Gravitasi
Not a member yet
157 research outputs found
Sort by
Aplikasi Metode Seismik Refraksi untuk Identifikasi Pergerakan Tanah di Perumahan Balaroa Palu: (Application of Seismic Refraction Method for Identification of Land Movement in Housing Balaroa Palu)
Telah dilakukan penelitian dengan mengidentifikasi pergerakan tanah di Perumnas Balaroa Palu, melalui aplikasi Metode Seismik Refraksi. Berdasarkan hasil pengukuran, diperoleh data berupa rekaman gambar penjalaran gelombang seismik yang diolah menggunakan Software Pickwin dan Plotrefa. Pengolahan data tersebut menghasilkan grafik traveltime dan penampang seismik 2D dengan 3 lapisan, yang menggambarkan lapisan struktur bawah permukaan lokasi penelitian. Lapisan pertama diketahui kecepatan gelombang berturut-turut adalah 330 m/s, 396 m/s, 460 m/s dan 380 m/s yang diinterpretasikan sebagai pasir kering. Untuk lapisan kedua kecepatan gelombang berturut-turut 561 m/s, 587 m/s dan 980 m/s, diinterpretasikan sebagai pasir kering, sedangkan untuk lapisan ketiga kecepatannya berturutturut adalah 760 m/s, 592 m/s, 960 m/s dan 1800 m/s, yang diinterpretasikan sebagai lempung. Bidang gelincir penyebab terjadinya pergerakan tanah, diinterpretasikan berada pada lapisan kedua dan lapisan ketiga
Analisis Sifat Fisik dan Mekanik Beton Geopolymer Dengan Pengikat Berbahan Dasar Fly Ash PLTU Mpanau
Penelitian tentang analisis sifat fisik dan mekanik beton geopolymer dengan pengikat berbahan dasar fly ash dari PLTU Mpanau telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui sifat fisik (daya serap air, densitas, dan porositas) dan sifat mekanik (kuat tekan) beton geopolymer sederhana dengan variasi komposisi fly ash sebagai pengganti semen dalam pembuatan beton geopolymer sederhana. Pembuatan sampel beton geopolymer ini menggunakan bahan campuran fly ash, agregat halus, agregat kasar, dan aktivator dengan 5 sampel uji yaitu sampel A,B,C,D, dan E. Sampel A-C memiliki komposisi agregat tetap (105 gr) dengan (rasio agregat kasar : agregat halus = 2:1), dan aktivator tetap (526 gr) dengan memvariasikan komposisi fly ash (45 gr, 56 gr, 70 gr). Sampel D dan E memiliki komposisi dan binder yang bervariasi yaitu sampel D (15,77% agregat, 84,23% binder) dan sampel E (16,93% agregat, 83,07% binder). Pada sampel A-C dilakukan pengujian sifat mekanik yaitu kuat tekan dan sifat fisik yaitu porositas, daya serap air serta densitas. Sementara pada sampel D-E hanya dilakukan pengujian sifat mekanik yaitu kuat tekan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel C memiliki sifat fisik yang baik dengan daya serap air 3,23%, densitas 0,20 gr/cm3 , porositas 0,73%, dan untuk pencampuran terbaik pada pengujian sifat mekanik yaitu sampel E yang memiliki kuat tekan 1,55 MPa. Berdasarkan penelitian ini maka binder berbahan dasar fly ash dapat diaplikasikan sebagai bahan pengganti semen dalam campuran beton geopolymer sederhana.
Kata kunci: Beton, fly ash, aktivator, dan agrega
Identifikasi Benda-Benda Megalitik Terpendam Menggunakan Metode Geolistrik Hambatan Jenis di Situs Tadulako Kecamatan Lore Tengah Kabupaten Poso
Telah dilakukan penelitian di Desa Doda Kecamatan Lore Tengah Kabupaten Poso, dengan judul Identifikasi Benda-Benda Megalitik Terpendam Menggunakan Metode Geolistrik Hambatan Jenis Di Situs Tadulako. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat sebaran bendabenda megalit yang masih terpendam dibawah permukaan. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik hambatan jenis dengan Konfigurasi Wenner. Pengambilan data dilakukan sebanyak 4 lintasan yang tersebar di daerah penelitian. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Res2dinv untuk memperoleh nilai hambatan jenis yang diduga sebagai megalit terpendam. Keberadaan benda megalit diduga masih terdapat dibawah permukaan dengan indikasi nilai range hambatan jenis diatas 3.000 ohm meter. Sebaran megalit yang terpendam diduga tersebar ke arah barat lokasi penelitian pada kedalaman rata-rata 1–2 m.
Kata Kunci : Geolistrik, Hambatan Jenis, Megalit
Estimasi Kecepatan Gelombang Geser Bawah Permukaan Pada Lapisan Dangkal Menggunakan Data Mikrotremor di Daerah Mamboro
Penelitian Estimasi Kecepatan Gelombang Geser Bawah Permukaan Pada Lapisan Dangkal telah dilakukan menggunakan data mikrotremor di Daerah Mamboro Kecamatan Palu Utara Kota Palu. Tujuan penelitian untuk menganalisis kecepatan penjalaran gelombang geser lapisan batuan hingga kedalaman 30 m dan mengetahui tipe dan profil jenis lapisan batuan Daerah Mamboro. Pengambilan data dilakukan pada lintasan yang berbeda yaitu lintasan-1 yang berada disekitar terminal Mamboro, lintasan-2 berada disekitar tempat penampungan ikan dan lintasan-3 berada di lapangan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mamboro. Metode pengambilan data menggunakan Microtremor Array Measurements (MAM) dan metode pengolahan data menggunakan Multi Analysis of Surface Wave (MASW) dengan menggunakan software Surface Wave Analysis Wizard dan software WaveEq dari Geometris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga lintasan tersebut tergolong dalam tipe batuan yang sama yaitu tipe D yang berjenis tanah sedang dengan nilai Vs30 berturut-turut sebesar 243,1 m/s, 243,7 m/s dan 231,1 m/s. Hasil dari hubungan kecepatan gelombang geser terhadap lintasan bawah permukaan pada daerah penelitian tersusun atas pasir tidak tersaturasi, alluvium dan lempung, sehingga daerah penelitian rentan terhadap kerusakan akibat gempa.
Kata Kunci: Gelombang geser, mikrotremor, jenis batuan
Pengaruh Konsentrasi Zat Pereduksi Trinatrium Sitrat (Na3c6h5o7) Terhadap Sifat Optik Nanopartikel Perak
Penelitian tentang pengaruh konsentrasi zat pereduksi telah dilakukan dengan menggunakan trinatrium sitrat (Na3C6H5O7) terhadap sifat optik nanopartikel perak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi trinantrium sitrat dan mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap sifat optik nanopartikel perak. Pembuatan koloid nanopartikel perak ini menggunakan bahan perak nitrat, trinatrium sitrat dan akuades dengan variasi konsentrasi trinanatrium sitrat yang berbeda yaitu sampel A (0.002 M), sampel B (0.004 M) dan sampel C (0.008 M), setiap sampel menggunakan selang waktu 7 hari. Berdasarkan hasil penelitian, variasi konsentrasi trinantrium sitrat terbaik pada sampel B (0.004 M) memiliki tingkat kestabilan yang baik dikarenakan tidak terjadinya perubahan puncak serapan. Pada hasil penelitian menunjukkan nilai panjang gelombang yang dihasilkan dari sintesis nanopartikel perak pada selang waktu 7 hari mengalami perubahan yang tidak signifikan seiring bertambahnya waktu sehingga dapat disimpulkan nanopartikel perak yang dihasilkan relatif stabil dan memiliki ukuran partikel dengan rata-rata (13 ± 3) nm serta dapat diaplikasikan sebagai antibakteri. Semakin kecil ukuran partikel nanopartikel perak akan berpengaruh terhadap aktivitas antibakteri, dimana semakin kecil ukuran partikel maka semakin besar efek antibakterinya.
Kata kunci: Nanopartikel perak, perak nitrat, trinatrium sitrat dan akuade
Estimasi Konduktivitas Termal Lapisan Batuan Menggunakan Metode Seismik Refraksi di Area Panasbumi Bora Kabupaten Sigi
Telah dilakukan Estimasi Konduktivitas Termal Batuan dengan menggunakan metode seismik pada area panasbumi Bora, di Desa Bora, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran konduktivitas termal batuan. Pengukuran kecepatan gelombang menggunakan 12 geophone dengan melakukakan pengukuran pada 5 lintasan. Hasil yang diperoleh memberikan nilai kecepatan rambat gelombang dan sebaran konduktivitas termal batuan bawah permukaan di lokasi penelitian. Kecepatan rambat gelombang pada masing-masing lintasan 1, 2, 3, 4, dan 5 berturut-turut adalah 389-858 m/s, 178-530 m/s, 221-660 m/s, 340-688 m/s, dan 314-815 m/s. Nilai sebaran konduktivitas termal batuan berkisar antara 0,075 W/mâ—¦K sampai 0,113 W/mâ—¦K. Tinggi rendahnya nilai konduktivitas termal batuan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti keberadan alterasi, serta manifestasi air panas atau tempat keluarnya uap panas.
Kata Kunci: Metode Seismik Refraksi, Konduktivitas Termal Batuan, Panasbumi
Identifikasi Aliran Panas Bawah Permukaan di Desa Lemba Harapan Kabupaten Tolitoli Menggunakan Metode Geolistrik Hambatan Jenis
Penelitian tentang panasbumi di Desa Lemba Harapan Kabupaten Tolitoli telah selesai dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik hambatan jenis dengan konigurasi Wenner. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aliran panas bawah permukaan. Pengambilan data dilakukan sebanyak 4 lintasan yang tersebar di daerah penelitian. Pengolahan data menggunakan software Surfer11 unuk memperoleh hasil berupa penampang dengan perhitungan faktor formasi dan software Res2dinv sehingga diperoleh nilai hambatan jenis lapisan dengan range 24,44 – 61,1 Ωm yang diduga sebagai aliran panas yang tedapat di bawah permukaan.
Kata Kunci : Geolistrik, Hambatan Jenis, Aliran Pana
Estimasi Karakteristik Dinamis Bawah Permukaan Menggunakan Refraksi Mikrotremor di Kota Palu
ABSTRAK Penelitian dengan metode refraksi mikrotremor (REMI) telah dilakukan di Kecamatan Palu Selatan, Kecamatan Palu Barat dan Kecamatan Palu Timur dengan merekam penjalaran gelombang yang terjadi di bawah permukaan. Adapun tujuan dari penelitan ini menggunakan variasi kecepatan rambat gelombang melalui metode refraksi mikrotremor (REMI). Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan 2 program yaitu menggunakan program Surface Wave Analysis Wizard dan program Waveq. Hasil penelitian ini dilakukan di 3 lokasi yang berbeda. Lokasi pertama berada pada kawasan lapangan Kawatuna Kecamatan Palu Selatan dengan nilai kecepatan gelombang geser 282,0 m/s dan nilai periode dominan 0,42 s sehingga termasuk dalam klasifikasi jenis tanah IV. Lokasi kedua berada kawasan Masjid Agung Kecamatan Palu Barat dengam nilai kecepatan gelombang geser 215,0 m/s dan nilai periode dominan 0,55 s sehingga termasuk dalam klasifikasi jenis tanah IV. Lokasi ketiga berada di kawasan Mapolda Sulteng Kecamatan Palu Timur dengan nilai kecepatan gelombang geser 327,4 m/s dan nilai periode dominan 0,36 s sehingga termasuk dalam klasifikasi jenis tanah III.
Kata Kunci: Refraksi Mikrotremor (ReMi), Kecapatan gelombang geser, Periode dominan
Penentuan Stabilitas Muara Sungai Batusuya Berdasarkan Parameter Prisma Pasang Surut dan Analisis Sedimentasi
ABSTRAK Penelitian tentang penentuan stabilitas dan analisis sedimentasi, telah dilakukan pada Muara sungai Batusuya. Penelitian ini bertujuan memodelkan transport sedimen dengan menggunakan model numerik 2D dan menetukan nilai stabilitas muara sungai berdasarkan parameter prisma pasang surut. Data yang digunakan pada penel itian ini berupa data primer yaitu debit, sedimen dan gelombang sedangkan data sekunder yaitu data batimetri, data pasang surut dan data angin. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola arus di perairan Sungai Batusuya kecepatan arus maksimum terjadi pada pasang purnama sebesar 0.012 m/s dan kecepatan arus minimum terjadi pada saat surut purnama sebesar 0.0014 m/s. Sebaran sedimen di muara Sungai Batusuya selama 29 hari dominan kearah barat laut dengan besar konsentrasi sedimen 0.01 kg m3 â„ . Hasil penentuan stabilitas muara Sungai Batusuya diperoleh sebesar 3.44 dengan ketetapan nilai stabilitas mulut sungai bahwa nilai yang didapatkan termaksud dalam kriteria memiliki nilai stabilitas kurang dari 20 (S < 20) menunjukan bahwa mulut sungai tidak stabil dan sangat sering tertutup.
Kata kunci : Pola arus, Transport sedimen, Stabilitas muara sunga
Model Numerik Transpor Sedimen Dasar dan Perubahan Morfologi Dasar Sungai Tibo, Kabupaten Donggala
Penelitian telah dilakukan pada model numerik transportasi sedimen beadload dan perubahan morfologi di Sungai Tibo, Kabupaten Donggala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pendangkalan berdasarkan hasil pemodelan numerik dari laju perubahan morfologis di mulut Sungai Tibo. Pemodelan ini telah menggunakan data pengukuran di lokasi penelitian seperti debit sungai dan sedimentasi dari hilir Sungai Tibo. Selain itu, telah digunakan data-data: batimetri, pasang surut dan kecepatan angin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan saat ini di muara Sungai Tibo adalah 0,001-0,05 m / s. Ketika pada saat air surut, konsentrasi sedimen menyebar lebih luas di wilayah laut dari pada pasang purnama. Distribusi sedimen cenderung ke barat setelah simulasi pada hari ke-15. Potensi pendangkalan juga terjadi berdasarkan hasil simulasi, dimana terdapat pendangkalan air sekitar 4,2 sampai 4,4 cm.
Kata Kunci: Sungai, Sedimen, Pendangkala