Gravitasi
Not a member yet
157 research outputs found
Sort by
Sintesis dan Analisis Sifat Magnetik Nanopartikel Magnetit (Fe3o4) Berbasis Pasir Besi
Telah dilakukan penelitian mengenai sintesis dan analisis sifat magnetik nanopatikel magnetit (Fe3O4) berbasis pasir besi dengan metode kopresipitasi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nanopartikel magnetit berbasis pasir besi serta menganalisis sifat magnetik nanopartikel magnetit. Dalam penelitian ini menggunakan HCl (12,063 M, PA 99,9%) sebagai pelarut dan NH4OH (6,5 M) sebagai pengendap. Nanopartikel magneit yang terbentuk berwarna hitam pekat dan dikarakterisasi menggunakan XRD, TEM, dan VSM. Adapun hasil karakterisasi XRD langsung membuktikan bahwa pasir besi mengandung 51,5 % magnetit dan ditunjukan melalui kemunculan indeks miler (311). Sedangkan hasil karakterisasi menggunakan TEM diperoleh ukuran partikel rata-rata yaitu (1,2 ± 0,2) nm yang dapat diaplikasikan pada biosensor SPR. Hasil sintesis nanopartikel magnetit bersifat soft magnetic berdasarkan analisis kurva histerisis.
Kata Kunci : Pasir Besi, Kopresipitasi, Nanopartikel magneti
Pemodelan Reservoar Panasbumi Menggunakan Metode Geomagnet di Desa Lengkeka Kecamatan Lore Barat, Kabupaten Poso
Penelitian ini telah dilakukan menggunakan metode geomagnet pada daerah panas bumi Kecamatan Lore Barat Kabupaten Poso. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan reservoar panasbumi di lokasi penelitian. Data yang didapatkan selanjutnya diolah dengan melakukan beberapa koreksi yaitu koreksi IGRF dan koreksi variasi harian guna memperolah data medan magnet total bumi. selanjutnya dilakukan pemodelan untuk mengetahui batuan penyusun reservoar panasbumi dan kedalamnnya menggunakan teknik pemodelan kedepandengan software GM-SYS. Dari hasil pemodelan diperoleh bahwa batuan penyusun reservoar yaitu batuan sedimen berupa batu pasir dengan nilai suseptibilitas -0,00001 SI pada penampang A-A’, -0,00713 SI pada Penampang B-B’ dan -0,0011 SI pada Penampang C-C’ pada setiap lintasan. Kedalaman reservoar panasbumi berada 1.000-2.000 m di bawah permukaan.
Kata kunci: Pemodelan Kedepan, Reservoar, Suseptibilita
Penyelidikan Kedalaman Bidang Gelincir Menggunakan Metode Geolistrik Hambatan Jenis Pada Ruas Jalan Tavaili - Toboli, Kabupaten Donggala
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lapisan bawah permukaan yang berperan sebagai bidang gelincir pada ruas jalan Tavaili - Toboli. Metode yang digunakan adalah geolistrik hambatan jenis dengan menggunakan kofigurasi dipole-dipole yaitu dengan menginjeksikan aliran arus listrik ke dalam bumi. Dengan cara tersebut maka akan didapatkan nilai arus dan beda potensial untuk memperoleh nilai hambatan jenis yang akan dianalisis dalam softwere RES2DINV sehingga diperoleh penampang 2D dan dapat diinterpretasikan lapisan bawah permukaan dengan nilai hambatan jenis material. Selanjutnya dapat ditentukan struktur dan litologi bawah permukaan sehingga dapat memberikan informasi mengenai bidang gelincir. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa penyusun tanah wilayah penelitian adalah kerikil, batu pasir, dan genes. Nilai hambatan jenis setiap lapisan batuan yaitu kerikil berkisar antara 10 Ωm – 84 Ωm, lapisan batu pasir berkisar antara 84 Ωm – 158 Ωm, dan lapisan genes berkisar antara 232 Ωm – 565 Ωm. Pada wilayah penelitian lapisan genes diduga merupakan bidang gelincir. Bentuk bidang gelincir yang diperoleh pada wilayah penelitian yaitu gelincir rotasi. Setiap lintasan memiliki kedalaman bidang gelincir berbeda – beda, yaitu L-1 dan L4 terletak pada kedalaman 8 m, L-2 terletak pada kedalaman 3 m, dan L-3 terletak pada kedalaman 7 m.
Kata Kunci : Bidang Gelincir, Geolistrik, Konfigurasi dipole-dipole, RES2DIN
Pemodelan Benda-Benda Megalit Bawah Permukaan Menggunakan Data Geomagnet di Taman Wisata Palindo Kecamatan Lore Barat Kabupaten Poso
Penelitian tentang pemodelan benda-benda megalit yang tertimbun di bawah permukaan menggunakan data geomagnet telah dilakukan di Taman Wisata Palindo, Kecamatan Lore Barat, Kabupaten Poso. Tujuannya adalah untuk memodelkan benda-benda megalit yang berada di bawah permukaan. Tahapan penelititan meliputi akuisisi data lapangan, koreksi IGRF, koreksi variasi harian, dan membuat model. Teknik pemodelan yang digunakan yaitu teknik pemodelan kedepan menggunakan GM-SYS 2D untuk memperoleh bentuk geometri dan nilai suseptibilitas batuan penyusun megalit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bentuk megalit berupa silinder dan bola dengan nilai suseptibilitas batuan berkisar antara 0,03-0,05 SI, namun batuan diduga telah mengalami pelapukan sehingga bentuknya menjadi berubah. Batuan tersebut tersebar pada kedalaman 23-62 m di bawah permukaan tanah.
Kata kunci: Geomagnet, Megalit, Suseptibilitas,GM-SYS 2
Identifikasi Sebaran Bijih Besi Menggunakan Metode Geolistrik Hambatan Jenis 2D di Desa Laemanta Kecamatan Kasimbar
Telah dilakukan penelitian di Desa Laemanta Kecamatan Kasimbar yang bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran batuan pembawa bijih besi di bawah permukaan tanah. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik hambatan jenis dengan konfigurasi Wenner. Pengambilan data dilakukan sebanyak 5 lintasan yang tersebar di daerah penelitian. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Res2dinv untuk memperoleh nilai hambatan jenis lapisan dengan range 330 – 610 Ωm yang diduga sebagai batuan pembawa bijih besi. Keberadaan batuan pembawa bijih besi tidak tersebar merata pada lokasi penelitian. Kandungan Fe pada lokasi penelitian sebesar 24,90% yang di uji menggunakan metode analisis XRF.
Kata Kunci: Geolistrik, Hambatan Jenis, Bijih Besi, XR
Rancang Bangun Prototipe Detektor Banjir Nirkabel Pada Sungai Berbasis Arduino Uno Menggunakan Sel Konduktif
ABSTRAKKejadian banjir terkadang sulit dideteksi datangnya karena dapat terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi masyarakat. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem peringatan dini banjir sebagai hal yang sangat esensial. Pada penelitian ini, dibuat prototipe pendeteksi potensi banjir pada sungai berbasis Arduino. Alat ini diharapkan mampu memonitoring tinggi permukaan air sungai yang berpotensi banjir. Alat ini terdiri dari sel konduktif, modem dan papan Arduino. Prototipe pendeteksi potensi banjir ini telah dibuat dan bekerja dengan baik. Apabila sensor konduktif terendam air maka sensor akan mengirim sinyal ke mikrokontroler. Selanjutnya mikrokontroler akan mengendalikan modem untuk mengirim SMS.Kata Kunci :Â Pendeteksi banjir, arduino ,sensor konduktif, modem, SM
Identifikasi Struktur Lapisan Bawah Permukaan dengan Menggunakan Metode Geolistrik di Kelurahan Tatura Selatan
ABSTRAK Penelitian untuk mengidentifikasi panas bumi dan struktur lapisan berdasarkan temperatur airtanah di Kelurahan Tatura Selatan Kota Palu telah dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik Automatic Array Scanning (AAS) dengan konfigurasi Wenner-Slchlemberger. Pemprosesan dan pemodelan data menggunakan perangkat lunak Earthmager 2D dalam bentuk penampang 2D. Berdasarkan hasil pemodelan 2D diperoleh gambaran struktur perlapisan dan jenis batuan bawah permukaan pada daerah penelitian berupa lempung, pasir lempung, dan batuan pasir yang diduga mengandung airtanah yang bertemperatur tinggi karena memiliki nilai DHL yang tinggi dan resistivitas berkisar 2,2 Wm – 29 Wm.Kata Kunci : Aquifer, Earthmager, Geolistrik hambatan jenis, Wenner- Slchlemberge
Identifikasi Kondisi Fisik Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Toaya Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah
ABSTRAK
Penelitian identifikasi Kondisi Fisik Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Toaya Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah telah dilakukan. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran debit air dan pengambilan sampel air sedimen sungai Toaya di 3 lokasi yang berbeda. Masing di sebelah barat jembatan baja di Desa Toaya, di sebelah jembatan putus di Desa Toaya, dan di bendungan di Desa Taripa. Dari hasil pengukuran debit air sungai Toaya diperoleh data nilai rata-rata debit air sungai: 5,668 m3/detik atau 489.681,129 m3/hari dan hasil pengukuran debit sedimen air sungai Toaya diperoleh nilai rata-rata debit sedimen air sungai: 1,906 ton/hari, secara umum relatif kecil, tetapi pada musim penghujan debit sedimen tersebut meningkat. Dampak dari tingginya debit sedimen tersebut adalah terjadinya pendangkalan di muara sungai Toaya dan menjauhnya biota laut, khususnya ikan, dari perairan laut Desa Toaya.
Kata Kunci : DAS, Sungai Toaya, debit, air. sedimen
Rancang Bangun Alat Ukur Curah Hujan, Temperatur, dan Kelembaban Udara dengan Media Penyimpan Dalam SD Card
ABSTRAKData curah hujan, temperatur dan kelembaban udara begitu penting dalam kehidupan sehari-hari. Data-data tersebut merupakan sarana informasi bagi keperluan instansi terkait, seperti BMG, BMKG, dan bidang budidaya pertanian. Pada penelitian ini dibuat alat ukur curah hujan, temperatur dan kelembaban udara dengan sistem media penyimpanan data SD CARD. Alat ukur ini terdiri dari penampung air hujan, transduser optik, sensor DHT11, modul SD card dan Mikrokontroler Arduino Uno. Penelitian ini dilakukan dalam 4 tahap yaitu perancangan dan pembuatan sistem mekanik, perancangan dan pembuatan sistem elektronik, penggabungan sistem mekanik, sistem elektronik dan PC/laptop, dan pembuatan program, pengujian alat, pengambilan data. Alat ukur ini telah diuji dan bekerja dengan baik. Untuk curah hujan, alat yang dibuat memiliki batas pengukuran terkecil sebesar 0.20 mm. Pada pengujian data curah hujan simulasi diperoleh kesalahan relatif sebesar 0 % terhadap pengukuran dengan gelas ukur standar. Pada pengukuran data curah hujan di lapangan diperoleh tingkat kesalahan relatif berkisar 0-2.5% terhadap pengukuran dengan alat observasi (OBS). Untuk temperatur alat yang dibuat dapat mengukur berkisar 0-50 ℃ dengan tingkat kesalahan relatif terhadap pengukuran dengan AWS berkisar 0.0-3.0% dan untuk kelembaban dapat mengukur berkisar 20-90 % RH (Relative Humidity), dengan tingkat kesalahan relatif pada AWS berkisar 30.9-38.8%.Kata Kunci: Arduino Uno; Curah hujan; DHT11;  Kelembaban Udara;  Temperatur; Transduser Opti
Penentuan Ukuran Butiran Kulit Pisang Hasil Variasi Suhu Menggunakan Analisa XRD Melalui Persamaan Scherrer
Telah dilakukan penelitian dengan metode variasi suhu terhadap kulit pisang raja dengan menggunakan XRD dan persamaan Schrrer. Tujuan riset ini untuk mengetahui pengaruh suhu pemanasan terhadap ukuran butir kulit pisang raja. Analisis XRD menunjukkan bahwa peningkatan suhu pemanasan menyebabkan pelebaran puncak difraksi. Hal ini menyebabkan ukuran butir mengalami perubahaan. Ukuran butir yang diperoleh dengan persamaan Schrrer untuk tanpa pemanasan dan dengan pemanasan pada suhu 100˚C, 150˚C, 200˚C, 250˚C, dan 300˚C berturut-turut adalah 0,66 x 10-4 µm, 3,11 x 10-4 µm, 0,80 x 10-4 µm, 0,74 x 10-4 µm, 1,32 x 10-4 µm, dan 1,60 x 10-4 µm.
Kata Kunci: Variasi Suhu, XRD, Ukuran Butira