan bervariasi hingga beberapa puluh sentimeter. Kondisi ini tentunya sangat membahayakan bagi kontruksi tersebut. Hasil pemeriksaan komposisi kimia dan perhitungan nilai karbon ekivalen (CE= 0,4) menunjukkan bahwa material pelat inlet duct memiliki mampu las yang baik, sedagkan nilai parameter retak (Pc) adalah 0,383 menunjukkan kerentanan terhadap retakan jika pengelasan dilakukan dalam lingkungan yang banyak mengandung uap air. Adanya produk korosi yang didominasi oleh FeO pada dinding bagian dalam pelat inlet duct menunjukkan temperatur pada daerah tersebut sangat tinggi (lebih besar dari 500oC). Tingginya temperatur pada dinding tersebut menyebabkan hidrogen akan lebih cepat berdifusi sehingga dapat memicu terjadinya retakan. Selain itu, kekerasan logam las (222 —229 VHN) yang lebih tinggi dari base-metal (143,5 VHN), porositas yang terbentuk akibat pengelasan, dan inklusi non-metalik menyebabkan retak transversal akan lebih mudah menjalar.Pelat casing inlet duct banyak sekali mengalami retak transversal yang memotongg logam las sampai ke base-metal. Panjang retakan bervariasi hingga beberapa puluh sentimeter. Kondisi ini tentunya sangat membahayakan bagi kontruksi tersebut. Hasil pemeriksaan komposisi kimia dan perhitungan nilai karbon ekivalen (CE= 0,4) menunjukkan bahwa material pelat inlet duct memiliki mampu las yang baik, sedagkan nilai parameter retak (Pc) adalah 0,383 menunjukkan kerentanan terhadap retakan jika pengelasan dilakukan dalam lingkungan yang banyak mengandung uap air. Adanya produk korosi yang didominasi oleh FeO pada dinding bagian dalam pelat inlet duct menunjukkan temperatur pada daerah tersebut sangat tinggi (lebih besar dari 500oC). Tingginya temperatur pada dinding tersebut menyebabkan hidrogen akan lebih cepat berdifusi sehingga dapat memicu terjadinya retakan. Selain itu, kekerasan logam las (222 —229 VHN) yang lebih tinggi dari base-metal (143,5 VHN), porositas yang terbentuk akibat pengelasan, dan inklusi non-metalik menyebabkan retak transversal akan lebih mudah menjalar

    Monitoring Dan Kendali Prototipe Sistem Kelistrikan Rumah Menggunakan Human Machine Interface (hmi)

    No full text
    Pada penelitianini telah dirancang dan diaplikasikan sebuah sistem aplikasi mikro kontroler dengan menggunakan HMI untuk monitoring dankendali prototipe sistem kelistrikan rumah. Penggunaan HMI ini dimaksudkan agar didapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang komunikasi antara manusia dengan alat khususnya prototipe sistem kelistrikan rumah. Sistem yang dirancang ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu sistem mikrokontroler dan sistem komputer sebagai HMI. Bagian sistem mikrokontroler terdiri atas sebuah mikrokontroler Atmega8535 sebagai kontroler utama, IC LM35 sebagai sensor temperatur, sebuah LCD untuk menampilkan nilai temperatur, driver dan relay sebagai output dari sistem ini. Sedangkan pada bagian sistem komputer untuk HMI menggunakan software Visual Basic 6.OdankonverterUSB ke Serial digunakan untuk komunikasi dengan mikrokontroler. Dari hasil pengujian menunjukkan sistem yang dirancang telah sesuai dengan spesifikasi dan fungsinya. Lampu sebagai beban output berhasil dinyalakan dan dimatikan dari HMI dikomputer. Temperatur ruang dan luar rumah pun dapat dimonitor secara realtime dengan trendingnya.Pada penelitianini telah dirancang dan diaplikasikan sebuah sistem aplikasi mikro kontroler dengan menggunakan HMI untuk monitoring dankendali prototipe sistem kelistrikan rumah. Penggunaan HMI ini dimaksudkan agar didapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang komunikasi antara manusia dengan alat khususnya prototipe sistem kelistrikan rumah. Sistem yang dirancang ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu sistem mikrokontroler dan sistem komputer sebagai HMI. Bagian sistem mikrokontroler terdiri atas sebuah mikrokontroler Atmega8535 sebagai kontroler utama, IC LM35 sebagai sensor temperatur, sebuah LCD untuk menampilkan nilai temperatur, driver dan relay sebagai output dari sistem ini. Sedangkan pada bagian sistem komputer untuk HMI menggunakan software Visual Basic 6.OdankonverterUSB ke Serial digunakan untuk komunikasi dengan mikrokontroler. Dari hasil pengujian menunjukkan sistem yang dirancang telah sesuai dengan spesifikasi dan fungsinya. Lampu sebagai beban output berhasil dinyalakan dan dimatikan dari HMI dikomputer. Temperatur ruang dan luar rumah pun dapat dimonitor secara realtime dengan trendingnya

    Pengolahan Limbah Cair Tekstil Menggunakan Proses Elektrokoagulasi Dengan Sel Al — Al

    No full text
    Wastewater and its problems will emerge where human being have activity, thrown volume household wastewater can reach more than 60%. Industrial wastewater around 30-40%, but is always assumption contributor of biggest environ-mental pollution. Till now many industry not yet doing treating of wastewater to lessen burden of pollutant yielded before thrown to water body. Reason of the core important is operating expenses which is high enough. Pre-treatment like aeration in pond or basin, adding chemicals to precipitated pollutant especially heavy metal which generate color and dangerous ought to earn to be done by every industry. Because continuity produce and the long time pre-treatment of wastewater causing all industrialist unwilling to operate pre-treatment is mentioned. Electrocoagulation is not a new technology, but in Indonesia not yet applied in social activities in its applying. This process modestly and easy to applied good ability in coagulation of pollutant, for organic and inorganic materials. In this research using plate ofaluminium and iron, and also combination from both.  Wastewater and its problems will emerge where human being have activity, thrown volume household wastewater can reach more than 60%. Industrial wastewater around 30-40%, but is always assumption contributor of biggest environ-mental pollution. Till now many industry not yet doing treating of wastewater to lessen burden of pollutant yielded before thrown to water body. Reason of the core important is operating expenses which is high enough. Pre-treatment like aeration in pond or basin, adding chemicals to precipitated pollutant especially heavy metal which generate color and dangerous ought to earn to be done by every industry. Because continuity produce and the long time pre-treatment of wastewater causing all industrialist unwilling to operate pre-treatment is mentioned. Electrocoagulation is not a new technology, but in Indonesia not yet applied in social activities in its applying. This process modestly and easy to applied good ability in coagulation of pollutant, for organic and inorganic materials. In this research using plate ofaluminium and iron, and also combination from both. &nbsp

    Kinerja Filter Pasir Lambat Dalam Menurunkan Fe Dan Mn

    No full text
    Air baku merupakan air yang berasal dari bawah tanah yang dikenal dengan nama artesis. Air tersebut mempunyai kadar besi (Fe) dan mangan (Mn) yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja filter pasir lambat (slow sand filter) dengan menggunakan media pasir aktif dan karbon aktif untuk mengurangi besi dan mangan. Parameter yang akan digunakan untuk mengetahui kinerja dari filter pasir lambat dengan media filter pasir dan karbon aktif ini dibatasi pada penurunan kadar besi (Fe) dan mangan (Mn). Dari hasil penelitian diperoleh penurunan konsentrasi besi 0.0641 mg/L dengan effisiensi 97.54% dengan media filter pasir aktif, penurunan konsentrasi mangan 0.1112 mg/L dengan effisiensi 78.28% dengan media filter pasir aktif, penurunan konsentrasi besi 0.0145 mg/L dengan effisiensi 99.33% dengan media filter pasir aktif-karbon aktif, penurunan konsentrasi mangan 0.0654 mg/L dengan effisiensi 90.62% dengan media filter pasir aktif-karbon aktif. Kinerja filter dengan media filter pasir aktif-karbon aktif membutuhkan waktu lebih lama yaitu 36 hari dibandingkan dengan media filter pasir yang membutuhkan waktu 28 hari dengan debit 0.0005 L/d. Terdapat perbedaan efisiensi penurunan kadar Fe maupun Mn dari ke-6 debit yang digunakan.Air baku merupakan air yang berasal dari bawah tanah yang dikenal dengan nama artesis. Air tersebut mempunyai kadar besi (Fe) dan mangan (Mn) yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja filter pasir lambat (slow sand filter) dengan menggunakan media pasir aktif dan karbon aktif untuk mengurangi besi dan mangan. Parameter yang akan digunakan untuk mengetahui kinerja dari filter pasir lambat dengan media filter pasir dan karbon aktif ini dibatasi pada penurunan kadar besi (Fe) dan mangan (Mn). Dari hasil penelitian diperoleh penurunan konsentrasi besi 0.0641 mg/L dengan effisiensi 97.54% dengan media filter pasir aktif, penurunan konsentrasi mangan 0.1112 mg/L dengan effisiensi 78.28% dengan media filter pasir aktif, penurunan konsentrasi besi 0.0145 mg/L dengan effisiensi 99.33% dengan media filter pasir aktif-karbon aktif, penurunan konsentrasi mangan 0.0654 mg/L dengan effisiensi 90.62% dengan media filter pasir aktif-karbon aktif. Kinerja filter dengan media filter pasir aktif-karbon aktif membutuhkan waktu lebih lama yaitu 36 hari dibandingkan dengan media filter pasir yang membutuhkan waktu 28 hari dengan debit 0.0005 L/d. Terdapat perbedaan efisiensi penurunan kadar Fe maupun Mn dari ke-6 debit yang digunakan

    Penerapan Sistem Hybrid Pada Kepala Pilar Jembatan

    Get PDF
    Dalam mengantisipasi kemacetan lalu lintas saat proses pembangunan jembatan, perlu dipilih sistem struktur yang metode konstruksinya paling efektif. Saat ini sudah banyak tipe struktur jembatan yang dapat dipilih, salah satunya adalah sistem hybrid pada pilar jembatan. Sistem struktur hybrid mengkombinasikan material beton bertulang dengan baja. Sistem hybrid memiliki kelebihan dibandingkan beton bertulang karena tidak memerlukan pengecoran pada bagian kantilever kepala pilar sehingga proses ereksi menjadi lebih cepat. Pemodelan sistem hybrid pada pilar jembatan yaitu dengan merencanakan kepala pilar menggunakan rangka baja sedangkan badan pilar menggunakan beton bertulang. Kepala pilar dimodelkan terpisah dengan badan pilar, dan reaksi dari rangka baja akan disalurkan pada beton menggunakan shear stud. Shear stud perlu dipasang karena berfungsi untuk transfer gaya sehingga gaya yang bekerja pada struktur atas dapat tersalurkan sampai dengan pondasi.The selection of the most effective construction method must be carried out to anticipate traffic congestion during construction. Now we can choose many types of bridge structure, one of which is a hybrid system on the pier. Hybrid system combines reinforced concrete material with steel material. The advantages of hybrid system is that it doesn’t require a casting on the pier head cantilever, so that implementation is faster than conventional concrete pier.The hybrid pier model is arranged separately using a steel frame on the pier head and reinforced concrete on the pier body. The reaction of steel frame was distributed through the shear stud. So that the load distribution can reach the foundation

    Analisis Kestabilan Lereng dan Penanganan Longsor Area Puncak Pass Cianjur STA 20+650, Jawa Barat Menggunakan Program Plaxis

    Get PDF
    Puncak Pass STA. 20+650, it’s a hills area with land use change condition but there’s no different or change topography. The main causes landslide in Puncak Pass. There’s assessment like building and street in the top of slope that causes a bigger landslide it even hapen twice. There’s a lot of causes impact like break the highway and collapsed building. This study task is about handling the landslide with such condition finite element method analysys and plaxis program for analysys the deformation geotechnic stabilition in analysys handing landslide. There’s a secure system on the analysys results (Msf) 1,112. The results of analysys of ten safety factors with gabion dan pile combination 1,845 in normal condition, if there’s earthquake the safety factor will touch 1,244. Recommendations for a landslide in Pucak Pass area is combinations of gabion and pile that meets the design criteria.Puncak Pass STA 20+650, termasuk dalam daerah perbukitan yang pada kondisi saat ini sudah mengalami perubahan tata guna lahan. Pada bagian atas lereng terdapat bangunan-bangunan dan beban lalu lintas, hal tersebut mengakibatkan longsoran yang terjadi semakin besar. Kelongsoran area tersebut bahkan terjadi dua kali, dampak longor tersebut tidak hanya memutus jalan raya, juga menyebabkan amblasnya sejumlah bangunan sekitar longsoran. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan solusi penanganan longsoran dengan kondisi yang ada. Melakukan analisis dengan metode elemen hingga dengan bantuan program Plaxis untuk menganalisis deformasi dan stabilisasi geoteknik dalam variasi penanganan longsoran yang dianalisis. Hasil analisis eksisting didapatkan nilai faktor kemanan (Msf) sebesar 1,112. Hasil analisis sepuluh variasi alternatif penanganan didapatkan nilai faktor keamanan (Msf) terbesar adalah penanganan dengan kombinasi bronjong dan tiang pancang sebesar 1,845 pada kondisi normal, untuk kondisi gempa didapatkan nilai faktor keamanan sebesar 1,244. Rekomendasi penanganan longsor untuk area Puncak Pass adalah dengan kombinasi bronjong dan tiang pancang yang memenuhi syarat kriteria desain

    Sistem Keamanan pada Teknologi WiMAX

    No full text
    Worldwide Interoperability for Microwave Access (WIMAX / IEEE 802.16) adalah teknologi wireless, yang merupakan perkembangan dari teknologi Wireless Fidelity (WiFi) yang saat ini telah banyak digunakan masyarakat. Wireless fidelitv (WiFi) menggunakan sistem keamanan sebesar 64 bit dan maksimum 128 bit. Sedangkan sistem keamanan yang dipakai pada WiIMAX adalah Advanced Eneryption Standard (AES) yang dapat mengenkripsi data mulai 128 bit, 192 bitdan 256 bit. Sistem keamanan yang digunakan dalam WiIMAX (IEEE 802.16) berupa duthentication, authorization dan encryption. Tingkat keamanan yang dihasilkan mencapai dua kali lipat dibandingkan dengan sistem keamanan yang dihasilkan dalam Wireless Fidelity (WiFi). Dengan demikian sistem keamanan pada WIMAX dapat diandalkan oleh para pengguna yang memerlukan tingkat keamanan tinggi dan handal dalam penggunaan internet.Worldwide Interoperability for Microwave Access (WIMAX / IEEE 802.16) adalah teknologi wireless, yang merupakan perkembangan dari teknologi Wireless Fidelity (WiFi) yang saat ini telah banyak digunakan masyarakat. Wireless fidelitv (WiFi) menggunakan sistem keamanan sebesar 64 bit dan maksimum 128 bit. Sedangkan sistem keamanan yang dipakai pada WiIMAX adalah Advanced Eneryption Standard (AES) yang dapat mengenkripsi data mulai 128 bit, 192 bitdan 256 bit. Sistem keamanan yang digunakan dalam WiIMAX (IEEE 802.16) berupa duthentication, authorization dan encryption. Tingkat keamanan yang dihasilkan mencapai dua kali lipat dibandingkan dengan sistem keamanan yang dihasilkan dalam Wireless Fidelity (WiFi). Dengan demikian sistem keamanan pada WIMAX dapat diandalkan oleh para pengguna yang memerlukan tingkat keamanan tinggi dan handal dalam penggunaan internet

    Sistem Static Inverter Pada Kereta Rel Listrik HOLEC-BN

    Get PDF
    Static inverter (SIV) system in electric railcar Holec-BN with VVVF (variable voltage variable frequency) technology, change a nominal input voltage 1.500 VDC into output voltage 380 VAC, three phase, 50 Hz, and 110 VDC and 137 VDC. SIV serve voltage as a compressor system, ventilation, light lamps, drive/brake control, etc. Loads that SIV serve it can be stopped to operate in an emergency conditions. This helps a system or loads or system to maintain a working if one of SIV stopped and it is still operated if both SIV have fail. As mentioned above, Holec-BN electric railcar operate two units SIV on each trainset of electric railcar. A frequency of failure and damage of SIV in Holec-BN electric railcar classified a high. In order to reliability of this electric railcar can be maintained on reasonable level, there is need a improvement steps to prevent the failure and damage to continue. Higher reliability is need in order to avoidable the electric railcar also in high so that it have ability to meet a hope for public who use the service in order to obtain railway transportation with safe, secure, confortable, reliable, punctual, and so on.Sistem static inverter (SIV) pada KRL Holec-BN dengan teknologi VVVF (variable voltage variable freguency), mengubah tegangan input nominal 1.500 VDC menjadi tegangan output 380 VAC, tiga fasa, 50 Hz serta 110 VDC dan 137 VDC. SIV melayani beban berupa sistem kompresor, ventilasi, lampu-lampu penerangan, kontrol drive/pengereman, dll. Beban/pengguna daya listrik yang dilayani oleh SIV bisa saja berhenti beroperasi pada saat terjadi kondisi darurat. Ini membantu sistem/beban tersebut tetap bekerja jika salah satu STV berhenti dan masih beroperasi Jika kedua SIV mengalami gangguan. Seperti disebutkan di depan, KRL Holec-BN mengoperasikan dua unit SIV pada setiap trainset KRL. Frekuensi gangguan dan kerusakan SIV pada KRL Holec-BN termasuk tinggi. Supaya keandalan KRL ini dapat dipertahankan pada level yang dapat diterima, maka langkah perbaikan diperlukan guna mencegah gangguan dan kerusakan terus berlanjut. Keandalan yang tinggi diperlukan agar ketersediaan KRL juga tinggi sehingga mampu memenuhi harapan masyarakat pengguna jasa dalam memperoleh angkutan perkeretaapian yang aman, selamat, nyaman, andal, tepat waktu, dll

    Evaluasi Perbandingan Kinerja Bangunan Momen Frame dengan Eccentrycally Brace Frame

    No full text
    Generally, earthquake resistant design is based on elastic structural analysis with load factor to simulate ultimate condition. Actually, behavior of collapse structures during earthquake is in-elastic. Evaluation to predict in-elastic condition of structures during earthquake is needed in order to guarantee that it can perform well during earthquake. Analysis and performance evaluation can be done with pushover analysis given in SAP2000, while evaluation of performance point must be determined manually with various methods (except for capacity spectrum method). Pushover analysis is a non linear static analysis as a behavior of structural failure due to earthquake, while performance point is structural maximum displacement during design earthquake. Study on steel frame 3D concludes that performance evaluation for pushover in longitudinal direction according to ATC-40 gives displacement target for moment frame building of 0.054 m, building with eccentrically braced frame (EBF): 0.022 m. Pushover in transverse direction according to ATC-40 gives displacement target for moment frame building of 0.022 m, building with EBF: 0.015 m. According to FEMA 356, displacement target in longitudinal direction for moment frame building: 0.0803 m, building with (EBF): 0.0728 m. For building with moment frame in transverse direction: 0.1183 m, building with (EBF): 0.0614 m.Generally, earthquake resistant design is based on elastic structural analysis with load factor to simulate ultimate condition. Actually, behavior of collapse structures during earthquake is in-elastic. Evaluation to predict in-elastic condition of structures during earthquake is needed in order to guarantee that it can perform well during earthquake. Analysis and performance evaluation can be done with pushover analysis given in SAP2000, while evaluation of performance point must be determined manually with various methods (except for capacity spectrum method). Pushover analysis is a non linear static analysis as a behavior of structural failure due to earthquake, while performance point is structural maximum displacement during design earthquake. Study on steel frame 3D concludes that performance evaluation for pushover in longitudinal direction according to ATC-40 gives displacement target for moment frame building of 0.054 m, building with eccentrically braced frame (EBF): 0.022 m. Pushover in transverse direction according to ATC-40 gives displacement target for moment frame building of 0.022 m, building with EBF: 0.015 m. According to FEMA 356, displacement target in longitudinal direction for moment frame building: 0.0803 m, building with (EBF): 0.0728 m. For building with moment frame in transverse direction: 0.1183 m, building with (EBF): 0.0614 m

    Studi Potensi Resiko Tanah Lunak dalam Pembangunan Ibu Kota Negara dengan Ajuan Penanganan Menggunakan Metode Prefabricated Vertical Drain Berbahan Alami

    Get PDF
    The Capital City of Indonesia will be moving to East Kalimantan Province soon. However, based on previous research and cases, the area around the National Capital (IKN) has potentially soft soil problem. Field and laboratory investigations revealed that in the area around IKN there was soft soil as indicated by the results of the cone penetrometer tests which generally, have resistance values of less than 10 kg/cm2. Moreover, the investigation also shows the existence of swelling soil, land movement, liquefaction, and illitic soil with medium to medium activity. This research is a literature study using secondary data to propose techniques to overcome the potential of soft soils in IKN. Preloading method with Prefabricated Vertical Drain (PVD) is a method that has been used in overcoming soft soils in several infrastructure developments in Kalimantan. However, the results of laboratory tests and field tests of several previous researchers have produced that conventional PVD material in the form of polymers can be replaced with natural fiber materials from jute and coconut fibers. It is more environmentally friendly and effective than conventional PVD. The use of this technique supports the vision of IKN development: Smart, Green, Beautiful, and Sustainable.Pemindahan ibu kota pemerintahan ke sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur, akan segera dimulai. Namun berdasarkan penelitian dan kasus terdahulu, terdapat potensi lahan dengan sifat tanah lunak di wilayah sekitar Ibu Kota Negara (IKN). Investigasi lapangan dan laboratorium mengungkapkan bahwa pada wilayah sekitar IKN terdapat tanah lunak yang ditunjukkan oleh hasil uji sondir dengan nilai tahanan konus kurang dari 10 kg/cm2. Tidak hanya tanah lunak, penyelidikan juga menunjukkan keberadaan potensi gerakan tanah, tanah mengembang, likuifaksi, dan tanah bersifat illitik dengan aktifitas sedang sampai sedang-tinggi. Penelitian ini merupakan studi literatur menggunakan data sekunder untuk mencoba memberi ajuan teknik untuk mengatasi potensi tanah lunak di IKN. Metode Preloading dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD) adalah metode yang telah digunakan dalam mengatasi tanah lunak di beberapa pembangunan infrastruktur di Kalimantan. Namun, hasil uji laboratorium dan uji lapangan beberapa peneliti terdahulu menghasilkan bahwa material PVD konvensional berupa polimer dapat digantikan dengan bahan serat alami dari jute dan serabut kelapa. Tidak hanya lebih ramah lingkungan, namun hasil capaian efektifitas penurunan dan kapasitas penyaluran alir PVD bahan alami lebih baik dibanding PVD konvensional. Penggunaan teknik ini mendukung visi pembangunan IKN: Smart, Green, Beautiful, dan Sustainable

    104

    full texts

    280

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇