Gravitasi
Not a member yet
157 research outputs found
Sort by
Identifikasi Bawah Permukaan Di Daerah Panasbumi Menggunakan Geolistrik Di Desa Tolole Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong
Telah dilakukan identifikasi bawah permukaan di daerah panasbumi menggunakan metode geolistrik di Desa Tolole Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lapisan bawah permukaan. Pengukuran dilakukan sebanyak 4 lintasan dengan metode Automatic Array Scanning (AAS) konfigurasi Wenner-Schlumberger. Data hasil pengukuran diolah dengan menggunakan program Res2Dinv 3.53 dan Surfer 11. Hasil penelitian lapisan bawah permukaan di daerah panasbumi terdiri dari 3 lapisan. Lapisan pertama dengan nilai hambatan jenis 2 sampai 17,5 ï—m yang diduga merupakan lempung pasiran, lapisan kedua dengan nilai hambatan jenis 17,5 sampai 104 ï—m yang diduga merupakan pasir dan kerikil. Pada lapisan kedua ini terdapat air panas yang tersebar pada permukaan yang berbentuk manifestasi sampai dengan kedalaman ± 44 m bmt dengan faktor formasi 2 sampai 5 pada formasi aluvium dan endapan pantai. Sedangkan pada lapisan ketiga dengan nilai hambatan jenis 104 sampai 247 ï—m yang diduga merupakan pasir, krikil dan lempung.
Kata kunci: Geolistrik, Panasbumi, Res2dinv, Surfer, Wenner-Schlumberge
Pengukuran Anisotropi Suseptibilitas Magnetik Batuan Beku Pada Site Kulawi Sulawesi Tengah
Telah dilakukan penelitian mengenai pengukuran anisotropi suseptibilitas magnetik batuan beku pada Site Kulawi Sulawesi Tengah, yang bertujuan untuk mengetahui kelayakan sampel dan arah arus purba batuan beku di lokasi penelitian. Pengukuran dilakukan pada 4 Site yaitu Sungku, Toro, Lonca dan Namo. Dengan metode Anisotropi Magnetik Suseptibilitas (AMS) menggunakan alat Bartington Magnetic Susceptibilitymeter MS2B. Pengolahan data menggunakan Software Mathlab 7.12.0 (R2011a) dan Software Excel. Dari nilai rata-rata derajat anisotropi dari ke 4 site berkisar antara 0,075 %-0,315 %, hal ini telah membuktikan bahwa batuan beku ini bersifat anisotropi atau sampel layak dijadikan sebagai kajian paleomagnetik. Pada plot stereonet dapat dilihat penyebaran sumbu maksimum, untuk Site Namo terlihat berarah E-W, sedangkan untuk Site lainnya berarah pada N-E. sumbu maksimum ini mempresentasikan arah aliran lava purba.
Kata Kunci: Anisotropi Magnetik Suseptibilitas, Batuan beku, Bartington Magnetic Susceptibilitymeter MS2B
Model Numerik Transpor Sedimen dan Perubahan Morfologi Dasar Perairan di Muara Sungai Toaya
Telah dilakukan penelitian mengenai transpor sedimen dan dampaknya terhadap perubahan batimetri di Muara Sungai Toaya. Tujuan Penelitian ini adalah memodelkan transpor sedimen oleh arus sungai dan arus laut. Kecepatan arus itu disebabkan oleh debit Sungai Toaya, angin permukaan laut dan gelombang pasang surut. Model numerik telah dapat menentukan nilai kecepatan arus sungai dan laut serta transport sedimen dasar. Daerah penelitian ini berada di daerah Muara Sungai Toaya. Data-data pengukuran dilapangan (data primer) yang digunakan adalah debit aliran sungai dan sedimen, sedangkan data-data sekunder adalah batimetri, gelombang pasang surut dan angin permukaan laut. Hasil penelitian menunjukan bahwa kecepatan arus di Sungai Toaya sangat kecil. Kecepatan arus maksimum yang terjadi di Sungai Toaya pada saat perbani dan saat purnama adalah berturut-turut 0.006 m/det dan 0,014 m/det. Secara keseluruhan sebaran sedimen selama 31 hari yang terlihat di sekitar muara Sungai Toaya dominan ke arah barat. Besarnya konsentrasi sedimen yang tertranspor 0.0066 kgâ„m3 , dengan demikin maka konsentrasi sedimen selama 31 hari mencapai 0.03 kgâ„m3.
Kata kunci : Pola arus, Transpor Sedimen, Konsentrasi Sedime
Identifikasi Struktur Geologi Menggunakan Data Anomali Magnetik di Desa Sedoa Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso
Telah dilakukan penelitian tentang identifikasi struktur geologi menggunakan data anomali magnetik di Desa Sedoa Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi struktur geologi bawah permukaan di Desa Sedoa menggunakan teknik pemodelan kedepan. Tahap pengolahan data yakni melakukan koreksi IGRF dan koreksi variasi harian, kemudian dilakukan pembuatan peta kontur menggunakan software Surfer 13, penampang lintasan menggunakan software GM-SYS dari Geosoft, serta ditampilkan dalam bentuk 3D dengan menggunkan software RockWorks 16. Hasil penelitian ini diperoleh 3 jenis batuan yaitu batu lempung, batu pasir lempungan dan batu granit. Batuan-batuan tersebut memiliki nilai suseptibilitas (k) yang berbeda-beda yakni pada batu lempung sebesar 0,00017 SI, batu pasir lempungan sebesar 0,0209 SI dan batu granit sebesar 0,05 SI dengan kedalaman dan ketebalan masing-masing batuan yang bervariasi. Hasil penelitian ini juga menunjukan adanya struktur geologi bawah permukaan di Desa Sedoa berupa 2 sesar normal dengan arah berbeda. Sesar pertama berarah dari arah Tenggara kearah Barat Laut dan sesar kedua berarah dari Timur Laut kearah Barat Daya Desa Sedoa.
Kata Kunci: Anomali Magnetik, Pemodelan Kedepan, Struktur Geologi, Suseptibilita
Prediksi Nilai Debit Puncak Menggunakan Metode Muskingum di Sungai Pasangkayu Kecamatan Pasangkayu
Penelitian tentang prediksi nilai debit puncak aliran telah dilakukan di Sungai Pasangkayu Kecamatan Pasangkayu Kabupaten Pasangkayu. Penelitian ini dilakukan untuk memprediksi nilai debit puncak yang terjadi di aliran sungai Pasangkayu. Data debit aliran sungai yang diperoleh dari hasil pengukuran diolah dengan menggunakan Metode Muskingum yaitu suatu cara perhitungan yang digunakan dalam penelusuran banjir dengan pendekatan hukum kontinuitas, data kecepatan aliran, kedalaman, jarak tiap pias diolah dengan menggunakan program Microsoft Excel. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa debit maksimum aliran masuk sungai Pasangkayu terjadi pada tanggal 17 Maret 2018 pukul 12:00:00 WITA dengan besar debit 18,17 m3 /dt sedangkan debit maksimum aliran keluar terjadi pada hari yang sama pada pukul 10:00:00 WITA dengan besar debit 19,09 m3 /dt. Hal ini disebabkan terjadinya hujan di bagian hulu sungai tepatnya di desa Lalundu yang memiliki aliran ke sungai Pasangkayu. Berdasarkan grafik Muskingum tanggal 18 Maret 2018 menunjukkan bahwa debit puncak bagian hulu (aliran masuk) lebih besar dari pada debit puncak bagian hilir (aliran keluar), perbedaan waktu terjadinya debit puncak antara bagian hulu dan hilir memiliki selisih waktu 1 jam, sedangkan pada tanggal 17 Maret dan 19 Maret 2018 nampak debit puncak aliran masuk lebih kecil dari pada aliran keluar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aliran masuk yang lebih besar dari pada aliran keluar yang menyebabkan terjadinya limpasan di permukaan sungai Pasangkayu sehingga terjadi banjir.
Kata kunci: Aliran sungai, debit puncak, metode Muskingum, Microsoft Exce
Penentuan Parameter Dinamika Tanah Menggunakan Data Mikrotremor di Desa Sedoa Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso
Penentuan parameter dinamika tanah di Desa Sedoa Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso telah dilakukan dengan menggunakan data mikrotremor. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai kecepatan gelombang geser hingga kedalaman 30 m (VS30), modulus geser (G) dan modulus elastisitas (E) batuan. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program SeisImager, yang dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap pertama menggunakan software Surface Wave Analysis Wizard untuk mendapatkan kurva dispersi dan tahap kedua menggunakan software WaveEq untuk mendapatkan kecepatan gelombang geser. Berdasarkan nilai kecepatan gelombang geser (Vs) dan kedalaman (h) perlapisan dapat diperoleh nilai VS30. Perlapisan tanah diklasifikasikan ke dalam dua tipe batuan, yaitu tipe batuan D jenis tanah sedang dengan nilai VS30 berkisar antara 180.5 - 235.4 m/s dan tipe bauan E jenis tanah lunak dengan nilai VS30 yaitu 167.8 m/s. Dengan nilai kecepatan gelombang geser dan kecepatan gelombang primer, lokasi penelitian didominasi oleh aluvium dengan modulus geser berkisar antara 54.82 - 102.05 N/m2 dan modulus elastisitas berkisar antara 163.78 - 303.94 N/m2 . Hasil yang diperoleh pada lokasi penelitian menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki parameter dinamika tanah yang rendah sehingga sangat rentan terhadap kerusakan pada saat terjadi goncangan gempabumi.
Kata kunci: Kecepatan gelombang, VS30, Modulus geser, Modulus elastisita
Fabrikasi dan Karakterisasi Sifat Optik Nanopartikel Magnetit Fe3O4 Berbasis Pasir Besi
Telah dilakukan penelitian tentang fabrikasi dan karakterisasi sifat optik nanopartikel magnetit Fe3O4 berbasis pasir besi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ukuran dan struktur morfologi, serta sifat optik nanopartikel magnetit. Dalam penelitian ini, nanopartikel magnetit disintesis menggunakan metode kopresipitasi dan dikarakterisasi dengan XRD, TEM, dan UV-Vis untuk mengetahui struktur, morfologi dan sifat optik (absorbsi) dari nanopartikel magnetit. Hasil analisis menggunakan XRD menunjukkan bahwa pasir besi mengandung senyawa Fe3O4 sebanyak 51,5%. Hasil uji ukur morfologi dengan TEM menunjukkan distribusi ukuran partikel dalam orde nanometer yaitu rata-rata (2,21±0,47 nm). Berdasarkan hasil analisis UV-Vis diperoleh bahwa nanopartikel magnetit Fe3O4 memiliki 2 puncak serapan yang tidak jauh berbeda antara sampel A (100oC) dan sampel B (120oC). Munculnya 2 puncak dikarenakan nanopartikel magnetit saling melekat menyebabkan elektron konduksi pada setiap permukaan partikel tidak tetap posisinya pada 1 atom. Berdasarkan hasil penelitian nanopartikel magnetit memiliki puncak serapan yang stabil pada panjang gelombang 230-400 nm. Hasil ini sesuai dengan penelitian sebelumnya, dimana puncak serapan nanopartikel magnetit berada pada rentang panjang gelombang 200-500 nm.
Kata kunci: Pasir Besi, dan Nanopartikel Magnetit Fe3O
Kecepatan Aliran Darah pada Arteri Abdominalis Berdasarkan Indeks Massa Tubuh Terhadap Pasien Hipertensi di Rumah Sakit Umum Anutapura Kota Palu
Telah dilakukan penelitian penelitian tentang kecepatan aliran darah pada arteri abdominalis berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) terhadap pasien hipertensi di RSU Anutapura Palu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara IMT terhadap kecepatan aliran darah pada pasien yang mengidap hipertensi. Data tinggi badan dan berat badan yang masing-masing diukur dengan stature meter dan alat timbangan berat badan untum perhitungan IMT sedang pengukuran kecepatan aliran darah menggunakan Ultrasonografi Doppler. Padapenelitian ini jumlah pasien hipertensi sebanyak 52 orang (29 – 58 tahun) dengan kategori IMT yaitu kurus, normal, gemuk dan obesitas. Berdasarkan uji statistic, tidak terdapat korelasi antara IMT dengan kecepatan aliran darah. Adapun distribusi pasien berdasarkan IMT dan kecepatan aliran darah didominasi oleh kategori kecepatan lambat dengan persentasi masing-masing untuk kurus 23,077%, normal 19,231%, gemuk 25,000% dan obesitas 23,077%.Kata kunci: Hipertensi, IMT, kecepatan aliran darah, dan ultrasonografi dopple