157 research outputs found

    Interpretasi Sebaran Mineral Nikel Menggunakan Metode Geomagnet di Desa Tambale Kecamatan Mamosalato

    Full text link
    ABSTRACT Research on the interpretation of distribution of nickel minerals using geomagnet method in Tambale Village, Mamosalato District have been done. This research to interpretation the distribution of nickel minerals by analyzing the distribution of the nickel mineral carrier rocks. Stages of research include; data acquisition, IGRF correction and daily variation correction, separation of magnetic anomalies to residual magnetic anomalies, and modeling. The modeling technique used is 3D inversion modeling technique using MAG3D software. Suseptibility of rocks carrier of nickel minerals between 0.07540 SI to 0.16336 SI. Susptibility is suspected as ultramafic rocks namely peridotite and dunit and metamorphic rocks namely serpentine. The distribution of sueptibility in the south to the north and tend to spread to the east of the study location with an average depth of approximately 60 meters under front of the ground.Keywords: Anomaly, Magnetic, Inversion modelling, Suseptibilit

    Analisis Nilai Absorbansi Kadar Flavonoid Daun Sirih Merah (Piper Crocatum) dan Daun Sirih Hijau (Piper Betle l)

    Full text link
    Penelitian tentang analisis nilai absorbansi kadar flavonoid daun sirih merah (Piper Crotaum) dan daun sirih hijau (Piper Betle L) telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid dan jenis flavonoid, dan pengaruh waktu penyimpanan ekstrak sampel. Ekstrak sampel disimpan selama 5 hari pada suhu 28º C, kemudian nilai absorbansinya diukur setiap 24 jam menggunakan spektrofotometer UV-vis. Nilai tersebut kemudian dianalisisuntuk menentukan kadar flavonoid sampel dengan menggunakan kurva standar flavonoid. Hasil analisis tersebut diperoleh masing-masing 45,771 μg/g , 18,129 μg/g, 11,843 μg/g , 1,29 μg/g dan 1,71 μg/g untuk daun sirih merah dan 11,857 μg/g, 11,086 μg/g, 10,057 μg/g, 0,086 μg/g dan 1,71 μg/g untuk daun sirih hijau. Nilai kadar flavonoid tersebut menunjukkan adanya penurunan kadar flavonoid yang signifikan pada hari keempat dan kelima. Sedangkan jenis flavonoid didapatkan dengan analisis warna. Dari analisis tersebut diketahui bahwa jenis flavonoid daun sirih merah adalah flavonol dan jenis flavonoid daun sirih hijau adalah flavon.  Kata Kunci : Daun Sirih Merah, Daun Sirih Hijau, Spektrofotometer UV-vis, Flavonoid

    Penentuan Currie Point Depth (CPD) Pada Lapangan Panasbumi Daerah Bora Provinsi Sulawesi Tengah Menggunakan Data Geomagnet (Magnetik)

    Full text link
    ABSTRAK Penelitian untuk mengetahui sumber Currie Point Depth (CPD) lapisan bawah permukaan yakni kedalaman atas (Zt), kedalaman tengah (Zo) dan kedalaman basal (Zb) telah dilakukan di Lapangan PanasBumi Bora, Kabupaten Sigi Biromaru dengan menggunakan analisis spektrum data geomagnet. Tahapan dalam pengukuran anomali magnet adalah akuisisi data lapangan, koreksi IGRF dan koreksi variasi harian, dan pembuatan peta kontur anomali. Nilai anomali magnet tinggi (1700 nT) dan anomali magnet rendah (-200) diperoleh berdasarkan peta kontur anomali magnet. Teknik yang digunakan dalam peneliian ini adalah analisis spektrum untuk memperoleh kedalaman diperoleh dai sema lintasan untuk kedalaman atas, kedalaman tengah dan kedalaman basal adalah berturut-turut sebesar -1,15 km, -4,00 km dan 3,57 km.   Kata Kunci : anomali magnetik, Analisis Spektrum, Currie Depth Point (CPD

    Perancangan dan Implementasi Alat Ukur Kebisingan Menggunakan Mikrokontroler Berbasis Media Penyimpanan Data

    Full text link
    ABSTRAK Bunyi adalah kompresi mekanik atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Kebanyakan bunyi adalah gabungan berbagai sinyal, tetapi bunyi murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel. Pada umumnya peralatan elektronika seperti alat ukur ini masih merupakan peralatan yang rnenggunakan sistem manual. Melalui penelitian ini telah dirancang dan dibuat alat ukur bunyi kebisingan menggunakan mikrokontroler berbasis media penyimpanan data sehingga dalam melakukan pengukuran kebisingan tidak diperlukan mencatat satu persatu data yang diperoleh, sebab alat ukur bunyi kebisingan tersebut akan melakukan pengukuran dan penyimpanan data secara otomatis. Alat ukur bunyi ini terdiri dari 5 komponen yaitu Mikrokontoler Arduino Uno R3 berfungsi sebagai pengontrol sistem, SD Module ARD0008 berfungsi sebagai module penyimpanan data , Analog Sound Sensor SEN00I7 berfungsi sebagai sensor bunyi, Real Time Clock Module (DSl307) berfungsi sebagai pewaktu, dan LCD (liquid crystal display) 16x2 berfungsi sebagai penampil informasi data. Dari hasil kalibrasi didapat hasil Iinieritas dengan persamaan Y = 0.02x + 96.742, persamaan inilah yang diplot kedalam mikrokontroler. Dari hasil pengukuran menggunakan alat ukur tersebut diperoleh data kebisingan dengan kesalahan relative 0% sampai 0,52%. Dari hasil pengukuran kebisingan tersebut dapat disimpulkan bahwa alat ukur bunyi yang telah dibuat dapat bekerja dengan baik. Kata kunci: sensor bunyi, alat ukur bunyi kebisingan, mikrokontroler Arduino Uno R3, SD madule, Real Time Clock (RTC), LCD

    Studi Sebaran Temperatur Menggunakan Metode Hambatan Jenis Konfigurasi Dipole-Dipole di Daerah Panasbumi Desa Namo

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui struktur perlapisan bawah permukaan dan sebaran temperatur daerah panasbumi Desa Namo Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik hambatanjenis konfigurasi dipole-dipole. Data hasil pengukuran diolah menggunakan software Earthimager2D dan Rockwork. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh bahwa nilai hambatan jenis lapisan yang mengandung air panas adalah zona rekahan tersaturasi air dengan nilai hambatan jenis 22 Ωm – 430 Ωm. Temperatur maksimum yang diperoleh dari hasil perhitungan adalah 68oC dan temperatur minimum adalah 32oC. Berdasarkan penampang temperatur bawah permukaan arah penyebarannya dari Utara ke Selatan lokasi penelitian.  Kata Kunci: Geolistrik, Hambatan Jenis, EartImager2D, Panasbumi

    Karakterisasi Mineral Magnetik Batuan Beku Wilayah Kulawi Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah Dengan Menggunakan Metode Isothermal Remanent Magnetization (IRM)

    Full text link
    Telah dilakukan karakterisasi mineral magnetik batuan beku di Wilayah Kulawi Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis mineral magnetik yang terdapat pada suatu sampel batuan dari masing-masing tempat seperti Desa Namo, Desa Lonca, Desa Toro dan Desa Sungku. Penentuan jenis mineral magnetik batuan dilakukan dengan menggunakan metode Isothermal Remanent Magnetization (IRM). Berdasarkan hasil pengukuran yang terlihat pada kurva saturasi pemberian IRM terhadap spesimen Namo, Lonca, Toro, dan Sungku, mengindikasikan bahwa mineral magnetik yang terkandung pada semua specimen yang diteliti adalah mineral magnetik jenis Magnetite. Hal ini disebabkan karena proses saturasinya terjadi lebih cepat, dibandingkan mineral magnetik jenis hematite, dimana keempat spesimen tersebut mulai tersaturasi pada medan magnet antara 100 mT - 300 mT.Kata Kunci : Batuan Beku, Hematite, Isothermal Remanent Magnetization (IRM), Kurva Saturasi, MagnetiteÂ

    Identifikasi Sebaran Aquifer Menggunakan Metode Geolistrik Hambatan Jenis di Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong

    Full text link
    Penelitian untuk mengetahui sebaran lapisan aquifer telah dilakukan di Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong dengan menggunakan metode Automatic Array Scanning (AAS) dengan konfigurasi Wenner-schlumberger. Pengolahan data menggunakan program inverse Earthimager 2D. Lapisan dengan nilai hambatan jenis 30Ωm-100Ωm dengan faktor formasi >1,5 diduga merupakan lapisan aquifer yang terdapat pada seluruh lintasan yang berada dekat permukaan hingga kedalaman >95m bmt. Lapisan ini terdiri dari pasir, kerikil dan batu pasir dari satuan batuan Molasa Celebes. Kata Kunci: Aquifer, Geolistrik hambatan jenis,  Wenner-Schlumberge

    Aplikasi Metode Geolistrik Hambatan Jenis Untuk Pendugaan Sebaran Airtanah di Desa Labuan Toposo Kabupaten Donggala

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian aplikasi metode geolistrik hambatan jenis untuk pendugaan sebaran airtanah di Desa Labuan Toposo Kabupaten Donggala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lapisan akuifer. Pengukuran dilakukan pada 5 lintasan dengan menggunakan metode Automatic Array Scanning (AAS) konfigurasi dipole-dipole. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan software Res2Dinv 3.53 dan Surfer 11. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa lapisan akuifer mempunyai nilai hambatan jenis antara 31 – 81 Ωm dan nilai faktor formasi 2 – 5. Lapisan akuifer tersusun oleh pasir dan kerikil. Sebaran lapisan akuifer dominan berarah dari timur laut ke barat daya. Kata kunci: Akuifer, Dipole-dipole, Geolistrik hambatan jenis, Res2dinv, Surfer

    Identifikasi Sebaran Aquifer Menggunakan Metode Geolistrik Hambatan Jenis di Wilayah Kecamatan Moutong Kabupaten Parigi Moutong

    Full text link
    Penelitian untuk mengetahui sebaran lapisan aquifer telah dilakukan di Wilayah Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong dengan menggunakan metode geolistrik hambatan jenis. Pengukuran dilakukan dengan metode Automatic Array Scanning (AAS) menggunakan konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengolahan data menggunakan program inversi Earthmarger 2D. Lapisan dengan nilai hambatan jenis antara 10 ï—m – 39,4 ï—m dengan faktor formasi >2 merupakan lapisan aquifer bebas yang terdapat pada seluruh lintasan yang berada pada kedalaman ± 2 m bmt – ± 69 m bmt. Sedangkan lapisan aquifer tertekan terdapat pada Lintasan 3 danLintasan 6 yang berada pada kedalam ± 35 m bmt Lapisan ini terdiri dari pasir, kerikil dan pasir lempungan dari satuan batuan endapan danau dan sungai. Kata Kunci: Aquifer, Geolistrik hambatan jenis, Wenner-Schlumberge

    Pemanfaatan Limbah Serat Batang Sagu Untuk Pembuatan Batako

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan limbah serat batang sagu untuk pembuatan batako. Produk batako yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan seperti dinding rumah. Bahan dasar pembuatan batako ini adalah semen dan pasir dengan komposisi campuran 1 : 7 dan serat batang sagu dengan panjang tetap yaitu 5 mm. Dimana dalam hal ini serat batang sagu ditambahkan dalam jumlah tertentu, yaitu 0% (tanpa penambahan serat batang sagu), 5%, 10% dan 15%. Sampel batako yang telah dibuat dikeringkan selama 1 bulan. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, diperoleh nilai kuat tekan optimal pada penambahan serat batang sagu dengan komposisi 10% dengan nilai kuat tekan 2,03 N/mm2. Pada komposisi ini, nilai maksimum kuat lentur yang diperoleh yaitu sebesar 3,02 N/mm2. Nilai kuat tekan ini memenuhi SNI-3-0349-1989 dengan kelas batako mutu IV. Kata Kunci : Serat batang sagu, kuat tekan, kuat lentu

    134

    full texts

    157

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Gravitasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇