Gravitasi
Not a member yet
157 research outputs found
Sort by
Desain Alat Terapi Fraktur Berbasis Medan Elektromagnetik: (Design of Electromagnetic Field Based Device for Fracture Therapy)
Fraktur adalah patah tulang yang disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik. Permasalahan fraktur dapat menjadi besar jika tidak ditangani dengan baik. Untuk itu penyembuhan fraktur menggunakan Pulsed Electromagnetic Field (PEMF) menjadi salah satu solusi. Penelitian ini bertujuan merancang alat terapi fraktur berbasis medan elektromagnetik. Alat terapi fraktur yang dibuat menggunakan kumparan Helmholtz untuk menghasilkan medan magnet dengan variasi jumlah lilitan kawat 50 – 400 lilitan, variasi kuat arus 0,12 – 0,19 A, variasi jarak antara kumparan 5 – 25 cm, dan variasi diameter 19,8 cm dan 22 cm. Berdasarkan data yang diperoleh dapat membuktikan bahwa medan magnet berbanding lurus dengan arus dan jumlah lilitan namun berbanding terbalik terhadap jarak antara kumparan dan besar diameter kumparan. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai medan magnet 150 µT berhasil diperoleh dengan nilai arus 0,15 A, jumlah lilitan kawat sebanyak 300, jarak antara kumparan 10 cm, dan diameter kumparan helmholtz 19,8 cm. 
Analisis Noise Level Hasil Citra CT-Scan Pada Phantom Kepala Dengan Variasi Tegangan Tabung Dan Ketebalan Irisan: (Noise Level Analysis of CT-Scan Image Results on Head Phantom with Variation of Tube Voltage and Slice Thickness)
Telah dilakukan penelitian analisis noise level hasil citra CT-scan pada phantom dengan variasi tegangan tabung dean variasi ketebalan irisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis noise level hasil citra CT-scan pada phantom kepala dengan variasi tegangan tabung dan ketebalan irisan. Evaluasi noise level harus dilakukan sehingga dapat mengurangi noise pada CT-scan dan phantom kepala air. Nilai noise level diperoleh dengan variasi tegangan tabung (80-140) kV dan ketebalan irisan (1-10) mm. Hasil noise level pada variasi tegangan tabung berkisar (0,72-2,97)%. Sedangkan noise level pada variasi ketebalan irisan berkisar (0,97-2,97)%. Hasil penelitian nilai noise level hasail CT-scan dengan variasi tegangan tabung dan ketebalan irisan maka dapat disimpulkan bahwa hasil citra ct-scan terbaik diperoleh pada tegangan tabung 120 kV dan ketebalan irisan 5 mm.
kata kunci : Noise, Ct-Scan, Phantom, Data Sekunder, Tegangan Tabung, Ketebalan Irisa
Identifikasi Lapisan Akuifer di Kelurahan Petobo Kota Palu Menggunakan Metode Geolistrik Hambatan Jenis: Identification of Aquifer Layer in Petobo Village, Palu City, using Geoelectric Resistivity Method
Telah dilakukan penelitian dengan judul “Identifikasi Lapisan Akuifer di Kelurahan Petobo Kota Palu Menggunakan Metode Geolistrik Hambatan Jenis†bertujuan untuk mengetahui keberadaan serta kedalaman lapisan akuifer setelah likuefaksi. Penelitian ini menggunakan metode Automatic Array Scanning (AAS) dengan konfigurasi dipole-dipole serta diolah menggunakan Software Earthimager 2D dan Surfer 11. Hasil yang diperoleh menunjukkan lapisan dengan nilai hambatan jenis yang berkisar antara 30,92–77,3 Ωm dengan nilai faktor formasi 2–5, diduga merupakan lapisan akuifer yang terdiri atas pasir dan kerikil ditunjukkan dengan warna hijau kekuning-kuningan hingga warna kuning. Lapisan ini berada pada kedalaman 4 m hingga 38 m di bawah permukaan tanah dengan ketebalan berkisar 16-46 m. Lapisan akuifer mendangkal dan semakin menebal ke arah Barat
Evaluasi Tingkat Kebisingan Pada SMK Darussalam Makassar: (Evaluation of Noise Level at SMK Darussalam Makassar)
Penelitian mengenai tingkat kebisingan di SMK Darussalam Makassar menggunakan alat sound level meter. Tingkat kebisingan di ukur di 5 titik. Pada penelitian ini aspek yang dianalisis adalah tingkat polusi bising dan hubungannya dengan jumlah kendaraan yang melintas di depan sekolah. Secara umum kebisingan di SMK Darussalam Makassar berada pada level dapat di terima sampai tidak dapat di terima dengan nilai berkisar 54,6 dB – 88,1 dB. Semakin kedalam letak titik pengukuran kebisingan di SMK Darussalam, maka semakin rendah pula tingkat kebisingan yang terjadi
Analisis Fisis Deteksi Kolesterol Darah Berbasis Biosensor: Physical Analysis of Blood Cholesterol Detection Based on Biosensor
Telah dilakukan penelitian tentang Analisis Fisis Deteksi Kolesterol Darah Berbasis Biosensor. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana analisis fisis deteksi kolesterol darah berbasis biosensor. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengukur kadar kolesterol pada sampel darah dari 7 responden dewasa dengan IMT normal (18,71-25,9) menggunakan metode spektrofotometri dan elektroda berbasis biosensor. Pada penelitian ini diperoleh nilai rata-rata kadar kolesterol darah menggunakan spektrofotometri dan elektroda berbasis biosensor masing-masing diperoleh sebesar 174 mg/dl dan 157,17 mg/dL. Berdasarkan hasil uji-t kedua nilai rata-rata tersebut diperoleh bahwa terdapat persamaan hasil pengukuran kolesterol darah menggunakan spektrofotometri dengan elektroda berbasis biosensor dengan p = 0,447. Analisis fisis tentang tekanan darah dan kolesterol darah dapat diuraikandengan persamaan Hukum Poiseuille, dimana debit aliran darah (Q) bergantung pada jari-jari pembuluh darah (r), kekentalan darah (η), dan tekanan darah (P). Berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil pengukuran kadar kolesterol darah menggunakan spektrofotometri dan elektroda berbasis biosensor
Identifikasi Lapisan Akuifer Dengan Metode Geolistrik di Kelurahan Poboya Kota Palu: Identification of the Aquifer Layer by Geoelectric Method in Poboya Sub-district Palu City
Telah dilakukan penelitian identifikasi lapisan akuifer dengan metode geolistrik di Kelurahan Poboya Kota Palu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besar nilai resistivitas lapisan akuifer bawah permukaan tanah di Kelurahan Poboya Kecamatan Mantikulore dan memperkirakan daerah yang berpotensi mempunyai airtanah dengan data pengukuran Geolistrik Schlumberger berdasarkan kedalaman lapisan akuifer di daerah penelitian. Penelitian ini mengunakan metode Vertical Electrik Sounding (VES) dengan konfigurasi schlumberger. Akuisisi data pada penelitian ini dilakukan pada 4 lintasan dengan panjang lintasannya yaitu 150-175 m. Data hasil pengukuran diolah dengan menggunakan software progress. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini menunjukkan nilai resistivitas lapisan akuifer sebesar 34,52-69,92 Ωm dengan kedalaman 83,48-98,80m bmtdengan lapisan penyusun material berupa pasir, kerikil, dan batu pasir yang bersifat permeabel. Lapisan ini berada dibawah lapisan lempung yang bersifat impermeabel. Lapisan ini menyebar dari arah utara ke arah selatan dan dari arah timur ke arah barat
Pemodelan Sebaran Sedimen dan Analisis Kualitas Air di Muara Sungai Alindau Kabupaten Donggala
Penelitian mengenai pemodelan sebaran sedimen dan analisis kualitas air telah dilakukan dengan obyek muara Sungai Alindau Kabupaten Donggala. Penelitian ini bertujuan memodelkan sebaran distribusi konsentrasi sedimen dan menganalisis kualitas air di muara Sungai Alindau yang dipengaruhi oleh aktivitas penambang pasir. Pemodelan ini menggunakan model numerik 2D dengan memanfaatkan data debit aliran sungai, data sedimen, data batimetri, dan gelombang pasang surut sebagai data inputnya. Luaran model menghasilkan pola arus serta pola sebaran sedimen di muara Sungai Alindau. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola arus di perairan Sungai Alindau memiliki kecepatan arus maksimum terjadi pada saat kondisi pasang menuju surut purnama sebesar 0,023 m/s dan kecepatan arus minimum terjadi pada kondisi pasang purnama sebesar 0,018 m/s. Secara keseluruhan sebaran sedimen melayang selama 29 hari di sekitar muara Sungai Alindau dominan ke arah barat laut dengan besar konsentrasi sedimen mencapai 306 gr/m3. Hasil penentuan kualitas air di muara Sungai Alindau dengan melihat parameter BOD, COD, dan DO diperoleh bahwa BOD memiliki nilai 0 berada pada kategori kelas A (baik sekali) dengan status memenuhi Baku Mutu Lingkungan (BML), untuk hasil analisis COD memiliki nilai -12 masuk dalam kategori kelas C (Sedang) dengan status cemar sedang, sedangkan untuk parameter DO memiliki nilai -2 masuk ke dalam kategori kelas B (Baik) dengan status cemar ringan. Hasil simulasi modul SED2D untuk arah sebaran BOD dan COD adalah dominan ke arah barat laut.
Kata kunci : Kualitas air, Pola arus, Sebaran konsentrasi sedimen
Investigasi Air Tanah Pada Endapan Piroklastik dengan Menggunakan Metode Electrical Resistivity Imaging (ERI): (Groundwater Investigation in Pyroclastic Deposits Using the Electrical Resistance Method (ERI))
Penelitian untuk menginvestigasi keberadaan air tanah menggunakan metode Electrical Resistiity Imaging (ERI) dilakukan di kampus Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Lampung Selatan yang daerahnya didominasi endapan piroklastik. Penelitian dilaksanakan di laboratorium untuk mengukur nilai resistivitas material secara langsung, dan juga dilakukan pengukuran data lapangan. Pengamatan laboratorium menunjukkan variasi nilai resistivitas untuk tuf pada kondisi kering berkisar 78.39 - 268.78 Ωm, dan nilai resistivitasnya menjadi 15.35 - 45.82 Ωm ketika tersaturasi, sedangkan nilai resistivitas untuk lempung tufan kering sebesar 93.36 - 292.48 Ωm dan pada saat tersaturasi air sebesar 4.56 - 13.47 Ωm. Pada data lapangan pada lapisan pertama yang didominasi tuf dengan nilai resistivitas sedang sampai tinggi karena materialnya kering, lapisan kedua dan keempat mempunyai resistivitas rendah karena tersaturasi oleh air, dan lapisan ketiga diinterpretasi sebagai lempung tufa dengan nilai resistivitas sedang hingga tinggi. Dari hasil mengindikasikan adanya akuifer pada kedalaman 0 – 30 m dan kedalaman di bawah 60 m.  
Model Numerik Sebaran Sedimen Tersuspensi di Muara Sungai Pulege Kabupaten Donggala
Sungai Pulege memiliki peran penting sebagai penyalur material tersuspensi dari daerah hulu menuju laut. Proses sebaran sedimen di perairan laut dipengaruhi oleh faktor fisika oseonografi. Tujuan dari penelitian ini adalah memodelkan pola sedimen tersuspensi untuk menentukan sebaran konsentrasinya di muara Sungai Pulege. Dalam penelitian meliputi data primer berupa kosentrasi sedimen tersuspensi, dan debit sungai sedangkan data sekunder berupa peta batimetri, RBI, data pasut, arus dan angin. Penelitian menggunakan metode kuantitatif, analisis sampel sedimen tersuspensi menggunakan metode Gravimetri di laboratorium FMIPA UNTAD dan pembuatan model sebaran konsentrasi sedimen tersuspensi menggunakan pendekatan matematik SED2D dalam Software Surface Water Modelling System (SMS). Hasil penelitian dengan menggunakan modul SED2D menunjukkan bahwa nilai konsentrasi maksimum sedimen tersuspensi yang berada di sekitaran sungai khusususnya di stasiun I sebesar 0.40 gram/liter, dan menyebar kearah sekitaran Perairan Pantai Tanamea khususnya pada stasiun II sebesar 0.03 gram/liter. Nilai debit Sungai Pulege pada saat pengukuran sebesar 14.37 /det. Arus dominan disekitaran Perairan Pantai Tanamea adalah arus pasut, dan kecepatan arus maksimum 0.27 /det. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai konsentrasi sedimen tersuspensi terbesar berada didaerah sungai dan mengecil ketika menuju laut. Hal ini mengakibatkan di daerah muara sungai tidak terjadi pendangkalan dan tidak dapat mengganggu ekosistem, biota laut sekitaran Pantai Tanamea. Hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa sebaran sedimen tarsuspensi di wilayah yang dikaji sangat dipengaruhi oleh arus pasang surut, dan pada Stasiun II arah sebaran sedimen tersuspensi dominan ke barat laut.
Kata kunci : Sedimen tersuspensi, Debit Sungai, SED2D, Perairan Selat Makassa
Perbandingan Metode Contrast Enhancement pada Citra CT-Scan Kanker Paru-paru: (Comparison of Contrast Enhancement on CT-Scan Images of Lung Cancer)
Abstrak:
Di Indonesia kanker paru menjadi penyebab kematian kedua setelah kanker payudara. Angka mortalitas yang cukup tinggi, maka penentuan diagnosis lebih awal memegang peranan yang sangat penting dalam manajemen terapi. Kelemahan CT-Scan dalam mendiagnosa kanker paru-paru disebabkan oleh kontras citra yang rendah dan derau pada citra. Pada penelitian ini akan membandingkan metode contrast enhancement berbasis histogram equalization dan contrast limited adaptive histogram equalization untuk meningkatkan kualitas citra dengan menggunakan software Matlab. Namun, sebelumnya dilakukan reduksi noise dengan menggunakan metode median filter. Kinerja dari setiap metode dihitung dengan mencari nilai MSE (Mean Square Error) dan PSNR (Peak Signal to Noise Ratio) citra. Dari nilai MSE dan PSNR yang di dapatkan diperoleh nilai MSE dan PSNR terbaik pada metode contrast limited adaptive histogram equalization dengan nilai 653,434 dB dan 245,547 dB