Gravitasi
Not a member yet
157 research outputs found
Sort by
Deteksi Perubahan Komposisi Cat Dinding Akibat Paparan Sinar X: (Detection of Composition Changes in Wall Paint Due to X-Ray Exposure)
Selama ini penelitian hanya fokus pada cara dan pemakaian alat proteksi untuk pasien dan pekerja radiasi. Bahan proteksi paparan radiasi ionik lain yang penting bagi pasien, pekerja radiasi, bahkan masyarakat umum adalah dinding ruangan radiologi. Dinding ruangan radiologi mempunyai syarat tertentu, seperti ketebalan, komposisi bahan, dan warna. Dinding harus berwarna putih agar bersih dari kotoran maupun mikroorganisme. Dinding ruangan tidak terkena paparan langsung, melainkan melalui hamburan, sehingga dosis paparan rendah. Dengan memvariasikan tegangan tabung sinar X seperti yang digunakan pada diagnostik, dilakukan pengamatan terhadap perubahan komposisi cat dinding dengan X-Ray Flourosence (XRF). Hasil penelitian menunjukkan perubahan besar pada laju dosis 1,19 mGy/s atau pada tegangan tabung 80 kV. Senyawa yang terkandung dalam cat menurun persentasenya, bahkan senyawa K2O dan Nb2O5 tidak terdeteksi. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah pemakaian sinar X konvensional yang tinggi akan meningkatkan kerusakan cat dinding ruang radiologi.
Kata kunci: Sinar X, cat dinding, X-Ray Flouroawnce (XRF), diagnosti
Penentuan Lama Kalsinasi Kalsium Karbonat CaCo₃ dari Batu Kapur Tanjung Karang Kabupaten Donggala
Telah dilakukan penelitian tentang penentuan lama kalsinasi kalsium karbonat CaCO₃ dari batu kapur Tanjung Karang Kabupaten Donggala. Kandungan sampel hasil karakterisasi menggunakan alat XRF dan XRD. Hasil karakterisasi menggunakan alat XRF, kandungan unsur CaO (kalsium oksida) setelah kalsinasi selama 4 jam terlihat bahwa batu kapur memiliki presentase CaO terbesar pada penelitian ini yaitu 98,83% yang berarti terjadi keseimbangan ideal antara lama kalsinasi 4 jam dan suhu kalsinasi 950ºC. Sedangakan lama kalsinasi 5 jam persentase kandungan CaO menurun yaitu 98.11% dan untuk 6 jam persentase sebesar 97.87%. Hal ini karena kandungan senyawa CaO mulai mengalami perubahan menjadi senyawa lain sehingga persentase kandungan CaO berkurang. Pencocokan hasil analisis XRD dengan software Search Match memperlihatkan bahwa sampel CaO memiliki sistem kristal trigonal (heksagonal axes) dengan nilai konsatanta kisi pada 4 jam a=b=4.8120 Å dan c=5.3270 Å,untuk 5 jam sebesar a=b=4.94100 Å dan c=16.8540Å, dan untuk 6 jam sebesar a=b=4.9870 Å dan c=17.0580 Å. Sedangkan untuk perhitungan teori mendapatkan hasil konstanta kisi untuk sampel yang dikalsinasi pada 4 jam sebesar a=b=1.6649 Å dan c=5.9679 Å, untuk 5 jam a=b=2.0613 Å dan c=1.7971 Å dan untuk 6 jam a=b=0.6102 Å dan c=2.1138 Å.
Kata kunci: Batu kapur, kalsinasi, kalsium oksida, XRF,XRD
Analisis Kontur Isodosis Paparan Radiasi Sinar-X di Instalasi Radiologi UPT Rumah Sakit Umum Daerah Madani Palu: (Analysis of Contour Isodosis of X-Ray Radiation Exposure at the Radiology Installation at the Madani Palu General Hospital)
Telah dianalisis kontur isodosis pada instalasi radiologi RSUD Madani Palu. Pengukuran dilakukan pada waktu sebelum dan saat ekspose pada phantom air dengan pesawat sinar-X menggunakan surveymeter. Pengukuran laju paparan radiasi dilakukan pada 65 titik pengukuran. Hasil pengolahan data diperoleh dosis paparan radiasi terbesar berada pada lintasan G (depan pesawat sinar-X) sebesar 19,15 mSv/jam untuk h1 dan 11,6 mSv/jam untuk h2, serta pada kontur isodosis diperoleh adanya beberapa jumlah lintasan dan warna yang berbeda di setiap nilai dosis paparan radiasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis paparan radiasi sinar-X di instalasi radiologi RSUD Madani Palu masih berada dibawah NBD yang ditetapkan BAPETEN (20 mSv/tahun), sementara pada kontur isodosis menunjukkan nilai dosis paparan radiasi bernilai 0 pada jarak > 3 m dari pesawat sinar-X, sehingga petugas radiologi masih dalam batas aman melakukan kegiatan radiodiagnostik.
Kata kunci: Kontur isodosis, dosis paparan radiasi, dan radiasi sekunder
 
Fabrikasi dan Karakterisasi Briket Limbah Buah Pinus dengan Perekat Limbah Kulit Pohon Pinus
Penelitian tentang fabrikasi dan karakterisasi briket limbah buah pinus dengan perekat limbah kulit pohon pinus telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi limbah kulit pohon pinus sebagai perekat terhadap karakter briket tersebut. Proses pembuatan dimulai dengan melakukan karbonisasi limbah buah pinus dan penghalusan limbah kulit pohon pinus. Kedua bahan tersebut kemudian dicampur dan dicetak dengan metode cetak panas. Sampel briket yang dihasilkan dikarakterisasi untuk mengetahui kadar air, kadar abu, volatil matter, fixed carbon, nilai kalor, kuat tekan, lama penyalaan dan laju pembakaran. Hasil penelitian menunjukan sampel briket terbaik yaitu yang memiliki presentase campuran limbah kulit pohon pinus sebesar 37,5% dengan hasil pengujian kadar air 6,85%, kadar abu 3,99%, volatil matter 38,55%, fixed carbon 50,6%, nilai kalor 6.138 cal/gr, laju pembakaran 0,14 gr/detik,dan kuat tekan 526,1 kgf/ . Penambahan persentase perekat cenderung menambah kadar abu, fixed carbon, nilai kalor, kuat tekan, laju pembakaran dan cenderung menurunkan nilai kadar air, volatil matter, dan lama penyalaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa limbah buah pinus dengan perekat limbah kulit pohon pinus layak digunakan sebagai bahan dalam karakterisasi biobriket
Kata Kunci: Limbah, Buah Pinus, Kulit Pohon Pinus, Brike
Pengaruh Kosentrasi Zeolit Terhadap Kualitas Bio-Oil Yang Diproduksi dari Limbah Sabut Kelapa Muda (Cocos nucifera) Menggunakan Metode Piro-katalitik : (Effect of Zeolite Concentration on the Quality of Bio-fuel Produced from Coconut Fiber (Cocos nucifera) Using the Piro-catalytic Method)
Cadangan energi di Indonesia terutama energi fosil (minyak bumi, batubara) semakin menipis. Oleh karena itu diperlukan usaha penghematan dan pengembangan sumber energi arternatif. Salah satu cara yaitu dengan mengkonversi limbah sabut kelapa muda (Cocos nucifera) menjadi bio-fuel. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode piro-katalitik pada temperature 600 â°C. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh konsentrasi zeolit (3%, 5%, 7%) terhadap kualitas bio-fuel. Uji kualitas BBM meliputi viskositas, densitas, specific gravity, API gravity, nilai kalor dan analisis GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi katalis zeolit berpengaruh pada kualitas bio-fuel. Nilai kalor yang dihasilkan untuk setiap kosentrasi katalis 3%, 5%, 7% berturut-turut adalah 10.412 kkal/kg; 10.421 kkal/kg; dan 10.417 kkal/kg. Analisis komposisi kandungan bahan bakar dalam bio-fuel menggunakan GC-MS diperoleh senyawa acetid acid, phenol, furfural, pyridine, creosol, benzene, ethanol dan aseton dengan persentase bahan bakar mencapai 73,46%, sehingga bio-fuel dari limbah sabut kelapa muda (Cocos nucifera) dapat digunakan sebagai sumber energi
Analisis Hubungan Lingkar Abdomen dengan Tekanan Darah Berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) Pada Orang Dewasa di Desa Lantibung Kabupaten Banggai Laut
Telah dilakukan penelitian tentang hubungan lingkar abdomen dengan tekanan darah berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada orang dewasa di Desa Lantibung Kabupaten Banggai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lingkar abdomen dan tekanan darah berdasarkan IMT (kurus-normal, overweight, dan obesitas) pada masyarakat Desa Lantibung Kabupaten Banggai Laut. Pengolahan data dilakukan dengan menghitung nilai IMT, mengklasifikasikan kategori risiko Cardiac Vasticular Disease (CVD) dari variabel lingkar abdomen dan kategori tekanan darah (TD) dari variabel tekanan darah, dengan menggunakan uji chi kuadrat dan korelasi spearman. Berdasarkan uji statistik, tidak terdapat hubungan antara lingkar abdomen dan tekanan darah berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) kurus-normal dan IMT obesitas yang masing-masing nilai korelasi adalah r=-0,142 dan r= 0,086. Terdapat hubungan antara lingkar abdomen dan tekanan darah berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) overweight dengan r= 0,426.
Kata kunci: Lingkar abdomen, IMT, tekanan darah, risiko CV
Evaluasi Variasi Faktor Eksposi Terhadap Dosis Paparan Radiasi Pada Pesawat Sinar-X Model E7242 di RSUD Madani Palu: (Evaluation of Variation of Exposure Factors on Radiation Exposure Doses on X-Ray Model E7242 in Madani Hospital, Palu)
Telah dilakukan penelitian Evaluasi Variasi Faktor Eksposi Terhadap Dosis Paparan Radiasi Pada Pesawat Sinar-X Model E7242 di RSUD Madani Palu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi faktor eksposi terhadap perubahan dosis paparan radiasi pada pesawat sinar-X di RSUD Madani Palu. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur dosis paparan radiasinya menggunakan surveymeter. Pada penelitian ini diperoleh laju perubahan faktor eksposi tegangan, kuat arus, waktu penyinaran dan jarak sumber radiasi ke titik pengukuran masing-masing terhadap dosis paparan radiasi adalah 0,0002mR/kV, 0,00003mR/mA, 0,0009mR/ms dan -0,000003mR/mm. Berdasarkan analisis data diperoleh faktor yang sangat mempengaruhi perubahan dosis paparan radiasi sinar-X adalah faktor waktu penyinaran, sebab dibuktikan dengan laju perubahannya yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan faktor-faktor eksposi lainnya. Penelitian ini juga diperoleh bahwafaktor eksposi jarak sumber radiasi ketitik pengukuran berbanding terbalik dengan dosis paparan radiasinya, sehingga menyebabkan energi yang terserap oleh titik pengukuran tersebut semakin kecil.
Kata kunci: Sinar-X, Faktor Eksposi, Dosis Paparan Radiasi, Surveymeter,
 
Analisis Pengaruh Temperatur Pirolisis terhadap Kualitas Bahan Bakar Minyak dari Limbah Plastik Polipropilena: (Analysis of Pyrolysis Temperature Effect on Fuel-Oil Quality from Polypropilene Plastict Waste)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur pirolisis terhadap kualitas fuel-oil dari limbah Polipropilena. Metode yang digunakan adalah pirolisis cepat (fast-pirolisis) tanpa menggunakan katalis. Analisis fisis yang dilakukan meliputi: densitas, viskositas, dan nilai kalor. Limbah plastik Polipropilena dipirolisis dengan temperatur 450 oC, 500 oC dan 550 oC. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua profil temperatur memenuhi standar bbm konvensional yang menyerupai BBM konvensional jenis bensin. Pada masing-masing temperatur pirolisis 450, 500 dan 550 °C diperoleh berturut-turut: rendemen 16; 64 ; 70 %; viskositas 0,76; 0,92; 1,12 cP, densitas 0,750; 0,764; 0.756 gr/ml dan nilai kalornya 11.388; 11.316; 11.356 kkal/kg. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan bahan bakar minyak hasil pirolisis limbah plastik polipropilena dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar konvensional karena sudah memenuhi standar karakteristik bahan bakar sesuai American Standard and Testing Material (ASTM).
 
Efek Variasi Waktu dan Jumlah Lilitan pada Sistem Filter Elektromagnetik Terhadap Penurunan Kadar Pb, Zn dan Co: (Effects of Time Variation and Number of Turns in Electromagnetic Filter Systems on Decreasing Levels of Pb, Zn and Co)
Telah dibuat filter elektromagnetik yang berisi 350 gram pasir besi dari Pantai Laeya Kabupaten Buton Selatan. Filter elektromagnetik menggunakan pipa PVC berdiameter 1 inci dan menggunakan rangkaian listrik bertegangan 16 Volt. Filter ini digunakan untuk menyerap logam berat pada sampel air Teluk Kendari dengan memvariasikan waktu penyaringan 5, 10, 15, 20 hingga 25 menit dan jumlah lilitan kawat 1300, 1600 dan 2000. Kadar logam yang diukur dengan Spektrofotometer Serapan Atom menunjukkan penurunan optimum kadar logam berat pada 25 menit penyaringan berturut-turut 0,0333 mg/l, 0,0785 mg/l, dan 0,0181 mg/l untuk Pb, Zn, dan Co dengan penyerapan maksimum berturut-turut 96,02 %, 82,86 % dan 75,57% untuk Pb, Zn dan Co. Variasi jumlah lilitan kawat memperoleh hasil optimum pada 2000 lilitan yaitu berturut-turut 0,0026 mg/l, 0,0131 mg/l, dan 0,0063 mg/l untuk Pb, Zn, dan Co. Hal ini menunjukan filter elektromagnetik mampu menurunkan kadar logam Pb, Zn dan Co dengan serapan hampir mencapai 100%
Stabilisasi Suspensi Surfactant-Free Nanopartikel P3HT:PCBM: (Stabilization of Surfactant Free P3HT:PCBM Nanoparticle Suspension)
Penelitian ini bertujuan untuk menginfestigasi tentang tingkat kestabilan suspensi Surfactant-Free nanopartikel P3HT:PCBM yang disintesis dengan metode presipresipitasi. Selanjutnya dilakukan karakterisasi absoransi menggunakan UV-Vis spektroskopi untuk suspensi nanopartikel P3HT:PCBM tanpa proses penguapan CHCl3 dan suspensi yang telah mengalami proses penguapan CHCl3. Tahap berikunya adalah deposisi lapisan tipis nanopartikel P3HT:PCBM menggunakan spin coater. Tahap akhir adalah karakterisasi SEM untuk mengetahui morfologi permukaan lapisan tipis nanopartikel. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa proses pemanasan terhadap suspensi nanopartikel organik P3HT:PCBM pada suhu 60oC selama 6 jam menghasilkan nanopartikel yang stabil hingga 5 hari. Hasil SEM menunjukkan bahwa proses annealing pada suhu 140oC selama 4 menit mengasilakan morfologi permukaan film yang lebih homogen